Tak Percaya Mistis, Cinta Laura Ketagihan Syuting Film Horor

Liputan6.com, Jakarta – Cinta Laura membintangi film Mati Anak yang disutradarai Derby Romero. Ini pengalaman pertama Cinta bermain dalam film bergenre horor. Selama ini Cinta Laura sudah cukup sering wara-wiri membintangi film drama. Cinta Laura pun harus rela untuk mondar-mandir Amerika dan Indonesia selama menjalani proses syuting pada 2018 silam. Ia harus menjalani adegan terakhir pada Desember lalu, dan setelahnya kembali ke Amerika, mengingat kesibukannya yang cukup padat.

“Aku terakhir ke Indonesia Desember karena sampai Desember syuting Mati Anak ini. Premiere-nya akhir Maret, jadi baru dua bulan aku enggak di Indonesia,” ujar gadis berusia 25 tahun itu ketika ditemui di bilangan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (26/2/2019).

Cinta Laura mengaku dirinya bukanlah tipe yang percaya pada hal-hal mistis. Namun bukan berarti syuting film horor jadi membosankan baginya. Malah sebaliknya, Ia mendapatkan sebuah tantangan baru di film ini.

“Sejujurnya aku kurang percaya sama yang mistik-mistik. Tapi ternyata asyik banget syuting horor. Yang aku suka dari film ini hantunya enggak kuntilanak saja, ada figur mistik yang jarang kita lihat di horor lain. Bisa dibilang ada anak kecil yang creepy. Bisa dibilang yang main di film ini anak-anak dan mereka enggak rese dan talented. Jadi aku merasa beruntung karena enggak mengurusi anak-anak yang rese. Mereka nice dan profesional,” sambungnya.

2 dari 3 halaman

Sifat Berbeda

Dalam film Mati Anak, Cinta mendapatkan peran sebagai gadis bernama Ina. Pelantun “Guardian Angel” ini menyebut tokoh yang diperankannya memiliki sifat yang jauh berbeda dari sosok aslinya di dunia nyata. Dan tentunya hal itu jadi sebuah tantangan tersendiri bagi Cinta.

3 dari 3 halaman

Kerja dengan Derby

“Mungkin waktu aku ngerjain film ini bisa dibilang karakter aku yang namanya Ina sedikit jadi challenge buat aku, karena aku aslinya kan orangnya sangat penuh opini, straight power dan sangat berani. Tapi karakter aku di film ini sedikit pemalu, sedikit naif dan juga apa ya, pokoknya innocent,” tuturnya.

“Jadi aku harus belajar benar pura-pura jadi orang yang naif dan enggak terlalu mengerti soal dunia ini. Mungkin karena Derby yang jadi sutradaranya jadi lebih gampang untuk dalami karakter aku, karena dia orangnya easy going banget and he is so pleasant to work with. Enggak susah sih, enggak susah saja,” ia menandaskan. (Guntur Merdekawan/Kapanlagi.com)

Vonis 1,5 Tahun Richard Muljadi Plus Rehabilitasi, Ini Maksudnya

Jakarta – Majelis hakim menghukum Richard Muljadi 1,5 tahun penjara karena terbukti mengkonsumsi kokain. Hakim memerintahkan pidana lebih dulu dilakukan dengan rehabilitasi. Apa maksudnya?

“Maksudnya dia dihukum selama 1 tahun 6 bulan. Diperintahkan untuk menjalani rehabilitasi sampai sembuh. Berapa lama dia sembuh, dokter yang tahu,” ujar pejabat humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel) Achmad Guntur kepada wartawan, Kamis (28/2/2019).

Bila Richard Muljadi dinyatakan RSKO sembuh dari ketergantungan narkotika sebelum masa pidana selesai, Richard tetap harus menjalani hukuman penjara.

“Nanti kalau dia dinyatakan sembuh oleh dokter (tapi) masih ada sisa hukuman yang belum dijalani, dia harus menjalani hukuman tersebut. Masa rehabilitasi dihitung seperti masa menjalani tahanan,” terang Guntur.

Richard Muljadi ditangkap saat berada di toilet Restoran Vong, SCBD, Jaksel, pada 22 Agustus 2018. Polisi saat itu menyita ponsel yang di layarnya terdapat serbuk putih diduga narkotika jenis kokain sisa pakai dengan berat neto 0,03854 gram.

Majelis hakim menyatakan perbuatan Richard Muljadi terbukti sebagai tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri sebagaimana diatur dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya, jaksa menuntut Richard Muljadi 1 tahun penjara namun menjalani sisa pidana dengan rehabilitasi di RSKO Cibubur, Jakarta Timur.
(fdn/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PN Jaksel Larang Media Siarkan Langsung Sidang Ratna Sarumpaet

Liputan6.com, Jakarta Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melarang sidang perdana kasus hoaks yang menjerat Ratna Sarumpaet disiarkan media secara langsung.

Hal tersebut disampaikan Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ahmad Guntur, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jaksel, Kamis (28/2/2019).

“Saya barusan berkordinasi dengan ketua majelis, bahwa pengambilan gambar di awal dipersilakan, nanti sebelum dibuka akan diberikan kesempatan peliputan media, yang tidak boleh proses persidangan,” kata Guntur.

Menurut dia, aturan yang diterapkan ini akan berlaku seterusnya. “Pengadilan punya aturan,” kata Guntur.

Meski demikian, persidangan tetap diberlakukan terbuka. Hanya saja, Guntur menegaskan, membatasi siaran langsung proses persidangan.

“Di luar ruang sidang boleh (siaran langsung),” kata Guntur.

2 dari 2 halaman

Sidang Perdana

Ratna Sarumpaet akan menjalani sidang perdana kasus penyebaran berita bohong atau hoaks di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Kamis (28/2/2019). Terdakwa penyebaran hoaks ini akan mendengarkan dakwaan dari jaksa penuntut umum.

“Apabila tidak ada halangan sesuai jadwal yaitu pukul 09.00 WIB. Sidang terbuka untuk umum,” ujar Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Achmad Guntur pada Jumat 22 Februari 2019.

Jaksa dalam sidang Ratna Sarumpaet ini adalah Arya Wicaksana, Sarwoto, Donny M Sany, dan Las Maria Siregar. Nantinya, sidang diketuai Joni yang juga menjabat Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kemudian, hakim anggotanya Kris Nugroho dan Merry Taat Anggarasih.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan, Supardi mengaku optimistis jaksa penuntut umum (JPU) dapat memenangkan proses persidangan melawan Ratna Sarumpaet dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks.

“Iya kalau sudah melengkapi, mesti optimis. Kalau dakwaan lengkap berarti kan optimis, memenuhi unsur pasal yang disangkakan,” kata Supardi di Jakarta, Selasa 26 Februari 2019

BPN Cek Ibu-ibu Kampanye Hitam ke Jokowi Bagian dari PEPES

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga akan mengecek tiga ibu-ibu yang diamankan polisi di Karawang adalah relawan Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo Sandi (PEPES). Ibu-ibu itu diduga melakukan kampanye hitam terhadap Capres Jokowi.

“Jadi bagi kami, kami harus verifikasi ulang, nggak tahu sampai saat ini tentu tim kami sedang mengkajinya,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Pipin Sopian, di Jl Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

Pipin menegaskan relawan BPN Prabowo-Sandi diminta tidak menyebarkan hoax. Konsekuensi hukum akan menanti para pelanggar.

“Kalau melanggar itu memang konsekuensi harus siap diproses hukum, tetapi di sisi lain kami ingin penegak hukum berlaku adil,”
Meski belum bisa memastikan status 3 ibu-ibu itu, Pipin meminta kepolisian berlaku adil. Sebab, katanya, pendukung capres 01 melakukan sejumlah fitnah di media sosial.

“Bagi kami yang paling penting hukum harus tegak bagi siapapun. Kalau itu misalnya memang ada semacam hoax, fitnah yang disampaikan, maka hal yang sama bagi pendukung 01 yang melakukan sama sebagaimana mereka ada oknum di media sosial mengatakan bahwa kalau Prabowo-Sandi memimpin maka radikalis, fundamentalis akan memimpin di Indonesia, wahabi akan memimpin di Indonesia, itu adalah fitnah yang sungguh kejam. Kami sudah laporkan itu tetapi kenapa tidak diproses?”

Pipin menyebut misalnya sewaktu pihaknya melaporkan Jubir PSI Guntur Romli yang diduga menghina reuni Alumni 212. Laporan itu disebutnya tidak berjalan hingga saat ini.

“Kenapa ketika yang melakukan potensi dugaan hoax itu adalah dari para pihak pendukung 02 kemudian langsung diproses? Jadi keadilan. Kalau penegak hukum, penyelenggara adil bagi semua saya yakin negara, pemilu akan berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Dia meminta pendukung capres 01 yang melakukan black campaign pada capres 02 juga diproses hukum. Pipin menegaskan tidak ada arahan dari internalnya menyebarkan kampanye hitam. BPN Prabowo-Sandi ingin menang dengan cara benar.

“Tentu tidak. Kami sejak awal mengatakan bahwa Prabowo Sandi ingin menang berkah dan bermartabat. Tidak menghalalkan segala cara hukum yang menyebar hoax,” katanya.

Seperti diketahui, Polda Jawa Barat mengamankan tiga wanita terkait video kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Ketiganya diduga berada dalam video kampanye yang viral itu.

Ketiganya yaitu inisial ES, IP dan CV, yang semuanya warga Kabupaten Karawang itu kini sedang dalam tahap awal pemeriksaan. Polisi tengah mendalami seluruh rangkaian perbuatan yang mereka lakukan.

Dilansir dari cnnindonesia.com, BPN Prabowo-Sandiaga menyatakan sejumlah emak-emak di Karawang, Jawa Barat, yang berkampanye tentang ‘azan dilarang dan diperbolehkannya nikah sejenis jika Jokowi menang’ merupakan relawan Prabowo-Sandi. Juru bicara BPN, Ferdinand Hutahaean mengatakan para emak-emak itu tergabung dalam relawan Pepes.

“Mereka itu dari relawan Pepes. Saya tidak tahu kepanjangannya apa. Tapi mereka memang dari Pepes. Mereka sudah dapat sertifikasi dari BPN,” kata Ferdinand saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (25/2).

Pepes sendiri adalah akronim dari Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi. Namun Ferdinand mengaku tidak tahu siapa dalam tubuh BPN yang mensertifikasi Pepes sebagai bagian dari relawan Prabowo-Sandi.

“Prabowo tidak menandatangani langsung. Relawan itu disertifikasi bisa oleh Ketua (BPN), Wakil Ketua, Direktur Relawan,” ujar Ferdinand.
(yld/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sidang Perdana Ratna Sarumpaet Kamis 28 Februari

Jakarta – Sidang perdana kasus hoax Ratna Sarumpaet akan digelar pada Kamis (28/2) pekan depan. Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Sidang ditetapkan Kamis 28 Februari,” kata Humas PN Jaksel, Achmad Guntur, saat dihubungi, Jumat (22/2/2019).

Persidangan diagendakan pukul 09.00 WIB dengan agenda pembacaan dakwaan. Adapun tim JPU di antaranya Kasipidum Kejari Jaksel Arya Wicaksana, Sarwoto, Donny M Sany, Las Maria Siregar.
Diketahui sidang kasus hoax Ratna Sarumpaet akan dipimpin Ketua PN Jaksel Joni. Anggota majelis lainnya yaitu Krisnugroho dan Mery Taat Anggarasih.
Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melimpahkan berkas dakwaan hoax Ratna Sarumpaet ke PN Jakarta Selatan pada Kamis (13/1). Dengan dilimpahkannya berkas dakwaan, status tahanan Sarumpaet juga berpindah kewenangan ke PN Jaksel.

Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka penyebaran berita bohong alias hoax untuk membuat keonaran. Ratna dijerat dengan UU Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE.
(yld/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Risa Saraswati Ditantang Rey Utami dan Pablo Benua

Liputan6.com, Jakarta – Dikenal sebagai figur publik berkemampuan supranatural, Risa Saraswati sempat menulis beberapa buku. Selain itu, Risa juga merupakan seorang vlogger yang kontennya diunggahnya melalui channel Jurnalrisa. Channel tersebut memiliki konten bertema horor.

Hebatnya, konten-konten Jurnalrisa selalu masuk jajaran trending. Di saat banyak pujian yang masuk, rupanya ada pula yang berkomentar negatif mengenai video-video Risa Saraswati. Salah satunya datang dari Rey Utami serta suaminya, Pablo Benua.

Pablo yang mengaku punya kemampuan supranatural, mengatakan bahwa video-video Jurnalrisa tak memiliki hantu seperti yang disebutkan. Dengan kata lain, Pablo dan Rey Utami menuding Risa Saraswati telah membohongi publik.

“Semuanya sudah saya tonton. Dari awal saya sudah menyadari kalau ini tidak benar. Saya ini orang yang realistis ya, saya orangnya logis dan tidak segampang itu percaya sama hal-hal seperti itu. Akhirnya saya melakukan pencarian. Pencarian apa? Mencari tahu bagaimana sih cara kerja supranatural itu. Saya cari paranormal, saya wawancarai, saya cari kyai, saya cari tahu semua. Akhirnya dapatlah kesimpulan kalau itu bohong,” ujar Pablo saat ditemui di bilangan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2019).

2 dari 3 halaman

Mengkritik Jurnalrisa

Rey dan Pablo pun akhirnya jadi sorotan publik karena keberaniannya mengkritik konten Jurnalrisa. Tak sedikit yang menyebut pasangan ini sekadar mencari sensasi untuk panjat sosial. Rey pun tak menampiknya.

“Betul kita hamba-hamba adsense yang memang lagi pansos,” jawab Rey santai.

“Kalau dibilang pansos ya memang kita pansos. Intinya kalau memang Jurnalrisa itu benar, kita tantang saja. Katanya mereka kan ada teman kecil tuh Peter, Asih, dan lain, itu kirim saja ke rumah. Nanti kita kasih teh,” sambung Pablo menantang Risa.

3 dari 3 halaman

Menjangkau Banyak Orang

Saat ini banyak sekali konten-konten berbau horor yang bertebaran di Youtube. Lalu kenapa Pablo dan Rey memilih untuk menyoroti channel Jurnalrisa? Mereka pun menjelaskan alasannya.

“Begini, kalau Jurnalrisa yang kita tahu trending, untuk menjangkau orang itu lebih mudah. Dan tujuan saya meluruskan, bukan yang lain-lain lho. Saya meluruskan supaya orang itu tidak lari dari agama. Jadi di dalam Islam itu mengajarkan bahwa kita meskipun cuma satu atau dua ayat, kita harus sampaikan untuk berdakwah sama orang. Nah ini yang kita sampaikan, begitu. Apalagi dengan kita mengatai Jurnalrisa karena dia trending, kita menjangkau banyak orang. Secara tidak langsung kita sudah berdakwah untuk banyak orang,” pungkas Pablo.

Penulis: Guntur Merdekawan/Kapanlagi.com

Alasan Femmy Permatasari Pilih Menikah di Selandia Baru

Liputan6.com, Jakarta – Status janda yang selama ini melekat pada diri Femmy Permatasari, tak lama lagi akan luntur. Wanita 45 tahun ini berencana menikah untuk kedua kalinya dengan pengusaha bernama Alfons Martinus di Auckland, Selandia Baru, pada Maret 2019.

Bukan tanpa alasan Femmy Permatasari memilih untuk menikah di luar Indonesia. Tentunya, banyak dokumen terkait administrasi yang harus disiapkan sebelum ia bisa melangsungkan pernikahan.

“Jadi gini, awalnya kan saya ngecek di Singapura, Jepang, Australia, Hong Kong, Bangkok. Itu beberapa negara tempat kita nikah. Di sini memang susah karena kita kan berdua katolik. Susah buat di gereja katolik. Jadi kita memutuskan menikah di luar negeri, suratnya dilegalisir ke kedutaan setempat terus sampai di Indonesia dilegalisir lagi ke catatan sipil Indonesia itu bisa kan resmi,” ujar Femmy Permatasari ketika ditemui wartawan di Kawasan Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019).

Awalnya, Femmy Permatasari sempat memilih Sydney, Australia sebagai lokasi pernikahan. Namun setelah beberapa pertimbangan, akhirnya pilihannya jatuh ke Selandia Baru. Salah satunya adalah karena almarhumah ibunda Alfons dulunya meninggal di Selandia Baru.

2 dari 3 halaman

Dibatalkan

“Akhirnya kita putuskan Sydney ternyata enggak terlalu susah. Enggak lama kokonya Alfons call whatsapp. Dia bilang kenapa harus ke Sydney, koko kan tinggal di New Zealand, di sini saja pesta. Kan kamu belum pernah kan ke New Zealand. Saya tanya syaratnya, koko sudah cek, caranya gampang. Papi juga excited banget. Kebetulan maminya Alfons meninggal di New Zealand juga, biar mama nyaksiin tuh di sana. Akhirnya mendadak kita batalin Sydney. Kita alihkan ke New Zealand. Semua lancar, Puji Tuhan enggak ada apa-apa,” sambungnya.

3 dari 3 halaman

Cukup Bikin Stress

Femmy masih belum punya rencana bakal mengadakan pesta lagi untuk kedua kalinya di Indonesia. Saat ini, ia masih ingin fokus pada pesta pernikahan di Selandia Baru yang menurutnya cukup bikin stres karena waktu yang mepet.

“Jadi gini, di sana pasti ada pesta juga, keluarga. Kita sewa restoran tertinggi di New Zealand. Pas hari H-nya catatan sipil, foto-foto, malamnya kita wedding dinner di satu tempat sky tower paling tinggi di New Zealand. Itu kan beberapa keluarga, tapi kan sejak undangan itu tersebar, jadi saya diteleponin temen saya banyak banget. Karena banyak yang pengin dateng. Kita lagi pikirin mau adain di Jakarta juga, tapi bulannya lihat deh nanti, pulang dari sana saya tentuin,” pungkas pemain sinetron Anugerah itu.

Penulis: Guntur Merdekawan/Kapanlagi.com

Dituding Sandiwara, Petani Bawang yang Nangis ke Sandi Temui Fadli Zon

Jakarta – Petani bawang Subkhan mendatangi kantor Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Senayan. Kedatangannya untuk meminta DPR mengawal dan mengawasi laporan terhadap Politikus PSI Guntur Romli.

“Kami menindaklanjuti pelaporan kami dengan mendatangi DPR RI ini terkait fungsi controling dari DPR RI agar pelaporan kami ini diawasi oleh DPR RI yang membawahi Polri. Oleh karena itu saya sangat berharap kepada pimpinan DPR RI yang di wakili oleh bapak Fadli Zon selaku Wakil Ketua DPR RI yang membawahi bidang polhukam,” kata kuasa hukum Subkhan, Muhammad Fayyadh, di komplek DPR, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Fayyadh mengatakan Fadli merespons baik aduan tersebut. Ia menegaskan Subkhan tidak terafiliasi dengan capres manapun, menurutnya pernyataan Subkhan kepada Sandiaga di Brebes merupakan kebetulan.
“Keluh kesah petani Brebes untuk menyampaikannya kepada capres cawapres manapun yang datang ke brebes. Kebetulan yang datang adalah pak Sandiaga Uno. Maka sampaikan kepada pak Sandiaga Uno. Jadi kalau pun yang dateng nanti pak Jokowi beliau akan menyempaikan hal yang sama,” imbuhnya.

Ia mengaku kedatangannya ke Fadli tidak terkait politik, tetapi karena Fadli merupakan pimpinan DPR membidangi polhukam dan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Fayyadh mengaku juga telah memberikan bukti cuitan Guntur Romli pada Fadli, cuitan yang menyebut Subkhan bersandiwara.

“Jadi yang dijadikan alat bukti adalah cuitan Guntur Romli yang menyampaikan bahwa Suhbkan ini mengaku-ngaku sebagai petani. Dan juga mengaku bersandiwara, menangis,” ujarnya.

Sementara itu, Subkhan mengaku akan meladeni laporan Guntur Romli dan menutup jalur mediasi. Hingga kini, menurutnya, belum adanya itikad baik permintaan maaf dari Guntur Romli.

“Kan di wawancara kemarin kan dia menantang silakan oke, saya ladenin. Saya ladenin,” kata Subkhan.

Sebelumnya, Subkhan melaporkan politikus PSI Guntur Romli ke Bareskrim Polri. Petani bawang di Brebes itu mempolisikan Guntur dengan tudingan pencemaran nama baik dalam UU ITE.

“Ini yang dilaporkan sementara baru Guntur Romli,” ucap Muhammad Fayyadh, kuasa hukum Subkhan, di Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (15/2).

(yld/rna) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Profil Madura United, Laskar Sape Kerap yang Bertabur Pemain Bintang

Liputan6.com, Jakarta Madura United meraih kemenangan atas Sriwijaya FC dengan skor 5-0 (3-0) dalam leg pertama babak 16 besar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu malam (17/2/2019). Andik Vermansah berhasil mencetak dua gol (19′ dan 72′) di laga ini. Sedangkan tiga sisanya masing-masing disumbang oleh Jaimerson Xavier (12′), Greg Nwokolo (39), dan Aleksandar Rakic (90′).

Ini merupakan kemenangan besar pertama Madura United pada 2019. Sebelumnya mereka pernah menang 2-0 atas Cilegon United. Sementara dua hasil lainnya berakhir imbang.

Laga Madura United vs Sriwijaya FC ini merupakan duel berbeda level. Sriwijaya kini hanyalah klub Liga 2 yang tak memiliki pemain tenar. Sementara Madura United adalah kontestan Liga 1 yang bertabur pemain bintang.

2 dari 4 halaman

Profil Madura United

Madura United FC merupakan klub sepak bola asal Indonesia yang berbasis di Pamekasan, Madura. Pada 10 Januari 2016 PT Pola Bola Madura Bersatu mengakuisisi kepemilikan sekaligus lisensi klub ISL, Pelita Bandung Raya (PBR) yang sebelumnya sempat berubah menjadi Persipasi Bandung Raya (PR) yang waktu itu berlaga di Liga Super Indonesia.

Pemilik Persipasi Bandung Raya, Ari D. Sutedi akhirnya menjual klubnya ke Achsanul Qosasi, dan kemudian bertransformasi menjadi Madura United FC.

Achsanul Qosasi, yang sekarang menjabat sebagai Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, menjadi CEO PT Polana Bola Madura Bersatu. Bahkan Achsanul berstatus sebagai pemilik Madura United. Kini, Madura United menjelma menjadi salah satu klub terkuat di liga utama Indonesia.

3 dari 4 halaman

Bertabur pemain bintang

Madura United atau yang berjuluk Laskar Sapeh Kerrab ini dinilai merupakan salah satu tim yang paling siap mengarungi liga 1 2019 nanti. Dilihat dari komposisi pemain yang ada saat ini, Madura United sudah lengkap dengan para pemain bintangnya. Bahkan Madura United mendapat sebutan Los Galacticos Indonesia.

Sebutan Los Galacticos Indonesia diberikan kepada Madura United di awal musim ini. Istilah itu muncul dari warganet melihat kedatangan pemain bintang macam Aleksandar Rakic, Jaimerson Xavier, Beto Goncalves, Andik Vermansah, dan masih banyak lagi pemain bintang lainnya ke klub tersebut.

Seperti diketahui, julukan Los Galacticos yang berarti “Para Galaksi” muncul pada 2000-an ditujukan untuk raksasa asal Spanyol, Real Madrid. Klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu mendatangkan pemain bintang dari berbagai negara dengan ambisi juara.

Situasi ini sangat mirip dengan Madura United. Selain nama-nama tersebut di atas, mereka masih memiliki Greg Nwokolo, Zah Rahan, dan Dane Milovanovic. Pemain Timnas Indonesia juga melimpah seperti Zulfiandi, Fachruddin Aryanto, Alfath Faathier, dan Ridho Djazulie.

4 dari 4 halaman

Kandidat kuat juara musim 2019

Skuat Madura United saat ini dianggap sebagai tim bertabur bintang dan menjadi kandidat kuat juara musim ini. Nama-nama pemain itu telah tercatat memiliki prestasi gemilang dalam sepak bola Indonesia.

Madura United melakukan perombakan tim secara besar-besaran menyambut musim 2019. Sempat mempertahankan 11 pemain, kini hanya tersisa sembilan pemain musim lalu yang bertahan. Sembilan pemain tersisa di antaranya adalah Satria Tama, Guntur Ariyadi, Fachruddin Aryanto, Andik Rendika, Alfath Faathier, Asep Berlian, Slamet Nurcahyo, Zah Rahan, dan Greg Nwokolo.

Madura United telah melengkapkan tiga pemain asing baru, yaitu Jaimerson Xavier (bek/Brasil), Dane Milovanovic (gelandang/Australia), dan Aleksandar Rakic (striker/Serbia). Sisanya, terdapat sembilan rekrutan baru yang berstatus pemain lokal didatangkan dari berbagai klub.

Sembilan pemain anyar lokal yang membela Madura United dan siap memberikan gelar juara saat ini adalah Muhammad Ridho Djazulie, Fandry Imbiri, Kadek Raditya Maheswara, Marckho Meraudje, Zulfiandi, Syahrian Abimanyu, Ghufroni Al Maruf, Andik Vermansah dan Beto Goncalves.