Edy Rahmayadi: Ada yang Bilang Saya Sombong, Padahal Saya Memang Begini

Medan – Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta wartawan mendukung program dan langkahnya bersama wakil gubernur membangun daerah itu. Ia mengaku tidak bisa berbohong.

“Jangan perkataaan saya selalu salah. Saya tidak mungkin bicara dan bertindak kalau tidak ada dasarnya,” ujarnya saat berbicara pada Silaturahmi Insan Pers Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut dengan wartawan sebagaimana dilansir Antara, Jumat (1/3/2019).

Ia menegaskan, dirinya tidak mungkin bisa meninggalkan wartawan karena perlu informasi dan memberitakan banyak hal. Oleh karena itu, ujar Edy, dia tidak pernah mau saat ada usulan melakukan somasi ke media yang membuat berita yang salah.

Tetapi, katanya, wartawan tidak boleh juga menghambat misi membangun desa menata kota.
“Ada yang bilang saya sombong. Padahal saya memang begini tampilannya,” katanya.

Dia menegaskan, tidak bisa berbohong sehingga saat ditanya wartawan, kalau tidak tahu, ia bilang tidak tahu.

Edy memberi contoh saat debat calon gubernur lalu, dia mengakui tidak tahu apa stunting. Namun setelah itu, saya belajar tentang stunting dan akhirnya mengetahui jelas tentang hambatan dalam pertumbuhan anak.

“Saat cape, saya mengadu kepada Tuhan saya. Ayo marilah bergandengan tangan membangun Sumut dengan saat ini, saya sebagai nahkoda,” ujar Edy.

Menurut Edy, jika nantinya dia tidak sanggup mengemban amanah rakyat sebagai gubernur, dia akan “lempar handuk”.

“Tapi saya belum lagi bekerja, jadi mari bergandengan tangan membangun Sumut,” ujar Edy.
(asp/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mengenal Anoreksia Seksual, Kala Pasangan Tak Ada Nafsu Bercinta

Liputan6.com, Jakarta Kalau mendengar kata anoreksia, tentunya kita berpikir tentang kelainan dalam makan. Namun, bagaimana dengan anoreksia seksual?

Istilah anoreksia seksual ini ternyata ada dan dipopulerkan oleh pakar seks Patrick Carnes. Menurut Carnes anoreksia seksual adalah penghindaran kompulsif terhadap aktivitas seks dan hal-hal yang berhubungan dengan seks.

Dalam bukunya, Sexual Anorexia: Overcoming Sexual Self-Hatred, Carnes memasukkan anoreksia seksual sebagai bentuk kecanduan seks.

Carnes menjelaskan, anoreksia berarti tanpa nafsu makan (anoreksia berasal dari kata Yunani, orexis), jadi anoreksia seksual mengacu pada kurangnya nafsu seksual.

“Apa yang membuatnya menjadi bentuk kecanduan adalah penghindaran kompulsif dari seks,” katanya.

Lantas siapa saja yang bisa mengalaminya? Menurut Carnes, masalah soal gairah bercinta ini bisa memengaruhi pria maupun wanita.

2 dari 2 halaman

Bukan diagnosis resmi

Korban pelecehan seksual di masa lalu atau penolakan seksual paling sering terpengaruh dan seringkali tidak mengetahui alasan kesulitan mereka dalam berhubungan seks.

“Individu dengan anoreksia seksual mungkin juga memiliki masalah bersamaan dengan kecanduan lainnya, seperti kecanduan makanan, kecanduan zat, dan masalah obsesif atau didorong oleh kecemasan lainnya.”

Seseorang yang anoreksia seksual, kata Carnes, bisa melakukan hubungan seksual sesekali. Misalnya saja seorang anoreksia seksual mungkin tidak melakukan hubungan seksual kecuali ketika dia mabuk. Dalam hal ini, batas-batas kaku dalam berekspresi seksual hancur ketika hambatan diturunkan.

Terlepas dari kebencian mereka pada seks, lanjut Carnes, anoreksia seksual mungkin terlibat dalam hubungan seksual, termasuk pernikahan. Meskipun kualitas hubungan tersebut kemungkinan akan terganggu dengan menghindari seks.

Walau begitu, definisi anoreksia seksual bukan diagnosis resmi dalam American Psychiatric Association (APA)’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Namun, terapis seks, konselor pasangan, dan psikolog sudah mengenal dengan baik kondisi penghindaran seks ini.

“Jika Anda atau pasangan mengalami kesulitan dengan perasaan Anda tentang seks atau ekspresi seksual, Anda mungkin bisa mendapatkan rujukan ke terapis seks,” pesan Carnes.



Saksikan juga video menarik berikut

Trump dan Kim Jong-Un Awali KTT Vietnam dengan Pertemuan Empat Mata

Hanoi – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un untuk kedua kalinya bertemu. Pertemuan puncak (KTT) yang digelar di Hanoi, Vietnam ini diawali dengan pertemuan empat mata antara Trump dan Kim Jong-Un.

Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Rabu (27/2/2019), pertemuan kedua ini digelar di Hotel Metropole — hotel era-kolonial berusia 118 tahun — di Hanoi pada Rabu (27/2) sore.

Dalam momen ini, Trump dan Kim saling berjabat tangan lalu berpose bersama di depan deretan bendera nasional AS-Korut. Keduanya kompak tersenyum di hadapan para wartawan internasional yang mengabadikan foto mereka dan sibuk meneriakkan pertanyaan.

Kepada wartawan, Trump menyatakan pembicaraannya dengan Kim akan sangat sukses. Dia juga menegaskan dirinya ‘tidak akan mundur dari denuklirisasi’.
Saat ditanya apakah akan ada deklarasi mengakhiri Perang Korea, seperti diindikasikan sebelumnya, Trump menjawab: “Kita lihat saja.”

“Kami mampu mengatasi seluruh hambatan dan di sinilah kami hari ini,” ucap Kim saat dirinya dan Trump duduk bersama untuk pertemuan singkat.

Trump kemudian menjanjikan Korut ‘masa depan hebat bagi negara Anda’ dalam pembicaraan pertamanya dengan Kim di Hanoi. “Saya pikir negara Anda memiliki potensi ekonomi yang luar biasa besar,” ujar Trump kepada Kim yang duduk di sebelahnya, seperti dilansir CNN.

“Saya pikir Anda akan memiliki masa depan hebat bagi negara Anda, Anda seorang pemimpin besar,” imbuhnya. “Kita akan membantu mewujudkan itu,” ujarnya lagi.

Dalam pertemuan kedua di Hanoi ini, Trump dan Kim mengawalinya dengan sesi one-on-one atau pertemuan empat mata selama 20 menit di Hotel Metropole. Selanjutnya, keduanya akan menghadiri makan malam bersama dengan para jajarannya.

Trump dilaporkan akan didampingi Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Gedung Putih, Mick Mulvaney. Sedangkan Kim Jong-Un akan didampingi utusan pentingnya, Kim Yong-Chol dan Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong-Ho.

Pertemuan penting antara pemimpin AS dan Korut ini akan dilanjutkan pada Kamis (28/2) besok. Agenda pertemuan tidak diungkapkan secara jelas kepada media. Gedung Putih hanya menyebutkan bahwa Trump dan Kim akan ‘bolak-balik’ menggelar sejumlah pertemuan sepanjang Kamis (28/2) besok. Namun, soal waktu maupun lokasi pertemuan belum diumumkan.

Trump dan Kim Jong-Un bertemu untuk kedua kalinya di VietnamTrump dan Kim Jong-Un bertemu untuk kedua kalinya di Vietnam Foto: REUTERS/Leah Millis

(nvc/bar)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dicekik Tarif Kargo Udara, 4 Perusahaan Logistik Gulung Tikar

Jakarta – Tarif kargo udara yang meningkat tajam membuat perusahaan-perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos dan logistik di Indonesia tertekan. Imbasnya, sejumlah perusahaan logistik tersebut bahkan sampai gulung tikar alias menutup usahanya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia Budi Paryanto dalam diskusi di Hotel Millenium Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019). Kenaikan tarif muatan udara disebut mencapai lebih dari 300%.

“Yang bergabung dengan Asperindo melaporkan ada empat perusahaan yang mereka mengalami kebangkrutan dan mulai akan menutup operasionalnya. Dua di Pekanbaru, satu di Palembang dan satu di Jakarta,” katanya.


Keempat perusahaan itu kata dia mengalami hambatan dalam menghadapi gejolak kenaikan tarif kargo udara. Biaya pengiriman yang ikut dinaikkan lantas menurunkan jumlah pengiriman yang akhirnya membuat daya tahan perusahaan goyah dan memilih untuk menutup operasional.

“Yang daya tahannya bagus mereka masih bisa bertahan, tapi yang kecil sudah goyang. Mereka sudah mulai merumahkan karyawan, tinggal proses administrasi penutupan perusahaan saja,” jelas Budi.

Naiknya tarif kargo udara sendiri diantisipasi perusahaan dengan mengandalkan pengiriman lewat moda lain seperti darat, kereta api dan laut menggunakan kapal. Peralihan angkutan pengiriman dari udara diestimasi telah mencapai 50%.

Sementara sisanya saat ini adalah pengiriman jarak jauh. Untuk rute jarak jauh, Budi bilang perusahaan masih mengandalkan kargo udara.

“Ini pilihan bisnis. Ketika kita tidak bisa menggunakan transportasi udara akibat harganya tinggi, kami harus alihkan ke angkutan darat. Jadi ini pilihan bisnis,” ungkapnya. (eds/ara)

Menebak Kepribadian Seseorang yang Takut Berbicara di Depan Umum

Liputan6.com, Jakarta – Apakah kamu salah satu orang yang takut public speaking atau berbicara di depan umum? Memang, berbicara di depan umum bagi segelintir orang bukanlah hal yang mudah dilakukan, bahkan ada juga yang menganggapnya sebagai momok. 

Tentu banyak hambatan-hambatan yang membuat seseorang tidak berani berbicara, di antaranya munculnya rasa gugup, tidak percaya diri, minder, bahkan merasa tidak memiliki kemampuan untuk berbicara didepan umum.

Namun, tahukah kamu bahwa ternyata ketakutan bicara di depan umum bisa mengungkap kepribadian seseorang?

Menurut Fear Of encyclopedia, mayoritas orang yang punya masalah public speaking adalah orang yang minder, kurang percaya diri namun menginginkan kesempurnaan dalam segala hal yang mereka lakukan. Ternyata orang yang takut bicara di depan umum adalah orang perfeksionis.

2 dari 2 halaman

Takut Akan Kegagalan

Bicara di depan umum membuat mereka ketakutan akan penilaian orang dan takut akan kegagalan. Orang seperti ini terus mencari pengakuan dari orang lain dengan cara lain, selain bicara di depan umum, seperti misalnya meraih prestasi di bidang akademik, ilmu pengetahuan dan lainnya, yang sekiranya tidak perlu menghadapi banyak orang.

Meski banyak hambatan ketika ingin memulai berbicara di depan umum, tapi sesungguhnya orang-orang dengan tipe ini hanya ingin kesempurnaan dalam apapun yang mereka lakukan. Nah, apakah kamu termasuk tipe kepribadian seperti ini?

Reporter:

Febi Anindya Kirana

Sumber: Fimela.com

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Demokrat Bali Dukung AHY Jadi Suksesor SBY

Denpasar – Ketua DPD Demokrat Provinsi Bali, Made Mudarta mengakui ada aspirasi untuk mendorong Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi nakhoda partai berlambang mercy itu. Mudarta menyebut kepemimpinan AHY sebagai Ketua Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) memang patut diacungi jempol.

“Memang ada aspirasi, Demokrat kalau pergantian ketum, itu kan forumnya kongres, kongres itu kan tahunnya 2020 jadi masing-masing ada forumnya. Momentum sangat tepat mas AHY ketua Kogasma beliau memberikan support karena sangat digandrungi oleh anak-anak muda kan,” ujar Mudarta via telepon, Rabu (27/2/2019).

Mudarta mengatakan aspirasi untuk mengusung AHY menggantikan ayahnya. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai nakhoda Demokrat akan dibawa saat Kongres Demokrat berlangsung. Saat ini dia menyebut Demokrat Bali tengah fokus untuk memenangkan para caleg yang diusung.

“Ada aspirasi seperti itu, tapi fokusnya kita ke pemenangan itu. Aspirasi kita catat, tapi momentumnya nanti 2020 pada saat forum kongres,” ujarnya.

Selama ini meski SBY tengah sibuk menemani istrinya Ani Yudhoyono menjalani pengobatan di Singapura, Mudarta mengaku koordinasi pemenangan Pileg dan Pilpres tetap berjalan lancar. Menurutnya struktur partai Demokrat juga sudah lengkap dan bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

“Mas AHY sekarang sudah dikukuhkan sebagai Ketua Kogasma Partai Demokrat, semacam komando operasional pemenangan partai demokrat, istilahnya panglima komando di lapangan. Kalau Ketum kan pak SBY, walaupun beliau ada di Singapura memberikan support istrinya Bu Ani tapi beliau terus support komando, karena struktur partai kita sudah lengkap di lapangan,” urainya.

“Masing-masing ketua DPD, DPC tiap kabupaten/kota juga sudah ada panglimanya. Ya sekarang komando bisa via telepon, WhatsApp, kan zaman sudah canggih, selain itu caleg sudah bekerja di Dapil masing-masing. Caleg kan punya tim kampanye, relawan, mereka sudah bekerja sesuai tugas masing-masing. Demokrat kondisinya sudah bagus, aman terkendali,” sambungnya.

Mudarta juga memastikan kesibukan keluarga SBY merawat Ani di Singapura tak menjadi hambatan. Koordinasi tetap berjalan lancar.

“Mas AHY lah komandan operasional di lapangan sudah bagus. Sudah bagus beliau kontak setiap DPD, DPC. Komunikasi kita dengan Pak SBY, AHY Mas Ibas selaku ketua bapilu sudah bagus komunikasinya, sudah bagus,” ucap Mudarta.

Isu Partai Demokrat (PD) berganti nakhoda santer terdengar via jejaring WhatsApp atau WA. Disebutkan alasan pergantian pimpinan PD itu lantaran SBY tengah sibuk mengurus istrinya Ani Yudhoyono, yang tengah perawatan untuk melawan kanker darah.

Wasekjen PD Andi Arief menyebut memang ada keinginan dari para kader dan pimpinan PD di daerah agar SBY fokus mengurus Ani Yudhoyoni. Ada suara yang berharap AHY berperan lebih banyak lagi.

“Memang sekarang ada keinginan DPD dan kader agar SBY konsentrasi mengurus Ibu Ani, lalu AHY memimpin kemenangan Pileg. Jadi cuma kosnentrasi menang Pileg. Ketum tetap SBY sampai kongres 2020,” tutur Andi.

(ams/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Malaysia Saja Bisa Gratiskan Tol, Bagaimana RI?

Jakarta – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad serius mewujudkan janji politiknya untuk menggratiskan tarif jalan tol di negara yang dipimpinnya sekarang.

Ada beberapa ruas jalan tol yang tengah dinegoisasikan pemerintahan Mahathir dengan pemegang konsesi jalan bebas hambatan itu.

Mahathir bahkan bakal menerapkan beberapa kebijakan tarif baru pada beberapa ruas yang nantinya akan digratiskan tersebut.

Malaysia saja bisa, bagaimana dengan Indonesia? Berikut ulasannya: (hek/ang)

Ma’ruf Amin Puji Garuda Muda Juarai Piala AFF U-22

Liputan6.com, Jakarta – Timnas Garuda Muda berhasil menjuarai Piala AFF U-22 setelah mengalahkan Thailand dengan skor 2-1 dalam laga final di Stadion Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019).

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin mengucapkan selamat kepada perjuangan skuat asuhan Indra Sjafri itu. Dia memuji penampilan Marinus Maneware Cs.

“Saya memang berharap tadinya bisa menang 2-0 tapi dikasinya cuma 2-1. Itu sudah kita syukuri karena kita sudah mulai masuk jalur kemenangan,” kata Ma’ruf usai nonton bersama di Banjar, Jawa Barat, Selasa (26/2/2019).

Ma’ruf Amin juga bicara bagaimana penampilan skuat U-22. Menurutnya anak muda ini banyak potensi untuk berkembang lebih jauh.

“Anak-anak kita bermain bagus, memanfaatkan setiap peluang. Saya kira memang kita masih perlu genjot, selain tentu kemampuan teknikal tapi juga pertahanan, harus, staminanya harus diperkuat lagi,” tutur Ketum MUI itu.

Lebih jauh Ma’ruf berharap kemenangan timnas tidak berhenti di sini. Kalau bisa, di masa mendatang Indonesia berlaga di pentas World Cup. Menurutnya Indonesia bisa mengejar Korea Selatan dan Jepang yang dulu setara dengan Indonesia.

“Permainan kita terus menanjak kita tidak hanya di tingkat Asia tetap bisa juga lebih masuk ke tingkat lebih jauh yaitu ke tingkat dunia, ke World Cup,” kata Mustasyar PBNU itu.

2 dari 3 halaman

Mafia Bola

Ma’ruf pun menyoroti carut-marut mafia bola dalam negeri. Prestasi garuda muda ini menunjukkan bahwa Indonesia bisa tampil baik meski dirundung masalah. Dia pun berharap kasus mafia ini segera tuntas.

“Makanya hambatan-hambatan yang sifatnya teknis psikologis, hambatan organisatoris, itu harus dihilangkan semua. Dan itu optimis bahwa sepakbola kita akan baik,” tegasnya.

Ma’ruf menyempatkan menonton laga final di sebuah rumah yang menjadi tempat bermalam. Dia ditemani istri, Wury Estu Handayani nonton bareng laga final bersama santri, pengawal, dan awak media di sela safari di Jawa Barat.

Ma’ruf mengaku sangat tegang selama menonton. Sebab Indonesia tertinggal lebih dahulu di babak kedua dari Thailand. Namun, berhasil membalas dua angka dalam gol yang singkat.

“Makanya penonton walaupun deg degan di awal, tapi kan gembira di akhir,” tandasnya.

Repoter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Benarkah Bukti Kasus Pelecehan Seksual Anak Sengaja Dilenyapkan dari Gereja Katolik?

Liputan6.com, Roma – Seorang Uskup Agung di Munich (Jerman), Kardinal Reinhard Marx, mengatakan kepada 190 pemimpin gereja yang berkumpul di Roma bahwa prosedur untuk menyelidiki dan menghukum para pendeta pedofil sering diabaikan.

“Arsip yang mendokumentasikan perbuatan mengerikan dan mengungkapkan identitas pelaku kejahatan seksual pada anak, telah sengaja dihancurkan, atau bahkan tidak dibuat,” katanya, seperti dikutip dari ABC Indonesia, Minggu (24/2/2019).

Komisi kerajaan Australia menemukan “asas kerahasiaan berlaku” di Gereja Katolik, dan dokumen tentang tuduhan pelecehan seksual anak seringkali tidak disimpan.

Peter Isely, dari Ending Clergy Abuse, mempertanyakan apakah para kardinal telah merujuk para uskup yang menutupi kejahatan ini kepada otoritas sipil. “Mereka telah menghancurkan bukti kejahatan terhadap anak-anak yang diperkosa. Kardinal Marx tahu siapa para pelaku itu,” ucap Isely.

Sementara itu, Vatikan dianggap memiliki berbagai lembaga untuk menyelidiki kejahatan pelecehan seksual anak ini, tetapi Kardinal Marx mengkritik penggunaan “asas rahasia kepausan” dalam beberapa kasus.

“Gereja tidak boleh beroperasi di bawah standar kualitas administrasi peradilan publik, jika tidak ingin menghadapi kritik bahwa gereja memiliki sistem hukum yang lebih rendah yang berbahaya bagi orang-orang,” ungkap Marx.

Sedangkan Uskup Agung di Brisbane, Mark Coleridge, mengklaim bahwa ia mengetahui adanya “penumpukan” kasus yang telah dirujuk ke penyelidik di Vatikan, termasuk beberapa kasus itu berasal dari Australia. “Saya tahu ada sesuatu yang menjadi hambatan … dalam arti saya pikir mereka telah kebanjiran kasus, mereka telah meminta semua kasus ini dilaporkan ke Roma,” akunya.

Salah satu pidato yang paling banyak mendapat perhatian dalam pertemuan Paus tentang perlindungan anak di bawah umur, disampaikan oleh salah satu dari sedikit wanita yang diundang untuk berpartisipasi dalam acara itu.

Suster Veronica Openibo, biarawati dari Nigeria, menegaskan bahwa Gereja Katolik harus bertanggungjawab atas kegagalannya. “Kita harus mengakui bahwa keadaan biasa-biasa saja, kemunafikan, dan rasa puas diri kita telah membawa kita ke tempat yang memalukan dan tidak bermartabat yang kita kenal sebagai gereja,” serunya.

Dia juga mengecam gereja, karena telah berlindung dibalik citra sebagai “penjaga standar moral” ketika kasus-kasus pelecehan seksual anak justru disembunyikan dari muka dunia.

Kisah-kisah tentang wanita yang telah mengalami pelecehan seksual di gereja menjadi terang benderang, termasuk pemerkosaan para biarawati.

Openibo menggarisbawahi bahwa ada “diskriminasi gender dan peran perempuan telah diabaikan di gereja.”

Pada pembukaan KTT itu, seorang wanita tak dikenal asal Afrika menceritakan kisahnya kepada para uskup dan menyampaikan, dia dihamili sebanyak tiga kali oleh seorang pemuka agama yang memperkosanya selama 13 tahun.

“Saya merasa hidup saya hancur,” kenangnya sembari berurai air mata.

Di samping itu, jurnalis veteran Vatikan, Valentina Alazraki, juga berpidato kepada para uskup bahwa media akan terus menjadi “mimpi terburuk” gereja jika mereka tidak segera menangani krisis ini.

“Laporkan hal-hal (pelecehan seksual) ketika Anda mengalaminya. Itu adalah satu-satunya cara, jika Anda ingin masyarakat mempercayai gereja ketika Anda mengatakan ‘mulai sekarang kita tidak akan lagi mentolerir dan menutup-nutupi’,” tegasnya.


Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Italia Dinilai Lamban

Berkali-kali selama berlangsungnya KTT Uskup pada akhir pekan ini di Roma, seorang korban pelecehan seksual anak bernama Alessandro Battaglia, mengutarakan kenangannya mengenai kejadian nahas yang dialaminya.

Dia berusia 15 tahun ketika seorang pendeta melecehkannya, dan pria itu baru-baru ini dinyatakan bersalah di pengadilan Italia.

Dari Milan, Alessandro Battaglia datang ke Roma untuk bertemu dengan para penyintas korban pelecehan imam gereja lainnya, untuk memprotes respons gereja terhadap krisis pelecehan seksual di kalangan gereja di Italia.

“Mereka ingin mengutamakan reputasi mereka dibandingkan kehidupan anak-anak. Ini cara hidup para kriminal,” ucapnya.

Pria berusia 23 tahun itu mengatakan, pemerintah Italia lamban untuk mengambil tindakan karena ikatan mendalam Italia dengan Gereja Katolik Roma. “Kondisi penangan kasus ini berbeda di Italia karena kami memiliki Vatikan di sini,” menurutnya.

Di sela-sela pertemuan puncak itu, ratusan umat Katolik datang ke Roma untuk mendesak Paus Fransiskus agar melibatkan lebih banyak orang awam dan perempuan dalam pengambilan keputusan.

Wanita-wanita Amerika dari Gerakan Pekerja Katolik berziarah untuk mendoakan para penyintas, termasuk Claire Schaeffer-Duffy dari Massachusetts.

“Ini adalah isyarat iman sebagai penyintas untuk berada di sini dan mengatakan kepada gereja Anda harus menghadapi ini,” pungkasnya. “Karena jika anda tidak memiliki keyakinan anda tidak akan datang, anda akan mengatakan lupakan mereka bahwa mereka hanya nasib buruk, saya akan pergi.”

Ayo Ramai-Ramai Menjaga Rinjani dari Ulah Setan Pembakar Lahan

Liputan6.com, Mataram – Ancaman kebakaran hutan selalu mengintai kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Pada musim kemarau, kobaran api bisa tiba-tiba muncul menghanguskan sabana dan pepohonan di pegunungan yang memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.

Hampir setiap tahun, api menghanguskan sebagian kawasan sabana dan pepohonan besar di atas gunug tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Pulau Sumatera dengan ketinggian 3.805 mdpl.

Meskipun demikian, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi NTB selama ini, termasuk di kawasan Gunung Rinjani, tidak separah di provinsi lainnya yang menyebabkan terjadinya kabut asap.

Data Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), ratusan hektare sabana hangus terbakar. Api membakar kawasan yang didominasi rumput ilalang pada 19 September 2015. Kejadian sejak siang hari tersebut berlangsung hingga beberapa hari lamanya, dilansir Antara.

Peristiwa serupa juga terjadi pada 9 Oktober 2017. Api membakar rumput ilalang dan pohon cemara saat panas tering matahari. Api begitu cepat menjalar ke segala penjuru kawasan TNGR. Total luas kawasan yang terbakar mencapai puluhan hektare.

Bahkan, kobaran api sempat mengarah ke pemukiman penduduk Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, yang posisinya berada di kaki Gunung Rinjani. Namun, petugas berhasil mencegahnya.

Perjuangan memadamkan api yang dilakukan petugas taman nasional bersama TNI-Polri dibantu warga lokal juga terjadi pada Juni 2018. Sekitar 20 hektare sabana hangus menjadi abu setelah terbakar api beberapa jam lamanya.

Menurut Kepala BTNGR Sudiyono, upaya memadamkan api di dalam kawasan Gunung Rinjani, relatif sulit. Pasalnya, lahan yang terbakar berada pada kemiringan yang sulit dijangkau oleh petugas.

Pemadaman api dilakukan dengan menyiramkan air menggunakan alat penyemprot sederhana (jet sutter). Pasokan air dibawa menggunakan mobil tangki ke dalam kawasan yang masih memungkinkan untuk masuk kendaraan roda empat.

BTNGR memiliki dua mobil tangki air untuk memadamkan api dan membantu penyiraman material longsor yang menutup badan jalan di sekitar lingkar Gunung Rinjani.

Namun, upaya pemadaman api menggunakan peralatan semprot terkadang menemui hambatan jika lokasi api jauh dari tempat parkir mobil tangki. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya sumber mata air di sekitar lokasi kebakaran.

Dalam kondisi demikian, upaya pemadaman dilakukan secara tradisional (gepyok) agar api tidak meluas. Petugas bersama warga memukul kobaran api yang membakar rerumputan dengan “gepyok” yang terbuat dari ranting pepohonan basah.

2 dari 3 halaman

Ulah Manusia

Setiap peristiwa kebakaran di dalam hutan Gunung Rinjani, selalu muncul dugaan terjadi akibat pembakaran lahan kebun di sekitar kawasan.

Ada juga dugaan disebabkan ulah manusia yang membuang puntung rokok ke areal sabana. Api akhirnya berkobar karena rerumputan yang kering mudah terbakar meskipun hanya terkena api dari puntung rokok.

Kebakaran seperti itu sering terjadi ketika musim pendakian. Rata-rata jumlah pendaki mencapai 2.000-an orang per hari. Namun, belum pernah ada warga yang diproses hukum. Pasalnya, pihak berwenang kesulitan mendapatkan bukti-bukti kuat, meskipun penyebab kebakaran diduga kuat karena perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.

Kebakaran Permukaan Menurut Sudiyono, kebakaran di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani masih tergolong kebakaran permukaan karena hanya membakar rerumputan kering.

Berbeda dengan di Kalimantan dan Sumatera tergolong kebakaran bawah karena menghanguskan lahan gambut.

Kebakaran permukaan memang tidak begitu berdampak besar terhadap habitat satwa. Pasalnya, hewan-hewan berukuran besar memiliki insting menyelamatkan diri ke kawasan yang ditumbuhi pepohonan besar ketika terjadi kebakaran padang rumput.

Namun, hal yang paling diantisipasi adalah kebakaran bawah menjadi kebakaran atas, yakni terbakarnya pepohonan hingga kobaran api menjulang tinggi.

Hal itu bisa terjadi jika api yang membakar padang rumput dibiarkan menjalar ke dalam kawasan hutan yang ditumbuhi pepohonan.

Apalagi, hal itu tidak ditangani serius. Kobaran api juga bisa merembet ke pemukiman padat penduduk yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani, khususnya desa-desa di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Aktivitas pendakian sudah ditutup sejak terjadinya rentetan gempa bumi dengan magnitudo 6-7 Skala Richter (SR) yang terjadi pada 29 Juli hingga sepanjang Agustus 2018. Untuk sementara, tidak ada manusia yang naik gunung hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Sepinya para pendaki tentu berpengaruh terhadap kecilnya potensi kebakaran akibat ulah pendaki yang membuang puntung rokok sembarangan di dalam kawasan sabana.

Namun, hal yang paling dikhawatirkan adalah pembakaran lahan kebun oleh warga tanpa memperhatikan bahaya yang bisa ditimbulkan. Jika aktivitas tersebut tidak dikontrol, api bisa merembet ke dalam kawasan taman nasional yang jaraknya dekat dengan lahan milik warga.

3 dari 3 halaman

Sosialisasi Bahaya Pembakaran Lahan

Untuk mencegah terjadinya kebakaran hebat, BTNGR terus menerus melakukan sosialisasi bahaya pembakaran lahan kepada masyarakat di 38 desa lingkar Gunung Rinjani.

Sosialisasi dilakukan oleh petugas yang tersebar di Resor Sembalun dan Joben, Kabupaten Lombok Timur, dan Resor Setiling di Kabupaten Lombok Tengah, serta Resor Senaru, Kabupaten Lombok Utara.

Pihaknya juga terus mengaktifkan kelompok masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA). Mereka selalu siap siaga dan cepat melapor kepada pihak berwenang ketika terjadi kebakaran di dalam kawasan hutan.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II BTNGR, Benedictus Rio Wibawanto, menyebutkan jumlah anggota MPA 90 orang. Mereka tersebar di Resor Sembalun 30 orang, Resor Senaru 30 orang, dan gabungan Resor Setiling-Joben 30 orang.

Ada juga Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP). Mereka adalah kelompok masyarakat sekitar hutan yang membantu polisi hutan (polhut) dalam pelaksanaan perlindungan hutan di bawah koordinasi, pembinaan, dan pengawasan instansi pembina.

Anggota MMP lingkar Gunung Rinjani berjumlah 136 orang yang tersebar di empat resor di wilayah kerja BTNGR. Mereka berasal dari berbagai unsur, seperti kepala dusun, guru, dan ibu rumah tangga yang sukarela dan ikhlas membantu menjaga kelestarian kawasan hutan.

BTNGR sebagai instansi vertikal di bawah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK) juga membentuk kader konservasi. Mereka berasal dari semua kalangan, seperti guru, pecinta alam, anggota pramuka, dan ibu rumah tangga.

Seluruh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap upaya menjaga Gunung Rinjani sudah pernah mendapatkan pelatihan, khususnya tentang teknis pemadaman api.

Materi tersebut diberikan oleh petugas khusus yang ahli memadamkan kebakaran hutan maupun melakukan pencarian dan pertolongan.

BTNGR memiliki dua petugas khusus yang tergabung dalam Satuan Manggala Agni Reaksi Taktis (SMART). Wadah tersebut dibentuk oleh Kementerian LHK dalam rangka menurunkan angka titik panas secara nasional pada 2010.

Pada awal musim kemarau setiap tahun, para pihak terkait dan masyarakat berkumpul dalam suatu apel siaga kebakaran hutan bersama anggota TNI-Polri. Khusus untuk anggota MPA yang terlibat dalam upaya pemadaman api diberikan apresiasi, meskipun nilainya tidak seberapa dibandingkan dengan tugas yang harus dijalankan.

Bahkan, mereka harus menahan haus dan bercucuran keringat karena terbatasnya air bersih untuk diminum ketika berhadapan dengan api.

Semua yang terlibat dalam proses pemadaman api di dalam kawasan Taman Nsional Gunung Rinjani ibaratnya “Pantang pulang sebelum api padam”.

Mereka rela berhari-hari di atas gunung mendirikan kemah pos, sampai api benar-benar tidak menyala lagi.

Saksikan video pilihan berikut ini: