Nodai Kemenangan Juventus, Apa Guna VAR?

Liputan6.com, Jakarta – Kontroversi video assistant referee (VAR) mewarnai kemenangan Juventus atas AC Milan pada Piala Super Italia. Berfungsi mengurangi kesalahan wasit, VAR nyatanya tidak menyelesaikan masalah.

Juventus merebut gelar kedelapan Piala Super Italia berkat gol tunggal Cristiano Ronaldo pada laga di King Abdullah Sports City, Kamis (17/1/2019) dini hari WIB.

VAR digunakan pada partai tersebut dan menghasilkan keputusan tepat dengan dianulirnya gol Juventus karena offside dan kartu merah bagi gelandang AC Milan Franck Kessie. 

Meski tepat, I Rossoneri tidak sepenuhnya gembira akan teknologi itu. Pasalnya, wasit dan VAR tidak memberi penalti ketika Emre Can menjegal Andrea Conti jelang berakhirnya laga. Rekaman menunjukkan Can menekel Conti tanpa menyentuh bola.

Polemik tersebut menambah panjang daftar kesalahan VAR dalam musim ini. Banyak pelatih klub Italia protes seiring penggunaannya di Serie A. Dari Spanyol, kecaman muncul setelah Real Madrid dikalahkan Real Sociedad pada La Liga. 

Di Inggris, kontroversi muncul ketika Tottenham Hotspur mengalahkan Chelsea 1-0 berkat gol penalti Harry Kane pada leg pertama semifinal Piala Liga awal bulan ini. Sebab, terdapat dua bukti yang menunjukkan tafsir berbeda.

Tayangan resmi dari ofisial menunjukkan Kane tidak dalam posisi offside sebelum dijatuhkan kiper Kepa Arrizabalaga, yang kemudian berbuah tendangan 12 pas. Sedangkan Chelsea punya gambar yang menunjukkan hal sebaliknya.

“Wasit di sini harus membiasakan diri pada sistem dan penggunaan VAR. Saat ini ofisial Inggris belum siap dan mesti belajar lagi,” kata pelatih Chelsea Maurizio Sarri usai laga itu, dilansir Sky Sports.

2 dari 4 halaman

Kekurangan VAR

Perdebatan ini menunjukkan adanya kekurangan pada VAR. Menyusul penggunaannya di Piala Dunia 2018, media Inggris Guardian menemukan kelemahan dalam teknologi itu.

VAR efektif untuk menentukan keputusan pasti, dalam hal ini offside atau kesalahan wasit dalam mengidentifikasi pemain saat memberikan kartu.

Sedangkan VAR masih labih pada keputusan subyektif, seperti pemberian penalti dan pemberian hukuman. Di sini intepretasi dan konsistensi terhadap penerapan peraturan jadi penyebabnya.

Guardian menyebut dua contoh. Iran mendapat tendangan penalti ketika bola menyentuh tangan bek Portugal Cedric Soares di area terlarang. Namun, ketika bola mengenai lengan bek Argentina Marcos Rojo pada partai versus Nigeria, VAR tidak memberi tendangan 12 pas.

3 dari 4 halaman

Bantuan Teknologi

VAR merupakan bantuan kesekian untuk meningkatkan kualitas sepak bola. Sebelumnya digunakan teknologi garis gawang demi menentukan terciptanya gol atau tidak.

Sejak dicoba di Belanda pada Eredivisie 2012/2013, negara-negara besar mengadopsi VAR pada beberapa tahun terakhir. Bundesliga Jerman dan Serie A Italia menerapkannya sejak 2017/2018. Sedangkan La Liga Spanyol per 2018/2019.

Liga Primer Inggris akan menggunakan VAR di 2019/2020, dengan UEFA mengumumkan mulai memakainya pada babak gugur Liga Champions musim ini.

4 dari 4 halaman

Masih Awal

Kenyataannya, VAR masih dalam tahap awal penggunaan. Kesalahan-kesalahan bakal hadir seiring proses perbaikan.

Yang jelas, VAR harus dipertahankan untuk memperbaiki sepak bola. “Dengan VAR, pemain sekarang tahu mereka selalu dalam pantauan dan tidak bisa seenaknya melakukan pelanggaran,” ungkap David Elleray, direktur teknis International Football Association Board, organisasi yang menciptakan peraturan dalam sepak bola.

Jose Mourinho ‘Usir’ Van der Vaart dari Real Madrid

Liputan6.com, Jakarta Kejujuran itu terkadang menyakitkan. Setidaknya pengalaman tersebut pernah dirasakan Rafael Van der Vaart saat Jose Mourinho menangani Real Madrid, pada 2010 lalu. 

Dalam wawancara dengan Marca, Van der Vaart, mengatakan Mourinho memintanya pergi. Kehadiran Kaka membuat mantan pemain Belanda itu kehilangan tempat di Los Blancos. 

“Dia bilang kepadaku ,’Rafa, Anda harus pergi sebab kami sudah punya Kaka dan pemain lain. Yang terbaik bagimu adalah pergi sehingga bisa bermain lebih banyak.’ Itulah kenapa saya akhirnya pindah ke Tottenham (Hotspur),” kata Van der Vaart kepada Marca. 

Van der Vaart memperkuat Real Madrid sejak 2008. Sementara Kaka tiba, Juni 2009. 

Posisinya semakin tergusur saat Mourinho tiba setahun kemudian sebab The Special One lebih tertarik menurunkan Kaka, Granero dan Mesut Ozil. Kondisi ini membuat tidak ada ruang kosong bagi Van der Vaart di skuat Los Blancos. Mourinho pun mendorongnya agar meninggalkan Santiago Bernabeu untuk menjaga jam terbangnya di lapangan hijau. 

Van der Vaart kemudian Tottenham Hotspur, 2010 dan Mourinho mengizinkannya. Meski terdengar pahit, Van der Vaart stampak bersyukur atas kejujuran pelatih asal Portugal itu. 

2 dari 2 halaman

Membaik Bersama Tim Baru

Bersama Spurs, Van der Vaart mendapat lebih banyak jam terbang. Selama dua tahun dia dia tampil sebanyak 63 kali dan mencetak lebih 24 gol. Angka ini lebih tinggi ketimbang saat Van der Vaart masih memperkuat Real Madrid dengan 58 pertandingan dan 11 gol. 

Setelah tiga kali berpindah klub, Van der Vaart bermain di Liga Super Denmark. Tahun lalu Van der Vaart menandatangani kontrak setahun dengan klub Esbjerg fB. Namun cedera yang terus-menerus membuat Van der Vaart ingin segera pensiun dari sepak bola. 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Harry Kane Absen Bela Totteham Hotspur Selama 2 Bulan

London – Penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane, tidak akan membela timnya selama dua bulan ke depan. Kane terpaksa menepi karena mengalami cedera ligamen pada pergelangan kaki kirinya. 

Cedera itu menghantam Harry Kane saat Totttenham menelan kekalahan 0-1 dari Manchester United pada pertandingan pekan ke-22 Premier League, di Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019).

Striker timnas Inggris itu dibekap cedera setelah mendapat tekel keras dari bek MU, Phil Jones, pada menit-menit akhir pertandingan. Meski begitu, Kane masih bisa menyelesaikan laga hingga 90 menit penuh.

“Setelah menjalani pemeriksaan awal, kami dapat mengonfirmasi jika Harry Kane mengalami cedera ligamen di pergelangan kaki kirinya, yang terjadi pada laga melawan Manchester United,” bunyi pernyataan resmi Tottenham Hotspur.

“Sang striker akan terus dipantau oleh staf medis kami saat dia mulai menjalani rehabilitasi dan diharapkan kembali berlatih pada awal Maret,” lanjut pernyataan tersebut.

Bakal menepi selama dua bulan, Harry Kane setidaknya melewatkan 10 laga yang dijalani The Lilywhites. Beberapa pertandingan yang dilewatkan oleh Kane adalah duel melawan Chelsea (leg kedua semifinal Piala Liga Inggris dan Premier League), Borussia Dortmund (Liga Champions), dan Arsenal (Premier League).

Kehilangan Harry Kane sampai Maret 2019 menjadi pukulan berat buat Tottenham Hotspur. Pasalnya, Spurs juga tak diperkuat Son Heung-min yang tengah membela timnas Korea Selatan di Piala Asia 2019, serta Lucas Moura yang masih dibekap cedera.

Sumber: Tottenham Hotspur/Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.

Harry Kane Akan Absen Sampai Maret

London – Pukulan telak bagi Tottenham Hotspur. Harry Kane dikabarkan akan menepi sampai Maret 2019 akibat cedera pergelangan kaki yang dideritanya.

Kane mengalami kerusakan ligamen pergelangan kaki kiri usai diterjang Phil Jones di menit-menit akhir saat Tottenham dikalahkan Manchester United 0-1, akhir pekan lalu. Bomber Tottenham itu mesti mengenakan boot pelindung dan berjalan memakai kruk ketika menuju klinik untuk menjalani pemindaian.

Dalam sebuah pernyataan Tottenham mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, Kane harus absen tidak sebentar. Kane diperkirakan baru akan comeback pada dua bulan ke depan.


“Setelah pemeriksaan awal, kami bisa memastikan bahwa @HKane (merujuk pada akun Twitter Kane-red), mengalami kerusakan otot ligamen pada pergelangan kaki kirinya, yang dialami pada pertandingan hari Minggu. Dia akan terus dipantau oleh staf medis kami seiring dengan dia memulai proses rehabilitasi dan diprediksi akan kembali berlatih pada awal Maret,” bunyi keterangan yang dikutip Telegraph.

Dengan demikian, penyerang internasional Inggris itu sepertinya akan melewatkan dua leg laga babak 16 besar Liga Champions melawan Borussia Dortmund.

Selain itu, Kane juga tidak akan bisa bermain di pertandingan leg kedua semifinal Piala Liga melawan Chelsea pada 24 Januari. Andai Spurs mampu lolos ke final pun, Kane masih akan absen karena laga akan digelar pada pekan terakhir bulan Februari.

Di Premier League, Kane akan melewatkan sejumlah pertandingan Liga Inggris termasuk melawan Chelsea dan Arsenal.

Spurs layak cemas karena selama ini Kane selalu diandalkan sebagai ujung tombak utama. Di musim ini saja, Kane telah mengemas 20 gol dalam 31 penampilannya di seluruh kompetisi. Tidak hanya itu, kekuatan Spurs akan semakin berkurang karena Son Heung-min juga tengah dipanggil ke timnas Korea Selatan untuk tampil di Piala Asia.

(rin/raw)


Solskjaer Punya Taktik Jitu, Gelandang MU Yakin Raih Kemenangan Ketujuh

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) mencatatkan enam kemenangan beruntun setelah mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 1-0 di Wembley Stadium, Minggu (13/1/2019) dalam lanjutan Liga Inggris. Gol semata wayang MU dicetak oleh Marcus Rashford.

Kegemilangan MU mencatatkan enam kemenangan beruntun berkat taktik jitu dari Ole Gunnar Solskjaer. Kejituan Solskjaer dalam meramu taktik untuk Setan Merah, julukan MU, terbukti saat meraih kemenangan atas Spurs.

“Saat melawan Spurs, manajer memberi tahu kami kalau di awal pertandingan akan berjalan sulit untuk melakukan umpan pendek. Dia mengatakan, lebih mudah jika kami mengubah permainan ke sisi lapangan. Dari sanalah kami menemukan ruang,” ucap gelandang MU, Ander Herrera, dikutip dari situs resmi klub.

Di Wembley Stadium, Setan Merah menciptakan 10 peluang, tujuh di antaranya on target. Paul Pogba dan kawan-kawan juga menguasai ball possession sebesar 44 persen.

“Kami berhasil mencetak gol karena rencana permainannya. Sebenarnya, hingga menit ke-60, kami bisa saja membuat skor menjadi 2-0, tapi kami melewatkan beberapa peluang,” ujar gelandang MU berusia 29 tahun itu.

2 dari 3 halaman

Bidik Kemenangan Ketujuh

Dengan taktik jitu dari Solskjaer, Herrera optimistis meraih kemenangan ketujuh beruntun. Di laga selanjutnya, Setan Merah akan menghadapi Brighton di Old Trafford, Sabtu (19/1/2019).

“Kami memang sudah meraih (kemenangan) yang keenam, tapi harus tetap membumi. Sekarang kami sedang mencoba untuk mengalahkan Brighton dengan kerendahan hati,” kata Herrera.

“Saya rasa semua pemain sedang termotivasi. Terlebih, kami tidak memulai liga dengan sangat baik sehingga kami masih memiliki jalan panjang untuk mencapai empat besar,” ujar Herrera menambahkan.

3 dari 3 halaman

Klasemen Liga Inggris


Saksikan video pilihan berikut ini:

Rashford Lewati Pencapaian Ronaldo dan Henry di Usia 21 Tahun

Liputan6.com, Jakarta Marcus Rashford kian bersinar bersama Manchester United (MU). Pemain berusia 21 tahun itu digadang-gadang bakal jadi striker hebat di masa mendatang. 

Rashford mencuri perhatian publik setelah mencetak gol tunggal kemenangan MU atas Tottenham Hotspur pada pekan ke-22 Premier League, akhir pekan lalu. Itu menjadi gol keempat Rashford dari enam laga sejak kedatangan Ole Gunnar Solskjaer.

Sepanjang musim ini, Rashford sudah mencetak delapan gol di semua ajang. Total, ia sudah menjaringkan 40 gol dari 149 penampilan bersama tim utama Manchester United.

Torehan gol Rashford lebih baik dari legenda Arsenal, Thierry Henry, dan bomber Juventus, Cristiano Ronaldo, saat masih berusia 21 tahun. Bahkan, Henry dan Ronaldo tidak sampai mencetak 30 gol.

Henry memang belum menjelma jadi striker haus gol saat masih berusia 21 tahun. Kala itu, ia hanya 28 kali menggetarkan gawang lawan dari 150 pertandingan.

Namun, karier sepak bolanya melesat saat diasuh Arsene Wenger di Arsenal. Mantan pemain AS Monaco dan Juventus itu berhasil mencetak 329 gol sepanjang kariernya.

Sedangkan Ronaldo hanya bisa mencetak 25 gol dari 150 penampilan. Namun, hal itu bisa dimaklumi karena berbeda dengan Rashford , CR7 pada awal kariernya bermain sebagai winger.

Selama berseragam MU, Ronaldo mencetak 118 gol dari 292 pertandingan. Saat ini, pemain asal Portugal itu telah mengemas 586 gol.

Sumber: Squawka/Bola.com

Saksikan juga video menarik di bawah ini:


Pogba Lebih Percaya Solskjaer di MU ketimbang Mourinho

Liputan6.com, Manchester – Mantan Gelandang Manchester City, Yaya Toure mengomentari peningkatan permainan Paul Pogba di Manchester United (MU). Toure menilai, Pogba kini lebih punya kepercayaan kepada manajernya, Ole Gunnar Solskjaer ketimbang Jose Mourinho.

“Sejujurnya, saya kira Pogba sekarang lebih punya kepercayaan kepada manajernya. Manajernya telah menempatkannya di situasi bahwa ia lah bosnya,” kata Toure seperti dilansir Sky Sports.

Pogba menjadi salah satu sosok kunci kebangkitan MU di bawah Solskjaer. Bintang asal Prancis itu dianggap telah kembali ke permainan terbaiknya.

Ini berkebalikan saat MU dilatih Mourinho. Alih-alih jadi tulang punggung, Pogba justru adalah pemain pesakitan.

Taktik defensif Mourinho dianggap menahan potensi Pogba. Sang pemain pun sempat protes dengan taktik manajer asal Portugal tersebut. Protes itu lalu membuat hubungan Pogba dan Morinho renggang.

Padahal, Toure menilai Pogba adalah pemain yang harus punya koneksi bagus dengan manajernya. “Dia adalah pemain ynag ingin punya koneksi dengan manajernya, dipercaya, dan diminta untuk maksimal,” kata Toure.

2 dari 3 halaman

Berbeda Tipe

Lebih lanjut, Toure pun menganggap Pogba tak bisa dibandingkan dengan gelandang lainnya, termasuk dirinya. Menurut Toure, dia adalah gelandang yang menyukai tantangan.

“Pemain seperti saya, saya hanya ingin memberikan dan memproduksi lebih. Saya suka tantangan. Anda tidak bisa mengatakan Pogba harus menjadi Kante atau Matuidi, itu tidak mungkin,” kata Toure.

MU saat ini berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan 41 poin. Pogba dan kawan-kawan hanya terpaut enam poin dari peringkat keempat, Chelsea.

3 dari 3 halaman

Klasemen Liga Inggris

Ancelotti Bantah Koulibaly Ingin ke MU

Jakarta Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, membantah kabar Kalidou Koulibaly tidak bahagia berada di timnya. Ancelotti yakin Koulibaly tidak akan hengkang dan melanjutkan kariernya bersama Manchester United.

Pemain 27 tahun tersebut santer dikabarkan masuk dalam daftar belanja MU pada bursa transfer Januari 2019. Kalidou Koulibaly dianggap sebagai solusi ideal untuk mengatasi rapuhnya lini belakang The Red Devils.

Sang pemain pun disebut-sebut berminat untuk hengkang ke Inggris dan membela Manchester United. Apalagi, Koulibaly kerap menerima perlakuan rasis dari suporter di Italia.

Teranyar, dia mendapat perlakukan tak pantas tersebut ketika Napoli kalah 0-1 dari Inter Milan pada laga pekan ke-18 Serie A di Giuseppe Meazza, 27 Desember 2019.

“Di Inggris mereka menulis jika Koulibaly dapat pergi (ke Manchester United) karena masalah rasisme, saya kira tidak. Koulibaly bahagia di Naples,” ujar Ancelotti.

“Dia kesal seperti yang lain, tetapi itu tidak akan menjadi pemicu yang membuat dia pergi. Koulibaly tidak pernah memperlihatkannya, dia ingin tinggal di Naples dan di Italia, negara yang sangat dia sukai,” papar Carlo Ancelotti.

Sumber: Sportsmole

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.

Gagal Kalahkan MU, Son Heung-min Langsung Fokus di Piala Asia 2019

Jakarta Striker Korea Selatan, Son Heung-min, telah tiba di Dubai, Senin (14/1/2019), untuk bergabung dengan negaranya di Piala Asia 2019. Satu hari sebelumnya, Son baru gagal membawa Tottenham Hotspur mengalahkan Manchester United di Premier League.

Son bertolak setelah kekalahan 0-1 Spurs dari Manchester United di Wembley Stadium pada Senin dini hari WIB. Kehadirannya juga sudah sesuai kesepakatan Spurs dengan Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA).

Spurs meminta Son absen dalam dua laga penyisihan Grup C Piala Asia 2019 sebagai kompensasi keikutsertaannya di Asian Games 2018.

Tanpa Son, Timnas Korea Selatan mampu melewati dua laga, masing-masing melawan Filipina (7/1/2019) dan Kirgizstan (11/1/2019), dengan skor identik 1-0.

Kini the Taeguk Warriors berada di peringkat kedua klasemen Grup C dengan poin enam, di bawah China yang jadi pemuncak sementara berkat keunggulan selisih gol.

“Kami di sini untuk memenangi turnamen, tak hanya sekadar lolos dari fase grup,” kata Son dalam sesi konferensi pers di Yas Island Hotel, Abu Dhabi, Senin (14/1/2019).

“Kami harus berkorban hal itu terwujud. Dan tak peduli siapa lawan kami, kami harus berpikir mereka lebih kuat dari kami. Mindset seperti itu bisa berimbas besar di lapangan,” imbuhnya.

Dengan poin sama, enam, dan hanya dibedakan selisih gol, pertandingan terakhir di Grup C menjadi penentu di antara kedua tim, siapa yang akan lolos ke 16 besar dengan status juara grup.

Namun, hingga sekarang belum dipastikan apakah pelatih Timnas Korea Selatan, Paulo Bento, akan memainkan Son pada kontra China. Bento menyebut akan melihat kondisi terkini Son, yang dianggap sudah cukup sibuk dengan agenda yang diikutinya sejak tampil di Piala Dunia 2018.

2 dari 2 halaman

Ingin Tak Merepotkan

Terkait itu, Son juga menyerahkan keputusan pada sang pelatih, apakah ia akan diturunkan atau tidak, saat menghadapi China, Rabu (16/1/2019).

“Masih ada waktu tersisa hingga pertandingan, dan saya pikir kami tak harus membuat keputusan sekarang. Saya akan fokus pada recovery di sisa waktu yang ada. Saya baru saja bermain semalam, jadi saya bohong jika saya berkata tidak lelah,” tutur pemain 26 tahun itu.

Yang menarik, Son sudah terbiasa bermain setiap tiga hari sekali bersama Tottenham dan pola sama juga kebetulan diterapkan pada laga melawan China.

“Saya sudah terbiasa dengan pola seperti itu dan saya akan baik-baik saja seandainya bermain pada laga itu. Kami memenangi dua laga pertama dan saya gabung dengan tim pada saat yang penting. Saya ingin bermain bagus,” ujarnya.

Son juga menegaskan kehadirannya bukan lantas jadi tumpuan Timnas Korea Selatan di Piala Asia 2019. Son berkeras, dibutuhkan lebih dari sekadar kemampuan individu untuk meraih prestasi besar.

“Tak ada pemain yang bisa membuat perbedaan besar, dan bahkan saya tak berada dalam level itu. Saya hanya berharap tidak akan membuat segala sesuatunya sulit buat rekan satu tim,” lanjutnya.

Sumber: Yonhap