Wall Street Tertekan Pelemahan Data Ekonomi

Liputan6.com, New York – Bursa Amerika Serikat (AS) atau Wall Street tertekan laporan ekonomi yang melemah, usai terjadinya penguatan bursa baru-baru ini. Penurunan saham perawatan kesehatan turut memperlemah pasar saham.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 103,81 poin, atau 0,4 persen, menjadi 25.850,63. Sementara indeks S&P 500 kehilangan 9,82 poin, atau 0,35 persen, menjadi 2.774,88 dan Nasdaq Composite turun 29,36 poin, atau 0,39 persen, menjadi 7.459,71. S&P 500 mengakhiri penguatannya yang terjadi selama tiga hari.

Pasar saham kali ini dipengaruhi data ekonomi. Departemen Perdagangan AS mengatakan pesanan baru untuk barang-barang modal utama buatan AS secara tak terduga turun pada Desember. Ini menunjukkan terjadi perlambatan dalam bisnis untuk peralatan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi AS.

Selain itu, data lain menunjukkan ukuran Federal Reserve Philadelphia terkait aktivitas bisnis Mid-Atlantic AS menurun pada Februari ke level terlemah sejak Mei 2016.  Sementara laporan lain menunjukkan penjualan rumah di AS turun pada bulan lalu ke level terendah sejak November 2015.

“Kami memiliki pelemahan data yang memungkinkan investor untuk mengambil keuntungan,” kata Paul Nolte, Manajer Portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago.

Namun, dia mengakui jika sedikit terkejut dengan adanya beberapa kelemahan dalam data. Beberapa di antaranya terkait perdagangan.

Adapun penguatan pasar saham yang terjadi baru-baru ini didorong oleh harapan kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China dan sinyal dovish dari Federal Reserve. Bahkan, indeks S&P 500 sempat berada mendekati pososi tertinggi dua bulan dan naik sekitar 18 persen sejak level terendahnya di akhir Desember.

Amerika Serikat dan China telah mulai menguraikan komitmen pada masalah-masalah paling sulit dalam perselisihan perdagangan keduanya. Ini menandai kemajuan paling signifikan terkait perang dagang. Bahkan keduanya berusaha mencapai kesepakatan sebelum 1 Maret, Reuters melaporkan.

Perlambatan pertumbuhan global yang tajam, terutama di Cina dan Eropa, bersama dengan memudarnya stimulus fiskal dan ketegangan perdagangan telah memicu kekhawatiran tentang kondisi ekonomi AS baru-baru ini.

Adapun saham yang terpuruk kali ini, antara lain milik saham Pizza Domino yang anjlok 9,1 persen setelah kehilangan estimasi analis terkait penjualan secara kuartalan.

Kemudian Saham Nike Inc turun 1 persen setelah sepatu sneaker yang dikenakan oleh bintang bola basket Zion Williamson terbelah dua selama pertandingan.

 Sekitar 6,9 miliar saham berpindah tangan di bursa AS. Itu dibandingkan dengan rata-rata harian 7,3 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

IHSG Bakal Perkasa, Cermati 7 Saham Pilihan

Liputan6.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melaju positif pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Laju IHSG diramal akan menutup hijau pada penutupan perdagangan hari ini.

Analis PT Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menjelaskan, optimisme pembicaraan dagang Amerika Serikat (AS)-China menjadi katalis yang menopang pergerakan indeks pada hari ini. Kendati begitu, ia masih memproyeksikan penguatan IHSG cukup cenderung terbatas hari ini.

“Dari dalam negeri, investor akan cenderung mencermati rilis laporan keuangan 2018 untuk beberapa emiten. Secara teknikal candlestick IHSG membentuk doji menunjukkan rentang pergerakan masih akan cukup terbatas dengan diperdagangkan pada level 6.479-6.548,” ujarnya di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Dia menambahkan, untuk ke depannya, Pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi sentimen global terkait kelanjutan negosiasi antara China dan AS.

Di sisi lain, Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi justru memprediksi penguatan IHSG cukup optimistis hari ini. Optimisme itu ditunjukan dengan kemungkinan IHSG bergerak hijau di kisaran 6478-6600.

Adapun saham yang dianjurkan hari ini menurut mereka ialah saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Kemudian saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indika Energy Tbk (INDY), serta PT Wijaya Karya Tbk (WIKA),

Wall Street Naik Usai Rilis Risalah Rapat The Fed

Liputan6.com, New York – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat dengan perdagangan yang bergejolak jelang akhir sesi perdagangan.

Rilis hasil rapat the Federal Reserve atau bank sentral AS pada pertemuan Januari membayangi wall street.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 69,54 poin atau 0,27 persen ke posisi 25.960,86. Indeks saham S&P 500 menguat 5,98 poin atau 0,12 persen ke posisi 2.785,74. Indeks saham Nasdaq menguat 4,31 poin atau 0,06 persen ke posisi 7.491,08.

Dari catatan hasil rapat the Federal Reserve pada Januari itu menunjukkan langkah mempertahankan suku bunga acuan the Federal Reserve pada Januari berisiko kecil.

Hasil rapat the Federal Reserve juga menunjukkan banyak partisipan yang belum jelas apakah memerlukan penyesuaian suku bunga lagi pada 2019.

“Risalah sebagian besar menggemakan pernyataan hati-hati the Federal Reserve dari pertemuan terakhirnya. Saya merasakan bahwa suku bunga ditahan hingga akhir 2019. Tapi the Fed berhenti dengan baik menutup pintu untuk kenaikan suku bunga akhir tahun ini jika risiko penurunan turun,” ujar Analis Senior Western Union Business Solutions, Joe Manimbo, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (21/2/2019).

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Bank sentral AS atau the Fed mengejutkan pasar pada bulan lalu dengan menahan kampanye tiga tahun untuk menaikkan suku bunga.

The Fed akan sabar untuk menyesuaikan suku bunga terhadap kisaran target dalam jangka pendek. Saat ini suku bunga the Fed berada di kisaran 2,25 persen-2,5 persen.

Bank sentral AS yang kurang agresif dan kemajuan dalam negosiasi perdagangan AS-China telah membantu indeks saham S&P 500 naik sekitar 18 persen dari posisi terendahnya pada Desember ketika pasar khawatir terhadap perlambatan ekonomi.

Indeks diperdagangkan sekitar lima persen di bawah rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada akhir September.

Indeks S&P material naik 1,9 persen, dan memimpin persentase kenaikan di antara 11 sektor saham S&P 500. Kenaikan indeks saham tersebut didorong saham CF Industries Holdings Inc, Mosaic Co dan Freeport McMoran.

Investor juga lebih banyak menerima kabar di negosiasi perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump menyatakan, AS akan mengenakan tarif pada impor mobil Eropa jika tidak dapat mencapai kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sri Mulyani: Dana Bansos Naik Tiga Kali Lipat di Akhir Januari

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan realisasi belanja pemerintah pusat untuk bantuan sosial (bansos) sampai akhir Januari mencapai Rp 15,1 triliun. Angka ini melonjak dibandingkan periode sebelumnya yang hanya mencapai Rp 5,3 triliun.

“Bansos mengalami kenaikan yang cukup tinggi, yaitu realisasi bulan Januari adalah mencapai Rp 15 triliun, hampir tiga kali lipat dibandingkan realisasi tahun lalu yang Rp 5,3 triliun,” kata Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Dia menyebut, peningkatan bantuan sosial di awal tahun karena percepatan pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I. Kemudian kenaikan indeks bantuan komponen kesehatan dan pendidikan yang naik 100 persen atau dua kali lebih besar dibandingkan 2018.

“Itu karena PKH mengalami kenaikan dua kali lipat sehingga realisasinya juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Juga untuk program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) atau rastra (Beras Sejahtera) yang juga mengalami kenaikan,” ungkap dia.

Seperti diketahui, Pemerintah menaikkan dana bantuan sosial terutama anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi Rp 34,4 triliun di 2019 dari sebelumnya Rp 17 triliun di 2018.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Jokowi Naikkan Anggaran PKH, Ibu Hamil Dapat Rp 2,4 Juta

Presiden Jokowi membagikan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 1.115 keluarga penerima manfaat di Ciracas, Jakarta Timur.

Penyaluran bansos tersebut merupakan tahap pertama di tahun 2019.

Jokowi mengatakan ada peningkatan dana bansos PKH pada tahun 2015 dari Rp 5,4 triliun kini menjadi Rp 32,65 triliun.

“Jumlah penerima PKH pun ditambah menjadi 10 juta keluarga,” ucap Jokowi, Kamis, 10 Januari 2019.

Kementerian Sosial pun segera menyalurkan dana PKH untuk Keluarga Penerima Modal (KPM) tahun 2019. Menurut Jokowi, anggaran PKH di tahun 2019 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2018 yang lalu.

Agar penyaluran tepat sasaran, Kementerian Sosial telah menyusun indeks bantuan sosial untuk penerima bantuan tetap KPH.

Bantuan tetap untuk PKH regular Rp 550.000,-/keluarga pertahun. Sedangkan bantuan tetap PKH akses Rp 1.000.000,-/keluarga pertahun.

Bantuan komponen untuk beragam kondisi KPM juga telah disusun Kementerian Sosial.

Ibu hamil, anak-anak balita, kaum difabel, dan lanjut usia, akan menerima dana masing-masing Rp 2.400.000,-/jiwa pertahun.

Intip Gerak Saham Smartfren dan XL Axiata

Liputan6.com, Jakarta – Pergerakan saham emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Tbk (FREN) cenderung menguat dalam sepekan.

Adanya kabar kedua emiten telekomunikasi itu akan merger atau konsolidasi membayangi laju saham FREN dan EXCL.

Mengutip data RTI, Selasa (19/2/2019), saham FREN menguat 24,53 persen ke posisi 264 pada periode 11-15 Februari 2019. Saham FREN sempat berada di posisi tertinggi 264 dan terendah 189 persen. Total volume perdagangan saham 1,81 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 408,7 miliar.

Kalau dilihat selama sebulan, saham FREN sudah meroket 95,92 persen ke posisi 288 per saham. Saham FREN sepanjang Februari 2018 sempat berada di posisi tertinggi 324 dan terendah 135 per saham.

Saham FREN membukukan volume perdagangan 5,76 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,3 triliun. Total frekuensi saham 156.520 kali.

Namun, penguatan saham FREN terhenti pada perdagangan Selasa 19 Februari 2019. Saham FREN tergelincir 3,36 persen ke posisi 288 per saham. Volume perdagangan saham tercatat 625,71 juta saham dengan nilai transaksi Rp 190 miliar. Total frekuensi perdagangan saham 22.120 kali.

FREN pun akan gelar paparan publik insidentil pada Rabu 20 Februari 2019. Dalam paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan kalau perseroan meningkatkan kinerja perusahaan untuk menumbuhkan jumlah pelanggan dan pendapatan. Selain itu, melakukan efisiensi operasional untuk meningkatkan ebitda dan profitabilitas.

Lalu bagaimana pergerakan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL)?

Selama sepekan pada 11-15 Februari 2019, saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) menguat 7,34 persen ke posisi 2.340 per saham. Saham EXCL sempat berada di level tertinggi 2.440 dan terendah 1.995 per saham. Total volume perdagangan saham 354,91 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 781,7 miliar. Total frekuensi perdagangan saham 31.855 kali.

Sepanjang Februari 2019, saham EXCL meroket 20,28 persen ke posisi 2.610 per saham. Saham EXCL sempat berada di level tertinggi 2.660 dan terendah 1.995 per saham. Total volume perdagangan 664,18 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,5 triliun. Total frekuensi perdagangan 66.156 kali.

Pada perdagangan saham, Selasa 19 Februari 2019, saham EXCL menguat 3,16 persen ke posisi 2.610 per saham. Volume perdagangan saham 71,60 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 185,4 miliar.

Saat dikonfirmasi mengenai kabar bakal merger dengan Smartfren, Direktur Utama PT XL Axiata Tbk, Dian Sisworini belum dapat menjelaskan hal tersebut. Ia menuturkan, hal itu merupakan wewenang pemegang saham.

“Sudah jadi rahasia umum semua operator sudah berbicara satu sama lain untuk menggali kemungkinan konsolidasi yang memang diperlukan oleh industri telekomunikasi di Indonesia untuk menjadi lebih sehat. Tapi kami tidak bisa memberikan informasi lebih jauh karena hal ini merupakan kewenangan pemegang saham mayoritas,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat.

2 dari 2 halaman

BEI Awasi Saham Smartfren

Sebelumnya, manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

BEI menyatakan, informasi terakhir mengenai emiten pada 14 Januari 2019 mengenai laporan penggunaan dana hasil penawaran umum.

Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham Smartfren itu, perlu disampaikan bursa saat ini mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Selain itu juga mengkaji rencana aksi korporasi perusahaan tercatat apabila rencana itu belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi.

Bila melihat data RTI, saham FREN sepanjang tahun berjalan 2019, saham FREN melonjak 171,79 persen ke posisi 212 per saham. Saham FREN sempat berada di level tertinggi 224 dan terendah 77 per saham. Total volume perdagangan saham 6,26 miliar. Nilai transaksi Rp 870,8 miliar.

Melihat selama sepekan periode 4-8 Februari 2019, saham FREN menguat 55,88 persen ke posisi 212 per saham. Saham Smartfren sempat berada di level tertinggi 224 dan terendah 136 per saham. Volume perdagangan saham 2,27 miliar saham. Nilai transaksi Rp 427,9 miliar.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

IHSG Berpeluang ke Teritori Positif

Liputan6.com, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Performa IHSG hari diperkirakan akan ditutup dengan diperdagangkan pada level 6.447-6.550.

Managing Director PT Jagartha Advisors FX Iwan menjelaskan, untuk pekan ini, dari sisi eksternal, pergerakan IHSG masih akan didominasi oleh perkembangan isu yang sama yakni hasil pembahasan perang dagang.

Adapun hasil rilis laporan keuangan emiten kuartal IV-2018 dinilai akan mempengaruhi indeks untuk sisi internal.

“Oleh sebab itu, IHSG saya perkirakan akan bergerak pada level 6,325-6,550 sepanjang pekan ini dengan potensi penguatan terbatas setelah dalam dua minggu terakhir dibayang-bayangi oleh aksi profit taking investor,” ujarnya di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Senada, Analis PT Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher Jordan mengungkapkan, IHSG diprediksi menguat sejalan optimisme investor setelah mendengar kabar baik dari negosiasi dagang antara China dan US.

Ini didukung indikator stochastic yang secara teknikal membentuk goldencross di sekitar area oversold sehingga ada indikasi akan melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.

“IHSG berpotensi bergerak ke teritori positif pada rentang 6.447-6.550,” ujarnya.

Adapun saham yang diramalkan baik untuk diburu hari ini ialah saham-saham perbankan. Itu seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sedangkan Dennies menganjurkan saham PT PP Tbk (PTPP), PT Timah Tbk (TINS), serta PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

2 dari 2 halaman

Penutupan Kemarin

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau pada awal pekan ini. Penguatan IHSG terjadi di tengah aksi jual investor asing dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mencapai 14.107.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (18/2/2019), IHSG melonjak 108,73 poin atau 1,7 persen ke posisi 6.497,81. Indeks saham LQ45 naik 2,3 persen ke posisi 1.017,81. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Sebanyak 264 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 148 saham melemah dan 118 saham diam di tempat. Pada awal pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.501,02 dan terendah 6.425,91.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 425.185 kali dengan volume perdagangan saham 12,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,2 triliun. Investor asing jual saham mencapai Rp 95,10 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.107.

10 sektor saham kompak menghijau. Sektor saham aneka industri menanjak 2,93 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur naik 2,46 persen dan sektor saham barang konsumsi naik 2,07 persen.

Tanggapan Ekonom Indef soal Debat Capres Kedua

Liputan6.com, Jakarta – Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 01 Prabowo Subianto telah memaparkan mengenai pembahasan di bidang energi, pangan, infrastruktur, dan sumber daya alam (SDA), serta lingkungan hidup pada debat capres kedua, Minggu 17 Februari 2019.

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira menyayangkan, debat capres kedua kemarin melewatkan isu-isu besar di sektor energi, pangan, dan lingkungan hidup. Bhima menilai, hal tersebut mulai dari mengatasi kelangkaan energi, bagaimana meningkatkan investasi dan produksi minyak dan gas (migas), serta pembangunan smelter.

Bhima menilai, kedua capres belum dapat memaparkan dan membahas isu dengan langkah konkret yang akan dilakukan untuk membenahi masalah di sektor energi, pangan, infrastruktur dan lingkungan hidup.

“Terlalu banyak retorika. Ada pakai data tetapi data salah seperti impor pangan. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan belum tajam, dan terlalu banyak retorika. Belum ada solusi konkret atasi deforestasi, kelangkaan energi, investasi migas, produksi migas, defisit migas, Freeport tidak dibahas, sumber daya alam berkaitan dengan smelter dan tata niaga tambang. Masalah besar secara subtansi tapi tidak keluar,” ujar Bhima, saat dihubungi Liputan6.com, Senin (18/2/2019).

Selain itu, Bhima juga menilai, pertanyaan dan jawaban dari masing-masing capres juga kurang sesuai yang diberikan.

“Bagaimana maksudnya melindungi hutan dari serbuan sawit dan deforestasi ini dijawabnya soal B20 dan B100. Persiapan capres masih kurang,” kata dia.

Bhima juga menilai, salah satu capres juga ada masih terjebak dengan nostalgia dengan pembangunan infrastruktur yang sudah dikerjakan. Di sisi lain, menurut Bhima ada juga capres yang paparkan soal infrastruktur untuk rakyat tapi belum diberikan contoh.

“Penjelasan ekonomi digital juga masih kurang padahal 90 juta milenial mengharapkan program untuk mendukung,” kata dia.

Meski demikian, Bhima menilai, pada debat capres kedua tersebut, kedua capres ingin membangun ekonomi Indonesia lebih baik lagi. Akan tetapi memang konsep dan strategi yang digunakan berbeda.

“Debat dalam konstrukstif ingin bangun ekonomi lebih baik lagi dengan pendekatan yang berbeda,” tutur dia.

2 dari 2 halaman

Prabowo Sebut Pembangunan Infrastruktur Tanpa Kajian, Jokowi Membantah

Sebelumnya, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai pembangunan infrastruktur yang dilakukan belum berdampak dengan pertumbuhan ekonomi.

“Hampir tak kelihatan dampak dari pertumbuhan ekonomi, infrastruktur tak efisien dengan proses yang tertib,” ujar Prabowo, dalam debat capres kedua soal energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup, Minggu 17 Februari 2019.

Prabowo menuturkan, bila dibandingkan dengan indeks per kilometer antara lain jalan tol, LRT, kereta api yang dilaksanakan di Thailand, Malaysia itu dua kali lebih efisien dibandingkan di Indonesia.

“Ini fakta jadi saya pikir kita harus berpikir jernih dalam melihat infrastruktur itu menambah kekuatan ekonomi kita,” kata dia.

Prabowo mengatakan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan tanpa feasibility study (FS) yang benar. Proyek infrastruktur tidak efisien. “Bukan rakyat untuk infrastruktur, hanya jadi monumen. LRT di Palembang, lapangan terbang Kertajati,” kata dia.

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) pun menanggapi hal tersebut. Pembangunan infrastruktur sudah direncanakan lama.

“Ada juga DED-nya, LRT Palembang dan MRT, LRT semua butuh waktu memindahkan, senang naik mobil sendiri, butuh 10 tahun-20 tahun, tidak mudah. Ini 4-6 bulan. Ini jalan tol sambung, bandara Bandung dipindahkan ke Kertajati,” kata Jokowi.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Elephant Park Tahap II Resmi Dibuka, Warga Lampung Diharapkan Tambah Bahagia

Bandar Lampung – Taman Bermain Lampung Elephant Park (Taman Gajah Lampung) resmi dibuka oleh Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo pada Minggu, 17 Februari 2019, di Bandar Lampung. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pelepasan balon ke udara.

Taman Bermain Anak ini merupakan pembangunan tahap kedua dari Lampung Elephant Park yang rencana pembangunannya dibagi menjadi tiga tahap. Pada pembangunan tahap pertama pada 2017 lalu, telah dibangun taman terbuka, lapangan basket, skate park, taman air mancur, dan musala.

Sementara, pembangunan tahap II dilanjutkan dengan pembangunan taman bermain anak, panggung terbuka, kamar mandi dan toilet, Pos Keamanan Pol PP, dan pusat suvenir. Berikutnya, pembangunan tahap ketiga rencananya akan dibuat area parkir kendaraan dan taman terbuka hijau.

“Dasar pemikiran dibangun Lampung Elephant Park adalah karena kurang ruang publik dan ruang terbuka hijau di Kota Bandar Lampung,” ujar Ridho, saat peresmian Taman Bermain Anak Lampung Elephant Park, dilansir Antara.

Ridho menyatakan berdasarkan indeks pertumbuhan ekonomi, Provinsi Lampung mengalami peningkatan yang sangat baik. Namun, hasil itu ternyata berbanding terbalik dengan indeks kebahagiaan masyarakat Kota Bandar Lampung.

Setelah diteliti, ternyata salah satu parameter yang membuat indeks kebahagiaan Kota Bandar Lampung rendah adalah kurangnya ruang publik. “Tadinya ini kita hanya coba-coba, karena sebenarnya bukan tugasnya pemprov. Tapi karena kita juga punya aset yang dapat dimanfaatkan, maka kita coba trial and error, dan ternyata animo masyarakat sangat baik, makanya kita teruskan,” tutur Gubernur.

Selain Lampung Elephant Park, Pemprov Lampung juga tengah merevitalisasi PKOR Way Halim agar dapat menjadi ruang publik yang representatif untuk masyarakat Lampung. “Selain itu, ada juga observatorium atau teropong bintang terbesar yang sedang kita bangun di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman di Gunung Betung, ke depan bisa kita gunakan sebagai wahana wisata pendidikan,” katanya.

Ia berharap agar fasilitas ruang publik yang dibangun Pemprov Lampung dapat bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan semua fasilitas yang ada. (Adinda Kurnia Islami)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

IHSG Berpeluang Menguat, Awasi Saham Pilihan Ini

Liputan6.com, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi (IHSG) bergerak menghijau pada perdagangan saham awal pekan ini.

Penguatan IHSG diperkirakan berlabuh di rentang support dan resistance di level 6.364-6.457.

Analis PT Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan menuturkan, secara teknikal, indikator stochastic memang berada pada area oversold (jenuh beli).

Ini secara langsung mengindikasikan pelemahan IHSG sudah sangat terbatas. Oleh sebab itu, potensi IHSG dalam jangka pendek untuk kembali menguat (rebound).

“Meski begitu, investor kini masih menanti kelanjutan dari negosiasi dagang antara pihak Amerika Serikat (AS) dan China. IHSG saya perkirakan akan diperdagangkan di kisaran 6.364-6.457,” ujar dia di Jakarta, Senin (18/2/2019).

Sementara itu, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya mengungkapkan, sentimen global yang saat ini kondusif mendukung pasar saham dunia akan membuka peluang bagi IHSG bergerak positif.

Ini sejalan dengan pernyataan JP Morgan yang menilai pasar saham Indonesia akan menjadi salah satu negara di negara berkembang dengan pertumbuhan dua digit pada 2019.

Dia menyebutkan, IHSG kemungkinan diperdagangkan pada level support 6.432 dan resistance di level 6.589.

Untuk saham rekomendasi pada perdagangan saham hari ini, Dennies menyarankan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS).

Sedangkan William menganjurkan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

2 dari 2 halaman

IHSG Melemah, Sektor Tambang Alami Tekanan Terbesar

Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat ini. Di awal perdagangan sesi I, IHSG sempat menguat.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat 15 Februari 2019, IHSG melemah 30,93 poin atau 0,48 persen ke posisi 6.389,08. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat menguat ke 6.433.

Indeks saham LQ45 melemah ,58 persen ke posisi 1.000,77. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 284 saham melemah sehingga menekan laju IHSG. Selain itu 130 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. Di luar itu 122 saham lainnya diam di tempat.

Pada Jumat pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.433,68 dan terendah 6.374,89.

Total frekuensi perdagangan saham 409.485 kali dengan volume perdagangan saham 12 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,5 triliun.

nvestor asing jual saham Rp 237 miliar di pasar regular. Posisi dolar AS berada di kisaran Rp 14.142.

Sebagian besar sektor saham tertekan. Hanya ada satu sektor yang menguat yaitu infrastruktur.

Sektor saham pertambangan turun 1,38 persen dan catatkan pelemahan terbesar, sektor saham kontruksi tergelincir 1,35 persen dan sektor saham industri dasar susut 1,12 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan adalah ALDO dengan naik 25 persen ke level Rp 1.625, saham PEHA naik 24,64 persen ke level Rp 2.630. Saham SIMA menguat 21,21 persen ke level Rp 400.

Sedangkan saham-saham yang melemah sehingga menekan IHSG adalah OCAP turun 33,33 persen ke level Rp 54, saham HDFA melemah 21,21 persen ke level Rp 130 dan saham KONI anjlok 20 persen ke level Rp 398.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Siasat KPU Jabar Dongkak Angka Partisipasi Pilpres dan Pileg yang Stagnan

Liputan6.com, Bandung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan angka partisipasi pemilih pemilu presiden dan legislatif di Jawa Barat tidak mengalami peningkatan dikisaran 70 persen. Meski dibandingkan dengan pemilu kepala daerah, jumlah angka partisipasi pemilih mengalami peningkatan 73 persen.

Menurut Ketua KPU Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok, angka partisipasi pemilih yang dibebankan KPU RI ke otoritasnya yaitu 77.5 persen. Untuk itu KPU Jawa Barat akan memaksimalkan medium sosialisasi dan pendidikan bagi pemilih.

“Karena jika ada orang yang sudah tahu tentang pemilu, waktu pemilu tapi ketika mereka sudah tahu tidak ada jaminan datang ke TPS. Kemudian tidak hanya sosialisasi yang bersifat informatif, juga perlu ada pendidikan pemilih untuk menyadarkan bahwa mereka harus menggunakan hak pilih,” kata RIfqi, Bandung, Jumat (15/2/2019).

Rifqi melanjutkan, pendidikan pemilih ini akan melibatkan seluruh peserta pemilu. Alasannya adalah partisipasi pemilih pemilu bukan hanya tanggung jawab dari KPU.

Salah satu cara mendongkrak jumlah partisipasi pemilih yaitu dengan menghadirkan kandidat dari partai politik yang berkualitas. Hal itu untuk menarik perhatian pemilih agar menggunakan hak suaranya pada 17 April 2019 mendatang.

“Pemerintah juga punya tanggung jawab karena ukuran indeks demokrasi itu, salah satunya adalah partisipasi pemilih yang meningkat. Dan pembangunan demokrasi itu kan dipengaruhi oleh partisispasi pemilih. Pemerintah juga punya peran yang sangat penting,” ujar Rifqi.

Rifqi berharap, pemerintah bisa terlibat dalam usaha peningkatan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019. Caranya dengan mengoptimalkan infrastrukur dan sumber daya yang dimiliki.

2 dari 2 halaman

Tingkatkan Pemilih

Melalui pemerintah, diharapkan penyampaian instruksi dan himbauan kepada seluruh kelompok masyarakat soal pentingnya menggunakan hak pilih. Seperti kepada kelompok pengusaha, swasta, ormas maupun masyarakat sipil lainnya.

“Karena kalau tidak melalui pemerintah, mereka ini tidak tersentuh oleh KPU. Mereka lebih sering berinteraksi dengan pemerintah. KPU memiliki keterbatasan mengakses ke arah sana,” jelas Rifqi.

Soal permintaan bantuan sosialiasi dan pendidikan pemilih pemilu ini, telah disampaikan langsung ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan adanya campur tangan pemerintah, tidak ada lagi masyarakat yang kehilangan hak pilihnya seperti karena bekerja.

“KPU meminta seluruh sektor, terutama sektor industri agar meliburkan pegawainya saat hari pemilihan mendatang,” ujar dia.