Bek Veteran MU Tertarik Hengkang ke Arsenal

Jakarta – Ikatan kerja Antonio Valencia di Manchester United (MU) berakhir musim panas mendatang. Arsenal siap memanfaatkan kondisi ini untuk mendatangkan pemain asal Ekuador itu. 

Pada musim ini, Valencia kehilangan tempat di skuat inti MU. Kalah bersaing dengan Diogo Dalot dan Ashley Young membuat bek 33 tahun tersebut hanya tampil dalam delapan pertandingan di seluruh ajang.

Selain itu, badai cedera yang menghantam membuat Antonio Valencia lebih banyak menghabiskan waktunya di ruang perawatan. Dia tercatat telah tiga kali dibekap cedera pada musim ini, dan harus absen selama 92 hari.

Rentan cedera dan telah berumur membuat manajemen The Red Devils berencana untuk tak memperpanjang kontrak Valencia yang akan berakhir pada 30 Juni 2019.

Andai tak mendapatkan kontrak baru dari MU, Antonio Valencia tidak perlu cemas akan kelanjutan kariernya. Sebab, sejumlah klub Eropa siap menampung Valencia pada awal musim depan, satu di antaranya adalah Arsenal.

“Dia pasti tidak akan melanjutkan karier di MU. Dia ingin adanya perubahan dan klub juga tidak akan memperbarui (kontraknya). Seperti hidup, semuanya akan berakhir,” ujar ayah Valencia, Luis.

“Arsenal, West Ham, Inter Milan, dan satu klub dari China adalah pilihan, tetapi dalam sepak bola semuanya berubah. Dia ingin memilih opsi terbaik, tetapi di atas itu semua, dia ingin menandatangani kontrak selama dua tahun di MU,” lanjutnya.

Valencia telah memasuki musim ke-10 bersama MU. Dia tercatat tampil dalam 338 pertandingan dan turut mempersembahkan sembilan trofi juara buat skuat Setan Merah.

Sumber: Bola.com

Manchester United Vs Barcelona akan Tercipta Banyak Gol

Lukaku Hengkang, MU Bisa Bidik 3 Striker Ini

Liputan6.com, Manchester – Striker MU Romelu Lukaku mampu mencetak 27 gol dan sembilan assist di semua kompetisi pada musim lalu. Namun, penampilannya saat ini sangat buruk dan baru mencetak 10 gol di liga.

Lukaku sekarang kesulitan mendapat kesempatan bermain, terutama di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer. Pria asal Norwegia itu lebih senang memainkan Marcus Rashford sebagai penyerang utama Setan Merah.

Jika Solskjaer menjadi manajer permanen pada musim depan, Lukaku mungkin akan kembali terpinggirkan. Oleh karena itu, Lukaku mungkin harus mencari klub baru agar bisa bermain rutin.

MU pasti akan mencari striker untuk menggantikan Lukaku di musim panas. Meski Rashford akan menjadi penyerang utama, Setan Merah perlu mendatangkan striker lagi untuk menjaga persaingan di lini depan.

Berikut ini tiga striker yang bisa dibeli MU pada musim panas seperti dilansir Sportskeeda.


2 dari 4 halaman

1. Mauro Icardi

Mauro Icardi dikabarkan ingin meninggalkan Inter Milan setelah perselisihannya dengan klub belakangan ini. Dia dicopot dari jabatan sebagai kapten setelah gagal menyetujui kontrak baru dengan klub.

Inter dilaporkan tertarik dengan Lukaku untuk menggantikan Icardi dan United akan membutuhkan pengganti untuk pemain Belgia tersebut. Icardi bisa mengisi peran yang ditinggalkan Lukaku.

Icardi adalah striker kelas dunia dan bisa memimpin lini depan United selama bertahun-tahun. Pemain Argentina itu sudah mencetak 15 gol dan membuat tiga assist dalam 28 penampilan musim ini.

Pemain berusia 26 tahun itu juga diincar oleh raksasa Spanyol Real Madrid. Jika MU menginginkannya, mereka mungkin harus bersaing dengan banyak klub besar untuk mendapatkan tanda tangannya.

3 dari 4 halaman

2. Luka Jovic

Salah satu properti terpanas di Eropa, pemain internasional Serbia Luka Jovic sudah tampil mengesankan pada musim ini. Dia sudah mencetak 15 gol dan 5 assist sejauh ini dan diminati klub-klub besar Eropa.

Dia rata-rata mencetak gol setiap 93,7 menit di Bundesliga. Dia bisa menembak dengan kedua kaki dan merupakan predator di dalam kotak penalti.

MU mungkin harus menyiapkan biaya sebesar 50 juta pound sterling untuk mendapatkannya dan harus bersaing dengan sejumlah klub untuk pemain berusia 21 tahun tersebut.

4 dari 4 halaman

3. Raul Jimenez

Raul Jimenez sangat brilian untuk Wolves musim ini. Dia sudah mencetak 12 gol dan membuat enam assist pada musim ini.

Dia adalah tipikal pemain no 9 klasik. Dia kuat di udara dan menjadi ancaman hampir semua bek di liga. Pemain asal Meksiko itu cepat dan tenang di depan gawang.

Dia akan menjadi pengganti yang sempurna untuk Romelu Lukaku dan bisa membuat MU mencetak banyak gol. Dia mungkin akan menelan biaya sekitar 40-50 juta pounds, hal itu sangat sepadan mengingat sang pemain sudah kenal Premier League.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

HEADLINE: Negosiasi Kim Jong-un dan Donald Trump Gagal Total, Sinyal Bahaya?

Liputan6.com, Hanoi – Pada Kamis pagi, 28 Februari 2019, untuk kali pertamanya, Kim Jong-un menjawab langsung pertanyaan yang dilontarkan wartawan asing.

“Ketua Kim, apakah Anda yakin (akan ada kesepakatan)?,” itu pertanyaan yang dilontarkan seorang jurnalis. 

Pemimpin muda Utara Korea itu sempat terdiam. Namun tak lama kemudian bibirnya bergerak.

“Terlalu dini untuk mengatakannya. Namun, saya tidak bilang bahwa saya pesimistis,” kata Kim Jong-un yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. “Berdasarkan apa yang saya rasakan saat ini, saya yakin akan ada hasil yang baik.” 

Delapan bulan setelah bersua di Singapura, Kim Jong-un dan Donald Trump menggelar pertemuan kedua di Hanoi, Vietnam. Usai basa-basi, pamer kemesraan, dan makan malam bersama, kedua pemimpin membahas pokok permasalahan: perwujudan denuklirisasi Korut dengan ganjaran pencabutan sanksi atas Pyongyang.

Tapi, sejarah damai gagal tercipta hari itu.

Awalnya, pertemuan diharapkan bisa berujung pada pernyataan berakhirnya Perang Korea yang secara de facto masih berlangsung hingga saat ini. AS dan Korut juga digadang-gadang akan bersepakat untuk mendirikan kantor penghubung di ibu kota masing-masing. Kalaupun sanksi tak dicabut sepenuhnya, setidaknya bakal ada pelonggaran. 

Namun, pertemuan keduanya diakhiri secara tiba-tiba. Lebih cepat dari jadwal. Tanpa hasil. Gagal total. 

Seorang pria berdiri di dekat layar TV yang memperlihatkan siaran pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam, di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan (28/2). (AP Photo/Lee Jin-man)

Kedua pemimpin hengkang dari lokasi pertemuan di Sofitel Legend Metropole Hanoi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hanya 4,5 jam setelah pembicaraan dimulai.

Kim dan Trump juga batal makan siang bersama, meski meja-meja telah ditata, hidangan sudah disiapkan. Agenda penandatanganan kesepakatan tak jadi dilakukan. 

“Tak ada kesepakatan yang dihasilkan kali ini,” demikian isi pernyataan tertulis Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dikutip dari CNN News. “Namun, tim masing-masing berharap untuk menggelar pertemuan kembali pada masa yang akan datang.”

Tak lama kemudian, Donald Trump menggelar konferensi pers. Miliarder nyentrik itu bersikukuh, pertemuannya dengan Kim berlangsung produktif.

“Kami memiliki waktu yang sangat, sangat produktif,” kata Trump. Namun, ia menambahkan, dirinya dan Menlu AS Mike Pompeo merasa, itu bukan saat yang tepat untuk menandatangani kesepakatan apapun.

Presiden AS itu menambahkan, pembicaraannya dengan Kim Jong-un berakhir karena diktator Korut itu meminta penghapusan semua sanksi AS dan internasional atas negaranya sebagai imbalan atas penutupan sebagian — bukan keseluruhan — fasilitas nuklir milik rezim Pyongyang.

“Pada dasarnya mereka ingin sanksi dicabut seluruhnya dan kami tak bisa melakukannya,” kata Trump dalam konferensi pers di Hanoi. “Mereka mengaku rela melakukan denuklirisasi atas sejumlah besar area yang kita inginkan, namun tak mungkin menghapus semua sanksi untuk itu,” kata suami Melania Trump tersebut seperti dikutip dari The New York Times.

Penghapusan sanksi internasional, yang membatasi kemampuan Korea Utara mengimpor minyak dan mengekspor barang-barang menguntungkan termasuk batubara dan hasil laut, adalah tujuan utama Pyongyang dalam semua negosiasi. Di sisi lain, bagi AS, sanksi-sanksi tersebut adalah alat tawar menawar yang signifikan.

Trump mengatakan, ia dan Kim mendiskusikan soal penutupan kompleks nuklir utama Korut di Yongbyon, di mana proses pengayaan plutonium, tritium, dan uranium untuk bahan bakar bom nuklir dilakukan. 

Meskipun Yongbyon adalah fasilitas nuklir terbesar Korut, tapi itu bukan satu-satunya. Dalam konferensi pers, Trump mengakui bahwa negara itu punya fasilitas pengayaan nuklir lain, yang kemampuannya mungkin lebih besar.

Belum lagi rudal balistik, hulu ledak nuklir, dan sistem senjata pemusnah massal yang belum terungkap sepenuhnya. Diduga disembunyikan rapat-rapat rezim Pyongyang.

Yongbyon Nuclear Research Centre, Korea Utara (GeoEye Satellite Image/AFP PHOTO via ABC Australia)

Trump juga mengaku bahwa ia dan Kim Jong-un mendiskusikan soal kasus Otto Warmbier, mahasiswa AS yang tewas setelah jadi tahanan di Korut.

Warmbier, mahasiswa University of Virginia, ditangkap saat bepergian di Korea Utara karena mencuri poster propaganda. Pada 2016 dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa.

Lebih dari setahun kemudian dia dibebaskan dan kembali ke Amerika Serikat dalam keadaan sakit parah. Dokter menyebut, dia menderita cedera otak serius. Warmbier meninggal pada Juni 2017.

Donald Trump mendapat pujian atas kembalinya Warmbier dan segelintir orang Amerika lainnya yang ditahan di Korea Utara.

Jika presiden pendahulu menyebut kasus Warmbier sebagai contoh kebrutalan rezim Kim Jong-un, Trump menolak untuk menyalahkan sang pemimpin Korut.

Otto Warmbier, mahasiswa Amerika yang menghabiskan 17 bulan di tahanan Korea Utara (AP Photo/Jon Chol Jin)

“Saya tidak percaya bahwa dia akan membiarkan itu terjadi, itu tidak menguntungkannya,” kata Trump.

“Penjara itu kasar, tempat yang brutal, di mana hal-hal buruk terjadi. Tapi saya tak yakin, ia (Kim Jong-un) tahu soal itu.” Belakangan, pembelaannya itu dikecam ramai publik AS.

Kegagalan negosiasi membuat normalisasi hubungan antar-dua negara beringsut dari hasil yang diinginkan. Kim Jong-un gagal menghasilkan pencabutan sanksi terhadap Korut, di sisi lain Trump gagal memaksa Pyongyang ambil langkah konkret untuk mengakhiri program nuklirnya — sebuah keberhasilan yang sangat ia butuhkan untuk mengimbangi sejumlah gejolak domestik di AS.

Ketika Trump berniat berbincang santai di pinggir kolam renang bersama Kim Jong-un, mantan pengacaranya, Michael Cohen bersaksi menyudutkannya di depan Kongres. Agenda kedua pemimpin tersebut kemudian dibatalkan. 

Michael Cohen pada Rabu 27 Februari 2019 mengatakan kepada panel penyidik Kongres bahwa eks kliennya itu adalah sosok yang “rasis, penipu dan tukang bohong”. Dan jika Trump kalah pada Pilpres 2020, ia menyebut, transisi kekuasaan tak akan berjalan damai.

Eks pengacara Donald Trump, Michael Cohen (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Dalam konferensi pers, Trump sempat bereaksi atas kesaksian Cohen. Menyebutnya berisi 95 persen kebohongan, nyaris 100 persen — kecuali soal bahwa ia tak berkolusi dengan Rusia dalam Pilpres 2016. 

Seperti biasanya, ia juga menyerang mantan pengacaranya dalam cuitan di Twitter. 

Tak seperti tanggapannya atas kesaksian Cohen, Trump berupaya keras menahan diri soal Kim Jong-un. Bicaranya tak berapi-api dan tanpa retorika. Tak ketinggalan, ia juga membela diri.

“Aku bisa saja menandatangani kesepakatan hari ini, lalu kalian akan mengatakan, ‘Ah, itu transaksi yang buruk’…Aku lebih baik melakukan dengan benar daripada buru-buru.” 

Donald Trump juga menyebut, meski negosiasi berlangsung tanpa hasil, hubungannya dengan Kim Jong-un tetap hangat. Pertemuan, kata dia, diakhiri dengan jabat tangan.

Di sisi lain, Trum tak berhasil mengurangi efek kejut kesaksian Michael Cohen dengan kegagalan negosiasinya dengan Kim Jong-un. Nobel Perdamaian yang ia harapkan pun kian jauh dari jangkauan.


Saksikan video menarik berikut ini: 

2 dari 3 halaman

Konsekuensi Mengkhawatirkan

“Welcome to Hanoi, city of peace” — kalimat itu terpampang di videotron yang berbaris di sisi jalan, dari bandara menuju pusat kota Hanoi. Bendera Amerika Serikat dan Korea Utara tersebar di sejumlah wilayah ibu kota Vietnam itu.

Sementara, gambar Kim Jong-un dan Donald Trump terpampang di kaos-kaos yang dijajakan untuk menyambut sebuah momentum penting: KTT AS-Korut yang memberi harapan damai di Semenanjung Korea.

Warga mencoba kaus bergambar wajah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di sebuah toko di Hanoi, Jumat (22/2). Pembuatan kaus itu menyambut KTT kedua AS-Korea Utara di Vietnam pada 27 Februari mendatang. (Nhac NGUYEN/AFP)

Namun, harapan itu tak terwujud. Kim Jong-un dan Donald Trump balik kanan ke negara masing-masing dengan tangan hampa, tanpa kesepakatan. Negosiasi gagal.

Donald Trump bersikukuh bahwa hubungannya dengan Kim Jong-un tetap baik. Ia juga yakin pihak Korut tak akan lagi melakukan uji coba senjata nuklir atau mengancam akan mengirimkan rudal ke negara lain. 

Belakangan, ia juga mengucapkan terima kasih pada tuan rumah atas sambutan hangat dan kemurahan hati Pemerintah Vietnam. Ucapan itu ia sampaikan lewat Twitter.

Lantas, bagaimana dengan Kim Jong-un? Rezim Korut belum mengeluarkan pernyataan apapun. 

“Kontribusi utama KTT AS-Korut kali ini adalah memperkuat fakta Kim tak punya niat untuk melepaskan kemampuan nuklirnya,” kata Cheon Seong Whun, seorang pejabat keamanan nasional dalam pemerintahan mantan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye, seperti dikutip dari www.theatlantic.com. Diplomasi denuklirisasi, dia menambahkan, sudah mati. 

“Saya khawatir tentang konsekuensinya,” kata Jean H. Lee, seorang ahli Korea di Wilson Center, sebuah lembaga penelitian di Washington.

Ia menambahkan, situasi kian pelik pasca kegagalan tersebut. “Apakah kedua pemimpin dan tim mereka membuat langkah yang cukup baik untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, atau apakah kita akan menuju periode negosiasi yang macet — atau lebih buruk lagi, ketegangan — yang akan memberi Korea Utara lebih banyak waktu dan insentif untuk terus membangun program senjata mereka?,” tambah Lee. 

Kebuntuan negosiasi disayangkan oleh pihak Korea Selatan. “Sangat disesalkan mereka tidak dapat mencapai kesepakatan yang utuh”, kata Kim Eui-kyeom, juru bicara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. 

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (dua kanan) dan sang istri Kim Jung-sook (kanan) foto bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (dua kiri) dan sang istri Ri Sol Ju (kiri) di Gunung Paektu, Korea Utara, Kamis (20/9). (Pyongyang Press Corps Pool via AP)

“Namun, tampak jelas bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang lebih signifikan dari sebelumnya.”

Yang lebih jelas lagi, kegagalan diplomasi Kim dan Trump berdampak langsung pada Korsel. Mata uang won melemah, bursa saham pun anjlok. 

Hubungan kian tak pasti

Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai bahwa KTT yang berakhir tanpa hasil, membuat hubungan antara AS dan Korea Utara kembali tidak pasti.

Dia berpendapat bahwa meski masih ada optimisme tentang masa depan penyelesaian isu denuklirisasi, namun hasil KTT Vietnam tetap akan berdampak buruk bagi kedua belah pihak.

“Memang kedua pemimpin negara mengatakan hubungan mereka berjalan hangat, tapi kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh para birokratnya. Apakah mereka akan tetap bersemangat untuk mengurusi hal ini?,” ujar Hikmahanto, menyayangkan gagal terwujudnya hitam di atas putih antara Donald Trump dan Kim Jong-un.

Hikmahanto juga berpendapat bahwa gagalnya pembicaraan di Hanoi akan turut memengaruhi kondisi ekonomi Korea Utara, yang telah berusaha untuk bangkit, melalui upaya meminta penghapusan sanksi internasional yang tegas dan keras.

“Salah satu yang masih menjadi tanda tanya besar adalah apakah benar pernyataan Donald Trump tentang potensi ekonomi Korea Utara, yang berkali-kali dia sebut di Hanoi. Jika memang begitu, apakah pemerintahannya mau berkompromi untuk mencabut sanksi, di mana Kim Jong-un menyatakan mau untuk mengusahakan denuklirisasi,” ujar Hikmahanto  saat dihubungi Liputan6.com pada Kamis (28/2/2019).

Sementara, Suzie Sudarman, pengamat kebijakan AS dari Universitas Indonesia menilai, KTT Vitenam dinilai tidak substantif, kaena cenderung bersifat lokal, antara Washington dan Pyongyang.

“Isu yang diangkat dalam pertemuan ini berdampak pada dunia internasional, yakni tentang denuklirisasi, sehingga pembahasan antara dua negara saja tidak cukup. Kalaupun misalnya (KTT Vietnam) berhasil, tentu dibutuhkan dukungan dari pihak ketiga yang berkompeten untuk mengawasinya, tidak bisa hanya oleh AS dan Korea Utara,” tambah dia. 

Suzie menambahkan bahwa tidak substantifnya pertemuan Trump-Kim, salah satunya, disebabkan oleh ketidakhadiran lembaga internasional yang berkompeten di tengah-tengahnya.

“Setidaknya diperlukan kehadiran IAEA (lembaga atom dunia) untuk mengawasi pembicaraan denuklirisasi, (sehingga) syukur-syukur bisa mencapai kesepakatan hitam di atas putih,” ujar Suzie.

Selain itu, masih menurut Suzie, apabila terjadi kesepakatan terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea, diperlukan pula pembicaraan lanjutan dengan Rusia dan China, dua negara yang dikenal dengan Korea Utara.

Hal ini dimaksudkan agar tercipta keseimbangan dalam tindakan lanjut denuklirisasi. “Sehingga tidak semata-mata karena tuntutan AS, yang nyatanya sulit dipenuhi Korea Utara karena beberapa keterbatasan,” ujar Suzie.

3 dari 3 halaman

Kim Jong-un Wujudkan Ancaman?

Dua bulan sebelum KTT AS-Korut di Vietnam digelar, Kim Jong-un sejatinya sudah menyampaikan peringatan.

Dalam pidato Tahun Baru 2019, Kim Jong-un mengatakan tekadnya untuk denuklirisasi lengkap tetap tidak berubah, tetapi, dia mungkin harus mencari “cara baru” jika Amerika Serikat terus menuntut tindakan sepihak dari Korea Utara.

Duduk di kursi berlapis kulit, mengenakan jas hitam yang dipadu dasi abu-abu, Kim Jong-un mengatakan, bakal ada kemajuan yang lebih cepat dalam denuklirisasi jika Amerika Serikat mengambil tindakan yang sesuai –yakni dengan meringankan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Korut.

Kim Jong-un menegaskan, Korea Utara mungkin tak akan punya pilihan lain selain mengeksplorasi ‘cara baru’ untuk melindungi kedaulatan, kepentingan, serta untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Tak jelas apa yang ia sebut sebagai ‘cara baru’ itu.

Kim Jong-un menambahkan, hal tersebut akan dilakukan, “jika Amerika Serikat salah membuat perhitungan atas kesabaran rakyat (Korut), memaksakan sesuatu kepada kita dan mengejar sanksi dan tekanan tanpa menepati janji yang dibuat di hadapan dunia,” kata dia seperti dikutip media pemerintah, Rodong Sinmun.

Seperti dikutip dari situs www.businessinsider.sg, ‘cara baru’ yang disebut Kim dalam pidato tahun barunya dikhawatirkan sebagai dimulainya kembali uji coba rudal nuklir — yang menurut Pyongyang telah berakhir April 2018 lalu. 

Pidato Kim bulan lalu juga bisa jadi mengisyaratkan perluasan 12 fasilitas senjata nuklir yang sudah ada di negara itu.

Sebelum KTT Vietnam, intelijen AS dan para ahli Korea Utara berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang tidak mungkin menyerahkan senjata nuklirnya secara utuh.

Sebuah laporan intelijen yang diterbitkan bulan lalu menegaskan kembali gagasan bahwa para pemimpin negara Korut memandang senjata nuklir sebagai hal penting bagi kelangsungan rezim.

Berbeda dengan Donald Trump yang langsung pulang ke Amerika Serikat naik Air Force One, Kim Jong-un dilaporkan tetap tinggal di Hanoi hingga Sabtu 2 Maret 2019. 

Ia akan menyempatkan diri berjalan-jalan dan bertemu dengan sejumlah pejabat Vietnam dalam apa yang ia sebut sebagai ‘kunjungan persahabatan’.

Dengan itu, Kim Jong-un mungkin berkesempatan untuk menunjukkan pada rakyatnya, juga pada dunia bahwa pertemuannya dengan Donald Trump adalah salah satu bagian dari kunjungannya. Bukan agenda tunggal.

Dan, dunia hanya bisa menanti apa yang akan dilakukan pemimpin muda Korut itu. Apakah ia akan bersabar atau mewujudkan ancamannya?

Segera Lepas Marcelo, Real Madrid Tawar Bek Ajax

Liputan6.com, Madrid – Raksasa La Liga, Real Madrid dikabarkan tengah membidik tanda tangan dari bek kiri andalan Ajax Amsterdam, Nicolas Tagliafico pada bursa transfer musim panas mendatang.

Usai tampil impresif bersama Banfield dan Independiente di Argentina, Tagliafico digaet Ajax pada Januari 2018 lalu. Bek 26 tahun itu pun langsung menjadi andalan di skuat Ajax.

Tak hanya itu, Tagliafico juga sudah memperkuat tim nasional Argentina sejak 2017 lalu. Ia pun menjadi bagian dari skuat Albiceleste untuk ajang Piala Dunia 2018 di Rusia lalu.

Dilansir TYC Sports, performa menawan yang diperlihatkan Tagliafico kabarnya membuat entrenador Real Madrid, Santiago Solari kepincut dan ingin memboyongnya ke Santiago Bernabeu pada musim panas nanti.

Tagliafico tampil cukup solid ketika menjaga lini belakang Ajax dalam laga kontra Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions beberapa waktu lalu. Kala itu ia bahkan sempat mencetak gol meski kemudian dianulir VAR.

Partai inilah yang membuat Solari menyadari bahwa Tagliafico memiliki kapabilitas mumpuni untuk menjadi bagian dari tim asuhannya musim depan.

2 dari 3 halaman

Kalah Bersaing

Solari ingin menjadikan Tagliafico sebagai pengganti dari Marcelo yang mulai kehilangan tempat di skuat utama Madrid. Ia bahkan kalah bersaing dengan bek muda Sergio Reguilon.

Marcelo diyakini bakal hengkang dari Bernabeu pada akhir musim nanti. Karena itu, Madrid ingin mencoba mendekati Tagliafico sejak sekarang.

3 dari 3 halaman

Masa Peminjaman

Jika jadi merapat ke Madrid, maka Tagliafico tak bakal terlalu asing dengan sepakbola Spanyol karena ia pernah menjalani masa peminjaman di klub Segunda Division, Real Murcia pada musim 2012-13 silam.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

MU vs Liverpool: Solskjaer Fokus 100 Persen

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) akan menghadapi Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu (24/2/2019) WIB di Old Trafford. Manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer menegaskan, dirinya fokus 100 persen untuk menghadapi laga tersebut.

“Saya fokus kepada diri kami sendiri dan apa yang harus kami lakukan untuk mencapai target kami. Ini pacuan antara tiga kuda, untuk gelar juara dan empat beasr. Itulah fokus saya,” kata Solskjaer seperti dilansir BBC.

Solskjaer sendiri mulai menukangi MU sejak pertengahan Desember tahun lalu. Ia didatangkan untuk menggantikan Jose Mourinho yang dipecat.

Bergabungnya Soslkjaer membawa angin segar ke ruang ganti MU. Sosoknya membuat para pemain termasuk Paul Pogba nyaman.

Padahal, Pogba sebelumnya diisukan hengkang karena berseteru dengan Mourinho. Di tabel klasemen, MU menempati peringkat keempat dengan 51 poin.

2 dari 3 halaman

Paham Atmosfernya

Lebih lanjut, Solskjaer menuturkan, sebagai mantan pemain MU, ia paham betul soal atmsofer laga melawan Liverpool. Menurutnya, para pemain MU harus bermain total di laga prestis tersebut.

“Ini pekerjaan kami untuk fokus dan mencurahkan semua energi ke penampilan maksimal ketika kami bermain Minggu nanti,” kata Solskjaer mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Klasemen Liga Inggris

Tampil Bagus lawan BATE, Mesut Ozil Tak Dapat Jaminan di Arsenal

London – Manajer Arsenal, Unai Emery, memuji Mesut Ozil. Pemain asal Jerman itu tampil gemilang di laga melawan BATE Borisov di Liga Europa. Tapi, Emery sama sekali tidak jaminan akan terus memberikan kesempatan tampil kepada Ozil.

“Mesut Ozil menampilkan performa yang positif. Jika ia bisa terus berada dalam kondisi yang bagus, ia berpeluang untuk terus main,” ujar Emery.

“Kami akan melalui banyak pertandingan. Ia bisa masuk dalam starting lineup, bisa juga memulai laga dari bangku pemain pengganti. Kami memiliki banyak pemain yang juga bisa membantu Arsenal.”

“Ozil menampilkan semangat yang luar biasa. Ia menunjukkan kalau dirinya masih menjadi satu di antara playmaker terbaik di dunia.”

“Kombinasi Ozil dengan pemain lain sangat mulus dan bagus. Peran Ozil di laga tadi sangat penting untuk Arsenal,” ungkap Emery.

Situasi Mesut Ozil di Arsenal menjadi perdebatan pemerhati sepak bola. Banyak yang mengatakan kalau Ozil tidak pantas dipinggirkan oleh Emery.

Manajer asal Spanyol itu dinilai terlalu naif karena tidak mau mengoptimalkan kemampuan Ozil si skuat Arsenal. Ozil sering absen dari skuat The Gunners karena tidak dipilih oleh Emery.

Laga melawan BATE Borisov menjadi laga pertama Mesut Ozil tampil penuh pada 2019. Kali terakhir Ozil tampil penuh untuk Arsenal terjadi saat melawan Burnley pada laga pekan ke-18 Premier League (22/12/2018).

Hal itu menimbulkan spekulasi kalau musim 2018-19 bisa menjadi musim terakhir Ozil di Arsenal.

2 dari 2 halaman

Siap Hengkang

Perseteruan Ozil dan Emery sudah dimulai sejak awal-awal musim. Ozil beberapa kali melakukan protes kepada Emery ketika digantikan pada tengah laga.

Hal itu membuat Emery meminggirkannya dari skuat dengan alasan yang beragam, mulai Ozil dari tidak berada dalam kondisi fisik yang baik hingga cedera misterius. Padahal, Ozil selalu menunjukkan kalau ia siap tampil di akun media sosial pribadinya.

Hal itu membuat pendukung Arsenal menjadi terbagi, antara yang mendukung agar Ozil kembali tampil dan meminta Ozil untuk segera angkat kaki dari Arsenal.

Ozil diprediksi berpeluang meninggalkan Arsenal pada musim mendatang dan hengkang ke Italia atau Spanyol.

Sumber: Bleacher Report

3 Alasan Real Madrid Sulit Juara Liga Spanyol Musim Ini

Madrid – Real Madrid ternyat tidak memiliki catatan yang bagus di Liga Spanyol dalam satu dekade terakhir. Los Blancos hanya meraih juara dua kali dalam rentang 10 tahun itu.

Hampir setiap tahun, Los Blancos terlihat kacau dalam tahap penting dan tidak mampu mengejar rival berat mereka Barcelona. Mereka sepertinya juga mengalami hal yang sama pada musim ini.

Real Madrid sempat tampil bagus dalam beberapa pertandingan terakhir dan membuka peluang dalam perburuan gelar La Liga. Setelah mengalahkan sang tetangga Atletico Madrid 3-1 di Wanda Metropolitano, sepertinya Madrid akan bisa mengejar Barcelona.

Namun, mereka justru terpeleset ketika menjamu Girona di Santiago Bernabeu. Tim asuhan Santiago Solari itu secara mengejutkan kalah 2-1 di depan pendukungnya sendiri.

Setelah kekalahan itu, Real Madrid turun ke posisi ketiga di klasemen dan saat ini berjarak 9 poin dari posisi puncak. Sepertinya impian mereka untuk meraih gelar liga pada musim ini sudah berakhir.

Berikut adalah alasan utama kegagalan mereka tersebut seperti dilansir Sportskeeda.

2 dari 4 halaman

Pertahanan yang Bermasalah

Real Madrid membeli kiper peraih Golden Glove Piala Dunia Thibaut Courtois dan mencoret kiper utama mereka Keylor Navas. Tetapi transfer ini masih belum berjalan sesuai rencana.

Courtois adalah kiper yang bagus tetapi ia melakukan banyak kesalahan dan belum mampu mengemas banyak clean sheet. Mantan kiper Chelsea itu sudah kebobolan 29 gol di liga dan sangat buruk di belakang. Penampilannya di El Clasico juga sangat memalukan dan Madrid kalah 5-1.

Pertahanan Madrid musim ini sangat rapuh karena pemain bintang seperti Marcelo dan Raphael Varane tampil sangat buruk. Sergio Ramos merupakan pemimpin di lini belakang, tetapi bek Spanyol itu sangt tidak mungkin untuk mengendalikan pertahanan sendirian.

Cedera juga menjadi momok bagi tim asuhan Santiago Solari itu karena Dani Carvajal, Varane dan Marcelo sudah absen dalam banyak pertandingan.

3 dari 4 halaman

Faktor Piala Dunia

Pemenang Ballon D’or Luka Modric selalu menjadi salah satu pemain paling penting bagi Real Madrid. Dia selalu konsisten dan tim yang bermarkas di Bernabeu itu sudah memenangkan banyak pertandingan karena kecemerlangannya.

Lini tengah Madrid sudah menjadi salah satu yang terbaik di dunia selama beberapa tahun terakhir dan Modric menjadi pemain penting di sana bersama dengan bintang Jerman Toni Kroos. Tapi musim ini, karena Piala Dunia, penampilannya sangat berbeda jauh dan tidak terlihat istimewa. Ini sangat merugikan Madrid karena mereka tidak bisa mengontrol permainan. Baik Kroos dan Modric tidak tampil bagus dan mengecewakan sepanjang musim.

Hal yang sama terjadi dengan peraih Golden Glove Thibaut Courtois dan juara Piala Dunia Raphael Varane. Mereka berdua kembali ke Madrid setelah Piala Dunia yang panjang dan tidak mendapat waktu istirahat yang panjang. Mereka terlihat kelelahan dalam banyak pertandingan dan itu sangat memperngaruhi performa mereka.

4 dari 4 halaman

Lini Depan Mandul

Setelah Cristiano Ronaldo hengkang ke Juventus, Real Madrid tidak membeli pengganti yang sepadan pada musim panas. Satu-satunya striker yang mereka beli adalah Mariano Diaz yang belum bisa menggantikan posisi Ronaldo. Kepergian Ronaldo adalah salah satu alasan utama mengapa Madrid belum bisa memenangkan pertandingan.

Jumlah gol yang dicetak Madrid menurun secara signifikan dan tidak ada yang mampu mencetak banyak gol seperti yang dilakukan oleh Ronaldo. Setelah Gareth Bale dan Marco Asensio bermain di bawah standar dan Isco terus menerus dicampakkan oleh oleh Solari, penyerang yang sering diturunkan Madrid adalah Karim Benzema, Vinicius Junior, dan Lucas Vazquez. Mereka pun belum cukup konsisten untuk selalu mencetak gol di setiap pertandingan.

Sumber: Bola.net

Marcelo Ingin Tinggalkan Real Madrid

Liputan6.com, Jakarta Marcelo merupakan pemain kunci Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir. Pemain asal Brasil itu selalu dipercaya untuk menjadi bek kiri utama Los Blancos, di mana ia menjalankan tugasnya itu dengan baik.

Akan tetapi, situasi Marcelo di Real Madrid pada musim ini berbanding terbalik. Masalah cedera dan inkonsistensi permainan membuatnya kini digusur oleh bek muda Sergio Reguilon.

Dilansir COPE, Marcelo kini mulai gerah dengan situasinya tersebut. Dia merasa bimbang dengan masa depannya di Santiago Bernabeu.

Kabarnya, Marcelo mulai mempertimbangkan untuk hengkang dari Real Madrid di musim panas nanti.

2 dari 3 halaman

Dapat Tawaran

Menurut laporan tersebut, Marcelo mulai gelisah dengan masa depannya setelah ia mendapatkan tawaran menggiurkan di musim panas nanti.

Ia kabarnya dihubungi oleh mantan rekannya Cristiano Ronaldo belakangan ini. Ronaldo kabarnya menyadari bahwa Marcelo kini mulai tersisih dari tim utama Real Madrid.

Untuk itu Ronaldo kabarnya sudah membujuk Marcelo untuk ikut dengannya ke Juventus pada musim panas nanti, di mana ia akan menjadi bek utama Juventus musim depan.

3 dari 3 halaman

Menghadap

Menurut laporan tersebut, Marcelo baru-baru ini menemui Direktur Real Madrid, Jose Angel Sanchez pada hari Senin (18/2) kemarin.

Dalam pertemuan itu Marcelo mengeluhkan minimnya jam bermain yang ia dapatkan musim ini. Alhasil ia berharap agar bisa mendapatkan jam bermain yang lebih banyak setelah ini.

Marcelo juga kabarnya membeberkan ajakan Ronaldo agar ia pindah ke Turin, sehingga jika jam bermainnya tidak bertambah maka ia tidak akan segan hengkang ke Juventus.

Marcelo masih terikat kontrak di Real Madrid hingga tahun 2022 mendatang.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan berikut ini:

Arsene Wenger Ungkap Alasan Tolak Real Madrid

Liputan6.com, Jakarta – Dalam beberapa kesempatan Arsene Wenger berpeluang menangani Real Madrid. Namun pelatih asal Prancis itu memilih tetap di Arsenal sebelum akhirnya hengkang 2018 lalu.  

Saat ini, Wenger belum menemukan klub baru. Pria berusia 69 tahun itu masih menganggur.

Seperti dilansir Marca, bagi Wenger ada tiga aspek yang menjadi pertimbangan dalam menangani sebuah tim. Pertama adalah karier pemain yang bekerja di bawah kendalinya. 

“Yang kedua adalah gaya tim itu sendiri,” kata Wenger di Monaco pada acara  Laureus World Sports Awards seperti dilansir Marca. 

Sementara aspek ketiga adalah struktur klub tempatnya bekerja. Bagi Wenger, aspek ini sangat penting. “Saya merasa belum waktunya meninggalkan Arsenal sebab ada struktur yang perlu dikembangkan,” kata pelatih yang dijuluki The Profesor tersebut. 

Ketika ditanya apakah ke depan dia ingin menangani Real Madrid, Wenger tampak malu-malu. “Saya tidak bisa menjawab itu, karena tidak ada yang tahu ke depannya,” katanya. 

“Tugas saya adalah mengeluarkan kemampuan terbaik para pemain dan saya berharap bisa melanjutkan itu ke depannya, tapi pertama-tama saya harus menunjukkan yang terbaik dari saya dan saat ini saya mencari cara terbaik untuk mengembangkannya,” ujar Wenger. 

2 dari 2 halaman

Favoritkan Juventus

Pada kesempatan yang sama, Wenger juga menyampaikan prediksinya terkait duel Atletico Madrid vs Juventus. Kedua tim akan bertemu pada  babak 16 besar Liga Champions 2019. 

“Setelah melihat penampilan kedua tim, saya pikir Juventus favorit. Bagi Atletico, ini juga spesial karena final akan berlangsung di kandang mereka,” kata Wenger. 

“Bagi saya, Juventus adalah tim paling menjanjikan sejak beberapa bulan musim berjalan.”

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Arsene Wenger Sayangkan Kepergian Aaron Ramsey

– Arsene Wenger menilai kalau Arsenal telah melakukan hal yang salah dengan membiarkan Aaron Ramsey hengkang. Gelandang asal Wales itu akan bergabung ke Juventus pada musim 2019-20.

Arsenal membuat kejutan setelah memutuskan untuk tidak meneruskan kerja sama dengan Aaron Ramsey. Ramsey menandatangani prakontrak dengan Juventus setelah tidak mendapat kepastian dari Arsenal.

Kondisi itu mengundang komentar dari Arsene Wenger yang sangat mengenal Ramsey. Menurutnya, Ramsey merupakan satu di antara pemain Arsenal yang paling konsisten.

“Arsenal akan sangat kehilangan Aaron Ramsey. I adalah pemain yang hebat,” ujar Wenger.

“Namun, saya yakin kalau Ramsey akan sukses di Italia. Ia adalah pemain yang memiliki fondasi sepak bola menyerang.”

“Ramsey telah membuat keputusan yang menarik dengan hijrah ke Italia. Ia adalah pemain yang memiliki kemampuan spesial. Tak banyak pemain yang bisa memiliki kemampuan sama hebatnya ketika menyerang dan bertahan,” ungkap Wenger.

Kepergian Ramsey dari Arsenal membuat pihak klub mendapat banyak kritikan. Menurut mereka, Ramsey merupakan satu di antara sedikit pemain yang menunjukkan performa konsisten walaupun Arsenal tengah menurun.

Hal itu membuat Unai Emery menjadi sosok yang semakin tidak populer di kalangan suporter Arsenal.

Sumber: Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini