Hakim Anak Hakim Agung Chat Mesum dengan Kolega, MA: Manusiawi

Jakarta – Mahkamah Agung (MA) mengatakan kasus pelanggaran etik yang yang dilakukan oleh hakim DA merupakan hal yang manusiawi. Meskipun DA merupakan anak seorang hakim agung. Menurutnya karakter setiap orang berbeda, bahkan dalam satu ikatan keluarga sekalipun.

“Itu manusiawi. Udah disampaikan oleh Yang Mulia itu kan manusiawi, meski lahir dari rahim yang sama tentunya setiap karakter pasti beda,” ujar Kepala Biro Humas MA, Abdullah di gedung MA, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2018).

Hakim DA saat ini telah menjalani sanksi dengan dinonpalukan. Seluruh tunjangan dihilangkan, kecuali gaji pokok sebagai aparatur negara. Sanksi tersebut dijatuhkan selama dua tahun, DA juga akan mengalami pembinaan selama menjalani sanksinya.

“Itu dinonpapulkan jadi dia udah dikasih sanksi tunjangan jabatannya tunjangan semuanya habis, hanya gaji pokok PNS saja. Jadi DA sudah dijatuhi sanksi selama dua tahun tapi di Aceh, di sana dilakukan pembina mental spitirtual kemudian juga disiplin kemudian juga didekatkan dengan istrinya,” ucap Abdullah.

Sebelumnya KY merekomendasikan agar DA diberhentikan. Bukan karena mengesampingkan rekomendasi tersebut, Abdullah menjelaskan hukuman disipilin itu sudah merupakan hasil musawarah antara MA dengan Komisi Yudisial (KY). Jadi tidak bisa dijatuhkan hukuman dua kali.

“Menurut perumusan bersama KY dan MA seseorang itu kan tidak boleh dijatuhi hukuman dua kali, kalau sudah dijatuhi sanksi ya sanksi aja, itu bukan hanya pelanggaran etik, ada pelanggaran disiplin juga,” katanya.

Meski begitu, dengan hukuman tersebut pun akan otomatis berjalan selamanya. Lantaran dengan adanya riwayat pelanggaran etik, seorang hakim akan susah memperbaiki rekam jejaknya, apalagi untuk melakukan promosi.

“Hukuman disiplin ini sudah merupakan ganjaran ke masa depan, orang yang sudah melanggar disiplin sudah sulit sekali melakukan promosi, karena dengan adanya sikap informasi kepegawaian begitu di klik namanya sudah keluar semua apa yang dilanggar, sebetulnya juga sama dengan hukuman selamanya tidak hanya sekarang saja. Begitu mau promosi muncul lagi tandanya. Jadi sulit.” ungkap Abdullah.
(eva/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *