Dorkas Waroy, Pemilik Suara Emas di Acara Debat Capres 2019

Liputan6.com, Jakarta – Acara Debat Capres yang digelar pada Kamis (17/1/2019) lalu di Hall Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, berjalan lancar. Tak hanya topik serrta strategi para calon presiden Indonesia yang menarik perhatian. Penampilan Dorkas Waroy di akhir acara pun menjadi perbincangan.

Suara merdu Dorkas Waroy terdengar usai moderator Ira Koesno mempersilakan Dorkas Waroy untuk menutup acara. Penyanyi asal Papua itu pun langsung panen pujian dari para permirsa Debat Capres berkat suara emasnya.

Kontan saja Dorkas sanggup memberikan kehangatan setelah panggung dibuat panas oleh debat yang dilontarkan dua pasangan capres dan cawapres. Rasa penasaran tentunya menghinggap terhadap wanita satu ini.

Siapakah sosok Dorkas Waroy? Berikut fakta-fakta yang berhasil didapat melalui beberapa penelusuran.

2 dari 4 halaman

Bintang Radio RRI

Setelah ditelusuri, wanita bernama lengkap Dorkas Lea Waroy ini bukanlah penyanyi pendatang baru di industri musik Tanah Air. Namanya mulai melejit kala menjuarai ajang lomba Bintang Radio RRI tahun 2011 silam untuk kategori pop.

Pada ajang tersebut, Dorkas mewakili Jayapura. Tak sendirian, Ia keluar sebagai pemenang bersama Rando Sembiring yang mewakili Pekanbaru, Riau.

Mereka berdua adalah pemenang terpilih yang sukses menyingkirkan sekitar 120 kontestan lain di malam Grand Final Bintang Radio (RRI) yang digelar di Manado, Sulawesi Utara.

Kemenangan Dorkas dalam ajang tersebut membawa berkah tersendiri. Selain dikirim untuk mewakili Indonesia di ajang Bintang Radio ASEAN 2012, Dorkas juga masuk dapur rekaman di bawah payung label sekelas Nagaswara.

3 dari 4 halaman

Punya Lagu Sendiri

Baginya, pencapaian tersebut adalah sebuah kehormatan yang luar biasa. Namun, mimpinya tak berhenti sampai situ. Pada satu kesempatan, Dorkas sempat menyebut bahwa dirinya berangan-angan untuk punya lagu sendiri.

Pada 2012 silam, Dorkas merilis single perdananya yang bertajuk “Aku Rindu”. Lagu yang dirilis di bawah label Nagaswara ini merupakan ciptaan dari Yuan Panser, sosok yang juga menciptakan lagu “Matahariku” milik Agnes Monica.

Hingga tulisan ini diturunkan, total video klip resmi dari “Aku Rindu” yang diunggah channel Youtube Nagaswara sudah menjaring views sebanyak 1 juta lebih. Berbagai respon positif pun membanjiri Dorkas lewat karyanya tersebut.

Meski kini sudah jadi penyanyi professional, namun bukan berarti Dorkas melupakan pendidikannya. Putri dari pasangan Alfons Waroy dan Aplena Sembay ini merupakan Sarjana Pendidikan, jurusan FKIP Biologi di Universitas Cendrawasi Papua.

4 dari 4 halaman

Lagu Rumah Kita

Menyanyi memang sudah jadi hobi Dorkas sejak kecil. Ia juga mengaku menggilai sejumlah nama-nama penyanyi pop papan atas sebagai kiblat bermusiknya seperti Whitney Houston, Mariah Carey, hingga Ruth Sahanaya.

Pada acara debat capres pertama, Dorkas dipercaya untuk tampil sebagai penyanyi penutup. Ia membawakan lagu “Rumah Kita” yang dipopulerkan oleh God Bless.

Tampil di hadapan tokoh-tokoh politik terbesar di Indonesia, tentu menjadi sebuah kehormatan yang tiada tara bagi Dorkas. Kesempatan langka ini bahkan belum tentu bisa didapatkan oleh penyanyi-penyanyi besar lainnya. Terlebih lagi, acara tersebut disiarkan secara langsung dan disaksikan hampir seluruh masyarakat Indonesia.

Penulis: Guntur Merdekawan

Sumber: Kapanlagi.com

Dejan Antonic Resmi Latih Madura United

Liputan6.com, Surabaya Dejan Antonic resmi melatih Madura United untuk Liga 1 2019. Pelatih berkebangsaan Serbia tersebut dikontrak selama satu musim.

Manajemen Madura United memilih Dejan karena salah satu pelatih terbaik saat ini. Mantan pelatih Borneo FC tersebut telah diperkenalkan ke media di Surabaya, Minggu (13/1/2019).

Dejan mengucapkan rasa syukurnya lantaran dipercaya melatih Madura United. Dia berharap mampu meraih hasil maksimal, bahkan menjuarai kompetisi.

“Puji Tuhan saya bisa berada di tim ini dengan segala kualitas yang ada di dalamnya, baik manajemen maupun pemain. Saya akan berusaha bersama pemain membawa Madura United juara, kata Dejan.

2 dari 3 halaman

Reuni

Dejan mengatakan melatih Madura United merupakan kebanggaan. Apalagi, ia kembali bekerja sama dengan Haruna Soemitro, manajer tim yang telah dikenalnya cukup lama di dunia sepak bola Indonesia.

“Kami pernah bersama di Persebaya dan Haruna adalah manajer yang hebat. Terbukti materi pemain musim ini sangat luar biasa, kata pelatih yang pernah menangani Persib Bandung dan Arema Indonesia tersebut.

Selain berkarier di Indonesia, Dejan pernah mencuat namanya saat melatih klub terkenal Liga Hong Kong, Kitchee FC selama musim kompetisi 2005-2008. Bahkan, dia sempat dipercaya menangani Timnas Hong Kong untuk persiapan kualifikasi Piala Asia 2011.

3 dari 3 halaman

Skuat Madura United

Madura United sampai saat ini sudah memiliki 19 pemain, masing-masing 12 pemain lama dan tujuh lainnya baru dikontrak untuk musim 2019. {emain baru yang didatangkan berlabel bintang, seperti Andik Vermansyah asal Kedah FC, Fandry Imbiri dari Persebaya, M Ridho (Borneo FC), Zulfiandi dan Marko Sandi Meraudji (Sriwijaya FC)

Selain itu, ada Dane Milovanovic asal Australia serta Jaimerson da Silva dari Persija Jakarta. Sedangkan 12 pemain lama yang dipertahankan adalah Engelberd Sani, Slamet Nurcahyo, Fachrudin Aryanto, Asep Berlian, Zah Rahan, Greg Nwokolo, Alfath Fathier, Satria Tama, Rifad Marasabesy, Irsan Lestaluhu, Guntur Ariyadi, dan Andik Rendika Rama. (Antara)

Hujan Gandeng Angin Kencang Terjang Bali, Plafon Bandara Ngurah Rai Ambrol

Liputan6.com, Denpasar – Hujan lebat disertai angin kencang membuat sejumlah plafon di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ambrol. Kebocoran juga terjadi di beberapa titik akibat curah hujan yang cukup tinggi yang terjadi hari ini, Sabtu (12/1/2019).

Plafon yang ambrol terdapat di terminal kedatangan domestik. General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi menjelaskan, secara prinsip, bangunan yang terdampak merupakan bangunan yang dirancang sebagai bangunan temporary.

Ke depan, bangunan itu akan dilakukan penyesuaian terhadap pembangunan secara permanen sesuai masterplan pembangunan Bandara Ngurah Rai yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Menanggapi terjadinya kebocoran dan atap plafon yang jatuh, hal ini kami pastikan dikarenakan dampak langsung dari cuaca ekstrem yang terjadi di Bali, termasuk di bandar udara. Sore tadi, hujan lebat disertai angin menyebabkan atap bocor dan beberapa plafon jatuh. Kami atas nama manajemen menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya bagi para pengguna jasa bandar udara atas hal ini,” kata Yanus, Sabtu (12/1/2019).

Menurut Yanus, proses pemeliharaan bangunan tetap dijalankan oleh penyedia pekerjaan, serta tetap diawasi oleh pengawas independen sesuai dengan kebutuhan bangunan tersebut agar proses pemeliharaan tetap optimal.

“Sebagai langkah awal, kami langsung melakukan penanganan pertama untuk memastikan tidak adanya korban akibat runtuhnya plafon. Petugas kebersihan dan petugas bandar udara langsung kami terjunkan untuk menangani dampak air hujan yang menggenang dan untuk mencegah supaya air tidak sampai masuk ke areal koridor terminal kedatangan domestik,” terang Yanus.

Menurut laporan kondisi meteorologi yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi BMKG Ngurah Rai, kondisi cuaca di sekitar bandar udara pada tanggal 12 Januari 2019 pada rentang pukul 15.00–16.00 Wita dalam keadaan yang cukup ekstrem.

Kondisi angin dari arah barat berkecepatan 7-22 knots (13-40 km/jam), dengan kecepatan angin kencang dalam waktu singkat (gutsy) berkisar antara 30 knots (56 km/jam). Dengan curah hujan sebesar 37mm/jam, kondisi ini dinyatakan sebagai curah hujan ekstrem dengan jarak pandang berada dalam rentang 400-7.000 meter.

Kondisi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin yang cukup kencang juga disertai oleh badai guntur, dengan tekanan udara sebesar 1.008 hPa.

“Dari evaluasi awal kami, bangunan itu tidak mampu menampung debit air hujan yang ada. Kami sedang berkoordinasi kepada seluruh tim teknis untuk melakukan perbaikan dan kami pastikan harus selesai secepatnya,” ujar Yanus.

Terkait operasional Bandara Ngurah Rai, hingga saat ini operasional penerbangan tetap berjalan dengan normal.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Dewas BPJS TK Sudah Tahu Hubungan Khusus SAB dan RA

Jakarta – Kasus dugaan pemerkosaan yang melibatkan mantan anggota Dewan BPJS Ketenagakerjaan (TK) Syafri Adnan Baharuddin (SAB) disesalkan oleh Dewas BPJS TK sendiri. Meski tak mengiyakan ada pemerkosaan, Dewas tahu bahwa SAB dan pelapor dengan inisial RA memiliki hubungan khusus.

Kasus ini pertama kali mencuat saat RA menggelar konferensi pers pada Desember 2018. Belakangan rupanya Dewas BPJS TK telah mengetahui dan mendapatkan konfirmasi mengenai hubungan khusus antara SAB dan RA sejak pengaduan pertama kali yakni pada 28 November 2018.

“Pas saya di rumah, saya mendapatkan WA dari SAB. WA itu menyatakan… SAB bahwa menyatakan langsung merujuk pada postingan-postingan tersebut, SAB mengakui terjebak dalam hubungan khusus,” kata Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono dalam jumpa pers, Jumat (11/1/2019).

Sebelum mendapat WhatsApp dari SAB, Guntur menyatakan didatangi RA dan mengadukan adanya kekerasan yang diterimanya dari SAB pada 28 November 2018.

“Pada saat kejadian tanggal 28 November, dia ke saya, dan saya akan rapat dengan waktu yang sangat singkat, dengan menangis menyatakan dirinya dimarahi dengan keras oleh SAB sampai mau dilempar gelas dan sebagainya,” tutur Guntur.

Guntur menyatakan dalam rapat Dewan Pengawas, SAB kembali mengakui ada hubungan khusus dengan RA. Bahkan SAB juga menyampaikan permintaan maafnya kepada para Dewas.

“Kemudian kita rapat Dewas lagi tanggal 30, SAB sudah datang (dari Singapura), pada saat itu kita klarifikasi ke SAB, ada kejadian demikian, dan memang diakui seperti dalam WA ada hubungan khusus dan minta maaf kepada kami-kami semua. Sudah, seperti ini saya pikir memang betul-betul terjadi,” tutur Guntur.

Pihak RA Bantah Soal SAB ‘Terjebak’

Ketua Kelompok Pembela Korban Kejahatan Seks (KPKS) Ade Armando heran dengan pernyataan yang menyebutkan bahwa SAB yang disebut mengaku terjebak hubungan khusus dengan asisten pribadinya, RA. Ade menyebut pernyataan itu tak masuk akal.

“Coba saja kita baca chat-chat WA SAB ke RA, sangat jelas di sana bahwa SAB bukanlah pihak yang terjebak melainkan terus berusaha mendesak RA untuk membangun hubungan khusus,” kata Ade, Jumat (11/1).

Dalam jumpa pers 28 Desember 2018, RA sempat menyampaikan bahwa Dewas BPJS TK malah membela SAB ketika dia melaporkan apa yang terjadi.

“Ternyata Dewan Pengawas justru membela perilaku bejat itu. Hasil rapat Dewan Pengawas pada 4 Desember justru memutuskan untuk mengeluarkan perjanjian bersama yang isinya mem-PHK saya sejak akhir Desember 2018. Saya menolak menandatangani itu,” tutur RA, Jumat (28/12/2018).

Kasus dugaan pemerkosaan oleh SAB ini bergulir di kepolisian atas laporan RA. Sebaliknya, SAB juga telah melaporkan balik RA karena dianggap telah mencemarkan nama baik.

Syafri Membantah Memperkosa

Syafri telah menyampaikan bantahannya melakukan pemerkosaan. Bahkan Syafri telah melaporkan balik stafnya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Berbagai tuduhan yang ditujukan kepada saya tidak benar adanya dan bahkan merupakan fitnah yang keji,” kata Syafri di kesempatan yang sama.

Syafri juga menyatakan sendiri mengundurkan diri agar bisa fokus ke penanganan masalah yang dialaminya.

“Agar saya dapat fokus dalam rangka menegakkan keadilan melalui jalur hukum. Saat ini juga surat kepada Presiden RI sedang diupayakan sampai. Kepada Ibu Menteri Keuangan, Bapak Menteri Tenaga Kerja, kepada Ketua Dewan Jaminan Nasional, kepada Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, kepada Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan,” kata SAB, Minggu (30/12).
(rna/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ade Armando: SAB Tak Terjebak, Dia Paksa Hubungan Khusus dengan RA

Jakarta – Kelompok Pembela Korban Kejahatan Seks (KPKS) heran dengan pernyataan yang menyebutkan bahwa anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Syafri Adnan Baharuddin (SAB) yang disebut mengaku terjebak hubungan khusus dengan asisten pribadinya, RA. Koordinator KPKS Ade Armando menyebut pernyataan itu tak masuk akal.

“Coba saja kita baca chat-chat WA SAB ke RA, sangat jelas di sana bahwa SAB bukanlah pihak yang terjebak melainkan terus berusaha mendesak RA untuk membangun hubungan khusus,” kata Ade Armando kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Adalah Ketua Dewas BPJS TK, Guntur Witjaksono yang menyebut SAB mengaku terjebak hubungan khusus dengan RA. Menurut Ade, pernyataan Guntur amat tak masuk akal.
Bagi Ade, SAB merupakan orang yang berkuasa atas RA karena menjadi atasan langsung RA. Dia heran bagaimana bisa SAB terjebak oleh RA.

“SAB adalah seorang pria 59 tahun yang sangat dominan, sangat ditakuti di Dewas BPJS TK dan sangat menentukan nasib pekerjaan RA. Lalu bagaimana caranya RA menjebak SAB?” kata Ade.

“Sementara itu, kalau kita membaca chat-chat WA SAB kepada RA, kita akan menemukan berbagai bentuk rayuan global, desakan untuk menikah, ataupun ucapan-ucapan mesum dari SAB kepada RA,” ujar Ade.

Ade berharap Dewas BPJS TK tidak begitu saja percaya pada penjelasan SAB yang menurutnya mengada-ada. Meski demikian, Ade senang bahwa SAB mengakui ada hubungan khusus dengan RA.

“Dewas BPJS TK seharusnya mempelajari secara serius apa yang sesungguhnya terjadi di lingkungan kerja mereka. Dewas BPJS TK turut bersalah bila mengabaikan dan membiarkan terjadinya kejahatan seksual di sana. Paling tidak dia (SAB) sudah mengakui bahwa dia sudah melakukan perilaku tidak patut sebagai pejabat negara dengan bawahannya sehingga layak diberhentikan dari Dewas BPJS TK. Berikutnya, baru perlu dibuktikan bahwa hubungan itu terjadi akibat pemaksaan,” jelas Ade.

Syafri Adnan Bantah Tuduhan Stafnya

Syafri telah menyampaikan bantahannya melakukan pemerkosaan. Bahkan Syafri telah melaporkan balik stafnya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Berbagai tuduhan yang ditujukan kepada saya tidak benar adanya dan bahkan merupakan fitnah yang keji,” kata Syafri di kesempatan yang sama.

Syafri juga menyatakan sendiri mengundurkan diri agar bisa fokus ke penanganan masalah yang dialaminya.

“Agar saya dapat fokus dalam rangka menegakkan keadilan melalui jalur hukum. Saat ini juga surat kepada Presiden RI sedang diupayakan sampai. Kepada Ibu Menteri Keuangan, Bapak Menteri Tenaga Kerja, kepada Ketua Dewan Jaminan Nasional, kepada Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, kepada Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan,” kata SAB, Minggu (30/12).
(gbr/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketua Dewas BPJS TK: SAB Temperamen, Saya Pernah Dimarahi

Jakarta – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan (TK) Guntur Witjaksonodi mengungkap kepribadian Syafri Adnan Baharuddin (SAB) yang kini telah mengundurkan diri. SAB disebutkan memang temperamen hingga menggebrak meja.

“Kalau temperamen ini, saya pertema memang kaget waktu kerja bersama dia memang sangat tinggilah. Gebrak meja itu setiap hari ada,” kata Ketua Dewan Pengawas BPJS TK, Guntur Witjaksonodi, dalam jumpa pers di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Guntur menyatakan, SAB kerap diajak bercanda mengenai kebiasaan gebrak mejanya. Guntur menyadari bahwa setelah SAB terkena kasus sebelumnya, yang tak dibahas lebih jauh, temperamen SAB cukup turun.
“Tapi Pak Peompida (Poempida Hidayatulloh) sendiri bilang secara bercanda ‘kalau di DPR gebrak meja itu nggak boleh lho’. Kita mengingatkan dengan cara seperti itu. Dia akhirnya cooling down juga. Terutama setelah kasus pertama sih banyak cooling down kalau saya nilai pribadi,” tutur Guntur.

“Tapi karena namanya temperamennya tadi, meledak-ledak pasti ada. Saya aja pernah dimarahi,” imbuhnya.

SAB dilaporkan mantan stafnya, RA, ke polisi atas tuduhan pemerkosaan. Laporan tersebut dibuat 3 Januari 2019.

“Kami sudah melaporkan secara resmi, ini bukti laporannya (sambil menunjukkan surat tanda terima laporan). Tapi saya menjunjung asas praduga tak bersalah. (Nama) terlapornya kami tutupin ya. Inisial yang dilaporkan SAB, yang diduga melakukan SAB,” kata pengacara RA, Heribertus S Hartojo, Kamis (3/1).

Syafri Adnan Bantah Tuduhan Stafnya

Syafri telah menyampaikan bantahannya melakukan pemerkosaan. Bahkan Syafri telah melaporkan balik stafnya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Berbagai tuduhan yang ditujukan kepada saya tidak benar adanya dan bahkan merupakan fitnah yang keji,” kata SAB, Minggu (30/12).

Syafri juga menyatakan alasannya mengundurkan diri agar bisa fokus ke penanganan masalah yang dialaminya.

“Agar saya dapat fokus dalam rangka menegakkan keadilan melalui jalur hukum. Saat ini juga surat kepada Presiden RI sedang diupayakan sampai. Kepada Ibu Menteri Keuangan, Bapak Menteri Tenaga Kerja, kepada Ketua Dewan Jaminan Nasional, kepada Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, kepada Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan,” papar SAB.
(rna/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dugaan Kekerasan Seksual Karyawati BPJS TK, SAB Akui Ada Hubungan Khusus

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono mendukung proses hukum terkait dugaan kekerasan seksual mantan anggota Dewan Pengawas berinisial SAB terhadap stafnya. Pihaknya, kata Guntur, telah menerima pengakuan dari oknum yang terlibat.

“Di rumah, saya mendapat WA (Whatsapp) dari SAB, dikirim ke saya dan Pak Dirut. Langsung merujuk posting-an tersebut, SAB mengakui terjebak dalam hubungan khusus,” tutur Guntur di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Setelah mendapat pesan singkat itu, esok paginya diadakan rapat dewan pengawas dan membahas persoalan tersebut. Pada akhirnya, diputuskan anak diskors untuk menghindari kekerasan seksual terulang.

Staf SAB tersebut selanjutnya diskors, dengan niat agar tidak bertemu atasannya. “SAB, stafnya mau ke Jepang ini saja mau ikut. Waduh bahaya, maka diskors namun tetap menerima gaji. Itu SAB sudah di Singapura,” kata Guntur.

Kemudian dewan pengawas menggelar rapat lagi tanggal 30 Desember. SAB dimintai klarifikasi.

“Memang diakui ada hubungan khusus dan minta maaf ke kami semua. Saya berpikir dan kami bahwa ini benar-benar terjadi,” jelas dia.

Dewas BPJS TK Bantah Lindungi Anggota yang Diduga Memperkosa

Jakarta – Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan (TK) mendapat tuduhan telah melindungi salah satu anggotanya yakni Syafri Adnan Burhanuddin (SAB) yang diduga terlibat dalam kasus dugaan pemerkosaan. Komite Dewan Pengawas BPJS TK menegaskan hal tersebut tidaklah benar.

“Kami atas nama Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan ingin melakukan klarifikasi atas kasus yang menimpa anggota kami saudara SAB. Kami mendapati tudingan bahwa dalam kasus ini jajaran Dewas sengaja melindungi saudara SAB atas tuduhan asusila yang dialamatkan kepadanya. Kami sampaikan bahwa itu tidak benar,” kata Ketua Dewan Pengawas, Guntur Witjaksono, dalam jumpa pers Ketua Dewan Pengawas, Guntur Witjaksonodi Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Guntur menyatakan, pihaknya baru mengetahui adanya dugaan asusila oleh SAB setelah mendapat tembusan laporan ke Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dari korban yang berinisial RA. Laporan tersebut tertanggal 6 Desember 2019.
Dalam kesempatan sebelumnya, RA pernah menyatakan bahwa setelah dia melapor ke Dewan, justru malah diminta mengundurkan diri.

“Karena sudah ada ancaman kekerasan fisik seperti itu, jadi saya tanggal 28 November (2018) langsung saya adukan ke Ketua Dewan Pengawas. Namun Ketua Dewan Pengawas hanya bilang, ‘Kalau sudah tidak nyaman, silakan resign….’ Padahal saya melaporkan itu bukan maksud saya untuk resign, saya hanya mengadu apa yang terjadi,” tutur RA, di Bareskrim Polri, Kamis (3/1/2019).

Kembali ke pernyataan Guntur, selain membantah melindungi SAB, BPJS TK juga menegaskan tak ada yang namanya ‘wewenang berlebihan’ dalam merekrut staf komite Dewas.

“Kami sampaikan bahwa hal Itu tidak benar. Kegiatan operasional organ BPJS Ketenagakerjaan setiap tahun pasti dilakukan audit oleh lembaga pengawas keuangan seperti OJK, BPK, dan KAP, di samping kegiatan monitoring dan evaluasi dan DJSN yang nnendapatkan predikat Baik. Kami juga memiliki komitmen dengan KPK terkait pencegahan gratifikasi,” ujar Guntur, Jumat (11/1).

“Sementara terkait rekrutmen, penyelenggaran FGD, seminar dan lain sebagainya, itu semua sudah diatur dan sesuai dengan regulasi yang tertera dalam Undang undang No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS dan Peraturan turunan yang terkait. Tidak ada hal yang menyalahi di sini,” tambahnya.

Guntur juga meminta kasus SAB tidak ditarik ke area politis. Jangan sampai ada pemanfaatan kesempatan dalam kesempitan.

“Kami harap semua pihak dapat berpikir dengan jernih dalam melihat kasus yang menimpa saudara SAB ini. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memiliki niat menggulirkan hal ini sebagai isu politis, mengingat tahun ini adalah tahun politik yang kental dengan berbagai hal yang dapat dipolitisasi. Saya harap hal ini tidak dimanfaatkan untuk menjatuhkan kredibilitas BPJS Ketenagakerjaan sebagai Badan Hukum Publik yang profesional,” papar Guntur.

Syafri Adnan Baharuddin yang kini mundur dari Dewan Pengawas BPJS TK menyampaikan bantahannya telah melakukan pemerkosaan. Bahkan Syafri telah melaporkan balik stafnya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Berbagai tuduhan yang ditujukan kepada saya tidak benar adanya dan bahkan merupakan fitnah yang keji,” kata Syafri, Minggu (30/12/2018).

Selain itu, Syafri juga melaporkan pemilik akun Facebook bernama Ade Armando dengan tuduhan yang sama. Laporan atas nama RA tercatat dengan nomor LP/B/0026/I/2019/BARESKRIM, sedangkan laporan untuk pemilik akun Facebook Ade Armando teregister dengan nomor LP/B/0027/I/2019/BARESKRIM.

“Kami sudah melaporkan secara resmi, ini bukti laporannya. Tapi saya menjunjung asas praduga tak bersalah, (nama) terlapornya kami tutupin ya. Inisial yang dilaporkan SAB, yang diduga melakukan SAB,” kata pengacara Syarif, Heribertus S Hartojo, setelah membuat laporan di Bareskrim Polri, Kamis (3/1/2019).
(rna/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cuaca Ekstrem, 5 Gunung Ditutup untuk Para Wisatawan Pendaki

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Tim TCC (Tourism Crisis Center) Kemenpar Guntur Sakti menyebut berwisata saat ini identik dengan kebutuhan untuk diakui dan menyenangi berwisata yang terkadang ekstrem dan berbeda. Meskipun begitu, para wisatawan yang memilih mendaki harus tetap memenuhi aspek-aspek baik keamanan, fisik dan keselamatan.

Sejumlah Balai Taman Nasional yang mengelola jalur pendakian di Indonesia juga sudah mengeluarkan edaran mulai dari waspada cuaca ekstrem ataupun penutupan terkait pemulihan ekosistem dengan tenggat waktu yang berbeda.

“Wisatawan atau pendaki diharapkan untuk mematuhi peratuan tersebut,” kata Guntur yang juga menjabat Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar di Jakarta, Kamis, seperti dilansir Antara, Kamis, (10/1/2019).

Saat ini, lima gunung ditutup untuk aktivitas pendakian. Jalur pendakian Gunung Merbabu, Jawa Tengah, ditutup sejak 30 Desember 2018 hingga waktu yang belum ditentukan. Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat ditutup selama tiga bulan, mulai 1 Januari 2019 sampai 31 maret 2019.

Selain itu, jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup mulai Selasa, 1 Januari 2019 hingga pemberitahuan selanjutnya. Jalur pendakian Gunung Prau akan ditutup selama tiga bulan, mulai dari 6 Januari hingga 5 April 2019. Sementara itu, Gunung Semeru di Jawa Timur ditutup secara total mulai 3 Januari 2019 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Curah hujan yang tinggi, lanjut Guntur,  ditambah angin kencang membuat suhu di permukaan yang lebih tinggi tentu lebih dingin, termasuk di atas gunung dan jalur pendakian, sehingga hipotermia menjadi salah satu hal yang bisa dialami pendaki. Hipotermia merupakan kondisi yang mana suhu tubuh menurun sampai di bawah 37 derajat celcius yang menjadi suhu tubuh normal manusia. 

Akun Gibran Rakabuming akan Dipolisikan Andi Arief, Gara-gara Apa?

Akun Gibran Rakabuming akan Dipolisikan Andi Arief, Gara-gara Apa? Andi Arief (Foto: Dok. Antara Foto/Muhammad Adimaja)

Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief lagi-lagi bikin heboh. Dia mengaku sedang pikir-pikir untuk memolisikan akun anak Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka. Gara-gara apa?

Rencana itu dicuitkan Andi Arief pada Rabu (9/1). Hingga Kamis (10/1), cuitan itu sudah di-retweet lebih dari 280 kali.

Andi Arief mengunggah tangkapan layar (screenshot) cuitan Gibran di akun @Chilli_Pari. Yang pertama, Gibran me-retweet cuitan airmin @_TNIAU yang membalas cuitan Andi Arief soal dia meminta 2 anggota TNI mengecek kabar surat suara tercoblos yang belakangan dinyatakan hoax.

“Mohon bapak @AndiArief__sebutkan siapa kedua anggota TNI tersebut (nama/pangkat/kesatuan). Jika mereka anggota TNI AU, laporkan kepada kami untuk diusut Pomau. Patut diingat bahwa institusi TNI dan khususnya TNI AU berkomitmen untuk menjaga netralitas dalam Pemilu,” demikian bunyi cuitan TNI AU yang di-retweet Gibran.

Gibran saat mendampingi Jokowi / Gibran saat mendampingi Jokowi. (Rengga Sancaya/detikcom)

Dari tangkapan layar yang diunggah Andi Arief, terlihat juga Gibran mencuit tagar ‘UdahNurhadiAja’. Tagar itu terkait pasangan capres-cawapres fiktif, Nurhadi-Aldo, yang sempat heboh di media sosial.

“Saya lagi menimbang apa perlu melaporkan akun anak Presiden ke Bareskrim,” tulis Andi Arief.

Belum diketahui apakah Andi Arief jadi melaporkan Gibran ke polisi. Sebelumnya, dia sudah memolisikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto; Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin; Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan; jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga; dan jubir PSI Guntur Romli terkait dugaan penyebaran berita bohong atau hoax melalui media elektronik dan pencemaran nama baik.

Dia juga memolisikan komisioner KPU Pramono Ubaid karena disebut telah mendesain pilihan kata dalam cuitan soal ‘7 kontainer surat suara tercoblos’ agar tak dituduh menyebarkan hoax. Andi Arief juga memolisikan PSI terkait ‘Kebohongan Award’.

Saksikan juga video ‘TKN Jokowi Pertanyakan Mengapa SBY Tak Tegur Andi Arief’:

[Gambas:Video 20detik]

(imk/tor) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>