Ini Catatan Ombudsman untuk Skybridge Tanah Abang

Jakarta – Ombudsman Jakarta Raya memberikan evaluasi untuk skybridge Tanah Abang yang sudah dibuka untuk umum pada Jumat (7/12) kemarin. Ombudsman memberikan catatan mulai dari ketersediaan toilet umum di bagian tengah skybridge hingga ruang musala yang sempit.

“Perlu ada beberapa perbaikan terkait dengan saranan dan prasarana (skybridge Tanah Abang) misalnya toilet menurut kami masih kurang itu, karena dari ujung ke ujung, harusnya di tengah juga ada. Karena itu jaraknya cukup panjang,” ujar Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho kepada detikcom, Jumat (7/12/2018) malam.

Teguh melanjutkan, nantinya di skybridge perlu disediakan bangku untuk duduk bagi lansia dan penyandang disabilitas. Perlu juga disediakan ramp untuk jalur difable.

Teguh juga memberikan catatan untuk gate taping yang menurut rencana awal berada antara skybridge dengan Stasiun Tanah Abang.

“PT KAI memang sudah menyediakan untuk gate taping itu. Jadi gate taping itu maju 20 meter dari gate taping yang existing, jadi gate tapingnya itu tidak di antara skybridge dengan stasiun Tanah Abang seperti rencana semula. Tapi tetap di jalan, cuman maju 20 meteran,” jelasnya.

Dari evaluasi pengoperasian skybridge di hari pertama, banyak penumpang KRL di skybridge yang masih bingung arah menuju gate taping. Untuk itu PT KAI pada hari Minggu (9/12) besok akan memberi petunjuk arah menuju gate taping.

“Terus juga beberapa fasilitas seperti yang di bawah itu yang untuk halte di bawah itu juga belum ada kursinya, belum ada bangku. Untuk itu kami berharap nanti kalau gate taping sudah ada itu nanti disimulasikan dulu 2 sampai 3 hari supaya kemudian kita bisa melihat celah-celah kekuarangannya di mana baru kemudian dilakukan grand opening,” tuturnya.

Catatan juga diberikan Ombudsman DKI untuk keamanan pengguna skybridge. Dari laporan warga, Ombudsman DKI mendengar jika ramp yang mengarah ke Jalan KS Tubun menjadi daerah rawan copet.

“Harus ada simulasi pengamanan juga, karena tadi itu masih mayoritas pengamanannya dari internal PT KAI waktu uji coba. Nah mungkin ada baiknya nanti disimulasikan setelah hari Senin, itu Satpol PP dan dari Sarana Jaya juga terlibat lebih banyak. Karena ada kekhawatiran, misalnya saja ramp yang ke arah Jl KS Tubun itu kami menemukan bahwa menurut banyak pihak itu tempat banyak copet. Jadi mungkin pengamanan di situ lebih diperkuat, yang ramp kecil yang ke arah KS Stubun,” jelas Teguh.

“Nah itu mungkin harus diperkuat karena kabarnya sih tadi ada beberapa orang yang mengatakan di situ agak cukup banyak copet. Jadi ada kekhawatiran kalau misalkan pengamanan di situ nanti tidak cukup baik banyak orang yang enggan masuk ke skybridge ya,” lanjutnya.

Teguh menilai secara keseluruhan skybridge Tanah Abang sudah dapat dipergunakan. Dia pun kembali mengingatkan ke Pemprov DKI terkait beberapa catatan tersebut, termasuk kecilnya ruang musala.

“Kalau infrastrukturnya sudah bisa dipergunakan, toiletnya sangat bagus, fasilitas toilet sangat bagus, cuma kayak musala, musalanya agak terlalu sempit dan itu belum dipisah antara yang perempuan dan laki-laki, yang di bawah itu belum,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta bersama PT KAI dan Ombudsman DKI mengecek kesiapan skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat saat mulai dibuka untuk umum pada Jumat (7/12) kemarin.
(nvl/zak)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *