KPK Bakal Hadirkan Menpora Imam Nahrawi di Persidangan

Nama Imam Nahrawi muncul dalam persidangan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy. Dalam sidang, jaksa KPK mengonfirmasi keterangan Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI, Suradi yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Menurut Jaksa KPK Titto Jaelani, dalam BAP Suradi menyebut bahwa pada Kamis, 13 Desember 2018 Ending Fuad Hamidy mengarahkan pembuatan alternatif pembiayaan kegiatan pada KONI sebesar Rp17,9 miliar.

“Pada waktu itu Fuad Hamidy meminta saya menyusun beberapa alternatif kegiatan agar biaya sebesar-besarnya dikeluarkan KONI Rp 8 miliar dari total Rp17,9 miliar karena Fuad Hamidy punya kebutuhan untuk memberikan uang ke Kemenpeora seperti Menpora, Ulum, Mulyana dan beberapa pejabat lain’, apakah benar?” tanya Jaksa Titto.

“Betul, waktu Pak Sekjen mengatakan ‘uangnya tidak cukup, tolong dibuat Rp 5 miliar karena ternyata kebutuhannya seperti ini ada Rp 3 miliar sekian seperti di daftar’, lalu ditambah Rp 5,5 miliar jadi sekitar Rp 8 miliar,” jawab Suradi.

Mendengar jawaban Suradi, Jaksa KPK menunjukan bukti berupa catatan daftar pembagian uang yang dibuat Suradi. Dalam catatan itu, terdapat 23 inisial nama yang lengkap dengan nilai uang yang akan diberikan. Kepada Suradi Jaksa KPK mengonfirmasi siapa saja mereka yang disebut dalam inisial tersebut.

“Barang bukti, inisial M apa maksudnya?” tanya Jaksa KPK lagi.

“Mungkin untuk menteri. Saya tidak tanya Pak Sekjen, asumsi saya Pak Menteri,” jawab Suradi.

Selain inisial M, terdapat pula inisial UL. Menurut Suradi itu adalah inisial satf Menpora Miftahul Ulum. Menurut Suradi, Ulum mendapat jatah Rp 500 juta, sedangkan M yang ia tafsirkan sebagai Menpora dalam daftar tersebut mendapatkan sebesar Rp 1,5 miliar.

“Jadi Rp 2 miliar penjumlahan dari Rp 1,5 miliar dan Rp 500 juta,” ucap Suradi.

Menurut Suradi, total yang akan diberikan kepada 23 inisial itu Rp 3,43 miliar. Meski membuat daftar penerima fee, Suradi tidak mengetahui apakah uang itu sudah diberikan atau belum. Termasuk fee yang ia tafsirkan untuk Menpora.

“Kalau diberikan, saya belum terima, yang lain saya tidak tahu,” tutur Suradi.

Dalam perkara ini Ending Fuad Hamidy beserta Bendahara Umum KONI Johny E Awuy didakwa menyuap pejabat Kemenpora. Suap itu untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora pada tahun kegiatan 2018.

Johny dan Fuad diyakini memberikan hadiah berupa satu unit Mobil Fortuner VRZ TRD warna hitam metalik dengan nomor polisi B 1749 ZJB kepada Mulyana. Selain itu, Mulyana turut menerima uang sejumlah Rp300 juta.

Kemudian, satu buah kartu ATM Debit BNI nomor 5371 7606 3014 6404 dengan saldo senilai Rp100 juta dan satu buah handphone merk Samsung Galaxy Note 9. Fuad turut berperan memberikan hadiah kepada Adhi Purnomo dan Staf Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora Eko Triyanta berupa uang Rp215 juta.

Akibat perbuatannya, Johny dan Fuad disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Salat Jumat Pertama Usai Teror Masjid, Ini Kata Imam New Zealand

Christchurch

Ribuan orang berkumpul di Hagley Park, dekat masjid Al-Noor di Kota Christchurch, Selandia, menandai hari berkabung nasional untuk para korban serangan bersenjata yang menewaskan 50 orang.

Empati dan simpati ditunjukkan warga Kota Christchurch dengan memasang antara lain berupa spanduk atas keluarga korban dan juga bagi umat Islam di kota itu.

Seorang pria warga Kota Christchurch, Selandia Baru, membentangkan poster yang isinya menunjukkan empatinya atas kejadian serangan bersenjata di dua masjid di Christchurch yang menewaskan 50 orang warga Muslim setempat.

Sebagian warga itu juga melakukan gerakan solidaritas dengan bergandengan tangan untuk menunjukkan semangat kebersamaan serta memberikan perlindungan kepada umat Islam yang sedang berduka.

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern bergabung dengan ribuan warga yang berdukacita di dekat masjid Al-Noor, satu dari dua tempat ibadah yang menjadi sasaran penembakan pada Jumat lalu.

Dalam pidato yang ditujukan kepada komunitas Muslim, ia berkata: “Selandia Baru berduka bersama Anda, kita adalah satu.”

Masjid-masjid di seluruh negeri diharapkan membuka pintu bagi pengunjung, dan masyarakat akan membentuk rantai manusia di beberapa masjid sebagai aksi simbolis perlindungan dan solidaritas.

Sebelumnya, Ardern mendorong sebanyak mungkin warga Selandia Baru untuk memanfaatkan hari ini untuk berhenti sejenak dan merenung.

“Saya tahu banyak warga Selandia Baru ingin menandai sepekan yang telah berlalu sejak serangan teroris dan mendukung komunitas Muslim seiring mereka kembali ke masjid,” ujarnya.

“Apa yang kita renungkan selama pengheningan akan berbeda-beda. Semua orang harus melakukan apa yang terasa pas bagi mereka, di manapun mereka berada di rumah, di tempat kerja, di sekolah.”

Satu kampanye media sosial meminta perempuan non-Muslim di Selandia baru mengenakan kerudung untuk sehari.

Di Kota Wellington, Selandia Baru, warga kota itu menunjukkan sikap ikut bergabung di depan masjid di kawasan Kilbirnie. Sebagian warga itu mengenakan kerudung sebagai bentuk rasa berkabung.

Zaid Mustafa (kiri), 13 tahun, dan ibunya Salwa Mustafa (kanan) tak kuasa menahan tangis dalam jumpa pers, 22 Maret, setelah ayahnya Khalid Mustafa, 44 tahun, dan kakaknya Hamza (15 tahun) ditembak hingga tewas oleh pelaku serangan di dua masjid.

Penghormatan terhadap korban serangan bersenjata di Kota Christchurch, terlihat dalam gundukan karangan bunga, poster, dan catatan yang ditempel warga kota itu di Masjid Jamia di Hamilton.

Imam Gamal Fouda, yang memimpin salat Jumat, mengatakan bahwa si penembak “melukai hati jutaan orang di seluruh dunia”.

“Hari ini, dari tempat yang sama, saya menyaksikan cinta dan kasih sayang,” ujarnya.

“Kami terluka, tapi kami tidak putus asa. Kami hidup, kami bersama, dan kami bertekad untuk tidak membiarkan siapapun memecah-belah kami.”

Seorang pria Muslim (kanan) dan pria setempat melakukan semacam ucapan empati dengan melalui tradisi ‘hongi’, berupa sentuhan hidung, di sela-sela hari perkabungan nasional di Taman Hagley di KOta Chrischurch, Jumat (22/03).

Panggilan salat bagi Muslim, atau azan, disiarkan di televisi dan radio nasional pada pukul 13:30 waktu setempat (07:30 WIB) dan diikuti dengan dua-menit hening.

Siaran tersebut didahului dengan pidato dari Ardern, yang berkata: “Menurut Nabi Muhammad… orang-orang yang beriman dalam kebaikan, kasih sayang, dan simpati mereka bagaikan satu tubuh. Ketika satu bagian sakit, seluruh tubuh merasakan sakit.”

Anak muda terlihat menangis saat salat Jumat di Masjid Jami di Hamilton, sepekan setelah serangan masjid di Kota Christchurch, yang menewaskan 50 orang.

Di Hagley Park, umat Muslim di Kuta Christchurch melakukan salat jumat pertama sepekan setelah serangan di dua masjid di kota itu. Di tempat yang sama, ribuan orang berkumpul untuk menandai hari berkabung nasional untuk para korban.

Tiga warga Muslim ikut menghadiri acara berkabung nasional di Hagley Park, yang juga dihadiri ribuan warga setempat dengan latar agama dan etnis yang berbeda.

Imam Gamal Fouda, yang memimpin salat Jumat, mengatakan bahwa si penembak “melukai hati jutaan orang di seluruh dunia”.

“Hari ini, dari tempat yang sama, saya menyaksikan cinta dan kasih sayang,” ujarnya.

“Kami terluka, tapi kami tidak putus asa. Kami hidup, kami bersama, dan kami bertekad untuk tidak membiarkan siapapun memecah-belah kami.”

BBC News Indonesia


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Imam dari Fiji Turut Jadi Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru

Liputan6.com, Wellington – Seorang imam salah satu masjid di Fiji turut menjadi korban insiden penembakan masjid di Selandia Baru yang terjadi pada Jumat, 15 Maret 2019.

Hafiz Musa Patel, yang sering dipanggil sebagai Haji Patel, dikonfirmasi telah meninggal dunia oleh Liga Muslim Fiji.

Patel meninggalkan Fiji pada tiga minggu lalu, memutuskan untuk bepergian ke Selandia Baru dalam rangka mengunjungi teman, sebagaimana dikutip dari CNN pada Senin (18/3/2019). Paat saat kejadian nahas terjadi, ia merupakan salah satu jemaah yang tengah akan melaksanakan salat Jumat di masjid Kota Christchurch.

Perlu diketahui bahwa Patel merupakan seorang imam di Masjid Lautoka Jame, Fiji, selama 25 tahun terakhir.

Sebelumnya, Perdana Menteri Fiji Voreqe Bainimarama mengatakan pada Minggu, 17 Maret 2019 bahwa warga negaranya di antara mereka yang “dibantai secara brutal” dalam insiden penembakan masjid di Selandia Baru. Meskipun demikian, Bainimara tidak menyebutkan eksplisit nama korban.

“Janganlah kita melupakan warga Fiji kita yang menjadi korban, atau saudara dan saudari kita di Selandia Baru,” kata Bainimara dalam sebuah acara untuk mengenang korban penembakan masjid di Selandia Baru itu.

“Kepada keluarga korban, Anda mendapat dukungan tidak hanya dari Fiji dan Negeri Kiwi, tetapi juga orang-orang dari seluruh dunia yang mengadakan acara seperti ini untuk menghormati pria, wanita, dan anak-anak tak berdosa yang kehilangan nyawa mereka. Kami bersama Anda,” pungkasnya.

Simak pula video pilihan berikut:

Salah satu korban aksi teror di masjid di Selandia Baru adalah lelaki berdarah minang. Bagaimana kondisinya?

Imam Masjid Linwood yang Diserang: Kami Tetap Cinta New Zealand

Jakarta – Masjid Linwood menjadi lokasi kedua serangan teroris bernama Brenton Tarrant (28). Namun imam masjid itu tak lantas membenci Selandia Baru (New Zealand).

Dilansir AFP, Minggu (17/3/2019), imam bernama Ibrahim Abdul Halim ini sedang memimpin salat saat Tarrant mengarahkan senjata ke para jemaah.

“Kami tetap cinta negara ini,” kata Halim, bersumpah bahwa ekstremisme “tak akan pernah menggoyahkan kepercayaan (terhadap Selandia Baru).”
Halim menggambarkan suasana mengerikan saat salat Jumat (15/3) kemarin. Suara tembakan terdengar di dalam masjid. Suasana khidmat berubah menjadi jerit ketakutan dan pertumpahan darah.

“Semua orang tergeletak di lantai, dan beberapa perempuan mulai menangis, beberapa di antaranya lalu meninggal dunia,” kata dia.

Namun muslim Selandia Baru masih tetap merasa negara ini adalah rumahnya. “Anak saya hidup di sini. Kami bahagia (di sini),” kata dia.

Banyak warga Selandia Baru memberi semangat untuk komunitas muslim. Mereka menunjukkan solidaritasnya. “Mereka mulai… memberi saya pelukan yang besar. Ini sangat penting.”
(dnu/zap)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Massa FUI Persoalkan Hotel Tempat Tabulasi Suara, Ini Jawaban KPU

Jakarta – Sejumlah hal disoroti massa Forum Umat Islam (FUI) saat audiensi dengan KPU, termasuk soal tabulasi suara di salah satu hotel. KPU kemudian menjelaskan alasannya.

Pertanyaan itu diajukan oleh Sekretaris PA 212, Bernard Abdul Jabbar. Dia menyebut selama bertahun-tahun, KPU selalu melakukan tabulasi suara di suatu hotel di Jakarta Pusat.

“Tentang masalah tabulasi KPU. Kenapa selama ini, selama bertahun-tahun, tabulasi KPU itu kok selalu di Hotel Borobudur. Ada apa ini di Hotel Borobudur. Karena sepengetahuan informasi saya, ada sesuatu yang disembunyikan di Hotel Borobudur. Masalah tabulasi suara dan punya siapa itu hotelnya. Lah ini perlu kami tanyakan ke KPU,” kata Bernard di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

“Kami juga dapat informasi dari pegawai hotel yang bekerja di sana bahwa ini ada sesuatu yang disembunyikan di Borobudur itu. Kenapa nggak cari tempat lainnya?” sambungnya.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang hadir di audiensi itu lalu memberi penjelasan. Dia mengatakan tidak ada preferensi khusus dari KPU untuk memilih hotel saat tabulasi suara. Pada tahun 2014 lalu, Wahyu menyebut tabulasi suara berlangsung di Kantor KPU.

“Terkait tabulasi, ini ada Pak Sekjen, memang kita perlu ganti suasana, Pak, jangan Hotel Borobudur terus. 2014 tabulasi di kantor KPU. Kemudian tidak menutup kemungkinan nanti juga mudah, Pak, untuk dipindah dari Hotel Borobudur,” jawab Wahyu.

“Wong kita bayar, Pak, bisa di manapun sepanjang memang kualifikasinya memenuhi syarat,” sambungnya.

Wahyu menegaskan bahwa hasil akhir Pemilu bukan ditentukan perhitungan IT melainkan kertas. Hasil penghitungan suara dari TPS hingga tingkat nasional dilakukan di kertas.

“Tabulasi itu bukan hasil resmi KPU, hasil resminya ya melalui rapat pleno,” kata Wahyu.

(imk/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jawab ‘Ancaman’ Novel Bamukmin, Komisioner KPU Ungkit Hoax 7 Kontainer

Jakarta – Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin menyebut masyarakat mengalami krisis kepercayaan dan menyebut akan membubarkan KPU jika tidak netral dalam pemilu. KPU mengatakan tudingan krisis kepercayaan tersebut tidak bijak.

“Tudingan krisis kepercayaan tidak bijak, karena hingga tingkat kepercayaan publik kepada penyelenggaraan pemilu terjaga,” ujar komisioner KPU Viryan Aziz kepada detikcom, Jumat (1/3/2019).

Menurut Viryan, saat ini yang terjadi banyak pihak berupaya mendelegitimasi pemilu dengan berita hoax. Salah satunya dengan adanya hoax 7 kontainer surat suara tercoblos yang sempat terjadi.

“Yang ada justru hoax pemilu yang berupaya mendelegitimasi pemilu, terbukti dengan hoax pemilu 7 kontainer surat suara sudah tercoblos, masa hoax pemilu delegitimasi pemilu lantas membuat krisis kepercayaan. Maknanya upaya membuat kabar bohong mendelegitimasi KPU tidak berhasil dilakukan,” kata Viryan.

Dia juga mengatakan perhitungan hasil pemilu dilakukan secara manual, sehingga tidak dimungkinkan adanya kecurangan memalui manipulasi IT. Selain itu, menurutnya perhitungan ini juga dilakukan secara terbuka yang disaksikan pengawas pemilu.

“Pemilu sejak 1955 sampai sekarang dilakukan secara manual, tidak mungkin IT bisa memanipulasi hasil pemilu karena Indonesia tidak menyelenggarakan pemilu elektronik. Yang dilakukan hanya publikasi hasil pemilu di TPS, kecamatan, dan sebagainya,” kata Viryan.

“Hasil pemilu dihitung dalam rapat pleno terbuka, rekapitulasi penghitungan suara di kecamatan sampai dengan pusat. Rapat pleno dilakukan secara terbuka, diikuti saksi dari peserta pemilu, pengawas pemilu, pemantau dan masyarakat,” sambungnya.

Terkait adanya potensi kecurangan memalu kotak suara bila disimpan di kantor kecamatan. Viryan juga mengatakan tempat penyimpanan ini telah dilakukan sejak 1955 dan tidak menimbulkan masalah.

“Penyimpanan kotak suara di kantor kecamatan dilakukan sejak pemilu 1955 sampai sekarang, termasuk juga di pilkada. Penggunaan kantor kecamatan sudah berlangsung dan tidak ada masalah selama ini,” kata Viryan.

Sebelumnya, Novel Bamukmin meminta KPU netral sebagai penyelenggara Pemilu 2019. Dia menyebut KPU wajib dibubarkan jika tidak netral.

“Kita mendatangi KPU, tak lain tidak bukan tuntut keadilan. Betul? Siap tegakkan keadilan? Siap tegakkan persatuan? Takbir!” kata Novel di atas mobil komando di depan kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

Novel juga mengklaim masyarakat saat ini sudah mengalami krisis kepercayaan. Oknum aparat, baik sipil maupun Polri, disebut Novel dipertanyakan netralitasnya.

(dwia/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dipertanyakan Massa FUI, KPU Jelaskan Hak Tunagrahita Nyoblos

Dipertanyakan Massa FUI, KPU Jelaskan Hak Tunagrahita Nyoblos Komisioner KPU Wahyu Setiawan (Foto: Ari Saputra)

Jakarta – Massa FUI yang melakukan aksi di depan Kantor KPU diterima oleh komisioner KPU. Saat audiensi, salah satu pertanyaan yang muncul adalah tentang ‘orang gila boleh mencoblos’.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, kemudian memberi penjelasan. Dia menegaskan bahwa KPU hanya menjalankan putusan MK. Mereka yang diberikan hak mencoblos juga adalah tunagrahita.

“Sudah ada putusan MK untuk memberikan hak pilih kepada tunagrahita. Jadi para ustaz ustazah, jadi bukan orgil yang telanjang kita data, enggak. Tapi kalau ada keluarga yang kelainan mental itu yang dimaksud oleh MK,” kata Wahyu di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

Tunagrahita yang memiliki hak pilih juga harus memenuhi sederet syarat. Jumlahnya sekitar 600.000 orang.

“Insyaallah kami tidak pernah mendata orang gila, kami tak pernah lakukan. Tetapi tunagrahita yang kami data karena ada putusan MK,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, massa Forum Umat Islam (FUI) sebelumnya berkumpul di depan Kantor KPU. Amien Rais yang sempat ikut serta, lebih dahulu meninggalkan lokasi sebelum audiensi dimulai.

“Jadi itu kalau KPU bagus, jujur, kita doakan mudah-mudahan dapat hidayah, rahmat, dimuliakan Allah dunia-akhirat. Tetapi kalau KPU sampai curang, kita doakan dapat laknat hidupnya sengsara dunia dan akhirat,” kata Amien sebelumnya.
(imk/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Amien Rais Ikut Aksi FUI di Depan KPU, Naik di Atas Mobil Komando

Jakarta – Aksi massa dari Forum Umat Islam (FUI) di depan kantor KPU dihadiri Amien Rais. Tokoh dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu langsung disambut massa.

Pantauan di depan kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019), Amien Rais tiba pukul 14.25 WIB. Peserta aksi menyambut hangat kedatangan Amin Raies dengan teriakan takbir.

Sejumlah peserta aksi mengajaknya berfoto dan bersalaman. Amien Rais kemudian diajak ke atas mobil komando.

Amien Rais mengenakan baju kemeja kotak-kotak dan bertopi. Tidak lama kemudian dia naik ke atas mobil komando.

Selain Amien Rais, di atas mobil komando ada sekitar 10 orang dari FUI. Mereka mengenakan baju putih-putih.

“Saudara sekalian, hadir di tengah-tengah kita, guru besar kita Bapak Drs H Amien Rais,” kata orator.

“Aksi ini aksi damai, untuk mengingatkan kepada KPU agar pemilu 2019 tidak ada kecurangan-kecurangan,” kata orator lagi.

Aksi dari FUI ini bertujuan untuk mengawal Pemilu 2019 agar berjalan aman dan lancar. Selain massa FUI, hadir juga massa dari ‘Jaga Indonesia’.

Saat ini, Jalan Imam Bonjol di depan KPU sudah ditutup. Sementara arus lalu lintas di sekitar kantor KPU ramai lancar.

(mei/hri)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ada Apel Siaga Umat PA 212, Polri-TNI Berjaga di Depan Gedung KPU

Jakarta – Pengurus Pusat PA 212 hari ini menginstruksikan massanya untuk mengikuti Apel Siaga Umat dengan long march dari Bundaran HI, Jakarta Pusat menuju kantor KPU. Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan meninjau persiapan pengamanan di lokasi.

detikcom memantau situasi di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019) pagi. Tampak ada banyak personel Polri, termasuk Brimob serta TNI bersiaga di depan KPU.

Di lokasi juga terlihat Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan. Dia mengaku datang untuk memantau pengamanan aksi massa yang akan digelar sekitar pukul 13.00 WIB usai salat Jumat.
“Ini sedang kita lakukan penjagaan,” kata Harry.

Harry rencananya akan memimpin apel pengamanan di depan Gedung KPU. Informasinya akan ada sekitar 2.000 massa yang akan datang melakukan aksi.

Harry tampak berbincang dengan jajarannya. Dia mengkoordinasikan agar pengamanan massa termasuk pengaturan lalu lintas saat massa Apel Siaga Umat datang berjalan lancar.

Sementara itu di sekitar kawasan Bundaran HI, pengamanan masih terpantau normal. Meski demikian terlihat ada mobil Baracudda disiagakan.
(hri/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kemenpora Gelar Turnamen Futsal Antar Unit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar turnamen futsal Antar Unit di Lingkungan Kemenpora dijadwalkan bergulir di Lapangan Futsal Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (1/3/2019). Turnamen yang dilaksanakan oleh Kemenpora Soccer Community (KSC) bakal diikuti sebanyak 15 tim.

Ketua Panitia turnamen futsal antar unit di Kemenpora, Jumakir mengatakan turnamen ini akan digunakan sebagai seleksi pemain untuk ajang Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri yang akan diikuti Kemenpora. Selain itu, ajang ini juga digunakan untuk mempererat silahturahmi dan meningkatkan produktifitas kerja.

Sebanyak 15 tim juga sudah dibagi dalam tiga grup, yakni A, B dan C (per grup diiisi lima tim). Yang berhak lolos ke babak delapan besar adalah juara dan peringkat kedua dari setiap grup dan ditambah dua tim peringkat tiga terbaik.

Salah satu unggulan di turnamen futsal ini yaitu Journalist Kemenpora FC. Tim yang disponsori Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOSSBI) membidik gelar juara seperti yang baru ditorehkan oleh Timnas U-22.

“Materi pemainnya bagus-bagus, bisa saling melengkapi dan memiliki semangat tinggi untuk juara. Mereka terlecut dan ingin seperti Timnas U-22 yang baru saja juara Piala AFF. Tentunya ini menjadi modal yang bagus buat saya serta Presiden FOSSBI, Zuchli Imran Putra yang selalu siap memberikan dukungan,” kata Pembina Journalist Kemenpora FC, Anwar Sadat seperti rilis yang diterima Liputan6.com.

FOSSBI sendiri ditunjuk menjadi operator untuk kejuaraan sepak bola U-12 Piala Menpora Imam Nahrawi. Kejuaraan ini menjadi salah satu unggulan di Kemenpora di bawah pimpinan Imam Nahrawi.

2 dari 2 halaman

Hasil Drawing:

Grup A

1. Deputi 4 PP ITKON

2. Sekuriti Kemenpora

3. LPDUK

4. Biro Roren Ins

5. Deputi 2


Grup B

1. Biro KRT

2. RSON

3. Biro Humas dan Hukum

4. INAPGOC

5. Journalist Kemenpora FC


Grup C

1. TU Menteri

2. Deputi 3

3. PP PON

4. BRI KC Palmerah

5. Deputi 1