Isu Senjata Kimia Arab Saudi di Balik Pembunuhan Khashoggi

Istanbul – Sahabat Jamal Khashoggi membuka isu baru terkait meninggalnya kolumnis The Washington Post itu. Disebutkan, Khashoggi akan mendapat data penting soal senjata kimia Arab Saudi sebelum dia meninggal.

Pernyataan sahabat Khashoggi itu dikutip dari tabloid Inggris, The Sunday Express dan dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Senin (29/10) lalu. Identitas sahabat Khashoggi ini tidak disebut lebih lanjut. The Sunday Express menyebutnya sebagai akademisi Timur Tengah.

Laporan The Sunday Express ini menyatakan, Khashoggi hendak mendapatkan ‘bukti dokumenter’ yang membuktikan klaim soal Saudi pernah menggunakan senjata kimia dalam konflik di Yaman. Diketahui bahwa Saudi menjalankan operasi militer melawan kelompok Houthi yang didukung Iran dalam konflik Yaman.

“Saya bertemu dengannya (Khashoggi-red) seminggu sebelum kematiannya. Dia tidak senang dan dia khawatir,” sebut sahabat Khashoggi ini.

“Ketika saya bertanya kepadanya mengapa dia khawatir, dia tidak begitu ingin menjawab, tapi akhirnya dia memberitahu saja bahwa dia akan mendapatkan bukti bahwa Arab Saudi pernah menggunakan senjata kimia,” lanjutnya.

The Sunday Express melaporkan bahwa bulan September 2018 muncul klaim dari pihak yang tak disebutkan bahwa ‘Saudi menggunakan amunisi fosforus putih yang disuplai AS terhadap tentara dan bahkan warga sipil di Yaman’.

“Meskipun aturan menyatakan zat kimia itu mungkin saja digunakan untuk memberikan tabir asap (smokescreens), jika digunakan secara ilegal itu bisa membakar hingga ke tulang,” sebut The Sunday Express dalam laporannya.

Belum ada tanggapan resmi dari otoritas Saudi maupun Turki terhadap laporan ini.

Kasus pembunuhan Khashoggi menjadi perhatian global dan memicu kemarahan setelah terungkap otoritas Saudi tidak jujur dalam memberikan keterangan. Dari awalnya membantah tahu-menahu soal keberadaan Khashoggi yang dinyatakan hilang, hingga akhirnya mengakui Khashoggi tewas dalam perkelahian di Konsulat Saudi dan belakangan mengakui Khashoggi tewas dalam pembunuhan berencana.

Meski otoritas Saudi telah mengakui Khashoggi tewas dalam pembunuhan yang direncanakan, pertanyaan soal lokasi jenazah Khashoggi dan siapa pemberi perintah pembunuhan masih belum terjawab.
(rna/nvc)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *