Jennie BLACKPINK Jadi Inspirasi Tren Hijab Terbaru Mengenakan Jepit Rambut

Liputan6.com, Jakarta – Hijab kini makin banyak digandrungi perempuan di Indonesia. Perkembangan gaya busana hijab setiap tahunnya sangat pesat. Misalnya saja, busana hijab terinspirasi dari era 80-an dan 90-an yang kembali digunakan oleh generasi milenial.

Belakangan ini, jepitan rambut yang digunakan di kepala menjadi tren kembali. Bukan hanya perempuan yang tidak berhijab bisa menggunakan jepitan rambut, mereka yang berhijab bisa mempercantik dirinya dengan jepitan rambut. Bagaimana caranya?

Bagi Anda yang lahir di tahun 90-an pasti mengenali jepitan berwarna-warni ini. Bagi Anda yang berhijab bisa mencobanya agar penampilan terlihat unik dan tetap stylish.

Sejumlah warganet meyakini kalau tren ini berawal dari salah satu personel BLACKPINK, yaitu Jennie. Ia pernah mengenakan jepitan rambut bobby pins.

Di Indonesia, para selebgram mengkuti tren tersebut di antaranya adalah Isma Nadia, Munira Agile dan Rachel Venya. Mereka memodifikasi gaya jepitan rambut Jennie dan dipadukan dengan gaya hijab mereka.

Jika tertarik, Anda bisa mencobanya sendiri. Cukup dengan membeli jepit rambut snap clips atau biasa dikenal dengan jepit tiktok dan jepitan rambut bobby pins.

Setelah itu Anda bisa memasang atau mengenakan jepitan rambut ala Jennie Blackpink di bagian kiri atau kanan hijab Anda. Tampilan busana hijab Anda akan terlihat unik dan lucu tapi tetap stylish.  (Indah Permata Niska)

Saksikan video pilihan di bawah ini :

Foto Luna Maya mengenakan hijab itu turut mengundang perhatian warganet. Banyak dari mereka yang mendoakan agar wanita kelahiran Denpasar tersebut dimantapkan hatinya untuk terus mengenakan hijab.

Berkunjung ke Masjid Agung Sheikh Zayed, Menteri Susi Pudjiastuti Kenakan Hijab Warna-warni

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kini tengah berada di Abu Dhabi. Di tengah kegiatan yang padat sebagai Menteri Kalautan dan Perikanan, ia menyempatkan diri mengunjungi salah satu masjid yang ada di Abu Dhabi.

Susi Pudjiastuti sering terlihat tomboy dan cool dengan kacamata hitam nya seperti wanita tangguh. Di balik semua itu, ternyata Susi memiliki sisi feminin. Hal itu terlihat saat ia mendatangi Masjid Agung Sheikh Zayed dengan rombongan.

Dalam unggahan di Instagram @susipudjiastuti115, ia mengenakan baju berwarna biru dengan motif garis-garis. Melengkapi penampilannya, Susi Pudjiastuti mengalungkan kerudung warna-warni dengan motif bunga. Tidak ketinggalan, ia tetap mengenakan sneakers berwarna hitam.

Di tengah jadwal kegiatan, saya menyempatkan untuk mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed yang begitu indah dan megah. Masjid terindah mana yang sudah kamu kunjungi?” tulis Susi Pudjiastuti di Instagramnya @susipudjiastuti115, Selasa 12 Maret 2019.

Gaya busana Susi saat mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed, mendapatkan pujian warganet. “Ibuuu tetep ketceh dalam setiap situasi akumah syukaaa,” tulis @nyimas_dian_gayatri.

“Mas ya allah bu susi,” tulis @nurulhusein2014.nh di kolom komentar Instagram, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti . (Indah Permata Niska)

Saksikan video pilihan di bawah ini :

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memungut sampah di lingkungan pantai Pangandaran Jawa Barat. Ia pun sampaikan pesan kepada para pengunjung pantai; Apa pesannya?

Luna Maya Kenakan Hijab, ‘Pesan Meleleh’ Denny Sumargo untuk Anak DJ Verny

Jakarta – Luna Maya baru saja selesai menjalankan ibadah umrah. Masih terus mengenakan hijab, tampilan Luna pun mendapat pujian.

Tidak hanya dari teman artis, pengusaha Malaysia, Faisal Nasimuddin yang disebut sedang dekat dengannya juga memberikan pujian.

Selain itu ada juga berita dari Denny Sumargo yang memberikan pesan kepada anak DJ Verny yang terbukti bukan darah dagingnya.

Berikut lima berita terpopuler di detikHOT, Rabu (6/3/2019):

1. Bertemu Anak DJ Verny saat Tes DNA, Ini ‘Pesan Meleleh’ Denny Sumargo

Saat melakukan tes DNA, pertama kalinya Denny Sumargo bertemu dengan anak DJ Verny. Anak perempuan yang akan menginjak usia enam tahun itu pun mengenali Denny Sumargo meski baru bertemu saat itu.

Denny Sumargo memberikan pelukannya untuk sang anak. Sang anak mengetahui ayahnya bernama Papa Densu.

2. Kenakan Hijab Usai Umrah, Luna Maya Banjir Doa dan Pujian

Setelah menjalani ibadah umrah, kini Luna Maya dikabarkan sudah kembali ke Indonesia. Dalam postingan terbarunya Luna Maya terlihat mengenakan hijab.

“Such an amazing journey thank you @turkishairlines #alhamdulillah #lunamaya,” tulis Luna Maya dilihat detikHOT, Rabu (6/3/2019).

3. Eaaa… Nikita Mirzani Sebut Reino Dekati Syahrini Sebelum Putus dari Luna Maya

Lagi-lagi Nikita Mirzani mengungkapkan hal yang mengejutkan. Ia menyebut Reino Barack sudah mendekati Syahrini sebelum putus dari Luna Maya.

Awalnya, Nikita Mirzani enggan untuk berbicara. Namun setelah didesak, istri dari Dipo Latief itu akhirnya buka suara dengan nada nyinyir.

4. Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok Usai Nonton Konser Iwan Fals

Seorang penggemar Iwan Fals tewas dikeroyok setelah menonton konser idolanya. Pemuda tersebut diketahui bernama Maulana Firdaus.

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Kasubbag Humas Polres Jakarta Utara Kompol Sungkono.

5. Pindah Rumah karena Diteror, Ruben Onsu Ngaku Masih Trauma

Meskipun sudah pindah rumah, Ruben Onsu ngaku masih trauma atas teror yang sering menimpanya. Bahkan, dirinya sempat pergi ke psikolog untuk konsultasi.

“Trauma, trauma, trauma banget. Karena yang mengalami itu kan kami. Jadi rasa trauma yang saya hadapi itu saya sampe konsultasi ke psikolog,” kata Ruben Onsu usai mengisi acara di ‘Brownis’ Trans Tv, Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019).
(nu2/dar)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

9.000 Relawan Dozer Siap Tepis Hoaks dan Kampanye Hitam ke Jokowi-Ma’ruf

Liputan6.com, Jakarta – Viralnya video dugaan kampanye hitam tiga ibu-ibu di Kawarang, Jawa Barat yang ditujukan untuk Jokowi-Ma’ruf, menuai reaksi dari para relawan pendukung capres cawapres nomor urut 01. Salah satunya relawan Dozer.

Sebanyak 9.000 relawan akan segera diterjunkan ke masyarakat di Jawa Barat guna menepis berita bohong yang dianggap dapat merusak demokrasi dan menjatuhkan lawan.

“Kami segera bergerak door to door menyebarkan kebenaran guna melawan hoaks,” kata Koordinator Relawan Dozer Kabupaten Bekasi Maman Gerry ditemui di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa 26 Februari 2019.

Tak hanya itu, sebanyak 9.000 relawan Dozer juga bertekad menyampaikan kepada masyarakat bahwa demokrasi di Indonesia harus bersih dan bermartabat.

“Siapapun yang akan menjadi pemimpin sudah digariskan oleh Tuhan, intinya tidak usah menyebar berita-berita yang tidak penting apalagi fitnah,” terang dia.

Maman menyimpulkan, adanya kejadian tersebut mempengaruhi turunnya kualitas demokrasi di Indonesia.

“Kami berpandangan bahwa ini bukan siapa yang memerintahkan, tapi yang jelas bahwa demokrasi harus naik kelas dan demokrasi kita harus bermartabat,” kata Maman.

Dia berharap, polisi terus mengusut dugaan kampanye hitam yang ditujukan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Kami serahkan kepada pihak berwajib untuk memproses kasus tersebut. Persoalan fitnah sudah ada aturannya,” kata dia.

Sementara itu, Polda Jabar masih mendalami dugaan kampanye hitam terhadap pasangan Capres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf yang dilakukan tiga ibu rumah tangga di Kabupaten Karawang.

2 dari 3 halaman

Kampanye Hitam

Dalam tayangan video yang diunggah ke youtube, ketiga emak-emak melakukan kampanye door to door. Mereka kemudian secara frontal mengabarkan berita bohong yang ditujukan kepada pasangan Jokowi-Amin.

Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin,” kata perempuan di video yang viral.

Jika diartikan, ajakan itu memiliki arti:”Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin.”

Video tersebut pun viral dan mendapat reaksi keras dari pendukung Jokowi-Ma’ruf.

Setelah dilakukan penyelidikan, pihak kepolisian mengamankan tiga orang ibu-ibu terdiri dari ES, IP dan CW pada Minggu 24 Februari 2019. Mereka kini telah menjadi tersangka.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Menyelidiki Motif Kampanye Hitam 3 Emak-Emak di Karawang

Liputan6.com, Jakarta – Kampanye hitam yang melibatkan tiga orang ibu-ibu di Karawang, Jawa Barat menghebohkan media sosial.

Tiga emak-emak, yang diketahui berinisial ES (49), IP (45), CW (44) ini diduga melakukan kampanye hitam door to door terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Mereka melakukan kampanye hitam dengan membuat isu Jokowi akan melarang azan dan melegalkan pernikahan sejenis jika kembali terpilih di Pilpres 2019. Polisi pun bergerak cepat usai video yang menampilkan tiga emak-emak itu viral di media sosial.

Polda Jabar menetapkan ES (49), IP (45), CW (44) sebagai tersangka setelah diduga melakukan kampanye hitam door to door terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Tepatnya sejak tanggal 25 Februari 2019 kemarin kita menetapkan ketiganya sebagai tersangka dan statusnya naik dari penyelidikan menjadi penyidikan,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko ditemui di Mapolda Jabar, Selasa (26/2/2019).

Trunoyudo mengatakan Dalam video yang beredar, ketiganya memiliki peran masing-masing. “Ya dua orang (ES dan IP) yang dimaksud dalam konten video. Satu lagi (CW) yang memvideokan dan menambah caption (di twitter),” dia. 

Dalam video juga nampak dua ibu-ibu yang sedang berbicang dengan seorang pria paruh baya. Pria tersebut berdiri di depan pintu rumahnya. Dua ibu-ibu mengajak untuk tidak memilih Jokowi dengan menggunakan bahasa sunda.

Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin)” kata salah satu ibu yang tidak diketahui namanya.

Setelah ditetapkan tersangka, ketiganya kini dijerat dengan UU ITE Pasal 28 ayat 2 dengan ancaman 6 tahun penjara dan juga Pasal 14 ayat 2 UU KUHP terkait penyebaran berita bohong dengan ancaman 3 tahun bui.

Untuk mempertanggungjawabkan perbutannya kini ketiga tersangka berada di Polres Karawang.

“Kita lakukan penahanan dari penyidik. Karena ancaman hukuman 6 tahun. Karena memang di sana fokus terjadinya dan dasar adanya laporan dari pihak korban. Dalam hal ini adalah tim sukses pasangan calon yang disudutkan,” ungkap dia. 

Sementara itu, motif ketiga ibu melakukan kampanye hitam terhadap pasangan calon presiden nomor urut 1, Jokowi-Ma’ruf kini terus didalami oleh Bawaslu Jawa Barat.

Rencananya Bawaslu Jabar bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) akan memeriksa motif terduga pelaku.

Nantinya setelah dilakukan pendalaman, pihaknya bersama Gakkumdu akan menilai apakah ketiga perempuan tersebut melakukan pelanggaran terkait pemilu atau tidak.

“Dari Bawaslu kami lagi mengumpulkan informasi dan keterangan dulu. Nanti bersama Gakkumdu untuk pendalamannya,” ujar Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat, Abdullah.

Menurut Abdullah, Bawaslu akan mendalami hal-hal terkait soal pemilu saja. Pasal 280 ayat 1 huruf C Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pemilu memuat larangan dalam kampanye. Pasal itu berbunyi: Pelaksana, peserta, dan tim kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau peserta pemilu yang lain.

Soal dugaan kampanye hitam itu, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin meminta kepolisian mengusut tuntas kampanye hitam yang dilakukan ibu-ibu di Karawang, Jawa Barat.

Dia berharap aktor intelektual kampanye hitam ‘Jokowi terpilih tidak ada azan dan LGBT diizinkan’ juga ditangkap.

“Saya kira itu harus terus diproses karena harus dicari aktor intelektualnya di mana,” kata Ma’ruf di Kuningan, Jawa Barat, Selasa (26/2/2019).

Supaya, kata Ma’ruf, sumber hoaks tersebut dihentikan. Menurut Ma’ruf, kampanye hitam yang demikian sangat berbahaya.

“Sebab kalau tidak ini (ditangkap) bakal ada lagi keluar lagi jadi sumber hoaks. Itu harus diketahui dan harus diproses. ini sangat berbahaya bagi demokrasi penegakan demokrasi dan keutuhan bangsa ini isu seperti itu menimbulkan konflik,” jelas dia.

2 dari 3 halaman

Ada Peran Tokoh Intelektual ?

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Moeldoko menduga tiga orang emak-emak yang melakukan kampanye hitam terhadap capres petahana Joko Widodo atau Jokowi atas perintah pihak tertentu.

“Terstrukturlah pasti. Enggak mungkin menjalankan kalau enggak ada perintah,” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Moeldoko menyebut publik tak kesulitan untuk mengidentifikasi siapa saja di balik kampanye hitam tersebut. Dilihat dari bahasa yang digunakan tiga emak-emak tersebut, terlihat jelas aktor utama kampanye yang menjatuhkan Jokowi-Amin.

Mengenai pernyataan tim BPN Prabowo-Sandiaga Uno yang membantah memberikan perintah apa pun pada tiga emak-emak itu, Moeldoko menanggapi santai.

“Bisa saja menyangkal. Kan bisa dilihat, diikuti. Pelakunya siapa? Aktornya siapa? Emak-emak. Ikuti saja. Pendidikan dia apa? Substansi isunya apa? Bisa enggak ya dia membuat struktur isu seperti itu? Kan gitu. Kan gampang. Mana bisa emak-emak bikin isu begitu kalau enggak ada seniornya,” ujar dia.

Belajar dari kampanye hitam itu, Moeldoko mengimbau kepada pihak-pihak yang tengah berkontestasi di Pemilu 2019 untuk tak membodohi rakyat. Dia berharap ajang pesta demokrasi kali ini diisi dengan adu gagasan dan program.

“Enggak usahlah pakai membodoh-bodohi rakyat. Yang saya sedih itu, berpakaian Muslim, tapi memfitnah orang kayak begitu. Itu kan keterlaluan. Jadi Muslim-nya mana? Saya yang enggak sukanya begitu. Kita sama-sama Muslim jadi enggak enak. Masak ajaran kita begitu sih? Jadi jangan cara-cara pembodohan yang berlebihan,” ucap dia.

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan meminta Polda Jabar tidak berhenti melakukan penyelidikan setelah mengamankan tiga perempuan tersebut. Terlebih, ia menduga ketiga ibu rumah tangga itu tidak memahami pesan yang disampaikan.

“Kami menduga kemungkinan ada aktor intelektual di balik itu apakah ibu itu disuruh melakukan kampanye hitam, sebar fitnah, ujaran kebencian kepada masyarakat di sekitarnya untuk tidak memilih Pak Jokowi,” ucapnya di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin, 25 Februari 2019.

Selebihnya, pihak kepolisian pun diminta untuk menelusuri lebih jauh peran ketiga perempuan yang saat ini berada di Polda Jabar. Apakah ketiganya simpatisan atau relawan resmi dari paslon 02 Prabowo- Sandiaga Uno yang saat ini bersaing dengan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi membantah telah melakukan kampanye hitam pada Pilpres 2019. Hal ini sekaligus menanggapi tiga ibu-ibu di Karawang yang ditangkap oleh polisi karena telah melakukan kampanye hitam.

“Kami sejak awal mengatakan bahwa Prabowo-Sandi ingin menang berkah dan bermartabat. Tidak menghalalkan segala cara hukum yang menyebar hoaks,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Pipin Sopian di Media Center Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin, 25 Februari 2019.

“Kami harus verifikasi ulang, enggak tahu sampai saat ini tentu tim kami sedang mengkajinya tetapi ingin melakukan landasan dari BPN bahwa kami meminta siapapun relawan dari BPN Prabowo-Sandi untuk tetap tidak menyebarkan hoaks kalau melanggar itu memang konsekuensi harus siap diproses hukum,” tegas dia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) ini mengungkapkan, BPN tetap meminta keadilan harus ditegakkan secara adil terhadap penyebar hoaks baik dari pendukung Prabowo-Sandi maupun pendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Tetapi di sisi lain kami ingin penegak hukum berlaku adil. Para pendukung 01 yang melakukan menyampaikan hoaks dan black campaign pada 02 diproses secara hukum,” pungkas dia.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

3 dari 3 halaman

Hindari Hoaks

Menjelang Pilpres 2019, fenomena haters dan hoax dipastikan bakal bermunculan. Begitu pun saling menyerang antarpendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertarung di pesta demokrasi lima tahunan itu.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengimbau masyarakat tidak menanggapi dengan serius berbagai postingan di media sosial (medsos).

“Jangan gampang baperan. Dari pada buang-buang pulsa mending delete saja” ujar Rudiantara, usai kuliah umum di IPB Dramaga, Bogor.

Rudiantara menegaskan tidak akan segan-segan untuk menghapus akun media sosial atau website yang melakukan black campaign maupun menyebar informasi bohong (hoax) selama masa kampanye.

“Seperti Pilkada kemarin, Bawaslu meminta kami meng-take down beberapa akun, pasti kami lakukan,” kata dia.

Selama Pemilu 2019, Menkominfo bersama Bawaslu akan selalu mengawasi proses kampanye baik di medsos maupun area yang menjadi tanggungjawabnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan media sosial sebagai tempat saling menyerang. Alangkah baiknya diisi dengan adu program maupun gagasan untuk kebaikan Indonesia.

“Ini kan pesta demokrasi, namanya pesta harus happy, jangan jelek-jelekan, gontok-gontokan, gebuk-gebukan. Harusnya sampaikan yang baik-baik seperti program atau visi-misi saja,” tutupnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Emruscorner, Emrus Sihombing, mengatakan tidak menutup kemungkinan ada penumpang gelap yang memanfaatkan momentum Pilpres dan bergerak di media sosial. Dia mencontohkan isu-isu bangkitnya PKI atau yang lainnya.

“Saya mau katakan bahwa tidak hanya Pilpres, dalam dinamika politik penumpang gelap itu adalah sesuatu yang tak tertolak dan tak ternafikkan,” ucap Emrus di Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Dia menuturkan, seharusnya, jika terjadi serangan dalam bentuk hoax, ujaran kebencian, dan sebagainya melalui berbagai saluran komunikasi, terutama sosial media, kepada salah satu peserta atau paslon, kompetitor lain yang merasa diuntungkan harus membantu.

“Sejatinya kompetitornya yang boleh jadi diuntungkan dengan isu tersebut maju ke depan menjelaskan. Bila perlu membelanya dengan narasi yang menyejukkan,” tutur Emrus.

Dia mencontohkan, jika paslon Z diserang isu yang merugikannya, sejatinya paslon X yang membelanya sembari mejelaskan bahwa mereka tidak mau menang di tengah hiruk-pikuk penyebaran hoax, ujaran kebencian, ekploitasi SARA dengan berbagai bentuk.

“Jadi, tidak boleh ada pembiaran sekalipun paslon yang bersangkutan diuntungkan,” ungkap Emrus.

Sementara itu, Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin yang juga Politisi PDI Perjuangan, Zuhairi Misrawi, menegaskan, pihaknya mewaspadapi potensi munculnya penumpang gelap yang bakal menggerus suara mereka di Pilpres 2019 mendatang.

“Penumpang gelap biasannya muncul dengan memproduksi isu negatif dan berita bohong. Dengan fokus pada isu ekonomi dan pembangunan, maka isu negatif yang dimainkan penumpang gelap bisa diredam,” jelas Zuhairy.

Polisi Tetapkan 3 Emak-emak Kampanye Hitam ke Jokowi Tersangka

Bandung – Polisi menetapkan 3 emak-emak yang melakukan kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai tersangka. Proses penyidikan terhadap ketiganya berlanjut.

“Terhadap tiga orang yang kemarin, kita tetapkan menjadi tersangka,” ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (26/2/2019).

Ketiganya yakni ES warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang, IP warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang dan CW warga Telukjambe, Desa Sukaraja, Kabupaten Karawang. Mereka diamankan sejak Minggu (24/2) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Truno mengatakan penetapan tersangka ini berdasarkan dua alat bukti yang dikantongi penyidik. Dua alat bukti ini merupakan video dan ponsel yang telah diperiksa penyidik.

“Kita sudah ada device ponsel dari masing-masing pihak,” kata Truno.

Kasus ini akan terus berlanjut. Proses penyidikan akan dilakukan di Polres Karawang.

“Sekarang proses penyidikan yang dilakukan oleh Polres Karawang yang tetap diback up oleh Polda Jabar dalam hal ini Ditkrimum maupun Ditkrimsus,” kata Truno.

Truno menambahkan ketiga orang ini dikenakan Pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; dan/atau pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 atau pasal 15 UU RI No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Untuk Undang-undang Pemilu, mekanisme undang-undang pemilu kita ketahui adanya dugaan dilaporkan ke Bawaslu kemudian akan dianalisa dengan tim gakumdu (Penegak Hukum Terpadu),” kata Truno.

Sebelumnya warga Karawang dibuat geger dengan video aksi sosialisasi berisi kampanye hitam terhadap Jokowi – Maruf yang viral di media sosial. Sebab, diduga kuat peristiwa dalam video itu terjadi di Karawang.

Dalam video yang beredar, dua orang perempuan tersebut berbicara dalam bahasa sunda saat kampanye door to door. Warga diyakini bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis.

“Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin,” kata perempuan di video yang viral.

Jika diartikan, ajakan itu memiliki arti:

Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin.
(dir/ern)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Setop Kampanye Hitam di Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta – Ketiga perempuan berkerudung itu tertunduk usai digelandang ke Mapolda Jawa Barat. Suara ketiganya tak lagi terdengar, seperti saat melakukan kampanye hitam door to door di Karawang.

Aksi kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin ketiganya terekam kamera. Pada video yang viral di media sosial itu, mereka menyebut, bila Jokowi menang maka suara azan di masjid dilarang, tidak ada lagi yang diperbolehkan memakai hijab, dan pernikahan sejenis dibolehkan.

Pukul 23.30 WIB, Minggu 24 Februari 2019, Polres Karawang dan Polda Jawa Barat menangkap ketiganya di rumah masing-masing. Mereka adalah Engqay Sugiarti (39) warga Babakanmaja, Ika Peranika (36) warga Kalioyod, Karawang, dan Citra Widianingsih, (38) warga Perumnas Bumi Telukjambe, Karawang.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, polisi ingin memberi efek jera kepada pelaku dan penyebar kampanye hitam dari penangkapan ketiganya. Tidak peduli dengan sikap atau kampanye hitam itu ditujukan.

Selain itu, lanjut dia, penangkapan ketiganya merupakan tindakan preventif. Polisi dan Bawaslu khawatir, video tersebut dapat memunculkan konflik dan keresahan di tengah masyarakat.

“Polri akan melakukan tindakan tegas dan terukur siapapun yang melakukan kampanye hitam yang bersifat tidak benar atau bohong. Karena kita tidak ingin tatanan demokrasi ini dirusak oleh berita bohong,” kata Truno di Bandung, Senin 25 Februari 2019.

Terlebih, kampanye hitam sudah masuk dalam tindak pidana. 

“Dalam proses penyelidikan ini tentunya Dirkrimum bersama Bawaslu akan melakukan serangkaian kegiatan bersama untuk mengevaluasi terhadap perbuatan yang diduga adalah tindak pidana pemilu. Namun dalam proses penyelidikan, kita lihat adanya tindak pidana lain terkait pelanggaran yang dilakukan ketiga wanita tersebut,” ujar Truno.

Dia menuturkan, tindakan ketiganya bisa dijerat dengan sejumlah undang-undang. Salah satunya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Direktorat Kriminal Khusus melakukan langkah-langkah penyelidikan tentang adanya dugaan pelanggaran Pasal 28 UU ITE. Termasuk UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang adanya peraturan hukum pidana soal penyebaran berita bohong,” tutur Truno.

Ancaman hukuman terhadap pelanggaran Pasal 28 UU ITE yakni 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. Sedangkan pelanggaran terhadap UU No 1 tahun 1946 diancam dengan hukuman 3 tahun penjara.

Menurut dia, penyidik tengah mendalami sangkaan tersebut. Termasuk soal peran masing-masing perempuan tersebut dalam kampanye hitam terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Sejauh ini kita masih mendalami dan nanti akan disampaikan,” ujar Truno.

Rabu 29 Januari 2019, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian pernah mengimbau semua pihak untuk tidak melakukan kampanye hitam pada Pemilu 2019. Dia mengatakan, boleh saja memberitahukan kekurangan pihak lawan, selama informasinya berdasarkan fakta dan data.

“Tolong kedepankan cara-cara santun, lakukan positif campaign, kampanye tentang program dan keunggulan calon masing-masing, kalau ada negative campaign sebatas tertentu masih bisa kita tolerir,” kata Kapolri, seperti dilansir Antara.

Artinya, lanjut dia, kampanye tentang kelemahan lawan bisa dilakukan selama berdasar fakta dan bertujuan supaya masyarakat paham dalam memilih. Sebab, masyarakat jadi tahu kelebihan dan kekurangan dari calon pemimpin.

“Yang tidak boleh adalah black campaign, kampanye yang faktanya tidak ada tapi diada-adakan,” kata Kapolri di sela pelaksanaan Rapim TNI-Polri 2019 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta.

Dia menuturkan, Polri akan menindak tegas siapapun yang melakukan kampanye hitam dalam Pemilu 2019.

“Itu (kampanye hitam) pidana, pasti akan kita tindak,” janji Kapolri.

2 dari 3 halaman

Bawaslu Bentuk Tim Khusus

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menurunkan tim khusus untuk mendalami kasus video yang menampilkan ibu diduga melakukan kampanye hitam terhadap pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin, di Karawang, Jawa Barat.

“Kami telah berkoordinasi dengan Bawaslu Karawang, sudah melakukan pendalaman atas informasi yang masuk ke kita ya,” kata Ketua Bawaslu Jawa Barat Abdullah, di Kota Bandung, Senin 25 Februari 2019.

Menurut dia, pihaknya telah melakukan investigasi dan menurunkan tim khusus untuk mencari tempat kejadian dari video tersebut dan mencari tahu pihak yang terlibat dalam video tersebut.

“Dari hasil ini memang kami sedang mengumpulkan fakta-fakta yang terjadi. Jadi dalam konteks kami ini masih dalam rangka pengumpulan informasi, sehingga ruang investigasi sedang kami maksimalkan,” ujar Abdullah.

Tim Sentra Gakkumdu sedang menyelidiki dan mendalami terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Tindak Pidana Pemilu dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, beredar video di Twitter yang menampilkan perempuan berbicara Bahasa Sunda melakukan kampanye hitam yang ditujukan ke capres nomor urut 01, kepada warga.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Istri Sandiaga Uno Kampanyekan Visi Misi Capres 02 ke Emak-emak

Sidoarjo – Istri Cawapres Sandiaga Uno, Nur Asia ikut turun gunung untuk mengampanyekan visi misi suaminya. Layaknya Sandi hampir di setiap kampanyenya. Di Sidoarjo Nur juga berbicara soal perekonomian bangsa.

“Untuk memperbaiki perekonomian bangsa merupakan program utama Sandiaga Uno. Terutama ekonomi kerakyatan. Kalau perlu usaha emak-emak Sidoarjo ini di ekspor ke luar negeri,” kata Nur kepada wartawan, Senin (25/2/2019).

Di kabupaten berjuluk Kota Delta, Nur mengunjungi rumah Butik Beescarf Hijab di Perumahan Taman Pondok Jati C 5, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Ia tiba sekitar pukul 09.45 WIB. Kehadiran wanita yang mengenakan kemeja biru itu disambut hangat oleh emak-emak.


“Prabowo Subianto Presiden, Sandiaga Uno wakil Presiden, Prabowo-Sandiaga menang- menang,” teriak emk-emak.

Sukacita emak-emak semakin sempurna setelah Nur Asia menyebut mereka sebagai kelompok yang kreatif. Kelompok yang secara aktif turut serta memajukan perekonomian bangsa.

“Kedatangan ke Pondok Jati ini ingin menemui emak-emak yang kreatif dan mandiri,” imbuh Nur.

Pemilik Butik Lestari Wilujeng (46) mengatakan, kehadiran Nur Asia di tempatnya merupakan kebanggaan besar. Ia juga mengapresiasi niat mulia Nur Asia yang ingin membantu sang suami meningkatkan perekonomian bangsa dengan lebih memperhatikan para pemilik usaha kecil.

Tidak hanya membuat dirinya bangga, menurut Lestari, kehadiran Nur juga menumbuhkan harapan dan semangat emak-emak untuk lebih kreatif lagi. “Masyarakat yang memiliki usaha kecil seperti ini masih perlu bimbingan. Kedatangan Ibu Nur Asia Uno mampu memberikan semangat bagi emak-emak yang memiliki usaha sendiri dan mandiri di Sidoarjo,” tandas Lestari.
(sun/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

3 Wanita Anggota Kongres, Termasuk 2 Muslimah Ini Ubah Wajah Politik AS

Washington – Trio perempuan yang baru terpilih menjadi anggota Kongres telah mengguncang politik Amerika Serikat.

Ketiga perempuan kulit berwarna ini memenangkan kursi sebagai wakil Partai Demokrat lewat pemilihan umum sela AS bulan November lalu.

Meskipun pendatang baru, mereka secara terbuka mempertanyakan konvensi lama kelompok mapan Amerika, baik dalam hal domestik maupun luar negeri, sehingga mendapatkan pendukung antusias, di samping pengecam keras, termasuk dari dalam partainya sendiri.

Jadi apakah perempuan ini wakil banyak suara yang radikal atau revolusioner yang sudah lama dinantikan politik AS?

Bersejarah Alexandria Ocasio-Cortez Alexandria Ocasio-Cortez memasuki Kongres sebagai bagian dari jumlah terbanyak wakil perempuan di DPR dalam sejarah AS. (iStock)

Di usia 29 tahun, Alexandria Ocasio-Cortez, mantan bartender dan pelayan dari New York menjadi perempuan termuda yang masuk ke Kongres. Keluarganya berasal dari Puerto Rico.

Ihan Omar dari Minnesota adalah warga Amerika keturunan Somalia berumur 38 tahun yang memakai hijab. Dia tiba di AS pada tahun 1995 sebagai pengungsi.

Pada pemilu sela November, dia dan rekannya Rashida Tlaib menjadi perempuan Muslim pertama yang terpilih di Kongres.

Rashida Tlaib, 42 tahun, wakil dari Michigan, adalah seorang pengacara dari generasi pertama Amerika-Palestina. Nenek dan kerabatnya masih tinggal di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Bisa dikatakan bahwa ketiganya mewakili politik progresif Demokrat AS.

Mereka mendukung hak LGBT, aborsi sebagai hak perempuan dan membela hak imigran.

Rashida Tlaib dan Ilhan Omar. Rashida Tlaib dan Ilhan Omar mencatat sejarah sebagai perempuan Muslim pertama di Kongres. (Getty Images)

Bintang media sosial

Dalam kaitannya dengan masalah luar negeri, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib sangat berbeda dengan warga AS pada umumnya terkait dengan Israel, sekutu Amerika sejak lama dan penerima bantuan.

Sementara dalam hal politik dalam negeri, Alexandria Ocasio-Cortez atau AOC nama yang dipakai penggemarnya di Twitter, telah mengguncang dan mendapatkan banyak perhatian karena pandangannya yang sangat kiri, suatu hal yang langka di politik AS.

Tidak diragukan lagi bahwa perempuan-perempuan Demokrat ini sangat menentang Presiden Donald Trump.

Tetapi kadang-kadang pesaing serius pun memiliki kesamaan.

Misalnya dalam hal penggunaan 280 karakter sebuah Tweet.

Jika Donald Trump telah membuat terobosan dengan membuat Twitter sebagai saluran utama untuk berbicara langsung dengan masyarakat Amerika, politikus perempuan ini mengikuti jejaknya dengan mengedepankan pesan politik lewat kehadiran kuat di media sosial.

Akun Twitter Alexandria Ocasio-Cortez Twitter telah menjadi ‘medan pertempuran’ para politikus Amerika. (Twitter)

Perlombaan interaksi

Ini adalah strategi yang terutama berhasil bagi Alexandria Ocasio-Cortez.

Menurut sebuah kajian yang dilakukan situs internet berita Axios, selama sebulan anggota Kongres ini menciptakan lebih banyak interaksi di Twitter (retweets dan likes) dibandingkan enam situs berita paling berhasil AS di Twitter, termasuk organisasi besar seperti CNN dan New York Times.

Saat penelitian dilakukan, Donald Trump masih di atasnya dengan jumlah sekitar tiga kalinya, tetapi data ini – mengalahkan anggota Demokrat lainnya – tetap saja mewakili keberhasilan besar bagi Alexandria Ocasio-Cortez mengingat dirinya baru saja menjadi anggota DPR.

Melakukan streaming video-nya di Instagram saat membuat sup di dapur sambil membicarakan usulan peningkatan pajak bagi orang kaya kemungkinan tidak sukai semua orang, tetapi bagi generasi baru yang tumbuh dengan media sosial, dia sangatlah menarik.

Alexandria Ocasio-Cortez di Instagram.
AOC juga aktif di Instagram dan video memasaknya terbukti sangat populer. (Instagram)

Di samping peningkatan pajak sampai 70% bagi orang berpemasukan tinggi, dia juga mempromosikan rencana Green New Deal untuk menjadikan Amerika sama sekali bebas dari bahan bakar fosil dengan berinvestasi pada energi bersih, asuransi kesehatan bagi semua warga dan universitas gratis.

Masalah Amazon

Dia juga menentang bisnis besar pada sejumlah masalah, termasuk tentang pendanaan kampanye politik, keuntungan perusahaan obat besar yang dituduh “menggunakan penelitian yang dibiayai masyarakat untuk mendapatkan obat swasta yang mahal” dan perdebatan terbuka dengan pengecer terbesar dunia, Amazon, terkait rencana mendirikan markas di New York City.

Donald Trump mengatakan dia seorang sosialis, menekankan bahwa ‘Amerika tidak akan pernah menjadi negara sosialis’.

Jadi apakah itu memang benar? Ocasio-Cortez menjawab dengan mengatakan dirinya adalah Sosialis-Demokrat, dengan penekanan pada kata Demokrat.

Dia tentu saja memiliki sejumlah pengecam, salah satunya adalah mantan Senator Joe Lieberman dari partainya sendiri, yang mengatakan Alexandria Cortez-Ocasio tidak boleh menjadi masa depan Demokrat.

Kantor Ocasio-Cortez Pengunjung Kongres mulai meninggalkan pesan cinta dan dukungan di pintu kantor Alexandria Ocasio-Cortez. (Reuters)

Dalam beberapa bulan ke depan, memang meloloskan rancangan undang-undang kemungkinan akan lebih sulit bagi Alexandria Ocasio-Cortez dibandingkan mendapatkan 3,2 juta pengikut di Twitter, tetapi hampir semua orang sepakat dia adalah kekuatan besar yang mendominasi wacana politik.

Lain dari biasa

Jika kemenangan Trump pada pemilu sebagai petunjuk, usahanya yang sering terdengar mengingatkan bahwa Amerika bosan dengan politik pada umumnya, sepertinya juga terjadi di sebagian besar masyarakat AS.

Anggota Kongres perempuan yang baru terpilih menyerang Trump dengan semangat yang sama: dia tidak bisa mengharapkan dirinya dapat bekerja seperti biasa.

Ketika Ilhan Omar, wakil masa jabatan pertama kelahiran Somalia mempertanyakan utusan yang baru ditunjuk Trump untuk Venezuela, diplomat veteran Elliott Abrams pada sebuah sidang Kongres, videonya langsung menjadi viral.

Ilhan Omar Ilhan Omar terpilih menjadi bagian dari Foreign Affairs Committee DPR. (Getty Images)

“Apakah Anda akan mendukung kelompok bersenjata di dalam Venezuela yang terlibat kejahatan perang, kemanusiaan atau genosida jika Anda percaya mereka melakukannya untuk kepentingan AS, seperti yang Anda lakukan di Guatemala, El Salvador, dan Nikaragua?” Ilhan Omar menanyakannya, sehingga memicu perdebatan menegangkan di antara keduanya.

Dia mengacu kepada peran Elliott Abrams dalam skandal yang dikenal sebagai Iran-Contra.

Ketika diketahui bahwa Amerika secara diam-diam menjual senjata ke Iran pada tahun 1980-an dan menyalurkan dananya untuk kelompok anti-komunis Nikaragua.

“Sepertinya adil”

Selama masa jabatannya, milisi yang dilatih AS melakukan pembantaian di El Salvador, membunuh lebih dari 800 warga sipil.

Elliott Abrams mengatakan interogasinya ‘konyol’ dan ‘sebuah serangan pribadi’.

Tetapi Alexandria Ocasio-Cortez yang bereaksi lewat Twitter, mendapatkan 62.000 likes. “Menyaksikannya menanyai utusan Trump … sepertinya keadilan ditegakkan,” tulisnya.

Ilhan Omar Ilhan Omar adalah pengungsi Somalia yang tiba di AS saat berumur 12 tahun. (Getty Images)

Pihak-pihak yang membela Ilhan Omar mengatakan dia mengangkat masalah kelompok elite Washington yang sejak lama tidak diperhatikan.

Meskipun demikian, perbedaan pandangan terkait posisi Ilhan Omar terhadap Israel memicu kontroversi yang lebih tajam.

Kontroversi Israel

Wakil Minnesota ini mendukung gerakan BDS, kampanye pimpinan Palestina yang terinspirasi gerakan anti-apartheid Afrika Selatan, untuk menerapkan boikot, divestasi dan sanksi terhadap Israel terkait dengan kebijakan Palestinanya.

Israel menuduh gerakan tersebut mengancam keberadaan mereka, sebuah pandangan yang juga didukung sebagian besar politikus kedua partai di Kongres.

Ilhan Omar Wakil Minnesota terlibat dalam sengketa anti-Yahudi. (Getty Images)

Ketika diketahui bahwa anggota paling senior Republik di House of Representatives, Kevin McCarthy, menegaskan akan menindak Ilhan Omar terkait dugaan anti-Yahudi, dia mengirim tweet, mengisyaratkan bahwa kelompok lobi pro-Israel, Aipac (The American Israel Public Affairs Committee) menggunakan insentif keuangan untuk mendukung agenda pro-Israel.

Komentarnya membuka berbagai masalah dengan pendukung dan pengecamnya, memulai perang Twitter terkait peran Aipac dalam politik AS dan mempertanyakan apakah Ilham rasis terhadap Yahudi.

Permintaan maaf Aipac

Jumlah orang yang tersinggung cukup berarti, mereka menekankan bahwa dia mendukung stereotip bahwa “Yahudi kaya mengendalikan dunia”.

Presiden Trump menuntutnya mundur, Chelsea Clinton menyerangnya karena menggunakan masalah anti-Yahudi dan senator senior Demokrat Chuck Schumer menuduhnya tidak toleran dan menggunakan kiasan anti-Yahudi.

Sebagai jawabannya, pembela Ilhan di Tiwtter menyebarkan video pidato Schumer di konferensi Aipac hampir setahun lalu.

Mereka memintanya untuk meminta maaf terkait dengan apa yang mereka pandang sebagai kefanatikan keagamaan dan anti-Palestina.

Senator Chuck Schumer Salah satu Demokrat senior di Kongres, Senator Chuck Schumer, berbicara di Aipac Policy Conference bulan Maret 2018. (Getty Images)

Pada di video tersebut, Senator Schumer, seorang Yahudi, mengatakan kepada anggota Aipac, “Tentu saja, kita mengatakannya tanah kita, Taurat mengatakan itu, tetapi mereka (Palestina) tidak mempercayai Taurat. Jadi itulah alasannya mengapa tidak tercipta perdamaian.”

Tweets masa lalu

Ini bukanlah untuk pertama kalinya pengaruh lobby Aipac pada politik Amerika diperhatikan.

Pada tahun 2005, Steven Rosen, saat itu pejabat senior Aipac, mengatakan kepada seorang wartawan New Yorker lewat sebuah wawancara makan malam bahwa “Dalam 24 jam, Aipac kemungkinan mendapatkan tanda tangan 70 senator di serbet ini.”

Ketika Twitter membicarakan apakah Ilhan khusus dijadikan sasaran karena dirinya adalah Muslim perempuan pendukung BDS, dia mengirim tweet tentang ‘permintaan maaf tegas’, menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan yang “mendidiknya terkait dengan sejarah menyakitkan kiasan anti-Yahudi.’

Ini adalah untuk kedua kalinya politikus Amerika Somalia ini menyampaikan permintaan maaf setelah dikecam karena tweet anti-Yahudi.

Palestina. Dua Muslim perempuan di Kongres AS juga menjadi yang pertama sebagai pendukung gerakan BDS. (Getty Images)

Setelah memasuki Kongres, posting tahun 2012-nya muncul kembali, di mana dia menulis “Israel telah menghipnotis dunia, semoga Allah membangunkan orang dan membantu mereka melihat kejahatan yang dilakukan Israel”.

Tweet dipasang bersamaan dengan Operation Pillar of Defense melawan Gaza yang dilakukan Israel, menewaskan enam warganya dan 158 orang Palestina termasuk paling tidak 30 anak-anak dan 13 perempuan, menurut data PBB.

Menyumpah

Rashida Tlaib, anak perempuan pengungsi Palestina, adalah anggota perempuan Kongres lainnya yang secara terbuka mendukung gerakan BDS melawan Israel.

Tetapi setelah kemenangannya di pemilu, dia memicu kemarahan karena alasan yang sangat berbeda.

Beberapa jam setelah diambil sumpahnya, wakil Michigan mengundang kontroversi karena menyumpahi Trump, mendesak pemakzulannya di depan kerumunan pendukungnya.

“Kita akan memakzulkan the mother****r”(si keparat)”, kata-kata Tlaib yang segera membuat viral videonya.

Rashida Tlaib Sebagai perempuan anggota Kongres pertama dari keturunan Palestina, Rashida Tlaib mengenakan thobe. (Getty Images)

#UnapologeticallyMe

Presiden membalas dengan mengatakan komentarnya memalukan dan dia telah mencemari dirinya dan keluarganya.

Demokrat Michigan yang diambil sumpahnya dengan mengenakan pakaian tradisional Palestina, thobe dan menggunakan Quran keluarga tersebut tidak merasa perlu meminta maaf, lewat tweet-nya dia mengatakan dirinya akan selalu menyuarakan kebenaran bukannya kekuasaan, lewat hashtag #UnapologeticallyMe.

Dia menerima banyak kecaman, termasuk dari sejumlah Demokrat, tetapi pengadilan terbukanya di Twitter menunjukkan Tlaib memiliki banyak pendukung, sebagian bahkan memujinya sebagai ikon feminis karena menjawab presiden dengan menggunakan ‘bahasanya (yang dipakai Trump) sendiri’.

Kolumnis New York Times. Michelle Goldberg, membela Rashida Tlaib dengan mengingatkan pembacanya bahwa bahasa Trump sampai sejauh ini termasuk – yang sama sekai tidak sopan – meremas alat kelamin perempuan dan mengatakan negara Afrika penuh kotoran manusia.

Foto Rashida Tlaib Paman Rashida Tlaib yang tinggal di desa Beit Ur al Foqa, Tepi Barat. (Getty Images)

“Wajah baru kekuasaan politik Amerika ini membuat banyak orang merasa tidak nyaman,” tulisnya.

Alternatif Tepi Barat

Rashida Tlaib, yang kemudian membicarakan kejadian tersebut dengan situs internet berita Politico mengatakan,”Saya tidak menginginkan apa pun yang saya lakukan atau katakan membuat kita terkecoh. Dan hanya karena itulah saya akan meminta maaf, bahwa ini mengalihkan perhatian.”

Warga Amerika keturunan Palestina ini kemungkinan akan menjadi perhatian kembali jika rencananya untuk melakukan kunjungan ke Tepi Barat sebagai anggota Kongres, bukannya lawatan ke Israel yang biasa dilakukan, akan terjadi.

Anggota baru Kongres AS yang baru terpilih setiap tahun diundang ke Israel secara gratis, disponsori bagian pendidikan Aipac.

Kebanyakan dari mereka menerima undangan tersebut, tetapi tahun ini mereka kemudian akan mendapatkan pilihan lain.

Rashida Tlaib Warga Amerika keturunan Palestina yang dibesarkan di Detroit ini adalah anak tertua dari 14 saudara. (Getty Images)

Rashida Tlaib berencana mengundang anggota baru untuk bergabung dengan dirinya, mengunjungi Tepi Barat, memusatkan perhatian kepada segregasi dan pengaruh pendudukan militer Israel selama 52 tahun.

“Saya pikir Aipac tidak memberikan lensa yang nyata dan adil terkait masalah ini,” katanya dalam wawancara dengan situs Intercept.

“Mereka tidak memperlihatkan sisi yang saya ketahui nyata, yaitu apa yang dialami nenek saya dan apa yang terjadi kepada keluarga saya disana.”

Dia dituduh sejumlah pengecamnya bersimpati kepada teroris.

“Saya Muslim dan Palestina,” tulisnya pada sebuah posting Twitter, “Hadapilah itu.”

(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polisi Amankan Ibu Pengunggah Video Kampanye Hitam Jokowi-Ma’ruf

Polisi Amankan Ibu Pengunggah Video Kampanye Hitam Jokowi-Maruf Foto: Spanduk Jokowi-Ma’ruf dirusak di Jatim. (Ghazali Dasuqi/detikcom).

Karawang – Polres Karawang telah mengamankan pemilik akun @citrawida5 pengunggah video kampanye hitam pada Jokowi – Maruf. Citra diamankan di Perumnas Telukjambe saat sedang berada di rumahnya.

“Benar yang bersangkutan sudah diamankan semalam, namun langsung diambil alih Polda (Jabar),” kata Kasubag Humas Polres Karawang AKP Marjani saat dikonfirmasi detik via telepon, Senin (25/2/2019).

Sebelumnya warga Karawang dibuat geger dengan video aksi sosialisasi berisi kampanye hitam terhadap Jokowi – Maruf yang viral di media sosial. Sebab, diduga kuat peristiwa dalam video itu terjadi di Karawang.

Dalam video yang beredar, dua orang perempuan tersebut berbicara dalam bahasa sunda saat kampanye door to door. Warga diyakini bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis.

“Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin,” kata perempuan di video yang viral.

Jika diartikan, ajakan itu memiliki arti:

Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin.

Nama Citra Wida jadi sorotan. Sebab diduga kuat video berbahasa Sunda itu dibuat dan diunggah oleh perempuan tersebut menggunakan akun @citrawida5 pada 13 Februari 2019. Dari akun facebook Citra Wida, tertera alamat sebuah rumah di Perumahan Gading Elok 1 Blok 014 nomor 12A Karawang RT04 RW29.

“Di rumah ini tidak ada yang namanya Citra Wida,” kata Aswandi, saat detik berkunjung ke rumahnya, Senin (25/2/2019).

Saat detik menunjukkan foto Citra Wida, Aswandi maupun tetangga mereka tak mengenalinya. “Tidak tahu tidak kenal,” kata Aswandi dan beberapa warga yang berkerumun.

Sejumlah masyarakat kemudian melacak jejak digital perempuan berkacamata itu di grup facebook informasi publik Karawang Info (KARIN). Husna Mubarok, salah satu admin KARIN menyatakan akun Citra Wida sebelum hilang pernah terdeteksi dibuat di Karawang. “Pernah meminta persetujuan untuk masuk grup Karin,” kata Husna saat dikonfirmasi detik, Senin (25/2/2019).

Namun Citra tidak tinggal di Gading Elok 1. Perempuan itu terdeteksi tinggal di wilayah Telukjambe. “Citra Wida punya akun lain di Facebook dan instagram,” tutur Husna.
(ern/ern)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>