Sergio Garcia Bertekad Pertahankan Gelar SMB Singapore Open

Liputan6.com, Jakarta Pegolf Spanyol, Sergio Garcia bertekad mempertahankan gelar juara SMBC Singapore Open di edisi 2019. Garacia sudah mempersiapkan diri menghadapi turnamen ini dengan matang. 

Garcia sebenarnya cukup sibuk tahun lalu. Namun pegolf berusia 39 tahun tersebut sudah beristirahat sebelum tamil di  SMBC Singapore Open tahun ini. 

“Saya mulai berlatih beberapa pekan yang lalu. Masih sedikit buru-buru, tetapi saya harap saya bisa menyesuaikan diri,” kata Garcia, Kamis (17/1/2019).

Sejak 2017, Garcia sudah tiga kali ikut di SMBC Singapore Open. Tahun lalu, ia berjaya di turnamen yang digelar di Sentosa Golf Course, Singapura ini. Bukan hanya juara di Singapura, Garcia juga sukses membela tim golf Spanyol mengalahkan Amerika Serikat di Europe’s Ryder Cup. Selain itu, ia juga menang di turnamen Valderrama Masters.

Lebih lanjut, Garcia mengaku senang bisa unjuk gigi lagi di SMBC Singapore Open 2019. Apalagi, ia datang sebagai juara bertahan. “Menyenangkan bisa kembali. Ini arena yang saya suka, luar biasa, dan berada di sini sebagai juar bertahan itu sangat spesial,” kata Garcia.

2 dari 2 halaman

Perebutkan Hadiah Satu Juta Dollar

SMBC Singapore 2019 sendiri akan berlangsung hingga 20 Januari 2019. Turnamen ini akan memperebutkan total hadiah 1 juta dollar Amerika Serikat atau Rp 14 miliar.

Bukan hanya Garcia, beberapa pegolf dunia seperti Sean Crocker (Amerika Serikat), Lucas Herbet (Australia), Jazz Janewattananond, dan Danthai Boonma (Thailand) juga tampil. 

Keempat pegolf ini sebelumnya lolos ke turnamen The Open Royal Potrush di Irlandia Utara. Untuk lolos, mereka harus berada di empat teratas di SMBC Singapore Open yang menjadi turnamen kualifikasi.

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Ikut 10 Years Challenge di Ultah ke-46, Ari Lasso Pakai Foto Masa Kecil

Liputan6.com, Jakarta – Maraknya tantangan memperlihatkan wajah 10 tahun silam yang bertema 10 Years Challenge, membuat deretan selebritas Indonesia tak mau ketinggalan. Salah satunya Ari Lasso. Uniknya, mantan vokalis Dewa itu malah mengunggah foto saat berumur enam tahun.

Rupanya, hari ini Ari Lasso tengah berulang tahun. Selagi viral tantangan 10 Years Challenge, ia menyandingkan potret diri sekarang dan bukannya 10 tahun, tapi 40 tahun, yakni saat tahun 1979.

Satu yang tak berubah pada diri Ari Lasso dalam foto itu adalah rambut panjangnya yang masih sama. Dan rambutnya itu telah menjadi ciri khas penyanyi pop kondang tersebut. Genap berusia 46 tahun, ayah lima anak itu mengaku sangat bersyukur.

Biar mantep skalian chalenge nya   mumpung hari ini tepat 46 tahun.   Puji Tuhan,” tulis Ari Lasso di Instagram, Kamis (17/1/2019).

2 dari 3 halaman

Masih Kuat

Sebelumnya, Ari Lasso juga mengenang potret masa lalu bersama istri dan ketiga anaknya. Masih muda, Ari mengaku kala itu masih kuat untuk menggendong putranya.

Saat anak2 masih digendong dan sy masih kuat nggendong. Jaman2 ribet n brutal ni para krucil,” tulis Ari Lasso.

3 dari 3 halaman

Ucapan Selamat dari Para Selebriti

Tak mau ketinggalan, sederet teman artis juga memberikan ucapan selamat kepada pelantun “Hampa” itu.

Selamat ulang tahun, Mas Inspirator. Semoga sehat terus, bahagia terus dan selalu menjadi pintu rezeki untuk orang banyak,” tulis @duniamanji.

Selamat ulang tahun, Riiiii! Panjang sehat, berlimpah berkat rejeki bahagia, banyak gembira, aman, nyaman! Semakin disayang istri, anak2, sanak keluarga, partner kerja, karyawan, sahabat, teman, penggemar. Aaamiiin! Stay blessed!” sambung @ti2dj.

Happy bday papaglam ladewiittttsss smoga smakin wanting somaaatttsss,” @audyitem, menambahkan.

Mau Jajal MRT Jakarta 26 Februari? Begini Caranya

Jakarta – PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjajal kereta MRT Jakarta pada masa uji coba. Masa uji coba tersebut akan dimulai pada tanggal 26 Februari 2019 mendatang.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan masyarakat bisa mendaftar di website yang ditentukan perusahaan nantinya untuk antre sebagai penumpang uji coba kereta Ratangga. Selama proses uji coba, masyarakat bisa menjajal kereta MRT dengan gratis untuk rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) sepanjang 16 km.

“Nanti mulai 26 Februari 2019 semua sudah mulai full operation, jadi kita mulai beroperasi dari pagi sampai malam. Sudah sama seperti normal operasi tapi kita belum angkut penumpang komersial. Tapi kita akan membuka secara terbatas atau selected untuk orang ikut uji coba,” katanya kepada detikFinance dalam wawancara khusus di Gedung Wisma Nusantara, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Adapun proses pemilihan penumpang nanti dilakukan berdasarkan urutan pendaftaran di website yang disediakan. Pihaknya akan menyediakan kuota terbatas setiap harinya untuk penumpang yang ingin menjajal.

“Mungkin naik di beberapa stasiun, turun di beberapa stasiun agar mereka terlibat dalam proses pembelajaran naik kereta, memahami bagaimana kereta MRT Jakarta dan nanti mereka juga yang akan membantu memberikan informasi kepada masyarakat tentang MRT Jakarta sebelum operasi,” katanya.

Mekanisme pendaftaran sendiri tengah digodok dan akan segera diinformasikan ke masyarakat melalui website MRT dan media sosial. Proses uji coba akan berlangsung hingga Maret saat operasi secara komersil dimulai.

“Siapa yang cepat mendaftar nanti dapat. Tapi kalau kuotanya sudah mencukupi kita akan tutup, nanti dia bisa naik besoknya lagi atau apa. Tapi mekanismenya akan kita atur,” jelas William.

(eds/zlf)

BI Tahan (Lagi) Suku Bunga Acuan di 6%

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya. BI 7 Days Repo Rate masih di level 6%.

“Berdasarkan asesmen ekonomi global dan dalam negeri, RDG BI pada 16-17 Januari 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 days repo rate 6%” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo di kantor BI, Jakarta Pusat, Kamis (17/1/2018).

Perry mengatakan, suku bunga deposit facility dan lending facility juga ikut naik. “Suku bunga deposit facility tetap 5,25%. Lending facility jadi 6,75%,” kata Perry.


Langkah ini dilakukan untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke batas aman.

“Keputusan tersebut sesuai dengan jaga daya tarik aset keuangan domestik. Sehingga mendukung stabilitas, moneter stabilitas sistem keuangan. BI optimalkan bauran kebijakan perkuat kerja sama dengan pemerintah dan kendalikan defisit transaksi berjalan,” kata Perry. (dna/fdl)

#10YearsChallenge, Dolar AS di 2009 Rp 11.930, Sekarang Berapa?

Jakarta – Belakangan ini warganet tengah terjangkit virus tagar 10 years challange. Mereka memajang foto transformasi 10 tahun lalu dan sekarang.

Tujuan dari tantangan itu untuk melihat perbedaan di antara kedua masa itu. detikFinance mencoba ikut tantangan 10 years challange itu tapi dari sisi ekonomi. Pertama dari sisi nilai tukar kita, Rupiah.

Bagaimana perbedaan nilai tukar rupiah terhadap dolar di 2009 dan 2019. Sebesar apa perbedaannya?

Melansir data Reuters, Kamis (17/1/2019), nilai pada penutupan 1 Januari 2009 dolar AS berada di posisi Rp 11.380. Sementara pada 1 Januari 2019 dolar AS sudah berada di posisi Rp 14.160.
Jika dihitung perubahannya maka nilai tukar rupiah selama 10 tahun sudah turun 24.4%. Tapi kondisi nilai tukar rupiah pada kedua masa itu sedikit berbeda. Pelemahan rupiah di sepanjang 2018 masih lebih baik ketimbang di 2008.

Dolar AS pada 1 Januari 2008 berada di posisi Rp 9.385, sementara di 1 Januari 2009 sudah berada di level Rp 10.950 atau melemah 16,67%. Dolar AS juga sempat melonjak hingga Rp 12 ribuan.

Tentu banyak faktor yang membuat rupiah di tahun itu begitu terpuruk. Kondisi ekonomi global menjadi biang kerok.

“Ya betul 2008 itu karena ada krisis global,” kata Vice President Research Artha Sekuritas Indonesia Frederik Rasali.

Krisis saat itu merupakan krisis finansial global yang terjadi di banyak negara. Indonesia pun terkena imbasnya.

Di sepanjang 2018, menurut data chart Reuters nilai tukar rupiah pada penutupan 1 Januari 2018 berada di posisi Rp 13.535, sementara pada penutupan 1 Januari 2019 berada di level Rp 14.105. Jika dihitung penurunannya mencapai 4,21%.

Namun kondisi rupiah di 2018 juga begitu berfluktuatif. Bahkan rupiah sempat anjlok hingga level Rp 15 ribuan di bulan Oktober.

Faktor eksternal disebut sebagai penyebab penguatan dolar AS saat itu. Tahun lalu memang begitu banyak gejolak yang disebabkan naiknya suku bunga acuan The Fed hingga ketegangan dua negara ekonomi besar yakni AS dan China. (das/zlf)

Lolos dari Serangan 9/11, Pria AS Tewas dalam Aksi Teror di Kenya

Washington – Setidaknya 21 orang tewas dalam serangan teror di hotel mewah di ibu kota Kenya, Nairobi. Korban tewas termasuk warga Amerika yang pernah lolos dari maut dalam serangan teroris 9/11 di gedung World Trade Center (WTC) di New York, Amerika Serikat pada 11 September 2001 lalu.

Otoritas AS belum secara resmi menyebutkan Jason Spindler sebagai salah satu korban jiwa, namun ibunya Sarah dan saudara laki-lakinya Jonathan mengonfirmasi kematiannya via Facebook dan kepada sejumlah media AS.

“Dengan berat hati saya harus melaporkan bahwa saudara laki-laki saya, Jason Spindler, meninggal pagi tadi saat serangan teror di Nairobi,” tulis Jonathan di Facebook seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (17/1/2019).

“Jason adalah survivor 9/11 dan seorang pejuang,” demikian ditulis Jonathan.

Serangan di Nairobi tersebut diklaim oleh Al-Shabaab, kelompok militan Somalia yang terkait Al-Qaeda. Al-Shabaab telah menargetkan Kenya sejak negara itu mengirimkan militernya ke Somalia pada Oktober 2011 untuk memerangi kelompok tersebut.

Spindler merupakan lulusan University of Texas-Austin dan sekolah hukum New York University. Pria AS berumur 40 tahun tersebut juga pernah bergabung dengan Korps Perdamaian di Peru.

Pada 11 September 2001, Spindler bekerja untuk bank investasi Salomon Smith Barney di World Trade Center (WTC). Saat itu gedung tersebut hancur setelah dihantam dua pesawat penumpang yang dibajak oleh para anggota Al-Qaeda. Hampir 3 ribu orang dilaporkan tewas dalam serangan teroris 9/11 itu.

Kevin Yu, yang pernah kuliah di University of Texas-Austin bersama Spindler, mengatakan bahwa pria itu membantu menyelamatkan orang-orang yang terjebak dalam reruntuhan WTC.

“Orang seperti itulah dia,” ujar Yu kepada media The Washington Post. “Saya tak ragu bahwa ketika dia mendengar ledakan di luar hotel, dia salah satu orang yang mencoba untuk membantu,” imbuhnya.

Setelah menyelesaikan sekolah hukumnya, Spindler ikut mendirikan firma konsultan dan investasi I-Dev, dan bekerja di Kenya untuk proyek jaringan listrik mini yang dirancang untuk daerah-daerah terpencil.

“Jason berbasis di Nairobi, namun sering bepergian ke San Francisco dan keliling Amerika Latin, Afrika, Eropa,” kata juru bicara perusahaan I-Dev.

Ibunya, Sarah mengatakan kepada NBC News bahwa putranya itu berusaha membuat perubahan positif di dunia ketiga. “Kami semua sangat kehilangan dia. Dan sangat menyedihkan bahwa anak muda yang begitu cemerlang telah direnggut oleh terorisme,” cetusnya.

(ita/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Emak-Emak Banyumas Ubah Sampah Jadi Berkah dengan Bank Sampah Inyong

Liputan6.com, Banyumas – Belakangan, sampah menjadi masalah pelik Banyumas yang tak jelas solusinya, terutama di kota Purwokerto. Karut marut sampah seolah tak berujung.

Jumlah sampah harian tak sebanding dengan shelter alias tempat pembuangan sementara. Pun dengan armada yang mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Konsep pengelolaan sampah yang berkonsep ‘kumpul angkut buang’ terbukti tak efektif saat produksi melebihi daya angkut harian. Hanggar pun menjadi tak berfungsi optimal lantaran keterbatasan daya angkut.

Nun di utara Purwokerto, ada model pengelolaan sampah yang meski tak baru, namun, mungkin bisa menjadi solusi sampah sejak hulu. Namanya, Bank Sampah Inyong.

Lokasinya berada di Jalan Mocc Besar Gang Remaja RT 01/02 Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Menariknya, bank sampah ini dikelola oleh emak-emak.

Kaum ibu, barangkali adalah pihak yang paling rewel soal sampah. Mereka tak mau melihat sampah di lingkungannya.

Kadang-kadang ada yang nekat membuangnya di sembarang tempat, asal tak kelihatan mata. Dan itu bakal menciptakan masalah baru di lingkungan lainnya.

Karenanya, dibutuhkan pengelolaan sampah yang mendatangkan manfaat. Diyakini, warga bakal mendukung penuh jika sampah bisa mendatangkan manfaat, apalagi keuntungan.

Di Jalan Mocc, Sampah tak lagi menjadi ‘sampah’ yang dibuang. Akan tetapi, sampah berubah menjadi aset yang bernilai jual. Bank Sampah Inyong semula diprakarsai oleh orang yang peduli lingkungan. Lingkupnya pun kecil. Setingkat RT.

2 dari 3 halaman

Suka Duka Pendirian Bank Sampah

Tetapi, perlahan, dengan semakin tingginya jumlah sampah, kini, bank sampah ini telah bergerak hingga lingkup RW dan dusun. Masih kecil memang.

Ketua Pengelola Bank Sampah, Nurhayatni, menuturkan, pada mulnya ia resah lantaran lingkungannya banyak sampah. Melihat sampah yang setiap saat berserakan membuat dia tak nyaman.

Lantas, ia pun meminta dukungan suami yang saat itu menjadi ketua RT untuk mendirikan bank sampah. Awalnya, bank sampah ini disepelekan. Berjalan hingga berbulan-bulan, tak ada warga yang mau menabung sampah.

“Sifatnya masih sukarela, belum ada kewajiban karena baru dikelola kelompok di tingkat RT. Namun karena ketekunan dan lingkungan semakin terlihat lebih bersih, akhirnya warga satu RW ikut menabung di Bank Sampah yang saya beri nama Inyong,” ucapnya, Selasa, 15 Januari 2019.

Nurhayatni sadar betul, banyak yang belum mempercayai konsep bank sampah. Sebab itu, pada masa awal, banyak warga yang minta langsung dibayar.

Dia pun mengalah dan langsung membayarnya. Meski bertajuk bank sampah, pada awal berdiri, ia mesti menyiapkan uang tunai dalam jumlah tertentu.

Ia pun mesti siap tiap hari selama 24 jam menerima warga yang menabung atau menjual sampah yang dikumpulkan. Bahkan beberapa di antaranya, minta barter dengan beras.

“Masyarakat di sini macam-macam ada yang memang ditabung, ada yang langsung minta dibayar, bahkan ada yang minta barter dengan beras dan jajanan. Semua saya layani karena kebetulan saya juga berjualan,” dia menjelaskan.

Keseriusan Nurhayatni mengelola sampah secara mandiri rupanya memang benar-benar serius. Di gudang bank sampah, terlihat sebuah mesin pencacah sampah organik berukuran sedang, terlihat pula satu unit komposter.

Perlahan, kepercayaan masyarakat tumbuh. Tumbuhnya kesadaran warga itu juga dipengaruhi oleh semakin tingginya kepedulian warga terhadap sampah yang ada disekitarnya.

3 dari 3 halaman

Cara Kreatif Pemanfaatan Sampah

Salah satunya, Ibu Aris, warga RT 02/2. Dia adalah warga yang rutin menabung sampah di Bank Sampah Inyong. Kadang, ia bahkan memungut sampah yang bukan berada di sekitar rumahnya.

“Selain untuk keindahan dan kebersihan tetapi juga memberi berkah buat saya, karena mempunyai tabungan dari sampah,” jelasnya.

Dengan sabar, Nurhayatni menerima dan menimbang sampah dengan rekan sesama pengelola, Ningrum. Saat senggang, dia rela menjemput sampah sampai ke rumah anggota.

Kini tempat pengelolaan sampah (TPS) Dusun 1 telah ditutup. Pengumpulan sampah pun total berpindah ke Bank Sampah Inyong. Pemdes Kutasari menetapkan Bank Sampah Inyong sebagai pengelola sampah tingkat dusun. Masih kecil memang.

Tetapi, jika bank sampah model ini diadopsi wilayah lain, bukan tak mungkin, sampah bukan lagi menjadi masalah. Sebaliknya, sampah menjadi berkah.

Bank sampah Inyong membagi sampah menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik, dibuah menjadi kompos dengan memanfaatkan mesin pencacah.

“Setelah itu, sampah tersebut difermentasi dan ditambahkan zat aktivator, sehingga seterusnya bisa dihasilkan kompos,” ucapnya.

Cukup banyak yang membeli kompos produksi Bank Sampah Inyong. Kalau pun tak ada pesanan, anggota kelompok nmenggunakan kompos untuk keperluan kebun pekarangan dan apotek hidup.

“Untuk sampah anorganik, sebagian besar dijual lagi dan sebagian lainya digunakan menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual,” dia mengungkapkan.

Nurhayatni optimis, jika bank sampah didirikan di daerah lain, maka lambat laun sampah di Banyumas bakal menjadi berkah.

Elegi Aris ‘Idol’: Pengamen, Idola, Tersangka

Jakarta – Nama Januarisman Runtuwene atau Aris eks ‘Idol’ kembali diperbincangkan. Bukan karena prestasinya di bidang musik, melainkan karena diciduk polisi akibat tersangkut kasus narkoba.

Nama Aris mencuat ketika mengikuti ajang Indonesian Idol pada tahun 2008. Aris yang memiliki latar belakang sebagai pengamen itu memikat hati para juri dengan suaranya. Dalam ajang itu Aris menjadi juara 1.

Namun, sayangnya, menjadi juara 1 tak cukup membuat karier Aris cemerlang di dunia musik. Jebolan Idol tahun 2008 itu lama vakum pasca menelurkan album ‘Ajari Aku’ pada tahun 2010 lalu.

Vakumnya dari dunia musik itu diduga menjadi awal mula sang idola masuk ke lembah hitam. Aris mulai mengonsumsi narkoba jenis sabu, hingga akhirnya ditangkap pada Selasa (15/1) kemarin.

“Jadi yang bersangkutan karena mungkin sudah tidak lama atau vakum jadi ketika diundang yang bersangkutan jadi ikut-ikutan pakai di situ,” kata Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Iptu Edi Suprayitno, saat rilis di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Penangkapan Aris bermula dari ditangkapnya tersangka YW di Jl Bahagia Kreo Selatan, Larangan, Kota Tangerang, Banten, pada 8 Januari. Setelah dilakukan penelusuran, polisi pun kemudian menggerebek Aris di apartemen di Jl HR Rasuna Said, Menteng Atas, Jaksel.

Tak sendiri, Aris ditangkap bersama empat orang berinisial AY, AM, YS, dan AS. Kelimanya pun dinyatakan positif narkoba dan menjadi tersangka.

“Hasil penuturan, JR ini sudah tiga kali menggunakan narkoba. Dan dari hasil tes urine kita lakukan terhadap lima tersangka ini, hasilnya positif,” kata Eddy.
(ibh/mae)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polda Metro Jaya: Polisi Serius Ungkap Kasus Novel Baswedan

Liputan6.com, Jakarta – Polda Metro Jaya menyatakan, pihaknya sangat serius mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pada 11 April 2017. Untuk mengungkap kasus ini bukan hanya internal polisi saja, tapi juga melibatkan instansi lain.

“Dari instansi eksternal ada Ombudsman RI, Kompolnas, Komnas HAM dan masyarakat. Kemudian dari internal, ada Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, dan Profesi dan Pengamanan (Propam). Semuanya sudah bekerja. Polisi serius untuk mengungkap siapa pelakunya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).

Untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan ini, Komnas HAM memberikan rekomendasi terhadap Polri. Rekomendasi itu pun diterima Polri, dan akhirnya Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian membentuk tim satuan tugas dalam penyidikan kasus Novel.

“Tim itu terdiri dari KPK, pakar dan penyidik,” jelas Argo.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi pertama kalinya pada Senin 14 Januari 2019. Rapat itu dihadiri seluruh orang yang tergabung dalam tim. 

“Penyidik memaparkan apa yang sudah dilakukan mulai dari metode induktif, olah TKP, mendapatkan saksi, mendapat petunjuk itu sudah dipaparkan tim penyidik Polda Metro Jaya,” ungkap Argo.

Ia berharap, masyarakat juga ikut berpartisipasi untuk menyelesaikan kasus penyerangan air keras terhadap Novel Baswedan. Dia berharap, masyarakat bisa memberikan informasi jika mengetahui hal tersebut.

“Kita sudah ada call center yang sudah kita buat di nomor 081398844474. Itu bagian transparasi pihak kepolisan untuk kasus Novel Baswedan. Masyarakat tahu silakan laporkan, jadi kita serius mengungkap pelaku,” pungkas Argo.

2 dari 3 halaman

Tim Gabungan

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengeluarkan surat perintah pembentukan tim gabungan penyidikan untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

“Bahwa itu benar Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut atas tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM terhadap ranah Polri dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jumat 11 Januari 2019.

Rekomendasi Komnas HAM itu diserahkan ke Polri pada 21 Desember 2018. Hampir sebulan setelah diterima, Kapolri Tito kemudian meneken tanda tangan pembentukan tim gabungan tersebut pada 8 Januari 2019.

“Yaitu untuk membentuk tim gabungan yang terdiri atas kepolisian, KPK, tokoh masyarakat, pakar, dan pihak lain yang dibutuhkan paling lambat 30 hari setelah rekomendasi diterima,” jelas Iqbal.

Dalam surat bernomor sgas/3/I/HUK.6.6/2019 itu, Kapolri memimpin langsung tim. Ada 65 nama gabungan komponen Polri dan masyarakat yang tercantum dalam daftar tim gabungan untuk penyidikan kasus Novel.



Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kala Menpora Imam Kena Tipu Gocekan Bola di Tasikmalaya

Liputan6.com, Tasikmalaya – Ada pemandangan menarik saat kunjungan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, ke Lapangan Sepakbola Lodaya Sakti yang berlisensi FIFA, di Desa Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dipandu dua mantan pemain nasional Atep Rizal dan Tantan yang tengah memberikan coaching clinic, puluhan anak-anak pelajar sekaligus peserta sekolah sepakbola (SSB) terlihat  menikmati  teknik passing, shooting dan kontrol bola yang diberikan dua pemain Persib tersebut.

Di tengah keseriusan itu, Menteri Imam sepertinya terpanggil untuk gabung ikut dalam salah satu game, ia kemudian mengajak Atep bagaimana menunjukkan operan yang baik, sekaligus cara menendang yang benar di antara peserta didik.

“Horeee…,” teriakan salah satu peserta pelatihan meneriaki Menteri Imam, setelah berhasil melintasi kedua kakinya, sekaligus mengelabui sang Menteri dengan riang. “Kamu memang bagus,” ujar Imam, sambil memeluk salah satu anak yang telah berhasil mengelabuinya itu.

Menurut Imam, perbaikan sejumlah fasilitas lapangan sepakbola di tiap desa sangat dinantikan masyarakat. Untuk mendukung itu, bahkan pemerintah tidak ragu menggelontorkan dana desa yang cukup besar, agar kehadiran infrastruktur yang memadai benar-benar dinikmati seluruh masyarakat.

“Silahkan para Kepala Desa mencontoh desa Cisayong,” kata dia.

Lapangan Bola Lodaya Sakti desa Cisayong ini memang tengah menjadi buah bibir saat ini, menggunakan jenis rumput lapangan Zoysia Matrella dari Eropa, yang biasa digunakan stadion di benua biru, Lapangan bola Cisayong memang pengecualian dibanding seluruh lapangan bola milik desa di Indonesia.

Dengan jenis rumput itu, lapangan sepakbola lebih optimal digunakan seluruh pemain. Selain empuk, karena memiliki ketebalan dan kerapatan rumput yang seimbang, juga memiliki elastisitas dalam menahan beban.

Kemudian rumput itu memiliki pemulihan diri lebih cepat dalam pertumbuhan sehingga ketebalan tetap terjaga, yang memungkinkan terjadinya resiko cedera pemain bisa dihindari sejak dini.

“Ini bukan standar Tasik lagi tetapi standar internasional,” ujar dia yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan penonton yang hadir.


2 dari 2 halaman

Berharap Penambahan Fasilitas Lapangan

Sejak pertama kali dibuka tahun lalu, animo masyarakat untuk menggunakan lapangan sepakbola berstandar FIFA itu memang tidak terelakan lagi, meskipun tribun penonton belum terbangun akibat minimnya anggaran. Namun keinginan mereka menikmati main sepakbola di lapangan tersebut tinggi.

Untuk itu, Kepala Desa Cisayong, Yudi Cahyudin selaku penggagas dan pengelola lapangan baru tersebut, meminta adanya tambahan bantuan anggaran untuk mempercantik kondisi Lapangan Cisayong.  “Sekarang ada space lima meter di sebelah utara dan selatan lapangan, nanti bisa dibangun tribun untuk kapasitas 1000 orang lah,” ujarnya.

Imam yang sejak awal memasuki lapangan, langsung menjajal kualitas rumput. Di sela-sela itu, Ia pun memberikan isyarat adanya bantuan untuk memenuhi permintaan Yudi, meskipun tidak seluruhnya.

“Kita lihat dulu yang lima meter itu seperti apa, tetapi yang paling mungkin, apa dulu yg perlu kita bantu lebih awal, kamar ganti, tribun, atau apa,” papar dia.

Dengan semakin baiknya fasilitas lapangan, Imam berharap dalam waktu dekat Lapangan Cisayong bisa menjadi salah satu alternatif kejuaraan nasional dan internasional.

“Dengan saya hadir, nambah semangat saya untuk terus bantu masyarakat di sini,” ungkap dia bangga.

Coaching Clinic  Pemain Persib

Selain didatangi Menpora Imam Nahrowi, keceriaan lain yang dirasakan ratusan anak –anak yang hadir di tengah lapangan Cisayong, adalah transfer ilmu yang diberikan dua pemain Persib Bandung Atep Rizal dan Tantan.

Bahkan untuk menguji kemampuan dua mantan pemain timnas itu, panitia penyambutan kunjungan Menpora sengaja membuat laga antara Menteri Iman yang dibantu Atep, Tantan dan satu pemain timnas U15 asal Ciamis, melawan tiga tim SSB sekaligus dibawah usia 10 tahun.

Menurut Atep, latihan teknik permainan sepakbola mesti dilakukan dengan penuh suka cita tanpa tekanan siapapun. Ia mencontohkan Leonel Messi, Cristiano Ronaldo, dua masetro pesepakbola terbaik dunia saat ini, nampak menikmati seluruh pertandingan yang mereka jalani. “Tetapi tetap saja dari semua itu, anak-anak harus bekerja keras agar bisa meraih mimpi,” ujar dia.

Ia pun tak pelit berbagi ilmu, beberapa teknik dasar bermain sepakbola mulai shooting, operan pendek hingga game kecil, ia perlihatkan di depan puluhan siswa didik. “Latihan itu jangan terbebani, ketika teman-teman punya mimpi besar tapi tidak bekerja keras, maka akan sulit meraihnya,” papar dia.

Dengan pola latihan penuh kerja keras, serta memahami dan menguasai teknik permainan sepakbola yang benar, Atep berharap suatu saat ini, dari desa Cisayong akan lahir pemain sepakbola dunia.

“Saya doakan satu di antara peserta yang banyak ini nanti akan menjadi pemain nasional,” ujar dia yang diamini seluruh peserta siswa SSB yang hadir.