Kocak, Gara-Gara Parkir Sembarangan Ban Sepeda Motor Diganti Donat

Liputan6.com, Jakarta – Banyak pemilik sepeda motor memarkir kendaraannya dengan sembarangan. Biasanya, dengan seenaknya si empunya roda dua meninggalkan kuda besi kesayangan di pinggir jalan dengan waktu yang cukup lama.

Nah, bagi yang masih sering parkir sembarangan, sebaiknya mulai mengurangi kebiasaannya jika tidak ingin bernasib apes.

Dari sebuah postingan di twitter @ndrandrii yang viral, kejadian ini berawal ketika seorang pemilik motor meninggalkan motornya di sebuah warung selama satu malam.

Betapa terkejutnya si pemilik motor saat dia mendapati ban motor bagian depannya hilang, dan digantikan donat pada keesokan harinya. Pelakunya adalah si pemilik warung yang kesal dengan ulah pemilik motor, yang seenaknya memarkir motornya hingga satu malam.

“Kancaku yo tau kang, diparkir sedino suwengi nang warung. Seng nduwe warung mangkel, ban-e diganti donat. (Temanku juga pernah, parkir sehari semalam di warung. Yang punya warung kesal, bannya diganti donat),” tulis pemilik akun dalam postingannya tersebut.


2 dari 3 halaman

Komentar Warganet

Tentu saja unggahan tersebut menjadi sorotan warganet dan membuat mereka tertawa melihatnya. Tak sedikit yang bertanya-tanya mengapa pemilik warung melakukan hal tersebut dan memilih donat untuk mengganti ban.

“Mon maap tp ini lucu :(((,” ujar akun @talangindulu.

Sementara akun @galihyogaw menulis, “Ngopo kudu diganti donat”.

“Astaga. Mau dosa takut ketawa,” kata pemilik akun @nfirmansyah_.

“Demi allah gue ngakak malem2 gini kak!” tambah @akukhanza.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Perusahaan-perusahaan yang Pernah Diboikot Gegara Politik

JakartaBukalapak bukan perusahaan pertama yang diboikot gara-gara dinamika politik Tanah Air. Sebelumnya, Traveloka dan Sari Roti juga pernah menjadi sasaran boikot.

Gerakan pemboikotan ini banyak bergema lewat media sosial. Aksi pemboikotan dilakukan tak hanya oleh satu kubu. Ada yang berkonteks politik Pilpres, ada pula berkonteks politik dalam arti yang lebih umum. Terbaru, Bukalapak diboikot oleh kubu pendukung pasangan Pilpres 2019, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Perusahaan-perusahaan yang Pernah Diboikot Gegara PolitikCEO Bukalapak Achmad Zaky (Agus Tri Haryanto/detikINET)

Awalnya, CEO dan founder Bukalapak Achmad Zaky mencuit lewat akun Twitter-nya, @achmadzaky, pada Kamis (15/2) kemarin. Dia mencuitkan kritik tentang anggaran penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) Indonesia. Kritiknya memuat istilah ‘presiden baru’. Berikut cuitannya.
“Omong kosong Industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin,” cuit Zaky.
Warganet berang. Tagar #uninstallbukalapak bergema di jagat media sosial. Tagar untuk menyerukan pencopotan aplikasi toko online milik Zaky itu menjadi trending topic di Twitter. Zaky mengaku kaget cuitannya itu menjadi viral di tahun politik ini. Dia menjelaskan, istilah ‘presiden baru’ bukan ditujukan untuk satu orang saja, tapi siapapun yang bakal jadi presiden produk Pilpres 2019 nanti, bisa Jokowi dan bisa juga yang lain. Zaky meminta maaf atas cuitannya sendiri.

Produk Sari Roti juga pernah kena boikot. Waktu itu 2 Desember 2016, Aksi Bela Islam 212 berlangsung di Jakarta. Ustaz kondang Abdullah Gymnastiar mengunggah gambar dan tulisan di akun Twitter @aagym, pada 3 Desember 2016. Gambar itu memperlihatkan seorang pedagang roti ‘Sari Roti’ yang menempelkan kertas bertuliskan ‘Gratis untuk mujahid’ di kaca kotak dagangannya. Ada pula kabar-kabar lain yang memberi informasi serupa.

Perusahaan-perusahaan yang Pernah Diboikot Gegara PolitikFoto: Pernyataan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (Istimewa)

Pada 6 Desember 2016, produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, membantah terlibat dalam aksi bagi-bagi roti saat aksi 2 Desember di Monas. Bagi-bagi roti Sari Roti gratis saat itu merupakan aksi dari konsumen.

“Dengan tidak mengurangi apresiasi kami atas Aksi Super Damai kemarin, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada diluar kebijakan dan tanpa seizin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk,” tulis perusahaan itu dalam keterangannya.

Klarifikasi dari perusahaan yang menaungi Sari Roti justru menuai boikot di jagat media sosial internet. Tanda pagar #boikotsariroti muncul saat itu. Namun ada pula tagar #savesariroti yang muncul sebagai reaksi boikot itu.

Perusahaan aplikasi pemesan tiket, Traveloka, juga pernah menjadi sasaran boikot. Namun ada unsur salah sasaran dalam seruan boikot terhadap Traveloka ini.

Perusahaan-perusahaan yang Pernah Diboikot Gegara PolitikFoto: Traveloka

Tagar #BoikotTraveloka bertengger di trending topics Twitter Indonesia pada 14 November 2017 lalu. Sebabnya adalah aksi walk out pianis Ananda Sukarlan saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpidato di acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius di JIExpo Kemayoran, empat hari sebelumnya.

Pendiri Traveloka, Derianto Kusuma, tak nampak di acara itu. Absennya Derianto memunculkan asumsi bahwa bos Traveloka juga mendukung aksi Ananda Sukarlan untuk WO saat Anies Baswedan berpidato. Informasi ini kemudian memancing sebagian netizen untuk melakukan aksi boikot Traveloka. Hashtag #BoikotTraveloka bertengger menjadi salah satu trending topic Twitter Indonesia.

Belakangan diketahui, Derianto memang tak hadir di acara itu, bukan karena alasan politis melainkan karena dia sedang ada acara lain. “Traveloka turut berbangga bahwa salah satu pendiri kami bapak Derianto Kusuma, menerima penghargaan dari alumni Kanisius. Akan tetapi beliau berhalangan hadir dikarenakan beliau sedang melakukan perjalanan dinas yang telah direncanakan beberapa bulan sebelumnya. Jadi kalau dibilang ada pak Deri di sana dan disebut memberikan dukungan (kepada Ananda), beliau tidak ada di situ,” kata PR Manager Traveloka Busyra Oryza saat itu, mengklarifikasi.

Setujukan Anda dengan aksi boikot produk perusahaan dengan cara semacam itu?

(dnu/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gerindra Bela CEO Bukalapak yang Minta Maaf Gegara ‘Presiden Baru’

JakartaCEO Bukalapak Achmad Zaky mengaku khilaf soal cuitan ‘Presiden Baru,’ di akun Twitter pribadinya. Partai Gerindra menganggap cuitan Zaky tidak ada hubungannya dengan pilpres, tapi hanya sebatas penyampaian fakta.

“Saya rasa, Achmad Zaky sampaikan realitas dan fakta tanpa ada hubungan dengan Pilpres. Bahwa pada zaman sekarang, anggaran untuk R&D (research and development) kita memang rendah,” ucap anggota Badan Komunikasi Partai Andre Rosiade kepada wartawan di Hotel Ibis Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (25/2/2019).

Dia menyebut anggaran untuk penelitian dan pengembangan di Indonesia hanya 0,9 persen dari APBN. Ini, klaim dia, tidak sesuai dengan visi pemerintah mendukung industri digital.
“Kalau tidak salah 2017, anggaran untuk research itu hanya 0,9 persen. Dari APBN 2017, Singapura 2,1 dari APBN yang sangat besarnya. Tentu, keberpihakan pemerintah kepada industri start up atau industri digital harus diwujudkan dana research,” kata Andre.

Andre menyebut respons #UninstallBukalapak sebagai tindakan berlebihan atau lebay. Baginya, kritik kepada pemerintah adalah hal yang lumrah.

“Pernyataan Achmad Zaky itu tidak ada yang salah, hanya lebay saja kalau ada yang kecewa lalu viralkan #UninstallBukalapak. Biasa saja, kritik itu kan biasa saja,” kata Andre.

Andre pun meminta Jokowi berbicara soal anggaran penelitian dan pengembangan di Indonesia. Benar tidak apa yang disampaikan oleh Zaky.

“Coba Pak Jokowi ngomong, benar tidak anggaran research kita rendah. Jangan dari para pendukung saja. Tanya Pak Jokowi? Memang rendah dibanding negara lain di Asia Tenggara, Asia, bahkan dunia,” ucap Andre.

Sebelumnya, Zaky menyebut omong kosong Industri 4.0 jika bujet research & development (R&D) Indonesia masih jauh dibandingkan negara lain. Dalam data yang dia sodorkan, Indonesia jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

“Omong kosong Industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin,” tulis Zaky. Cuitan itu sudah dihapus Zaky.

Zaky sendiri sudah meminta maaf. Dia mengaku menyesal dan khilaf dan meminta dibukakan pintu maaf selebar-lebarnya.

“Saya, Achmad Zaky, selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Achmad Zaky.
(aik/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bukalapak Disentil Jadi ‘Lupabapak’

Jakarta – Cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky mengenai ‘presiden baru’ menuai kontroversi. Meski sudah dihapus dan yang bersangkutan meminta maaf, namun cuitan itu telah menuai respons dari banyak pihak hingga melahirkan tagar #uninstallbukalapak.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menyayangkan cuitan tersebut lantaran seolah melupakan upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sangat disayangkan jika kemudian Achmad Zaky men-tweet yang terkesan ‘melupakan’ upaya Pak Jokowi yang banyak memberikan perhatian terhadap industri digital Bukalapak ini,” kata Ace Hasan, Kamis (14/2/2019).

Ace menjelaskan, Presiden Jokowi selama ini berkomitmen mendorong pengembangan ekonomi digital sebagai implementasi industri 4.0. Ace menambahkan, Jokowi mendukung penuh Bukalapak berkembang pesat dalam industri ekonomi digital.

“Presiden Jokowi memiliki perhatian yang serius terhadap pengembangan ekonomi digital sebagai implementasi dari industri 4.0. Achmad Zaky dengan Bukalapaknya merupakan salah satu yang selalu didorong untuk berkembang pesat. Hasilnya, tentu bisa kita lihat saat ini, Bukalapak adalah salah satu usaha anak muda yang berbasis industri 4.0,” terangnya.

Dalam catatan detikFinance, ada sejumlah hal yang sudah dilakukan Jokowi untuk mendukung industri 4.0. Pada 4 April 2018 lalu, Jokowi meluncurkan peta jalan industri 4.0 atau yang dikenal Making Indonesia 4.0.

Peta jalan ini merupakan langkah-langkah yang ditempuh pemerintah untuk menuju ekonomi digital, di mana teknologi sudah berkembang pesat dan diharapkan mampu mendukung perekonomian.

Ada 5 sektor prioritas yang masuk dalam peta jalan ini yakni makanan minuman (mamin), elektronik, otomotif, tekstil, alas kaki, dan kimia. Pemerintah menganggap, perlunya ada koordinasi dari sisi regulasi maupun insentif fiskal terkait infrastruktur telekomunikasi.

Tonton video: #uninstallbukalapak Menggema, CEO Bukalapak Minta Maaf

[Gambas:Video 20detik]

Sebagai informasi, dalam cuitannya Zaky menyebut omong kosong industri 4.0 jika budget research & development (R&D) Indonesia masih jauh dibandingkan negara lain. Dari datanya tersebut, Indonesia jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

“Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin,” tulis Zaky dalam cuitannya.

Cuitan itu memancing respons banyak pihak. Selain dengan menulis #uninstallbukalapak di Twitter, ada juga netizen yang mengunggah gambar bukti telah mencopot Bukalapak dari perangkat handphonenya. Lalu, ada juga mengunggah meme bertuliskan ‘lupabapak’. Meme itu salah satunya diunggah akun @Sukanta82478459.

(fdl/fdl)

Eva Sundari Yakin Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Tak Turun Meski Ahok Gabung ke PDIP

Liputan6.com, Jakarta – Sekretaris Bidang Pelatihan dan Pendidikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Eva Kusuma Sundari yakin elektabilitas pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin tak akan merosot meski Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok gabung ke PDIP. Sebab, kata dia, pemilih Jokowi memiliki pandangan Islam yang moderat.

“Menurutku enggak. Karena gini, siapa yang mendukung Pak Jokowi itu selalu mempunyai pandangan yang moderat tentang Islam dan bukan pandangan yang konservatif,” kata Eva di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Menurut dia, Ahok juga akan tahu diri untuk tidak membantu Jokowi pada bagian-bagian pemenangan yang bisa merugikan pasangan nomor urut 01. Karena itu, dia yakin elektabilitas Jokowi-Ma’ruf tidak akan terpengaruh oleh Ahok.

“Pak Ahok tahu dirilah enggak mungkin akan bertindak sesuatu yang merugikan Pak Jokowi yang sahabat karibnya,” ujar Eva.

“Jadi kalau dia mau memaksakan kehendak-kehendak yang sensitif tidak akan dilakukan. kalau mau membantu ya jangan menurgikan itu menurutku,” sambung dia.

2 dari 3 halaman

Ahok Tak Gabung ke TKN

Eva juga menegaskan Ahok tidak akan bergabung ke Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Pasalnya, struktur TKN sudah tidak bisa diubah.

“Nah susunan TKN juga sudah fix di dalamnya jadi spekulasi bahwa Pak Ahok akan masuk ke TKN itu tidak benar. Dan Pak JK juga sudah menegaskan ini kan tidak masuk karena memang secara teknis nggak memungkinkan untuk merubah susunan TKN,” ucap dia.


Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Bantah Surat Subkhan Sandiwara dengan Sandi, BPN Curigai Ada Propaganda

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah surat pernyataan petani bawang, Subkhan, yang dituding melakukan sandiwara dengan Sandiaga. BPN menegaskan surat yang viral tersebut hoax.

“Surat pernyataan itu hoax, surat pernyataan di atas materai yang ditanda tangani Pak Subkhan itu hoax, yang menyatakan beliau bersandiwara itu adalah hoax dan cara-cara fitnah keji terhadap pihak BPN Prabowo dan Sandi, khusunya ke Bang Sandiaga Uno,” kata juru bicara BPN Andre Rosiade kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).

Menurut Andre, cara berpolitik seperti itu tidak etis dan menduga ada pihak yang sengaja membuat propaganda karena khawatir dengan popularitas Sandi. Andre mengatakan cara propaganda tersebut terkonfirmasi dari unggahan Instagram salah satu pendukung Jokowi yang menyindir kubu Prabowo.
“Iya, ini memang sengaja. Jadi gini, ini sengaja propaganda ini, produksi hoax yang dilakukan, ini kan serangan ya ke pihak kami. Mulai serangan pertama soal ‘Sandiwara Uno’, ini strategi nih. Mereka kan khawatir dengan lonjakan elektabilitas Pak Prabowo dan Bang Sandi, mereka khawatir dengan popularitas Bang Sandi, begitu luar biasa daya tarik Bang Sandi dan respon masyarakat terhadap daya tarik Bang Sandi kan,” paparnya.

Andre lalu membandingkan popularitas Sandi dengan cawapres Ma’ruf Amin yang menurutnya tidak banyak disambut di setiap kunjungannya. Karena kekhawatiran kubu Jokowi-Ma’ruf itu, Andre menduga ada kesengajaan untuk menyerang Sandi secara personal.

“Ini strategi dalam rangka mencoba men-downgrade Pak Prabowo dan Bang Sandi, khususnya men-downgrade Bang Sandi, melakukan fitnah yang keji kepada Bang Sandi,” ucap Andre.

Meski demikian, Andre mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan untuk melaporkan pihak yang membuat dan menyebar surat palsu tersebut. Menurutnya, hal itu masih dikaji oleh tim Direktorat Advokasi dan Hukum BPN.

“Nanti itu lagi dikaji oleh tim Direktorat Hukum dan Advokasi kami, lagi mengkaji ya. Karena terus terang, agak melelahkan juga melapor terus. Kami terus terang agak lelah melapor. Lapor, lapor, lapor, tapi tanpa hasil,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andre meminta kubu Jokowi-Ma’ruf untuk beradu gagasan dan menggunakan cara-cara kampanye yang mendidik.

“Sekali lagi tolong gunakan cara-cara yang mendidik lah dan beretika dalam berkampanye. Mari adu gagasan, adu program, jangan lagi adu hoax. Kami maklumi Anda panik, survei Anda sudah di bawah 50 persen, insyaallah sudah disalip oleh Pak Prabowo bulan Februari ini, tapi tolong jangan pakai cara-cara keji, cara-cara fitnah dalam berpolitik di Pilpres 2019 ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar surat permohonan maaf dari Moh Subkhan yang menyatakan bahwa dirinya mengaku bersandiwara saat menangis di depan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno di Brebes. Namun hal tersebut dibantah oleh Subkhan.

“Itu fitnah, demi Allah saya tidak pernah membuat surat itu. Fitnah keji itu. Sekali lagi saya bersumpah tidak pernah membuat dan menandatangani surat pernyataan itu,” tegas Subkhan saat ditemui wartawan di Brebes, Rabu (13/2).

(azr/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Arumi Dapat Pesan dari Iriana: Dijaga Bapak Emilnya

Jakarta – Arumi Baschin mendapat pesan dari Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) seusai suaminya, Emil Dardak dilantik menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim). Arumi diminta selalu menjaga Emil.

“Dijaga Bapak Emilnya, katanya gitu,” kata Arumi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).

Arumi menjelaskan lebih rinci maksud menjaga Emil. Apa itu?

“Karena gini lho, mungkin kalau misalnya, Ibu Negara kan perempuan juga. Mas Emil kan muda, ganteng, dengan prestasi luar biasa, jadi harus dipepet terus,” ujar Arumi.

Dilantiknya Emil membuat Arumi memimpin Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim. Ia akan meminta masukan dari Emil.
“Perasaannya bangga, bersyukur luar biasa, senang, tapi di satu sisi deg-degan banget. Karena ketika Mas Emil dilantik saya barusan saja dilantik jadi Ibu Ketua Dekranasda yang menurut sejarahnya Dekranasda di Provinsi Jawa Timur, prestasinya sangat baik di bawah kepemimpinan Bude Karwo. Yang bikin deg-deg, saya bisa nggak ya,” ucap wanita 24 tahun ini.

(dkp/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hiu-hiu Anakan Dijual di Muara Angke, Bagaimana Nasibnya di Lautan?

Jakarta – Terlihat hiu-hiu berukuran kecil dijajakan di sudut Pasar Muara Angke. Sementara, populasi hiu di lautan Indonesia sedang memasuki tahap kritis.

Terlihat di sudut Pasar Ikan Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (12/2/2019) sore, hiu-hiu kecil ada di baskom pedagang. Ada yang bercampur dengan jenis ikan lainnya, ada pula belasan ekor yang berkumpul bersama hiu-hiu kecil lain.

Predator lautan itu berwarna abu-abu, sirip masih menempel di tubuhnya. Paling besar, ukurannya sepanjang lengan bawah orang dewasa. “Rp 30 ribu sekilo,” kata pedagang yang menjaga hiu-hiu kecil ini.

“Itu baby shark,” kata Bycatch & Shark Conservation Coordinator WWF Indonesia, Dwi Ariyoga Gautama, dengan prihatin.
Yoga mengidentifikasi hiu itu sebagai Carcharhinus melanopterus, dikenal sebagai Blacktip Reef Shark, biasa hidup di perairan karang. “Saya khawatirnya malah didapat dari daerah karang terdekat seperti Kepulauan Seribu,” ujarnya.

Hiu-hiu Anakan Dijual di Muara Angke, Bagaimana Nasibnya di Lautan?Hiu di Pasar Muara Angke, Jakarta (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) memberi status hiu jenis itu “Near Threatened” atau terancam punah dalam waktu dekat. Ancaman datang dari aktivitas perikanan. Populasi hiu Carcharhinus melanopterus mengalami penurunan.

Namun demikian, para nelayan dan pengrajin juga tidak salah karena Carcharhinus melanopterus bukan termasuk hiu yang dilindungi di Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hingga 22 Mei 2018 menyatakan belum memiliki status perlindungan. Hiu jenis ini masih terus tertangkap dan dijual di pasar.

Pengolah Hiu di Jakarta

Di sentra pengolahan ikan asin Kalibaru Barat, Cilincing, Jakarta Utara, hiu dijadikan ikan asin. Rabu (6/2/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, sebuah mobil pick-up tiba dan mulai membongkar muatan ikan-ikan berukuran besar. Para pekerja dari dalam gang pun mulai berdatangan, mencoba merapikan dan memindahkan ikan-ikan yang baru saja datang tersebut ke dalam gang.

Terdapat beberapa potongan ikan hiu. Ukurannya yang besar membuat ikan jenis tersebut ditaruh di tumpukan paling bawah di mobil tersebut. detikcom pun memastikan apakah ikan tersebut merupakan ikan hiu dengan bertanya pada salah satu pekerja yang sedang duduk. “Itu ikan hiu dan talang-talang,” ujar pekerja tersebut.

Hiu-hiu Anakan Dijual di Muara Angke, Bagaimana Nasibnya di Lautan?Hiu di Kalibaru Jakarta (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

Sodikin (40), pemilik usaha pengolahan ikan asin, mempunyai spesialisasi mengolah ikan-ikan besar, ikan hiu hanyalah salah satunya. “Saya waktu mulai belajar ikan hiu itu dari harga Rp 3 ribu per kg dulu, sampai sekarang harganya sudah Rp 20-30 ribu lebih per kg. Jenisnya beda-beda, yang namanya ikan hiu kan banyak. Ada berapa macam itu, mulai dari hiu martil, hiu gepeng, hiu moro, hiu super, hiu kikir, hiu gelembung, semua beda-beda jenis,” kata dia.
Dia membeli hiu dalam kondisi sudah mati dengan isi perut yang sudah tidak ada. Hasil olahan hiu yang sudah diasinkan itu dijualnya lagi ke pengepul seharga Rp 30-35 ribu per kg. Dia tidak tahu hasil olahannya itu dipasarkan di dalam negeri atau diekspor ke negara lain. Dia paham ada beberapa jenis hiu yang dilarang untuk ditangkap dan diekspor. Namun akan menjadi sulit diidentifikasi jenis hiu apa gerangan yang mendarat di pelabuhan bila kepalanya sudah hilang.

“Sejak ada larangan, peraturan-peraturan, orang Dinas bilang, ‘Ini ikan hiu yang berbentuk seperti ini nggak boleh ditangkap, karena hampir punah.’ Nanti ada lagi perubahan, boleh ditangkep tapi nggak boleh buat ekspor. Kan bingung. Nelayannya bingung, pengolahnya juga. Nanti misalnya mau beli ikan hiu, saya kan belinya dalam keadaan udah nggak ada kepala, nggak tahu ini ikan hiu yang dilarang atau bukan,” tutur Sodikin.

Hiu-hiu Anakan Dijual di Muara Angke, Bagaimana Nasibnya di Lautan?Hiu di Kalibaru Jakarta (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

Di pojokan Gang Musala At-Taubah, ada Herman (40) yang juga merupakan pemilik usaha pengolahan ikan. Sama seperti Sodikin, dia hanya menerima ikan-ikan yang mendarat, yakni di Muara Baru, dan setelah itu dia kerjakan dengan mengolah tangkapan itu menjadi ikan asin.

Herman merasa saat ini harga hiu tangkapan sedang kelewat tinggi, yakni Rp 27 ribu per kg. Maka dia tak kuat bila beli banyak-banyak. Biasanya, yang beli adalah pengecer yang langsung menjual ikan basah di pasar. Namun biasanya dia bisa mendapat harga lebih miring, yakni Rp 22 ribu per kg.

“Nunggu kalau ada orang pesan lagi, baru belanja lagi. Intinya gini, kalau ada permintaan ya saya beli lagi,” kata Herman.

Nasib Hiu di Lautan

Hiu adalah predator teratas di laut, punya peran menjaga keseimbangan ekosistem di laut. Yoga dari WWF Indonesia menjelaskan, populasi hiu di Indonesia mengalami penurunan. Dia menyitir keterangan dari IUCN, 30% dari 114 spesies sudah terancam kepunahan. Produksi hiu nasional dari tahun 2000 hingga 2014 cenderung mengalami penurunan sebesar 28,30%.

Hiu sering diburu siripnya dan dibiarkan mati tanpa bisa berenang karena kehilangan sirip. Daging hiu juga diperdagangkan. Perburuan hiu juga didorong permintaan ekspor. Hiu sering menjadi tangkapan sampingan (bycatch), atau secara tidak sengaja terangkut jaring nelayan. Hal-hal seperti itu membuat populasi hiu berkurang, di sisi lain hiu termasuk lambat bereproduksi.

WHO menyebut Indonesia sebagai produsen produk hiu terbesar di dunia dan menjadi negara nomor tiga di dunia dalam hal besarnya nilai produk hiu yang dikirim ke China dan Hong Kong pada 2012. WWF Indonesia menghimpun data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Indonesia menjadi negara produsen hiu terbesar di dunia dengan kontribusi sebesar 16,8 persen dari total tangkapan dunia.

Hiu-hiu Anakan Dijual di Muara Angke, Bagaimana Nasibnya di Lautan?Suasana di Kalibaru, Jakarta (Beawiharta/Reuters)

Soal perlindungan terhadap hiu, Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut KKP menjelaskan hanya satu jenis hiu yang sudah berstatus dilindungi penuh, yaitu hiu paus (Rhyncodon typus). Empat jenis hiu lainnya, yaitu hiu koboi (Carcharhinus longimanus) dan tiga jenis hiu martil (Spyhrna lewini, Sphyrna zygaena, dan Sphyrna mokarran) termasuk yang dilarang ekspor melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2018. Ada pula delapan jenis hiu yang masuk CITES (Konvensi Perdagangan Internasional Tumbuhan dan Satwa Liar Spesies Terancam), yang artinya pemanfaatan untuk perdagangan luar negerinya diperbolehkan, namun dengan aturan ketat.

“Penetapan status perlindungan ikan hiu tentunya harus dilakukan secara bijaksana dan berdasarkan prinsip kehati-hatian, karena menyangkut sosial dan ekonomi sebagian masyarakat, khususnya masyarakat nelayan yang menjadikan ikan hiu sebagai tangkapan utama (Tanjung Luar-NTB) dan konsumsi lokal (Aceh, Toraja) karena murah dagingnya. Kehati-hatian itu berarti kekayaan alam Indonesia seperti ikan hiu dan pari boleh kita manfaatkan secara optimal untuk kesejahtraan masyarakatnya, namun dengan tetap menjaga kelestariannya sehingga ikan hiu itu dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” demikian keterangan pers dari Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut KKP sebagaimana tertera di situs resminya.

Bycatch & Shark Conservation Coordinator WWF Indonesia, Dwi Ariyoga Gautama, berharap agar pemerintah memperluas cakupan jenis-jenis hiu yang perlu diatur supaya tidak punah. “Kami menyarankan agar pemerintah mengatur jenis-jenis hiu yang terancam puna, ini urgen dalam mengatur lebih banyak hiu yang masuk kategori terancam punah,” kata dia.

(dnu/dnu)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Lewat Trans Jawa bakal Lebih Murah, Begini Penjelasannya

Jakarta – Masalah tarif Tol Trans Jawa yang tinggi mengemuka belakangan ini. Keluhan tingginya tarif tol salah satunya muncul dari pengusaha logistik.

Pemerintah sendiri sempat meminta agar badan usaha jalan tol (BUJT) mengkaji penerapan tarif maksimum. Artinya, pengguna tol tak perlu membayar penuh saat melewati Trans Jawa, melainkan hanya membayar tarif maksimal pada titik terjauh yang ditetapkan.

Lalu, bagaimana perkembangan wacana penerapan tarif maksimum tersebut?

Direktur Operasi II PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur menerangkan maksud permintaan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terkait penerapan tarif maksimum. Dia menuturkan, dengan penerapan tarif maksimum itu artinya pengguna tak perlu membayar penuh tol, tapi cukup membayar tarif pada titik terjauh tertentu.

“Pemerintah, mintanya Pak Menteri ada tarif optimum, gambarannya gini misalnya Jakarta sampai ujung jalan Banyuwangi atau Grati sekarang katakan 800 km, tidak dikalikan langsung kali dengan tarif Rp 1.000 tapi jarak optimum. Misal, jarak optimum 500 km jadi hanya bayar kalau menempuh dari sini 800 km bayarnya 500 km. Itu harus dihitung tarif optimum,” katanya di Kantor Pusat Jasa Marga Jakarta, Senin (11/2/2019).

Persoalannya, jelasnya, Trans Jawa sendiri dikelola oleh beberapa BUJT di mana masing-masing memiliki sistem sendiri-sendiri. Di sisi lain, BUJT belum memiliki data pasti pengguna tol karena baru pertama kali ini tersambung.

“Nah kemudian BUJT ada masalah, ini karena berbagai BUJT mereka punya peralatan masing-masing, sistem IT masing-masing, kita di sini harus mengintegrasikan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dia menuturkan, dari Jasa Marga sendiri sedang menggandeng Universitas Indonesia (UI) untuk menghitung jarak serta tarif maksimum yang bakal diterapkan.

“Kita Jasa Marga, kita kerja sama dengan UI, Lemtek Lembaga Teknologi UI untuk menghitung jarak maksimum untuk tarif optimum tadi, sedang kita teliti itu berapa sebetulnya, tentunya setelah operasikan. Oleh karena itu kita minta 2 bulan ini kita diskon dulu 15%,” jelasnya.

Dia mengatakan, saat ini formula tersebut sedang dimatangkan. Paling tidak, formula tarif tersebut rampung akhir bulan ini.

Setelah rampung, nantinya formula ini akan didiskusikan dengan BUJT-BUJT yang lain. Kemudian dilanjutkan dengan integrasi sistem.

“Makanya kita minta waktu 2 bulan, rencana akhir Februari kita selesai nanti kita diskusikan jadi jarak optimum berapa, kita customize di alat, kemudian kita sinkronkan,” terangnya.

“Jadi (tarif) 15% ini selama 2 bulan tetap dilakukan, kemudian berikutnya kita evaluasi lagi, apabila nanti ternyata yang optimum belum bisa, masih menganut 15%,” terangnya.

Sebagai informasi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pernah meminta agar Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) merumuskan tarif maksimum. Dia bilang, jika digabungkan semua bisa-bisa tarif tol lebih mahal dari pesawat.

“Sudah saatnya untuk mendiskusikan nanti diresmikan Bapak Presiden pertengahan atau sebelum Natal sudah ada ancang-ancang tarifnya. Ditambahin kebeh (semua) lebih mahal dari pesawat, apa iya. Saya nggak ngerti,” katanya dalam pengukuhan ATI di Kementerian PUPR Jakarta, Rabu (5/12/2019).

(eds/eds)

Sahabat: Ahok Nggak akan Balas Dendam ke PA 212 Lewat PDIP

Jakarta – Dosen UIN Adi Prayitno mengungkap PA 212 curiga Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok akan balas dendam lewat PDIP. Jubir PA 212, Novel Bamukmin, mengklarifikasi bahwa hal tersebut harapan, bukan kecurigaan. Sahabat Ahok yang juga politikus PDIP, Charles Honoris, menegaskan isu itu sama sekali tidak benar.

“Nah itu, saya bilang nggak mungkin balas dendam. Karena gini, Pak Ahok sudah memilih masuk PDI Perjuangan bukan untuk aktif berpolitik tetapi memilih PDI Perjuangan sebagai rumah untuk menyalurkan aspirasi politiknya,” kata politikus PDIP, Charles Honoris, di Resto Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Charles sekali lagi menepis anggapan bahwa Ahok akan balas dendam. Menurutnya, meskipun bergabung ke PDIP, Ahok tak tertarik menjadi pejabat negara.
“Jadi saya rasa tidak benar anggapan bahwa Pak Ahok ingin balas dendam ya, karena sekali lagi Pak Ahok sendiri sudah mengatakan bahwa masuk PDI Perjuangan itu bukan untuk menjadi pengurus ya, tidak tertarik menjadi pejabat negara, tapi hanya merasa bahwa PDI Perjuangan adalah rumah besar kaum nasionalis sehingga rumah yang cocok untuk bisa menyalurkan aspirasi politiknya,” ungkapnya.

“Bahwa Pak Ahok masuk PDI ya sebagai kader, bukan sebagai pengurus partai. Tidak punya kewenangan khusus untuk bisa mengatur kebijakan partai juga, atau tidak juga memiliki keinginan untuk menjadi pejabat negara. Misalkan ikut pilkada, atau ikut pemilu legislatif ya, hanya sebagai kader yang ingin memberikan kontribusi pemikiran, menyalurkan aspirasi politiknya ke PDI Perjuangan,” imbuh Charles.

Charles sekali lagi menegaskan Ahok tak akan balas dendam. Baginya, partai politik bukan alat untuk balas dendam, tetapi untuk kesejahteraan rakyat.

“Pasti tidak (akan balas dendam), pasti tidak. Karena PDI Perjuangan partai politik, partai PDI Perjuangan bukan alat untuk balas dendam ya, tapi partai politik adalah alat untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, Adi Prayitno mengungkapkan, PA 212 curiga bergabungnya Ahok ke PDIP lantaran ingin balas dendam. Ahok dicurigai ingin menjadikan PDIP sebagai alat untuk membalas dendam kepada kelompok yang memenjarakannya.

“Semalam saya diskusi dengan Alumni 212 Novel Bamukmin, dia ngomong bahwa di PA 212 itu mencurigai kembalinya Ahok ke PDIP dikhawatirkan menjadi ajang untuk membalas dendam kepada kelompok yang mengkriminalkan Ahok,” ujar Adi di restoran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2).

Adi mengaku mendapat informasi langsung dari Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin. Ahok dicurigai akan menggunakan PDIP sebagai kendaraan politik untuk memperoleh lagi kekuasaan.

Novel Bamukmin sudah meluruskan pernyataan Adi. Novel hanya berharap PDIP bisa membina Ahok agar tak lagi bikin gaduh.

“Saya hanya mengkhawatirkan semoga bergabungnya BTP ini tidak menjadi ajang balas dendam atas masalah yang pernah terjadi dengan kasus hukum BTP ini. Semoga PDIP bisa membina BTP dengan baik agar BTP tidak kembali membuat kegaduhan dan kekisruhan negara ini,” kata Novel, hari ini.
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>