Ini Catatan PRSI Usai Renang di Indonesia Open Rampung

Jakarta – Perlombaan renang di Indonesia Open Aquatic Championship 2018 berakhir. Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) mengantongi nama-nama perenang baru.

PRSI memanfaatkan Indonesia Open sebagai seleksi awal perenang menuju pelatnas 2019. Hasil dari perenang yang tampil pada Sabtu (1/12) hinngga Rabu (5/12), akan segera dievaluasi.

Secara garis besar, penampilan perenang pelatnas kurang sip. Sementara, nonpelatnas memberikan kejutan, yakni mengalahkan senior yang juga pelatnas.

Wakil Ketua PRSI Harlin E. Rahardjo akan mempertimbangkan atlet-atlet non pelatnas yang berprestasi masuk pelatnas 2019 kendati harus disesuaikan juga dengan limit yang ditetapkan PRSI.
“Kan banyak perenang baru. Jika juara pasti akan kami pertimbangkan. Tinggal limitnya disesuaikan dengan ketetapan kami. Seperti Reza Bayu dia peringkat dua tapi pantas masuk pelatnas karena sebagai sparring Fadlan,” kata Harlin di Stadion Akuatik, Senayan, Rabu (5/12/2018).

Harlin mengungkapkan ada beberapa nama baru yang muncul seperti Farel Armandio, peraih medali emas nomor 200 meter gaya punggung dengan catatan waktu 2 menit 03,33 detik. Dia mengalahkan Ricky Angga Wijaya yang meraih medali perak 2 menit 05,46 detik.

Kemudian, perenang nonpelatnas Muhammad Fachri yang menjadi juara di nomor 50 meter gaya dada usai membukukan 28.57 detik. Dia mengalahkan atlet pelatnas Gagarin Nathaniel Yus yang hanya mencatatkan waktu 28,89 detik. Jauh dari catatan waktu Asian Games 28,37 detik.

Kemudian, Reza Bayu Prasetyo yang berhasil mendekati atlet pelatnas Aflah Fadlan Prawira setelah membukukan waktu 16 menit 05.25 detik di nomor 1500 gaya bebas putra. Sementara Aflah meraih emas di nomor sama setelah menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 15 menit 33.96 detik.

“Yang penting, sekarang adalah kami membuat program latihan dan uji coba untuk SEA Games, sekaligus membuat komposisi yg paling bagus. Tentu teknisnya akan kami susun lebih duli dari hasil peringkat pertama dan dua nasional, serta memasukkan limit yang kami tetapkan untuk kemudian kami ajukan kepada Kemenpora sebagai perenang pelatnas,” ujar dia.

Meski sudah mengantongi nama, Harlin mengatakan, hasil ini bukan akhir dari pembentukan tim inti SEA Games 2019. Para perenang masih ditunggu dua event lainnya, yang juga sebagai seleknas atlet sampai entry by name SEA Games Manila.

“April kami buat seleksi juga lewat festival akuatik, jadi bisa berubah lagi. Lalu September ada seleksi lagi jadi memang yang betul-betul siap itu lah yang berangkat. Iklim ini penting agar atlet pelatnas tidak merasa sudah aman. Mereka harus terpacu terus untuk memberikan perfoma terbaik,” tutur dia.

(mcy/fem)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *