Kongres AS Heran FAA Butuh Waktu Lama Untuk Larang Boeing 737 MAX

Washington DC – Kongres Amerika Serikat (AS) mempertanyakan mengapa Otoritas Penerbangan Federal (FAA) harus menunggu sangat lama untuk memutuskan mengandangkan pesawat-pesawat Boeing 737 MAX di wilayah AS. FAA telah dijadwalkan untuk memberi penjelasan langsung kepada anggota-anggota Kongres AS, pekan ini.

FAA dalam pernyataannya menyatakan, perintah grounded Boeing 737 MAX pada Rabu (13/3) waktu setempat didasari ‘bukti baru yang dikumpulkan di lokasi dan dianalisis hari ini’ dan ‘data satelit yang baru disempurnakan’ yang sebelumnya dikutip Kanada saat memutuskan melarang Boeing 737 MAX terbang di wilayahnya.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (14/3/2019), FAA tidak mengungkapkan lebih lanjut ‘bukti baru’ yang disebutnya. Hanya disebutkan bahwa ‘bukti baru’ itu merupakan ‘kepingan yang hilang’ yang menyelaraskan rekam jejak dua kecelakaan fatal pesawat Boeing 737 MAX 8 sejak Oktober tahun lalu.


Selama beberapa dekade ini, sebut Reuters, AS memimpin dunia dalam keselamatan penerbangan bahkan seringkali menetapkan standar yang kemudian diadopsi negara-negara lain. FAA menuai kritikan tajam dari para anggota parlemen AS yang mempertanyakan mengapa FAA menunggu sangat lama untuk meng-grounded Boeing 737 MAX.

Dua sumber yang memahami isu ini mengatakan kepada Reuters, bahwa para pejabat FAA dijadwalkan menyampaikan penjelasan langsung kepada para anggota parlemen AS pada Kamis (14/3) waktu setempat.

“Ini telah menjadi sangat jelas bagi kita bahwa tidak hanya (Boeing) 737 MAX harus di-grounded tapi juga harus ada penyelidikan yang teliti soal mengapa pesawat, yang memiliki sistem keselamatan kritis yang tidak tersedia pada model sebelumnya, disertifikasi tanpa membutuhkan latihan pilot tambahan,” tegas Ketua Komisi Transportasi dan Infrastruktur House of Representatives atau DPR, Peter DeFazio, dari Partai Demokrat.

Pelaksana Tugas Administrator FAA, Dan Elwell, dalam pernyataannya menyatakan keyakinan pada sertifikasi Boeing 737 MAX.

Komisi Perdagangan Senat AS juga berencana menggelar audiensi dengan FAA pada awal April mendatang. Senator Texas, Ted Cruz, dari Partai Republik menyatakan niatnya ‘untuk menyelidiki kecelakaan-kecelakaan ini, mencari faktor-faktor penyebab dan memastikan industri penerbangan AS sebagai yang teraman di dunia’.

Kanada, negara tetangga AS, melarang Boeing 737 MAX terbang di wilayah udara mereka sejak Rabu (13/3) waktu setempat. Negara-negara Uni Eropa melarangnya sejak Selasa (12/3) waktu setempat. China dan beberapa maskapai lainnya memerintahkan larangan terbang untuk Boeing 737 MAX hanya beberapa jam setelah kecelakaan Ethiopian Airlines terjadi di Addis Ababa pada Minggu (10/3) lalu.

Presiden AS Donald Trump baru mengumumkan larangan terbang untuk Boeing 737 MAX pada Rabu (13/3) waktu setempat. Usai pengumuman itu, maskapai-maskapai AS seperti United Airlines, American Airlines dan Southwest Airlines, yang memiliki Boeing 737 MAX langsung menghentikan operasional untuk model pesawat tersebut.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Jokowi Heran Fauzi Baadila Viralkan Aksi Copot Poster Jokowi

Jakarta – Calon legislatif Partai Gerindra Fauzi Baadila mencopot-copot poster Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin yang tertempel di dinding luar rumahnya. Apa kata pihak Jokowi?

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Teuku Taufiqulhadi tak mempermasalahkan aksi tersebut. Dia memandang penempelan stiker atau poster di rumah seseorang memang harus mendapat izin dari empunya.

“Kalau menempel di rumah orang tanpa izin, maka orang punya rumah tidak suka boleh dia bongkar,” ujar Taufiqulhadi, Senin (11/3/2019).


Aksi mencopoti poster Jokowi-Amin itu direkam Fauzi Baadila sebelum dibagikannya ke Instagram-nya. Menurut Taufiq, seharusnya Fauzi cukup mencopot saja, tidak perlu direkam lalu diunggah hingga kemudian viral.

“Sebetulnya menurut saya menempel di rumahnya sesuatu yang tidak baik, tidak benar. Menurut saya itu sudah cukup kalau dilepas saja, nggak usah diviralkan,” sebut anggota Komisi III DPR itu.

Meski demikian, dia tak melarang Fauzi Baadila merekam aksi copot poster Jokowi-Amin. Politikus Partai NasDem itu lalu menyindir soal berkah politik.

“Tapi kalau memviralkan sekarang dalam konteks politik menurut saya sah-sah aja. Mungkin itu kan aksi-aksi partisan begitu tidak ada hal yang dilarang, silakan aja,” ucap Taufiqulhadi.

“Mungkin itu baik bagi dia, mungkin dengan demikian dia akan mendapatkan berkah. Menurut saya tidak ada masalahnya. Jadi dia mungkin mendapat berkah politik dengan demikian. Silakan itu adalah usaha, ha-ha-ha,” sebut dia.

Fauzi Baadila mencopot poster Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang ditempel di depan rumahnya. Aksi itu dilakukan karena penempelan tanpa izin.

Aksi itu direkam Fauzi Baadila dan diunggah di akun Instagram-nya. Ada 3 poster yang ditempel di sebuah tembok.

“Sembarangan main asal tempel depan rumah gue. Beh!” kata Fauzi.
(gbr/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Heran Jokowi Disebut Jansen Saat Pesawat Delay, TKN Bandingkan dengan Gibran

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin heran saat tahu Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyebut-nyebut nama Jokowi ketika pesawat yang ditumpanginya delay. TKN lantas membandingkan tindakan Jansen dengan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, saat mengalami delay.

“Saya teringat dengan kisah anak Presiden yang namanya Gibran, di mana dia pernah mengalamai delay dengan pesawat Citilink dan bahkan kehujanan pula, tapi apakah Gibran menggerutu dan menyalahkan Rini Soemarno (Menteri BUMN)? Ternyata tidak! Dia diam dalam dinginnya air hujan dan menerima peristiwa ini dan tidak menggerutu di sosial media,” kata anggota Tim Penugasan Khusus TKN Jokowi-Ma’ruf, Inas Nasrullah Zubir, Senin (4/3/2019).

Dia mengatakan, Gibran sebagai anak presiden bisa saja menelpon Rini, namun Gibran tak melakukannya. Inas pun mengkritik Jansen yang dinilainya mengumbar arogansi lewat media sosial.

“Padahal bisa saja sebagai anak presiden dia menelepon Rini Soemarno untuk menegur lalu memposting di sosial media, tapi Gibran bukanlah seorang Jansen yang belum jadi apa-apa, sudah begitu ringan mengumbar arogansinya melalui sosial media,” ucap Inas.

Inas lantas mengaitkan peristiwa tersebut dengan dukungan Jansen terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia menyebut kesalahan atau suatu gangguan bisa dibiaskan sesuka hati seperti halnya Jansen yang menyebut nama Jokowi saat mengalami delay pesawat.

“Logical fallacy menjadi ciri khas kubu Prabowo Subianto, termasuk Prabowo-nya sendiri, di mana suatu kesalahan atau gangguan bisa dibiaskan sesuka hati mereka, contohnya Jansen ini yang mengaitkan delay-nya pesawat Sriwijaya kepada Mentri BUMN, Rini Soemarno dan juga kepada Presiden Jokowi,” tutur Inas.

“Jika logika Jansen tidak sesat, tentunya akan memandang delay tersebut secara lebih sehat, karena bisa saja pesawat di delay, salah satu penyebabnya adalah demi keselamatan penumpang itu sendiri, lalu apakah Jansen tidak mau diperhatikan keselamatannya?” sambung Inas.

Sebelumnya, Jansen sempat menyampaikan protes lewat media sosial karena pesawat Sriwijaya Air yang hendak ditumpanginya delay. Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun ‘dipanggil’ oleh Jansen.

Protes itu disampaikan Jansen lewat video di akun Twitter-nya, Minggu (3/3) pukul 08.21 WIB.

“Hancurrrrr luluh lantah agendaku dibuat Sriwijaya.. Ketimbang emosi di bandara ini bagus viralkan saja biar bisa jadi perbaikan ke depannya. Niat ambil penerbangan paling pagi jam 6, malah jadi delay 3,5 jam! Hancur semua kegiatan di Dairi, dll,” tulis Jansen di Twitter (perkataan Jansen disesuaikan dengan cuitannya).

Dalam videonya, Jansen mengatakan awalnya pesawat delay hingga pukul 07.00 WIB. Namun, kemudian jadwal terbangnya mundur lagi jadi pukul 09.30 WIB. Keterlambatan itupun disebutnya membuat kacau agendanya di Sumatera Utara.

“Sriwijaya sudah diambil alih Garuda, sudah perusahaan pelat merah ini. Jadi Bu Rini Suwandi, tolong lihat ini, saya minta menteri BUMN lihat ini, direktur utama Garuda lihat ini. Kalau perlu Pak Jokowi, lihat ini Pak Jokowi!” ucapnya.

“Jangan dianggap karena saya oposisi kemudian saya dianggap cari cari persoalan. Tidak, ini fakta,” tambah Jansen.

Sriwijaya Air lalu memberi penjelasan. Pihak Sriwijaya mengatakan ada masalah teknis di beberapa pesawat Sriwijaya Air. Oleh sebab itu, perlu ada pengecekan dan perbaikan terlebih dahulu.

“Keterlambatan beberapa penerbangan Sriwijaya Air hari ini terjadi dikarenakan adanya masalah teknis pada beberapa pesawat Sriwijaya Air. Dan demi menjaga keselamatan dalam penerbangan, maka kami memutuskan untuk melakukan pengecekan dan perbaikan terlebih dahulu,” ujar Direktur Utama Sriwijaya Air, Joseph Adriaan Saul, dalam keterangan tertulis, Minggu (3/3)
(haf/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf Amin Heran Kubu Prabowo Curigai Ada Kecurangan Pemilu

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin heran dengan sikap kubu Prabowo-Sandiaga yang berulang kali mencurigai pemilu bakal berkhir dengan kecurangan. Ma’ruf melihat dari sikap curiga berlebihan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dituding berat kepada salah satu pasangan calon.

Bahkan Politisi senior PAN Amien Rais bersama Forum Umat Islam (FUI), mantan ketua MPR itu melakukan aksi sampai meminta audiensi dengan KPU. Bahkan, Amien sempat mengancam capres 02 bakal mengundurkan diri jika terjadi kecurangan.

“Ya itu yang menjadi pertanyaan, kenapa,” kata Ma’ruf saat menjawab pertanyaan wartawan di Karawang, Jawa Barat, Sabtu, (2/3/2019).

Mustasyar PBNU itu meminta tuduhan Amien disampaikan berdasarkan fakta. Ma’ruf Amin menyayangkan adanya upaya penggiringan opini seolah KPU tidak berimbang.

Menurutnya, KPU selalu musyawarah dengan kedua belah pihak pasangan calon presiden dalam mengambil keputusan.

“Karena semua aturan kan dibahas bersama, kemudian disepakati. Jadi kalau ada yang misalnya menyimpang bisa digugat. Ada mekanismenya,” jelasnya.

2 dari 3 halaman

Jalankan Tugas dengan Baik

Kata Ma’ruf, lembaga penyelenggara pemilu, KPU maupun Bawaslu sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Jadi menurut saya biarkan KPU melaksanakan tugasnya dengan baik. Dia adalah lembaga yang ditunjuk secara resmi, konstitutusional karena itu jangan apa membuat hal-hal tuduhan yang tidak berdasar,” ucap Ketum MUI itu.


Reporter: Ahda Bayhaqi

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Uno Tak Dukung Uno: Jokowi Heran, BPN Tuding Main Peran

Jakarta – Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan dukungan dari keluarga Uno di Gorontalo. Dukungan dari keluarga cawapres Sandiaga Uno itu pun memantik berbagai macam reaksi. Baik dari Jokowi, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, hingga Sandiaga sendiri.

Dukungan itu disampaikan keluarga Uno, di Hotel Maqna, Gorontalo, Kamis (28/2/2019) malam kemarin. Jokowi pun ikut hadir dalam deklarasi dukungan itu.

Perwakilan keluarga Uno, Rudi Hartono Uno mengatakan alasan keluarga Uno di Gorontalo melabuhkan dukungan ke Jokowi. Sebab, mereka sangat merasakan perhatian pemerintahan sang petahana selama lima tahun ini.

“Mencermati kinerja pemerintah Bapak Presiden Joko Widodo selama hampir satu periode ini, terutama perhatian dan kepedulian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Provinsi Gorontalo, yang sungguh-sungguh telah kami rasakan selama ini, maka kami keluarga Uno telah bersepakat untuk mendukung sekali lagi Bapak Jokowi sebagai Presiden RI,” ujar Rudi Hartono Uno.

Uno Tak Dukung Uno: Jokowi Heran, BPN Tuding Main PeranFoto: Screenshot Live Streaming akun YouTube Jokowi Amin

Mendapat dukungan dari keluarga Uno, Jokowi justru heran. Meski berterimakasih, Jokowi mengaku bingung mengapa keluarga Uno justru memberikan dukungan untuknya, bukan kepada Sandiaga.

“Ya harusnya itu keluarga Pak Sandi Uno itu dukung ke Pak Sandi Uno, yang benar itu. Kok dukungannya ke saya?” ungkap Jokowi kepada wartawan di Desa Motilango, Gorontalo, Jumat (1/3/2019).

“Ya harusnya logikanya kan harusnya saudara Sandi Uno itu dukungnya ke Pak Sandi. Ya kalau ke saya, ya, terima kasih,” imbuhnya.

Sandiaga sendiri menilai dukungan keluarganya kepada capres nomor urut 01 merupakan esensi dari demokrasi. Bahkan, dia mengaku perbedaan pilihan politik itu juga terjadi saat Pilgub DKI 2017 lalu.

“Ini adalah pesta demokrasi dan milik rakyat. Keluarga saya adalah bagian dari rakyat Indonesia. Saya bangga menyandang nama belakang ayah saya, Uno. Dalam pilgub DKI juga pilihan dari keluarga saya juga berbeda beda,” ucap Sandiaga saat mengunjungi kampung warteg di Kabupaten Tegal.

Uno Tak Dukung Uno: Jokowi Heran, BPN Tuding Main PeranFoto: Sandiaga Uno (Lamhot Aritonang/detikcom)

Berbeda dengan sang cawapres, BPN Prabowo-Sandiaga justru menuding keluarga Uno tengah bermain peran. BPN meyakini, dukungan yang tak mewakili keluarga Uno seluruhnya itu hanyalah sandiwara semata. Selain itu, menurut mereka dukungan itu bukanlah hal yang istimewa.

“Kalau misalnya ada yang mendeklarasikan ya bagus, tapi saya tahu keluarga Uno yang di partai Koalisi Indonesia Maju, punya hubungan keluarga dan ‘masa ponakan sendiri nggak dicoblos, masa sepupu sendiri nggak dicoblos’ gitu lho. Kalaupun ada yang mendukung, itu cuma make up aja,” juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa.

“Saya tahu mereka terikat dengan akting bahwa karena partainya berkoalisi dengan itu, jadi tentu saja harus tampak di publik mendukung pasangan Jokowi. Saya tahu itu. Tapi kami biasa saja, ini sebuah realita, kalau tidak, kita tahulah, kalau nggak dosa-dosa politik akan dibuka, atau diproses secara hukum, karena hukum sekarang kan tumpul ke atas tajam ke bawah,” imbuh Dian.

Atas tudingan itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin langsung memberikan pembelaan. Menurut TKN tudingan itu merupakan bentuk kepanikan sang rival.

“BPN panik lihat dukungan keluarga Uno terhadap 01,” ujar Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Rofiq, kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

“Nggak usah baperan dan nuduh-nuduh bahwa dukungan ini rekayasa atau tekanan. Rakyat Indonesia semakin cerdas bahwa Pak Jokowi adalah pemimpin yang membangun, pemimpin yang memajukan rakyatnya. Jadi bukan pemimpin kaleng-kalengan,” imbuh Rofiq.

(mae/rna)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gara-gara Nomor KTP Direktur Chen Tertukar

Chen pun akhirnya dipaksa sore hari itu juga harus datang ke Kantor Disnakertrans. Dia akhirnya datang membawa dokumen-dokumen ketenagakerjaan ditemani seorang warga negara China bernama A Wei. A Wei sudah lama di Indonesia dan menetap di Surabaya, Jawa Timur. Ia juga memiliki peternakan ayam petelur di Cianjur dengan bendera perusahaan PT Saudara Makmur.

Rupanya, setelah dicek, IMTA yang dimiliki Chen berlaku di perusahaan A Wei. Di PT Saudara Makmur itu pula, Chen punya jabatan sebagai direktur keuangan. “Iya benar, Pak, dia direktur keuangan saya,” kata A Wei seperti ditirukan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur, Ricky Ardi Hikmat, saat pertemuan di kantor Disnakertrans, itu.

Yang mengejutkan juga, saat Chen menyerahkan akta perusahaan peternakan di Cibokor, Chen bukanlah tenaga kerja, melainkan pemilik peternakan. Jabatannya direktur utama  PT Indah Tunggal Alami, yang membuka peternakan itu sejak 2017. Di bawah Chen, ada beberapa direktur yang semuanya warga negara China. Chen pemilik saham mayoritas di perusahaan tersebut.

“Ternyata dia itu direktur utama sekaligus pemegang saham. Dia sih pegang IMTA, tapi bukan di posisi perusahaan yang sedang kita lakukan pembinaan. Jadi dia itu menunjukkan IMTA, tapi IMTA di perusahaan lain (PT Saudara Makmur). Sama, peternakan juga, tapi beda perusahaan,” ujar Ricky.

Dari hasil pemeriksaan, kata Ricky, dokumen berupa IMTA itu tidak ada masalah karena semua dokumen sesuai dengan yang dipersyaratkan. IMTA milik Chen juga masih berlaku. Hanya sempat terjadi miskomunikasi saja lantaran Chen tidak lancar Bahasa Indonesia sehingga dilakukan klarifikasi. “Makanya kita bingung kok yang ramai malah urusan e-KTP. Dan banyak yang mempertanyakan soal e-KTP Chen ke kami,” jelas Ricky.

Warganet memang ramai mengecek NIK e-KTP milik Chen di sistem Komisi Pemilihan Umum. Nah, ternyata NIK tersebut muncul atas nama Bahar, warga Kelurahan Sayang, Cianjur. Bahar, 47 tahun, yang kesehariannya berdagang bakso keliling, pun bingung namanya muncul di aplikasi KPU dengan NIK milik WNA. “Saya tinggal di sini sejak 1996, tidak ada masalah soal NIK. Baru kali ini saja ada perbedaan. Baru tahu setelah dikabari ketua RT pagi tadi,” begitu kata Bahar, Selasa, 26 Februari 2019.

Bahar bilang selama ini tak ada kendala dalam partisipasi pencoblosan pemilu. Namun, untuk tahun ini, dia sedikit heran karena mendadak NIK-nya berubah di DPT. “Katanya jadi nama China, ya, saya nggak tahu apa-apa. Sebelumnya, nyoblos Pilgub (Jawa Barat) juga nggak ada masalah. Baru kali ini saja tiba-tiba ramai, katanya NIK-nya dipakai orang asing,” ujar Bahar.

TKN Jokowi Sindir Sandiaga: Keluarga Besar Tak Support, Pertanda Buruk!

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyindir Sandiaga Uno. Ini menyusul keluarga besarnya, Keluarga Uno mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf.

“Saya heran Sandiaga bisa-bisanya tidak didukung satu keluarganya sendiri. Katanya politik dimulai dari lingkaran paling dekat, dimulai dari keluarga dan teman terdekat,” ungkap Wakil Ketua Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Pria yang akrab disapa Toni ini menyoroti ikatan alumni sekolah Sandiaga, Pangudi Luhur Jakarta, yang juga mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Ia juga menilai dukungan Keluarga Uno itu bisa menjadi pertanda buruk bagi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantaran mantan Wagub DKI tersebut tak bisa mengkonsolidasikan dukungan keluarga sendiri.


Toni pun menduga Sandiaga akan kesulitan meraih dukungan masyarakat. Ini mengingat, sebutnya, mengambil hati keluarga sendiri saja tidak bisa.

“Pertanda apa bila teman sesama SMA Saja tidak mendukung, keluarga besar saja tidak mensupport?” ucap Toni.

“Pasti itu pertanda buruk. Orang paling dekat saja menolak, apalagi orang yang jauh,” lanjut Sekjen PSI tersebut.

Soal dukungan Keluarga Uno, Toni memberikan apresiasi. Dukungan itu menurutnya akan menambah amunisi kemenangan bagi pasangan calon nomor urut 01 itu.

“Segala bentuk dukungan kami sukuri. Pasti berkontribusi untuk pemenangan Jokowi-Makruf. Kami ucapkan terima kasih,” sebut Toni.

BPN Prabowo-Sandiaga Anggap Dukungan Hanya Sandiwara

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga kemudian angkat suara soal dukungan itu. Menurut BPN, dukungan keluarga Uno di Gorontalo itu tak mewakili keluarga Uno seluruhnya. Lagipula, BPN meyakini, dukungan keluarga Uno ke Jokowi hanyalah sandiwara semata.

“Kalau misalnya ada yang mendeklarasikan ya bagus, tapi saya tahu keluarga Uno yang di partai Koalisi Indonesia Maju, punya hubungan keluarga dan ‘masa ponakan sendiri nggak dicoblos, masa sepupu sendiri nggak dicoblos’ gitu lho. Kalaupun ada yang mendukung, itu cuma make up aja,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa kepada wartawan.

“Saya tahu mereka terikat dengan acting bahwa karena partainya berkoalisi dengan itu, jadi tentu saja harus tampak di publik mendukung pasangan Jokowi. Saya tahu itu. Tapi kami biasa saja, ini sebuah realita, kalau tidak, kita tahu lah, kalau nggak dosa-dosa politik akan dibuka, atau diproses secara hukum, karena hukum sekarang kan tumpul ke atas tajam ke bawah,” imbuh Dian.
(elz/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tiga Nama Masuk Bidikan MU di Bursa Transfer Musim Panas

Liputan6.com, Manchester – Performa Manchester United (MU ) terus menjulang bersama manajer Ole Gunnar Solksjaer. Saat ini, di Liga Inggris, mereka belum terkalahkan di 11 laga: sembilan kali menang dan dua kali imbang.

Namun begitu, mereka tampaknya sudah mulai merancang skuat untuk musim depan. Termasuk mendatangkan sejumlah pemain baru.

Belakangan, dikabarkan ada tiga nama baru dalam bidikan MU di bursa transfer musim panas. Ini merupakan kabar baru lantaran di bursa transfer Januari lalu, tak satu pemain pun mereka datangkan.

TalkSPORT merilis, setidaknya ada tiga nama yang kini dalam pantauan MU di bursa transfer musim depan. Mereka adalah Aaron Wan-Bissaka (Crystal Palace), Kalidou Koulibaly (Napoli), dan Ivan Rakitic (Barcelona).

Untuk mendatangkan ketiga pemain ini, manajemen MU dikabarkan telah menyiapkan dana yang tak sedikit. Diperkirakan mereka siap menggelontorkan uang lebih dari 170 juta pound sterling atau sekitar Rp 3,1 triliun!

2 dari 3 halaman

Wan-Bissaka Bisa Gantikan Valencia dan Young

Wan-Bissaka adalah bek kanan mudah Palace berusia 21 tahun. Kehadirannya di MU tentu akan sangat berguna.

Setidaknya, dia bisa jadi pelapis, atau bahkan pengganti Antonio Valencia atau Ashley Young, yang sudah berusia 33 tahun.Tak heran, harganya lumayan mahal, mencapai 40 juta pound.

Sedangkan Koulibaly merupakan seorang bek tengah yang tangguh. MU bahkan digosipkan sempat menawarkan uang tak kurang dari 95 juta pound kepada Lazio, sebelum memecat Jose Mourinho.

3 dari 3 halaman

Rakitic Ideal

Rakitic juga bisa menjadi pemain yang berguna bagi MU, jika jadi didatangkan. Kemampuannya dalam mengatur permainan tak perlu diragukan lagi.

Peluang MU pun relatif besar mengingat ada kabar Barcelona juga ingin melepas pemain asal Kroasia ini. Hanya memangm harganya pun lumayan mahal, sekitar 39 juta pound.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Ratna Sarumpaet Merasa Kasusnya Politis, TKN: Ikuti Saja Proses Hukum!

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin heran dengan pernyataan Ratna Sarumpaet yang merasa kasus hoax dirinya politis. Menurut TKN, terungkapnya kasus hoax Ratna justru menghindarkan politisasi. Apa maksudnya?

“Tidak ada yang mempolitisasi kasus Ratna Sarumpaet. Justru kalau Ratna Sarumpaet tidak terungkap kebohongannya, maka akan terjadi politisasi terhadap kekerasan yang dilakukan terhadap Ratna Sarumpaet,” kata juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Kamis (28/2/2019).

Menurut Ace, kasus hoax penganiayaan Ratna saat itu berpotensi dipolitisasi tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan menyalah-nyalahkan penguasa. Ia menyinggung peristiwa itu kala Prabowo dan timses menggelar konferensi pers mengenai penganiyaan Ratna.
“Bayangkan kalau Ratna Sarumpaet tidak berani menyatakan yang sebenarnya, maka propaganda oposisi mengalami penindasan, dizalimi oleh rezim yang berkuasa akan tersembur dengan kencang,” tutur Ace.
“Itulah sebabnya tanpa fact checking, Prabowo dan kubu 02 ramai-ramai konferensi pers. Jadi poinnya bukan semata-mata tidak ada fact checking, tapi pada upaya menggunakan kasus ini sebagai bagian dari politisasi,” imbuhnya.

Ratna Sarumpaet Merasa Kasusnya Politis, TKN: Ikuti Saja Proses Hukum!Foto: Ace Hasan Syadzily (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Karena itu, dia meminta Ratna mengikuti proses hukum dengan baik. Ia meminta Ratna tak buru-buru menyimpulkan.

“Oleh karena itu, sebaiknya ikuti saja proses hukum itu dengan sebaik-baiknya. Kita lihat apakah ada fakta persidangan bahwa kasus kebohongan Ratna Sarumpaet ini semata-mata menyangkut dirinya sendiri. Atau melibatkan pihak-pihak lain untuk maksud-maksud tertentu,” ujar Ace.
(tsa/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Janji Sunat Anggaran Kunjungan Pejabat ke Luar Negeri Bila Menang Pilpres

Liputan6.com, Jakarta – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berencana mengurangi anggaran perjalanan keluar negeri bagi para pejabat jika terpilih sebagai Presiden 2019. Menurutnya, anggaran perjalanan keluar negeri untuk pejabat sudah terlalu besar. 

“Kita harus kurangi pemborosan. Kalau saya dapat mandat dari rakyat, saya akan kurangi anggaran-anggaran untuk jalan-jalan ke luar negeri,” kata Prabowo di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Prabowo mengaku sudah mulai menerapkan aturan larangan kunjungan ke luar negeri di partainya, yakni Gerindra. Namun, aturan itu masih kerap dilanggar oleh kadernya.

“Saya bikin peraturan tapi yang namanya bangsa Indonesia kadang-kadang sulit juga,” ungkapnya.

Dia lalu bercerita mengnai dua anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, yang mendatanginya untuk meminta izin studi banding ke Hongkong. Anggota DPRD tersebut sebelumnya mengaku belum pernah bepergian ke luar negeri.

 

2 dari 2 halaman

Beri Dispensasi

Karena Prabowo merasa kasihan dengan dua anggota DPRD itu, akhirnya dia mengizinkan mereka pergi. Namun dengan syarat harus membawa hasil yang konkret. 

“Pemimpin Indonesia kadang-kadang terlalu kasian, sudah diberi kebijakan, tapi bagiamana kasian juga, jadi saya bilang begini, ini sudah keputusan dprd seluruhnya? Ya sudah. Saya jarang-jarang kasih dispensasi,” ucap dia. 

Meski begitu, mantan Danjen Kopassus itu bingung mengapa masih ada pejabat tinggi yang sudah sering ke luar negeri, tapi masih terus ingin berangkat ke luar negeri.

Karena itu dia berencana mengurangi anggaran kunjungan keluar negeri. “Yang heran saya yang anggota-anggota yang sangat sudah sering keluar negeri, masih minta keluar negeri,” tandas dia.


Reporter: Sania Mashabi


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: