3 Harapan Ratna Sarumpaet Usai Eksepsinya Ditolak

Sebelumnya, pada 6 Maret 2019, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Joni menolak permohonan tahanan kota Ratna Sarumpaet. Saat itu yang menjadi penjaminny adalah putrinya sendiri, Atiqah Hasiholan.

“Masih diajukan lagi nanti (untuk tahanan kota). Waktu itu kan udah ditolak, nanti kita ajukan lagi,” ujar Ratna di Polda Metro Jaya usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (12/3/2019).

Mantan anggota pemenangan Prabowo-Sandiaga ini menyebut telah ada orang baru yang akan menjadi penjaminnya yaitu Fahri Hamzah.

“Karena ada juga penjamin baru ya, Fahri Hamzah,” kata Ratna.

Shan United vs Persija, Ini Harapan Teco

Jakarta Stefano Cugurra Teco ternyata sulit melupakan Persija Jakarta. Pelatih Bali United itu berharap mantan timnya ini bisa kalahkan wakil Myanmar, Shan United, pada partai kedua Grup G Piala AFC 2019.

Persija akan menantang Shan United di Thuwunna Stadium, Yangon, Selasa (12/2/2019). Tim berjulukan Macan Kemayoran ini membutuhkan poin penuh setelah hanya bermain kacamata melawan Becamex Binh Duong (Vietnam) pada partai pertama Grup G. Demi bersaing di papan klasemen, tim ibu kota tidak boleh terpeleset.

Ditemui usai memimpin Bali United mengandaskan Semen Padang 2-1 pada partai kedua Grup B Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (11/3/2019), Teco masih bersahaja membahas perjalanan mantan klubnya itu di Piala AFC.

Mengingat, Teco-lha yang membawa Macan Kemayoran kembali berkiprah di kompetisi antar-klub Asia. Tahun lalu, Persija diantarnya merebut tahta tertinggi Liga 1.

Pesan Teco kepada Persija hanya satu. Jangan sampai seri, apalagi kalah menghadapi Shan United. “(Persija) Harus menang,” ujar Teco sambil melempar senyuman.

Berita video tentang tekad Persija Jakarta yang ingin mempertahankan gelar juara Piala Presiden.

Ini Harapan Penonton Soal Konser Ahmad Dhani ‘Hadapi dengan Senyuman’

Surabaya – Penonton konser solidaritas Ahmad Dhani ‘Hadapi dengan Senyuman’ berharap acara tersebut hanya ditunda, bukan dibatalkan. Terkait penundaan tersebut, salah satu penonton meminta pihak kepolisian untuk tidak mempersulit izin.

“Pokoknya jangan batal lagi. Kami ingin melihat konser. Jadi izin konser harus ada,” kata penonton asal Sidoarjo, Nur Hayati (46) di Grand City Surabaya, Minggu (10/3/2019) malam.

Setali tiga uang dengan Nur Hayati, penonton asal Surabaya, Titin (47) juga berharap konser dengan tiket seharga Rp 200 ribu itu tetap jadi digelar. Ia meminta pihak kepolisian untuk tidak mempersulit perizinan.


“Jangan dipersulit lagi. Kami murni lihat konser dan penonton. Kalau melihat dibatalkan seperti ini, jadi kita merasa iba. Mana yang baik dan mana yang tidak,” kata Titin.

Sebelumnya, konser yang akan dimeriahkan artis-artis Republik Cinta Management (RCM) itu akan digelar Minggu (10/3/2019) pukul 19.00 WIB. Namun karena panitia belum mengurus izin keramaian, Polrestabes Surabaya tidak mengizinkan konser tersebut digelar di Grand City.

Kini panitia mengupayakan konser tersebut bisa digelar Selasa (12/3). Mereka akan mulai mengurus izin keramaian pada Senin (11/3).

“Konser ini bukan dibatalkan tapi kita tunda hari Selasa. Dengan catatan, saya tidak akan mendatangkan Bang Sandi,” kata Ketua Panitia Didik Darmadi.
(sun/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kecepatan Ducati Lebihi Harapan Dovizioso

QatarAndrea Dovizioso berhasil menempati posisi start kedua di MotoGP Qatar 2019. Kecepatan motor Ducati melebihi harapan Italiano itu.

Hasil kualifikasi di Sirkuit Losail, Minggu (10/3) dinihari WIB, menempatkan pebalap Yamaha, Maverick Vinales, pada pole position di MotoGP Qatar 2019. Dia mencatatkan waktu satu menit 53,546 detik.

Dovizioso ada di posisi kedua dengan catatan waktu 0,198 detik lebih lambat dari Vinales. Kecepatan maksimal Dovizioso dalam sesi kali ini 342 kilometer/jam.

Dovizioso mengaku sangat puas dengan hasil posisi start kedua. Kinerja seluruh tim Ducati juga membuatnya senang karena bisa bersaing dengan pebalap yang ada di baris terdepan.

“Kami menyudahi tes dengan dengan firasat yang buruk pada motor. Kami ingin menjajal banyak hal selama tes di Malaysia dan di sini, tapi ada akhirnya kami sadar itu tak bekerja di trek ini,” kata Dovizioso di AutoSport.

“Kami ingin banyak belajar selama sepekan sebelum balapan, dan itu benar.”

“Saya sangat senang dengan cara kami bekerja dalam latihan (pada pekan) ini. Sangat meningkatkan kecepatan kami, dan ini apa yang kami butuhkan untuk menghemat ban dan untuk bisa menjadi yang teratas saat balapan.”

“Saya tak tahu aapa yang bisa kami harapkan untuk balapan, tapi saya sangat senang bisa di baris pertama. Saya tak benar-benar mengharap bisa mempunyai kecepatan itu, dan saya senang dengan kinerja yang kami lakukan,” dia menambahkan.

(cas/mrp)

Harapan Tinggi Astra Honda Racing Team Sambut Musim 2019

Liputan6.com, Jakarta Astra Honda Racing Team (AHRT) beberapa waktu lalu akhirnya memberikan pengumuman resmi terkait kompetisi balap yang akan diikuti tahun ini dan deretan line up-nya. Juara Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas AP250 tahun 2017, Gerry Salim lagi-lagi memperoleh kepercayaan untuk turun di kelas Eropa pada ajang CEV Moto2 European Championship. Cukup berbeda mengingat tahun lalu pebalap asal Surabaya ini berlaga di CEV Moto3 Junior World Championship. Saat ditanya mengenai target, pebalap potensial ini mengungkapkan optimisme positif.

“Targetnya ingin menjadi yang terbaik dan konsisten podium agar dapat membuat bangga masyarakat Indonesia,” ungkap Gerry Salim saat acara launching pebalap di Bandung.

Satu nama lagi yang diplot untuk terjun di kancah Eropa adalah Mario Suryo Aji. Di usianya yang baru menginjak 14 tahun, CEV Moto3 Junior World Championship akan menjadi pembuktian perdananya di Benua Biru. Sedangkan Asia Road Racing Championship kelas AP250 akan diwakili tiga pembalap yang skill-nya diharapkan dapat kembali memperpanjang dominasi AHRT adalah Irfan Ardiansyah, Awhin Sanjaya, dan Lucky Hendriansya. Deretan nama tersebut dipercaya untuk meneruskan torehan emas juara selama dua musim berturut-turut.

Selanjutnya di kelas Supersport (SS) 600cc, Andi Gilang Farid Izdihar dipercaya jadi pebalap andalan bersama Juara Asia AP250 2018, Rheza Danica Ahrens. Bersaing dengan pebalap muda negara lain untuk ajang Asia Talent Cup (ATC), AHRT bakal mengandalkan Mohammad Adenanta Putra, Afridza Syach Munandar, Herjun Adna Firdaus, Muhammad Hildhan Kusuma, dan Abdul Gofar Mutaqim.

Bukan hanya balapan road race di kancah eropa dan Asia saja, AHM pun tak absen mengirimkan perwakilan di kompetisi balap ketahanan di Suzuka. Andi Gilang didapuk untuk berkompetisi di kelas 8 Hours Endurance World Championship, lalu Irfan Ardiansyah dan Awhin Sanjaya dipercaya untuk berjuang di kelas 4 Hours Endurance.

Tentu saja untuk semakin mengingkatkan prestasi di berbagai kompetisi balap yang diikuti, AHRT telah mempersiapkan serangkai pembinaan sistematis. Berbekal semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, pembinaan pembalap secara berjenjang menjadi komitmen besar AHM sejak 2013. Berkat tempaan fisik dan mental di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional, ada banyak sekali pebalap yang sanggup mengukirkan prestasi dan sejarah baru yang membanggakan.

Thomas Wijaya selaku Direktur Marketing AHM mengungkapkan jika pembinaan dilakukan secara berjenjang dan terstruktur. Dimulai dari usia dini lewat program Astra Honda Racing School (AHRS) yang memberi pembekalan pada pebalap di bawah usia 14 tahun yang menggunakan motor NSF100.

Kemudian berlanjut pada usia di atas 14 tahun dengan Honda CBR250RR yang ketangguhan performanya telah berhasil mengantarkan putra bangsa menjadi Juara Asia dua tahun berturut-turut di kelas AP250 Asia Road Racing Championship (ARRC). Guna memaksimalkan berbagai pembinaan tersebut, tentu saja AHM melengkapi dengan beragam fasilitas, seperti transportasi, akomodasi dan kebutuhan balap di sirkuit.

Thomas juga menerangkan jika ada tiga pilar penting yang perlu ditekankan dalam pembinaan demi meningkatkan potensi demi menorah prestasi.

“Pilar yang pertama adalah menyeleksi pebalap muda lewat Astra Honda Racing School, lalu melakukan pembinaan dan yang terakhir memperkuat kualitas skill,” ungkap Thomas Wijaya.

Persiapan matang dan dipilihnya pebalap andal diharapkan dapat menghadirkan kebanggaan bagi bangsa Indonesia di akhir kompetisi.

Harapan Pengusaha Terhadap Kerjasama Perdagangan Bebas RI-Australia

Liputan6.com, Jakarta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut baik perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Pemerintah Indonesia dan Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Dengan perjanjian ini diharapkan mampu meningkatkan investasi kedua negara.

Ketua Umum Kadin, Rosan P Roeslani mengatakan, bagi Indonesia penting menjadikan perjanjian ini sebagai alat guna mendorong ekonomi lebih besar lagi. Sebab, dalam IA-CEPA kerja sama antara Indonesia-Australia tidak hanya untuk meningkatkan perdagangan bilateral saja, tetapi membuka investasi di beberapa bidang.

“Dengan adanya potensi perdagangan dua negara yang besar maka sangat penting bagi Indonesia untuk segera melakukan proses reformasi ekonomi sebagai bagian dari komitmen IA-CEPA,” kata Rosan usai penandatangan IA-CEPA di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin, Bidang Hubungan International, Shinta Kamdani menambahkan, perjanjian ekonomi ini ditujukan untuk menciptakan hubungan perdagangan investasi yang lebih besar serta mendukung satu sama lain dalam berkompetisi dengan negara lain.

“Adanya revolusi rantai nilai global memaksa kita untuk maju bersama-sama, bukan sendiri-sendiri. IA-CEPA itu bukan hanya sekedar mengenai saat ini, tapi bagaimana kita melihat tantangan ekonomi dunia jauh ke depan,” katanya.

Lebih lanjut, Shinta menambahkan, bagi Kadin penting untuk secara asertif memaksimalkan utilisasi perjanjian IA-CEPA ini. Misalnya dengan membuat tranding house khusus, desk informasi pemanfaatan IA-CEPA khususnya untuk memfasilitasi para pengusaha atau peningkatan misi dagang ke Australia.

Seperti diketahui, sebelumnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menandatangani perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Perjanjian ini ditandatangani langsung oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham serta disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Sepakat, Indonesia-Australia Teken Perjanjian Perdagangan Bebas

Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi teken perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Perjanjian ini ditandatangani langsung oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham serta disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan, penandatangan perjanjian IA-CEPA ini mencerminkan tingkat keterlibatan yang lebih dalam hubungan ekonomi yang sudah terjalin lama antara Indonesia dan Australia.

Ini juga bertujuan untuk kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif, berkualitas tinggi dan saling menguntungkan antara Indonesia dan Australia yang mencakup perdagangan barang.

“Perjanjian ini akan menghilangkan 100 persen tarif Australia, sedangkan 94 persen tarif Indonesia akan dihapuskan secara bertahap,” kata Enggartiasto dalam sambutannya.

Seperti diketahui, negosiasi pertama kali diluncurkan pada akhir 2010 dan ditunda dari November 2013 hingga diaktifkan kembali pada Maret 2016.

Dengan menyelesaikan 12 putaran negosiasi, dan sejumlah pertemuan Kepala Negosiator selama proses negosiasi yang berlangsung hampir sembilan tahun, Indonesia dan Australia menyatakan pada 31 Agustus 2018 negosiasi telah secara substansial selesai. Akhirnya, perjanjian ditandatangani pada Senin 4 Maret 2019.

“Dalam dua setengah tahun terakhir kita sepakati perjalanan ini karena pada dasarnya perjanjian ini akan sangat bermanfaat bagi kedua negara. Banyak hal termasuk kita akan mendapatkan kelebihan dari aspek pendidikan dan berbagai hal yang lain. Jadi satu hal yang bersejarah bagi Indonesia dan Australia,” ujar Enggartiasto.


Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Pidato AHY Harapan untuk Jokowi atau Prabowo?

Jakarta – Tanpa menyebut nama capres yang diusung Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bicara soal harapan partainya agar presiden terpilih nanti meneruskan program pro-rakyat era Susilo Bambang Yudhoyono. Pemerintah diminta memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat kurang mampu.

“Khusus untuk membantu masyarakat miskin dan kurang mampu, presiden mendatang disarankan menjalankan kebijakan dan program khusus untuk melindungi dan meningkatkan kelayakan hidup kaum miskin. Dengan segala kerendahan hati, Partai Demokrat menyarankan program-program prorakyat era SBY dapat dilanjutkan dan ditingkatkan, apa pun namanya,” kata AHY, Komandan Kogasma Pemenangan Pemilu Demokrat dalam pidatonya di Djakarta Theater, Jumat (1/3/2019).

Ada tiga pokok pandangan PD sebagai pesan ke presiden mendatang yang disampaikan dalam pidatonya. Di antaranya soal pertumbuhan ekonomi, impor pangan, hingga persoalan hukum.

“Presiden hasil Pemilu tahun 2019, presiden yang diharapkan bisa terus melakukan perubahan dan kemajuan yang nyata bagi kehidupan rakyat. Partai Demokrat berpendapat bahwa hakikat pembangunan adalah kesinambungan dan perubahan. Continuity and change. Yang sudah baik lanjutkan, yang belum baik perbaiki,” sambung AHY.

Soal pemilihan kata ‘presiden mendatang’ Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- Maruf Amin menafsirkannya sebagai keinginan AHY agar program SBY dilanjutkan Jokowi.

Karding mengatakan dalam pidato yang disampaikan AHY menunjukkan pesan bahwa Jokowi telah melanjutkan program yang ada. Hal ini menurutnya tidak merubah kebijakan secara drastis.

Menurut Karding, Jokowi telah banyak memodifikasi kebijakan-kebijakan terdahulu, diantaranya Kartu Indonesia Pintar hingga bantuan pangan non tunai. Karding mengatakan hal ini menunjukkan Jokowi tidak hanya melanjutkan program, namun juga menyempurnakan program yang ada.

“Pak Jokowi telah menginovasi melakukan diversifikasi terhadap banyak kebijakan-kebijakan terdahulu dan kita lihat dari misalnya KIP, KIS dan bantuan pangan non-tunai itu bagian dari upaya Pak Jokowi semakin memperbaiki sistemnya. Sekaligus mengefektifkan seluruh bantuan-bantuan dan istilah jejaring pengaman sosialnya dan menurut saya ini sesuatu yang baik, sesuatu yang menarik,” kata Karding.

Sedangkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno yakin Demokrat totalitas mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02.

“Oh full, solid, mantap, yakin. Pak SBY, Bu Ani yang sakit, AHY dan seluruh keluarga besar Demokrat, kader dan semua simpatisannya mendukung total buat Pak Prabowo-Sandi,” kata Juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria.

Riza menilai, dalam pidato politiknya AHY menjelaskan perbedaan periode kepemimpinan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, pidato tersebut merupakan pesan untuk Prabowo.

“Banyak sekali yang disampaikan Pak AHY, detail itu soal program-program, subsidi yang dicabut. Itu artinya yang dimaksud Pak AHY itu adalah ke depan kalau Pak Prabowo jadi presiden jangan seperti Pak Jokowi, gitu loh,” ujar Riza terpisah.

“Jangan tebang pilih penegakan hukum, lapangan pekerjaan sulit, ekonomi tidak tumbuh, ekonomi tidak seperti yang diharapkan. Sudah jelas di situ bahwa Presiden RI yang dimaksud Pak AHY, Prabowo Subianto, bukan Pak Jokowi,” imbuh Riza.
(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Komnas Perempuan Minta Polda Jatim Kabulkan Penangguhan Penahanan Artis VA

Liputan6.com, Jakarta Komisioner Komnas Perempuan, Sri Nurherwati mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur (Jatim) untuk menemui tersangka kasus dugaan pornografi, artis VA. Usai menjenguk artis VA dan berdiskusi dengan penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, Komnas Perempuan meminta penyidik Polda Jatim untuk mengabulkan penangguhan Penahanan terhadap artis VA.

“Yang harus menjadi pertimbangan dalam kebijakan Polda Jatim yakni bisa mengabulkan penangguhan penahanan. Karena sebagai pertimbangan pemulihan kondisi psikis korban kasus prostitusi,” tuturnya di Mapolda Jatim, Kamis (28/2/2019).

Menurutnya, dalam paripurna Komnas Perempuan, terakhir melihat bahwa perempuan yang ada di dalam kasus prostitusi merupakan korban yang dilacurkan. Sehingga apapun status hukumnya penyidik tetap memberikan haknya sebagai korban.

“Mempertimbangkan dan mengabulkan dengan melihat kapasitasnya sebagai korban yang dilacurkan,” katanya.

Dia mengatakan, seharusnya yang paling penting untuk segera dilakukan penindakan adalah muncikari dan user atau pelanggan artis VA. Alasannya, mereka lah yang membuat jeratan terjadinya tindak pidana prostitusi.

“Sedangkan perempuan selalu menjadi korbannya. Ini yang perlu diperhatikan,” ucapnya.

Dalam kunjungannya ke Polda Jatim, ia sempat bertemu dengan artis VA dan bincang bincang dengan penyidik berkaitan dengan modus yang kerap dilakukan muncikari dalam menjerat korbannya kedalam pusaran prostitusi.

“Komnas Perempuan akan terus memantau dan menyikapi kasus kasus yang berkaitan dengan perempuan. Dan kami juga mengajak masyarakat untuk tetap mendukung pemulihan korban agar kasus prostitusi bisa dihentikan,” ujarnya.

Komnas perempuan juga mendorong pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual. Sehingga kasus seperti ini tidak lagi terjadi di Indonesia.

2 dari 3 halaman

Tanggapan Polisi

Menanggapi permintaan Komnas Perempuan mengenai penangguhan penahanan artis VA, Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Achmad Yusep Gunawan menyampaikan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan apa yang menjadi masukan dari Komnas perempuan.

“Kita akan maksimalkan sesuai dengan harapan Komnas maupun pemerhati, selama tidak menganggu kepentingan penyidikan,” ujar polisi pelopor E-Tilang tersebut.


Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan bahwa penetapan tersangka VA ini berdasarkan rekam jejak digital dari tersangka mucikari ES. “Dari situ jelas ada foto dan video dan keterlibatan aktif VA dalam prostitusi online. Termasuk penyebaran foto dan video,” tutur Luki di Mapolda Jatim, Rabu 16 Januari 2019.

Luki menegaskan, penetapan VA sebagai tersangka itu juga sesuai dengan hasil gelar, dan berdasarkan pendapat dari beberapa ahli.

“Ada ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE dan ahli Kementerian Agama dan MUI dan beberapa bukti yang sangat mengaitkan dalam transasksi komunikasi ini sangat menguatkan saudari VA menjadi tersangka,” tambah Luki.

Luki menyatakan akan membuat surat panggilan kepada VA terkait status barunya yang kini naik menjadi tersangka. “Kami layangkan untuk Senin. kami undang yang bersangkutan untuk hadir ke Polda Jatim,” sambungnya.

Dari hasil penyidikan, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menemukan foto dan video mesum artis VA. Gambar tak senonoh itu ditemukan dalam ponsel milik mucikari ES. Fakta baru ini terungkap dari hasil penyelidikan digital forensik beberapa hari terakhir.

Selain foto pose telanjang, ada pula video tak pantas dan melanggar norma susila. Foto dan video itu dikirim ke mucikari agar user tertarik dan menggunakan jasa seks VA.

“Ini mungkin sesuatu yang baru dimana yang sebelumnya jadi saksi korban (dalam kasus prostitusi), bisa menjadi tersangka. Ini akan jadi yurisprudensi,” ujar Luki.

Dalam perkara ini, VA dijerat Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal itu berbunyi, ‘Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Memaknai Pusaka-Pusaka Keramat Peninggalan Padjajaran

Liputan6.com, Garut – Bagi masyarakat Garut, Jawa Barat, peninggalan benda pusaka, ajimat atau apapun jenisnya, peninggalan Kerajaan Padjajaran yang dipimpin Prabu Siliwangi dan Prabu Kiang Santang, kerap dianggap sakral dan bertuah.

Benda tersebut tersebar luas di beberapa tempat, salah satunya di situs Kabuyutan, Bayongbong dan Makam Syeh Rohmat Suci, Godog, Karangpawitan. Di kedua lokasi itu, puluhan hingga ratusan benda pusaka peninggalan kedua raja Padjajaran itu selalu mendapat tempat istimewa.

Salah satunya di Situs Kabuyutan, Bayongbong, di area seluas hampir satu hektare itu, masyarakat sekitar selalu menggelar acara ‘Seba Muharam’ setiap tahunnya.

Kegiatan tersebut merupakan ritual memandikan benda pusaka peninggalan Kerajaan Pajajaran, sekaligus membuka naskah kuno peninggalan raja. Di sana masyarakat minta keberkahan mulai urusan jodoh hingga rezeki lancar usaha.

Juru pelihara situs Kabuyutan atau pemangku adat Situs Ciburuy, Nana Suryana (35) mengatakan ritual itu merupakan bentuk penghormatan masyarakat atas jasa leluhur mereka dari Pajajaran, terutama Prabu Kiang Santang yang telah menyebarkan agama Islam di wilayah itu.

“Istilahnya ulang tahun,” ujar dia, dalam beberapa kesempatan.

Dalam ritual sehari semalam itu, rangkaian kegiatan dilakukan seluruh masyarakat sekitar, mulai memandikan benda pusaka, membukan naskah kuno dalam daun lontar yang masih tersusun rapih, hingga mereka yang meyakini ‘ngalap berkah’ dari benda peninggalan tersebut.

“Intinya bukan minta ke benda itu, tetapi kepada Alloh SWT,” ujar Nana menegaskan pentingnya tauhid.

Benda-benda pusaka seperti keris, kujang, trisula, termasuk alat-alat kesenian seperti Gong Renteng yang ditempatkan di Bumi Padaleman itu, sengaja dikeluarkan sesepuh masyarakat setempat, untuk mendapatkan perawatan dan perlakuan istimewa, meskipun hanya setahun sekali.

Tak jarang dalam acara yang dipusatkan di situs yang konon bekas arena pertarungan para jawara (jagoan) di Pulau Jawa itu, masyarakat berduyun duyun meminta berkah mulai urusan jodoh, rezeki lancar usaha hingga urusan jabatan, dari air atau makanan yang telah ‘disuguhkan’ sebelumnya di dalam bumi Padaleman itu.

2 dari 2 halaman

Ngalungsur Pusaka Godog

Tak hanya di Situs Ciburuy, puluhan benda pusaka peninggalan Kerjaan Padjajaran pun terkumpul di makam kramat Syeh Sunan Rohmat Suci Godog, Karangpawitan. Di sana, setiap tanggal 14 mulud (Maulid) setiap tahun, masyarakat sekitar selalu menggelar ritual ‘Ngalungsur Pusaka’.

Kegiatan itu sengaja untuk memamerkan sekaligus memandikan seluruh barang pusaka peninggalan Prabu Kiansantang yang diyakini hingga kini sebagai penyebar pertama agama islam di wilayah Garut dan sekitarnya.

“Ada tumbak, keris, golok, dan benda sejarah lainnya, ” kata dia.

Setiap tahunnya ribuan orang dari berbagai daerah selalu datang dengan harapan untuk mendapatkan keberkahan dari makam waliyulloh tersebut.

“Ada nilai sejarah Islam yang tersimpan di dalamnya,” ujar Yaya Mansyur (62), juru kunci makam Godog.

Namun dibanding dengan Situs Ciburuy, ritual Ngalungsur Pusaka yang berada di makam Godog, mesti diawali dengan bakti soslal terutama sunatan massal. Kegiatan itu merupakan amanat sang sunan, saat menyebarkan syiar islam di sana.

“Tidak bisa digantikan kegiatan lain,” kata dia.

Yaya menyatakan, meskipun ada pemandian dan penyucian benda pusaka, namun hal itu hanya budaya semata. Hal tersebut, justru dibutuhkan untuk lebih mendekatkan diri kepada sang maha pencipta Allah SWT.

“Tidak usah menjadi perdebatan, sebab di dalamnya terkandung makna ibadah kepada Allah,” ujarnya.

HEADLINE: Negosiasi Kim Jong-un dan Donald Trump Gagal Total, Sinyal Bahaya?

Liputan6.com, Hanoi – Pada Kamis pagi, 28 Februari 2019, untuk kali pertamanya, Kim Jong-un menjawab langsung pertanyaan yang dilontarkan wartawan asing.

“Ketua Kim, apakah Anda yakin (akan ada kesepakatan)?,” itu pertanyaan yang dilontarkan seorang jurnalis. 

Pemimpin muda Utara Korea itu sempat terdiam. Namun tak lama kemudian bibirnya bergerak.

“Terlalu dini untuk mengatakannya. Namun, saya tidak bilang bahwa saya pesimistis,” kata Kim Jong-un yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. “Berdasarkan apa yang saya rasakan saat ini, saya yakin akan ada hasil yang baik.” 

Delapan bulan setelah bersua di Singapura, Kim Jong-un dan Donald Trump menggelar pertemuan kedua di Hanoi, Vietnam. Usai basa-basi, pamer kemesraan, dan makan malam bersama, kedua pemimpin membahas pokok permasalahan: perwujudan denuklirisasi Korut dengan ganjaran pencabutan sanksi atas Pyongyang.

Tapi, sejarah damai gagal tercipta hari itu.

Awalnya, pertemuan diharapkan bisa berujung pada pernyataan berakhirnya Perang Korea yang secara de facto masih berlangsung hingga saat ini. AS dan Korut juga digadang-gadang akan bersepakat untuk mendirikan kantor penghubung di ibu kota masing-masing. Kalaupun sanksi tak dicabut sepenuhnya, setidaknya bakal ada pelonggaran. 

Namun, pertemuan keduanya diakhiri secara tiba-tiba. Lebih cepat dari jadwal. Tanpa hasil. Gagal total. 

Seorang pria berdiri di dekat layar TV yang memperlihatkan siaran pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam, di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan (28/2). (AP Photo/Lee Jin-man)

Kedua pemimpin hengkang dari lokasi pertemuan di Sofitel Legend Metropole Hanoi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hanya 4,5 jam setelah pembicaraan dimulai.

Kim dan Trump juga batal makan siang bersama, meski meja-meja telah ditata, hidangan sudah disiapkan. Agenda penandatanganan kesepakatan tak jadi dilakukan. 

“Tak ada kesepakatan yang dihasilkan kali ini,” demikian isi pernyataan tertulis Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dikutip dari CNN News. “Namun, tim masing-masing berharap untuk menggelar pertemuan kembali pada masa yang akan datang.”

Tak lama kemudian, Donald Trump menggelar konferensi pers. Miliarder nyentrik itu bersikukuh, pertemuannya dengan Kim berlangsung produktif.

“Kami memiliki waktu yang sangat, sangat produktif,” kata Trump. Namun, ia menambahkan, dirinya dan Menlu AS Mike Pompeo merasa, itu bukan saat yang tepat untuk menandatangani kesepakatan apapun.

Presiden AS itu menambahkan, pembicaraannya dengan Kim Jong-un berakhir karena diktator Korut itu meminta penghapusan semua sanksi AS dan internasional atas negaranya sebagai imbalan atas penutupan sebagian — bukan keseluruhan — fasilitas nuklir milik rezim Pyongyang.

“Pada dasarnya mereka ingin sanksi dicabut seluruhnya dan kami tak bisa melakukannya,” kata Trump dalam konferensi pers di Hanoi. “Mereka mengaku rela melakukan denuklirisasi atas sejumlah besar area yang kita inginkan, namun tak mungkin menghapus semua sanksi untuk itu,” kata suami Melania Trump tersebut seperti dikutip dari The New York Times.

Penghapusan sanksi internasional, yang membatasi kemampuan Korea Utara mengimpor minyak dan mengekspor barang-barang menguntungkan termasuk batubara dan hasil laut, adalah tujuan utama Pyongyang dalam semua negosiasi. Di sisi lain, bagi AS, sanksi-sanksi tersebut adalah alat tawar menawar yang signifikan.

Trump mengatakan, ia dan Kim mendiskusikan soal penutupan kompleks nuklir utama Korut di Yongbyon, di mana proses pengayaan plutonium, tritium, dan uranium untuk bahan bakar bom nuklir dilakukan. 

Meskipun Yongbyon adalah fasilitas nuklir terbesar Korut, tapi itu bukan satu-satunya. Dalam konferensi pers, Trump mengakui bahwa negara itu punya fasilitas pengayaan nuklir lain, yang kemampuannya mungkin lebih besar.

Belum lagi rudal balistik, hulu ledak nuklir, dan sistem senjata pemusnah massal yang belum terungkap sepenuhnya. Diduga disembunyikan rapat-rapat rezim Pyongyang.

Yongbyon Nuclear Research Centre, Korea Utara (GeoEye Satellite Image/AFP PHOTO via ABC Australia)

Trump juga mengaku bahwa ia dan Kim Jong-un mendiskusikan soal kasus Otto Warmbier, mahasiswa AS yang tewas setelah jadi tahanan di Korut.

Warmbier, mahasiswa University of Virginia, ditangkap saat bepergian di Korea Utara karena mencuri poster propaganda. Pada 2016 dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa.

Lebih dari setahun kemudian dia dibebaskan dan kembali ke Amerika Serikat dalam keadaan sakit parah. Dokter menyebut, dia menderita cedera otak serius. Warmbier meninggal pada Juni 2017.

Donald Trump mendapat pujian atas kembalinya Warmbier dan segelintir orang Amerika lainnya yang ditahan di Korea Utara.

Jika presiden pendahulu menyebut kasus Warmbier sebagai contoh kebrutalan rezim Kim Jong-un, Trump menolak untuk menyalahkan sang pemimpin Korut.

Otto Warmbier, mahasiswa Amerika yang menghabiskan 17 bulan di tahanan Korea Utara (AP Photo/Jon Chol Jin)

“Saya tidak percaya bahwa dia akan membiarkan itu terjadi, itu tidak menguntungkannya,” kata Trump.

“Penjara itu kasar, tempat yang brutal, di mana hal-hal buruk terjadi. Tapi saya tak yakin, ia (Kim Jong-un) tahu soal itu.” Belakangan, pembelaannya itu dikecam ramai publik AS.

Kegagalan negosiasi membuat normalisasi hubungan antar-dua negara beringsut dari hasil yang diinginkan. Kim Jong-un gagal menghasilkan pencabutan sanksi terhadap Korut, di sisi lain Trump gagal memaksa Pyongyang ambil langkah konkret untuk mengakhiri program nuklirnya — sebuah keberhasilan yang sangat ia butuhkan untuk mengimbangi sejumlah gejolak domestik di AS.

Ketika Trump berniat berbincang santai di pinggir kolam renang bersama Kim Jong-un, mantan pengacaranya, Michael Cohen bersaksi menyudutkannya di depan Kongres. Agenda kedua pemimpin tersebut kemudian dibatalkan. 

Michael Cohen pada Rabu 27 Februari 2019 mengatakan kepada panel penyidik Kongres bahwa eks kliennya itu adalah sosok yang “rasis, penipu dan tukang bohong”. Dan jika Trump kalah pada Pilpres 2020, ia menyebut, transisi kekuasaan tak akan berjalan damai.

Eks pengacara Donald Trump, Michael Cohen (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Dalam konferensi pers, Trump sempat bereaksi atas kesaksian Cohen. Menyebutnya berisi 95 persen kebohongan, nyaris 100 persen — kecuali soal bahwa ia tak berkolusi dengan Rusia dalam Pilpres 2016. 

Seperti biasanya, ia juga menyerang mantan pengacaranya dalam cuitan di Twitter. 

Tak seperti tanggapannya atas kesaksian Cohen, Trump berupaya keras menahan diri soal Kim Jong-un. Bicaranya tak berapi-api dan tanpa retorika. Tak ketinggalan, ia juga membela diri.

“Aku bisa saja menandatangani kesepakatan hari ini, lalu kalian akan mengatakan, ‘Ah, itu transaksi yang buruk’…Aku lebih baik melakukan dengan benar daripada buru-buru.” 

Donald Trump juga menyebut, meski negosiasi berlangsung tanpa hasil, hubungannya dengan Kim Jong-un tetap hangat. Pertemuan, kata dia, diakhiri dengan jabat tangan.

Di sisi lain, Trum tak berhasil mengurangi efek kejut kesaksian Michael Cohen dengan kegagalan negosiasinya dengan Kim Jong-un. Nobel Perdamaian yang ia harapkan pun kian jauh dari jangkauan.


Saksikan video menarik berikut ini: 

2 dari 3 halaman

Konsekuensi Mengkhawatirkan

“Welcome to Hanoi, city of peace” — kalimat itu terpampang di videotron yang berbaris di sisi jalan, dari bandara menuju pusat kota Hanoi. Bendera Amerika Serikat dan Korea Utara tersebar di sejumlah wilayah ibu kota Vietnam itu.

Sementara, gambar Kim Jong-un dan Donald Trump terpampang di kaos-kaos yang dijajakan untuk menyambut sebuah momentum penting: KTT AS-Korut yang memberi harapan damai di Semenanjung Korea.

Warga mencoba kaus bergambar wajah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di sebuah toko di Hanoi, Jumat (22/2). Pembuatan kaus itu menyambut KTT kedua AS-Korea Utara di Vietnam pada 27 Februari mendatang. (Nhac NGUYEN/AFP)

Namun, harapan itu tak terwujud. Kim Jong-un dan Donald Trump balik kanan ke negara masing-masing dengan tangan hampa, tanpa kesepakatan. Negosiasi gagal.

Donald Trump bersikukuh bahwa hubungannya dengan Kim Jong-un tetap baik. Ia juga yakin pihak Korut tak akan lagi melakukan uji coba senjata nuklir atau mengancam akan mengirimkan rudal ke negara lain. 

Belakangan, ia juga mengucapkan terima kasih pada tuan rumah atas sambutan hangat dan kemurahan hati Pemerintah Vietnam. Ucapan itu ia sampaikan lewat Twitter.

Lantas, bagaimana dengan Kim Jong-un? Rezim Korut belum mengeluarkan pernyataan apapun. 

“Kontribusi utama KTT AS-Korut kali ini adalah memperkuat fakta Kim tak punya niat untuk melepaskan kemampuan nuklirnya,” kata Cheon Seong Whun, seorang pejabat keamanan nasional dalam pemerintahan mantan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye, seperti dikutip dari www.theatlantic.com. Diplomasi denuklirisasi, dia menambahkan, sudah mati. 

“Saya khawatir tentang konsekuensinya,” kata Jean H. Lee, seorang ahli Korea di Wilson Center, sebuah lembaga penelitian di Washington.

Ia menambahkan, situasi kian pelik pasca kegagalan tersebut. “Apakah kedua pemimpin dan tim mereka membuat langkah yang cukup baik untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, atau apakah kita akan menuju periode negosiasi yang macet — atau lebih buruk lagi, ketegangan — yang akan memberi Korea Utara lebih banyak waktu dan insentif untuk terus membangun program senjata mereka?,” tambah Lee. 

Kebuntuan negosiasi disayangkan oleh pihak Korea Selatan. “Sangat disesalkan mereka tidak dapat mencapai kesepakatan yang utuh”, kata Kim Eui-kyeom, juru bicara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. 

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (dua kanan) dan sang istri Kim Jung-sook (kanan) foto bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (dua kiri) dan sang istri Ri Sol Ju (kiri) di Gunung Paektu, Korea Utara, Kamis (20/9). (Pyongyang Press Corps Pool via AP)

“Namun, tampak jelas bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang lebih signifikan dari sebelumnya.”

Yang lebih jelas lagi, kegagalan diplomasi Kim dan Trump berdampak langsung pada Korsel. Mata uang won melemah, bursa saham pun anjlok. 

Hubungan kian tak pasti

Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai bahwa KTT yang berakhir tanpa hasil, membuat hubungan antara AS dan Korea Utara kembali tidak pasti.

Dia berpendapat bahwa meski masih ada optimisme tentang masa depan penyelesaian isu denuklirisasi, namun hasil KTT Vietnam tetap akan berdampak buruk bagi kedua belah pihak.

“Memang kedua pemimpin negara mengatakan hubungan mereka berjalan hangat, tapi kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh para birokratnya. Apakah mereka akan tetap bersemangat untuk mengurusi hal ini?,” ujar Hikmahanto, menyayangkan gagal terwujudnya hitam di atas putih antara Donald Trump dan Kim Jong-un.

Hikmahanto juga berpendapat bahwa gagalnya pembicaraan di Hanoi akan turut memengaruhi kondisi ekonomi Korea Utara, yang telah berusaha untuk bangkit, melalui upaya meminta penghapusan sanksi internasional yang tegas dan keras.

“Salah satu yang masih menjadi tanda tanya besar adalah apakah benar pernyataan Donald Trump tentang potensi ekonomi Korea Utara, yang berkali-kali dia sebut di Hanoi. Jika memang begitu, apakah pemerintahannya mau berkompromi untuk mencabut sanksi, di mana Kim Jong-un menyatakan mau untuk mengusahakan denuklirisasi,” ujar Hikmahanto  saat dihubungi Liputan6.com pada Kamis (28/2/2019).

Sementara, Suzie Sudarman, pengamat kebijakan AS dari Universitas Indonesia menilai, KTT Vitenam dinilai tidak substantif, kaena cenderung bersifat lokal, antara Washington dan Pyongyang.

“Isu yang diangkat dalam pertemuan ini berdampak pada dunia internasional, yakni tentang denuklirisasi, sehingga pembahasan antara dua negara saja tidak cukup. Kalaupun misalnya (KTT Vietnam) berhasil, tentu dibutuhkan dukungan dari pihak ketiga yang berkompeten untuk mengawasinya, tidak bisa hanya oleh AS dan Korea Utara,” tambah dia. 

Suzie menambahkan bahwa tidak substantifnya pertemuan Trump-Kim, salah satunya, disebabkan oleh ketidakhadiran lembaga internasional yang berkompeten di tengah-tengahnya.

“Setidaknya diperlukan kehadiran IAEA (lembaga atom dunia) untuk mengawasi pembicaraan denuklirisasi, (sehingga) syukur-syukur bisa mencapai kesepakatan hitam di atas putih,” ujar Suzie.

Selain itu, masih menurut Suzie, apabila terjadi kesepakatan terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea, diperlukan pula pembicaraan lanjutan dengan Rusia dan China, dua negara yang dikenal dengan Korea Utara.

Hal ini dimaksudkan agar tercipta keseimbangan dalam tindakan lanjut denuklirisasi. “Sehingga tidak semata-mata karena tuntutan AS, yang nyatanya sulit dipenuhi Korea Utara karena beberapa keterbatasan,” ujar Suzie.

3 dari 3 halaman

Kim Jong-un Wujudkan Ancaman?

Dua bulan sebelum KTT AS-Korut di Vietnam digelar, Kim Jong-un sejatinya sudah menyampaikan peringatan.

Dalam pidato Tahun Baru 2019, Kim Jong-un mengatakan tekadnya untuk denuklirisasi lengkap tetap tidak berubah, tetapi, dia mungkin harus mencari “cara baru” jika Amerika Serikat terus menuntut tindakan sepihak dari Korea Utara.

Duduk di kursi berlapis kulit, mengenakan jas hitam yang dipadu dasi abu-abu, Kim Jong-un mengatakan, bakal ada kemajuan yang lebih cepat dalam denuklirisasi jika Amerika Serikat mengambil tindakan yang sesuai –yakni dengan meringankan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Korut.

Kim Jong-un menegaskan, Korea Utara mungkin tak akan punya pilihan lain selain mengeksplorasi ‘cara baru’ untuk melindungi kedaulatan, kepentingan, serta untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Tak jelas apa yang ia sebut sebagai ‘cara baru’ itu.

Kim Jong-un menambahkan, hal tersebut akan dilakukan, “jika Amerika Serikat salah membuat perhitungan atas kesabaran rakyat (Korut), memaksakan sesuatu kepada kita dan mengejar sanksi dan tekanan tanpa menepati janji yang dibuat di hadapan dunia,” kata dia seperti dikutip media pemerintah, Rodong Sinmun.

Seperti dikutip dari situs www.businessinsider.sg, ‘cara baru’ yang disebut Kim dalam pidato tahun barunya dikhawatirkan sebagai dimulainya kembali uji coba rudal nuklir — yang menurut Pyongyang telah berakhir April 2018 lalu. 

Pidato Kim bulan lalu juga bisa jadi mengisyaratkan perluasan 12 fasilitas senjata nuklir yang sudah ada di negara itu.

Sebelum KTT Vietnam, intelijen AS dan para ahli Korea Utara berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang tidak mungkin menyerahkan senjata nuklirnya secara utuh.

Sebuah laporan intelijen yang diterbitkan bulan lalu menegaskan kembali gagasan bahwa para pemimpin negara Korut memandang senjata nuklir sebagai hal penting bagi kelangsungan rezim.

Berbeda dengan Donald Trump yang langsung pulang ke Amerika Serikat naik Air Force One, Kim Jong-un dilaporkan tetap tinggal di Hanoi hingga Sabtu 2 Maret 2019. 

Ia akan menyempatkan diri berjalan-jalan dan bertemu dengan sejumlah pejabat Vietnam dalam apa yang ia sebut sebagai ‘kunjungan persahabatan’.

Dengan itu, Kim Jong-un mungkin berkesempatan untuk menunjukkan pada rakyatnya, juga pada dunia bahwa pertemuannya dengan Donald Trump adalah salah satu bagian dari kunjungannya. Bukan agenda tunggal.

Dan, dunia hanya bisa menanti apa yang akan dilakukan pemimpin muda Korut itu. Apakah ia akan bersabar atau mewujudkan ancamannya?