4 Inovasi Posyandu Terbaik di Indonesia

Bandung – Sudah enam kali Posyandu Wijaya Kusuma yang terletak di RW 13, Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, menyabet predikat posyandu terbaik di tingkat kota maupun nasional dalam rentang waktu 2004 hingga 2017. Prestasi terbaru ditorehkan di level nasional pada 2017 lalu sebagai posyandu terbaik se-Indonesia.

Usut punya usut, hal tersebut berhasil diraih karena inovasi yang dilakukan pengurus Posyandu Wijaya Kusuma dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat sekitar.

Ketua Posyandu Wijaya Kusuma, Imas Marsiah mengatakan, ada beberapa inovasi khas yang dilakukan posyandu ini secara konsisten. Salah satunya yang paling dikenal adalah Kasaba (Kader Sayang Bayi dan Anak), alias layanan pijat bayi keliling.

“Posyandu kami adalah posyandu multifungsi, atau posyandu generasi ketiga yang tidak hanya mampu memberikan pelayanan kesehatan, tapi juga mampu memberikan pelayanan pendidikan dan informasi sebanyak-banyaknya pada masyarakat,” ungkap Imas kepada ayobandung.com, Kamis (21/2/2019).

Berikut menurut Imas empat inovasi yang dilakukan Posyandu Wijaya Kusuma:

1. Pijat Bayi

Tak sekedar penimbangan gizi dan imunisasi, posyandu ini memiliki fasilitas pijat dan spa bayi yang diberikan cuma-cuma oleh para kader terlatih. Pelatihan dilakukan bekerja sama dengan rumah sakit swasta Santo Borromeus. Setelah munculnya fasilitas ini, animo masyarakat sekitar untuk rutin datang ke posyandu meningkat.

“Kader posyandu diberikan pelatihan oleh RS Borromeus untuk melakukan pijat bayi. Animo masyarakat juga bertambah untuk mulai rutin datang ke posyandu,” jelas Imas.

2. Kasaba Online

Pijat dan SPA bayi tersebut bahkan bisa dilakukan door to door guna memudahkan para ibu dan bayi mendapat fasilitas tersebut di luar jadwal operasional posyandu yang terbatas lewat Kasaba Online. Kota Bandung bahkan memberikan hibah motor operasional bagi Posyandu Wijaya Kusumah untuk melangsungkan program ini.

Teknisnya, para ibu dari bayi anggota posyandu digabungkan dalam satu grup WhatsApp bersama para kader. Nantinya, para ibu dapat memesan langsung pijat bayi di rumah mereka kepada para kader via aplikasi tersebut. 

“Kader memijat bayi yang mau dipijat ke rumahnya, serta mengajarkan cara memijat pada keluarganya karena yang paling baik untuk memijat adalah keluarganya, agar tali kasih sayang terjalin lebih erat,” ujar Imas.

Bayi yang dipijat biasanya berusia 0 hingga 3 tahun. Hingga saat ini, jumlah bayi dan balita yang tergabung dalam Posyandu Wijaya Kusuma adalah 120 orang, dan yang telah memanfaatkan fasilitas ini ada sebanyak 40 orang sejak 2016.

2 dari 2 halaman

E-posyandu dan DUKM

3. E-posyandu

E-posyandu merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk memantau tumbuh kembang dan kesehatan bayi serta balita yang tergabung dalam Posyandu Kenanga secara daring. Sehingga, apabila ada keganjilan dalam tumbuh kembang seorang anak, hal tersebut dapat dideteksi dengan segera.

“Sistem pelaporannya dilakukan secara online, tapi sekarang sedang offline,” ungkapnya.

4. Dana Upaya Kesehatan Masyarakat (DUKM)

DUKM merupakan program urunan seluruh masyarakat yang ada di RW 13 Kelurahan Sekeola untuk dibelanjakan hal-hal yang berkaitan dengan fasilitas kesehatan untuk digunakan di posyandu. Program ini bisa dibilang merupakan program terlama yang dimiliki Posyandu Wijaya Kusumah. Setelah belasan tahun berjalan, DUKM telah berhasil dibelikan sebuah mobil ambulans.

“Besarannya adalah Rp500 per-bulan untuk setiap jiwa di RW 13,” kata Imas.

Dia mengatakan, selain program-program inovasi di atas, posyandunya juga saat ini telah menjalankan program gagasan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Bandung, yakni Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PLIPA).

“Di dalamnya ada pelayanan informasi kepada masyarakat seputar HIV, human trafficking, KDRT, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Baca berita ayobandung.com lainnya di sini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Kementan: Tidak Benar Perusahaan Pakan Impor Gandum Hingga 3,1 Juta Ton di 2017

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita, mengklarifikasi kekeliruan informasi yang beredar, bahwa terjadi impor gandum untuk menggantikan impor jagung pakan yang terus dibatasi Pemerintah.

“Impor gandum pakan bukan sebagai pengganti jagung, melainkan sebagai salah satu komponen formula pakan ternak, karena gandum tidak diproduksi di dalam negeri”, ujar I Ketut Diarmita saat ditemui di ruang kerjanya Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (21/02).

Diarmita menjelaskan bahwa pengaturan pemasukan bahan pakan ternak asal tumbuhan (termasuk gandum) telah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 57 Tahun 2015.

Ia merinci, rekomendasi impor gandum sebagai bahan pakan ternak yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dari tahun 2011 sampai dengan 2018 sebagai berikut:

Berdasarkan data dari Direktur Pakan, tahun 2011 impor gandum untuk bahan pakan ternak sebanyak 80.078,7 MT (Metrik Ton), tahun 2012 impor gandum sebanyak 63.195,1 MT, tahun 2013 sebanyak 63.741,4 MT, tahun 2014 sebanyak 104.555,0 MT, tahun 2015 sebanyak 240.015,5 MT, tahun 2016 sebanyak 2.150.094,9 MT dan tahun 2017 sebanyak 186.363,04 MT.

“Untuk tahun 2018, rekomendasi pemasukan gandum sebagai bahan pakan ternak tidak ada. Karena tidak ada perusahaan pakan ternak yang mengajukan permohonan impor gandum,” rincinya.

Sedangkan rekomendasi impor jagung untuk bahan pakan yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2011 sebanyak 3.076.375,0 MT, tahun 2012 sebanyak 1.537.501,8 MT, tahun 2013 sebanyak 2.955.840,3 MT, tahun 2014 sebanyak 3.164.061,0 MT, tahun 2015 sebanyak 2.741.966,2 MT, tahun 2016 sebanyak 884.679,0 MT.

“Dan tahun 2017 tidak ada impor jagung untuk bahan pakan ternak. Sedangkan pada tahun 2018, pemerintah melalui Rakortas merencanakan impor jagung sebanyak 180 ribu ton yang dilakukan oleh Perum Bulog. Namun sesuai informasi Perum Bulog realisisasi impor hingga 20 Februari 2019 sebanyak 98,60 ribu ton.

Namun demikian, ia menambahkan, sesuai Permendag No. 21 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Jagung, bahwa sejak dikeluarkan Permendag di atas Kementerian Pertanian tidak lagi menerbitkan rekomendasi pemasukan Jagung sebagai bahan pakan ternak.

Lebih lanjut I Ketut Diarmita sampaikan pada tahun 2016 memang terjadi peningkatan impor gandum untuk bahan pakan ternak sebagai langkah mitigasi resiko. Karena saat itu program peningkatan produksi jagung sedang dalam tahap awal dan pihak pabrik pakan sedang menyiapkan berbagai infrastruktur untuk menyerap jagung lokal.

Ia juga menjelaskan, bahwa importasi gandum pakan ternak mengalami penurunan pada tahun 2017. Bahkan tahun 2018 Kementerian Pertanian tidak lagi menerbitkan rekomendasi pemasukan gandum sebagai bahan pakan ternak.

“Ini artinya pernyataan bahwa perusahaan pakan mengimpor gandum sebagai bahan pakan sebesar 3,1 juta ton pada tahun 2017 tidaklah benar,” tegas Diarmita.


(*)

Sebilah Celurit Melayang ke Teman Gara-Gara Sapi

Liputan6.com, Malang – SA, pria berusia 56 tahun ini tega membunuh SR warga Jalan Muharto, Kota Malang, Jawa Timur. Pangkal persoalan kedua teman baik ini adalah selisih paham soal ternak sapi yang mati karena racun.

SA menyerahkan diri ke Polsek Kedungkandang, Kota Malang, usai membacok temannya itu dengan sebilah celurit hingga tewas. Sedangkan jenazah temannya, ditinggalkan begitu saja di sebuah ladang di Jalan Mayjend Sungkono.

“Saya jengkel, ada orang yang bilang kalau korban itu yang meracun sapi milik saya,” kata SA di Polsek Kedungkandang Malang, Rabu, 20 Februari 2019.

Selain masih bertetangga, pelaku dan korban sama–sama bekerja di industri rumahan batu bata dan kayu bakar. Lokasi pembunuhan itu juga terletak di sekitar tempat keduanya bekerja. Pelaku meyakini jika korban merupakan orang yang meracuni sapinya.

Amarah pelaku bermula saat menemukan sapi miliknya mati dua pekan lalu. SA tahu jika hewan ternaknya diracun setelah mendapat keterangan dari dokter hewan. Dugaan sosok peracun sapi mengarah ke korban usai mendengar pengakuan beberapa tetangganya.

“Makanya begitu ketemu korban langsung saya bacok dari depan dan belakang setelah itu langsung menyerahkan diri ke polisi,” ujar SA.

Kapolsek Kendungkandang, Komisaris Polisi Suko Wahyudi mengatakan, ada barang bukti sebilah celurit sepanjang 50 sentimeter dari tangan pelaku. Korban tewas dengan luka bacok pada wajah dan punggungnya.

“Motifnya karena pelaku menduga sapi miliknya mati diracun korban. Karena itu saat ketemu langsung dibunuh di lokasi itu juga,” kata Suko.

Jenazah korban sendiri sudah dibawa ke Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang. Sementara pelaku bakal dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.


Simak video pilihan berikut ini:

Baidu Bikin Penampungan Kucing Liar dengan Teknologi Pengenalan Wajah

Liputan6.com, Jakarta – Teknologi bukan hanya milik segelintir orang, tetapi juga memberikan manfaatnya untuk banyak pihak, termasuk kucing liar. 

Baru-baru ini, Baidu mengumumkan sebuah penampungan kucing yang dibangun untuk merawat kucing liar.

Uniknya, ini bukan sekadar penampungan biasa, melainkan hadir dengan dua teknologi inovatif, yakni kecerdasan buatan (AI) dan pengenalan wajah.

Raksasa internet Tiongkok Baidu menyebut, proyek ini diinisiasi oleh salah satu karyawannya bernama Wan Xi, yang menemukan kucing kecil yang berlindung di bawah mobilnya musim dingin lalu.

Karyawan tersebut kemudian memutuskan untuk menggunakan teknologinya guna membantu memperbaiki situasi bagi kucing liar lainnya.

Adapun penampungan kucing liar ini hadir dibekali dengan sejumlah fasilitas seperti makanan dan air serta selimut hangat untuk membuat kucing lebih nyaman.

Penampungan kucing Baidu (Foto: Gizmochina)

Namun, fitur yang paling menonjol dari penampungan ini adalah teknologi yang diusungnya, sehingga memastikan bahwa hanya kucing yang bisa memasuki tempat tersebut.

Mengutip Gizmochina, Kamis (21/2/2019), salah satu fitur yang dimaksud adalah teknologi pengenalan wajah.

Teknologi inilah yang memastikan, cuma kucing yang bisa masuk. Begitu pengenal wajah mengenali kucing, pintu kacanya akan membuka.

2 dari 2 halaman

Bagaimana Kalau Kucing Sakit?

Kemudian, pengenalan wajah ini juga akan mengecek apakah kucing berpenyakit dan menilai apakah hewan tersebut sudah dikebiri atau belum.

Jika pengenalan wajah mendapati kucing sakit, secara otomatis akan mengirim pesan ke organisasi pecinta binatang terdekat. Kemudian, relawan akan memeriksa kucing yang dimaksud.

Sayangnya, tidak diungkap, berapa banyak kucing liar yang bisa menempati penampungan itu.

Kemungkinan, Baidu tengah mengadakan pilot project untuk penampungan kucing yang dibekali teknologi kekinian.

Pasalnya di Tiongkok, kucing merupakan salah satu hewan peliharaan paling populer dan disayang manusia.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lekas Sembuh Gajah Yeti

Liputan6.com, Lampung – Seekor gajah sumatera bernama Yeti yang berusia lima tahun di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, saat ini dalam keadaan sakit dan masih mendapat perawatan dari sejumlah dokter hewan.

“Gajah Yeti ini sakitnya kejang-kejang, sakitnya sudah lama,” kata Kepala Balai TNWK Subakir di Lampung Timur, Rabu (20/2/2019) dilansir Antara.

Selama sakit, Yeti mendapat perawatan dari sejumlah dokter hewan. “Yang membantu merawat banyak, ada dari dokter Way Kambas, dari Taman Safari Bogor dan dari Kementerian. Alhamdulilah sekarang sudah mulai sehat, sudah senang makanya,” katanya.

Perawatan dan pengobatan saat ini masih terus diberikan oleh tim dokter hewan, untuk sementara Yeti dipindahkan ke Camp Elephant Respont Unit Way Kambas.

Yeti adalah gajah betina yang dievakuasi lima tahun lalu ke Pusat Latihan Gajah Way Kambas. Hewan berbelalai dan dilindungi undang-undang itu ditemukan dalam galian kanal gajah di Desa Braja Yekti, Kecamatan Braja Harjosari, Lampung Timur.

“Yeti ditemukan dalam kanal di Desa Braja Yekti. Dia terpisah dengan induknya. Kondisinya waktu ditemukan kurus, lalu digotong sama petugas dan dibawa ke rumah sakit untuk diobati,” kata Subakir.

6 Orang Meninggal karena Rabies, Warga Dompu NTB Trauma Anjing

DompuKasus anjing rabies terus meresahkan warga Dompu NTB, dalam setiap harinya 3-4 orang menjadi korban gigitan anjing. Warga pun menjadi trauma terhadap anjing.

Salah seorang warga Dompu, Arifuddin, menceritakan pengalamannya saat dikejar oleh anjing. Kejadiannya terjadi sekitar pukul 23.00 Wita usai nongkrong di warung desa.

Saat itu Arif sedang jalan pulang menuju rumahnya yang jaraknya cukup jauh dari warung tempat dia nongkrong, sekitar 200 meter dia berjalan, dia dikagetkan dengan anjing yang tiba-tiba keluar dari lorong gang yang cukup gelap.

Karena kaget dan melihat anjing yang menghampirinya, kemudian dia lari terbirit-birit sambil berteriak meminta tolong. Untungnya, Arif berhasil lolos dari terkaman anjing yang dia duga mengandung rabies itu.

Karena khawatir menerkam warga dan menggigit anjing lainnya, pada keesokan harinya anjing itupun berhasil diburu dan dibantai oleh warga kemudian dikubur.

“Saat saya jalan, anjing tiba-tiba keluar dari gang yang gelap. Dia (anjing) mengejar saya, untungnya saya berhasil lolos,” cerita Arif pada detikcom Rabu (20/02/2019).

Sementara itu hasil pantaun detikcom, sebagian besar warga Dompu NTB memilih untuk tidak beraktifitas pada malam hari. Itu dilakukan demi menghindari terjadinya serangan anjing dan bertambahnya korban gigitan.

Kepala Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Dompu, Zainal Arifin, juga mengakui KLB ini bikin trauma warga. Dia bercerita, warga saat tidur juga ada yang diserang anjing.

“Kemarin ada warga di Desa Cempi Jaya Hu’u yang sedang tidur di dalam rumahnya tiba-tiba diserang anjing. Kejadiannya dua hari yang lalu,” ungkap Zainal Arifin, pada detikcom Senin (18/02/2019).

Hingga Selasa (19/2) jumlah korban gigitan anjing di Kabupaten Dompu mencapai 709, ada 702 orang yang diberikan vaksin. Anjing yang positif terkena rabies ada 26 ekor, dan jumlah korban yang meninggal dunia 6 orang.
(rvk/asp)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dorong Pertanian Madura, Menteri Amran Beri Bantuan Rp 135 Miliar

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan senilai Rp 135 miliar untuk empat kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur. Pemberian itu dilakukannya saat berkunjung ke Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (19/2/2019).

“Kami tidak akan menginjak Madura kalau tidak bawa oleh-oleh berupa bantuan. Berapa bantuan yang dibawa ke Madura? Rp 10 miliar. Nanti aku tambah lagi kalau mau ditambah,” ujar dia.

Adapun nominal Rp 10 miliar tersebut merupakan bentuk bantuan Kementerian Pertanian dalam wujud alat mesin pertanian (alsintan) seperti hand tractor dan pompa air, benih tanaman pertanian, hingga hewan ternak seperti sapi, kambing dan ayam.

Amran juga menyebutkan, Kementerian Pertanian juga mengalokasikan anggaran 2019 kepada Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep senilai Rp 125 miliar. Dengan begitu, total pemberian untuk Madura mencapai Rp 135 miliar.

Lebih lanjut, ia juga turut memuji keberhasilan Madura sebagai salah satu daerah penghasil jagung untuk pakan ternak. Padahal, sambungnya, produksi jagung untuk pakan ternak di wilayah tersebut dulunya lebih banyak mengandalkan hasil impor yang dikirimkan lewat Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

“Kita dulu impor jagung dari Argentina dan Amerika 3,5 juta ton, kurang lebih Rp 10 triliun. Empat kali kunjungan ke Madura, kami mau jangan Surabaya disuplai dari negara lain. Kini Madura sudah bisa suplai di tanah sendiri,” ujar dia.

2 dari 3 halaman

Mentan Angkat Bicara soal Masih Adanya Impor Pangan

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menanggapi pernyataan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto yang mengkritik langkah pemerintah Jokowi-JK lantaran banyak impor sejumlah bahan pangan seperti jagung dan beras.

Dia menuturkan, itu merupakan ungkapan yang keliru, sebab pemerintah kini sudah banyak mengekspor bahan pangan ketimbang mengimpornya. “Kita sudah ekspor kok diceritakannya impor,” kata dia di Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (19/2/2019).

Meski beberapa waktu lalu pemerintah masih mendatangkan segelintir produk pangan dari luar negeri, ia meneruskan, jumlahnya sudah banyak dikurangi. Sebagai contoh, sebutnya, yakni produksi jagung untuk pakan ternak yang 2018 lalu alokasi impornya telah jauh menipis.

“Ini yang masalah impor khususnya jagung, memang terjadi penurunan drastis seperti disampaikan pak Presiden (Jokowi). Itu berkurang lebih dari 3 juta ton jadi 180 ribu impor di tahun 2018,” ungkap dia. 


Impor jagung untuk pakan ternak ini, ia melanjutkan, bahkan telah dihentikan untuk di Surabaya dan sekitarnya, dan lebih mengandalkan produksi lokal dari petani jagung di Madura.

“Dulu kita impor jagung dari Argentina dan Amerika (Serikat) masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Alhamdulillah sekarang kami berterimakasih kepada petani jagung di Madura ini, karena bisa menyuplai Jawa timur ini, khususnya Surabaya,” tutur dia. 

“Dan kita impor jagung tidak masuk lagi, jangan cuma impor. Tahun lalu kita ekspor 380 ribu ton ke Filipina dan negara lainnya. Doakan ekspor tahun ini meningkat,” dia menambahkan.

Adapun secara target, Amran berharap, jumlah produksi jagung nasional yang bisa diekspor  bisa meningkat pada 2019. “Doakan mudah-mudahan kita bisa ekspor 500 ribu ton,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

5 Cosplay Konyol Low Budget ala Orang Indonesia, Bikin Tepuk Jidat

Liputan6.com, Jakarta Kelakuan orang Indonesia terkadang memang kelewat kreatif bahkan berujung konyol. Banyak hal bisa dijadikan sebagai bahan guyonan atau candaan. Termasuk dalam menirukan sesuatu baik tokoh ataupun karakter yang disebut dengan cosplay.

Banyak orang Indonesia yang hobi pakai cosplay karakter idola mereka. Untuk melakukan cosplay tentunya kamu perlu membeli kostum yang sama agar sesuai dengan karakter tersebut. Tidak lupa riasan agar cosplaymu nampak nyata.

Namun berbeda dengan tingkah laku beberapa orang di bawah ini. Alih-alih karakter animasi yang mereka tiru, melainkan sesuatu yang tidak kamu bayangkan. Pasalnya, mereka cosplay sebagai hewan ataupun benda mati seperti ikan, kipas angin, tatakan gelas atau bahkan alat fogging nyamuk. Ada-ada saja nih kelakuan netizen.

Penasaran bagaimana tingkah laku cosplay nyeleneh ini? Berikut 4 cosplay konyol orang Indonesia yang Liputan6.com rangkum dari berbagai akun Twitter, Selasa (19/2/2019).

2 dari 6 halaman

1. Alat Fogging Nyamuk

Dalam video tersebut, seseorang memegang alat fogging nyamuk. Tidak perlu media yang ribet untuk memunculkan asap fogging. Cukup dengan asap dari vape, sudah seperti alat fogging nyamuk. Tuh lihat, nyamuk-nyamuknya aja pada kabur. Cosplaynya berhasil!

3 dari 6 halaman

2. Kipas Angin Dinding

Biasanya di dinding rumah, kantor ataupun sebuah ruangan terdapat kipas angin untuk membuat udara lebih sejuk. Kali ini akun @bebetclaluceria mencoba cosplay kipas angin dinding. Ia memanjat dinding dan memutarkan kepala layaknya kipas angin, sudah seperti mirip belum? 

4 dari 6 halaman

3. Pengharum Ruangan

Lagi-lagu pria ini membuat netizen tergelak karena aksinya yang kocak. Ya, usai sebagai kipas angin dinding dan alat fogging, pria ini juga cosplay jadi pengharum ruangan. Sudah mirip belum semprotan pengharum ruangannya?

5 dari 6 halaman

4. Ikan

Dalam video tersebut, terdapat seorang pria yang tampak sedang memancing. Pria ini tidak memegang alat pancing ataupun senar pancing. Namun pria tersebut seolah-olah mendapatkan pancingan, dan muncul pria lainnya yang terlihat berenang serta tertarik pancing. Rupanya pria satunya sedang menyerupai ikan yang dipancing, ia pun menggeliat layaknya ikan yang habis kena pancingan.

6 dari 6 halaman

5. Alas Gelas

Selain untuk tatakan, alas gelas juga bisa kamu jadikan cosplay lho. Jika kamu mau, ternyata sangat mudah caranya. Kamu cuma perlu diam saja dan taruh saja gelas di kepalamu. Kamu sudah seperti alas gelas, seperti pria ini.

Keseruan Unleashed 2019, dari Workshop Industri Event hingga Festival Makanan

Liputan6.com, Jakarta – Komunitas Backstagers Indonesia kembali melaksanakan event tahunan Backstagers Regroup bertajuk Unleashed. Gelaran ini berlangsung di Cibis Business Park, Warehouse 207, TB. Simatupang No. 2, Jakarta Selatan pada 16-17 Februari 2019.

Acara ke-4 ini diisi dengan workshop yang menghadirkan pembicara ahli dalam bidang Industri Event dan dimeriahkan oleh deretan komunitas, festival makanan, serta music performance.

“Selalu ada titik kita berkumpul. Di situlah titik dimana kita mengukur perkembangan dan kemajuan kita setelah bekerja selama satu tahun,” jelas Krisnanto Sutrisman, Founder Backstagers Indonesia lewat keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

“Dari tahun ketahun selalu banyak nilai-nilai baru yang kami dapatkan dari pertemuan ini, dan sebagai bagian dari kepedulian kami kepada masyarakat, kami mengundang banyak para pecinta event dan para pelajar untuk bergabung menyaksikan Sharing Session dari kami,” tambahnya.

Unleashed tak hanya untuk pelaku event, tetai juga para pecinta dunia marketing event, activation, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat. Terdapat lebih dari 20 pembicara ahli yang membagikan pengalaman mereka.

Mereka berbagi kisah sukses menjadi pengusaha event, strategi marketing event, teknis pelaksanaan event, pengetahuan mengenai teknologi baru untuk mendukung event, hingga trik bermanfaat.

Ada pula eksibisi kreatif yang menginspirasi masyarakat seperti barbeque party dari Indonesia Chef Association, food truck dari Komunitas Food Truck Jakarta, Olahraga rekreasi lempar pisau dari Jakarta Knife Throwing, dan lainnya.

Backstagers Indonesia melibatkan banyak pihak dalam pelaksanaan event tahun ini seperti rekan-rekan vendor, sponsor, serta beberapa dukungan dari komunitas diluar EO. Backstagers Indonesia juga mendapatkan dukungan dari PLN dan LOKET.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tanishq Abraham, Bocah 11 Tahun yang Sudah Punya 3 Gelar Sarjana

Liputan6.com, Jakarta Bisa menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi dan menyandang gelar sarjana memberi kebahagiaan tersendiri. Bahkan, kebahagiaan itu terasa berlipat-lipat lantaran gelar yang didapat tidak hanya satu.

Secara logika, tidak mungkin anak umur 11 tahun sudah mendapatkan gelar sarjana. Umumnya, orang yang memiliki gelar sarjana sudah pasti melewati jenjang sekolah SD, SMP dan SMA.

Seorang bocah laki-laki 11 tahun dianggap sebagai anak ajaib. Tanishq Abraham lahir di Sacramento, California, pada 18 Juni 2003. Bocah ini lahir dari pasangan Bijou Abraham dan Taji Abraham.

Ayahnya, Bijou adalah seorang software engineer lulusan Cornell University, dengan nilai SAT sempurna untuk matematika. Sedangkan ibunya, Taji, adalah seorang dokter hewan, yang akhirnya meraih gelar Doktor setelah sempat menunda risetnya demi mengembangkan kejeniusan anaknya, Tanishq.

2 dari 4 halaman

Kecerdasan Tanishq Terlihat Sejak Kecil

Kecemerlangan Tanishq sendiri sudah terlihat sejak kecil. “Semuanya sudah terlihat sejak dia berada di taman kanak-kanak,” ungkap ibunya dilansir Liputan6.com dari Daily Mail, Senin (18/2/2019).

Pada usia 4 tahun, dia menjadi salah satu anggota termuda dari Mensa Internasional, sebuah organisasi non-profit untuk orang-orang yang IQ nya berada di tingkat 2% tertinggi dari populasi dunia. Tanishq mengaku suka belajar sejak berumur 4 tahun. Dia suka ke perpustakaan untuk belajar tentang dinosaurus dan luar angkasa.

Tanishq juga pernah mengikuti diskusi tentang paleontologi di UC Berkeley. Bahkan dia sempat ingin mengikuti kuliah paleontologi, namun tak mendapat izin karena masih terlalu muda.

Bosan dengan sekolah umum, akhirnya Tanishq disekolahkan dengan metode homeschooling oleh orang tuanya, hingga usia 7 tahun. Dia menyelesaikan berbagai tingkat sekolah dan kelas online dalam rentang umur 5-7 tahun, dan berkali-kali mendapatkan skor A dengan nilai tertinggi. Dia juga sempat menjadi headline di berbagai media, berkat kelulusannya dari tingkat SMA dengan IPK 4.0.

3 dari 4 halaman

Lulus dengan Tiga Gelar Sekaligus

Tanishq berhasil menggemparkan Amerika Serikat karena mampu meraih tiga gelar sarjana sekaligus. Tanishq menerima gelar sarjana di jurusan Matematika, Fisika, dan Bahasa Asing. Bocah ini diwisuda dari American River College (ARC) di Sacramento, California, Amerika. Bahkan, Tanishq pun berhasil lulus dengan nilai 4 sempurna ketika diwisuda bersama lebih dari 1800 mahasiswa lainnya.

Tanishq sudah terdaftar sebagai mahasiswa di kampus tersebut sejak usianya masih 7 tahun. Meski berhasil jadi lulusan termuda di tahun ini, pihak kampus belum bisa memastikan apakah Tanishq menjadi mahasiswa termuda dengan 3 gelar sarjana sepanjang sejarah dunia pendidikan atau tidak.

Setelah lulus dengan tiga gelar sekaligus, Tanishq ternyata masih punya ambisi besar untuk melanjutkan studinya di jurusan kedokteran. Menurut Tanishq, dirinya ingin menjadi seorang doktor dan peneliti kesehatan. Kelak setelah dewasa, ia pun berharap bisa jadi presiden Amerika Serikat.

4 dari 4 halaman

Menjadi Pembicara Termuda NASA

Di usianya yang baru 11 tahun, Tanishq adalah pembicara termuda NASA yang fasih berbicara tentang kehidupan di Mars. Dalam konferensi Lunar Science yang diadakan oleh badan penerbangan antariksa AS itu, bocah cerdas itu diberi kesempatan 1,5 menit untuk berpidato.

Dia memang terkenal memiliki ketertarikan yang cukup tinggi terhadap bidang astronomi. Tak lupa, dia juga begitu tekun mengikuti perkembangan kemungkinan penjelajahan ke Mars.

Ketika wahana antariksa milik NASA, Curiosity, menemukan air (H2O), sulfur (S), dan klorin yang mengandung senyawa seperti perklorat (CIO4) dan klorometana (CH3CL) di planet Mars. Tanishq yang berusia 9 tahun berkesempatan untuk berbicara soal hal tersebut melalui wawancara online dengan Direktur THNKR Danny Stolzman.