Tottenham Hotspur Tanpa Dele Alli Selama 2 Bulan

London – Tottenham Hotspur dipastikan kehilangan Dele Alli hingga awal Maret 2019. Gelandang timnas Inggris itu tak bisa membela The Lilywhite akibat cedera hamstring. 

Dele Alli mengalami cedera tersebut ketika Spurs menang 2-1 atas Fulham, pada laga pekan ke-23 Premier League di Craven Cottage, Minggu (20/1/2019).

Bermain sejak menit awal, pemain 22 tahun itu terpaksa ditarik keluar lapangan pada menit ke-86. Alli yang menyumbangkan satu gol dalam pertandingan tersebut digantikan oleh Georges-Kevin N’Koudou.

Setelah menjalani pemeriksaan, Dele Alli diketahui mengalami cedera hamstring. Dia pun membutuhkan waktu hingga dua bulan ke depan untuk memulihkan kondisinya. 

“Setelah pemindaian dan penilaian klinis, kami dapat mengonfirmasi jika Dele Alli mengalami cedera hamstring. Cedera itu memaksa gelandang timnas Inggris untuk diganti ketika meraih kemenangan 2-1 atas Fulham, Minggu (20/1/2019),” bunyi pernyataan resmi Tottenham Hotspur.

“Dele sekarang akan menjalani masa rehabilitasi dengan staf medis kami dengan harapan kembali menjalani latihan pada awal Maret.”

Situasi ini pun menambah panjang daftar pemain Tottenham Hotspur yang dibekap cedera. Harry Kane telah lebih dulu masuk ke ruang perawatan akibat cedera ligamen pada 14 Januari 2019.

Sama seperti Dele Alli, Harry Kane juga baru akan kembali berlatih pada awal Maret tahun ini. Selain Kane dan Alli, masih ada tiga pilar penting Spurs yang juga mengalami cedera, yakni Victor Wanyama (cedera lutut), Moussa Sissoko (cedera pangkal paha), dan Lucas Moura (cedera lutut).

Bukan hanya itu, Tottenham Hotspur juga tak diperkuat Son Heung-min. Pasalnya, winger 26 tahun tersebut saat ini tengah membela timnas Korea Selatan di Piala Asia 2019.

Sumber: Tottenham Hotspur, Transfermarkt/Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Tottenham Kehilangan Dele Alli Selama Enam Pekan

LondonDele Alli mengalami cedera hamstring. Tottenham Hotspur mengumumkan bahwa gelandangnya itu bakal absen enam pekan.

Cedera yang didapat Alli terjadi saat Spurs menghadapi Fulham akhir pekan lalu. Dia mengerang kesakitan di menit ke-87 dan langsung digantikan oleh Georges-Kevin Nkoudou.

“Setelah pemindaian dan hasil diagnosa, kami dapat mengonfirmasi bahwa Dele menderita cedera hamstring, yang terjadi pada pertandingan hari Minggu,” tulis pernyataan Spurs.
“Dele sekarang akan menjalani masa rehabilitasi dengan staf medis kami, dengan harapan kembali ke pelatihan pada awal Maret.”

Hilangnya Alli menambah situasi Spurs semakin sulit. Klub asal London Utara ini sebelumnya

sudah kehilangan Harry Kane yang juga cedera dan Son Heung-min, yang berada di Piala Asia bersama Korea Selatan.

Alli bakal absen di enam pertandingan Premier League. Gelandang 22 tahun itu juga akan absen saat Spurs melawan Borussia Dortmund di leg pertama 16 besar Liga Champions.

(ran/cas)


Top 3 Berita Hari Ini: Jelang Imlek, Ketahui Warna-Warna Keberuntungan di Tahun Babi Tanah

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini tentang warna-warna keberuntungan di Tahun Babi Tanah, waktu yang tepat untuk menghindari kopi, dan potret cantik Novita Hardini. Tahun Baru Imlek segera tiba, terdapat sejumlah warna mendekatkan keberuntungan pun ramai jadi sorotan.

Merah, misalnya, dianggap sanggup memberi Anda semangat dan kebahagiaan. Warna ini juga dipercaya mendatangkan kesan positif pada orang di sekitar Anda.

Sementara itu, ada waktu yang tepat untuk menghindari minum kopi berdasarkan penelitian.Anda harus menghindari mengonsumsi kafein dari sekitar jam 2 siang, atau setidaknya tujuh jam sebelum tidur. Pasalnya, kebiasaan itu dapat mempengaruhi tidur Anda secara negatif.

Pelacak tidur mengungkapkan bahwa kafein dikonsumsi tepat sebelum tidur, tiga jam sebelum tidur, dan hingga enam jam sebelum tidur menghasilkan efek gangguan pada tidur. Begitu pula minum kopi larut malam juga bisa memperdayai tubuh Anda menjadi jet lag – dengan mengganggu jam internal tubuh.

Selain warna-warna mendekatkan keberuntungan saat Imlek dan waktu yang tepat menghindari minum kopi, foto-foto cantik istri Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Novita Hardini pun menyita perhatian. Baik Nur Arifin dan sang istri tak jarang membagikan beragam potret di media sosial pribadi.

Seperti foto yang menampilkan hangatnya kebersamaan Nur Arifin dan sang istri. Ibu tiga anak ini terlihat anggun dalam balutan atasan hijau tosca muda dengan aksen di beberapa sisi, hijau berwarna krem, sedangkan Nur Arifin memakai kemeja putih.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Yuk, simak rangkuman selengkapnya berikut ini.

Jelang Imlek, Ketahui Warna-Warna Keberuntungan di Tahun Babi Tanah 

Hitung mundur tahun baru Imlek makin dekat. Ragam persiapan untuk menyambut tahun baru bisa jadi sudah Anda lakukan. Bersama dengan itu, sederet harapan baru atau yang belum tercapai tahun lalu juga kiranya sudah mulai disusun.

Di samping kerja keras, ada hal lain yang mungkin Anda butuhkan dalam mencapai rentetan asa tersebut, yakni sedikit keberuntungan. Dirangkum Fimela.com, warna-warna inilah yang akan mendekatkan keberuntungan untuk Anda di tahun Babi Tanah.

Selanjutnya…

Waktu yang Tepat untuk Menghindari Minum Kopi Berdasarkan Penelitian

Banyak dari kita, minum kopi merupakan bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian. Minum kopi memberi kita dorongan energi yang sangat dibutuhkan saat pagi atau sore hari.

Dilansir dari Independent.co.uk, Senin, 21 Januari 2019, menurut penelitian, Anda harus menghindari mengonsumsi kafein dari sekitar jam 2 siang, atau setidaknya tujuh jam sebelum tidur. Pasalnya, kebiasaan itu dapat mempengaruhi tidur Anda secara negatif.

Selanjutnya…

Sederet Potret Cantik Novita Hardini, Istri Wakil Bupati Trenggalek

Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin belakangan jadi sorotan usai dikabarkan menghilang tanpa pesan sejak 9 Januari 2019 lalu. Pada 19 Januari 2019, suami Novita Hardini ini disebut meninggalkan tugas sebagai Wabup Trenggalek.

Setelah kabar ini mencuat, Nur Arifin terlihat mengunggah tiga buah video tengah mengemukakan pendapat dalam bahasa Inggris melalui akun Instagram pribadi. Kegiatan ini tidak lain ketika perjalanannya ke Eropa pada 11-19 Januari 2019.

Selanjutnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Debby Susanto Tak Berhasil Beri Perpisahan Manis di Indonesia Masters 2019

Jakarta – Pemain spesialis ganda campuran, Debby Susanto, menelan pil pahit karena kalah pada babak pertama Indonesia Masters 2019 yang sekaligus menjadi laga perpisahannya. 

Indonesia Masters 2019 yang menjadi panggung terakhir Debby Susanto seharusnya menjadi cerita manis. Akan tetapi, pertandingan yang digelar di Istora Senayan, Selasa (22/1/2019), ternyata menghadirkan cerita yang tak sesuai harapan. 

Berpasangan dengan Ronald Alexander, Debby Susanto dipaksa angkat koper setelah takluk dalam pertandingan berdurasi 33 menit. Ganda Jerman, Mark Lamfsfuss/Isabel Herttrich, membuat Ronald/Debby menyerah 15-21, 13-21.

Selepas pertandingan, Debby masih tetap tersenyum saat menyambangi konferensi pers Indonesia Masters 2019. Debby menjawab pertanyaan demi pertanyaan awak media dengan lugas.

“Akhir Januari saya akan mengajukan surat pengunduran diri. Indonesia Masters 2019 ini turnamen terakhir. Kecewa pasti ada, ini main di rumah sendiri dan pertandingan terakhir,” kata Debby Susanto.

“Dari awal saya ingin menikmati permainan meski setiap pemain ingin menang. Saya ingin enjoy saja,” ujar peraih gelar All England 2016 bersama Praveen Jordan itu.

Usia Debby Susanto sebenarnya baru menginjak 29 tahun. Masih terlalu muda jika dibandingkan dengan Liliyana Natsir yang mantap pensiun pada usia 33 tahun. Namun, tekadnya sudah bulat untuk gantung raket demi memiliki impian lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarganya.

Jokowi Borong Sabun Cuci Rp 2 Miliar, Pramono Anung: Itu Dana Tim Kampanye

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi berbelanja sabun cuci piring dan baju senilai Rp 2 miliar saat berada di Garut, Jawa Barat. Dana yang dipakai untuk membeli sabun dipertanyakan kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan, dana yang dipakai capres petahana itu berasal dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Jadi dana yang digunakan untuk membeli sabun sejumlah 100 ribu sabun. (Harga) per sabunnya Rp 20 ribu, totalnya Rp 2 miliar itu adalah dana dari TKN,” jelas Pramono di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Pramono yang merupakan Anggota Dewan Pengarah TKN itu menjelaskan, Jokowi memborong sabun tersebut dengan tujuan untuk mengangkat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Menurut dia, sabun cuci itu nantinya akan dikelola oleh TKN untuk dibagikan.

“Pertanyaannya adalah kenapa Pak Jokowi sebagai Presiden kemudian membeli (sabun cuci) itu? Karena beliau memang berkeinginan mengangkat UMKM. Nah sabun tadi tentunya setelah dibeli menjadi otoritas dari TKN,” kata dia.

“Jadi pertanyaannya siapa yang membeli? TKN. Nanti akan dimasukkan dalam laporan secara terbuka oleh TKN,” sambung Pramono.

Sementara, itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kritikan yang kerap dialamatkan kepada Jokowi sebagai calon presiden petahana hal wajar. Sebab, kontestasi demokrasi memang selalu diwarnai adu kritik.

“Pemilu itu hidup dengan kritik. Kalau kampanye tidak ada kritik, itu bukan masa pemilu. Ya kritik-kritik, dijawab-dijawab,” kata JK.

2 dari 3 halaman

Beli Sabun

Presiden Jokowi berbelanja sabun cuci senilai Rp 2 miliar. Hal tersebut menjadi berkah bagi Kelompok Usaha Bersama Padawangi Binaan Program Keluarga Harapan atau KUBE PKH di Banjarwangi, Garut, Jawa Barat.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV,  Minggu 20 Januari 2019, penjual sabun cuci Elia Liawati kaget saat dagangannya diborong Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana.

Jokowi membeli 100 ribu botol sabun yang bisa digunakan untuk mencuci piring dan baju. Total uang yang dibayarkan Presiden Jokowi mencapai Rp 2 miliar.  

Awalnya Presiden Jokowi hanya bertanya berapa harga satu botol sabun cuci dalam kemasan berisi satu liter. Eli menjawab harganya Rp 20 ribu per botol.  

Ia sama sekali tak menyangka, Presiden Jokowi lantas memborongnya. Uang panjer sebesar Rp 10 juta diberikan sebagai tanda jadi. Eli pun menyanggupi pesanan Presiden Jokowi rampung di akhir Februari 2019.  

Uang Rp 2 miliar hasil penjualan sabun rencananya akan digunakan Eli untuk mengembangkan usaha dan anggota KUBE PKH lainnya. Eli juga akan mewujudkan ungkapan syukur dengan memberangkatkan kedua orangtuanya umrah ke Tanah Suci.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jokowi Borong Sabun Cuci Rp 2 M, AGK: Dari Dana Kampanye TKN

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan sumber dana yang dipakai Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memborong 100 ribu botol sabun cuci piring total senilai Rp 2 M dari salah satu pegiat UMKM. Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sumber dana pembelian sabun tersebut bersumber dari Tim Kampanye Nasional (TKN).

“(Sumber) dari dana kampanye tim TKN. Itu program Pak Jokowi melalui TKN,” kata Agus, di Kelas Gabungan Gedung Samadikun Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2019).

Ia mengatakan jangan dilihat dari jumlah pembelian sabun cuci tersebut. Melainkan dilihat dengan adanya program itu akan meningkatkan omzet pengusaha itu.
“Programnya itu jangan dilihat dari pembelanjaannya sabun itu sendiri, tapi ada nilai tambah. Nilai tambahnya itu si ibu ibu itu bisa langsung kalau istilahnya jalan tol, ada pengusaha yang nggak cuma pengusaha level grass root tapi dia bisa jadi berlevel mikro sehingga nanti kita bisa barengi dengan program UMKM. Dengan dia sudah mempunyai omzet yang cukup besar,” kata Agus.

Ia mengatakan nantinya ibu penjual sabun cuci itu juga akan didampingi Kemensos untuk mendapatkan pembinaan. “Itu contoh-contoh yang sangat positif yang ada di pikiran pak Jokowi. Ibu itu dalam pendampingan Kemensos, akan jadi pengusaha yang tingkat naik kelas. Selain dia berusaha sendiri bagus akan kami bina,” ujar politikus Golkar itu.

Sebelumnya, Jokowi bersama Ibu Negara Iriana memborong 100 ribu botol sabun cuci piring saat meninjau pameran giat kewirausahaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Serbaguna Mandala, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1). Sabun cuci piring yang dibeli Jokowi itu merupakan produk dari salah satu stan yang dipamerkan dalam acara tersebut.

Sabun cuci piring yang diborong Jokowi milik pengusaha lokal Eli Liawati. Sabun itu diberi label ‘Sabun Cuci Padawangi’. Eli merupakan anggota kelompok usaha PKH Padawangi dari Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Garut.
(yld/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Borong Sabun Cuci Rp 2 M, Ngabalin: Pasti Pakai Dana Pribadi

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan dana yang dipakai Presiden Joko Widodo untuk membeli sabun cuci piring senilai Rp 2 miliar. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar Ngabalin yakin dana yang digunakan berasal dari kantong pribadi Jokowi.

“Insyaallah saya pastikan dana sebesar itu pasti Presiden memiliki dana pribadi,” kata Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Ngabalin pun yakin, Jokowi memiliki anggaran dari kantong pribadi senilai miliaran rupiah. “Bilang sama siapa saja yang ngomong deh, masa sih Presiden nggak punya uang sampai Rp 2 miliar?” katanya.


Soal pembelian sabun cuci piring itu, Ngabalin mengatakan hal itu ditujukan untuk memberi dorongan kepada pegiat UMKM di Kabupaten Garut. Untuk diketahui, Jokowi membeli sabun cuci piring sebanyak Rp 2 miliar itu dari salah satu ibu pegiat UMKM Kabupaten Garut yang juga tergabung dalam Program Keluarga Harapan (PKH) yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar NgabalinTenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

“Kalau toh nanti dari 100 ribu botol sabun cuci yang dipesan oleh Presiden kepada ibu Ely, itu dimaksudkan agar bisa memberikan dorongan kepada ibu-ibu yang tergabung dalam keluarga harapan yang ada di Kemensos. Karena ibu itu ternyata mendapat cara membuat sabun itu dari hasil browsing. Paten kan? Masa sih dengan cara begitu Presiden memberikan motivasi jualan kok ujungnya nyerang pribadi,” jelas Ngabalin.
“Nggak banyak itu Rp 2 miliar. Orang gue aja lebih dari itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi mengapresiasi aksi Jokowi yang memborong 100 ribu botol sabun cuci piring senilai Rp 2 miliar saat berkunjung ke Garut, Jawa Barat. Namun BPN mempertanyakan, apakah dana yang dipakai Jokowi menggunakan kocek pribadi atau anggaran negara.

“Tapi tentu kami ingin mengetahui pembelian ini apakah dengan anggaran Negara atau uang pribadi pak Jokowi? Krn aksi beli ini terkesan pak Jokowi lagi berkampanye di Jabar,” ujar Jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, Senin (21/1).
(jor/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Borong Sabun Cuci Rp 2 M, Ngabalin: Presiden Pasti Punya Dana Pribadi

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan dana yang dipakai Presiden Joko Widodo untuk membeli sabun cuci piring senilai Rp 2 miliar. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar Ngabalin yakin dana yang digunakan berasal dari kantong pribadi Jokowi.

“Insyaallah saya pastikan dana sebesar itu pasti Presiden memiliki dana pribadi,” kata Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Ngabalin pun yakin, Jokowi memiliki anggaran dari kantong pribadi senilai miliaran rupiah. “Bilang sama siapa saja yang ngomong deh, masa sih Presiden nggak punya uang sampai Rp 2 miliar?” katanya.


Soal pembelian sabun cuci piring itu, Ngabalin mengatakan hal itu ditujukan untuk memberi dorongan kepada pegiat UMKM di Kabupaten Garut. Untuk diketahui, Jokowi membeli sabun cuci piring sebanyak Rp 2 miliar itu dari salah satu ibu pegiat UMKM Kabupaten Garut yang juga tergabung dalam Program Keluarga Harapan (PKH) yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar NgabalinTenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

“Kalau toh nanti dari 100 ribu botol sabun cuci yang dipesan oleh Presiden kepada ibu Ely, itu dimaksudkan agar bisa memberikan dorongan kepada ibu-ibu yang tergabung dalam keluarga harapan yang ada di Kemensos. Karena ibu itu ternyata mendapat cara membuat sabun itu dari hasil browsing. Paten kan? Masa sih dengan cara begitu Presiden memberikan motivasi jualan kok ujungnya nyerang pribadi,” jelas Ngabalin.
“Nggak banyak itu Rp 2 miliar. Orang gue aja lebih dari itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi mengapresiasi aksi Jokowi yang memborong 100 ribu botol sabun cuci piring senilai Rp 2 miliar saat berkunjung ke Garut, Jawa Barat. Namun BPN mempertanyakan, apakah dana yang dipakai Jokowi menggunakan kocek pribadi atau anggaran negara.

“Tapi tentu kami ingin mengetahui pembelian ini apakah dengan anggaran Negara atau uang pribadi pak Jokowi? Krn aksi beli ini terkesan pak Jokowi lagi berkampanye di Jabar,” ujar Jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, Senin (21/1).
(jor/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Wakil Ketua MPR Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih Dalam Pemilu

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan amanah UU No. 17 tahun 2014 Tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

Sosialisasi dilakukan agar rakyat Indonesia tak hanya memahami keempat nilai-nilai luhur bangsa namun juga wajib mengimplementasikan dalam kehidupan keseharian sehingga bangsa ini tetap menjaga persatuan dan hidup saling menghormati.

Untuk itulah pria yang juga menjadi Wakil Ketua Badan Wakaf Pondok Pesantren Gontor itu mendorong masyarakat menjadi warga negara yang menjalankan Empat Pilar MPR sehingga mampu berperan dan ikut andil dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

“Dengan sosialisasi, kita harapkan bisa menghadirkan Indonesia sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa yang adil, makmur, berdaulat, gemah ripah lohjinawi, serta baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur,” tutur HNW ketika melakukan sosialisasi kepada warga Tebet, Jakarta Selatan, 20 Januari 2019.

Dalam acara yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Tebet, pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu lebih lanjut memaparkan, sebagai bangsa yang menganut paham demokrasi, Demokrasi Pancasila, diharap demokrasi yang ada digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Dalam demokrasi ada Pemilu,” tuturnya.

Ia mengajak saat pesta demokrasi, Pemilu, semua menggunakan hak pilih yang telah dimiliki pada 17 April 2019, baik untuk memilih Presiden, anggota DPR, DPD, maupun DPRD. “Mari kita gunakan hak pilih kita, hak kedaulatan rakyat,” ucapnya.

Dikatakan, hak memilih perlu digunakan sebab suara yang kita miliki menentukan masa depan bangsa. Hak yang dijamin dalam UUD NRI Tahun 1945 itu jangan sampai ditukar dengan uang, sembako, atau jangan sampai salah pilih karena tergoda dengan janji atau iming-iming dari para calon.

”Jangan sampai hak pilih kita tidak digunakan alias Golput,” tegas Hidayat. Ditekankan olehnya, agar tidak Golput sebab cara seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah. “Golput bukan solusi,” ucapnya.

Tak hanya tak bisa memberi solusi namun cara seperti ini menurut alumni Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, bila Golput yang menang belum tentu sesuai dengan harapan bangsa Indonesia.

Dijelaskan dalam Pemilu yang diukur tidak hanya kualitas calon pemimpin namun juga banyaknya suara yang ikut berpartisipasi. “Sehingga siapapun mendapat suara yang banyak, ia akan menang,” ujarnya.

Agar Pemilu yang digelar berkualitas maka diharapkan masyarakat pemilih pemimpin yang cinta Indonesia serta bisa membawa negara ini lebih baik dan maju. “Serta melindungi semua golongan,” tegasnya.


(*)

Keliling Jatim, Sandiaga Sebut Pilpres 2019 Mirip Pilkada DKI 2017

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno selama tiga hari ini telah menghabiskan waktunya untuk mengunjungi sejumlah titik di tiga daerah yaitu Surabaya, Madura dan Sidoarjo.

Pada titik terakhir, Sandiaga menghadiri rapat koordinasi pembekalan pimpinan organisasi relawan Prabowo-Sandi seJawa Timur bersama SandiagaUno di Juanda Sidoarjo, Jawa Timur.

Dihadapan ratusan pendukungnya, Sandiaga menyampaikan bahwa dinamika pilpres kali ini hampir sama dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, yang pada ujungnya mengalahkan petahana.

“Survei yang tidak digoreng-goreng menunjukkan bahwa kita terus naik, sementara kubu sebelah, tidak usah kita sebutkan, tapi yang jelas kita naik. Menunjukkan bahwa ini mirip-mirip Pilgub DKI Jakarta,” tutur Sandiaga, Senin (21/1/2019) petang.

Sandiaga mengatakan, tren kemenangan mulai terlihat seperti di Pilkada DKI. Dia optimistis di Jawa Timur Prabowo-Sandiaga menang. Menurutnya, siapa yang mampu memenangkan suara di Jatim maka secara nasional akan menang.

“Yang bekerja ini seluruh sinergi dan isu utamanya adalah ekonomi,” ucap Sandiaga.

Ketua Sahabat Relawan Prabowo-Sandi Jawa Timur, Fauzi Mahendra menambahkan, rapat koordinasi relawan se-Jatim dilakukan sebagai penguatan gerakan untuk memenangkan suara saat pemungutan suara nanti.

“Harapan dari agenda Bang Sandi bagaimana mengatur door to door satu-satu ke relawan,” kata Fauzi.

Fauzi menegaskan bahwa tujuan dari rakor ini adalah mengatur strategi dan sinergitas para pimpinan relawan agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Sedikitnya 2,1 juta relawan terkoordinasi di Jatim untuk memenangkan Prabowo-Sandi.

“Karena yang jalan memang relawan dari emak-emak pasar, dan kedua anak muda milenial, yang mampu mendongkrak suara. Ketiga, karena Bang Sandi setiap kunjungan targetnya sepuluh titik,” ujar dia.

2 dari 3 halaman

Keluhan Petani Garam

Sementara, saat kunjungannya ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sandiaga mendapat keluhan dari para petani garam. Mulai dari soal harga, infrastruktur hingga impor garam.

“Baru pertama kali ini calon wakil presiden menyambangi petani garam yang sangat butuh perhatian pemerintah. Kami minta jika bapak nanti terpilih segera stop impor garam dari Australia dan India,” kata Ketua Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia (APGASI) Syaiful Rahman, Senin 21 Januari 2018.

Satu persatu petani mencurahkan keinginan untuk lebih sejahtera mengais rezeki dari menjadi petani garam.

“Dari tahun ke tahun nasib petani garam semakin memprihatinkan. Maka nanti bapak Sandiaga terpilih, mohon perhatikan petani garam,” jelasnya.

Oleh karena itu, apabila Sandiaga nanti terpilih sebagai wakil presiden diharapkan memilih menteri yang berpihak kepada petani garam. Supaya nasib petani garam menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya demi meningkatkan kesejahteraan mereka.

Selain itu, kebutuhan infrastruktur untuk petani garam memang perlu dipenuhi, seperti, irigasi dan jalan agar saat hendak mengangkut garam mobil bisa dekat tambak. Karen jika tidak ada jalan yang bisa dilintasi truk, petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar kuli angkut.

“Harga garam sudah murah, kami masih harus mengeluarkan biaya angkut. Ya tetap saja sengsara petani garam ini,” kata Ahmad Sukardi, salah seorang petani garam asal Kabupaten Sampang.

Sandiaga mengaku prihatin sekali terhadap nasib petani garam di Pulau Madura. Maka seharusnya ada solusi bagi mereka, karena 60 persen konsumsi garam di Indonesia itu dari Pulau Madura.

“Saya berkomitmen, jika nanti terplilih akan pilih menteri-menteri yang berpihak kepada rakyat. Tidak menyia-nyiakan petambak garam, seba kami dipilih oleh rakyat dan tidak akan mengkhianati rakyat,” kata Sandi.

Reporter: Mohamad Fahrul, Dian Kurniawan

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: