Timses Jokowi Tantang BPN Sebut Kepala Daerah Pendukung Prabowo

Liputan6.com, Jakarta – Kubu pasangan capres dan cawapres 02, Prabowo Subianto– Sandiaga Uno, sedang mengkaji dugaan pelanggaran 31 kepala daerah di Jawa Tengah yang mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, upaya kubu Prabowo-Sandiaga Uno itu merupakan bentuk kepanikan.  

“Mereka panik dan menerapkan strategi gugat kepala daerah yang terbukti malah menjadi bumerang, menjadi arus balik yang memperkuat Jokowi,” ujar Hasto di Jakarta, Jumat, 15 Februari 2019.

Hasto menilai langkah itu sia-sia. Justru, akan memperkuat militansi kepala daerah untuk melawan Prabowo-Sandiaga.

“Seluruh kepala daerah pendukung Pak Jokowi memiliki pengalaman kongkret bagaimana kepemimpinan Pak Jokowi sangat responsif terhadap aspirasi daerah. Ketika kepala daerah pendukung Paslon 01 ditekan kubu Prabowo-Sandi, semakin mantap mereka bergerak memenangkan Pak Jokowi,” jelas Hasto.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu menantang kubu Prabowo-Sandiaga untuk menampilkan kepala daerah yang mendukung mereka. Hasto memamerkan sejumlah kepala daerah berprestasi yang mendukung Jokowi-Ma’ruf. Seperti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, sampai Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

“Tim Prabowo-Sandi silakan sebut mana kepala daerahnya yang berprestasi yang mau dukung Prabowo? Gerindra dan PKS silakan lakukan deklarasi yang sama. Sebut mana kepala daerahnya yang berprestasi? Mana kepala daerahnya yang benar-benar kader asli Gerindra dan PKS,” kata Hasto.

2 dari 2 halaman

Dianggap Minim Bukti

Hasto mengatakan, laporan yang dilayangkan kubu Prabowo-Sandiaga minim bukti. Kendati demikian, divisi hukum TKN siap memberikan bantuan kepada para kepala daerah yang dilaporkan.

“Jadi jangan hanya karena tidak punya kepala daerah yang hebat, lalu Tim Prabowo-Sandi main lapor minim bukti,” kata dia.

Adapun beberapa kepala daerah yang dilaporkan adalah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. 

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Laporkan Kepala Daerah Pendukung Jokowi, Kubu Prabowo Dinilai Panik

Liputan6.com, Jakarta – Kubu pasangan capres dan cawapres 02, Prabowo Subianto– Sandiaga Uno, sedang mengkaji dugaan pelanggaran 31 kepala daerah di Jawa Tengah yang mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, upaya kubu Prabowo-Sandiaga Uno itu merupakan bentuk kepanikan.  

“Mereka panik dan menerapkan strategi gugat kepala daerah yang terbukti malah menjadi bumerang, menjadi arus balik yang memperkuat Jokowi,” ujar Hasto di Jakarta, Jumat, 15 Februari 2019.

Hasto menilai langkah itu sia-sia. Justru, akan memperkuat militansi kepala daerah untuk melawan Prabowo-Sandiaga.

“Seluruh kepala daerah pendukung Pak Jokowi memiliki pengalaman kongkret bagaimana kepemimpinan Pak Jokowi sangat responsif terhadap aspirasi daerah. Ketika kepala daerah pendukung Paslon 01 ditekan kubu Prabowo-Sandi, semakin mantap mereka bergerak memenangkan Pak Jokowi,” jelas Hasto.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu menantang kubu Prabowo-Sandiaga untuk menampilkan kepala daerah yang mendukung mereka. Hasto memamerkan sejumlah kepala daerah berprestasi yang mendukung Jokowi-Ma’ruf. Seperti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, sampai Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

“Tim Prabowo-Sandi silakan sebut mana kepala daerahnya yang berprestasi yang mau dukung Prabowo? Gerindra dan PKS silakan lakukan deklarasi yang sama. Sebut mana kepala daerahnya yang berprestasi? Mana kepala daerahnya yang benar-benar kader asli Gerindra dan PKS,” kata Hasto.

2 dari 2 halaman

Dianggap Minim Bukti

Hasto mengatakan, laporan yang dilayangkan kubu Prabowo-Sandiaga minim bukti. Kendati demikian, divisi hukum TKN siap memberikan bantuan kepada para kepala daerah yang dilaporkan.

“Jadi jangan hanya karena tidak punya kepala daerah yang hebat, lalu Tim Prabowo-Sandi main lapor minim bukti,” kata dia.

Adapun beberapa kepala daerah yang dilaporkan adalah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. 

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

HEADLINE: Format Beda, Akankah Debat Menguak Orisinalitas Jokowi Vs Prabowo?

Liputan6.com, Jakarta – Debat kedua Pilpres 2019 menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Debat yang akan menghadirkan sosok dua calon presiden, Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto.

Harapan besar terselip pada tahapan pemilu ini. Pemilik hak suara, tentunya ingin diyakinkan dengan jawaban para calon. Bukan hanya dengan debat kusir tekstual seperti yang dikatakan publik tentang debat pertama 17 Januari 2019.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, debat pertama lalu berlangsung kaku. Masyarakat tak mampu menangkap esensi dari visi misi yang disampaikan. Justru hal remeh-temeh yang dipergunjingkan.

“Sebab, jawaban capres pada debat pertama tak mencerahkan. Kita berharap sesuatu yang menarik dan memukau, lebih ke esensi programnya dan pencerahan pada debat kali ini. Esensi dari debat itu kan transfer knowledge, pencerahan, edukasi untuk yang menonton,” kata Siti saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha mengakomodasi harapan tersebut dengan merombak sejumlah aturan dalam debat capres pertama yang digelar Minggu 17 Februari 2019 di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta. Seperti, tak akan memberikan kisi-kisi dan berjanji memperbanyak interaksi antarkandidat.

Kedua kubu sendiri optimistis akan memberikan yang terbaik pada debat kali ini. Baik Jokowi maupun Prabowo, mantap dengan persiapan dan kemampuan masing-masing calon untuk menjawab pertanyaan panelis dan beradu argumen.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut, pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup merupakan tema yang paling ditunggu-tunggu calon petahana. Sebab, tema tersebut merupakan prioritas pemerintahan Jokowi bersama Jusuf Kalla.

“Terkait dengan debat, kami sudah menyiapkan dengan baik. Ada tim yang secara khusus menyiapkan bagaimana on stage-nya nanti Bapak Jokowi terkait dengan tema energi, SDA, lingkungan, pangan, infrastruktur. Itu merupakan hal yang selama ini menjadi skala prioritas bagi pemerintahan Pak Jokowi dan berkesinambungan ke depan dengan dukungan rakyat,” kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, dalam konferensi pers di Jalan Cemara, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Buktinya, lanjut dia, banyak kepala daerah yang memberikan dukungan kepada Jokowi pada Pilpres 2019. Dia yakin, kepala daerah tersebut merasa aspirasinya ditindaklanjuti oleh pemerintahan Jokowi-JK. 

Dia bahkan menjamin, Jokowi bakal memberi gagasan yang orisinal dalam debat nanti. “Seperti yang kami janjikan, di debat kedua ini akan menampilkan gagasan yang lebih visioner. Tetapi berdasarkan pada prestasi dan kinerja Pak Jokowi sendiri,” ujar Hasto.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Johnny G Plate mengatakan capres nomor urut 01 akan menekankan peta jalan atau roadmap ketahanan energi, juga soal kebijakannya. Begitupula pada permasalahan ketahanan pangan. Jokowi-Ma’ruf Amin pun akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan meningkatkan nilai tambah dari hasil kebijakan itu.

Keempat, kata dia, Jokowi-Ma’ruf Amin akan mengungkap soal pembangunan yang ramah lingkungan hidup.

“Kami saat ini juga sedang menanti, katanya, akan ada pidato kebangsaan dari Prabowo. Dan berharap mudah-mudahan pidato kebangsaan ini memberi referensi dalam rangka menambah khasanah, dan informasi program, visi dan misi untuk Indonesia maju dan Indonesia yang lebih hebat. Tapi tidak ditandai dengan isu-isu paradoks serta tidak ditandai juga dengan memberikan gambaran Indonesia sebagai bangsa inferior. Indonesia adalah bangsa besar, penuh optimisme, bangsa yang setara dan sejajar dengan bangsa lainnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menyebut, konsep-konsep yang ditawarkan Prabowo dalam debat kedua pilpres diyakini akan membuka mata publik. Prabowo akan memberikan kejutan besar pada debat.

“Nanti akan ada kejutan dari beliau kuasai bidang masalah pangan, energi, energi terbarukan, konsentrasi beliau yang akan bangun swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air. Itu kata-kata kuncinya dan ada di pikiran beliau,” ucap Priyo di Kantor KPU Pusat, Kamis 14 Februari 2019.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantoro mengatakan, kesiapan Prabowo bisa dilihat dari pidato kebangsaan yang digelorakannya di Semarang kemarin. Pada bidang infrastruktur, sambung dia, Prabowo berjanji melakukan pembangunan yang berkaitan langsung dengan produksi masyarakat. Prabowo-Sandi juga akan mengurangi semaksimal mungkin impor.

“Jadi genjot pangan yang bisa diproduksi dalam negeri, energi juga harus dirintis kilang-kilang minyak yang baru, kilang dari dulu sampai sekarang tidak diperbaharui,” kata Ferry kepada Liputan6.com, Jumat 15 Februari 2019.

Tim BPN Bidang Materi Debat Ledia Hanifa menuturkan, Prabowo tinggal melakukan finalisasi persiapan debat capres.

“Beliau kan sudah punya konsep sendiri soal itu tema terkait debat, kita bisa baca di bukunya Paradoks Indonesia itu. Kita tinggal menambahkan update datanya saat ini saja, bahan-bahan juga sudah disiapkan BPN. Tapi pondasi basic-nya buku itu, dan beliau juga sudah paham tentang isu dari tema debat,” ucap Ketua DPP PKS itu kepada Liputan6.com.

Lalu, bagaimana cara menakar orisinalitas kedua calon?

Pengamat politik dari LIPI, Indria Samego mengatakan, orisinalitas ini sangat penting. Dia menilai, konten atau substansi dari gagasan memang ukuran utama dari orisinalitas kedua calon presiden.

Masyarakat bisa menilai orisinalitas seseorang dari idenya untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Idenya belum banyak dibahas atau tidak. Mungkin bahkan, idenya belum pernah dicetuskan oleh seseorang.

“Saya kira kalau menilai orisinalitas, dari konten, substansi. Misalnya, bagaimana Prabowo kalau terpilih jadi Presiden menyelesaikan persoalan pengangguran lapangan kerja, pendidikan, sumber daya yang berkualitas misalnya atau energi gitu, yang belum atau tidak banyak dibahas. Kalau mengulang sesuatu yang ada di dokumen-dokumen ya tidak orisinal. Memang, dia bisa jawab. Tapi itu, kayak cerdas cermat,” kata Indria kepada Liputan6.com.


Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Diprediksi Lebih Menarik

Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial The Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes memprediksi, debat capres ini bakal lebih menarik daripada debat capres cawapres 17 Januari 2019. Calon petahana, kata dia, tak akan menyerang lawannya. Tapi tidak juga bertahan.

“Petahana akan menyampaikan beberapa hal yang dianggap penting gitu ya, seperti infrastruktur, pangan segala macam untuk meyakinkan pemilih,” kata Arya ketika dihubungi Liputan6.com.

Sementara, kubu pesaing diduga akan berbalik menyerang karena ada beberapa isu yang menjadi titik celah bagi pesaing. Misalnya, soal impor, kemudian juga swasembada pangan.

“Kemungkinan yang akan lebih menyerang dari pesaing kalau kita lihat dari temanya. Misalnya soal yang swasembada pangan itu menjadi pintu masuk begitu juga dengan impor beras dan juga soal infrastruktur. Tapi soal tiga hal itu, petahana sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi pertanyaan yang bertendensi serangan,” ujar Arya.

Menurut dia, debat kali ini bukan soal menang atau kalah. Pada debat kedua, lanjut dia, kedua calon dituntut benar-benar mampu memberikan kesan kepada pemilih, mereka mampu menyelesaikan tantangan di bidang yang ditemakan.

“Saya tidak tahu siapa yang akan diuntungkan ya. Tetapi ini adalah panggung yang harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk benar-benar memastikan bahwa mereka lebih baik dari pesaingnya. Dan panggung juga untuk meyakinkan pemilih untuk benar-benar tidak beralih dan bagi yang belum memilih, mereka akan menjatuhkan,” tutur Arya.

Terlebih, KPU memberikan waktu yang relatif fleksibel kepada Jokowi dan Prabowo untuk saling bertanya dan menanggapi. “Itu harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk menguji keorisinalitasan,” sambung dia.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga sebagai panelis debat kedua pilpres, Joni Hermana mengatakan, pihaknya akan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berbeda format dengan debat pertama pilpres untuk memunculkan orisinalitas kedua kandidat.

“Kita berusaha untuk memberi pertanyaan-pertanyaan yang lebih tidak normatif. Jadi, dalam hal ini kita juga menginginkan agar tidak ada jawaban yang sama dari keduanya, yang normatif,” kata Joni, di Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

Selain itu, model pertanyaan yang dibuat berbeda ini bertujuan agar masyarakat lebih mengetahui konsep yang dimiliki dari masing-masing paslon.

“Sehingga memberi gambaran kepada audiens dan masyarakat sejauh mana kemampuan dan konsep yang ingin mereka kembangkan secara baik. Jadi intinya sebetulnya seperti itu,” ujar Joni.

3 dari 3 halaman

Pentingnya Debat

Debat merupakan salah satu sarana penting bagi peserta Pilpres 2019 untuk memantapkan atau bahkan merebut hati pemilih. Ini terbukti pada debat perdana lalu yang dinilai cukup berpengaruh pada perubahan karakteristik calon pemilih masing-masing paslon capres-cawapres.

Terdapat perubahan angka solid voters atau pemilih mantap dan swing voters atau pemilih yang masih mungkin berubah pada pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi.

Berdasarkan hasil survei terbaru Populi Center, jumlah solid voters pasangan nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meningkat dari sebelum debat sebesar 88,9 persen menjadi 90,8 persen usai debat.

Sementara solid voters pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meningkat dari 82,6 persen menjadi 85,5 persen.

Sedangkan swing voters Jokowi-Ma’ruf menurun dari angka 8,6 persen sebelum debat menjadi 6,2 persen usai debat. Penurunan juga terjadi pada swing voters untuk pasangan Prabowo-Sandi dari angka 13,3 persen menjadi 11,3 persen.

“Paslon Jokowi-Ma’ruf harus berhati-hati karena kenaikan solid voters lebih banyak terjadi pada paslon Prabowo-Sandi. Temuan ini sifatnya indikatif mengingat jumlah responden yang terbatas,” ujar peneliti Populi Center Dimas Ramadhan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis 7 Februari 2019.

Lebih lanjut, jumlah masyarakat yang mengetahui dan menyaksikan langsung debat perdana capres-cawapres pada 17 Januari lalu cukup banyak ketimbang yang tidak mengetahui. Namun ketertarikan mereka untuk memperbincangkan debat relatif kecil yakni 35,6 persen berbanding 64,4 persen.

Penilaian masyarakat terhadap manfaat debat capres pun beragam. Dari total 1.486 responden di seluruh Indonesia, 33,9 persen menilai manfaat debat untuk mengetahui visi, misi, dan program kerja kandidat. Sementara 10,8 persen menilai debat dapat membantu memberikan pertimbangan menentukan pilihan. Sementara 6 persen menganggap debat untuk mengetahui latar belakang kandidat.

“Sebanyak 3,7 persen menilai debat tidak atau kurang ada manfaatnya, 3,2 persen menilai debat untuk mengklarifikasi isu yang beredar, dan 42,5 persen sisanya tidak menjawab,” ucap Dimas.

Dari pemaparan visi, misi, dan program kerja kandidat pada debat perdana, yang dianggap paling realistis oleh masyarakat adalah yang disampaikan Jokowi-Ma’ruf yakni sebesar 55,7 persen. Sementara yang menilai visi, misi, dan program kerja Prabowo-Sandi paling realistis hanya sebesar 29,8 persen. Lainnya, 14,5 persen, tidak menjawab.

Sebanyak 53,1 persen responden juga menilai bahwa paslon nomor urut 1 unggul pada debat perdana capres-cawapres tersebut. Sedangkan 31,1 persen menilai paslon nomor urut 2 yang unggul. 15,8 persen sisanya tidak menjawab.

“Kemudian pilihan pascadebat, dengan pertanyaan setelah menyaksikan debat pertama, siapa pasangan yang akan anda pilih untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024? 62,5 persen menjawab Jokowi-Ma’ruf, 36,4 persen menjawab Prabowo-Sandi, dan 1,1 persen tidak akan memilih,” kata Dimas.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan dengan metodologi wawancara tatap muka pada 20-27 Januari 2019 di 34 provinsi seluruh Indonesia. Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Hasil survei memiliki margin of error sebesar 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih dialokasikan 10 responden dari dua RT.

Proporsi gender ditentukan 50:50. Besaran sampel tiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi daftar pemilih tetap (DPT) dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU).

PDIP Sebut Kubu Prabowo Lakukan 2 Kesalahan Jelang Debat Capres

Liputan6.com, Jakarta – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai koalisi paslon Prabowo-Sandi telah melakukan kesalahan fatal pada tiga hari jelang debat capres kedua pada Minggu 17 Februari 2019. 

Kesalahan yang dimaksud yaitu upaya Prabowo-Sandi masuk ke wilayah Jawa tengah, yang dianggap sebagai basis PDI Perjuangan dan pasangan capres-cawapres Jokowi- Ma’ruf Amin.

“Jateng tetap solid dukung Jokowi. Prabowo-Sandi lupa bahwa syarat menyerang basis pertahanan lawan itu memerlukan soliditas di internal,” ungkap Hasto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/2/2019).

Dia mengatakan, sejauh ini kubu Prabowo telah melakukan upaya provokasi dengan membuat kantor pemenangan di Jawa Tengah. Namun demikian, langkah itu dinilai tidak akan berhasil karena masyarakat Jateng mengedepankan nilai-nilai hidup rukun serta gotong royong.

Hasto juga mengklaim bahwa, berkat kerja keras seluruh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin serta semua relawan-relawan, saat ini Jawa Barat menjadi “rumah kedua” setelah Jawa Tengah.

“Akibat koalisi Prabowo tidak solid, maka kolaborasi Parpol Koalisi Indonesia Kerja dan relawan berhasil merubah peta Jabar. Jabar saat ini menjadi Rumah Jokowi-KH Marif Amin,” tegas Hasto.

Pernyataan Hasto terkait pergeseran peta politik di Jawa Barat, diperkuat dari hasil survey IndoPolling serta dari beberapa lembaga survey kredibel lainnya.

2 dari 2 halaman

Elektabilitas di Jabar Meningkat

Hasto menambahkan, jika elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin saat ini telah menyentuh angka 41.7 %, sedangkan Prabowo-Sandi turun menjadi 37.9%.

Hasil survey internal koalisi pendukung Jokowi bahkan menempatkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin di Jawa Barat telah mencapai angka 52.4%.

“Dukungan para tokoh Jawa Barat, seperti Agum Gumelar, Ridwan Kamil, TB Hasanuddin, Deddy Mizwar, Deddy Mulyadi, dan tokoh-tokoh sentral seperti Solichin GP, telah merubah drastis peta politik Jabar. Terlebih KH Ma’ruf Amin juga berkontribusi besar terhadap menguatnya dukungan umat Muslim,” ujar Hasto.

Berdasarkan dua fakta di Jawa Barat dan Jawa Tengah tadi, oleh Hasto dijelaskan jika yang terjadi adalah sebuah kerugian ganda bagi koalisi Prabowo-Sandi.

“Jawa Tengah tidak membuahkan hasil sedangkan Jawa Barat kebobolan. Atas perubahan peta politik di Jawa Barat, maka seluruh Parpol KIK, relawan dan tokoh, kini mendapatkan amunisi baru untuk memenangkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di atas 63%,” tutup Hasto.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Debat Kedua, Prabowo Ditantang Bicara Subtansi Tanpa Gimmick

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate memperingatkan capres 02 Prabowo Subianto tidak menampilkan joget-joget di panggung debat capres. Dia mengajak mantan Danjen Kopassus itu bicara substansi saat menghadapi calon petahana Jokowi.

“Kalau diulangi dengan gaya menari-nari, ngomong yang umum atau pijet maka debatnya enggak substansif, ke perasaan. Ini debat kontestasi gagasan apa kontestasi perasaan,” ujar Johnny di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).

Johnny menuturkan debat ini menjadi penting untuk mengambil hati pemilih yang belum menentukan. Maka itu, dia berharap keduanya saling lempar gagasan dalam debat capres tersebut.

Sekjen Nasdem itu mengimbau, Prabowo tidak menampilkan gimmick selama debat. Ditambah, pernyataan-pernyataan yang saling kontradiktif.

Senada dengan Johnny, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristiyanto menuturkan, panggung debat capres adalah podium rakyat. Sehingga tidak pantas menampilkan tari-tarian.

“Ini adalah podium rakyat, podium menyampaikan gagasan terbaik untuk bangsa dan negara. Podium tanpa tarian tapi podium dengan gagasan,” kata Sekjen PDIP itu.

2 dari 2 halaman

Menguji Emosi

Sementara itu, Pengamat politik dari Habibie Center, Bawono Kumoro menilai momentum debat ini kesempatan Prabowo bisa menahan emosi saat berhadapan satu lawan satu dengan Jokowi. Sebab, Prabowo tertolong dengan kehadiran cawapres Sandiaga Uno yang mengerem emosi dengan pijatan. Sehingga tak menjadi blunder besar.

Namun, pada debat kedua bertema pangan, infrastruktur, energi, sumber daya alam dan lingkungan hidup, cawapres tidak tampil. Bawono mengatakan publik bakal menunggu Prabowo yang tidak bersikap emosional.

“Apakah mantan pangkostrad tersebut dapat menghadapi Joko Widodo dengan sikap relatif cool dan tenang dalam merespons hal-hal disampaikan oleh petahana nanti,” katanya.


Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Jokowi-Prabowo Saling Gempur di Kandang Lawan, Siapa Unggul?

Liputan6.com, Jakarta – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade angkat suara atas klaim Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto. Menurut Andre, pernyataan Hasto hanyalah klaim sepihak.

Andre mengatakan fakta dilapangan berkata lain, Prabowo-Sandi mendapat respons positif dari warga di Jawa Tengah.

“Mendongeng ya boleh saja, tapi faktanya sambutan di Jateng ke kami itu luar biasa, tanpa dimobilisasi,” kata Andre saat dihubungi Liputan6.com, Kamis 14 Februari 2019.

Andre optimis, suara Prabowo-Sandi akan terus meningkat di wilayah yang disebut-sebut sebagai kandang Banteng tersebut. Setidaknya, suara Prabowo-Sandi bisa mendekati perolehan Jokowi-Ma’ruf Amin. 

“Setidaknya memperkecil lah, atau bisa menang, kita optimis terus meningkat,” jelas Andre.

Selain Jawa Tengah, Hasto juga menyinggung wilayah Jawa Barat yang pada periode lalu menjadi basis pemenangan Prabowo.

Menurut Andre, klaim kemenangan di Jawa Barat berdasarkan survei internal TKN Jokowi-Ma’ruf terbantahkan. Misalnya dengan survei yang dilakukan sejumlah pihak tentang elektabilitas peserta Pilpres.

“Simulasi Radar Bogor sudah berikan gambaran, bahwa masyarakat Jabar milih kami, ya walau gubernurnya, walikota Bogor katanya dukung Pak Jokowi, ya boleh saja klaim itu engga apa-apa,” Andre menandasi.

Sebagai informasi, hasil survei Radar Bogor menyebutkan sebanyak 61,64 persen warga mencoblos paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Sedangkan 38,36 persen-nya mencoblos Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Luas area simulasi pencoblosan suara ini terjadi serentak di 12 kota dan kabupaten di Jabar, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bandung, Cimahi, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Depok, Cianjur, Karawang, Purwakarta, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Sukabumi.

2 dari 2 halaman

Klaim TKN

Sebelumnya, dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyebut Prabowo-Sandi mendapat kerugian ganda. Hal ini diakibatkan ekspansi mereka di Jawa Tengah yang tidak membuahkan hasil.

Sementara di Jawa Barat yang menjadi basis kemenangan mereka malah kebobolan.

“Ada perubahan peta politik di Jawa Barat, maka seluruh Parpol koalisinya, relawan dan tokoh setempat mendapatkan amunisi untuk memenangkan Jokowi-KH Maruf Amin dengan suara di atas 63 persen,” sebut Hasto.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Erick Thohir: Tema Debat Kedua Capres Paling Ditunggu Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir memastikan Jokowi siap menghadapi debat capres pada 17 Februari 2019 mendatang. Debat kedua dengan tema pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup ini merupakan yang paling ditunggu-tunggu Jokowi.

“Untuk debat ini sangat Pak Jokowi banget. Mengenai infrastruktur, dan lainnya. Insyaallah karena ini memang yang ditunggu-tunggu,” ucap Ketua TKN Erick Thohir di Jakarta, Rabu 13 Februari 2019.

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto menyebut bahwa Jokowi tak perlu kisi-kisi pada debat kedua kali ini. Ia mengatakan tema debat kedua merupakan makanan sehari-hari Jokowi.

“Tidak ada kisi-kisi. Tema itu menjadi bagian kisi-kisinya. Jadi kami mempersiapkan dengan sebaik-baiknya. Dan tema ini adalah skala prioritas di masa kepemimpinannya,” kata Hasto.

Sementara Wakil Ketua TKN Moeldoko, menegaskan Jokowi akan ofensif dalam debat nanti. “Beliau ambil posisi yang kita rasa untuk membela rakyatnya,” jelas Moeldoko.

Untuk isu lingkungan hidup, Jokowi dianggap sudah mengambil sejumlah langkah tegas. Sebagai contoh, isu asap akibat kebakaran hutan dan lahan tak lagi muncul beberapa tahun terakhir.

“Soal energi jelas sekali bagaimana Jokowi mengembangkan Indonesia dalam supply energi memadai, Indonesia bisa tercukupi, pemerintah sungguh-sungguh mengatasi kekurangan energi,” kata juru bicara TKN Misbhakun.

Tak hanya itu, Jokowi sudah juga mulai membangun energi terbarukan. Misalnya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Sulawesi. 

“Ini keseriusan di energi ditunjukkan Jokowi. Infrastruktur sangat luar biasa pencapaiannya. Bagaimana membangun jalan tol, telekomunikasi, ring tengah barat dan timur. Sambungan internet capaian 87%,” jelasnya.

2 dari 3 halaman

Respons Prabowo-Sandi

Sementara Jubir BPN Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara menganggap wajar jika pihak Jokowi-Ma’ruf menampilkan segala usaha pemerintah. Namun ada sejumlah koreksi yang akan disampaikan Prabowo dalama debat nanti. 

“Saya pikir koreksi kami konstruktif. Apakah capaian itu sudah melampaui target?. Tentang energi ada amanah Perppu tentang kebijakan energi nasional yang mana pada tahun 2025 energi terbarukan bura nya harus mencapai 23 persen dari total nasional. Catatan kami sampai saat itu masih jauh dari capaian, karena sekarang capaiannya baru 8 persen,” jelas Suhendra.

Sejumlah koreksi yang akan disampaikan dalam debat satu di antaranya adalah tentang Undang-undang Sumber Daya Air.

“Sampai hari ini kewajiban pemerintah bekerja sama dengan DPR untuk menghadirkan UU Sumber Daya Air belum terwujud. Ini koreksi harus disampaikan dan disadari petahana,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sultan dan Raja Nusantara Kerahkan Pasukan Adat Menangkan Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Dewan Adat Nasional, yang berisi para sultan dan raja Nusantara, mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurut Ketua Dewan Adat Nasional, Irwannur Latubual, dukungan pihaknya kepada pasangan calon nomor urut 01 sudah disepakati dalam rapat kebangsaan 12 Februari 2019.

“Kami dari Dewan Adat Nasional sudah sepakat sesuai hasil rapat kebangsaan 12 Februari 2019 untuk mendukung bapak Insinyur Joko Widodo dan bapak Profesor doktor Kiai Ma’ruf Amin. Dan pusat rumah juang Jokowi-Ma’ruf Amin untuk menjadi presiden dan wakil presiden republik Indonesia 2019 2024,” kata Irwannur di kantor pusat DPP PDI Perjuangan, di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019). 

Dukungan tersebut dengan alasan Jokowi sudah bekerja sesuai harapan, dan semua pembangunan kelihatan di seluruh Nusantara. Untuk itu, para raja, sultan, dan pemangku adat seluruh Nusantara mendukung Jokowi agar menyelesaikan pekerjaan pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan.

Sebagai wujud konkret dukungan itu, dengan Rumah Juang Nusantara yang mereka kelola, Dewan Adat akan menampung seluruh relawan dan pasukan adat nusantara demi kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Ada puluhan juta pasukan adat nusantara yang siap bekerja memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Ini menjadi Padan, Pasukan adat Dewan Adat Nasional, untuk semua bekerja keras dan kompak selalu bangkit bersama mendukung Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” kata Irwannur.

2 dari 3 halaman

Rumah Kebudayaan

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Krisytiyanto menyatakan pihaknya mengapresiasi dukungan dari Dewan Adat Nasional tersebut. Dukungan itu sangat wajar karena Jokowi terus menggerakkan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan, sebagaimana pesan dari Bung Karno melalui Trisakti.

Atas perintah itu pula, DPP PDI Perjuangan selalu bertekad menjadikan kantor-kantor partai sebagai rumah kebudayaan. Yakni sebagai tempat untuk memberikan ekspresi bagi seluruh kebudayaan nusantara.

“Kami menyambut baik dukungan yang diberikan tersebut,” ujar Hasto.

Pihaknya juga mengapresiasi rencana masyarakat adat Indonesia yang akan segera melakukan deklarasi besar-besaran. “Karena inilah keindonesiaan kita, sebagai perpaduan yang menyeluruh dari Sabang sampai Merauke, sebagai suatu kekuatan kebangsaan,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Persiapan Debat Kedua Pilpres, Jokowi: Tunggu Hari Minggu

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar debat kedua pilpres di Hotel Sultan Jakarta, Minggu 17 Februari 2019. Debat antarcapres ini mengusung tema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam.

Lalu bagaimana persiapan capres petahana Joko Widodo atau Jokowi menghadapi debat kedua?

“Debat hari Minggu, kita tunggu Hari Minggu saja,” kata Jokowi usai menghadiri penggalangan dana dalam pameran dan lelang lukisan di Grand Ballroom Hotel Pullman, Jakarta Barat, Senin (11/2/2019).

Sebelumnya, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, tema debat kedua ini merupakan keseharian Jokowi selama menjabat sebagai presiden. Sehingga, Jokowi akan menyampaikan semua dasar-dasar pembangunan yang sudah diletakkannya.

“Dan utamanya ke depan bagaimana yang akan dilakukan dalam meletakkan pembangunan sumber daya manusia. Ini akan dibahas,” ucap Hasto melalui sebuah pernyataan tertulis, Rabu (6/2/2019).

Pengembangan SDM ini adalah urat nadi utama dalam aspek-aspek strategis terkait dengan kebijakan energi, lingkungan, pangan serta infrastruktur. Kolaborasi infrastruktur dasar dan SDM handal akan semakin memajukan Indonesia ke depan.

Hasto menyatakan, tentunya ada target baru yang ditetapkan dalam strategi debat dari hasil evaluasi debat pertama. Namun, semua akan berinti pada penampilan debat yang menyampaikan gagasan dengan baik.

“Jadi tetap muaranya adalah memberikan gagasan yang terbaik, sesuai dengan tema di dalam debat,” tukas Hasto.

2 dari 3 halaman

Pertanyaan Dirahasiakan

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan, pihaknya mendapat tuntutan yang sangat besar dari masyarakat pada debatcalon presiden (capres) yang akan digelar pada 17 Februari 2019. Menurut Arief, masyarakat ingin debat kedua Pilpres 2019 ini lebih menarik.

“Tuntutan publik cukup besar pada kami untuk membuat debat kedua ini jauh lebih menarik,” ujar Arief di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

Arief berdalih, debat putaran pertama bukan berarti tidak menarik. Namun, masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Salah satunya, terkait permintaan publik agar tak ada bocoran soal sebelum debat.

“Berbeda dengan yang pertama, maka di debat yang kedua kami dituntut untuk merahasiakan semua pertanyaan yang akan diajukan kepada pasangan calon Presiden,” kata Arief.

Dia mengatakan, permintaan itu dipenuhi KPU agar masyarakat benar-benar mengetahui kualitas serta visi dan misi calon orang nomor satu di negara ini melalui debat.

“Agar debat ini mampu mengirimkan pesan apa program visi misi dari masing-masing pasangan, calon karena sesungguhnya itulah tujuan utama dari kegiatan kampanye dalam bentuk debat antarcapres,” kata Arief.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Datangi Pernikahan Adik Karding, Jokowi Jadi Rebutan Selfie

Jakarta – Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla menghadiri acara pernikahan adik dari Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding. Jokowi pun jadi rebutan selfie tamu undangan.

Jokowi hadir ke resepsi pernikahan, Hernawati Karding yang menikah dengan Ahmad Priyono di Manggala Wanabakti, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (10/2/2019). Mengenakan jas biru dan dasi merah, Jokowi datang didampingi Mensesneg Pratikno.

Selain Jokowi, hadir pula Wapres Jusuf Kalla dan pasangannya di Pilpres 2019, KH Ma’ruf Amin. Ma’ruf memberikan tausiyah di resepsi pernikahan adik dari Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf itu.

Kehadiran Jokowi membuat tamu undangan heboh. Mereka menunggu Jokowi menyelamati mempelai hingga selesai makan.

Para tamu pun mengerubungi capres nomor urut 01 itu hingga saat hendak pulang. Banyak yang meminta Jokowi foto bareng.

“Pak Jokowi, foto pak,” ujar sejumlah tamu undangan.

Tak hanya Jokowi, penyanyi Ifan Seventeen yang hadir datang juga jadi rebutan foto para tamu. Terlihat beberapa penyanyi lain turut hadir seperti Ifan Govinda dan Virgoun Putra.

Sejumlah pejabat negara hadir dalam acara ini. Seperti Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menhub Budi Karya, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menpora Imam Nahrawi, KaBIN Budi Gunawan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, dan Ketua MPR sekaligus Ketum PAN Zulkifli Hasan.

Sejumlah anggota DPR pun tampak hadir. Di antaranya Daniel Johan, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Okky Asokawati.

Tampak pula jajaran TKN Jokowi-Ma’ruf, termasuk sang ketua, Erick Thohir. Ada pula Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, serta beberapa anggota timses Jokowi lainnya seperti Bahlil Lahadalia dan Tsamara Amany.
(ear/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>