Horor Muka Kuning Bagi Pemancing Batam

Liputan6.com, Batam – Telaga atau danau nyaris semua daerah di Indonesia memiliki. Biasanya telaga-telaga alam selalu dekat hutan karena menjadi sumber air. Tak heran jika tempat-tempat semacam itu dianggap angker dan menjadi tempat bermukim para lelembut.

Di Batam ada sebuah danau yang dianggap angker. Danau ini sering menelan korban, dimana rata-rata pengunjungnya menghilang dan baru ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Adalah Telaga Muka Kuning di Bukit Daeng.

Danau Muka Kuning ini letaknya di jalur utama Batam Centre-Batu Aji. Keangkeran tempat ini sering pula dihubungkan dengan seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi.

Menurut Heri, salah satu warga, pihaknya sering mendapat laporan adanya pemancing yang hilang. Sebagai warga ia sering dimintai tolong ikut mencari jika ada pemancing atau pengunjung.

“Seringnya, kalau ada orang mancing di Muka Kuning itu kalau hilang susah ditemukan,” kata Heri.

Menurut Heri jika ada korban yang sulit ditemukan, maka salah satu orang yang ikut dalam pencarian itu harus menyalakan api (obor) di tengah danau.

“Biasanya kalau sudah menyalakan api tidak berselang lama ditemukan,” katanya.

Dam Muka Kuning atau Danau Muka Kuning saat ini ditutup bagi pemancing. Selain mencegah kecelakaan air, danau tersebut sekarang dijadikan sumber air bersih di wilayah Batam.

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Api Menyala, Jenasah Muncul

Andi Winarta, warga yang lain menuturkan bahwa selain pernah memiliki catatan seram dengan banyaknya orang tenggelam, ada juga pengguna jalan yang sering mengalami kecelakaan di sekitar telaga Muka Kuning.

“Saya nggak tahu itu makhluk halus atau bukan, tapi saya pernah melihat saat pulang tengah malam ada sesosok laki laki tua menyebrang jalan. Anehnya, saat saya ada di dekatnya laki-laki itu sudah nggak ada dan di kejauhan kelihatan ada bayangannya masuk ke telaga,” kata Andi.

Andi penasaran, ia kemudian turun dan mengarahkan lampu sepeda motornya ke arah bayangan itu.

“Tapi nggak ada apa-apa. Saya juga nggak merasa seram. Entahlah itu apa, tapi keesokan harinya trus ada yang kecelakaan di lokasi itu dan meninggal,” kata Andi.

Kisah lain terjadi pada tahun 2015, dimana ada anak-anak yang sedang bermain di kawasan itu. Entah kenapa, tiba-tiba salah satu dari mereka terpisah dan langsung hilang. Teman-temannya panik.

“Waktu itu adik saya hanya bisa SMS saja. Ia mengabarkan temannya hilang. Lalu saya telpon tapi nggak bisa,” kata Agung, warga lainnya.

Berdasar SMS yang hanya menyebutkan ada di telaga Muka Kuning, maka Agung mengajak teman lainnya mencari. Lebih dari tiga jam mereka mencari tak juga ketemu. Kemudian mereka melapor ke polisi.

“Kami kemudian diantar sesepuh warga sini dan polisi. Malamnya, kami berperahu ke tengah dan menyalakan obor. Tiba-tiba ketika kami kembali, teman adik saya sudah terdampar di pinggir danau tempat kami menaruh perahu,” kata Agung.

Teman adiknya ditemukan sudah meninggal dunia. Rambutnya berlumur lumpur.

“Padahal ia seperti orang yang tidur di pinggir. Jadi aneh saja,” katanya.

Waktu berganti, tempat itu tetap tak terganti. Yang jelas saat ini situasinya lebih aman karena adanya larangan memancing. Kecelakaan juga semakin jarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *