Solskjaer Permanen, Fellaini Terancam Tinggalkan MU?

Liputan6.com, Jakarta Ole Gunnar Solskjaer mulai masuk dalam bursa kandidat pelatih permanen Manchester United (MU). Permorma Setan Merah yang sudah meraih enam kemenangan beruntun membuat peluangnya naik kelas dari sekedar pelatih caretaker semakin terbuka lebar. 

Solskjaer bahkan kabarnya sudah mulai menyusun rencana jika kelak ditunjuk jadi manajer permanen MU. Ada beberapa pemain yang bakal didepak dari Old Trafford. 

Solskjaer saat ini masih berstatus manajer sementara di United. Kontrak manajer berusia 45 tahun tersebut akan selesai pada akhir musim 2018/19. Saat ini, Solskjaer juga masih punya kontrak dengan klub lamanya yakni Molde.

Namun, hasil bagus yang diraih Solskjaer dalam enam laga perdananya membuat kans jadi manajer permanen MU menguat. Dia mampu memberikan enam kemenangan beruntun bagi Setan Merah dan membuat tim kembali bermain apik.

Di bawah asuhan Solskjaer, ada beberapa pemain yang mampu menampilkan performa yang prima. Ada nama Paul Pogba, Marcus Rashford dan Ander Herrera yang menjadi pilar United pada era Solskjaer. Tapi, ada juga pemain yang kian tenggelam.

Marouane Fellaini adalah pemain yang menit bermainnya semakin berkurang pada era Solskjaer.

Dikutip dari talkSPORT, Fellaini bakal dipersilahkan mencari klub baru pada musim depan. Sebab, pemain asal Belgia tersebut sudah tidak masuk dalam rencana yang akan disusun oleh Solskjaer jika menjadi manajer tetap United.

Fellaini memang tidak lagi menjadi pilihan pada era Solskjaer. Situasi berbeda pada saat Jose Mourinho masih berkuasa. Dia cukup diandalkan lantaran punya kemampuan fisik kuat yang menunjang gaya bermain ala Mourinho.

2 dari 2 halaman

Pindah ke AC Milan?

Seandainya memang dilepas oleh Manchester United, Marouane Fellaini tidak perlu merasa risau. Sebab, ada beberapa klub papan atas Eropa yang sudah menyatakan ketertarikan pada pemain yang dikenal dengan gaya rambut kribo tersebut.

Klub yang cukup serius memburu jasa Fellaini adalah AC Milan.

Bahkan, Milan dikabarkan siap mendatangkan Fellaini lebih cepat. Tidak perlu menunggu musim 2018/19 ini usai. Milan ingin membawa Fellaini ke San Siro pada bursa transfer Januari 2019. Namun, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak United.

Sumber: Bola.net

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Solskjaer Punya Taktik Jitu, Gelandang MU Yakin Raih Kemenangan Ketujuh

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) mencatatkan enam kemenangan beruntun setelah mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 1-0 di Wembley Stadium, Minggu (13/1/2019) dalam lanjutan Liga Inggris. Gol semata wayang MU dicetak oleh Marcus Rashford.

Kegemilangan MU mencatatkan enam kemenangan beruntun berkat taktik jitu dari Ole Gunnar Solskjaer. Kejituan Solskjaer dalam meramu taktik untuk Setan Merah, julukan MU, terbukti saat meraih kemenangan atas Spurs.

“Saat melawan Spurs, manajer memberi tahu kami kalau di awal pertandingan akan berjalan sulit untuk melakukan umpan pendek. Dia mengatakan, lebih mudah jika kami mengubah permainan ke sisi lapangan. Dari sanalah kami menemukan ruang,” ucap gelandang MU, Ander Herrera, dikutip dari situs resmi klub.

Di Wembley Stadium, Setan Merah menciptakan 10 peluang, tujuh di antaranya on target. Paul Pogba dan kawan-kawan juga menguasai ball possession sebesar 44 persen.

“Kami berhasil mencetak gol karena rencana permainannya. Sebenarnya, hingga menit ke-60, kami bisa saja membuat skor menjadi 2-0, tapi kami melewatkan beberapa peluang,” ujar gelandang MU berusia 29 tahun itu.

2 dari 3 halaman

Bidik Kemenangan Ketujuh

Dengan taktik jitu dari Solskjaer, Herrera optimistis meraih kemenangan ketujuh beruntun. Di laga selanjutnya, Setan Merah akan menghadapi Brighton di Old Trafford, Sabtu (19/1/2019).

“Kami memang sudah meraih (kemenangan) yang keenam, tapi harus tetap membumi. Sekarang kami sedang mencoba untuk mengalahkan Brighton dengan kerendahan hati,” kata Herrera.

“Saya rasa semua pemain sedang termotivasi. Terlebih, kami tidak memulai liga dengan sangat baik sehingga kami masih memiliki jalan panjang untuk mencapai empat besar,” ujar Herrera menambahkan.

3 dari 3 halaman

Klasemen Liga Inggris


Saksikan video pilihan berikut ini:

Rashford Lewati Pencapaian Ronaldo dan Henry di Usia 21 Tahun

Liputan6.com, Jakarta Marcus Rashford kian bersinar bersama Manchester United (MU). Pemain berusia 21 tahun itu digadang-gadang bakal jadi striker hebat di masa mendatang. 

Rashford mencuri perhatian publik setelah mencetak gol tunggal kemenangan MU atas Tottenham Hotspur pada pekan ke-22 Premier League, akhir pekan lalu. Itu menjadi gol keempat Rashford dari enam laga sejak kedatangan Ole Gunnar Solskjaer.

Sepanjang musim ini, Rashford sudah mencetak delapan gol di semua ajang. Total, ia sudah menjaringkan 40 gol dari 149 penampilan bersama tim utama Manchester United.

Torehan gol Rashford lebih baik dari legenda Arsenal, Thierry Henry, dan bomber Juventus, Cristiano Ronaldo, saat masih berusia 21 tahun. Bahkan, Henry dan Ronaldo tidak sampai mencetak 30 gol.

Henry memang belum menjelma jadi striker haus gol saat masih berusia 21 tahun. Kala itu, ia hanya 28 kali menggetarkan gawang lawan dari 150 pertandingan.

Namun, karier sepak bolanya melesat saat diasuh Arsene Wenger di Arsenal. Mantan pemain AS Monaco dan Juventus itu berhasil mencetak 329 gol sepanjang kariernya.

Sedangkan Ronaldo hanya bisa mencetak 25 gol dari 150 penampilan. Namun, hal itu bisa dimaklumi karena berbeda dengan Rashford , CR7 pada awal kariernya bermain sebagai winger.

Selama berseragam MU, Ronaldo mencetak 118 gol dari 292 pertandingan. Saat ini, pemain asal Portugal itu telah mengemas 586 gol.

Sumber: Squawka/Bola.com

Saksikan juga video menarik di bawah ini:


Pogba Lebih Percaya Solskjaer di MU ketimbang Mourinho

Liputan6.com, Manchester – Mantan Gelandang Manchester City, Yaya Toure mengomentari peningkatan permainan Paul Pogba di Manchester United (MU). Toure menilai, Pogba kini lebih punya kepercayaan kepada manajernya, Ole Gunnar Solskjaer ketimbang Jose Mourinho.

“Sejujurnya, saya kira Pogba sekarang lebih punya kepercayaan kepada manajernya. Manajernya telah menempatkannya di situasi bahwa ia lah bosnya,” kata Toure seperti dilansir Sky Sports.

Pogba menjadi salah satu sosok kunci kebangkitan MU di bawah Solskjaer. Bintang asal Prancis itu dianggap telah kembali ke permainan terbaiknya.

Ini berkebalikan saat MU dilatih Mourinho. Alih-alih jadi tulang punggung, Pogba justru adalah pemain pesakitan.

Taktik defensif Mourinho dianggap menahan potensi Pogba. Sang pemain pun sempat protes dengan taktik manajer asal Portugal tersebut. Protes itu lalu membuat hubungan Pogba dan Morinho renggang.

Padahal, Toure menilai Pogba adalah pemain yang harus punya koneksi bagus dengan manajernya. “Dia adalah pemain ynag ingin punya koneksi dengan manajernya, dipercaya, dan diminta untuk maksimal,” kata Toure.

2 dari 3 halaman

Berbeda Tipe

Lebih lanjut, Toure pun menganggap Pogba tak bisa dibandingkan dengan gelandang lainnya, termasuk dirinya. Menurut Toure, dia adalah gelandang yang menyukai tantangan.

“Pemain seperti saya, saya hanya ingin memberikan dan memproduksi lebih. Saya suka tantangan. Anda tidak bisa mengatakan Pogba harus menjadi Kante atau Matuidi, itu tidak mungkin,” kata Toure.

MU saat ini berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan 41 poin. Pogba dan kawan-kawan hanya terpaut enam poin dari peringkat keempat, Chelsea.

3 dari 3 halaman

Klasemen Liga Inggris

Jesse Lingard Tidak Kaget Melihat Perkembangan Marcus Rashford

Jakarta Marcus Rashford menunjukkan performa luar biasa di Manchester United. Penampilan Rashford semakin cemerlang sejak ditangani caretaker manajer, Ole Gunnar Solskjaer.

Teranyar, bomber berusia 21 tahun itu menjadi pahlawan kemenangan saat Setan Merah mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0 pada pekan ke-22 Premier League, di Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol yang dicetaknya ke gawang Hugo Lloris menggaransi tiga poin untuk Manchester United.

Gol ke gawang Tottenham merupakan yang keempat bagi Rashford dari lima laga sebagai starter pada era Solskjaer. Torehan gol itu menjadi bukti pesatnya perkembangan Rashford sejak dipecatnya Jose Mourinho, Desember lalu.

“Itu gol yang fantastis dari Rash. Dibutuhkan skill utuk mencetak gol dari sudut seperti itu, dengan kaki kanan dan menggunakan kaki bagian dalam,” kata Solskjaer memuji.

Gelandang Manchester United, Jesse Lingard, pun membuka rahasia di balik performa apik Rashford saat mengalahkan Tottenham. Lingard mengungkapkan rekan setimnya itu intens melatih penyelesaian akhir bersama Solskjaer di Dubai, Uni Emirat Arab.

Skuat Manchester United menggelar persiapan jelang laga kontra Tottenham selama empat hari di Dubai. Pemusatan latihan dalam waktu singkat itu terbukti memberikan hasil positif di markas The Lilywhites.

“Sepanjang sesi latihan di Dubai, dia berlatih penyelesaian akhir bersama manajer. Latihan itu membuat dia siap untuk laga besar dan momen seperti itu,” ucap Lingard.

Tambahan satu gol ke gawang Tottenham membuat Rashford telah mengoleksi delapan gol dari 26 laga di semua ajang yang diikuti Manchester United. Performa impresif Marcus Rahsford membuat striker asal Belgia, Romelu Lukaku, harus rela duduk di bangku cadangan.

Sumber: Standard

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.

HEADLINE: Raih 6 Kemenangan Beruntun, Solskjaer Kembalikan Wajah Asli MU

Liputan6.com, Jakarta – Manchester United (MU) telah kembali! Enam kemenangan beruntun yang diraih Tim Setan Merah mengindikasikan klub yang bermarkas di Old Trafford ini bisa kembali jadi ancaman di Liga Inggris.

Terakhir, bersama caretaker manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, MU sukses menghantam salah satu kandidat juara Liga Inggris musim ini, Tottenham Hotspur 1-0 di kandang lawan, Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol semata wayang kemenangan MU dicetak penyerang muda Marcus Rashford.

Enam kemenangan beruntun ini juga mengantar Solskjaer, yang berasal dari Norwegia, sukses memecahkan rekor manajer legendaris MU, Sir Matt Busby, yang sempat bertahan 73 tahun.

“Inilah Manchester United yang sesungguhnya,” ujar kiper David de Gea yang juga tampil gemilang, melakukan 11 penyelamatan, usai laga. “Kami mengalahkan sebuah tim hebat.”

Kemenangan atas Tottenham memang seperti penahbisan bahwa MU benar-benar bangkit. Sebelumnya, lima kemenangan yang mereka raih — satu di Piala FA–memang tak terlalu diperhitungkan.

Sebab, lawan-lawan yang mereka kalahkan ketika itu tim-tim yang kekuatannya relatif di bawah MU. Sebut saja Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, plus Reading di Piala FA.

Tapi, Tottenham, ini adalah klub Inggris yang terus menjulang prestasinya dalam dua-tiga musim terakhir. Bahkan, musim ini, mereka adalah salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City dan pemuncak klasemen, Liverpool.

Tak pelak, penampilan Rashford dan kawan-kawan pun menuai pujian dari mantan bintang MU yang kini pundit di stasiun televisi Sky Sports, Gary Neville.

“Manchester United sekarang seperti Manchester United lima atau 10 tahun lalu,” ujar Neville, bangga.

Sepuluh tahun lalu, adalah salah satu masa kejayaan MU saat masih dilatih Alex Ferguson. Ketika itu, di musim 2007/08, Setan Merah memenangkan tiga gelar sekaligus, Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, perlahan tapi pasti, MU juga mulai jadi ancaman serius di papan klasemen Liga Inggris. Berada di posisi keenam, nilai mereka, 41, kini sama dengan Arsena di posisi kelima. Dengan Liverpool, yang ada di puncak klasemen, MU berselisih 16 poin.

Prestasi ini juga bertolak belakang dengan kiprah mereka sebelumnya, saat masih ditangani Jose Mourinho. MU tampil tak meyakinkan, dan sempat jadi bulan-bulannya suporternya sendiri.

Hingga akhirnya Solskjaer datang menggantikan Mourinho sebagai caretaker manajer per 19 Desember 2018. Solskjaer, 45 tahun, yang juga mantan penyerang MU, dikontrak hingga akhir musim.

2 dari 4 halaman

Kembalikan

Tak pelak, Solskjaer, yang selama di MU mencetak 126 gol dalam 366 laga pun dianggap mampu mengembalikan “ruh” MU. Tim yang sempat melempem, tak lagi greget, kini kembali menjadi kekuatan yang menakutkan.

Skema menyerang kembali dipraktikkan dengan taktis oleh Anthony Martial dan kawan-kawan. Lihat saja, dari total enam pertandingan itu, MU sukses melesakkan 17 gol. Dari kebobolan mereka juga minim, hanya empat gol.

“Manajer berhasil membawa kebahagiaan untuk kami. Pemain selalu tampil bagus dan tim saat ini sangat kuat,” De Gea memuji Solskjaer. “Kami kini tahu cara mengontrol pertandingan, membuat peluang, itu sangat baik bagi kami.”

Tak hanya jitu meracik strategi, Solksjaer juga dianggap mampu kembali menggali potensi bintang MU yang sempat melempem performanya di era Mourinho. Rashford dan Paul Pogba bisa jadi contohnya.

Bagi Rashford sendiri, golnya ke gawang Tottenham adalah gol ketiganya dalam tiga pertandingan terakhir bersama MU. Sedangkan Pogba, belakangan, benderang lagi sinarnya di lapangan.

3 dari 4 halaman

Pogba Bersinar Lagi

Di bawah asuhan Solksjaer, Pogba memang kembali mampu mempertontonkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya jadi jenderal lapangan tengah, sebagai pengatur serangan tim, Pogba juga bisa jadi eksekutor andalan.

Di bawah asuhan Solskjaer, andalan timnas Prancis berusia 25 tahun ini sudah mencetak empat gol. Dia juga telah membuat empat assist, termasuk untuk gol Rashford ke gawang Tottenham.

Tak heran, selain prestasi MU yang menjulang, kembali gemilangnya kiprah Pogba juga disebut-sebut sebagai sukses besar Solskjaer. Sebab, performa pemain berusia 25 tahun ini sempat melempem di era Mourinho.

Bahkan, Pogba yang diboyong MU dari Juventus seharga 89,3 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun sempat terlempar dari skuat inti Tim Setan Merah.

4 dari 4 halaman

Bakal Permanen?

Tak pelak, kini spekulasi pun bermunculan bahwa manajemen MU bakal mempermanen kontrak Solksjaer, bukan lagi sebagai caretaker. Padahal, sebelumnya, kencang beredar rumor, bahwa MU akan mengontrak manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, mulai musim depan.

Menariknya, Solksjaer sendiri mengaku tidak pernah membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. “Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer, yang masih terikat kontrak dengan klub asal kampung halamannya, Moldne.

Solskjaer menambahkan, “Saya akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak…saya tidak memikirkan itu sama sekali.”

HEADLINE: Dengan 6 Kemenangan Beruntun, Solskjaer Kembalikan Wajah Asli MU

Liputan6.com, Jakarta – Manchester United (MU) telah kembali! Enam kemenangan beruntun yang diraih Tim Setan Merah mengindikasikan klub yang bermarkas di Old Trafford ini bisa kembali jadi ancaman di Liga Inggris.

Terakhir, bersama caretaker manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, MU sukses menghantam salah satu kandidat juara Liga Inggris musim ini, Tottenham Hotspur 1-0 di kandang lawan, Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol semata wayang kemenangan MU dicetak penyerang muda Marcus Rashford.

Enam kemenangan beruntun ini juga mengantar Solskjaer, yang berasal dari Norwegia, sukses memecahkan rekor manajer legendaris MU, Sir Matt Busby, yang sempat bertahan 73 tahun.

“Inilah Manchester United yang sesungguhnya,” ujar kiper David de Gea yang juga tampil gemilang, melakukan 11 penyelamatan, usai laga. “Kami mengalahkan sebuah tim hebat.”

Kemenangan atas Tottenham memang seperti penahbisan bahwa MU benar-benar bangkit. Sebelumnya, lima kemenangan yang mereka raih — satu di Piala FA–memang tak terlalu diperhitungkan.

Sebab, lawan-lawan yang mereka kalahkan ketika itu tim-tim yang kekuatannya relatif di bawah MU. Sebut saja Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, plus Reading di Piala FA.

Tapi, Tottenham, ini adalah klub Inggris yang terus menjulang prestasinya dalam dua-tiga musim terakhir. Bahkan, musim ini, mereka adalah salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City dan pemuncak klasemen, Liverpool.

Tak pelak, penampilan Rashford dan kawan-kawan pun menuai pujian dari mantan bintang MU yang kini pundit di stasiun televisi Sky Sports, Gary Neville.

“Manchester United sekarang seperti Manchester United lima atau 10 tahun lalu,” ujar Neville, bangga.

Sepuluh tahun lalu, adalah salah satu masa kejayaan MU saat masih dilatih Alex Ferguson. Ketika itu, di musim 2007/08, Setan Merah memenangkan tiga gelar sekaligus, Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, perlahan tapi pasti, MU juga mulai jadi ancaman serius di papan klasemen Liga Inggris. Berada di posisi keenam, nilai mereka, 41, kini sama dengan Arsena di posisi kelima. Dengan Liverpool, yang ada di puncak klasemen, MU berselisih 16 poin.

Prestasi ini juga bertolak belakang dengan kiprah mereka sebelumnya, saat masih ditangani Jose Mourinho. MU tampil tak meyakinkan, dan sempat jadi bulan-bulannya suporternya sendiri.

Hingga akhirnya Solskjaer datang menggantikan Mourinho sebagai caretaker manajer per 19 Desember 2018. Solskjaer, 45 tahun, yang juga mantan penyerang MU, dikontrak hingga akhir musim.

2 dari 4 halaman

Kembalikan “Ruh” MU

Tak pelak, Solskjaer, yang selama di MU mencetak 126 gol dalam 366 laga pun dianggap mampu mengembalikan “ruh” MU. Tim yang sempat melempem, tak lagi greget, kini kembali menjadi kekuatan yang menakutkan.

Skema menyerang kembali dipraktikkan dengan taktis oleh Anthony Martial dan kawan-kawan. Lihat saja, dari total enam pertandingan itu, MU sukses melesakkan 17 gol. Dari kebobolan mereka juga minim, hanya empat gol.

“Manajer berhasil membawa kebahagiaan untuk kami. Pemain selalu tampil bagus dan tim saat ini sangat kuat,” De Gea memuji Solskjaer. “Kami kini tahu cara mengontrol pertandingan, membuat peluang, itu sangat baik bagi kami.”

Tak hanya jitu meracik strategi, Solksjaer juga dianggap mampu kembali menggali potensi bintang MU yang sempat melempem performanya di era Mourinho. Rashford dan Paul Pogba bisa jadi contohnya.

Bagi Rashford sendiri, golnya ke gawang Tottenham adalah gol ketiganya dalam tiga pertandingan terakhir bersama MU. Sedangkan Pogba, belakangan, benderang lagi sinarnya di lapangan.

3 dari 4 halaman

Pogba Bersinar Lagi

Di bawah asuhan Solksjaer, Pogba memang kembali mampu mempertontonkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya jadi jenderal lapangan tengah, sebagai pengatur serangan tim, Pogba juga bisa jadi eksekutor andalan.

Di bawah asuhan Solskjaer, andalan timnas Prancis berusia 25 tahun ini sudah mencetak empat gol. Dia juga telah membuat empat assist, termasuk untuk gol Rashford ke gawang Tottenham.

Tak heran, selain prestasi MU yang menjulang, kembali gemilangnya kiprah Pogba juga disebut-sebut sebagai sukses besar Solskjaer. Sebab, performa pemain berusia 25 tahun ini sempat melempem di era Mourinho.

Bahkan, Pogba yang diboyong MU dari Juventus seharga 89,3 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun sempat terlempar dari skuat inti Tim Setan Merah.

4 dari 4 halaman

Bakal Permanen?

Tak pelak, kini spekulasi pun bermunculan bahwa manajemen MU bakal mempermanen kontrak Solksjaer, bukan lagi sebagai caretaker. Padahal, sebelumnya, kencang beredar rumor, bahwa MU akan mengontrak manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, mulai musim depan.

Menariknya, Solksjaer sendiri mengaku tidak pernah membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. “Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer, yang masih terikat kontrak dengan klub asal kampung halamannya, Moldne.

Solskjaer menambahkan, “Saya akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak…saya tidak memikirkan itu sama sekali.”

MU Pecundangi Spurs, Rashford Puji Penyelamatan De Gea

Liputan6.com, Manchester – Marcus Rashford menyatakan aksi penyelamatan David De Gea lebih krusial dalam kemenangan Manchester United (MU) atas Tottenham Hotspur ketimbang golnya.

Pertandingan Spurs kontra MU di Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019), berlangsung menarik. Banyak peluang yang tercipta dalam pertandingan tersebut.

Akan tetapi, pada akhirnya hanya satu gol yang tercipta. Peluang yang didapat Rashford pada menit ke-44 berkat umpan Paul Pogba berujung gol.

MU pun menang 1-0. Dengan kemenangan itu, Setan Merah kini telah mengumpulkan 41 poin dari 22 laga.

2 dari 3 halaman

Pujian untuk De Gea

Gol Rashford jelas krusial untuk kemenangan tersebut. Akan tetapi, penyerang muda timnas Inggris itu justru memuji aksi-aksi De Gea dan menyebut performa pemain asal Spanyol lebih krusial dalam kemenangan atas Spurs.

“Ini adalah tanggung jawab yang baik untuk dimiliki. Tetapi sejak manajer ini datang, semua orang sudah menyumbang (untuk klub),” ujarnya seperti dilansir Goal International.

“Hari ini bukan tentang gol. Ini tentang kiper dan penyelamatan-penyelamatan yang dibuatnya luar biasa,” pujinya.

“Kami tahu bahwa kami memiliki itu di belakang,” pungkas Rashford.

3 dari 3 halaman

Pujian Solskjer

De Gea sebelumnya juga mendapat pujian dari Ole Gunnar Solskjer berkat aksinya yang brilian saat menghadapi Huddersfield. Menurut Solskjaer, kemenangan perdananya di Old Trafford tak akan terjadi andai saja De Gea tidak melakukan penyemalatan gemilang untuk menggagalkan peluang Laurent Depoitre.

“Penyelamatan David merupakan momen kunci bagi kami. Setiap tim, baik kandang atau tandang, akan mendapatkan peluang, karena kualitas yang dimiliki setiap tim Premier League,” ujar Solskjaer kepada MUTV.

“Penyelamatan itu mungkin salah satu yang terbaik yang pernah saya lihat. Mungkin yang terbaik,” tambahnya.

Sumber: Bola.net

Klasemen Liga Inggris Usai MU Pecundangi Tottenham

Liputan6.com, London – Manchester United (MU) melanjutkan tren positif mereka di kompetisi Liga Inggris setelah menundukkan tuan rumah Tottenham Hotspur dengan skor 1-0, Minggu (13/1/2019).

Marcus Rashford jadi pahlawan kemenangan Setan Merah dalam laga tersebut. Tambahan tiga poin ini membuat MU kian mendekat ke empat besar klasemen Liga Inggris.

MU sekarang menduduki peringkat keenam di klasemen sementara, tapi memiliki poin yang sama dengan Arsenal, yang berada di posisi kelima. MU terpaut enam poin dari Chelsea, yang menempati posisi keempat.

Kemenangan atas Spurs merupakan kemenangan kelima beruntun MU di kompetisi Liga Inggris sejak Ole Gunnar Solskjaer mengambil alih kursi pelatih, menggantikan Jose Mourinho.

Rentetan hasil positif tersebut semakin membuka peluang bagi Paul Pogba dan kawan-kawan finis empat besar sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.

2 dari 3 halaman

Liverpool di Puncak

Liverpool sendiri masih belum tergoyahkan di puncak klasemen sementara Liga Inggris. Manchester City yang berada di posisi kedua, baru memainkan matchday ke-22 pada dini hari nanti WIB.

Tottenham yang dipecundangi MU masih tetap menduduki peringkat ketiga. Spurs hanya memimpin satu poin atas Chelsea dan tertinggal sembilan poin dari The Reds.

3 dari 3 halaman

Klasemen Liga Inggris


FcTables.com

Kencani 3 Wanita Seksi, Don Juan Liga Inggris Kena Apes di Australia

Liputan6.com, Melbourne – Mantan pemain Liga Inggris, Steven Taylor yang dikenal sebagai Don Juan, kena apes lantaran kisah cintanya dengan dua wanita seksi. Taylor ketahuan akibat ada pesan masuk dari model Australia, perempuan ketiga.

Taylor tercatat bermain di Liga Inggris bersama Newcastle United pada 2003 hingga 2016. Sekarang, dia memperkuat klub asal Australia, Wellington Phoenix.

Dikutip dari media Inggris, Daily Mail, Taylor memacari model sekaligus penulis lagu, Katy Coffey (33 tahun), Diana Adomaitis (22 tahun), dan model Australia yang tak disebutkan namanya. Taylor memanggil mereka dengan nama panggilan yang sama, Long Pins.

Minggu lalu, Diana yang sedang bermesraan dengan Taylor mendapati pesan masuk dari wanita ketiga. Pacar ketiga Taylor itu mengirim pesan singkat ke handphone Diana.

“Wanita itu kirim pesan seperti ini: ‘Pacarmu Steven Taylor adalah pembohong yang bodoh. Untuk Anda ketahui saja, aku berada di Wellington tepat sebelum kamu’,” kata Diana yang tidak hanya mengetahui pacar ketiga Taylor itu bekerja sebagai model di Australia tanpa mengetahui namanya.

Diana juga menyadari, Taylor memberikan panggilan sayang kepadanya serupa dengan model Australia itu. Diana dan Taylor berpacaran dalam enam bulan terakhir.

“Taylor memanggilku ‘long pins’ karena dia mencintai kakiku yang panjang. Lalu aku tahu dia menyebut wanita lain hal yang sama,” ucap wanita berusia 22 tahun tersebut.

2 dari 3 halaman

Pacar Pertama Kesal

Sebelumnya, Katy Coffey, yang sudah berkencan dengan Taylor selama dua tahun juga dibuat kesal dengan laporan yang menyebut sang kekasih seperti Don Juan. Bahkan, Katy sempat dijanjikan bakal dinikahi bek berusia 32 tahun tersebut.

“Saya tidak percaya. Dia bilang ingin kita menikah dan menghabiskan hidup bersama. Kami sempat liburan ke Tenerife dua kali,” ucap Katy.

“Di sana dia ingin mengajak saya bertemu keluarganya. Saya merasa sangat bodoh percaya dengan dia,” katanya menambahkan.

3 dari 3 halaman

Status Menggantung

Sayangnya, hingga ketahuan memacari tiga wanita, asmara Taylor dengan mereka tidak dijelaskan sama sekali.

Namun, dilihat dari Instagram Diana dan Katy, mereka sudah menghapus semua foto yang berhubungan dengan Steven Taylor.

Saksikan video pilihan berikut ini: