Hamka Hamzah Pemain Terbaik Piala Presiden 2019

Gelar pemain terbaik di edisi kali ini, diraih Hamka Hamzah. Bek tangguh Arema FC ini meraih hadiah Rp 250 juta

Hamka memang termasuk pemain berpengalaman dan berkualitas. Ia juga efektif saat menyerang. Dia bisa memanfaatkan bola-bola mati dengan baik dan bantu timnya mncetak gol.

Sementara itu, Irfan Jaya (Persebaya), terpilih jadi pemain muda terbaik Piala Presiden 2019. Irfan menerima hadiah 150 juta rupiah

Y Terduga Teroris yang Tewas Bunuh Diri Juga Bakal Dinikahi Abu Hamzah

Liputan6.com, Jakarta – Terduga teroris berinisial Y alias Khodijah (39) ternyata juga akan diperistri Husain alias Abu Hamzah, tersangka terorisme di Sibolga, Sumatera Utara. Wanita yang ditangkap di Klaten, Jawa Tengah itu tewas diduga bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai saat ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Y merupakan satu jaringan dengan Abu Hamzah atau AH. Mereka telah merencanakan amaliyah atau teror dengan target aparat keamanan.

“Dan hasil pemeriksaan ternyata AH akan mempersunting dua orang, baik yang ditangkap di Tanjungbalai atas nama R alias Syuhama, dan termasuk Y alias Khodijah ini mau diperistri oleh AH,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).

R alias Syuhama juga telah ditangkap Densus 88 di Tanjungbalai, Sumatera Utara bersama seorang terduga teroris lain berinisial M pada Rabu 13 Maret lalu. R merupakan janda terduga teroris bernama Andre yang tewas saat ditangkap di Tanjungbalai pada Oktober 2018 lalu.

“Seperti yang saya sampaikan dulu, pelaku-pelaku terorisme terutama perempuan memiliki militansi yang luar biasa, baik yang suicide bomber di Sibolga dan saudari Y. Yang bersangkutan rela meninggalkan suami dan anaknya, bahkan rela gadaikan rumah dan tanahnya,” kata Dedi.

Muslim New Zealand Ditembaki, Fahri Hamzah: Islamophobia Bahayakan Masa Depan Umat Manusia

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghentikan kebencian terhadap sesama, agar tidak ada lagi korban berjatuhan seperti yang dialami puluhan umat muslim New Zealand, yang dibantai secara keji pada Jumat (15/3) kemarin.

“Sejak kemarin, kita membersamai luka yang dalam, saudara-saudara kita Muslim New Zealand yang mengalami pembantaian secara kejam. Pembantaian itu betul-betul biadab, dan tidak berprikemanusiaan,” kata Fahri Hamzah dalam pesan singkatnya yang diterima wartawan, Sabtu (16/2/2019).

Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu juga mengingatkan bahwa ideologi Islamophobia berbahaya bagi masa depan umat manusia. Karenanya, dia mengajak seluruh elemen masayarat menghentikan kebencian kepada sesama agar tiada korban selanjutnya.

“Pelaku itu adalah Islamophobia. Karena itu, aparat setempat harus menindak tegas atas perbuatanya tersebut,” kata Fahri yang juga menyampaikan duka mendalam atas peristiwa pembantaian di dua masjid di New Zealand, dan berharap keluarga korban diberi ketabahan.

Untuk diketahui, korban tewas dalam penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, New Zealand, sebanyak 49 orang. Kepolisian Selandia Baru menyebut penembakan brutal itu “direncanakan sangat matang”. Pelaku melakukan penembakan sambil live streaming atau menyiarkan secara langsung melalui gawainya.

Empat orang yang terdiri dari tiga pria dan satu wanita, telah ditangkap otoritas setempat terkait pembantaian ini. Identitas keempatnya belum diungkap ke publik.

Dalam konferensi pers, Bush menyatakan baru satu orang yang dijerat dakwaan pembunuhan terkait penembakan brutal ini.

Teroris Wanita yang Ditangkap di Klaten Rencanakan Aksi Bareng Abu Hamzah

Liputan6.com, Jakarta – Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial Y alias Khodijah di Klaten, Jawa Tengah, Kamis 14 Maret 2019 sore. Diduga, wanita tersebut terlibat dalam perencanaan amaliah atau aksi teror bersama terduga teroris di Sibolga, Husain alias Abu Hamzah (AH).

“Y sudah merencanakan juga bersama AH. Dia itu akan melakukan amaliyah bersama AH. Jadi yang di Klaten berhubungan sama di Sibolga juga,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Aksi teror tersebut rencananya juga akan diikuti oleh terduga teroris berinisial R alias Putra Syuhada yang lebih dulu ditangkap di rumahnya di Lampung pada Sabtu 9 Maret 2019 lalu atas laporan orangtuanya.

“Mereka ini ialah kelompok satu jaringan, dari Lampung, Sibolga, dan Klaten,” tutur Dedi.

Bahkan dalam rencana ini, Y merupakan inisiator amaliyah dengan menghubungi Abu Hamzah, Putra Syuhada, dan SH. Rencananya aksi teror tersebut akan dilakukan di Jawa.

Namun polisi belum bisa memastikan secara rinci kapan dan di mana aksi teror tersebut akan dilakukan. Yang pasti, sasaran amaliah kelompok teroris adalah aparat keamanan, terutama kepolisian.

Ternyata Abu Hamzah Tanam 4 Bom Ranjau di Halaman Rumah

Jakarta – Terduga teroris Husain alias Abu Hamzah menanam 4 bom ranjau di halaman rumahnya di Sibolga, Sumut. Satu bom meledak dan melukai satu personel polisi saat berupaya melakukan penggeledahan, Selasa (12/3).

“Ada 4 buah bom yang sudah tertanam di halaman rumah sebagai bom ranjau,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Dari rumah Abu Hamzah di Jl KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, polisi menyita banyak barang bukti aykni 2 bom pipa, 4 buah casing tabung pipa dari LPG, 100 kg flash powder, 2 bom pipa tabung termasuk 1 bom pipa elbow.

“Kemudian dari hasil olah TKP kemarin, tim berhasil mengamankan 5 buah bom kontainer yang tadi jam 08.00 WIB sudah dilakukan disposal. Kemudian hari ini tinggal sisa-sisanya saja disterilisasikan,” sambung Dedi.

Abu Hamzah diciduk pada Selasa (12/3) siang. Penangkapan terduga teroris di Sibolga merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris berinisial R di Lampung pada Sabtu (9/3).

“Yang jelas sasarannya aparat keamanan. Musuh utamanya kepolisian karena kepolisian yang melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris,” ujar Dedi, Rabu (13/3).

(fdn/fdn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketua DPR Bertemu Pengurus Garbi, Fahri Hamzah Ikut

Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menerima kedatangan pengurus Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi). Dalam pertemuan itu, Bamsoet dan pengurus Garbi membahas berbagai persoalan terkait Pemilu 2019.

Pertemuan itu digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/3/2019). Pengurus Garbi yang hadir antara lain Ketua Umum Sutriyono, Bendahara Fikri, Ketua Ideologi dan Penggalangan Ananto.

Selain itu, juga hadir Ketua Garbi DKI Jakarta Feri, Ketua Garbi Jawa Barat Nandang Burhanduin, Ketua Garbi Yogyakarta Luthfi, dan Ketua Garbi Jawa Tengah Fris.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut pertemuan itu. Namun dia pamit untuk memimpin rapat.

“Kita berharap pasca 17 April 2019 bangsa Indonesia tetap berada dalam satu naungan kebangsaan. Karenanya, kita harus antisipasi berbagai gejolak yang bisa merobek persaudaraan. Jika ada kelompok yang ingin melakukan upaya mendeligitimasi hasil Pemilu, artinya mereka sedang menjegal kedaulatan rakyat. Kita tak boleh biarkan hal itu sampai terjadi,” kata Bamsoet.

Bamsoet menaruh harapan besar kepada Garbi untuk memperkuat pengawasan dari sisi civil society. Selain itu, dia berharap Garbi bisa mengajak masyarakat agar menggunakan hak pilih.

“Tak hanya dari sisi civil society, para anggota Garbi yang muda, smart, dan militan ini juga bisa mewarnai wajah partai politik agar menjadi lebih dinamis. Ide, gagasan dan cara pandang anak-anak muda dalam melihat dunia perlu diresapi oleh partai politik,” ujar politikus Golkar itu.

Hal senada diungkapkan Sutriyono. Ia menyebut saat ini ada ‘aura pembelahan’ di masyarakat.

“Kita dialogkan beberapa hal dalam pertemun tersebut, pertama terkait situasi publik terkini menjelang pemilu. Kami sampaikan adanya aura pembelahan di masyarakat yang sudah sangat parah, dan berdampak negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Sutriyono.

Dia mengatakan Garbi menginginkan pemilu yang kualitas dan berjalan dengan kondusif. Sutriyono berbicara soal persatuan bangsa.

“Sebenarnya yang lebih penting setelah tanggal 17 April sikap kita sebagai bangsa tetap bersatu sebagaimana sebelumnya,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, Sutriyono menyebut Garbi juga ingin mengajak semua entitas bangsa untuk memajukan Indonesia. Menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar.

“Kita harus yakin bangsa ini bisa menjadi lima besar kekuatan dunia dari sisi ekonomi, militer, dan teknologi. Kita juga sampaikan idealnya masyarakat ke depan adalah masyarakat yang religius, berepengetahuan, sejahtera dan demokratis,” ucap Sutriyono.
(tsa/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Fahri Hamzah Rela Ajukan Diri Jadi Penjamin Ratna Sarumpaet

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah membenarkan bahwa dirinya telah menjadi penjamin terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet untuk mengajukan tahanan kota. Fahri menegaskan, pengajuan ini dilakukan dengan suka rela.

“Saya yang ajukan diri,” kata Fahri pada wartawan, Selasa (12/3/2019).

Dia menilai saat tidak ada alasan apa pun untuk bisa menahan Ratna Sarumpaet. Penahanan ini, lanjutnya, akan memberikan efek negatif terhadap pemerintahan Jokowi.

“Jadi sebaiknya melapaskan Ratna Sarumpaet demi kemanusian,” ungkapnya.

Tambahnya, kasus Ratna seharusnya dihentikan. Tetapi karena sudah masuk persidangan dia berharap majelis hakim bisa bertindak sesuai hati nuraninya.

“Tapi karena kasusnya sudah masuk pengadilan ya sudah lah, kita percaya Hakim diketuk nuraninya untuk membebaaskan beliau,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Joni dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), pada Rabu 6 Maret 2019 telah menolak permohonan tahanan kota bagi terdakwa Ratna Sarumpaet. Meskipun demikian, Ratna mengaku akan kembali mengajukan hal tersebut.

“Masih diajukan lagi nanti (untuk tahanan kota). Waktu itu kan sudah ditolak, nanti kita ajukan lagi,” ujar Ratna di Polda Metro Jaya usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (12/3).

Dia menyebut kalau dirinya ada orang baru yang akan jadi penjamin. “Karena ada juga penjamin baru ya Fahri Hamzah,” kata Ratna Sarumpaet.

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com

Jokowi Desak-desakan Naik KRL, Fahri Hamzah: Ya ini Kan Musim Kampanye

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore tadi desak-desakan naik KRL saat pulang ke Bogor, Jawa Barat, usai melaksanakan sejumlah agenda kerja. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai apa yang dilakukan Jokowi ini konteksnya kampanye.

Fahri mengatakan, meski desak-desakan dengan penumpang KRL, Jokowi dia yakini aman. Sebab Paspampres pasti melakukan pengamanan maksimal terhadap kepala negara.

“Pasti aman. Semua perjalanan presiden itu ada UU dan aturannya. Ada protokolernya. Kalau dilanggar bisa kena hukum. Dalam keadaan cuti pun pengamanan maksimal. Terbuka dan tertutup,” kata Fahri kepada detikcom, Rabu (6/3/2019) malam.
Meski demikian, Fahri memandang aksi Jokowi naik KRL tersebut tak lebih dari sekadar pencitraan jelang Pilpres 2019. “Ini konteksnya kampanye seperti Pak sandi masuk pasar,” ujarnya.
“Ya ini kan musim kampanye. Hampir 5 tahun tinggal di Bogor kan baru sekarang (naik KRL-red),” sambung Fahri.

Ada masyarakat yang berpandangan aksi Jokowi ini bagus untuk kampanye agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Namun menurut Fahri, jika transportasi umum sudah baik, masyarakat secara otomatis akan pindah tanpa disuruh.

“Transportasi umum itu kalau ada dan nyaman orang otomatis pindah. Tapi kalau desakan kayak gitu siapa yang mau pindah kecuali untuk media,” ucapnya.
(hri/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Fahri Hamzah Desak KPU Jawab Persoalan DPT 15 Juta Data Invalid

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjawab permasalahan 15 juta Data Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 yang invalid. Menurutnya publik perlu tahu dengan penjelasan detail soal data-data tersebut.

“Jangan bilang ini ada upaya untuk mendiskreditkan, eh jawab, kamu digaji untuk menjawab, jangan menyerang orang yang mengkritik KPU dong, jawab! Sederhana kok ini ngomong begitu, jelas aja, oh ini penjelasannya. Itu begini penjelasannya,” kata Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Fahri juga mengkritisi KPU yang tidak memiliki juru bicara sendiri. Sehingga para komisionernya sering memiliki pernyataan yang berbeda-beda.

“Dan kaya sekarang ini jeleknya KPU engga ada jubirnya, semua itu komisionernya ngomong, beda-beda dan gitu Mendagri dengan mereka berantem juga,” ungkapnya.

“KPU komplain soal Kemendagri, Dukcapil komplain soal KPU, ini penyelenggara pemilunya engga ada kompak, karena engga ada yang mimpin,” sambungnya.

Dia pun meminta KPU lebih terbuka terkait dengan data invalid jelang-jelang pemilu saat ini. Sebab, jika tidak akan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

“Orang lihat ruang kecurangan karena KPU engga mau terbuka, ngomong dong, ya kan. Jangan bikin orang was-was sampai hari pencoblosan. 15 juta loh. Kalau invalid 15 juta itu ada itu udah curang,” ucap Fahri Hamzah.

2 dari 2 halaman

Uji Forensik IT KPU

Sebelumnya, Fahri Hamzah menyatakan sepakat dengan usulan agar dilakukan uji forensik terhadap sistem IT KPU untuk mencegah kecurangan. Usulan uji forensik ini disampaikan Amien Rais saat berorasi di depan Kantor KPU RI beberapa hari lalu.

Bahkan, Fahri menyebut ada sekitar 15 juta Daftar Pemilih Tetap invalid. Hal ini disampaikan usai menghadiri deklarasi Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (3/3).

“Jadi saya sudah baca data-datanya. Rupanya memang data-data DPT itu banyak yang aneh. Jadi misalnya invalid, jumlahnya 8-9 persen dari 192 juta pemilih. Itu 8 sampai 9 persen itu besar, itu bisa sampai 15 juta,” ujarnya.


Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com


Saksikan video pilihan berikut ini:

Fahri Hamzah: PKS Lebih Dekat dengan Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang diinisiasi Fahri Hamzah menggelar deklarasi untuk cabang DKI Jakarta. Dalam kesempatan ini hadir sejumlah politikus seperti Ketua Umum dan Sekjen PAN, Zulkifli Hasan dan Eddy Soeparno serta Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

Selain PAN dan Gerindra, Fahri Hamzah mengaku juga mengundang PKS namun Presiden PKS maupun petinggi lainnya tak terlihat hadir. Fahri pun menyinggung bahwa PKS sebenarnya lebih dekat dengan Jokowi.

“Semua diundang, PKS juga diundang. Tapi PKS ini kan menurut saya dengan Jokowi lebih dekat. Kenapa? Karena feodal, enggak terbuka, enggak berani apa adanya. Dan kalau saya boleh ngomong, PKS itu terutama pimpinannya lebih menginginkan Jokowi dari awal. Saya ini kan dipecat gara-gara mereka mulai masuk istana kan,” kata dia di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (3/3).

Absennya PKS dalam acara ini menurutnya karena merasa tidak cocok dengan Garbi. Fahri juga menuding orang-orang PKS tak berani berdiskusi.

“Memang enggak cocok, mereka enggak terbuka. Karena mereka enggak berani diskusi, enggak berani terbuka, orangnya tertutup, enggak berani ngomong. Apa-apa nunggu perintah dari atas, ya enggak bisa. Ini zaman baru,” jelasnya.

Dalam sambutannya saat deklarasi, Fahri juga menyinggung pihak-pihak yang membenci ormas bentukannya. Terkait siapa pihak yang disindir, Fahri membantah bahwa pihak pembenci tersebut adalah PKS.

“Bukan (PKS). Mereka tidak menganggap khazanah yang positif. Karena mereka enggak bisa. Orang-orang Garbi ini kan egaliter, terbuka, berani, enggak nunggu komando, orangnya inisiatif. Pokoknya kultur yang dibangun kultur yang lebih kosmopolitan lah. Tapi kalau pimpinannya itu feodal, enggak mau ngomong, enggak mau terbuka, ya enggak bisa cocok sama kita,” tutup Fahri Hamzah.


Reporter: Hari Ariyanti

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: