[Cek Fakta] Hoaks Menteri Agama Revisi Surat Al Kafirun

Liputan6.com, Jakarta – Kabar tentang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang mengganti terjemanan Surat Al Kafirun dalam Alquran menjadi non muslim,viral di media sosial.

Kabar ini bermula dari adanya artikel berjudul ‘Menag: Revisi Terjemahan Al Quran Siap Dicetak, Surah Al Kafirun Sudah Kami Ganti Dengan Kata Non Muslim‘ yang dimuat dalam situs operain.blogspot.com.

Gambar tangkapan layar artikel itu kemudian beredar luas di facebook. Satu di antaranya yang dibagikan oleh akun Mj Abdul pada Jumat 15 Maret 2019 lalu. Selain itu, akun ini juga menambahkan sebuah narasi dalam konten yang diunggahnya.

TERJEMAHAN ALQUR’AN SAJA BISA DIREVISI APALAGI UU. sadarlah saudaraku Se muslim . Ditangan mu saat pemilu nanti agama kita bisa dihargai

Harapan saya, pada tahun 2019, revisi terjemah Al Quran sudah selesai, hingga Al Quran ini bisa dicetak dan dipakai masyarakat,” kata Lukman kepada Tim Revisi Terjemahan Al Quran yakni Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran, Badan Litbang Kementerian Agama di kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta

Menurutnya, terjemahan Al Quran agar sesuai dengan bahasa dan situasi terkini. “Ini bukan pekerjaan mudah, butuh ketekunan dalam melihat dan mencermati kata perkata, ayat per ayat bahkan hubungan antara satu ayat dengan ayat lain, baik dalam satu surat maupun dengan surat lainnya,” ujarnya.

Lukman menambahkan, banyak ayat dalam Al Quran yang mempunyai makna dinamis dan mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi. “Saat ini, setiap tahunnya, rata-rata 4,5 juta Al Quran terjemahan Kemenag dicetak.

Baca Juga: Menhan: Jika masih ada Ulama Atau Ustadz Bilang Kafir Saat Ceramah, Silahkan Laporkan

Al Quran mulai diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sejak KH Saifuddin Zuhri menjadi Menteri Agama, tepatnya pada tahun 1965 dan hingga kini, terus mengalami revisi untuk menyesuaikan dengan perkembangan bahasa, materi dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Sementara KH Malik Madany yang mewakili Tim Revisi menyatakan akan berupaya menghadirkan terjemahan Al Quran yang efektif dan efisien.

Al Quran terjemahan dari Indonesia dipergunakan pula di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei dan lain sebagainya. “Dari Juz 1 hingga 2, ada 27 kata atau arti yang hendak dibakukan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia,” kata Malik Madany.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Kabalitbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud, Anggota Tim Revisi antara lain KH A Malik Madany, Rosihan Anwar, Ahsin S, Muchlis Hanafi, Avdul Ghofur Maimun, Umi Husnul Khotimah, Zarkasi, Deny Hudaeny, Abdul Aziz Sidqi, Arum Ridiningsih, Imam Arif, Joni Syatri, Musaddad, serta Staf Khusus Menag Hadi Rahman dan Aly Zawawi.

Mengganti Surah Al KafirunIndonesia sebagai negara yang heterogen harus mengedepan sikap saling menghormati. Penyebutan kepada orang lain yang berbeda agama harus diperhatikan, agar jangan menggunakan kata yang bisa membuat orang lain tersinggung.

Menteri Agama (Menteri Agama) Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang merekomendasikan kepada umat Islam untuk menghindari menyebut orang orang non-muslim dengan kata kafir.

“Saya ingin garis bawahi ajakan itu rekomendasi dalam konteks kehidupan kita sebagai sebuah bangsa yang heterogen. Sehingga sebutan-sebutan kepada yang beda keimanan, keyakinan, agama itu tidak menggunakan sebutan yang berpotensi bisa diduga sesuatu sebutan yang tidak dikehendaki oleh yang disebut itu,” ujar Lukman di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Dia menuturkan, penyebutan kafir kepada non-muslim tergolong menyakiti. Keberagamaan merupakan suatu keniscayaan sehingga menghindari penyebutan istilah kafir untuk saling menghargai satu sama lain dan sangat penting bagi kerukunan antarumat beragama.

Menurutnya, setiap warga negara mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menjaga agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam keseharian. Ajakan PBNU itu untuk menghilangkan istilah kafir,” tulis Mj Abdul.

Konten yang diunggah Mj Abdul telah 127 kali dibagikan dan mendapat 48 komentar warganet.

Songsong Indonesia Emas, Polri Ajak Milenial Perangi Hoaks

Liputan6.com, Jakarta – Polri mengajak anak muda dan masyarakat umum untuk memerangi keberadaan berita bohong alias hoaks. Lewat acara bertajuk Milenial Antihoaks, institusi keamanan negara itu bekerjasama demi menyongosong Indonesia Emas 2045.

Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto menyampaikan, anak milenial menentukan terjadinya Indonesia Emas. Dengan kesadaran yang tinggi tentang bahaya hoaks, generasi muda bangsa punya andil dalam menjaga kedaulatan NKRI.

“Hoaks itu seolah-olah benar, baru, tengah-tengahnya disisipkan buat melakukan kejahatan. Jadi baca dulu, setelah dibaca baru kita nilai informasi ini manfaat nggak. Ada manfaatnya nggak kalau diteruskan ke orang lain,” tutur Ari Dono di Plaza Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Ari Dono meminta anak milenial mengingat kembali bagaimana sejarah kemerdekaan Indonesia. Seluruh elemen bangsa bersatu melawan penjajahan hingga akhirnya berhasil menang.

“Kalau kita ingat sejarah, kita ingin bersatu dan merdeka, perkembangan teknologi pesat. Saya sebagai orang tua berharap kepada anak-anakku generasi muda lanjutkan perjuangan ini, 100 tahun Indonesia atau Indonesia Emas, kalau kalian usia 17, 16, berarti 27 tahun lagi, 42, adalah usia produktif. Dalam menteri kabinet saat ini usia 40, 50,” jelas dia.

Untuk itu, jika anak milenial saat ini tidak bersikap memerangi hoaks dan malah tenggelam dalam berbagai informasi palsu, maka generasi tersebut berperan menggagalkan terwujudnya Indonesia Emas.

“Hoaks nggak baik, langgar UU ITE dengan ancaman hukuman dan denda miliaran. Intinya hoaks sesuatu nggak benar. Saya berharap ketika kita baca informasi tolong dibaca sampai habis jangan atasnya saja. Hoaks itu pembuat berniat ga baik, niatnya jahat nggak ada hoaks niat baik. Hoaks itu bohong sesuatu nggak baik dan dilarang agama,” Ari Dono menandaskan.

Bawaslu Sebut Banyak Media Abal-Abal Sebarkan Hoaks

Liputan6.com, Jakarta – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Mochammad Afiffudin mengatakan, penyebaran hoaks atau berita tidak benar tak lagi dalam bentuk spanduk atau sejenisnya. Tapi, penyebaran hoaks sekarang melalui media sosial yang gampang diakses masyarakat.

“Soal berita bohong sebelum Pemilu 2019 ini belum ada paparan tentang ini kalau berita bohong atau katakanlah berita negatif atau ujaran kebencian. Kalau itu ditempel di spanduk, sementara kalau spanduknya dicopot ya selesai misalnya hal-hal yang di Kebon Kacang kita ambil barangnya itu selesai,” kata Afif di Hotel Mercure, Bali, Jumat (15/3/2019).

“Tapi kalau ini menyebar di media sosial tidak akan selesai. Bahkan modus yang sekarang terjadi, begitu dibikin oleh media dengan tanda kutip media abal-abal, dicapture di medsos, medianya bisa segampang itu dibuang dan tidak bisa lagi di verifikasi. Dan ini adalah daya rusak bagi kami dalam kaitan dengan penyelenggaraan pemilu,” sambungnya.

Menurutnya, hal-hal seperti itu kini menjadi tantangan baru dalam memerangi pemberitaan tak benar atau hoaks. Dan itu juga memakan waktu yang ekstra bagi Bawaslu dan KPU.

“Ini menyita energi baik KPU maupun Bawaslu, tetapi sekaligus tantangan. Makanya di indeks kerawanan kami juga pemetaan kerawanan pemilu diantaranya diinisiasi oleh penyebaran hoaks,” ujar Afif.

Curhat Bawaslu Soal Hoaks Pemilu 2019

Demi menjawab rangkaian hoaks tersebut, Bawaslu berkomitmen menyelenggarakan pemilu dengan sebaik mungkin agar hasilnya pun bisa diterima publik. 

“Bawaslu memastikan kualitas hasilnya baik lewat prosesnya. Kalau diyakini proses penghitungan suara tidak ada kecurangan kan semua pihak bisa terima. Tapi kalau ada curiga, maka akan sangat mungkin disoal. Maka menjaga kualitas proses itu menjadi tugas Bawaslu,” kata Afif.

Terlebih, ketidakpercayaan masyarakat terhadap hasil pemilu, akan menimbulkan masalah lanjutan. Paling parah, pemilu mesti diulang dan hal itu sangat melelahkan bagi semua pihak, juga boros anggaran.

“Bagi penyelenggara, yang menang A atau B nggak masalah. Yang penting prosesnya bisa berjalan baik dan hasilnya bisa diterima semua pihak,” Afif menandaskan.

Panglima TNI: Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks

Liputan6.com, Jakarta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan saat ini bangsa Indonesia telah memasuki perkembangan baru, yaitu revolusi industri 4.0, karena itu jangan lagi mudah terprovokasi berita-berita hoak.

“Dengan perkembangan revolusi industri 4.0 ini, kita jangan lagi mudah terprovokasi oleh berita-berita hoax (bohong),” kata Panglima Hadi Tjahjanto dalam ceramah kebangsaan di hadapan para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Alkautsar Al Akbar Medan, Selasa malam, 12 Maret 2019.

Sebaliknya, menurut dia, dengan era revolusi industri 4.0 ini, harus semakin lebih bersatu untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Panglima TNI juga mengajak seluruh santri dan santriwati Ponpes Alkautsar Al Akbar untuk menjauhi ujaran kebencian.

“Ini kita lakukan bersama agar negara Indonesia menjadi negara makmur, gemahripah lohjinawi,” kata jenderal bintang empat itu seperti dikutip dari Antara.

Bikin Hoaks Korban Penyerangan, Aktor AS Jussie Smollett Dipidana

Liputan6.com, Chicago – Aktor asal Amerika Serikat, Jussie Smollett mengaku jadi korban penyerangan. Menurutnya, dua pria kulit putih melemparkan penghinaan bernada rasis dan homofobik kepadanya.

Larut malam, 29 Januari 2019, dia dalam perjalanan untuk membeli makanan dari dari toko sandwich Subway di Chicago.

Tak hanya serangan verbal. Kedua pria itu kemudian meninjunya, menuangkan zat kimia ke tubuhnya, bahkan melingkarkan tali tambang di lehernya. Sebuah perilaku yang merujuk pada panggantungan warga AS keturunan Afrika atas alasan rasial.

Menurut Smollett, saat insiden terjadi, para penyerangnya beberapa kali mengatakan, “ini adalah negara Maga.”

Maga adalah istilah yang merujuk pada slogan kampanye Presiden Donald Trump, “Make America Great Again Again”, demikian seperti dikutip dari BBC News, Sabtu (9/3/2019).

Sang aktor melapor pada polisi yang langsung menggelar penyelidikan.

Namun, para penyelidik tak bisa menemukan rekaman insiden itu, meski mereka telah memeriksa lebih dari 50 kamera pengawas di dekat tempat kejadian perkara (TKP). Juga tak ada saksi mata.

Meski demikian, para detektif mengidentifikasikan dua pria yang terekam di dekat TKP. Ola dan Abel Osundairo, yang ternyata bersaudara, terbang ke Nigeria pasca-kejadian. Sekembalinya dari sana, mereka ditahan hampir selama 48 jam.

Aparat mengatakan, keduanya kemudian dibebaskan tanpa sangkaan setelah memberikan informasi yang mengubah jalannya penyelidikan 180 derajat. 

Salah satu dari mereka adalah pelatih kebugaran pribadi Smollett, dan keduanya bekerja sebagai figuran di serial televisi Empire yang dibintangi sang aktor.

Polisi mengatakan, mereka memiliki cek, yang ditandatangani Smollett, yang menunjukkan bahwa ia setuju untuk membayar mereka sebesar US$ 3.500.

Inspektur Kepolisian Chicago, Eddie Johnson mengatakan, Smollett mengatakan pada salah satu dari kedua pria yang sempat ditahan bahwa ia ‘tak puas’ dengan gajinya sebagai aktor di serial televisi Empire.

Menurut Huffington Post, ia dibayar US$ 65 ribu per episode sebagai salah satu peran utama.

Belakangan, pengakuan Jussie Smollett bahwa ia adalah korban penyerangan terbukti dusta besar. Diduga, hoaks itu ia ciptakan untuk mendongkrak ketenaran.

Dalam konferensi pers, Inspektur Eddie Johnson menyebut skema yang dirancang sang aktor sebagai aksi memalukan.

“Kok bisa ada seseorang, terutama warga AS keturunan Afrika, menggunakan simbol tali gantung untuk membuat tuduhan palsu. Bagaimana bisa seseorang menggunakan kebencian dan penderitaan yang terkait dengan simbol itu dan melihatnya sebagai peluang memanipulasinya untuk meningkatkan ketenaran,” kata dia.

Inspektur Johnsin juga menuding Smollet mengambil keuntungan dari rasa sakit dan kemarahan terkait rasisme untuk meningkatkan karirnya sebagai artis.

Alih-alih menuai simpati, plot Jussie Smollett justru membuatnya bermasalah dengan hukum. Aktor 36 tahun itu juga telah diberhentikan dari serial televisi Empire yang ia bintangi bulan lalu.

Menkominfo: Jumlah Berita Hoaks Tervalidasi Terus Bertambah

Liputan6.com, Solo – Jumlah berita hoaks atau informasi bohong yang tervalidasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus bertambah sejak pertengahan 2018.

“Sekarang kami sisir terus karena menangani hoaks tidak mudah,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara, di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu (9/3/2019).

Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, pada Agustus 2018, jumlah hoaks yang teridentifikasi dan sudah divalidasi ada 25 berita. Sedangkan pada September naik sebanyak 27 berita.

“Sedangkan bulan Oktober naik 53, November 63, Desember 75, Januari 175, dan di bulan Februari ada sebanyak 353 hoaks,” tutur Rudiantara seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan, angka tersebut adalah yang sudah divalidasi bahwa berita tersebut memang hoaks atau sudah disandingkan dengan faktanya. “Kalau tidak nanti saya dikira yang bilang hoaks. Sejauh ini, paling banyak atau 181 dari 700-an hoaks tadi adalah politik. Jadi memang makin ke sini makin banyak,” lanjut dia.

Oleh karena itu, Kemenkominfo terus berupaya agar hoaks tidak dikonsumsi oleh lebih banyak orang. Salah satunya dengan meminta partisipasi masyarakat khususnya mahasiswa.

Ulama Muda Pendukung Jokowi Gelar Istigosah Tangkal Hoaks dan Fitnah

Liputan6.com, Jombang – Relawan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Sawawi) Jawa Timur, menggelar acara konsolidasi dan istigosah guna menangkal isu hoaks dan fitnah yang ditujukan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, tepatnya di sekitar makam pendiri NU, KH Wahab Chas bulla. Hadir dalam acara tersebut, relawan samawi zona metropolis, Nganjuk, dan Jombang. Selain itu, sejumlah pengurus Kornas Samawi pusat juga hadir.

Koordinator juru bicara Kornas Samawi Rizavan Shufi Thoriqi menjelaskan, Samawi merupakan wadah bagi ulama muda dan santri yang mendukung Jokowi – Ma’ruf. Relawan tersebut sudah dideklarasikan di 10 provinsi, termasuk Jawa Timur.

“Beberapa provinsi yang sudah ada meliputi Jatim, Jateng, DKI Jakarta, Banten, NTB, NTT dan beberapa provisi lainnya,” tutur Rizavan, Rabu (6/3/2019).

Dia menjelaskan, istigosah yang dilakukan Samawi untuk menyejukkan suasana Pilpres 2019 yang mulai memanas, bahkan ada yang menyebut gelaran pilpres layaknya perang badar.

“Padahal pilpres adalah pesta demokrasi yang seharusnya sejuk dan kesenangan bagi kita semua, untuk itu istigosah sangat diperlukan,” ucap Rizavan.

2 dari 3 halaman

Terjunkan Tim ke Lapangan

Rizavan mengatakan, pihaknya menerjukan tim ke lapangan guna menyampaikan fakta dan keberhasilan Jokowi secara langsung dari pintu ke pintu.

“Kita punya relawan yang sudah door to door kemasyarakat, untuk menyampaikan fakta yang sesungguhnya bukan pepesan kosong,” ujar dia.

Rizavan juga menargetkan 70 persen kemenangan untuk pasangan Jokowi – Ma’ruf di Jawa Timur.

Selain para santri dan pengurus Samawi Mojokerto, Jombang, Nganjuk, istigosah dan doa bersama tersebut juga dihadiri ulama muda yang juga salah satu pengasuh di PPBU, Hanan Majdi atau Gus Hanan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini

Moeldoko: Hoaks dan Fitnah Tak Turunkan Elektabilitas Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko mengklaim serangan hoaks dan fitnah tak membuat elektabilitas Jokowi turun.

Namun, dia mengaku hoaks dan fitnah yang beredar di masyarakat cukup mengganggu kerja timnya.

“Enggak, turun si enggak, cuma kan terganggu,” kata Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Moeldoko meminta agar masyarakat dapat melawan penyebaran hoaks. Pasalnya, menurut dia, pola kampanye hitam saat ini seperti dilaksanakan secara masif di daerah-daerah.

“Makanya presiden dalam setiap kesempatan mengatakan sekian persen orang percaya, hembusan hembusan fitnah itu. Makanya kita juga harus bereaksi,” ujar Moeldoko.

Sebelumnya, menjelang Pilpres pada April 2019 mendatang, hoaks dan fitnah terus menyerang kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, salah satunya capres petahana Joko Widodo atau Jokowi. Selain dituduh sebagai anggota PKI, Jokowi juga sering dituding mengkriminalisasi ulama dan antek asing.

2 dari 2 halaman

Viral Video Kampanye Hitam

Belum hilang isu tersebut, Jokowi kemudian diserang dengan isu azan tak akan berkumandang apabila dirinya terpilih menjadi Presiden. Baru-baru ini, muncul video viral emak-emak yang menuding Jokowi akan menghapus mata pelajaran agama di sekolah.

Berikut isi pembicaraan video itu:

Kita pikirkan nasib agama kita, anak-anak kita. Walau kita yang tidak menikmati, tapi 10, 5 tahun ke depan ini apa kita mau pelajaran agama di sekolah dihapus oleh Jokowi bersama menteri-menterinya. Itu kan salah satu programnya mereka. Yang pertama pendidikan agama dihapus dari sekolah-sekolah. Terus rencana mereka, menggantikan pesantren menjadi sekolah umum“.


Saksikan video pilihan berikut ini:


Tim Jokowi Sebut Hoaks ke Petahana untuk Tutupi Kelemahan Kubu Lawan

Liputan6.com, Jakarta – Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, hoaks yang dibuat untuk menyerang pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, hanya untuk menutupi kelemahan lawan. 

“Sehingga isu Pak Jokowi dan Ma’ruf menjaga jarak dengan Islam, justru karena mereka lemah di situ. Isu LGBT justru kita lihat, fakta-fakta yang kuat di mana? Sehingga dalam konteks ini mari kita luruskan jangan menebar isu, padahal mereka sendiri yang menjadi bagian dari persoalan-persoalan tersebut, kemudian dilimpahkan pada Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin,” ucap Hasto di kediaman Ma’ruf Amin, Jalan Situbondo, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Ekonomi, Lukmanul Hakim, mendapat penugasan khusus dari calon wakil presiden Ma’ruf Amin untuk meluruskan hoaks dan fitnah yang menyerang petahana.

Adapun tugas itu akan menjelaskan kepada publik terkait serangan – serangan yang bersifat pribadi. Rencananya dalam waktu dekat, Lukmanul yang kini bagian tim kampanye nasional, akan bersama rombongan ikut safari kebangsaan untuk berkunjung ke Provinsi Aceh, esok hari.

“Terutama kita akan meluruskan atau menyampaikan beberapa fitnah atau hoaks yang terutama mengarah kepada Pak Jokowi secara pribadi, ataupun kepada Pak Kyai Ma’ruf secara langsung juga secara pribadi. Dan kita akan coba sampaikan apa fakta yang sesungguhnya,” kata Lukmanul.

2 dari 3 halaman

Pecah Belah

Dalam kesempatan itu, dia juga membawa misi yang kerap didengungkan oleh Ma’ruf. Ma’ruf selalu berpesan di berbagai kesempatan bahwa berdirinya Indonesia adalah hasil sebuah kesepakatan bersama.

Berbeda pilihan politik belakangan ini telah menyebabkan masyarakat terpengaruh oleh hoaks dan fitnah yang ujung dapat memecah belah masyarakat.

“Bahkan fitnah- fitnah yang sudah sangat ekstrem sampai mengatakan bahwa pemilihan ini dimenangkan oleh calon nomor 01, maka agama Islam akan lenyap begitu kan, kemudian bahwa LGBT juga akan disahkan, atau semua yang bertentangan dengan agama itu akan menjadi sesuatu yang legal. Itu harus kita luruskan,” pungkas Lukmanul.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: