Bawaslu Hentikan Laporan Pose Dua Jari, Anies: Pelajaran Bagi Semua

Jakarta

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menghentikan laporan dua jari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies berharap putusan itu jadi pelajaran bersama.

“Saya apresiasi (putusan Bawaslu), mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi semuanya supaya fokus pada substansi,” kata Anies di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (11/1/2019).

Anies menuturkan banyak hal yang lebih substantif untuk menjadi fokus. Dia meminta kegiatan politik tidak dikaitkan dengan hal yang remeh.

“Ada banyak hal yang bisa dilaporkan, tapi kalau kita merespons pada setiap laporan tanpa memikirkan tentang substansinya, nanti proses kampanye kita menjadi proses kampanye yang fokus pada hal remeh temeh,” tutur Anies.

Anies sempat berpesan kepada Bawaslu untuk menggunakan akal sehat dalam menerima laporan. Dia mengapresiasi laporan tersebut

“Saya katakan di dalam ruangan itu gunakan keakalsehatan dalam menilai setiap laporan. Jadi kalau kita menggunakan akal sehat, kewajaran, maka laporan-laporan itu dinilai aja mana yang layak mana yang tidak,” ujar Anies.

Sebelumnya, Bawaslu menghentikan laporan kasus pose dua jari yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Penanganan laporan dihentikan karena tidak memenuhi unsur pidana.

“Laporan yang dilaporkan yang diduga ada pelanggaran yang dilakukan oleh terlapor itu tidak memenuhi unsur, sehingga dianggap tidak memenuhi unsur pidana dan tidak dapat dilanjutkan dalam proses selanjutnya,” ujar Ketua Bawaslu Bogor Irvan Firmansyah saat dihubungi.

Irvan mengatakan Anies dianggap tidak terbukti melanggar Undang-Undang 7 Tahun 2017 Pasal 282 tentang Pemilu. Menurutnya, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tindakan Anies menguntungkan atau merugikan salah satu pihak.

“Ya pertimbangannya kan unsur pasalnya yang disangkakan 282 juncto 547. Pasal 282 itu kan pejabat negara dilarang membuat keputusan atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon tertentu selama masa kampanye,” ujar Irvan.


(fdu/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bawaslu Bogor Hentikan Laporan soal Kasus Pose Dua Jari Anies

JakartaBawaslu Bogor menghentikan laporan kasus pose dua jari yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Penanganan laporan dihentikan karena tidak memenuhi unsur pidana.

“Laporan yang dilaporkan yang diduga ada pelanggaran yang dilakukan oleh terlapor itu tidak memenuhi unsur, sehingga dianggap tidak memenuhi unsur pidana dan tidak dapat dilanjutkan dalam proses selanjutnya,” ujar Ketua Bawaslu Bogor Irvan Firmansyah saat dihubungi, Jumat (11/1/2019).

Irvan mengatakan Anies dianggap tidak terbukti melanggar Undang-undang 7 Tahun 2017 pasal 282 tentang Pemilu. Menurutnya, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tindakan Anies menguntungkan atau merugikan salah satu pihak.

“Ya pertimbangannya kan unsur pasalnya yang disangkakan 282 jo 547. Pasal 282 itu kan pejabat negara dilarang membuat keputusan atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon tertentu selama masa kampanye,” ujar Irvan.

“Berdasarkan hasil klarifikasi, baik keterangan pelapor maupun terlapor dan saksi-saksi, tidak ada yang bisa membuktikan bahwa terlapor ini telah membuat keputusan yang menguntungkan atau merugikan, jadi unsurnya tidak memenuhi,” sambugnya.

Selain itu, Irvan juga mengatakan Anies telah memberikan surat pemberitahuan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk menghadiri acara tersebut. Iravan juga menyatakan acara yang dihadiri Anies bukan sebuah kampanye.

“Berdasarkan keterangan Pak Anies itu bahwa sudah menyampaikan pemberitahuan akan menghadiri acar tersebut ke Kemendagri. Untuk cuti itu kan ketika menghadiri kampanye, nah sementara kegiatan itu adalah rapat internal partai Gerindra yang rutin dilakukan setiap tahun jadi bukan menghadiri kampanye,” tuturnya.

Sebelumnya, Anies dilaporkan kepada Bawaslu oleh Garda Nasional untuk Rakyat (GNR). GNR menilai gestur dua jari itu merupakan simbol kampanye karena dilakukan dalam acara Konferensi Nasional Gerindra.

Anies dilaporkan karena berpose salam dua jari saat mendapat kesempatan berdiri di podium Konferensi Nasional Gerindra di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).
(dwia/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ratusan Pegawai Federal AS Demo di Gedung Putih: Kami Ingin Gaji Kami!

Washington DC – Ratusan pegawai federal Amerika Serikat (AS) menggelar unjuk rasa sambil berteriak ‘Kami ingin gaji kami!’ di depan Gedung Putih, Washington DC. Unjuk rasa ini digelar pada hari ke-20 pemerintahan AS tutup sebagian karena tuntutan Presiden Donald Trump untuk anggaran pembangunan tembok Meksiko.

“Hentikan penutupan (pemerintahan)!” teriak para demonstran di tengah cuaca dingin di depan Gedung Putih, seperti dilansir Reuters, Jumat (11/1/2019).

Aksi protes yang digelar pada Kamis (10/1) waktu setempat ini digelar oleh Federasi Pekerja dan Organisasi Industrial Kongres Amerika (AFL-CIO) yang merupakan serikat pekerja federal terbesar di AS. Aksi berawal di markas AFL-CIO dan berakhir di depan 1600 Pennsylvania Avenue, alamat resmi Gedung Putih.

Dalam aksinya, para pegawai federal AS ini membawa poster bertuliskan ‘Trump: Akhiri Penutupan’ dan ‘Bukan mogok – kami ingin bekerja’.

Sekitar 800 ribu pegawai pemerintah federal AS diperintahkan untuk tetap tinggal di rumah atau bekerja tanpa dibayar selama penutupan pemerintahan berlangsung. Penutupan pemerintahan AS yang dimulai sejak 22 Desember 2018, dipicu oleh perdebatan Trump dengan Partai Demokrat di Kongres AS soal tuntutan Trump agar anggaran US$ 5,7 miliar untuk membangun tembok di perbatasan AS dan Meksiko, diloloskan Kongres.

Dalam janji kampanye saat pilpres 2016, Trump berulang kali menjanjikan bahwa Meksiko akan membayar pembangunan tembok perbatasan itu. Namun dalam pernyataan terbaru Trump menegaskan dirinya tidak akan menandatangani rancangan undang-undang apapun untuk membuka kembali pemerintahan federal AS yang tidak meloloskan pendanaan tembok Meksiko.

Elaine Suriano (62) yang seorang ilmuwan pada Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) menyatakan dirinya terpaksa menggunakan tabungan pensiun jika penutupan terus berlanjut dan gajinya tak kunjung dibayarkan.

“Sudah jelas bahwa pemerintahan ini tidak memahami orang-orang normal dan kehidupan sesungguhnya atau mereka tidak akan melakukan ini,” sebutnya.

Memasuki pekan ketiga, penutupan sebagian pemerintahan federal AS menjadi penutupan paling lama kedua sejak pertengahan tahun 1970-an. Trump dalam pernyataan sebelumnya menyebut penutupan ini bisa saja berlanjut hingga hitungan bulan bahkan tahun.

Kebanyakan pegawai federal yang terdampak penutupan ini, terpaksa beralih ke situs penggalangan dana online seperti GoFundMe.com untuk membantu membiayai kehidupan sehari-hari mereka.

Matthew Chrichton (32) yang bekerja untuk Korps Perdamaian AS menyebut ketidakjelasan soal penutupan pemerintahan AS membuat dirinya dan rekan-rekannya sulit membiayai kebutuhan untuk makanan, tempat tinggal dan kebutuhan lain. “Itu bisa berlanjut beberapa hari dan bisa berlanjut beberapa minggu. Bisa juga berlanjut beberapa bulan. Sungguh memalukan karena saya siap untuk pergi bekerja. Saya mampu untuk pergi bekerja dan saya tidak bisa,” ujarnya.

Para demonstran yang kebanyakan memakai rompi warna hijau neon bertuliskan ‘Saya seorang pekerja. Saya memiliki suara.’ tersebut, menuntut pemerintah segera dibuka kembali. Saat aksi digelar, Trump diketahui sedang tidak berada di Gedung Putih karena dijadwalkan mengunjungi perbatasan AS-Meksiko di McAllen, Texas.

Unjuk rasa lainnya yang lebih kecil juga digelar di Palm Beach, Florida kemudian Ogden, Utah dan New York City. Aksi-aksi protes yang diikuti para pegawai federal itu menuntut penutupan pemerintahan segera diakhiri. “800 ribu pengangguran. Melukai keluarga dan perekonomian kita,” bunyi salah satu poster yang dibawa demonstran.

(nvc/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Laporan Polisi Tak Hentikan Agresivitas PSI

Jakarta – Ketum PSI Grace Natalie dan 3 kader lainnya dipolisikan gara-gara ‘Kebohongan Award’ yang mereka anugerahkan untuk Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Andi Arief. Namun, laporan polisi itu tidak menghilangkan agresivitas PSI yang balas menyerang.

Grace Natalie, Raja Juli Antoni, Tsamara Amany, dan Dara Adinda Kesuma Nasution dipolisikan oleh Hendarsam Marantoko yang merupakan Wakil Ketua ACTA pada Minggu (6/1/2019). Laporan polisi tercatat dengan nomor laporan LP/B/0023/I/2019/Bareskrim tertanggal 6 Januari 2019.

“Kami selaku kader dari Pak Prabowo merasa ini suatu bentuk pelecehan kepada Pak Prabowo. Artinya suatu perbuatan diungkap secara satir, menyindir melecehkan seperti ini tidak sesuai dengan apa namanya tuh adat dan kebiasaan kultur politik kita,” tutur Hendarsam di Bareskrim Polri.

Apa respons PSI? Ketua DPP PSI Tsamara Amany justru menyindir pelaporan tersebut.

“Kami tak takut dan tak gentar. Dikit-dikit melaporkan,” kata Tsamara saat dikonfirmasi, Senin (7/1/2019).

“Mereka mengisi demokrasi dengan kebohongan dan ketika kita menunjukkan kebohongan mereka ke depan publik, mereka marah dan melaporkan. Mereka tidak mampu meng-counter cara kreatif PSI. Jadinya ya melaporkan. Gali dong kreativitas, balas kami dengan cara yang kreatif juga,” tantang Tsamara.

Sementara itu, Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyebut PSI sebagai partai baru yang tak memiliki beban masa lalu sehingga dapat berkomunikasi dengan lugas. Sambil mempromosikan PSI, Toni ganti menyerang Gerindra dan PKS.

“Jadi kepada publik di luar sana yang jengah atau bosan dengan cara berpolitik Partai Gerindra dan PKS yang selalu mempergunakan isu-isu kebohongan, dan isu-isu agama termasuk tentu di dalamnya Partai Demokrat dan PAN,” ujar Antoni.

“Maka pada 2019 bulan April, bagi kawan-kawan yang sudah bosan, yang kesal dengan politisasi agama yang dilakukan oleh partai utama itu, Gerindra dan PKS, maka PSI akan jadi partai alternatif yang akan jadi kekuatan yang kredibel di DPR nanti, yang akan menghalangi semua move politik yang akan dilakukan oleh baik dari Gerindra dan PKS,” imbuhnya.

Juru bicara PSI lainnya, Guntur Romli, menganggap pelaporan tersebut seperti maling teriak maling. Dia bahkan menyebut Prabowo layak dapat rekor karena kebohongan terbanyak.

“Laporan itu bagi kami merupakan sikap atau cerminan kalau kita dengar di masyarakat itu ‘maling teriak maling’. Karena apa yang kami berikan Kebohongan Award itu adalah berdasarkan fakta,” kata Guntur.
(imk/jor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kala Inspektur Jenderal Memaafkan Ojek Online yang Menabraknya

Palembang – Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain menjadi korban tabrak lari saat bersepeda. Pelakunya diketahui merupakan driver ojek online dan sudah diamankan. Bagaimana ceritanya?

Peristiwa bermula saat jenderal bintang dua itu sedang bersepeda santai, Sabtu (5/1). Rutenya dimulai dari rumah dinas Kapolda di kawasan Pakri dan berlanjut ke Jembatan Musi IV, komplek olahraga Jakabaring hingga Pasar Cinde.

Setiba di kawasan Pasar Cinde, Kapolda dan rombongan ngopi santai. Tak lama mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah dinas. Namun saat lewat di Jalan Tubun kapolda diserempet dari belakang oleh driver ojek online.

“Dia datang tiba-tiba dan langsung kena setang sepeda saya. Saya jatuh, tapi dia malah kabur, bukannya menolong saya,” ujar Kapolda menceritakan insiden yang dialaminya saat ditemui di Bhayangkara Palembang.

Seketika, rombongan yang ada di bagian belakang Zulkarnain langsung menolong dan membawa ke Bhayangkara. Terakhir diketahui tulang selangka sang Jenderal itu patah dan langsung dioperasi malam itu juga.

“Yang lain baik-baik aja, hanya tulang ini saja yang patah dan dioperasi. Sekarang saja sudah lebih membaik. Yang lain tak ada yang kena,” katanya.

“Sabtu dan Minggu libur, jadi biasa saya isi kegiatan ini dengan bersepeda. Saya keliling lewat Jembatan Musi IV, karena itu jembatan baru sampe ke Jakabaring dan ngopi di Cinde. Saat mau pulang itu kena musibah,” imbuh mantan Kapolda Riau ini.

Dari insiden itu, polisi langsung bergerak cepat untuk memburu pelaku tabrak lari. Terakhir yang diamankan adalah pelaku bernama Yonky Sagita (54). Pada polisi Yonky mengakui perbuatannya tersebut.

“Pelakunya bapak ojek online, dia sudah tahu yang ditabraknya jatuh, tapi karena ketakutan dan dikeroyok langsung kabur. Seharusnya kan ditolong dulu,” katanya.

Sementara Yonky Sagita saat ditemui di RS Bhayangkara mengaku tak tahu jika korban yang ditabraknya di Jalan Tubun adalah Kapolda Sumsel.

“Saya nggak tahu kalau itu Pak Kapolda. Saya tahunya pas ditangkap polisi,” kata pria yang sudah setahun menjadi driver ojek online Grab tersebut.

Dikatakan Yonky, saat insiden itu terjadi dia baru saja menjemput penumpang di Pasar 26 Ilir menuju ke Kenari, Rajawali. Setibanya di Jalan Tubun depan Tekstil Dress Maker itulah dia menabrak stang sepeda Kapolda bagian kanan.

“Sebenarnya saya sudah mau berhenti, tapi takut dikeroyok warga. Jadi saya antar dulu penumpangnya ke tujuan di jalan Kenari, Rajawali,” sambung Yonky dengan wajah pucat dan gemetaran.

Atas insiden itu, Kapolda Sumsel telah memaafkan pelaku. Kapolda meminta kepada pengendara untuk tidak kabur jika mengalami insiden serupa seperti yang dialaminya.

Secara terpisah, Kasat Lantas Polresta Palembang AKP Arif menyebut pelaku, Yonky Sagita diamankan tak lama usai kejadian. Dari hasil pemeriksan, Yonky turut mengakui perbuatanya.

“Pelaku sudah diamankan, tapi proses hukum kita hentikan karena korbannya sudah memaafakan. Jadi ada alasaan dihentikan kalau sudah dimaafkan. Ini beda kalau korbannya meninggal” kata Arif.
(ras/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

NBA: Gagal Hentikan Harden, Pelicans Takluk dari Rockets

Liputan6.com, Jakarta New Orlenas Pelicans harus merasakan kekalahan di kandang sendiri pada lanjutan NBA, Minggu (30/12/2018) pagi WIB. Gagal mengadang James Harden, Pelicans kalah 104-108 dari Houston Rockets.

Kemenangan ini menjadi yang kesembilan bagi Rockets dalam 10 laga NBA terakhir. Sedangkan Pelicans kalah enam kali dalam tujuh pertandingan NBA terakhir. 

Bertanding di Smoothie King Center, Rockets mengawali laga dengan sangat baik. Pada kuarter pertama, Rockets membungkam publik tuan rumah dengan unggul 30-20.

Pelicans baru bangkit di kuarter dua. Margin keunggulan Rockets dipangkas tuan rumah menjadi hanya tiga poin saja saat jeda babak pertama. Pelicans makin mendekat setelah merebut kuarter tiga. Rockets cuma unggul setengah bola saat kuarter terakhir dimulai.

Petaka terjadi di awal kuarter empat. Rockets mengamuk. Dimotori Harden, Rockets melesat dan sempat unggul sampai 15 poin.

Pelicans pantang menyerah. Mereka 12 poin beruntun guna mengejar menjadi 104-108 dengan tersisa 1 menit 16 detik.

Arsul Sani: Putusan MA Hentikan Langkah Kubu Djan Faridz Kuasai PPP

Liputan6.com, Jakarta – Mahkamah Agung menolak upaya terakhir pengurus PPP Muktamar Jakarta Djan Faridz untuk merebut PPP dari kepengurusan M Romahurmuziy. Penolakan itu tertuang dalam putusan peninjauan kembali (PK) Nomor 182 PK/TUN/2018 tanggal 8 November 2018.

Sekjen PPP kubu Romahurmuziy, Arsul Sani mengatakan, keputusan MA itu adalah perkara terakhir dari serangkaian perkara yang diajukan kubu Djan Faridz di pengadilan.

Dia mencatat bahwa gugatan Djan yang diajukan melalui Mahkamah Konstitusi ada empat perkara, PN Jakpus dua perkara, dan PTUN Jakarta sekitar enam perkara.

“Alhamdulillah, tidak ada satu pun gugatan Djan Faridz cs, baik di jalur MK maupun lembaga peradilan di bawah MA yang hasil akhirnya dikabulkan,” ujar Arsul Sani dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/12/2018).

Putusan Mahkamah Agung itu menjadi jalan terakhir Djan untuk melakukan gugatan hukum kepada kubu Romahurmuziy yang semuanya ditolak pengadilan.

Karena itu, Arsul meminta tak ada lagi penggunaan istilah kubu Djan atau PPP Muktamar Jakarta. Sebab, Djan cs tidak memiliki legalitas hukum, baik SK Kemenkumham atau putusan MA.

Maka dari itu pula, Arsul menegaskan akan menempuh langkah hukum kepada Humprey Djemat dan kubu Djan yang masih menggunakan nama partai berlambang Kabah itu.

“Kami memberi kesempatan kepada Humphrey Djemat cs untuk meminta maaf atas ulahnya selama ini sampai dengan akhir tahun ini. Jika tidak, proses pidana akan terpaksa kami jalankan agar mereka berhenti berulah,” ujar Arsul.

Icardi Kecewa Fans Inter Milan Berlaku Rasis ke Bek Napoli

Liputan6.com, Milan – Kapten Inter Milan, Mauro Icardi ikut gusar soal perlakuan rasis fansnya kepada bek Napoli, Kalidou Koulibaly. Lewat akun instagram, pria yang juga striker Inter Milan ini mengaku kecewa dengan tingkah fans.

Dalam unggahannya itu, Icardi menyertakan dirinya bersama Koulibaly. Keterangan foto itu berbunyi kekecewaan Icardi terhadap ulah fans Inter Milan.

“Saya kecewa dengan apa yang terjadi kemarin di San Siro. Mari hentikan diskriminasi dan rasisme,” tulis Icardi dalam akun instagramnya.

Cemoohan bernada rasisme diterima Koulibaly pada laga Inter Milan Vs Napoli di Boxing Day Liga Italia, Kamis (27/12/2018). Fans Inter mencemooh Koulibaly yang baru saja menerima kartu merah dari wasit.

Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti pun tidak tinggal diam atas insiden itu. Don Carlo dalam jumpa pers setelah pertandingan menilai laga itu seharusnya dihentikan.

Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti juga mengutuk keras insiden itu. Menurutnya, hal itu tidak seharusnya terjadi di laga setelah Hari Natal.

Highlights Liga Italia 2018, Inter Milan Kalahkan Napoli