Hasil Sementara Real Count KPU: PDIP Teratas, Golkar Kedua

Jakarta – Perhitungan suara terus dilakukan KPU termasuk untuk Pileg DPR. Hingga pagi ini, PDIP menjadi partai dengan raihan suara terbanyak dalam Pemilu 2019 disusul Golkar.

Dilihat detikcom dari situs pemilu2019.kpu.go.id, Minggu (21/4/2019), pukul 06.00 WIB, data yang sudah masuk berasal dari 28.302 TPS (3.47968%). Diketahui total ada 813.350 TPS pada Pemilu 2019.

Berikut ini real count KPU berdasar data yang telah masuk berdasarkan nomor urut parpol untuk Pileg DPR:

1. PKB: 8,42%
2. Gerindra: 11,27%
3. PDIP: 20,04%
4. Golkar: 13,67%
5. NasDem: 9,42%
6. Garuda: 0,5%
7. Berkarya: 2,09%
8. PKS: 8,34%
9. Perindo: 2,58%
10. PPP: 4,13%
11. PSI: 2,21%
12. PAN:L 6,94%
13. Hanura: 1,52%
14. Demokrat: 7,61%
19. PBB: 0,91%
20. PKPI: 0,34%

Hasil Sementara Real Count KPU: PDIP Teratas, Golkar KeduaFoto: dok. screenshot data KPU

Rekapitulasi akhir KPU secara nasional rencananya akan keluar pada Rabu (22/5).

Terkait situng (Sistem Informasi Perhitungan Suara) di situs KPU ini, Ketua KPU Arief Budiman menuturkan hasil penghitungan suara yang dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan dimasukkan ke formulir C1. Kemudian, formulir itu dimasukkan ke situng oleh KPU kabupaten/kota untuk dipublikasikan.

“KPPS-KPPS sudah selesai menghitung, lalu memasukkan formulir C1, kemudian formulir C1 yang dikirim ke KPU kabupaten/kota, lalu di-scan masuk ke dalam server kita dan dipublikasikan, itu situng,” ujar Arief di Rutan Cipinang, Jaktim.
(haf/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Unggul Versi Hitung Cepat, Golkar Beri Selamat ke Jokowi-Ma’ruf

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memantau proses hitung cepat (quick count) pemilu 2019 di aula DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Rabu (17/4/2019).

Airlangga mengatakan pihaknya mengucapkan selamat kepada pasangan calon Jokowi-Ma’ruf yang unggul dalam perhitungan cepat. Sebab dalam hasil hitung cepat yang dirilis sejumlah lembaga survei, pasangan Jokowi-Ma’ruf tampak mengungguli pasangan Prabowo-Sandi.

“Partai Golkar juga mengucapkan selamat kepada pasangan calon Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin yang telah unggul dalam perhitungan cepat,” kata dia.

Kemenangan tersebut, ungkap dia, merupakan amanah dari rakyat yang diberikan kepada pasangan calon Jokowi-Ma’ruf melalui mekanisme pemilu.

“Tentunya keputusan final terkait dengan pemenang seperti yang disampaikan Pak presiden beberapa waktu yang lalu, ini masih menunggu hasil resmi dari KPU,” ujarnya.

“Jadi partai Golkar pun menunggu hasil resmi dari KPU kami juga bersyukur atas Kemenangan ini, karena partai Golkar yang juga partai yang memberikan dukungan dan memperjuangkan kemenangan pasangan pak Jokowi Ma’ruf Amin,” imbuhnya.

Dia pun meminta seluruh komponen masyarakat untuk bersabar dan menunggu sampai hasil resmi dikeluarkan oleh lembaga berwenang, yakni KPU.

“Kami menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat agar menghormati pilihan rakyat dan tidak melakukan langkah-langkah yang dapat menciderai demokrasi yang sudah dibangun dengan sangat baik,” ujar Airlangga.

QC Sementara Indo Barometer: Gerindra Salip Golkar, PKS Melejit

Jakarta – Berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat (quick count) seusai pemungutan suara Pemilu 2019, salah satunya lembaga survei Indo Barometer. Hasil sementara quick count Indo Barometer untuk Pileg 2019 mencatat keunggulan PDIP.
Hingga pukul 17.58 WIB, data yang masuk ke quick count Indo Barometer sebesar 34,58%. Berikut hasilnya:

– PDIP 21,92%
– Gerindra 12,62%
– Golkar 12,14%
– PKS 9,29%
– PKB 8,98%
– NasDem 7,68%
– Demokrat 7,06%
– PAN 6,06%
– PPP 4,41%
– Perindo 2,42%
– Berkarya 2,26%
– PSI 2,10%
– Hanura 1,59%
– PBB 0,71%
– Garuda 0,53%
– PKPI 0,22%
Suara Masuk 34,58%


Quick count atau hitung cepat adalah metode verifikasi hasil pemilihan umum yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) yang dijadikan sampel. Hasil quick count ini merupakan hasil sementara. Hingga saat ini, data terbaru masih masuk ke lembaga survei yang mengadakan quick count.

Data quick count bukan hasil resmi Pilpres 2019. Hasil resmi Pemilu menunggu penghitungan suara secara manual dari KPU.
(tor/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Rumah Eks Ketua Golkar Wonosobo Jadi Posko Pemenangan Prabowo

Wonosobo – Setelah dipecat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Wonosobo, Triana Widodo kini menjadi Ketua Forum Aliansi Relawan Prabowo-Sandiaga di Wonosobo. Tak hanya itu, rumah Triana kini menjadi posko pemenangan Prabowo di Wonosobo.

Berdasarkan pantauan detikcom Rabu (10/4/2019) rumah Triana Widodo di Jalan Raya Banyumas, Wonosobo terlihat spanduk berukuran besar di pintu masuk rumah. Dalam spanduk tersebut terdapat foto Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno serta nomor urut 02.

Selain itu, terdapat tulisan Posko Relawan Terpadu di spanduk tersebut. Namun, bendera Partai Golkar masih terlihat berkibar di rumah Triana.

“Meski sudah diberhentikan sebagai ketua DPD Partai Golkar Wonosobo, saya masih resmi menjadi kader Golkar. Dan sekarang, rumah saya dijadikan posko terpadu relawan Prabowo-Sandi di Wonosobo,” ujarnya kepada wartawan di rumahnya, Rabu (10/4/2019).

Menurutnya, dengan adanya posko terpadu ini untuk memudahkan komunikasi antar posko pemenangan Prabowo-Sandi di Wonosobo. Keputusan ini setelah dilakukan rapat koordinasi dengan para relawan Prabowo-Sandi lainnya di Wonosobo.

“Seperti relawan emak-emak, veteran dan beberapa relawan Prabowo-Sandi lainnya,” kata dia.

Selain rumahnya digunakan sebagai posko terpadu, Triana Widodo juga ditunjuk sebagai ketua forum alinasi relawan Prabowo-Sandi di Wonosobo. Ia bersama relawan dan partai pengusung Prabowo-Sandi Wonosobo menargetkan pasangan nomor urut 02 menang pada Pilpres nanti.

“Jadi kami tidak menargetkan menang berapa persen. Kami tidak ingin muluk-muluk, tetapi kami tetap target Prabowo-Sandi menang di Wonosobo,” ucapnya.

Triana Widodo diberhentikan sebagai ketua DPD Partai Golkar Wonosobo setelah beralih mendukung Prabowo-Sandi. Sikap ini berlawanan dengan Partai Golkar yang mengusung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
(sip/sip)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jurus Kader Golkar Jelang Pilpres: Mangkir hingga Membelot

Solo – Beberapa hari menjelang pencoblosan, Partai Golkar diterpa isu miring. Kader Golkar dinilai tidak solid mendukung paslon 01 Jokowi-Ma’ruf.

Setelah Erwin Aksa yang membelot untuk mendukung Prabowo-Sandi, kini giliran kader di daerah yang juga ikut-ikutan mendukung paslon 02. Mereka adalah kader DPD Golkar Kabupaten Wonosobo.

Alhasil, Ketua DPD Golkar Wonosobo, Triana Widodo, dipecat dari posisinya. Dia dianggap memimpin pembelotan kader dan pengurus untuk mendukung Prabowo-Sandi.

“Saya menerima putusan tentang pemberhentian sebagai ketua DPD Partai Golkar Wonosobo karena memang melanggar AD / ART. Itu menjadi konsekuensi. Tetapi saya tetap menjadi kader Partai Golkar,” ujarnya didampingi seluruh PK dan Pindes Golkar Wonosobo di rumahnya, Senin (8/4/2019) malam.

Meski dicopot sebagai ketua, Triana mengaku tetap akan memenangkan Golkar dalam Pileg nanti. Dia menargetkan meraih sembilan kursi di DPRD Wonosobo.

“Saya tetap menjadi kader Partai Golkar ini hanya beda pandangan tentang pemilihan presiden. Untuk itu saya minta kader Partai Golkar di Wonosobo tetap solid,” tuturnya.

Ketidaksolidan juga ditunjukkan oleh DPD Golkar Kabupaten Sragen yang tidak hadir dalam kampanye akbar Jokowi di Solo. Mereka berdalih tidak mendapatkan undangan untuk menghadiri acara di Stadion Sriwedari kemarin.

“Iya tadi tidak hadir. Memang kami tidak mendapatkan undangan untuk menghadiri itu,” kata Ketua DPD Golkar Sragen, Agus Fatchur Rahman, saat dihubungi detikcom, Rabu (9/4).

Namun dia menepis isu yang mengabarkan bahwa DPD Golkar Sragen enggan mendukung Jokowi-Ma’ruf. Dia memastikan masih mengikuti instruksi pusat.

“Kami struktural organisasi tetap patuh dengan pusat. Ngaco kalau ada kabar kami mendukung 02,”ujar Agus.

Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono menambahkan, Golkar akan mengambil langkah tegas bila ada kader yang tidak mematuhi instruksi partai untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf. Menurut Agung, kader itu akan menerima sanksi diberhentikan dari pengurusan partai atau dipecat.

“Ya, kami sudah tegaskan, jikalau ada kader-kader Partai Golkar, apalagi pimpinan partai, apakah ada tulisan, maka sanksinya adalah diberhentikan di dalam arti tertentu atau diberhentikan sebagai pengurus,” ucap Agung, Selasa (9/4).

Ketua Umum Partai Golkar menepis anggapan banyak kader yang tidak mendukung Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Golkar menegaskan tetap solid memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Partai Golkar sangat solid. Karena hari ini kita lihat Pak JK (Jusuf Kalla) ada, Pak Agung (Agung Laksono) ada, Pak Ical (Abu Rizal Bakrie) kemudian kebetulan ada acara keluarga tapi Partai Golkar itu solid,” ucap Airlangga Hartarto seusai kampanye akbar Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (9/4).

Dia mengatakan partainya berkomitmen memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Dia menilai kemenangan itu untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

“Untuk itu semua, Partai Golkar, bersama Pak Jokowi, akan berdiri di garis terdepan. Kita harus mengantarkan generasi baru Indonesia untuk meraih kehidupan yang lebih baik lagi di masa-masa mendatang,” ujarnya.
(bai/sip)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Andalkan Caleg Milenial, Airlangga Yakin Golkar Raih 100 Kursi di Parlemen

Sementara Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono berharap target 100 kursi di parlemen bisa terwujud pada pileg 2019 ini.

“Mudah-mudahan targetnya disampaiakan lebih dari 100 saya yakin, lebih dari 18 persen akan mampu diraih Partai Golkar,” ujar Agung Laksono.

Ia pun merasa bangga dengan kader Partai Golkar yang sekarang. Hal ini dikarenakan banyak kader Golkar diisi anak-anak muda.

“Saya yakin bahwa ini merubah citra Partai Golkar, partai orang muda,” ungkapnya.

Agung berharap kaum milenial di Partai Golkar mampu membawa partai berlambang pohon beringin ke arah yang lebih positif. Khususnya menghilangkan anggapan bahwa Partai Golkar adalah partai orang tua.

“Dulu sempat dianggap seperti itu (partai tua), sekarang kaum muda, kaum milenial mengarahnya bukan ke partai-partai lain tapi ke Partai Golkar, partai kaum muda yang meskipun partai sudah lama tapi sudah melukukan perubahan-perubahan besar, kita lebih banyak mempercayakan kepada kaum-kaum muda,” pungkasnya.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Dewi Perssik dan Cita Citata Hebohkan Kampanye Golkar di Istora Senayan

Liputan6.com, Jakarta – Partai Golkar menggelar kampanye akbar di Gedung Indoor Istora Senayan, Jakarta. Kampanye itu dihadiri oleh para kader dari sejumlah wilayah di Jakarta dan Jawa Barat.

Massa Golkar yang kebanyakan menggunakan pakaian berwarna kuning itu telah mendatangi Istora Senayan, Jakarta sejak pukul 11.45 WIB. Mereka datang berkelompok, menggunakan moda transportasi bus, roda empat, dan sepeda motor.

Kampanye akbar ini sejumlah tokoh seperti Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang atau TGB, dan tokoh politik, serta caleg Partai Golkar dari kalangan artis.

Suasana di Istora Senayan Jakarta menjadi semarak, sebelum acara dimulai pukul 15.00 WIB. Pasalnya, para kader dan simpatisan dihibur oleh pertunjukkan musik, salah satu artis yang hadir adalah Dewi Persik.

Sebelum penampilan Dewi Persikk, para simpatisan dihibur oleh sejumlah lagu pop yang dibawakan oleh Katakita Band.

Dewi Persik tampil sekitar pukul 14.40 WIB sebelum Wapres JK masuk ke dalam gedung. Lagu pertama yang dibawakan bernuansa Jokowi.

Para simpatisan berjoget sambil melambaikan atribut kampanye seperti bendera Golkar, bendera merah putih ukuran kecil, serta atribut lainnya.

Respons Ketua Golkar Wonosobo yang Dipecat Gegara Dukung Prabowo

Wonosobo – Triana Widodo dipecat dari posisinya sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Wonosobo, Jateng, karena memimpin pembelotan kader dan pengurus untuk mendukung Prabowo-Sandiaga. Dia mengaku siap menerima keputusan itu, namun dia tetap merasa sebagai kader Golkar.

“Saya menerima putusan tentang pemberhentian sebagai ketua DPD Partai Golkar Wonosobo karena memang melanggar AD / ART. Itu menjadi konsekuensi. Tetapi saya tetap menjadi kader Partai Golkar,” ujarnya didampingi seluruh PK dan Pindes Golkar Wonosobo di rumahnya, Senin (8/4/2019) malam.

Ia juga mengatakan, akan tetap membesarkan Partai Golkar khususnya di Wonosobo. Salah satunya, target perolehan kursi DPRD kabupaten Wonosobo sebanyak 9 kursi.

“Saya tetap menjadi kader Partai Golkar ini hanya beda pandangan tentang pemilihan presiden. Untuk itu saya minta kader Partai Golkar di Wonosobo tetap solid,” tuturnya.

Respons Ketua Golkar Wonosobo yang Dipecat Gegara Dukung PrabowoTriana dipecat karena mendukung Prabowo (Foto: Uje Hartono/detikcom)

Untuk dukungan calon presiden dan wakil presiden, pihaknya tetap komitmen mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bahkan, ia beserta pengurus Partai Golkar Wonosobo ikut berkampanye saat pasangan calon presiden nomor urut 02 di Yogyakarta.

Sebelumnya, DPD I Partai Golkar Jawa Tengah memberhentikan Triana Widodo sebagai ketua DPD Partai Golkar Wonosobo. Pangkal soalnya adalah karena Triana memimpin pembelotan dukungan kepada Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.
(mbr/mbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Airlangga: Jokowi-Ma’ruf Adopsi Tiga Program Golkar

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto optimis mesin politik partainya akan bergerak maksimal di Kalimantan Selatan. Dia berharap gerak tersebut mampu mendongkrak suara 60 persen untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 17 April mendatang.

“Kita akan gerakkan segala daya upaya Golkar di Kalimantan Selatan, dengan memenangkan capres-cawapres nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin,” ucap Airlangga dalam kampanye akbar Partai Golkar di Kiram Park, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar pada Kamis, 4 April 2019.

Airlangga mengungkapkan, saat ini, sejumlah survei menempatkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf terus naik, termasuk di Kalsel jelang pemungutan suara. Untuk itu, Airlangga kembali mengingatkan sekaligus mengajak warga Kalsel untuk memilih Jokowi-Maruf Amin. 

“Pemilu 2014 sebelum gubernurnya dari Partai Golkar, suara Golkar terbanyak di Kalsel. Apalagi sekarang Gubernur Kalsel kader Partai Golkar. Marwah Paman Birin (Ketua DPD Golkar Kalsel) harus dibuktikan,” ujar Menteri Perindustrian ini.

Dia menjelaskan dalam periode pertama Jokowi menjabat sejumlah, pembangunan dapat dirasakan masyarakat, infrastruktur berjalan maju. Menurutnya, Jokowi memiliki visi dan misi yang pararel dengan Partai Golkar.

“Ada tiga program prioritas Partai Golkar yang sudah diadopsi Presiden Joko Widodo. Pertama, yakni Presiden Jokowi telah mengimplementasikan sembako murah lewat kartu sembako,” jelas dia.

Selain itu, pada program kedua, Partai Golkar berfokus membuka lapangan kerja bagi masyarakat luas.

“Presiden Jokowi akan menerapkannya lewat kartu prakerja untuk mengakomodasi warga yang belum bekerja,” papar dia.

Sedangkan program selanjutnya dari Partai Golkar yakni bedah rumah dan rumah murah.

“Program-progam ini semua diadopsi oleh Presiden Jokowi yang saat ini Capres. Kita berharap semua program ini mendapat dukungan DPR dan DPRD di daerah,” tambah dia.

 

Alasan Golkar Langsung Pecat Bowo Sidik Usai Terjaring OTT KPK

Liputan6.com, Jakarta – Partai Golkar memberhentikan Bowo Sidik Pangerso, kadernya yang kena operasi tangkap tangan KPK.

Kendati statusnya belum tersangka, pemberhentiannya dari pengurusan sebagai antisipasi kehilangan suara dalam Pemilu.

“Tentunya kita tak ingin sebagai kader Partai Golkar itu terpengaruh, sehingga tadi malam, kami langsung mengambil langkah-langkah antisipasi,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F. Paulus di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Kamis, 28 Maret 2019.

Bowo Sidik diketahui mengemban tugas berkaitan dengan pemilihan umum sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I.

Posisi tersebut sementara digantikan oleh Nusron Wahid yang memegang jabatan Ketua Pemenangan Pemilu Jawa-Kalimantan.

“Ada ketua pemenangan pemilu Jawa Kalimantan, pak Nusron Wahid, tadi malam beliau sudah dipanggil oleh ketua umum dan telah diberi arahan,” ujar Lodewijk.