Tak Ada Gajah yang Mau Dijajah

Liputan6.com, Bandar Lampung – Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Agus Wahyudiono mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu habitat gajah atau mengusirnya secara sembarangan ketika kawanan itu memasuki permukiman.

“Masyarakat yang ada jangan sampai mengganggu kawanan gajah, bila tidak mau kawanan gajah ini merusak rumah, perkebunan dan pertanian warga,” kata Agus saat dihubungi dari Bandarlampung, Jumat (22/2/2019), dilansir Antara.

Menurut dia, sering keluar dan masuknya kawanan gajah ke permukiman warga karena mereka merasa terganggu dengan keberadaan manusia di habitatnya, terutama memberikan dampak keterbatasan makanan.

Selain itu, masyarakat juga jangan gegabah saat mengusir kawanan gajah yang masuk ke permukiman warga. Kalau perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas yang ada agar tidak memakan korban.

“Masyarakat jangan suka gegabah untuk mengusir kawanan gajah yang ada, karena bisa membahayakan warga,” katanya.

Sebelumnya, kawanan gajah liar kembali masuk ke perkebunan serta merusak puluhan hektare tanaman di sawah yang berada di Pekon (Desa) Roworejo, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.

“Iya tadi sore kawanan gajah kembali masuk dan merusak lahan perkebunan dan pertanian milik warga termasuk sawah,” ujar Eko, salah seorang warga saat dihubungi dari Bandarlampung, Sabtu, pekan lalu.

Menurut dia, kawanan gajah sudah hampir dua pekan menginap di lahan perkebunan dan pertanian milik warga di Pekon Roworejo, Kecamatan Suoh, Lampung Barat.

Dia menerangkan, para pemilik lahan perkebunan dan pertanian hanya dapat melihat dari jarak terdekat sekitar 50 meter.

“Kami hanya bisa melihat dari jarak 50 meter saja. Dan belum berani mendekat, karena tidak mau mengambil risiko,” katanya.

Eko menjelaskan, puluhan gajah ini sudah hampir satu bulan menginap di dekat permukiman warga dan sampai saat ini kawanan gajah tersebut berpindah dari pekon satu ke pekon lainnya.

“Bila diusir dari pekon Roworejo maka akan berpindah ke pekon lainnya. Karena hutan ini dikelilingi oleh rumah penduduk,” ungkapnya.


Simak video pilihan berikut ini:

Tanah Bergerak Setiap 30 Menit, Warga Banyumas Terbayang Longsor Masa Lalu

Liputan6.com, Banjarnegara – Menilik riwayatnya, Banjarnegara diwarnai kisah pedih longsor kolosal. Dan 70 persen wilayah di kaki pegunungan Dieng ini memang rawan gerakan tanah.

Bencana longsor seringkali mengejutkan terjadi di Banjarnegara. Pada 2006, Dusun Gunung Raja Desa Sijeruk Kecamatan Banjarmangu lenyap dalam sekejap. Ada 76 orang meninggal dunia, 14 lainnya tak ditemukan.

Kemudian, empat tahun lalu, Dusun Jemblung Desa Sampang Karangkobar luluh lantak diterjang longsor. Seratusan lebih warganya meninggal dunia atau hilang tertimbun material longsoran.

Hingga saat ini, longsor dan gerakan tanah berkala kecil dan besar datang silih berganti. Salah satunya di Dusun Kali Entok Desa Kebutuh Jurang Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara.

Gerakan tanah yang terjadi secara bertahap dilaporkan merusak 22 rumah. Akibatnya, 25 keluarga yang terdiri dari 83 jiwa mengungsi.

Dan ke-25 keluarga itu mengungsi di 11 titik pengugsian. Sebagian besar mengungsi ke rumah saudara, atau ditampung tetangga, dan di tetangga desa, Duren.

“Jadi sekarang masih mengungsi. Kalau kita tahapannya sedang validasi data. Kalau jumlahnya masih seperti kemarin,” kata Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) BPBD Banjarnegara, Arif Rachman, Kamis sore, 21 Februari 2019.

Kisah longsor besar yang sampai menewaskan puluhan hingga ratusan orang membuat warga Kebutuh Jurang trauma. Positifnya, riwayat bencana Banjarnegara membuat mereka waspada.

Arif tak menyalahkan warga yang traumatik. Hanya saja, berdasar pendataan lapangan oleh petugas BPBD dan pemerintah desa Kebutuh Jurang, jumlah rumah rusak sebenarnya hanya 15 unit. Lainnya baru terancam longsor.

2 dari 3 halaman

Kontur Tanah Berisiko Longsor Cepat

Berdasar kajian geologi dan pemetaan longsor, tujuh rumah yang penghuninya turut mengungi sebenarnya berada di luar zona merah. Karenanya, pekan ini BPBD akan mensosialisasikan kepada para pengungsi agar yang rumahnya masih aman bisa kembali ke rumahnya.

Adapun 15 rumah yang terdampak langsung dan terancam agar bertahan di pengungsian untuk sementara waktu.

“Pekan ini kami akan mengumpulkan untuk memberi penjelasan. Bagi yang kondisinya masih ini (relatif) aman, disarankan pulang, karena hanya euforia ketakutan ya lebih baik pulang lah,” dia menerangkan.

Rencananya, dalam waktu dekat hasil kajian geologi, pemetaan dan rekomendasi Badan Geologi itu akan dilaporkan kepada Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono untuk segera ditindaklanjuti.

“Pertama, rumah yang terdampak langsung, begitu kan, jumlahnya ada sekitar 15 rumah. Karena kita sudah ada peta geologinya yang akan kita laporkan kepada Pak Bupati,” dia menambahkan.

BPBD juga telah memasang early warning system (EWS) atau alat peringatan dini longsor dan gerakan tanah di mahkota longsoran. BPBD juga mendirikan posko pantau bencana di sekitar area gerakan tanah untuk memantau pergerakan tanah untuk mengantisipasi gerakan tanah yang membahayakan.

Dia menjelaskan, sifat longsoran di Kebutuh Jurang adalah rayapan tanah (creep). Akan tetapi, menilik kontur tanahnya yang curam dan curah hujan tinggi, gerakan tanah bisa bertambah cepat dan bisa pula bersifat jatuhan.

3 dari 3 halaman

Tanah Bergerak 2 Sentimeter Tiap Setengah Jam

Nun di Kabupaten Banyumas, gerakan tanah di Grumbul Kalisalak RT 3/5 Desa Karangbawang Kecamatan Ajibarang kembali terjadi. Akibatnya, dua keluarga terpaksa mengungsi.

Sebelumnya, di lokasi yang sama, empat rumah harus direlokasi lantaran gerakan tanah terus berlangsung sejak akhir 2018. Kini, gerakan tanah kembali merusak dua rumah yang dihuni empat jiwa, yakni rumah milik Sukardi (68 th) dan Sumardi (70 th).

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo mengatakan, sementara ini Sukardi dan istri mengungsi ke rumah anaknya, Warkiman yang berada di lokasi lebih aman. Adapun Sumardi dan istrinya mengungsi ke saudara lainnya, Suryati.

Kusworo mengemukakan, tanah kembali bergerak setelah Banyumas diguyur hujan lebat berhari-hari. Diukur dengan alat sederhana, dalam waktu setengah jam tanah bergeser sekitar dua sentimeter.

Gerakan tanah membuat tanah retak-retak dan ambles berkisar 70 sentimeter hingga satu meter. Akibatnya, lantai dan dinding rumah retak-retak parah.

Sebelumnya, gerakan tanah di lokasi yang sama juga telah merusak empat rumah. Keempat keluarga itu telah direlokasi secara bertahap sejak akhir 2018 hingga Januari 2019.

“Tanah terus bergerak, pelan tapi pasti. Mulai Kamis,” kata Kusworo.

Ia juga mengimbau agar warga lainnya mewaspadai kemungkinan meluasnya gerakan tanah. Pasalnya, bidang tanah miring, labil dan curah hujan masih tinggi.

“Dan tadi, kita juga memasang early warning system tradisional, sederhana menggunakan tali. Dalam waktu kurang lebih setengah jam, tanah bergerak sekitar dua sentimeter, jalannya,” dia mengungkapkan.

Saksikan video pilihan berikut:

HEADLINE: MRT Jakarta, Ikon Baru yang Terwujud Setelah Penantian 34 Tahun

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK tampak semringah. Tiba di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu 20 Februari 2019 pukul 10.30 WIB, JK dan rombongan langsung naik kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta menuju Stasiun Lebak Bulus. Sepanjang perjalanan, JK tampak menikmati moda transportasi baru Ibu Kota ini.

Didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, JK tak hanya menjajal rasanya jadi penumpang. JK yang mengenakan batik panjang dan bertopi hitam itu juga duduk di kursi masinis saat kereta kembali menuju Stasiun Bundaran HI.

“Sistem ini cocok kalau untuk Jakarta, (karena) penduduknya 10 juta. Pokoknya 10 tahun minimum 200 kilometer harus jadi, baru Jakarta akan bersaing sebagai kota metropolitan,” ujar JK usai mencoba moda transportasi yang diberi nama Ratangga oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu.

Ratangga atau MRT Jakarta memang belum beroperasi secara reguler, namun terus melakukan uji coba setiap harinya hingga diresmikan pada akhir Maret mendatang. Uji coba itu pun belum bisa mengikutkan warga Ibu Kota.

“MRT baru beroperasi penuh antara tanggal 24 Maret dan 31 Maret. Minggu depan uji coba penuh (full trial run), tapi masih belum bisa melibatkan publik. Publik baru bisa mencoba tanggal 12 Maret dan harus mendaftar melalui website MRT,” terang Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamalludin kepada Liputan6.com, Jumat (22/2/2019).

Usai melakukan pendaftaran, nantinya masyarakat akan mendapatkan quick response (QR) code atau bukti pendaftaran yang perlu dicetak. Bukti itu nantinya perlu dibawa pada saat mau menjajal naik MRT. Masyarakat yang ingin naik Ratangga secara gratis itu pun tak dibatasi oleh kuota.

Selama masa uji coba tersebut, lanjut dia, masyarakat yang akan menggunakan MRT tidak akan dipungut biaya sama sekali alias gratis. Di sisi lain, jumlah kereta yang disediakan masih dibatasi karena belum diluncurkan secara resmi.

“Nanti prosedurnya masih kita susun, dan batas (jumlah masyarakat) masih kita tentuin, kemudian aksesnya dari stasiun mana dulu. Ini juga belum langsung serempak 13 stasiun langsung full pelayanan, kan masih belum bayar, masih gratis, makanya kita atur dulu,” jelas Muhammad Kamalludin.

Pada Fase I ini, MRT Jakarta memiliki 13 stasiun. Tujuh di antaranya adalah stasiun layang yang berada di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sedangkan stasiun bawah tanah berada di Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.

Jika sudah beroperasi penuh dan semua stasiun telah dibuka untuk melayani jalur perjalanan sepanjang 15,7 kilometer, pihaknya meyakini Ratangga bisa membawa 130 ribu penumpang setiap harinya. Namun, bukan hanya jumlah penumpang yang menjadi perhatian PT MRT Jakarta, melainkan adanya perubahan budaya warga Ibu Kota.

“Kita tentunya ingin mengembangkan budaya mengantre dengan tertib dan teratur, untuk kemudian beralih ke moda lain seperti bus umum dan kendaran pribadi maupun online di tempat yang sudah ditentukan secara disiplin,” ujar Muhammad Kamalludin.

Hanya saja, dia belum mengetahui tarif atau ongkos yang akan dikenakan bagi penumpang Ratangga nantinya. “Tarif akan diumumkan Pemprov DKI,” pungkas dia.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya sedang melakukan kajian final untuk menghitung tarif MRT Jakarta. Dia menyebutkan, kajian tarif MRT Jakarta bakal dihitung berdasarkan jarak per kilometer.

“Tinggal diumumkan, sebelum data lengkap saya tidak akan umumkan (angkanya),” kata Anies saat ditemui di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2019).

Oktober 2018 lalu, PT MRT Jakarta mengajukan tarif jarak terjauh, Stasiun Lebak Bulus-Hotel Indonesia sebesar Rp 13 ribu. Usulan tarif ini sudah diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk diputuskan.

Angka tersebut berasal dari kajian tentang kesanggupan masyarakat membayar ongkos perjalanan MRT. Hasilnya, masyarakat akan membayar Rp 8.500 untuk 10 kilometer pertama. Sedangkan untuk rute selanjutnya, formulasi biaya yang dibebankan adalah Rp 700 per kilometer.

Sementara pada peninjauan November tahun lalu, Presiden Jokowi memperkirakan tarif perjalanan menggunakan Ratangga paling tinggi Rp 9.000.

“Tarifnya Rp 8.000 sampai Rp 9.000,” kata Jokowi di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa 6 November 2018.

2 dari 3 halaman

Melayang Bisa, Masuk Terowongan Ayo

Mimpi buruk warga Jakarta akan kemacetan yang setiap hari terpampang di depan mata agaknya bakal segera berkurang. Mulai Maret mendatang, Jakarta akan memiliki sistem transportasi mass rapid transit (MRT) yang diharapkan pemerintah menjadi langkah pertama menghapus kemacetan di Ibu Kota.

Sarana transportasi yang kini juga populer dengan istilah Moda Raya Terpadu itu diyakini bakal membuat warga pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan MRT Jakarta. Alasannya, moda ini bebas macet, cepat dan modern.

“Inilah saatnya untuk mengubah Jakarta. Inilah saatnya untuk menjadikan Jakarta lebih baik dan bebas dari kemacetan,” kata Direktur MRT Jakarta William Sabandar, beberapa waktu lalu.

Ucapan William tak main-main. Ada tiga moda transportasi berbasis rel yang akan mengepung Jakarta di masa depan. Yakni kereta rel listrik (KRL), light rail transit (LRT) dan MRT. Ketiga moda transportasi dengan sarana kereta tersebut diharapkan mampu melayani mobilitas warga Ibu Kota dalam beraktivitas sehari-hari, sekaligus memangkas kemacetan.

Meski terkesan sama, ketiga moda ini punya beberapa perbedaan baik dari perlintasan, kapasitas penumpang, dan rangkaiannya. LRT atau kereta api ringan, misalnya, mengacu pada beban ringan dan bergerak cepat. Meskipun MRT dan KRL memiliki daya angkut lebih besar, LRT dapat memindahkan penumpang melalui operasi rute yang lebih banyak.

Selain itu, kelebihan dari moda transportasi LRT ini, sistem perlintasannya dibuat melayang sehingga tidak memiliki konflik sebidang yang sering ditemukan di lintasan KRL. Karenanya, headway atau jarak antarkereta dapat dipastikan waktunya.

Sedangkan commuter line atau KRL yang sudah mulai beroperasi sejak tahun 1925 merupakan kereta rel yang menggunakan sistem propulsi motor listrik sebagai penggerak keretanya. KRL yang melayani rute Jabodetabek ini seringkali mengalami konflik sebidang dengan penyeberangan jalur kendaraan mobil dan motor. Hal ini yang kerap menimbulkan kemacetan serta kecelakaan.

Kemudian MRT yang merupakan transportasi dengan transit cepat dan memiliki daya angkut yang lebih besar dari LRT. Perlintasannya dibuat melayang dan bawah tanah, sehingga meminimalisir pertemuan dengan konflik sebidang sama halnya dengan LRT.

Ketika tahap pertama mulai beroperasi pada Maret mendatang, 14 rangkaian kereta MRT akan digunakan untuk layanan harian mulai pukul 05.00 pagi hingga tengah malam. Sementara dua lainnya tetap disiagakan jika terjadi keadaan darurat. Rute ini membentang sejauh 15,7 kilometer antara Lebak Bulus di pinggiran selatan dan Bundaran Hotel Indonesia.

Lebak Bulus adalah lingkungan perumahan yang padat penduduk. Dengan transportasi umum lainnya, dibutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk menempuh perjalanan menuju Bundaran HI. Tetapi, dengan MRT waktu perjalanan akan menjadi satu jam lebih pendek atau hanya sekitar 30 menit.

“Kita bersama-sama mencoba MRT dari Bunderan HI sampai di Lebak Bulus sepanjang 16 KM. Ini uji coba terus dan saat tadi kita naik dengan kecepatan 60 km per jam, suaranya dapat dikatakan tidak ada bisingnya, tidak terdengar, menurut saya sangat bagus sekali,” puji Presiden Jokowi usai menjajal MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa 6 November 2018.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar juga memaparkan spesifikasi teknis moda yang diberi nama Ratangga ini. Dia mengatakan, kereta MRT Jakarta dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo asal Jepang. Posisi kemudi masinis berada di sisi sebelah kanan karena disesuaikan dengan arah jalur perjalanan kereta.

Seluruh kereta MRT Jakarta dibuat dari material stainless steel. Satu rangkaian kereta MRT Jakarta dapat menampung sebanyak 1.200 penumpang dan jika sangat padat dapat mencapai 1.950 penumpang. Satu unit kereta atau gerbong memiliki 2 unit penyejuk ruangan.

Satu rangkaian kereta nantinya terdiri dari 6 kereta. Pada kereta 1 dan 6 yang merupakan kereta dengan kabin masinis merupakan kereta tanpa motor penggerak atau disebut juga trailer car. Untuk kereta 2 hingga 5 yang merupakan kereta tanpa kabin masinis memiliki masing-masing 1 pantograf tipe single arm dengan motor penggerak atau disebut juga motor.

Dengan semua keunggulan itu, MRT ternyata tak hanya diperuntukkan bagi warga Jakarta. Paling tidak menurut Presiden Jokowi, moda transportasi jenis ini akan terus digeber di kota-kota lain yang memiliki problem serupa dengan Ibu Kota.

“Memang harus berani memulai seperti di sini. Jakarta sudah memulai. Palembang memulai. Nanti Bandung mulai, Surabaya mulai, Medan mulai. Saya kira memang transportasi massal ini adalah masa depan transportasi kita untuk menghindari kemacetan di kota mana pun,” ujar Jokowi.

Pertanyaan sekarang, apakah proses pembangunan moda MRT di kota-kota lain juga akan memakan waktu yang lama seperti di Jakarta?

3 dari 3 halaman

Mimpi Habibie yang Terwujud di Era Jokowi

Keinginan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang modern, khususnya dari sisi moda transportasi, sudah tercetus sejak lama. Puluhan tahun lalu, banyak sudah studi yang mempelajari pengembangan sarana transportasi modern di Ibu Kota.

Bahkan, sejak 1980 lebih dari 25 studi subjek umum dan khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan membangun sistem mass rapid transit (MRT) di Jakarta. Sementara dari sisi pemikiran, ide awal transportasi massal ini sudah dicetuskan sejak 1985 oleh Bacharuddin Jusuf Habibie yang ketika itu menjabat Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Tak sekadar mencetuskan gagasan, Habibie juga mendalami berbagai studi dan penelitian tentang MRT. Namun, semua gagasan itu tak kunjung terwujud. Salah satu alasan utama yang membuat rencana itu tertunda adalah krisis ekonomi dan politik pada 1997-1999.

Selepas krisis, Jakarta yang ketika itu dipimpin Gubernur Sutiyoso melanjutkan studi sebelumnya. Selama 10 tahun pemerintahan Sutiyoso (1997-2007), setidaknya ada dua studi dan penelitian yang dijadikan landasan pembangunan MRT.

Pada 2004, Sutiyoso mengeluarkan keputusan gubernur tentang pola transportasi makro untuk mendukung skenario penyediaan transportasi massal, salah satunya angkutan cepat terpadu yang akan digarap pada 2010.

Dilanjutkan Agustus 2005, sub Komite MRT dibentuk untuk mendirikan perusahaan operator MRT. Pada 18 Oktober 2006, dasar persetujuan pinjaman dengan Japan Bank for International Coorporation dibuat.

Perlu dua tahun kemudian atau setahun setelah Fauzi Bowo menggantikan posisi Sutiyoso menghuni Balai Kota Jakarta, PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) berdiri pada 17 Juni 2008. Berbentuk badan hukum perseroan terbatas dengan mayoritas saham dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta 99.98% dan PD Pasar Jaya 0.02%)​.

Dikutip dari laman www.jakartamrt.co.id, PT MRT Jakarta memiliki ruang lingkup kegiatan di antaranya untuk pengusahaan dan pembangunan prasarana dan sarana MRT, pengoperasian dan perawatan prasarana dan sarana MRT, serta pengembangan dan pengelolaan properti/bisnis di stasiun dan kawasan sekitarnya, serta depo dan kawasan sekitarnya.

Pada tahun yang sama, perjanjian pinjaman untuk tahap konstruksi ditandatangani, termasuk pula studi kelayakan pembangunan MRT. Pada 31 Maret 2009, perjanjian kredit pertama dengan jumlah 48,150 miliar Yen untuk membangun Sistem MRT Jakarta ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Japan International Corporation Agency (JICA) di Tokyo, Jepang. Secara keseluruhan, paket pinjaman dari JICA untuk pengembangan sistem MRT Jakarta bernilai total ¥ 120 miliar Yen.

Namun, semua itu tak membuat pembangunan MRT dimulai yang berarti janji Fauzi Bowo di masa kampanyenya Pilgub 2007 tak bisa dipenuhi. Pada Pilgub DKI Jakarta 2012, dia berjanji lagi bakal mengembangkan dan mengerjakan MRT jika kembali terpilih. Namun, dia kalah dari Joko Widodo atau Jokowi yang kemudian memimpin Ibu Kota.

Pengerjaan desain dasar untuk tahap pertama proyek MRT yang dibuat pada akhir 2010 dilanjutkan. Proses tender berlangsung pada akhir 2012 ketika gubernur baru Jakarta itu tiba-tiba mengatakan ingin meninjau kembali proyek MRT Jakarta. Jokowi juga mengumumkan bahwa proyek ini akan dilanjutkan sebagai salah prioritas dalam anggaran tahun 2013.

Butuh waktu setahun bagi Jokowi memutuskan pembangunan proyek MRT akan mulai dikerjakan. Pembahasan ini juga sempat alot ketika Jokowi rapat dengan warga Fatmawati yang terkena imbas proyek. Pada 28 November 2012, sang gubernur bahkan sempat keluar ruangan lantaran ada kericuhan dan protes warga yang menolak proyek MRT.

Namun, mimpi itu akhirnya mulai diwujudkan. Pada Kamis 10 Oktober 2013, pengerjaan proyek ini resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di atas lahan yang rencananya berdiri Stasiun MRT Dukuh Atas, salah satu kawasan paling sibuk di Jakarta Pusat.

“(Sudah) 24 tahun warga Jakarta ini mimpi pengen punya MRT, mungkin juga sudah banyak yang mimpinya sudah hilang karena kok nggak dimulai-dimulai. Alhamdulillah pada pagi hari ini dimulai,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Lebih dari lima tahun setelah proyek ini mulai dikerjakan, MRT yang kini juga disebut dengan Moda Raya Terpadu itu akan segera diresmikan untuk beroperasi secara penuh. Jokowi yang kini menjabat sebagai Presiden RI direncanakan meresmikan moda transportasi yang diberi nama Ratangga oleh Gubernur Anies Baswedan itu pada Maret mendatang.

Namun, Ratangga dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI bukanlah akhir mimpi Jokowi. Dia juga sudah meminta agar tahun ini juga pembangunan MRT Jakarta tahap kedua, yakni rute Bundaran Hotel Indonesia-Kampung Bandan (Ancol) segera dimulai. Demikian pula pembangunan MRT koridor East-West.

“Kita harapkan nanti pada tahapan kedua, HI sampai ke Ancol. Tahun depan plus kita harapkan yang East-West,” kata Jokowi di Depo MRT Lebak Bulus, Selasa 6 November 2018.

Jadi, selamat datang Ratangga dan Jakarta yang makin modern.

7 Cara Menghilangkan Stretch Mark Setelah Melahirkan Secara Alami

Liputan6.com, Jakarta Memiliki buah hati menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu, bagi pasangan suami istri. Ada perasaan bahagia yang terus menyelimuti pasangan suami istri. Namun, saat hamil sebagian kaum Hawa bermasalah dengan stretch mark.

Stretch mark adalah salah satu permasalahan kulit yang sering dialami oleh para wanita yang sedang hamil atau selesai melahirkan.

Garis-garis yang membandel ini bisa dibilang dapat mengganggu penampilan hingga menurunkan kepercayaan diri. Tidak sedikit wanita yang setelah melahirkan memiliki stretch mark di badannya. Tentu ini menjadi pikiran bagi para wanita yang mengidamkan kulit tampak bersih.

Tampilan stretch mark berupa guratan berwarna putih atau merah ini memang bisa membuat kulit terlihat tidak mulus lagi. Walaupun timbulnya pada bagian tubuh yang ditutupi seperti pantat, paha, atau perut, tetap saja stretch mark bisa mengganggu rasa percaya diri.

Tak heran, banyak wanita yang melakukan berbagai cara menghilangkan stretch marks. Nah, berikut LIputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (22/2/2019) cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan agar kulitmu nampak mulus lagi.

2 dari 3 halaman

Cara Menghilangkan Stretch Mark Secara Alami

Cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan ada dua, yaitu cara menghilangkan stretch mark secara alami dan secara medis.

Secara alami bisa dengan mengonsumsi tumbuh-tumbuhan yang sudah banyak tersedia di alam. Secara medis bisa dengan menggunakan salep atau krim yang bisa mengurangi atau menyamarkan stretch mark.

Nah, cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan secara alami bisa menggunakan bahan alami berikut ini.

1. Minyak zaitun

Kandungan zat linoleic acid di dalam minyak zaitun yang akan membantu menjaga kadar air pada kulit . Selain itu minyak zaitun juga mengandung anti-oksidan yang disebut polifenol yang membantu meregenerasi kulit yang mengalami kerusakan. Campurkan 1 sdm minyak zaitun dengan 1 sdt madu lalu gunakan oleskan pada stretch mark. Ini adalah salah satu cara menghilangkan stretch mark secara mudah.

2. Lidah buaya

Lidah buaya adalah salah satu tanaman yang mudah untuk ditemukan. Anda pun juga bisa menanamkannya di rumah. cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan bisa dengan mengoleskan gel lidah buaya alami secara rutin pada stretch mark akan membantu menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit.

Tidak hanya untuk menghilangkan stretch mark, gel lidah buaya juga dapat digunakan sebagai pertolongan pertama jika kulit terbakar.

Caranya pun mudah saja:

– Ambil gel lidah buaya yang ada di tengah.

– Lalu oleskan secara merata pada stretch mark.

– Diamkan selama 15 menit, lalu bilas dengan air bersih.

3. Putih Telur

Telur tentu ada di dapur rumah Anda, tidak hanya bisa dimakan. Putih telur dapat digunakan sebagai cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan. Putih telur dipercaya dapat mengenyalkan dan mencerahkan kulit wajah karena kaya akan protein dan sumber mikronutrien.

Caranya:

– Gunakanlah putih telur sebagai lotion kulit alami.

– Untuk menghindari bau amis, tambahkan 1 sdm air perasan jeruk nipis atau lemon.

3 dari 3 halaman

Bahan alami untuk menghilangkan stretch mark

4. Kentang

Kandungan mineral yang ada pada kentang dapat menjadi antibiotik alami agar membantu regenerasi kulit. Adanya kandungan anti-oksidan dapat membantu menghilangkan stretch mark.

Cara penggunaannya:

– Tumbuk halus kentang yang telah direbus.

– Lalu campurkan dengan 2 sdm susu hingga berbentuk pasta.

– Oleskan pada stretch mark.

– Diamkan selama 30 menit lalu bilas dengan air bersih.

5. Lemon

Lemon memang menjadi buah yang cukup dikenal akan banyak manfaatnya. Lemon yang kaya akan vitamin C berguna sebagai antioksidan.

Tidak hanya itu saja, dalam lemon juga terkandung asam alpha hidroksi yang dapat menangkal radikal bebas yang ada dalam kulit. Dengan mengoleskan perasan lemon pada stretch mark, proses regenerasi kulit agar terpicu sehingga stretch mark cepat hilang.

6. Cocoa butter

Kandungan cocoa butter telah terbukti baik untuk kulit sehingga bisa digunakan sebagai salah satu cara menghilangkan stretch mark secara alami dan mudah. Kandungan zat alaminya yakni kalsium, potasium, seng, mangan, besi, serotonin dan tritophan, serta vitamin E dapat melembutkan, melembapkan, dan berfungsi sebagai penangkal radikal bebas pada kulit. Oleskan cocoa butter pada sctretch mark dua kali sehari.

7. Bubuk Coklat

Sama halnya dengan cocoa butter, bubuk coklat juga dapat digunakan sebagai cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan.

Caranya adalah:

– Buat pasta dari bubuk coklat yang diberi sedikit air.

– Oleskan pada sctretch mark dua kali sehari.

Dengan 7 cara diatas mampu cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan secara alami. Tentu butuh kesabaran dalam menghilangkan stretch mark pada kulit Anda.

Selain mengikut cara diatas, jangan lupa untuk selalu minum air mineral 8 gelas sehari. Minum air minelas 8 gelas sehari bisa membantu mencegah penurunan elastisitas kulit dan mempercepat proses regenerasi pada kulit, sehingga mempercepat proses penghilangan stretch mark.

Mengenal Varian Autech yang Hilang dari Nissan Serena dan Livina

Liputan6.com, Jakarta – PT Nissan Motor Indonesia (NMI) telah meluncurkan  MPV andalan mereka, yaitu all-new Livina dan all-new Serena di Indonesia beberapa waktu lalu.

Keduanya kini tampil lebih modern dan gagah berkat konsep V-Motion khas Nissan. Hanya saja, all-new Livina dan all-new Serena kini tak memiliki varian Autech seperti generasi sebelumnya.

Sayangnya, pihak NMI masih belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai varian Autech pada all-new Livina dan all-new Serena. Ada kemungkinan bahwa varian ini akan menyusul dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, tak menutup kemungkinan bahwa varian Autech disuntik mati. Hal ini terpaksa dilakukan untuk menjaga harga kedua MPV tersebut supaya tak jauh berbeda dengan rivalnya.

Sebenarnya, bukanlah hal sulit bagi NMI untuk menghadirkan all-new Nissan Serena Autech di Indonesia. Pasalnya, varian tersebut telah beredar untuk pasar Jepang. Bahkan, di negara asalnya, big MPV ini juga memiliki varian Nismo, mesin hybrid, dan listrik.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Di Jepang, all-new Nissan Serena Autech bahkan hadir dalam 4 tipe, yaitu Autech Standard, Autech V Package, Autech Safety Package, dan Autech Sports Package. Keempatnya dijual dengan harga yang bervariasi, tergantung pada ubahannya.

Sekadar informasi, Autech adalah anak perusahaan Nissan yang berfokus pada modifikasi eksterior mobil-mobil perusahaan asal Jepang tersebut. Di Indonesia, mereka membuat produk Nissan tampil lebih sporty dan mewah.

Tak hanya itu, Autech juga kerap memodifikasi mobil supaya lebih ramah digunakan oleh penyandang disabilitas dengan nama Life Care Vehicle. Salah satu karyanya yang terkenal di Indonesia adalah taksi Nissan Serena C26.

Sumber: Otosia.com 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Dikira Punah, Lebah Terbesar di Dunia Ditemukan Kembali di Maluku

Jakarta

Lebah terbesar di dunia telah ditemukan kembali setelah puluhan tahun para ilmuwan menduga serangga tersebut sudah punah.

Lebah raksasa sepanjang ibu jari dewasa tersebut ditemukan di salah-satu pulau di Indonesia yang tidak terlalu banyak dijelajahi.

Setelah beberapa hari mencari, tim ahli menemukan seekor lebah betina yang masih hidup, Mereka kemudian memotret dan memfilmkannya.

Dikenal sebagai lebah raksasa Wallace, serangga ini diberi nama oleh naturalis dan penjelajah Inggris, Alfred Russel Wallace, yang mengungkapkan keberadaannya pada tahun 1858.

Sejumlah ilmuwan menemukan beberapa spesimen lebah tersebut pada tahun 1981, tetapi kemudian tidak pernah menemukannya lagi.

Pada bulan Januari, tim yang mengikuti jejak Wallace – saat melakukan perjalanan di Indonesia – berusaha menemukan dan memotret lebah itu.

“Sangat mengejutkan melihat serangga ‘bulldog terbang’, yang kami tidak yakin masih hidup, ternyata ada di depan kami di alam liar,” kata fotografer sejarah alam, Clay Bolt, yang pertama kali mengambil foto dan video spesies tersebut dalam keadaan hidup.

“Benar-benar melihat betapa indah dan besarnya spesies ini dalam keadaan hidup, dan mendengar suara sayap raksasanya terbang di atas kepala saya, sangat menakjubkan,” katanya

Temuan di kepulauan di provinsi Maluku Utara tersebut meningkatkan harapan bahwa hutan di kawasan tersebut masih menyimpan salah satu serangga yang paling langka dan banyak dicari di dunia.

Saat ini tidak terdapat perlindungan hukum terkait dengan perdagangannya.

Anggota tim dan ahli lebah, Eli Wyman, dari Princeton University, berharap penemuan kembali ini akan memicu penelitian selanjutnya untuk lebih memahami sejarah kehidupan lebah dan memberikan informasi usaha lanjutan untuk melindunginya dari kepunahan.

Kelompok lingkungan, Global Wildlife Conservation (GWC), telah meluncurkan pencarian sedunia bagi “spesies hilang” yang mendukung penelitian ini.

“Dengan menjadikan lebah sebagai simbol konservasi dunia, kami yakin bahwa spesies ini mempunyai masa depan yang lebih cerah dari pada jika kita hanya membiarkannya terlupakan,” kata Robin Moore.

Pada bulan Januari, kelompok tersebut mengumumkan mereka telah menemukan satu ekor jantan katak langka Bolivia.


(ita/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pagupon Mbah Pon, Pembelajaran Etika Lewat Bahasa jawa

Liputan6.com, Semarang – “Ya wis aku lila yen omah iki arep mbok rebut, aku lila yen awakku sing wis tuwa iku mbok singkang-singkang, mbok ambrukke! Mbok singkirke…” (Baikah, aku ikhlas jika rumah ini hendak kau rebut, aku ikhlas jika tubuh tuaku ini kau telantarkan, kau buang, kau singkirkan)

Penggambaran emosi antara kemarahan, kesedihan, kesia-siaan, hingga kepasrahan begitu apik digambarkan dengan bahasa Jawa. Cuplikan itu bisa dibaca dalam cerkak (cerita cekak) atau cerpen Bahasa Jawa berjudul Pagupon Mbah Pon, gubahan Budi Wahyono.

Pagupon adalah kandang merpati. Biasanya hanya berbentuk kotak kecil dengan satu pintu tanpa jendela. Menurut Budi Wahyono, penggambaran pagupon sebagai rumah manusia sebenarnya sikap alam bawah sadar manusia Jawa untuk bersikap rendah hati.

“Jadi melalui bahasa Jawa itu, saya malah bisa bercerita dengan lebih klimaks. Diksi bahasa Jawa sangat kaya. Tapi saya tak memilih model diksi klasik, justru dengan diksi yang lebih kekinian, merakyat, keseharian, saya bisa bercerita lebih klimaks,” kata Budi Wahyono menjelaskan alasan memilih setia berbahasa Jawa.

Kekhawatiran sejumlah kalangan bahwa bahasa Jawa sebagai bahasa ibu semakin tersisihkan, dianggap sebagai peluang. Budi mengambil ceruk sastra dengan pasar yang sangat khusus sebagai upaya menambah dan menjaga nilai budaya.

Dituturkannya bahwa menggunakan bahasa jawa sesungguhnya bukan hanya menjaga budaya dan kearifan lokal saja. Namun di dalamnya secara otomatis ada pembelajaran etika, nilai rasa atau kepekaan juga.

“Misalnya, seseorang yang biasa memanggil temannya dengan sebutan ‘Mas’, namun tiba-tiba berubah menjadi ‘Pak’ atau ‘Bapak’ pada saat-saat tertentu ketika si teman tadi sudah menjadi seorang pejabat, bisa dipastikan ia sedang menyembunyikan sebuah maksud,” kata Budi.

Dalam pergaulan Jawa, memang sangat lekat dengan basa-basi. Namun basa-basi yang disampaikan atau penghormatan yang berlebihan pada saat-saat tertentu, menunjukkan isi hatinya.

Cerita-cerita pendek berbahasa Jawa karya Budi Wahyono, juga jauh dari bahasa sastra Jawa tingkat tinggi. Sebaliknya secara sadar Budi memilih bahasa Jawa pasaran atau sehari-hari karena yang ia ceritakan adalah dunia sehari-hari masyarakat kebanyakan.

“Nanti malah ‘njomplang’ (tak seimbang) jika saya bercerita tentang dunia prostitusi jalanan namun menggunakan bahasa Jawa keraton,” kata Budi.

Simak video pilihan berikut:

2 dari 3 halaman

Topografi dan Pengaruhnya

Bahasa Jawa memang mengenal struktur penggunaan. Ini sama dengan beberapa bahasa daerah lainnya. Namun ragam bahasa Jawa yang ada dan masih hidup seperti Mataraman, Ngapak (Banyumas), Ngapak (Tegalan), Osing (Banyuwangi), Pesisiran, Keraton, dan ragam-ragam lain yang merupakan percampuran itu tak bisa disandingkan.

“Bahasa-bahasa itu memiliki kedudukan yang sama. Bahasa Ngapak (Banyumas) dan bahasa Ngapak (gaya Tegal) tak berarti salah satunya lebih halus atau lebih bergengsi. Semua terhormat,” kata Budi.

Sementara itu budayawan Eko Tunas menyebutkan, bahasa ibu menunjukkan akar budaya darimana penutur itu berasal. Ia memetakan bahwa ada tiga kelompok masyarakat yang secara umum memiliki ciri khusus.

Pertama adalah masyarakat yang tinggal di gunung atau pegunungan. Masyarakat gunung atau pegunungan ini karena sulitnya medan untuk hidup sehari-hari mereka sangat gemar bergotong-royong. Tentu saja dimaksudkan agar bisa mengatasi kesulitan hidupnya sehari-hari.

“Masyarakat ini cara bertuturnya sopan. Namun aksen bahasanya keras secara volume. Awalnya untuk mengatasi kesulitan berbicara akibat jarak yang jauh,” kata Eko Tunas.

Kedua, adalah kelompok masyarakat tengahan. Masyarakat ini biasanya tinggal di kawasan lembah atau tempat-tempat subur lainnya sehingga hidup lebih mudah. Model masyarakat ini memiliki kebiasaan suka berpesta.

“Bentuk pesta bisa macam-macam. Salah satunya dengan syukuran. Bahasa yang digunakan relatif lebih pelan saat diucapkan,” kata Eko.

Kemudian yang terakhir adalah kelompok masyarakat pesisir. Karena keseharian mereka berada di tengah laut dan bertaruh nyawa untuk bertahan hidup mencari makan, maka kecenderungan masyarakat ini juga keras. Berbicara apa adanya agar efektif.

“Biasa berpacu dengan waktu mempertahankan nyawa, sehingga gaya bahasa mereka sangat efektif,” kata Eko.

Sepakat dengan Budi Wahyono, Eko Tunas juga tak mau membandingkan. Semua memiliki tingkat kesopanan dan strata penggunaan tersendiri di penggunanya. Namun tak dipungkiri bahwa ada anggapan bahwa bahasa daerah tertentu dianggap lebih halus dibanding daerah lain.

Anggapan bahwa ada daerah yang dianggap lebih halus ini sangat berkait erat dengan dominasi secara politik. Bahasa Jawa gaya Mataram dianggap paling halus karena mereka memiliki keraton sebagai pusat kekuasaan. Sementara bahasa Jawa pesisiran karena disampaikan secara terbuka dan efektif, sedikit basa-basi dianggap kasar.

“Ah itu hanya anggapan saja. Sebenarnya tidak demikian. Itulah sebabnya akhir-akhir ini muncul semacam gerakan kebanggaan menggunakan bahasa ibu. Misalnya seloroh ‘ora ngapak ora kepenak’. Itu menunjukkan kebanggaan mereka,” Budi Wahyono menambahkan.

3 dari 3 halaman

Masih Ada Suriname

Kembali ke awal tulisan ini yang mengutip penggalan cerita pendek Budi Wahyono. Dalam cerkak Pagupon Mbah Pon itu, Budi Wahyono menyentil tentang keberadaan seorang anak, meskipun anak tiri yang sering menjadi kerikil dalam urusan harta dunia.

Anak tiri mbah Pon menginginkan agar rumah lapuk yang ditinggali mbah Pon dijual. Mbah Pon berusaha mempertahankan. Namun ia mesti menyerah dan menjual rumah itu. Kejutan terjadi di akhir cerita ketika mbah Pon memilih pulang ke kampungnya di Wonogiri. Setelah dibagi-bagi, sisa penjualan rumahnya di kota ia gunakan untuk menikah dengan mantan istri pak Mantri Kesehatan

Warga mengantar ke rumah barunya. Rumah yang lebih bagus dari yang dijual itu oleh mbah Pon disebutnya sebagai pagupon atau kandang merpati.

Ternyata dari dalam rumah itu muncul sosok perempuan yang masih menyisakan garis kecantikannya. Ia adalah seorang pesinden di masa mudanya. Warga kaget. Ternyata mbah Pon yang sederhana dan terlihat menderita itu malah mampu berpoligami sebagai salah satu jalan keluar mengusir kesedihan.

Begitulah. Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu tetap memiliki pesona dan mampu mencipta drama-drama dalam karya sastra yang mudah dipahami. Tentu saja Budi Wahyono tak sendiri, ada Turiyo Ragilputra dari Kebumen, Djayus Pete dari Bojonegoro, Achmad Dalady dari Magelang dan sederet sastrawan-sastrawan bahasa Jawa lainnya.

Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu tentu akan terus hidup. Apalagi jumlah penggunanya bukan hanya di Indonesia, namun juga di Suriname masih sangat banyak. Hanya saja jika tak ada dukungan dari masyarakat dan negara hadir dalam pengembangannya, tentu akan semakin bergeser dan hilang identitasnya.

22-2-2011: Jerit Histeris Warga Saat Gempa Porak Poranda Satu Kota di Selandia Baru

Liputan6.com, Christchurch – Gempa magnitudo 6,3 mengguncang Christchurch, Selandia Baru pada 22 Januari 2011 pukul 12.51 waktu setempat. Tepat pada jam makan siang, di mana kebanyakan warga sedang berada di jalanan kota saat itu.

Meski tak sekuat lindu berkekuatan 7,1 yang mengguncang pada 4 September 2010, gempa kali itu terjadi pada garis patahan dangkal di daratan yang berada dekat dengan kota. Kedalamannya hanya 5 kilometer, sehingga guncangannya pun sangat merusak.

Lebih dari 130 orang tewas akibat runtuhnya gedung Canterbury Television dan Pyne Gould Corporation. Puing dan bata yang berjatuhan menewaskan 11 orang yang berada di dekatnya.

Teriakan histeris juga terdengar dari reruntuhan bangunan. Pejabat mengatakan teriakan itu milik sekitar 30 orang yang terperangkap di Gedung Pyne Gould Guinness yang telah hancur.

Sementara delapan manusia lain meninggal dunia ketika tembok yang runtuh menimpa dua bus yang sedang melaju.

Kendaraan itu hancur oleh bangunan yang ambruk secara tiba-tiba. Semburat api juga terlihat keluar dari puing kendaraan.

Helikopter pembawa air segera diterjunkan. Mereka mengguyur api dengan air dari dekat atap sebuah rumah, sebagaimana dikutip dari BBC News pada Kamis (21/2/2019).

Tebing batu juga ambrol di area Sumner dan Redcliffs, batu-batu besar berjatuhan di Port Hills, lima orang terbunuh karenanya. Total korban gempa dilaporkan mencapai 185 orang.

Gempa juga merubuhkan sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa pada September 2010, terutama gedung-gedung tua. Sejumlah bangunan warisan bersejarah mengalami kerusakan parah, termasuk Provincial Council Chambers, Lyttelton’s Timeball Station, Anglican Christchurch Cathedral dan Catholic Cathedral of the Blessed Sacrament.

Seperti dikutip dari nzhistory.govt.nz, lebih dari setengah bangunan di kawasan pusat bisnis di Christchurch Selandia Baru rusak, termasuk bangunan tertinggi di kota tersebut, Hotel Grand Chancellor.

Situasi kacau pasca-gempa, para penyintas yang syok terlihat lalu-lalang di jalan penuh puing. Mereka mondar-mandir melintasi jalanan retak yang terbuka saat tanah di bawahnya longsor akibat gempa.

Di waktu yang sama, gempa juga menyebabkan pecahnya pipa air di jalanan bagian timur laut Bexley, daerah suburban tepi barat Sungai Avon, Selandia Baru. Bertepatan dengan hujan, sontak terjadilah banjir di lokasi tersebut.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Kesaksian Korban Selamat

Seorang warga bernama Rhys Taylor selamat dari kejadian nahas dan berhasil mengambil video di Oxford Terrace. Lokasi itu berada dekat dengan tempat kejadian, tepatnya 50 meter dari rumah sakit utama kota.

“Mobil digunakan untuk ambulans, mengangkut yang terluka,” kata Taylor memberi kesaksian.

Tidak seberuntung Rhys Taylor, Anne Voss tak bisa bergerak. Ia terperangkap di bawah meja di dalam sebuah gedung. Tanpa berpikir panjang, ia menghubungi Saluran Tujuh Australia melalui telepon genggamnya. Beruntung, panggilan itu diangkat.

Voss menuturkan keadaannya kepada penerima panggilan.

Ia sebut dirinya sudah tidak lagi tahan, ingin segera keluar. Selain gelap, ia merasa tanah di bawahnya telah basah oleh darah. Cairan itu keluar dari tubuhnya. Ia benar-benar merasakan penderitaan.

“Dan ini mengerikan!,” kata Voss sambil mengerang kesakitan, mengiba untuk sebuah pertolongan.

Pelajar Jepang Turut Jadi Korban

Tidak hanya warga lokal, belasan pelajar asal Jepang turut dilaporkan hilang. Ternyata, mereka terjabak di dalam puing-puing bangunan.

Saksi mata lari berdatangan, membantu dengan tangan kosong mencoba membebaskan. Tampak beberapa orang menyusul, membawa tandu. Dengan sigap, tandu digunakan untuk mengangkat korban. Miris, alat pengangkut itu tampak seperti terendam darah.

Sebagian pelajar Negeri Sakura berhasil keluar dengan merangkak. Beberapa yang lain diselamatkan dengan tali yang diturunkan dari menara sebuah bangunan.

Sementara itu, tak jauh dari lokasi tempat evakuasi pelajar Jepang, gempa menyebabkan 30 juta ton massa es bergeser dari gletser terbesar di Selandia Baru. Sebuah gunung es raksasa terbentuk saat Gletser Tasman di Taman Nasional Aorak pecah, melemparkan es dari danau yang beku.

Wali Kota Bob Parker segera memberikan tanggapan atas bencana luar biasa yang terjadi.

“Ini adalah korban yang sangat mengerikan di kota kami,” katanya.

Tak ketinggalan, Perdana Menteri John Key turut berbicara. Ia sebut tragedi itu sebagai “kehancuran total,” sambil mengajak orang-orangnya bekerja cepat, demi menemukan lebih banyak korban selamat.

Sementara itu, pada tanggal yang sama pada tahun 1825, Rusia dan Inggris menetapkan batas Alaska dan Kanada. Masih di tanggal yang sama, pada tahun 1967, sejumlah 25.000 tentara AS dan Vietnam Selatan meluncurkan operasi melawan Viet Cong. Operasi militer itu disebut sebagai serangan terbesar sejak Perang Dunia II.

Bahasa Cirebon dari Sanskerta Kontemporer hingga Slang

Liputan6.com, Cirebon – Bahasa Cirebon menjadi salah satu identitas masyarakat yang ada di Pantura Jawa Barat. Bahasa yang merupakan afiliasi Jawa dan Sunda itu sudah mengakar dan dikenal khas.

Sekilas jika didengar, bahasa Cirebon mirip dengan Brebes, Tegal, maupun Purwokerto. Budayawan Cirebon Nurdin M Noer mengatakan modernisasi membuat masyarakat Cirebon seakan malu menggunakan bahasa daerah.

“Padahal, bahasa Cirebon punya sejarah panjang,” kata Nurdin, Rabu, 20 Februari 2019.

Dia mengatakan, pada tahun 1962 hingga tahun 1970, bahasa Cirebon muncul menjadi ciri khas sehari-hari masyarakat. Masyarakat menggunakan bahasa Jawa Cirebon itu dengan dibalik tapi tak memiliki aturan.

Saat itu, pada tahun 1962, terjadi pemberontakan DI TII yang salah satu anggotanya adalah masyarakat Cirebon. Untuk membedakannya, masyarakat Cirebon membuat bahasa sendiri dengan nama bahasa Slang.

“Seperti masyarakat Malang yang saat ini dikenal dengan membolak-balikkan kata. Penggunaan bahasa Cirebon saat itu untuk membedakan masyarakat Cirebon dengan anggota DI TII,” kata Nurdin.

Kata Kuham misalnya, yang mengambil dari bahasa Sunda berarti Kumaha (bagaimana), selain itu Ris atau dari kata Sira (kamu), yas dari kata saya, Daus atau dari kata Adus (mandi) hingga Pung dari kata Polisi.

Dia menjelaskan, masyarakat Cirebon menggunakan bahasa slang sehingga tersamar dan tidak dianggap sebagai anggota DI TII.

“Setelah itu hilang tak ada yang bisa lagi menggunakan bahasa itu dan sekarang hanya Jawa Cirebon saja yang berasal dari afiliasi Sunda Jawa dan serapan asing,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Sanskerta Kontemporer

Dalam kesehariannya, bahasa Cirebon dianggap penting di masyarakat luas. Sebab, bahasa Cirebon memiliki sejarah panjang.

“Urutannya begini, Bahasa Indonesia itu wajib, bahasa Cirebon penting, dan bahasa asing itu perlu,” kata Nurdin.

Dia mengatakan, dari hasil penelitian, sekitar 80 persen bahasa Cirebon merupakan serapan bahasa Sanskerta. Para ahli bahasa menyebutkan bahasa Cirebon sebagai sanskerta kontemporer.

“Contoh ingsun, sira, cemera, kirik yang bahasa Jawa-nya asu (anjing) dan kini menjadi bahasa sehari-hari orang Cirebon. Kemudian kita yang merujuk ke arti saya kalau dalam Indonesia kata kita itu merujuk ke lebih dari satu orang,” jelas Nurdin.

Dia menjelaskan, sebelumnya, bahasa Cirebon tidak dipengaruhi oleh bahasa Jawa pada masa Amangkurat ke-2. Bahkan, saat itu, bahasa sanskerta digunakan untuk percakapan sehari-hari masyarakat Cirebon.

Dia mengakui, kondisi bahasa Cirebon saat ini sudah sangat memprihatinkan. Gengsi menjadi salah satu alasan utama masyarakat Cirebon malu menggunakan bahasa daerahnya sendiri.

“Setelah ditelusuri ternyata bibitnya bahasa Cirebon memang dari sanskerta. Dulu waktu saya masih Sekolah Rakyat sampai kelas 3, bahasa pengantarnya Jawa Cirebon. Bahkan, dulu di Cirebon sempat ada sekolah Jawa dan Sunda namanya,” ungkap dia.

Selain dari serapan sanskerta, bahasa Cirebon juga merupakan serapan dari Arab, Tiongkok, dan India.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tips Aman Menghadapi Cuaca Berkabut

Liputan6.com, Jakarta – Cuaca berkabut merupakan sebuah kondisi Anda harus berhati-hati saat berkendara. Bahkan, sebaiknya jangan keluar rumah dan menunggu kabut hilang terlebih dahulu.

Tapi jika terpaksa harus keluar rumah, Anda perlu untuk melakukan persiapan yang benar supaya selamat. Seperti dikutip dari laman Astra Honda Motor, pengendara harus menggunakan perlengkapan berkendara.

Seperti Jaket, helm, sarung tangan, dan sepatu. Jangan lupa masker juga.

Tetap pantau prakiraan cuaca sebelum memulai perjalanan. Terlebih jika tujuannya adalah daerah yang datarannya lebih tinggi.

Jangan lupa untuk memastikan lampu depan kendaraan berfungsi dengan baik. Sebaiknya jangan menggunakan lampu jauh, sebab bisa mengganggu kendaraan dari arah berlawanan.

Usahakan untuk melaju dengan kecepatan yang konstan, sebab permukaan jalan susah untuk dilihat dengan jelas jika kondisi berkabut. Jaga jarak aman, 5 detik dari kendaraan lain. Supaya jika harus mengerem mendadak, masih ada jarak antar kendaraan.

Hindari juga parkir di tempat yang sangat berkabut. Sebab hal ini bisa membuatmu tertabrak dari arah belakang.

Sumber: Otosia.com

2 dari 3 halaman

Jangan Asal Ganti, Warna Lampu Kabut Itu Harus Kuning

Bagi sebagian pemilik mobil, agar kendaraan tampil beda tidak jarang melakukan modifikasi. Ubahan yang paling gampang, tentunya mengganti lampu, baik itu lampu utama maupun fog lamp atau lampu kabut.

Namun, bagi empunya mobil yang berniat mengganti fog lamp, perlu diingat untuk tidak sembarangan.




Seperti dijelaskan Didi Ahadi, Dealer Technical Support Department Head PT Toyota Astra Motor (TAM) bohlam fog lamp itu harus berwarna kuning, dan jangan diganti warna lain, misalkan putih.

“Banyak juga yang ganti bohlamnya. Namanya fog lamp, sinarnya itu rada kuning bukan putih, seperti HID dan yang lainnya, jika hujan malah tidak terlihat,” jelas Didi saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (8/2/2019).

Lanjut Didi, jika warna fog lamp itu selain kuning, justru tidak menembus kabut atau hujan, dan pastinya bakal berbahaya bagi pengemudi.

“Sesuai namanya, fog lamp sebenarnya membantu untuk penerangan saat kabut, dan menyinari jalan. Jadi, jangan pernah ganti warna fog lamp,” pungkasnya.



3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: