Mau, Kuota Internet Gratis Tiap Bulan? ini Caranya

Liputan6.com, Jakarta Tak bisa dipungkiri pulsa saat ini terbilang  sudah menjadi kebutuhan pokok atau kebutuhan primer sehari-hari. Ya, karena manusia membutuhkan komunikasi, dan untuk membayar komunikasi ini diperlukan pulsa.

Bahkan menurut *Nielsen (perusahaan riset mengenai konsumen), menyatakan masyarakat Indonesia lebih rela mengurangi belanja bahan makanan ketimbang harus memotong pengeluaran untuk biaya telepon dan telekomunikasi.

Tak mengherankan karena berbagai aktivitas mulai dari komunikasi, akses berita, kehidupan sosial, urusan pekerjaan, aktivitas perbankan, hingga hiburan semuanya bisa dilakukan hanya melalui smartphone.

Aplikasi penunjang kebutuhan pun kian bermunculan di toko daring seperti Play Store dan App Store, masing-masing menawarkan fitur untuk memudahkan menjalani aktivitas tertentu. Karena merasa semuanya penting  tanpa disadari sudah banyak aplikasi sudah terpasang di smartphone.

Untuk merasakan pengalaman tersebut tentunya dibutuhkan kuota internet (hasil konversi pulsa) yang selalu terkoneksi ke gawai. Pasalnya, secanggih apapun aplikasi maupun browser tak akan berarti tanpa kehadiran koneksi internet.

Memastikan kuota di smartphone jadi begitu penting agar semua pengalaman tersebut bisa dinikmati. Tapi perlu diingat semakin tinggi penggunaan data seperti mengirim file berukuran besar di email, menonton video, atau bermain game tanpa terasa  kuota cepat tersedot. Kalau sudah begitu itu artinya Anda harus terus menerus mengisi pulsa yang bikin kantong bolong.

Daripada uang habis terkikis hanya untuk membeli kuota, lebih baik ditabung untuk keperluan masa depan. Pertanyaannya kalau uang untuk kuota ditabung berarti aktivitas internetan jadi terbatas? Jawabnya, tentu tidak, kalau Anda ikutan promo BRI Britama Bebas Bayar khusus bagi Anda pengguna Telkomsel.

Program ini merupakan jenis tabungan top up yang akan di-hold dengan jangka waktu 3, 6 atau 12 bulan. Dana Anda yang ditabung akan mendapatkan reward berupa Saldo Kuota Internet sebesar 12 GB setiap bulannya atau sesuai dengan paket program yang diambil.

Segera ikutan dan jangan terlalu lama berpikir karena Promo BritAma Bebas Bayar hanya berlaku s.d. Maret 2019! Untuk mengikuti program ini Anda bisa mendaftar menjadi nasabah baru atau nasabah BritAma lewat unit kerja Bank BRI terdekat. Dana yang diikutsertakan dalam program hanya fresh fund atau tidak berasal dari produk BRI lainnya. Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa klik tautan berikut ini

*Dalam The Nielsen Global Survey of Consumer and Spending Intentions pada kuartal III/2014, perusahaan itu mencatat konsumen Indonesia tidak kompromi dalam hal komunikasi, bahan makanan dan layanan keuangan.

 

(Adv)

Tri Ogah Perang Tarif Internet

Jakarta – Industri seluler di Indonesia saat ini dianggap sedang tidak sehat. Tarif murah salah satunya disebut sebagai biang keladinya.

Ya, perang tarif bisa dibilang memang sedang dilakukan oleh beberapa provider untuk menggaet konsumen. Sayangnya, penawaran harga yang terkesan tidak wajar itu justru membuat industri menjadi tidak sehat.

Hal ini yang dihindari oleh Tri. Pihaknya mengaku tidak ingin tenggelam dalam kegiatan perang tarif tersebut.

“Fokus kami bukan pada memberikan harga yang semurah-murahnya. Kami harus kompetitif, tapi harga murah bukan satu-satunya cara untuk menggaet konsumen,” ucap Cliff Woo, Presiden Direktur dan CEO Tri Indonesia kepada detikINET ketika dijumpai dalam sebuah kesempatan.
Ia menambahkan, pihaknya fokus pada kualitas layanan. Maka dari itu, Cliff mengaku bahwa Tri melakukan banyak investasi dalam manajemen pengalaman konsumen.

“Kami mengembangkan internal back data system untuk melihat kebiasaan konsumen. Mulai dari melihat penggunaan data mereka hingga memeriksa siapa yang mendapat jaringan yang kurang baik sehingga kami bisa memperbaikinya. Kami banyak melakukan hal-hal tersebut,” tuturnya.

Satu yang tak kalah penting adalah ia menegaskan bahwa Tri telah beralih dari operator mobile tradisional menjadi penyedia layanan gaya hidup digital. Hal tersebut tampak dari pengembangan terhadap aplikasi mereka, yakni bima+.

Cliff mengklaim bahwa aplikasi tersebut sudah diunduh sebanyak 16 juta kali. Pengguna aktif hariannya pun juga tidak sedikit, baik itu untuk membeli layanan dari Tri maupun partner

“Jadi kami sudah beralih dari operator yang menjual SIM card dan data seluler menjadi penyedia berbagai macam layanan (gaya hidup digital),” pungkasnya. (asj/asj)

Rusia Akan Uji Coba ‘Menarik’ Diri dari Internet Dunia, Bisakah?

Moskow – Dalam beberapa minggu ke depan, pemerintah Rusia akan melakukan uji coba untuk ‘mencabut’ negara itu dari internet dunia.

Meskipun tanggalnya belum diketahui, pengujian ini diperkirakan akan terjadi sebelum tanggal 1 April, karena saat itu adalah hari terakhir bagi pembuat undang-undang untuk mengusulkan perubahan peraturan bernama Digital Economy National Program.

Tes ini adalah aksi terbaru Kremlin untuk menciptakan ‘internet berdaulat’ guna melindungi diri sendiri dari serangan siber agresif saat terjadi krisis, seperti ketika perang misalnya.

Tetapi percobaan ini dikhawatirkan akan berujung pada pembatasan dan kontrol ketat internet, mirip program penyensoran ‘Great Firewall’ yang dilakukan pemerintah Cina.

Para pengamat mengatakan ini adalah bagian dari kecenderungan menciptakan apa yang dinamakan ‘splinternet’. di mana internet tetap hidup, tetapi beda penampilannya bagi warga negara yang berlainan, bergantung kepada penyensoran pemerintah.

Meskipun demikian, terdapat banyak pertanyaan tentang rencana Rusia untuk ‘mencabut’ diri ini.

Vladimir Putin Getty Images Rencana kemandirianPutin dipandang sebagai cara untuk lebih mengendalikan kehidupan online warga Rusia.Apakah mungkin ‘menarik’ keseluruhan negara dari internet?

Singkatnya, ya mungkin.

Internet pada dasarnya adalah benda fisik. Jika Anda memotong kabel yang menghubungkan berbagai negara ke internet, negara-negara itu akan terputus.

Hal ini terjadi secara tidak sengaja pada tahun 2018 ketika kabel bawah laut yang menghubungkan Mauritania dilaporkan terputus kapal pukat. Empat juta orang di negara Afrika Barat itu tidak mempunyai internet selama dua hari.

Tetapi Rusia bukannya ingin sama sekali memutus hubungan; negara itu tetap bermaksud memelihara layanan internet di dalam negeri tetapi menutup akses masuk atau keluar.

Jadi bagaimana sebuah negara memutus hubungan dari internet?

Ini adalah sistem yang sama dengan pendukung jaringan intranet yang sering kali dipakai dalam organisasi dan lembaga besar seperti pemerintahan atau universitas.

Shanghai, Cina Getty Images Cina menghambat pengguna internet untuk mendapatkan akses sepenuhnya ke dunia.

Mat Ford, manajer Technology Programme untuk Internet Society, mengatakan: “Dengan menganggap ini sukses dilakukan, pengguna internet di Rusia dapat memasuki isi internet dan berhubungan dengan pengguna lain dengan memakai layanan yang diselenggarakan di dalam Rusia dan tidak bisa berkomunikasi dengan layanan lain di luar Rusia.”

Melakukan hal ini secara nasional caranya sama dengan intranet lainnya, tetapi agak lebih rumit.

Bagaimana cara kerjanya, secara teknis?

Terdapat dua hambatan teknis utama yang perlu diatasi.

Pertama, provider layanan internet Rusia harus mengubah arah lalu lintas internet ke titik routing di dalam negeri. Ini berarti perusahaan-perusahaan yang terlibat dengan akses internet di Rusia harus memastikan bahwa semua data harus melewati titik pertukaran yang dikelola pengatur telekomunikasi Rusia, Roskomnazor.

Kedua, Rusia harus bergantung kepada kopinya sendiri untuk Domain Name System (DNS), petunjuk domain dan alamat internet dunia.

Sistem DNS yang menerjemahkan kode alamat rumit setiap situs internet dan server menjadi URL yang bersahabat – misalnya alamat ‘www.example.com’ sebenarnya adalah 192.168.1.1.

alamat di komputer Getty Images Mauritania offline selama 48 jam pada tahun 2018 karena kerusakan kabel bawah laut.

Menciptakan direktori baru bagi setiap situs internet dan server di dunia akan menjadi bagian penting rencana Rusia karena tidak satupun dari organisasi ini menggunakan direktori DNS Rusia. Ini berarti mereka akan mengelompokkan layanan internal dan ‘aman’, serta yang mana dipandang internasional dan ‘tidak aman’.

Di sinilah ketakutan penyensoran muncul. Jika pemerintah Rusia memutuskan hanya mengizinkan lalu lintas lewat buku alamat DNS-nya saja, ini berarti negara itu dapat menolak akses ke situs manapun, sesuka mereka.

Seberapa sulit?

Menurut Mat Ford, akan menjadi sangat sulit bagi pemerintah Rusia untuk memutuskan secara tegas situs internet dan server yang 100% Rusia karena banyak layanan bergantung pada berbagai kode dari internet global.

Mereka juga harus berjuang untuk mengelola ratusan titik masuk dan keluar di seluruh negeri. Ini tempat di mana melibatkan Internet Service Providers (ISP) menjadi penting dan sejumlah laporan mengisyaratkan pemerintah membantu lewat dana masyarakat tambahan kepada ISP sementara mereka mengatasi masalah teknis.

Perempuan Rusia Getty Images Rusia memiliki platform media sosialnya tersendiri, VK, dengan 90 juta pengguna, menurut World Bank.Apa akan efektif?

Menciptakan batasan buatan di sekitar sebuah negara pada skala ini tidak akan mulus dan para pengamat memperkirakan tes ini akan memperlihatkan sejumlah masalah besar.

Mat Ford mengatakan: “Kemungkinan akan terjadi banyak gangguan yang tidak terduga.”

“Saya pikir layanan Rusia besar akan tidak menghadapi masalah, tetapi sifat ketergantungan global internet berarti ini adalah suatu hal besar yang belum diketahui dan tidak diragukan lagi banyak layanan akan terhambat atau berhenti.”

“Ini adalah suatu kurva pembelajaran, yang tentu saja memang itulah tujuan dari pengujian ini.”


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pesan Homestay Lewat Aplikasi Ini, BRI Beri Diskon 50 Persen

Liputan6.com, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menggandeng aplikasi layanan pemesanan tempat menginap Indohomestay dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar)‎ dalam rangka rangka optimalisasi jasa layanan homestay dan pengembangan sektor pariwisata di Tanah Air.

EVP Retail Payment BRI, Arif Wicaksono mengatakan, ‎melalui kerja sama ini, BRI memberikan berbagai program promosi yang menarik bagi seluruh wisatawan yang ingin merasakan layanan homestay di Indonesia melalui aplikasi lndohomestay. 

Dia menuturkan, promo yang diberikan BRI yaitu bagi nasabah BRI atau pemegang kartu kredit, debit atau alat pembayaran BRI lainnya bisa mendapatkan diskon hingga 50 persen saat memesan homestay melalui Indohomestay.

“Di Indohomestay ini transaksinya kan secara online. Satu-satunya bank yang terima pembayaran di situ BRI, bisa debit, kredit, e-pay, BRI Virtual Account. Promo diskonnya 50 persen selama sebulan dengan bayar pakai apapun (alat pembayaran BRI) juga, tetapi berlaku untuk tunai,” ‎ujar dia di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Setelah sebulan, lanjut Arif, nasabah BRI tetap bisa mendapatkan diskon sebesar 15 persen untuk transaksi pemesanan homestay melalui aplikasi ini.

“Setelah sebulan, nanti secara reguler masih ada diskon untuk tiap transaksi diskon 15 persen sampai dengan 1 tahun. Tetapi kita sedang pikirkan diskon apa lagi yang menarik,” kata dia.

Sementara itu, CEO lndohomestay Grandy Prajayakti menyatakan, saat ini lndohomestay telah terkoneksi dengan lebih dari 1.000 homestay dan 3.000 kamar di seluruh pelosok lndonesia.

Melalui kerja sama ini, lanjut Grandy, dapat menarik minat wisatawan untuk menginap di homestay yang ada di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Sehingga juga akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut.

“Indonesia punya tempat-tempat yang eksotik di desa-desa ini ingin kami angkat. Ini untuk menarik wisatawan menjelajah seluruh wilayah Indonesia.‎ Homestay yang kami tawarkan harganya beragam, mulai dari Rp 70 ribu per malam hingga Rp 800 ribu. Makanya kami ingin wisatawan dapat merasakan itu,” tandas dia.

2 dari 2 halaman

Sasar Milenial, BRI Luncurkan Aplikasi BRImo

Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali berinovasi. Untuk menyasar kaum milenial yang ingin serba praktis dan cepat, BRI luncurkan BRImo, aplikasi berbasis data dengan UI/UX untuk memudahkan nasabah dan non-nasabah melakukan transaksi.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, aplikasi ini merupakan pengembangan terbaru dari layanan transaksi yang telah ada. Tercatat ada lebih dari 13 juta pengguna BRI Mobile dengan jumlah transaksi mencapai 575 juta sepanjang 2018. Fiturnya juga modern dan praktis.

“BRImo menggabungkan fungsi mobile banking, internet banking dan uang elektronik dalam satu aplikasi. Fiturnya modern. Terutama untuk login, kadang kita suka lupa kode, nah BRImo sediakan fingerprint, supaya lebih mudah dan praktis,” ujar Handayani di Gedung BRI I, Rabu 27 Februari 2019.

Penggunaan aplikasi ini cukup mudah. Nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang BRI, cukup unduh dan log in di aplikasi BRImo menggunakan user id dan password yang sudah diatur sebelumnya.

Tak hanya mempermudah, aplikasi BRImo memiliki beberapa keunggulan dibanding aplikasi mobile banking sebelumnya, diantaranya kemudahan pembukaan rekening Tabungan BRI Britama Muda, kemudahan login menggunakan finger print atau face id Recognition , penggunaan alias rekening higga akses info promo BRI.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Cara Ngeprint Bolak Balik Word, Excel dan PDF Secara Otomatis

Liputan6.com, Jakarta Pasti kamu pernah mencetak tugas sekolah, makalah, atau skripsi yang sudah pasti kebanyakan hanya mencetak satu sisi di setiap kertasnya. Sedangkan sisi lainnya tetap kosong. Tentu saja itu hanya akan membuat boros kertas. Apalagi jika kamu ngeprint di tempat fotocopy pasti semakin banyak halaman akan semakin mahal.

Cara ngeprint bolak balik sangat membantu menghemat kertas dan biaya ketika harus mencetak ratusan lembar untuk keperluan tertentu. Dengan cara ngeprint bolak balik kamu bisa menghemat setengah cetakan, semisal harusnya 100 lembar menjadi hanya 50 lembar.

Untuk bisa melakukan print bolak balik tentunya lebih mudah menggunakan printer yang sudah support duplex sehingga bisa berjalan otomatis. Berikut cara ngeprint bolak-balik yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (1/3/2019).

2 dari 5 halaman

1. Print Bolak Balik Secara Otomatis

Jika printer yang digunakan sudah mendukung percetakan duplex, maka kamu dapat langsung mencetak dokumen secara bolak balik. Beberapa jenis printer biasanya menyediakan pengaturan otomatis yang akan mencetak dokumen duplex tanpa mengaturnya secara manual.

Untuk mengaktifkan fitur tersebut, silahkan beri tanda centang pada menu “Double-sided Printing” yang terdapat di bagian bawah pengaturan printer kamu.

Dengan begitu, kamu tidak perlu lagi melakukan pengaturan setiap kali akan mencetak dokumen yang panjang. Akan tetapi jika pengaturan otomatis tidak tersedia, maka kamu harus mengaturnya secara manual.

3 dari 5 halaman

2. Print Bolak Balik Secara Manual

Kamu harus mengubah pengaturan default menjadi duplex printing setiap kali hendak mencetak dokumen jika menggunakan cara manual. Ketika mencetak duplex secara manual, Microsoft Word akan mencetak setiap halaman di sisi pertama lembar kertas, kemudian kamu harus membalik kertas agar halaman selanjutnya bisa dicetak di sisi lain kertas. Berikut langkah-langkahnya:

– Cara ngeprint bolak balik masuk ke menu Print pada Microsoft Word.

– Pada menu Print On Both Side, pilih Yes Flip Over. Scroll ke bawah dan pilih “Manual Duplex”, kemudian simpan pengaturan.

– Kembali ke dokumen di Word. Print dokumen dan Word akan meminta kamu untuk memasukkan halaman untuk dicetak di sisi kertas selanjutnya.

Selain cara di atas, kamu juga dapat mencetak dokumen bolak-balik dengan cara manual yang lain. Cara ngeprint bolak balik di bawah ini sangat cocok untuk kamu yang menulis dokumen dengan tambahan halaman di bawah atau di atasnya seperti skripsi, jurnal, makalah, dan lainnya. Berikut langkah-langkahnya:

– Buka dokumen di Word, Klik “Print”.

– Pilih opsi “Print Odd Numbered Pages”, Klik “OK” untuk mencetak halaman ini.

– Masukkan kertas ke dalam printer. Perlu kamu ketahui, bahwa memcetak duplex secara manual ini mengharuskan kamu untuk membalik kertas untuk halaman selanjutnya. Coba terlebih dahulu di beberapa sampel kertas untuk memastikan umpan printer sebelum kamu mencetak halaman ganjil.

– Kembali ke dokumen di Word. Pilih “Print Even Numbered Pages” dan klik “OK” untuk mencetak halaman selanjutnya di sisi lain kertas

Cara ngeprint bolak balik ini mudah, meskipun bagi pemula cara ini cukup rumit. Namun, sebagian pengusaha percetakan atau warung internet menggunakan metode ini untuk mencetak dokumen pelanggan dengan cepat.

4 dari 5 halaman

3. Cara Ngeprint Bolak Balik Excel

– Klik Tab File pada Excel lalu pilih Print atau bisa juga CTRL+P

– Masuk menu Printer List silahkan pilih printer yang akan digunakan

– Di Setting nya pilih Print on Both Sides

– Kemudian pilih Flip sheets on long edge or Print on Both Sides

– Dan yang terakahir pilih Flip sheets on long edge

– Keluar menu setting printer lalu cetak dokumen dengan menekan tombol Print.

Pada Printer Yang Tidak Support Duplex Printing

– Klik Tab File pada Excel lalu pilih Print atau bisa juga CTRL+P

– Cara ngeprint bolak balik masuk menu Printer List silahkan pilih printer yang akan digunakan

– Cetak halaman pertama dengan mengisikan angka 1 pada Pages box lalu klik tombol Print

– Jika sudah selesai mencetak silahkan balik halaman tadi lalu masukkan ke printer

– Pada pages Pages box isikan angka 2 lalu klik tombol Print

– Untuk halaman ketiga dan seterusnya ulangi langkah diatas sampai semua halaman tercetak

5 dari 5 halaman

4. Cara Ngeprint Bolak Balik PDF

– Klik Tab File pada Adobe Reader lalu pilih Print atau bisa juga CTRL+P

– Pada Printer Dialog silahkan pilih Print On Both Sides Of Paper

– Print On Both Sides Of Paper

– Cara ngeprint bolak balik selanjutnya klik Print untuk melakukan pencetakan

Memang untuk semua software memiliki cara print yang hampir sama jadi bisa diterapkan dengan mudah. Lebih mudah apabila memiliki printer duplex karena bisa dengan mudah melakukan printing bolak balik. Kebanyakan printer masa kini juga sudah menyertakan duplex printing yang memudahkan setiap pekerjaan.

Kini Pelunasan Biaya Haji Bisa Lewat ATM dan Diwakili Keluarga

Jakarta – Jemaah haji 2019 kini sudah bisa melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) lewat ATM. Setoran BPIH non-teller ini diharap memberi manfaat bagi jemaah.

“Inovasi pelunasan BPIH non teller (ATM, internet banking, mobile banking) sangat membantu jemaah yang mengalami kesulitan dalam proses pembayaran misalkan terkendala waktu maupun jarak,” tutur Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, seperti dikutip dari laman Kementerian Agama, Kamis (28/2/2019).

Yanis menyampaikan hal itu dalam Rapat Teknis Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler di Hotel Aston Bogor, Rabu (27/2). Rapat itu diikuti seluruh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).
Yanis menambahkan, pelunasan BPIH tidak harus dilakukan jemaah yang bersangkutan. Pihak keluarga dapat membantu pelunasan BPIH melalui rekeningnya.

“Pola pembayaran non-teller memungkinkan bagi anak yang akan membayarkan pelunasan BPIH orang tuanya dari tempat yang berbeda,” kata Yanis.

Kepada para Kepala Bidang PHU, Yanis juga meminta untuk disiapkan berbagai hal menyangkut pelunasan BPIH. Dia menyebutkan bahwa penetapan jemaah haji berhak lunas BPIH tahun ini sudah diumumkan sejak 25 Februari 2019.

Namun khusus bagi provinsi yang membagi kuotanya menjadi kuota kabupaten/kota, Yanis mengingatkan bahwa jemaah berhak lunas BPIH belum dilakukan penetapan karena menunggu Keputusan Gubernur. Dia meminta para Kepala Bagian PHU dari provinsi yang belum selesai proses pembagian kuota kabupaten/kota segera menetapkan.

“Diharapkan dalam waktu dekat sudah selesai prosesnya,” kata Yanis.

Yanis juga menyampaikan, bagi jemaah yang pernah haji akan dikenakan biaya visa progresif oleh pihak Arab Saudi. Besarnya biaya visa progresif sebesar 2.000 riyal yang akan dibayarkan jemaah bersamaan dengan pelunasan BPIH.

Kebijakan Arab Saudi lainnya berupa rekam biometrik sebagai syarat penerbitan visa, mantan Kepala Kanwil Kemenag Gorontalo ini meminta agar dipersiapkan dengan baik oleh Bidang PHU.

“Arab Saudi berjanji akan menambah jumlah kantor VSF Tasheel di berbagai wilayah,” pungkasnya.
(jbr/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

4 Bank yang Sering Dipakai Belanja Online

Liputan6.com, Jakarta Kemajuan teknologi membuat semua orang menjadi lebih mudah untuk bertransaksi serta berbelanja tanpa harus pergi ke luar rumah lagi.

Dengan bantuan koneksi internet dan telepon genggam saja, Anda sudah dapat berbelanja online melalui e-commerce dengan mudah. Kemudahan berbelanja ini tentunya ditunjang dengan kemajuan bank yang semakin modern.

Begitu banyak bank di Indonesia saat ini, namun tahukah Anda ternyata hanya ada 4 bank yang menjadi favorit para e-commerce di Indonesia saat ini.

Mau tahu bank apa sajakah itu? Berikut merupakan 4 bank yang sering digunakan e-commerce sebagai sarana pembayarannya berdasarkan data dari Ilmuonedata Comscore, Kamis (28/2/2019):

2 dari 3 halaman

4. BNI

Bank Negara Indonesia (BNI), merupakan sebuah bank milik pemerintah dan anggota BUMN. Bank ini menjadi bank ke-4 yang paling sering digunakan e-commerce sebagai sarana transaksi dengan para pelanggannya.

Pada Desember 2018, BNI kurang lebih telah dipakai oleh 4,9 juta pelanggan 6 e-commerce di Indonesia yaitu Tokopedia, Bukalapak, Shopee, JD.ID, Blibli dan Lazada. Tokopedia menjadi e-commerce yang paling banyak menggunakan BNI.

3. Mandiri

Salah satu Bank BUMN ini menjadi bank ketiga yang paling sering digunakan pelanggan 6 e-commerce di Indonesia. Jumlah pelanggan yang menggunakan bank ini mencapai 5,2 juta pengguna.

Adapun e-commerce yang paling banyak menggunakan Mandiri yakni, Tokopedia dengan jumlah pembeli sebanyak 1,7 juta pada desember 2018.

3 dari 3 halaman

2. BCA

Bank Central Asia atau BCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia dan menjadi bank kedua yang sering digunakan pelanggan e-commerce untuk pembayarannya.

Pada Desember 2018, jumlah pengguna BCA mencapai 8,9 juta, dan Tokopedia lah menjadi e-commerce yang sering memakai bank ini dengan total pengguna sebanyak 2,7 juta.

1. BRI

BRI atau Bank Rakyat Indonesia menjadi bank yang paling banyak di pakai oleh beberapa e-commerce di Indonesia seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, JD.ID, Blibli, dan Bukalapak.

Pelanggan e-commerce yang memilih bank BRI untuk menjadi sarana pembayarannya mencapai 9,1 juta pelanggan. Tokopedia menjadi e-commerce dengan jumlah pembeli yang paling banyak, disusul dengan Shopee yang memilih untuk melakukan pembayaran via BRI.

MMA Prediksi Tren Iklan Mobile di Indonesia Semakin Meningkat

Liputan6.com, Jakarta – Mobile Marketing Association (MMA) Indonesia memaparkan tren pemasaran di perangkat mobile pada tahun 2019 ini. Hal ini tidak lepas dari jumlah pengguna smartphone di Indonesia yang terus meningkat.

Dalam paparan data tersebut, terungkap orang Indonesia paling banyak mengakses internet melalui perangkat seluler. Sisanya, mengakses menggunakan PC.

Dipaparkan oleh Program Director MMA APAC, Azalea Aina, 97 persen orang Indonesia mengakses internet dari smartphone, di mana 89 persennya mengakses dari perangkat Android, padahal di global yang mengakses internet dari Android hanya 72 persen.

Selain itu, waktu akses atau time spent orang Indonesia di perangkat mobile bisa mencapai 4 jam per harinya, lebih dari rata-rata pengguna global yang hanya mengakses smartphone 3 jam per hari.

“Dengan penggunaan smartphone per hari yang melebihi rata-rata pengguna global ini, konsumsi digital pengguna di Indonesia sangat besar dari tahun ke tahun. Akses konten digital melalui tablet dan PC turun sejak 2016 hingga saat ini,” kata Azalea di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Selain itu, maraknya penggunaan layar kedua (dalam hal ini smartphone) saat pengguna sedang menonton televisi juga mempengaruhi naiknya konsumsi digital. Maka tak heran jika potensi marketing melalui iklan di perangkat mobile ikut meningkat.

2 dari 2 halaman

Tren Pemasaran Melalui Perangkat Seluler di 2019?

Ilustrasi pengguna smartphone. (Sumber Foto: Pexels)

Lantas, apa saja tren pemasaran melalui perangkat seluler di 2019? Kata Azalea, pembayaran seluler di Tanah Air bakal menjadi era baru.

Dia menyebut, maraknya pembayaran melalui aplikasi di perangkat mobile bisa dijadikan peluang bagi advertiser untuk mengiklankan produknya.

Saat ini, menurut Azalea, metode pembayaran dengan Gopay, OVO, DANA, hingga TCash yang kini berubah nama jadi LinkAja bisa ikut dimanfaatkan.

Tren selanjutnya adalah konsumsi terhadap video vertikal. Azalea menyebut, konsumsi video tumbuh signifikan pada 2018. Menurut data Telkomsel, ada peningkatan 59 persen dalam penggunaan data di jaringan mereka untuk menonton video dengan jumlah penonton video di jaringannya sebanyak 62 juta user.

“Karena banyaknya pengguna yang akan menikmati konsumsi video dalam beberapa tahun ke depan, Telkomsel menyiapkan kapasitas data 120 Petabyte di tahun 2020 untuk melayani 80 juta penonton video,” tutur Azalea.

Namun demikian, format video yang dinikmati pengguna pun makin beragam, salah satunya adalah format vertikal.

“Sekarang video viewing berubah dari horizontal ke vertikal, dan ini didrive oleh Instagam dan TikTok. Implikasinya, advertiser pun harus menyesuaikan konten-konten iklannya agar selaras dengan tren konsumsi video,” kata Azalea.

Di MMA, kata Azalea, mereka mengingatkan agar brand membuat iklan video yang formatnya vertikal.

(Tin/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:


Daftar Infrastruktur yang Dibangun Bung Karno hingga Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Infrastruktur merupakan karya pemerintah yang dapat terus dinikmati lama setelah presiden itu berhenti menjabat. Kinerja sang presiden pun dapat terus dikenang berkat infrastruktur yang dibangun di zamannya.

Sejak republik ini berdiri, infrastruktur untuk menggairahkan ekonomi rakyat mulai dibangun, mulai dari jembatan, bandara, bendungan. Dan sampai sekarang pun pembangunan masih berlanjut. 

Penasaran apa saja infrastruktur yang dibangun para presiden sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia? Berikut Liputan6.com kumpulkan daftarnya yang dikutip dari berbagai sumber, Kamis (28/2/2019):

2 dari 9 halaman

1. Era Presiden Soekarno

a. Jembatan besar

Jembatan Ampera di Palembang, Sumatera Selatan. Berada di atas SUngai Musi.

b. Bendungan

– Bendungan Ir. H. Juanda (Jatiluhur) di Jatiluhur, Purwakarta. Irigasi, pertanian, penyeimbang ekosistem, PLTA dan pasokan air serta wisata air di DKI Jakarta

c. Bandara

– Bandara Juanda di Sedati, Sidoarjo. Penerbangan domestik dan internasional

d. Rumah Sakit

– RSUP Sanglah di Bali

– RS Dr. Soetomo di Surabaya, Jawa Barat

– RS Kebon Jati di Bandung, Jawa Barat

– RS H. Yuliddin Away Tapaktuan di Aceh Selatan

e. Jaringan Telekomunikasi

– RRI (Radio Republik Indonesia) di Jakarta

– PN Postel di Jakarta

3 dari 9 halaman

2. Era Presiden Soeharto

a. Jalan Nasional, Tol, dan Jalan Layang

– Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi). Menghubungkan Jakarta-Bogor-Ciawi.

– Tol Prof Sedyatmo di Jakarta-Tangerang. Menghubungkan DKI Jakarta dengan Bandara Soekarno-Hatta

– Tol Cawang – Tomang (dalam kota) di Jakarta. Menghubungkan wilayah timur Jakarta hingga Pluit

– Tol Semarang. Bagian dari tol Trans Jawa

– Tol Jakarta – Tangerang

– Tol Surabaya – Gempol. Menghubungkan Gempol, Sidoarjo, dan Surabaya, Jawa Timur

– Tol Jakarta – Cikampek

– Tol Belawan – Medan – Tanjung Morawa (Belmera)

– Tol Purbaleunyi (Purwakarta – Bandung – Cileunyi)

– Tol Palikanci (Palimanan – Kanci) di Cirebon. Bagian dari tol Trans Jawa

b. Jembatan Besar

– Jembatan Barito di Kalimantan Selatan. Melintang di atas sungai Barito menghubungkan trans Kalimantan, Tengah, dan Selatan.

– Jembantan Rantau Berangin di Riau. Penghubunga Sumatera Barat – Pekanbaru.

– Jembatan Siak I di Pekanbaru, Riau). Menghubungkan jalan Yos Sudarso dengan Pekanbaru.

c. Bendungan

– Bendungan Sigura-gura di Asahan, Sumatera Utara

– Waduk Gajah Mungkir di Wonogiri, Jawa Tengah. Juga untuk PLTA dan pengendalian banjir.

– Bendungan Ir. Sutami (Karangkates) di Malang, Jawa Timur. Juga untuk wisata air dan PLTA.

– Bendungan Riam Kanan di Banjar, Kalimantan Selatan

– Bendungan Batujai di Lombok Tengah, NTB. Bendungan ini juga untuk mengatasi kekeringan serta membantu irigasi desa dan menyediakan air minum.

d. Bandara

– Soekarno-Hatta

– Ngurah Rai di Tuban, Bali

– Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan

– Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan, Kalimantan Timur

– Hang Nadim, Batam, Kep. Riau

– Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimatan Selatan

– Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat

– Adisumarno di Boyolali, Jawa Tengah

– Radin Inten II di Bandar Lampung, Sumatera Selatan

– Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat

– Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur

e. Stasiun/Terminal

– Stasiun Gambir di Jakarta

– Terminal Purabaya (Bungurasih) di Sidoarjo, Jawa Timur

4 dari 9 halaman

Selanjutnya

f. Pembangkit Listrik

– PLTA Sigura Gura di Toba Samosir, Sumatera Utara. Memasok ke PT Inalum.

– PLTA Tangga di Toba Samosir, Sumatera Utara. Memasok ke PT Inalum.

– PLTA Maninjau di Agam, Sumatera Barat

– PLTA Singkarak di Padang Pariaman

– PLTA Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah. Penanggulangan banjir, lokasi wisata, irigasi, dan perikanan warga.

– PLTA Wadaslintang di Wonosobo dan Kebumen, Jawa Tengah

– PLTA Saguling di Bandung Barat, Jawa Barat

– PLTA Cirata di Purawakarta dan Cianjur, Jawa Barat

– PLTA Kedung Ombo di Grobo. termasuk irigasi dan pariwisata.

– PLTA Selorejo di Malang, Jawa Timur

– PLTA Karangates (Sutami) di Malang, Jawa Timur

– PLTA Larona di Sulawesi Selatan

– PLTA Balambano di Sulawesi Selatan

g. Rumah Sakit

– RSUD Purbalingga (dr. R. Goeteng Taroenadibrata) di Purbalingga, Jawa Tengah

– RS Kanker Dharmais di Jakarta

– RSUD Hadji Boejasin di Pelaihiari, Kalimantan Selatan

h. Jaringan Telekomunikasi

– Satelit Palapa A1 di Tanjung Canareval, Amerika Serikat

– Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Parepare di Parepare, Sulawesi Selatan

– TVRI di Jakarta

– Jaringan internet

5 dari 9 halaman

3. Era Presiden B. J. Habibie

a. Jembatan Besar

– Jembatan Barelang (Batam, Rempang, dan Galang)

6 dari 9 halaman

4. Era Presiden Gus Dur

a. Bendungan

– Bendungan Wonorejo di Tulungagung, Jawa Timur

– Bendungan Bilibili di Gowa, Sulawesi Selatan

b. Bandara

– Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau

7 dari 9 halaman

5. Era Presiden Megawati Soekarnoputri

a. Jembatan Besar

– Jembatan Kahayan di Kalimantan Tengah. Menghubungkan kota Palangkaraya dengan berbagai daerah di Kalimantan Tengah.

b. Bendungan

– Bendungan Batutegi di Tanggamus, Lampung. Juga untuk wisata air, irigasi, dan PLTA.

– Bendungan Tilong di Kupang Tengah, NTT. Juga untuk menampung air hujan dan irigasi.

c. Pembangkit Listrik

– PLTA Sipansihaporas di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara

– PLTP Geo Dipa Unit Dieng di Jawa Tengah

8 dari 9 halaman

Era Presiden SBY

a.Proyek Jalan Nasional, Tol dan Jalan Layang

– Tol Sadang-Cikamuning. SBY meresmikan proyek tol ini pada 2005. Ruas tol Sadang-Cikamuning ini merupakan bagian dari Jalan Tol Cipularang

b. Jembatan Besar

– Jembatan Tukad Bangkung di Desa Plaga, Badung, Bali. Jembatan ini menghubungkan tiga kabupaten di Bali yaitu Badung, Bangli dan Buleleng.

– Jembatan Pasupati (Jalan terusan Pasteur dan Jalan Surapati) di Bandung, Jawa Barat. Jembatan ini menghubungkan bagian utara dan timur kota Bandung, melewati lembah Cikapundung.

– Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura, Jawa Timur.

c. Bandara

– Bandara Kualanamu di Medan, Sumatera Utara. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

– Bandara Achmad Yani di Semarang, Jawa Tengah. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

– Bandara Zainuddin Abdul Madjid di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

– Bandara Raja Haji Fisabillah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

d. Stasiun/Terminal

– Stasiun Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara. Stasiun ini melayani perjalanan KA bandara dari dan ke Stasiun Medan.

– Stasiun Medan Kota, Medan Sumatera Utara. Melayani perjalanan ke berbagai wilayah di Sumatera Utara.

– Terminal Bandar Raya Payung Sekaki, di Pekanbaru, Riau. Terminal ini melayani trayek dari Riau, menuju Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat dan Jawa.

– Terminal Mengwi di Badung, Bali. Terminal ini melayani trayek antar kota antar provinsi dan dalam provinsi.

– Terminal Bulupitu di Purwokerto, Jawa Tengah. Terminal ini melayani trayek antar kota antar provinsi dan dalam provinsi.

e. Pembangkit Listrik

– PLTA Asahan I di Sungai Asahan, Toba Samosir, Sumatera Utara. PLTA ini memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera Utara serta mendukung kelistrikan di Sumatera

– PLTA Karebe di Sulawesi Selatan. PLTA ini untuk penghasil daya listrik.

– PLTU 2 Jawa Tengah (Karangjandri) yang berada di Cilacap, Jawa Tengah. Pembangkit ini memasok jaringan 500 Kv Jawa-Bali melalui gardu induk tegangan tinggi (Gitet) Adipala dan diteruskan ke Gitet Kesugihan.

9 dari 9 halaman

Era Presiden Jokowi

a. Jalan Nasional, Tol, dan Layang

– Tol Trans Jawa di Pulau Jawa

b. Bendungan

Hingga 2018 sudah membangun 43 bendungan, beberapa di antaranya:

– Bendungan Titab, Sidan, dan Tablang di Bali

– Bendungan Raknamo, Rotiklod, Napun Gete, Temef, Mbay, Manikin, dan Kolhua di NTT

– Bendungan Tanju, Mila, Bintang Bano, Beringin Sila, dan Meninting

– Bendungan Digoel di Papua

– Bendungan Jatigede di Jawa Barat

c. Bandara

– Bandara Sultan Thaha di Jambi

– Bandara Kertajati di Kertajati, Jawa Barat

– Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya, Jawa Barat

– Bandara Syukuran Aminuddin Amir di Banggai, Sulawesi Tengah

– Bandara Baru Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah

– Bandara APT Pranoto di Samarinda, Kalimatan Timur

– Bandara Tebelian di Kalimantan Barat

– Bandara Werur di Werur, Papua Barat

– Bandara Maratua di Pulau Maratua, Kalimantan Timur

– Bandara Koroway Batu di Kabupaten Boven Digoel, Papua

– Bandara Morowali, Sulawesi Tengah

– Bandara Letung di Kepulautan Anambas, Kepulauan Riau

– Bandara Namniwel di Maluku

– Bandara Miangas di Kepulauan Talau, Sulawesi Utara

d. Stasiun/Terminal

– Terminal Tirtonadi di Surakarta, Jawa Tengah

– Terminal Pulo Gebang di Cakung, DKI Jakarta

e. Pembangkit Listrik

– PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan

– PLTB Tolo I di Jeneponto, Sulawesi Selatan

– PLTU Punagaya di Jeneponto, Sulawesi Selatan

– PLTU Legon Bajak di Karimunjawa, Jawa Tengah

– PLTGU Jawa 2 di Tanjung Priok, Jakarta

f. Jaringan Telekomunikasi

– Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur – Nusantara


Saksikan video pilihan di bawah ini: