Hujan Lebat, 8 Kecamatan di Kota Jambi Terendam Banjir

Jambi – Delapan kecamatan di Kota Jambi terendam banjir akibat diguyur hujan lebat sejak Jumat sore hingga malam hari. Delapan kecamatan itu ialah Kecamatan Jambi Selatan, Jambi Timur, Jelutung, Kotabaru, Alam Barajo, Telanaipura, Pasar, Danau Teluk, dan Pelayangan.

“Dari 11 kecamatan di Kota Jambi ada 8 kecamatan yang saat ini terendam banjir. Banjir ini disebabkan karena sebagian aliran drainase yang tersumbat,” ujar Kepala Damkar dan BPBD Kota Jambi M. Ridwan kepada wartawan.

Banjir dengan ketinggian 50-70 cm itu tidak membuat warga harus mengungsi. Beberapa petugas juga sudah dikerahkan di berbagai titik di kawasan kecamatan yang terendam banjir untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Sekarang ini debit aliran sungai di Batanghari sudah naik, hanya saja status masih dalam kategori aman. Apalagi cuaca saat ini juga sudah memasuki musim penghujan. Dan petugas kita juga sudah kita kerahkan diberbagai titik di lokasi untuk mengantisipasi jika terjadinya banjir dadakan,” ujar Ridwan.

“Banjir ini juga tidak mengakibatkan adanya korban jiwa. Sebagian rumah juga diketahui tidak ada yang rusak parah karena banjir kali ini sifatnya sementara. Nanti jika hujan sudah reda banjir sudah kembali surut,” sambungnya.

Ia juga mengimbau masyarakat Kota Jambi selalu menjaga lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat membuat aliran drainase tersumbat.

Sementara itu, Darmawati, warga RT 20, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, mengatakan, setiap kali hujan lebat, banjir kerap terjadi, yang membuat mereka harus berupaya memindahkan barang perabotan ke tempat yang lebih tinggi.

“Sudah letih rasanya kalau seperti ini terus. Setiap hujan lebat pasti banjir. Jadi setiap hujan kita sudah mengantisipasi barang-barang elektronik baik televisi, kulkas dan pakaian kita agar tidak terendam banjir,” ujarnya.

Bahkan ia mengaku sudah terbiasa kebanjiran seperti ini setiap kali hujan lebat melanda.

“Sudah biasa kalau menghadapi banjir seperti ini, jadi mau gimana lagi. Semoga saja pemerintah setempat dapat memperbaiki aliran drainase yang ada agar setiap hujan lebat kami tidak perlu ketakutan lagi yang menyebabkan banjir secara tiba-tiba,” tuturnya.
(rvk/tsa)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *