Gubernur Aceh Nonaktif Irwandi Yusuf Dituntut 10 Tahun Penjara

Liputan6.com, Jakarta – Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf dituntut 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia terbukti menerima suap Rp 1 miliar dari dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. 

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa pidana penjara 10 tahun, pidana denda Rp 500 juta atau subsider 6 bulan kurungan dan terbukti melakukan tindakan korupsi,” ucap jaksa Ali Fikri saat membacakan tuntutan Irwandi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019). 

Tidak hanya itu, Irwandi Yusuf juga dicabut hak politiknya 5 tahun sejak terdakwa menjalani pidana.

Dalam tuntutan, jaksa mencantumkan hal memberatkan yakni perbuatan Irwandi, dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Dan yang meringankan yaitu terbukti membuat perdamaian di Aceh. 

Irwandi dituntut telah melanggar Pasal 12 huruf a atau undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *