VIDEO: Warga Gorontalo Lepas Buaya ke Jalan, Ada Apa?

Liputan6.com, Jakarta Seekor buaya sepanjang satu meter sengaja dilepaskan warga Gorontalo di jalan yang penuh kubangan air. Ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sikap pemerintah yang tak juga memperbaiki jalan di sekitar tempat tinggal mereka.

Jalan Kaki 13 Jam, Begini Susahnya Kirim Surat Suara ke Ujung Gorontalo

Gorontalo – Logistik Pemilihan Umum 2019, mulai didistribusikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bone Bolango, Gorontalo ke pedalaman. Salah satunya ke Kecamatan Pinogo yang merupakan daerah terpencil dan terjauh.

Butuh 13 jam jalan kaki yang harus dilalui pengirim logistik. Bahkan barang logistik harus dipikul oleh si pengirim. Anggota Komisioner KPU Provinsi Gorontalo, Sophan Rahmola menyatakan untuk kabupaten Bone Bolango pendistribusian kertas suara dan kotak suara dilaksanakan Minggu pagi untuk daerah terpencil dan terjauh.

“Hari ini kita melepaskan logistik pemilu menuju Kecamatan Pinogo Kabupaten Bone Bolango yang medannya cukup parah dan terjal. Hampir 13 jam jalan kaki logistik ini akan dibawa oleh warga yang kita sewa jasa pikulnya. Ada 40 kotak untuk TPS. 13 kotak kosong untuk rekapituasi tingkkat PPK dan kertas suara,” kata Anggota Komisiner KPU Provinsi Gorontalo, Sophan Rahmola, pada detikcom Minggu (14/4/2019).

Dia menjelaskan, di Kecamatan Pinogu ada 5 desa yang terpencil yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat. Logistik Pemilu juga tidak bisa dibawa dengan menggunakan ojek motor.

“Kita telah putuskan harus jalan kaki. Dan ini sudah sering dilakukan saat ada pesta demokrasi atau pemilu. Jalan kaki bisa sampai 13 jam. Dan logistik ini langusng ke kantor PPK dan sudah ada gudang yang dipersiapkan,” ucap Rahmola.

Dia menambahkan ada 24 orang jasa pikul atau kijang yang disewa. Setiap orang ada yang memikul 2 kotak dan ada yang 4 kotak.

“Tadi kita sudah cek ke BMKG bahwa cuaca cerah, dan kemungkinan logistik ini sampai malam di PPK Pinogu,” lanjut Rahmola.
(rvk/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Torpedo Peninggalan Perang Dunia di Depan Rumah Warga Gorontalo

Liputan6.com, Gorontalo – Keluarga di Kecamatan Kota Timur, Gorontalo, masih menyimpan benda peninggalan Perang Dunia II. Benda berbentuk lonjong dan bersirip ini diduga kuat torpedo milik tentara Jepang.

Benda tersebut berada di depan rumah Zulkifli Lamusu (59). Zulkifli merupakan pewaris benda kuno tersebut, dan baginya torpedo itu sangat berharga yang diwariskan sang ayah 80 tahun silam.

Zulkifli kepada Liputan6.com, Selasa (9/4/2019) mengatakan, ayahnya yang bernama Abdul KA Lamusu merupakan seorang Kapten Kapal KM Sabut yang sering berlayar di perairan antar pulau di Sulawesi. Saat ayahnya bertugas, perang antara Jepang dan Indonesia pecah di wilayah Sulawesi Tengah.

“Menurut ayah saya, ini pemberian sekelompok orang yang saat itu kalah berperang, mereka kemudian menaiki kapal yang saat itu dibawa oleh ayah. Setelah mereka turun dari kapal kemudian memberikan ini kepada ayah saya,” ungkap Zulkifli.

Saat itu, kata Zulkifli, ayah saya tidak tahu benda ini digunakan untuk apa, dan mengapa mereka memberikannya. Namun Ayahnya pernah bercerita, torpedo ini diberikan sebagai cinderamata. Sang ayah kala itu berjasa menyelamatkan tentara Indonesia saat pertempuran melawan Jepang.

“Ayah saya membawa puluhan prajurit Indonesia untuk menyeberangi laut lepas daerah Kota Poso, Sulawesi Tengah untuk menyelamatkan diri,” kata Zulkifli.

Setelah ayahnya pulang ke Gorontalo, barang tersebut kemudian dibawa untuk disimpan dan menjadi kenang-kenangan saat dirinya menjadi seorang Kapten Kapal.

“Barang ini hingga sekarang masih terawat dengan baik, bahkan sudah banyak yang menawar untuk membeli barang ini, namun bagi kami ini merupakan peninggalan orangtua yang sangat berharga,” ucapnya.

Warga Berhamburan ke Luar Rumah saat Gempa Guncang Gorontalo

Liputan6.com, Gorontalo – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah Gorontalo, Senin (8/4/2019) pukul 03.45 Wita sempat membuat warga panik. Gempa itu mengejutkan warga yang sebagian besar masih terlelap.

Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika menyebutkan, lokasi gempa berada di 1,03 Lintang Utara (LU) dan 123,18 Bujur Timur (BT) atau tepatnya sekitar 16 kilometer Barat Laut Boroko, Bolaangmongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara (Sulut).

Kedalaman gempa diperkirakan berada 13 kilometer (km). BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

Sejumlah warga yang sedang beristirahat langsung berhamburan keluar rumah. Pasalnya, getaran gempa terasa sangat keras.

“Kami tiba-tiba kaget dengan suara gemuruh yang begitu terdengar kuat, selain itu getaranya pun membuat kami berusaha untuk keluar dari rumah,” ungkap Ruslin Abdullah, seorang warga Kecamatan Suwawa kepada Liputan6.com.

Getaran gempa ini juga ikut dirasakan warga di wilayah Kabupaten Bone Bolango. Bahkan getaran gempa menurut warga sangat keras. Di samping menggetarkan bangunan, gempa turut menimbulkan bunyi gemuruh. Sehingga membuat warga terjaga dari tidur.

“Meskipun pusat gempa berada di Gorontalo utara, namun kami masyarakat Bone Bolango sangat merasakan kekuatan gempa itu,” ujar Abdul Farid.

Hingga kini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut, namun warga Gorontalo dimohon untuk tetap waspada dengan kemungkinan adanya gempa susulan.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tsunami Selat Sunda datang dalam senyap. Tak didahului gempa sebagaimana fenomena bencana tsunami yang diketahui awam, bencana ini menelan korban hingga lebih dari 400 jiwa.

Warga Gorontalo Nekat Tangkap Buaya 500 Kg Hanya dengan Seutas Tali

Kepala BKSDA Gorontalo, Syamsudin Hadju, saat dikonfirmasi Liputan6.com mengaku geram dengan apa yang dilakukan Weni. Seharusnya masyarakat tidak menangkap buaya tersebut, karena mereka memang harus berada di alam lepas.

“Saya benar marah, yang menangkap buaya ini saya sudah undang dan sudah diberikan pengertian untuk tidak menangkap lagi buaya yang ada di alam liar, kecuali buaya tersebut masuk ke kampung dan menyerang warga, nah barulah bertindak,” katanya.

Ia menambahkan, ini akan menyusahkan pihak BKSDA, karena pihak balai tidak tahu akan dirilis ke mana. Jika dilepas ke sungai, yang ada di Gorontalo, dikhawatirkan akan membahayakan warga lagi.

“Kami hari ini dilema, akan dilepaskan di mana buaya ini sedangkan masih ada satu buaya belum kita rilis ini sudah ketambahan lagi, di sisi lain kami memikirkan keselamatan orang banyak karena ini jenis buaya paling ganas,” kata Syamsudin.

Nasdem Janjikan Jokowi-Ma’ruf Menang di Gorontalo

Liputan6.com, Jakarta – Partai Nasdem menjamin pasangan capres-cawapres  Jokowi-Ma’ruf Amin akan menang di Provinsi Gorontalo. 

“Insya Allah saya yakin, saya konfiden ini. Alam sepertinya mendukung pada pencalonan Jokowi ini,” kata Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh usai kampanye akbar perdana di Lapangan Basulapa, Gorontalo, Minggu (24/3/2019).

Surya Paloh pun tidak muluk-muluk dalam menargetkan kemenangan Jokowi di Gorontalo. “Yang jelas berapapun presentasinya, bagi saya dan bagi Nasdem, yang penting Jokowi menang,” sebutnya.

Hal senada diungkapkan Ketua DPP Bidang Ekonomi Nasdem Rachmat Gobel. Menurutnya kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf adalah hal yang pasti.

“Insyaallah, tapi kan politik ini curang. Nah, jadi kita akan sangat hati-hati untuk itu,” kata Rachmat Gobel.

Kemenangan Jokowi itu, kata Rachmat Gobel, akan beriringan dengan kemenangan Partai NasDem di Gorontalo. Dia menargetkan dua kursi dari total tiga kursi yang di punya Provinsi Gorontalo.

“Kita target dua kursi. Itu saja,” tegasnya.

Target itu, menurutnnya, adalah demi mewujudkannya cita-cita Partai Nasdem yakni membuat Provinsi Gorontalo masuk dalam daftar lima besar provinsi sejahtera.

“Selama 17 tahun Gorontalo ada, kita selalu terbawah, Gorontalo selalu berada di lima besar terbawah provinsi termiskin. Target kami itu menjadikannya lima besar tersejahtera,” dia memungkasi.

Reporter: Fauzan Sulaiman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Butuh Uang Panai untuk Pujaan Hati, Perampok di Gorontalo Habisi Korbannya

Liputan6.com, Gorontalo – Sempat buron selama empat hari, pelaku pembunuhan sadis keluarga Yohanes Pangkong (80) di jalan Panjaitan, Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo akhirnya dibekuk polisi.

Pelaku bernama Kartono (36) dan tercatat warga Kelurahan Maricaya, Makassar.

Kartono dibekuk saat berusaha kabur dari Gorontalo menuju Kota Makassar. Ia ditangkap gabungan tim Buser Polda Gorontalo dan Polres Gorontalo Kota.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Robin Lumban Raja mengungkapkan, motif pelaku adalah murni tujuan mencuri.

“Setelah kami selidiki bahwa benar ia emang niat untuk merampok, sedangkan pisau yang digunakan untuk membunuh penghuni rumah itu merupakan pisau yang berada di dalam rumah korban,” ungkap Robin, Sabtu (24/3/2019).

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang duplikat kunci itu mengaku saat ini terlilit hutang senilai 15 juta. Selain itu pelaku mengaku mau menikah dan perlu uang panai namun tak punya uang.

“Ia sudah mengakui, bahawa ia mencuru lantaran ingin membayar hutang, selain itu juga ia mau menikah namun tak punya duit sedangkan pekerjaannya hanyalah tukang duplikat kunci tepat didepan rumah korban,” ujar Kapolres.

Selain itu bahwa sehari setelah kejadian, tersangka perampokan sadis di Jalan Panjaitan Kelurahan Limba U 1 ini, masih sempat beraktivitas di tempat kerjanya sebagai tukang duplikat kunci.

“Pengakuanya kepada kami bahwa setelah ia membunuh, paginya ia masih bekerja sebagai mana biasa tepat didepan rumah korban dan akhirnya keesokan harinya ia langsung bertolak ke makassar dengan mengunakan trasportasi darat,” lanjutnya.

Terkait dengan ini pelaku juga mengakui sudah merencanakan aksinya dengan mengintai penghuni rumah korban.

Bahkan pada saat malam kejadian itu ia sempat mondar mandir di depan rumah tersebut hingga terekam CCTV, hingga sampai penghuni rumah tidur baru kemudian pelaku masuk rumah tersebut.

“Sebelum melakukan aksinya itu dia sempat mondar-mandir didepan rumah. Setelah beberapa jam kemudian dia kembali dengan memakai penutup muka layaknya topeng ninja dan kaos tangan,” kata dia.

Pelaku pembunuhan diancam pasal 338 KUHP dan/atau 365 ayat (3) KUHPidana dan diancam 15 tahun penjara.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Akibat terbakar api cemburu, seorang pria nekat mengeroyok selingkuhan istrinya hingga tewas. Tak puas, mayatnya dibuang ke hutan.

Perampokan Sadis Gorontalo, dari Mengintai Berakhir Diintai

Sebelumnya, perampokan terjadi di sebuah rumah di Kelurahan Limba UI, Kecamatan Kota Selatan, Gorontalo, pada Senin, 18 Maret 2019 dini hari. Perampokan yang terjadi sekitar pukul 03.00 Wita itu menyebabkan seluruh anggota keluarga dalam rumah tersebut menjadi korban. 

Pemilik rumah, Yohanes Pangkong (80) dan anak perempuannya, Imelda Pangkong (46) menderita luka parah dan harus dirawat di Rumah Sakit. Sementara anak laki-laki Yohanes, Simon Pangkong (49) dan istrinya, Sintiawati Harioyono (70) tewas ditusuk pelaku. 

Perampokan sadis itu terbongkar setelah warga sekitar mendengar teriakan disertai tangisan seorang wanita. Warga sekitar yang penasaran lantas masuk ke dalam rumah dan mendapati Imelda dalam kondisi bersimbah darah.

Imelda dipapah ke luar rumah dan dibawa ke rumah sakit. Bersamaan dengan itu warga lainnya menemukan dua penghuni rumah lainnya juga dalam keadaan berlumuran darah. Yakni Sintiawati dan Yohanes. Kondisi keduanya dalam keadaan lemah.

Sintiawati seketika itu langsung dilarikan ke RS Multazam namun sayang nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Sedangkan Yohanes dibawa bersama dengan Imelda ke RS Bunda.

Sementara itu Simon Pangkong ditemukan di lantai dua. Pria berusia 49 tahun ini sudah terkapar tidak bernyawa di dalam kamarnya, dengan kondisi bersimbah darah.

Saksikan juga video pilihan berikut:

Pandi diduga merupakan korban perampokan karena sejumlah uang korban hilang serta pintu dapur yang dirusak pelaku.

Gerindra Tak Khawatir Suara Prabowo-Sandiaga Tergerus di Gorontalo

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pihaknya tidak khawatir suara Prabowo-Sandiaga di wilayah Gorontalo tergerus setelah sikap beberapa keluarga Uno mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Kalau yang mendukung jumlahnya sedikit bagaimana mau menggerus suara Prabowo-Sandi,” kata Dasco di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Dasco yang juga Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu menilai nama keluarga Uno di Gorontalo sama seperti Simanjuntak yaitu nama marga, pasti ada hubungan walaupun jauh sekali.

Dia menegaskan, pihaknya tidak khawatir suara Prabowo-Sandiaga tergerus karena pernyataan dukungan keluarga Uno jumlahnya tidak signifikan sehingga tidak mampu mengubah peta politik di wilayah Gorontalo.

“Menurut kami, elektabilitas Prabowo-Sandi di Gorontalo sangat bagus. Karena itu tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang masalah suara yang tergerus karena dukungan segelintir orang tersebut,” ujar Dasco seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, ratusan warga yang mengatasnamakan keluarga Sandiaga Uno di Provinsi Gorontalo menyatakan dukungan untuk calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Deklarasi dilakukan di Hotel Maqna Gorontalo pukul 10.00 Wita, Kamis malam lalu.

Deklarasi dibacakan Rudi Hartono Uno dan disaksikan langsung oleh Jokowi. Wakil Ketua TKN Moeldoko, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman ikut menyaksikan deklarasi tersebut.

Hartono Uno mengatakan, deklarasi dilakukan setelah mempertimbangkan pelbagai hal. Di antaranya mencermati kinerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla periode 2014-2019 yang telah memberikan perhatian dan kepedulian terhadap pembangunan di Gorontalo.

2 dari 3 halaman

Demi Kepentingan Bangsa

Hartono Uno mengaku merasakan betul perhatian pemerintah dalam sektor pembangunan infrastruktur.

“Oleh karena itu, kami Keluarga Uno bersepakat mendukung kedua kali Jokowi sebagai Presiden RI,” tegasnya.

Dia menyebut, Sandiaga Uno yang saat ini ikut berkontestasi sebagai calon wakil presiden di pemilu 2019 merupakan bagian dari keluarganya. Namun, demi kepentingan bangsa dan negara, Keluarga Uno memilih mendukung Jokowi-Amin ketimbang Sandiaga Uno.

“Dengan benar hati kami sampaikan bahwa demi kepentingan bangsa dan negara lebih besar dari kepentingan keluarga,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

TKN Jokowi Sindir Sandiaga: Keluarga Besar Tak Support, Pertanda Buruk!

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyindir Sandiaga Uno. Ini menyusul keluarga besarnya, Keluarga Uno mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf.

“Saya heran Sandiaga bisa-bisanya tidak didukung satu keluarganya sendiri. Katanya politik dimulai dari lingkaran paling dekat, dimulai dari keluarga dan teman terdekat,” ungkap Wakil Ketua Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Pria yang akrab disapa Toni ini menyoroti ikatan alumni sekolah Sandiaga, Pangudi Luhur Jakarta, yang juga mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Ia juga menilai dukungan Keluarga Uno itu bisa menjadi pertanda buruk bagi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantaran mantan Wagub DKI tersebut tak bisa mengkonsolidasikan dukungan keluarga sendiri.


Toni pun menduga Sandiaga akan kesulitan meraih dukungan masyarakat. Ini mengingat, sebutnya, mengambil hati keluarga sendiri saja tidak bisa.

“Pertanda apa bila teman sesama SMA Saja tidak mendukung, keluarga besar saja tidak mensupport?” ucap Toni.

“Pasti itu pertanda buruk. Orang paling dekat saja menolak, apalagi orang yang jauh,” lanjut Sekjen PSI tersebut.

Soal dukungan Keluarga Uno, Toni memberikan apresiasi. Dukungan itu menurutnya akan menambah amunisi kemenangan bagi pasangan calon nomor urut 01 itu.

“Segala bentuk dukungan kami sukuri. Pasti berkontribusi untuk pemenangan Jokowi-Makruf. Kami ucapkan terima kasih,” sebut Toni.

BPN Prabowo-Sandiaga Anggap Dukungan Hanya Sandiwara

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga kemudian angkat suara soal dukungan itu. Menurut BPN, dukungan keluarga Uno di Gorontalo itu tak mewakili keluarga Uno seluruhnya. Lagipula, BPN meyakini, dukungan keluarga Uno ke Jokowi hanyalah sandiwara semata.

“Kalau misalnya ada yang mendeklarasikan ya bagus, tapi saya tahu keluarga Uno yang di partai Koalisi Indonesia Maju, punya hubungan keluarga dan ‘masa ponakan sendiri nggak dicoblos, masa sepupu sendiri nggak dicoblos’ gitu lho. Kalaupun ada yang mendukung, itu cuma make up aja,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa kepada wartawan.

“Saya tahu mereka terikat dengan acting bahwa karena partainya berkoalisi dengan itu, jadi tentu saja harus tampak di publik mendukung pasangan Jokowi. Saya tahu itu. Tapi kami biasa saja, ini sebuah realita, kalau tidak, kita tahu lah, kalau nggak dosa-dosa politik akan dibuka, atau diproses secara hukum, karena hukum sekarang kan tumpul ke atas tajam ke bawah,” imbuh Dian.
(elz/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>