Prediksi Lazio Vs AC Milan: Kerap Merepotkan I Rossoneri

Jakarta AC Milan akan menghadapi Lazio pada leg pertama semifinal Coppa Italia, di Stadio Olimpico, Selasa (26/2/2019) malam waktu setempat. Duel ini akan menjadi ujian konsistensi buat Milan.

I Rossoneri tampil impresif dalam tujuh laga terakhir di seluruh ajang. Mereka sukses meraih lima kemenangan dan dua hasil imbang.

Kehadiran Krzysztof Piatek pada Januari 2019 turut membawa dampak positif terhadap performa AC Milan. Berkat Piatek, Milan berhasil mencetak 12 gol. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya disumbangkan penyerang asal Polandia tersebut.

Bersua Lazio, performa apik skuat Merah-Hitam bakal diuji. Pasalnya, I Biancocelesti kerap merepotkan Milan. Dari enam pertemuan terakhir, AC Milan hanya meraih dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan menelan satu kekalahan.

“Kami memang dalam performa yang bagus, tetapi kami menghadapi tim yang telah menjadi kekuatan di sepak bola Italia,” kata pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso.

“Kami sangat menghormati Lazio dan kami tahu kami memiliki pertandingan yang sulit untuk dihadapi, tetapi kami pasti akan melawannya dengan kerendahan hati yang tinggi,” lanjut Gattuso.

Di sisi lain, Lazio sedang dalam tren minor. Skuat Elang Ibukota menelan kekalahan dalam tiga pertandingan terakhir diseluruh ajang. Mereka juga kebobolan lima gol dan hanya mencetak satu gol dari laga tersebut.

Tak ingin terus terpuruk, Lazio berambisi merengkuh kemenangan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Le Aquile optimistis mampu membungkam AC Milan.

Hasil positif akan menjaga kans mereka untuk bisa lolos ke final Coppa Italia musim ini. Pada leg kedua, giliran Lazio yang melawat ke markas Milan di San Siro pada 23 April 2019.

“Kami memiliki empat hari untuk bekerja dengan baik dan itulah yang paling penting. Besok kami harus memastikan jika kami siap,” kata pelatih Lazio, Simone Inzaghi.

“Kami harus menghadapi pertandingan melawan AC Milan dengan kerendahan hati, mengingat itu adalah duel yang akan berlangsung lebih dari 180 menit,” papar Inzaghi. 

2 dari 3 halaman

Prakiraan susunan pemain:

Lazio (3-5-2): Thomas Strakosha; Francesco Acerbi, Patric, Stefan Radu; Milan Badelj, Romulo, Marco Parolo, Sergej Milinkovic-Savic, Jordan Lukaku; Ciro Immobile, Joaquin Correa.

Pelatih: Simone Inzaghi (Italia)

AC Milan (4-3-3): Gianluigi Donnarumma; Davide Calabria, Mateo Musacchio, Alessio Romagnoli, Diego Laxalt; Franck Kessie, Tiemoue Bakayoko, Lucas Paqueta; Suso, Krzysztof Piatek, Fabio Borini.

Pelatih: Gennaro Gattuso (Italia)

3 dari 3 halaman

Statistik dan catatan pertemuan kedua tim

Head to head:

  • 26/11/18 Lazio 1 – 1 AC Milan (Serie A)
  • 01/03/18 Lazio 0 – 0 AC Milan (Coppa Italia)
  • 01/02/18 AC Milan 0 – 0 Lazio (Coppa Italia)
  • 29/01/18 AC Milan 2 – 1 Lazio (Serie A)
  • 10/09/17 Lazio 4 – 1 AC Milan (Serie A)

Lima pertandingan terakhir Lazio:

  • 05/02/19 Frosinone 0 – 1 Lazio (Serie A)
  • 08/02/19 Lazio 1 – 0 Empoli (Serie A)
  • 15/02/19 Lazio 0 – 1 Sevilla (Liga Europa)
  • 17/02/19 Genoa 2 – 1 Lazio (Serie A)
  • 21/02/19 Sevilla 2 – 0 Lazio (Liga Europa)

Lima pertandingan terakhir AC Milan:

  • 30/01/19 AC Milan 2 – 0 Napoli (Coppa Italia)
  • 04/02/19 AS Roma 1 – 1 AC Milan (Serie A)
  • 11/02/19 AC Milan 3 – 0 Cagliari (Serie A)
  • 17/02/19 Atalanta 1 – 3 AC Milan (Serie A)
  • 23/02/19 AC Milan 3 – 0 Empoli (Serie A)

Persentase menang:

Lazio 45 – 55 AC Milan

6 Bek Bidikan Juventus di Bursa Transfer Musim Panas

Turin – Juventus salah satu tim yang mengagungkan pertahanan kuat. Kesuksesan yang mereka dapat saat ini mereka dibangun dari pertahanan yang bagus. Gianluigi Buffon, Andreas Barzagli, Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonnuci merupakan fondasi utama dari barisan belakang Juventus yang kuat.

Tetapi banyak hal yang sudah berubah sekarang. Buffon sudah meninggalkan Juventus, Barzagli berusia 37 tahun, Chiellini 34 tahun sedangkan Bonnuci 31 tahun. Kini lini belakang Juventus sudah mulai terlihat bermasalah dan tim asuhan Massimiliano Allegri itu bahkan pernah kebobolan enam gol dalam dua pertandingan.

Meskipun para pemain tersebut punya segudang pengalaman, sepertinya mereka tidak akan bisa bermain untuk jangka waktu yang lama dan Si Nyonya Tua membutuhkan darah muda dan segar untuk mempertahankan gawang mereka.

Menurut laporan, petinggi Bianconeri ingin membangun kembali pertahanan mereka pada musim depan. Mereka akan merekrut sejumlah pemain belakang baru di bursa transfer.

Berikut ini enam bek yang bisa jadi target Juventus pada musim depan seperti dilansir Sportskeeda.

2 dari 7 halaman

Andreas ChristensenAndreas Christensen

Andreas Christensen adalah produk dari akademi Chelsea dan banyak bermain pada musim lalu di bawah Antonio Conte. Pemain internasional Denmark itu baru berusia 22 tahun tetapi dia mampu menunjukkan bisa tampil secara konsisten di level tertinggi.

Meski bukan mungkin bek yang kuat secara fisik seperti Chiellini atau Bonnuci, Christensen bisa membaca permainan dengan baik, punya pengalaman dan potensi yang besar di usia 22 tahun. Seharusnya itu bisa meyakinkan Bianconeri untuk merekrutnya dan menjadikannya sebagai pemain belakang mereka di masa depan.

Mantan bek Borussia Monchengladbach itu tidak banyak mendapat kesempatan pada musim ini dan baru membuat 15 penampilan di semua kompetisi. Dia dikaitkan dengan Juventus pada bursa transfer musim dingin tetapi transfer itu tidak pernah terjadi dan Juve bisa kembali mengejarnya pada musim panas.

3 dari 7 halaman

Nikola Milenkovic

Bek asal Serbia itu sudah mencuri perhatian di Serie A bersama Fiorentina. Milenkovic juga mampu bermain sebagai bek kanan dan sudah berpengalaman bermain di Serie A.

Meski Fiorentina tidak konsisten di Serie A, Milenkovic mampu menampilkan performa yang luar biasa bagi klub. Pada usia 21 tahun, Milenkovic masih bisa berkembang dan bakal menjadi pembelian berkualitas bagi Bianconeri.

Si Nyonya Tua sudah dikaitkan dengan kepindahan sang pemain sebelumnya. Namun, jawara Serie A itu kemungkinan akan menghadapi persaingan dari klub-klub seperti Manchester United dan Tottenham.

4 dari 7 halaman

Joachim Andersen

Jochim Andreson adalah bek asal Denmark yang bermain di Serie A untuk Sampdoria. Dia berusia 22 tahun dan dia mampu bermain sebagai gelandang bertahan juga.

Andersen sudah membuat 25 penampilan untuk Sampdoria di semua kompetisi musim ini. Melihat karakteristiknya, dia bisa menjadi kandidat yang sempurna untuk menggantikan salah satu pemain belakang Juventus saat ini.

Juventus dikabarkan sudah melakukan kontak dengan pihak Sampdoria untuk memboyong sang pemain. Namun, Andersen juga dikaitkan dengan sejumlah klub seperti Arsenal, Tottenham, Manchester United dan Inter Milan.

5 dari 7 halaman

Cristian Romero

Cristian Romero bermain di liga Italia untuk Genoa sebagai bek tengah dan juga bisa bermain sebagai bek kanan. Pemain Argentina itu sudah membuat 17 penampilan untuk timnya pada musim ini.

Romero adalah bek yang banyak kompromi dan sudah menyatakan keinginannya untuk bermain bersama Juventus di masa depan. Mantan bek Belgrano itu adalah salah satu talenta paling menjanjikan di Serie A saat ini bisa menjadi tambahan yang bagus untuk lini belakang Bianconeri.

Menurut beberapa laporan, Juventus dikabarkan sudah mencapai kesepakatan dengan Genoa untuk merekrut sang bek pada tahun 2020 dengan biaya mendekati € 30 juta. Selain itu, Presiden Genoa sudah mengkonfirmasi kalau Juventus tertarik dengan Romero.

6 dari 7 halaman

Davinson Sanchez

Davinson Sanchez bermain untuk Tottenham di Premier League. Dia bergabung dengan klub yang berbasis di London pada 2017 dari Ajax dan dia sudah membuat 26 penampilan musim ini untuk Spurs di semua kompetisi.

Pemain asal Kolombia itu adalah pembelian termahal Tottenham dan permainannya meningkat drastis di bawah Mauricio Pochettino. Jika melihat penampilannya, Sanchez seharusnya bisa menjadi pengganti yang bagus untuk Andrea Barzagli atau Giorgio Chiellini.

Petinggi Bianconeri mengangganp Sanchez sebagai tambahan yang bagus untuk lini belakang mereka. Klub yang bermarkas di Turin itu dikabarkan sedang mempertimbangkan tawaran senilai € 80 juta untuk sang bek.

7 dari 7 halaman

Matthijs de Ligt

Matthijs de Ligt adalah pemain internasional Belanda yang bermain untuk Ajax di Eredivisie. Pemain berusia 19 tahun itu juga menjadi kapten dari raksasa Belanda itu dan memenangkan penghargaan Golden Boy pada tahun 2018.

Jika Juventus mencari kapten masa depan atau pemimpin di ruang ganti maka pemain asal Belanda itu akan menjadi pilihan ideal. De Ligt sudah menunjukkan kalau dia memiliki potensi besar dengan jiwa kepemimpinan.

Si Nyonya Tua pasti ingin membawa De Ligt ke Allianz Stadium tetapi mereka kemungkinan akan menghadapi persaingan dari sejumlah klub raksasa seperti Barcelona, Arsenal, Chelsea, dan Bayern Munchen.

Sumber: Bola.net

Hasil Liga Italia: Piatek Dua Gol, Milan Bungkam Atalanta 3-1

BergamoAC Milan mengalahkan Atalanta 3-1 di pekan ke-24 Liga Italia. Krzysztof Piatek menjadi bintang dengan sumbangan dua golnya.

Laga di Stadion Atleti Azzurri d’Italia, Minggu (17/2/2019) dini hari WIB, berjalan ketat. Atalanta sedianya bisa merepotkan Milan. ESPN mencatat, tuan rumah melepaskan 14 shot dan 5 yang on target, sementara tim tamu cuma membuat 7 tembakan dan 3 yang on target dan semuanya berbuah gol.

Atalanta membuka ancaman di menit-menit awal. Duvan Zapatan tercatat dua kali berupaya melepaskan tendangan, namun bolanya masih bisa diblok bek-bek Milan.

Milan merespons di menit ke-13. Franck Kessie melepaskan tandukan, namun arahnya belum tepat sasaran.

Pada menit ke-33, Atalanta berhasil unggul 1-0. Josip Ilicic berhasil membuat umpan datar kepada Remo Fueler, yang bisa diteruskan dengan sepakan keras dan merobek gawang Gianluigi Donnarumma.

Milan akhirnya menutup babak pertama dengan skor imbang 1-1. Umpan silang Ricardo Rodriguez, bisa diteruskan Krzysztof Piatek dengan sepakan voli kaki kiri. Bola mengarah ke sisi kiri gawang Atalanta dan tak terbendung Berisha. Skor imbang bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Rossoneri langsung tancap gas. Baru 10 menit laga berjalan, tim tamu bisa membalikkan keadaan.

Hakan Calhanoglu yang membawa Milan berbalik memimpin 2-1. Ia melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti dan mengirim bola masuk ke gawang Atalanta. Itu menjadi gol pertama Calahanoglu untuk Milan musim ini.

Tak pakai lama, Milan kembali mencetak gol ketiganya. Kali ini Piatek yang kembali mencatatkan namanya di papan skor, usai menyundul bola sepak pojok Calhanoglu dan mengirim bola masuk ke gawang Atalanta.

Di sisa waktu pertandingan, Atalanta tak mampu mengejar ketertinggalannya. Milan menang 3-1 atas Atalanta di pekan ke-24 Liga Italia. Hasil ini membuat Milan bertahan di peringkat keempat dengan 42 poin. Sedangkan Atalanta turun ke peringkat ketujuh dengan 38 poin.

Susunan Pemain

Atalanta: Berisha; Djimsiti, Palomino, Toloi; Castagne, Freuler, De Roon, Hateboer (Gosens 65′); Gomez (Kulusevski 59′); Zapata (Barrow 78′), Ilicic

AC Milan: Donnarumma; Rodriguez, Romagnoli, Musacchio, Calabria; Paqueta (Laxalt 87′), Bakayoko, Kessie; Calhanoglu, Piatek, Suso (Castillejo 77′)
(yna/cas)


Chiellini Bandingkan Ronaldo dengan 2 Atlet Hebat dari Cabang Lain

Jakarta Bek Juventus Giorgio Chiellini memuji kualitas Cristiano Ronaldo. Menurut Cheillini, Ronaldo mirip dengan petenis Roger Federer dan pelari Usain Bolt.

Ronaldo gabung ke Juventus pada pramusim 2018-2019 dengan banderol 110 juta euro atau Rp 1,74 triliun. Pemain asal Portugal itu datang bermodal kesuksesan selama sembilan tahun di Real Madrid.

Di Italia Ronaldo juga tak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Dia tampil moncer dengan melesakkan 18 gol dalam 23 pertandingan di Serie A. 

Kedatangan Ronaldo juga membantu mengisi kekosongan di Juventus setelah kepergian Gianluigi Buffon, yang gabung Paris Saint-Germain. Kekosongan yang diisi terutama dari sisi pengalaman dan kepemimpinan. Ban kapten yang dulu dipegang Buffon berpindah ke lengan Chiellini.

“Menggantikan Buffon tak mudah. Sebagai kapten, Anda tak butuh mengerjakan tugas orang lain. Tapi, Anda harus membantu menjaga keseimbangan (di skuat), (karena) ruang ganti yang beragam, latar belakang yang berbeda, kebiasan dan agama. Ini tak mudah, tapi berbagi di lingkungan seperti itu indah,” kata Chiellini, seperti dilansir Four Four Two, Rabu (13/2/2019).    

Chiellini mengaku menjadi kapten tim merupakan tantangan tersendiri. 

“Saya orang yang ingin tahu, pengamat yang baik, dan saya suka belajar. Sebagai contoh, memiliki Ronaldo yang dekat dengan saya sungguh menarik. Dia seperti Bolt dan Federer,” ujar Chiellini. 

“Memahami orang-orang yang memiliki kemampuan lebih sangat membantu. Saya tak bermaksud meniru Cristiano Ronaldo, tapi lebih untuk memperluas horison saya (sebagai kapten),” imbuh dia. 

Ironi MU di Hadapan PSG: Minim Ancaman, Banyak Melanggar

ManchesterManchester United tampil ironi saat dikalahkan Paris Saint-Germain 0-2. The Red Devils sedikit mengancam dan lebih banyak melanggar.

MU menghadapi PSG di Old Trafford, Rabu (13/2/2019) dini hari WIB. Datang ke laga itu, Setan Merah bermodalkan belum kalah di 11 laga terakhirnya, dengan mencetak 28 gol dan baru kebobolan 7 kali.

Penampilan impresif MU tersebut akhirnya dihentikan PSG. Paul Pogba dkk tumbang dengan skor 0-2 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, usai gawang David De Gea dibobol Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe.

Di laga itu, MU tampil tidak efektif. Dari 10 tendangan percobaannya, cuma satu tembakan yang mengarah tepat ke gawang Gianluigi Buffon.

Dicatat Opta, statistik itu cukup buruk untuk MU. Untuk pertama kalinya, sejak menghadapi AC Milan di babak 16 besar Liga Champions musim 2003, MU hanya mampu membuat satu shot on target ke gawang lawan di Liga Champions.

Alih-alih banyak mengancam, MU lebih banyak melanggar PSG. 17 kali pelanggaran dilakukan MU, berbanding 7 kali pelanggaran yang dilakukan tim tamu. Pogba bahkan sampai diusir wasit akibat menelan dua kartu kuning. Sebuah penampilan ironi dari MU, jika dibandingkan dengan performa mereka di laga-laga sebelumnya.

Sementara PSG justru tampil efektif. Dari 12 tembakannya, 5 mengarah tepat ke gawang De Gea dan berbuah dua gol. Les Parisiens membawa modal penting sebelum gantian menjamu MU di Parc des Princes pada 7 Maret mendatang.
(yna/raw)


Hasil Liga Champions: PSG Tumbangkan MU 2-0 di Old Trafford

Jakarta – Paris Saint-Germain pulang dengan kemenangan dari lawatan ke Manchester United pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Les Parisiens menang 2-0.

Bertandang ke Old Trafford, Rabu (13/2/2019) dinihari WIB, PSG sempat bertarung ketat dengan MU di babak pertama. Kedua tim bermain agresif dan sama-sama menerapkan high-pressing.

Tapi tuan rumah mengendur selepas restart. Keluarnya Jesse Lingard dan Anthony Martial yang diyakini mengalami cedera, digantikan Alexis Sanchez dan Juan Mata, membuat intensitas MU relatif menurun.

PSG lantas memanfaatkan momentum untuk menggebrak di awal babak kedua tersebut. Hasilnya Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe mendapatkan gol pada menit ke-53 dan 60.

PSG tampil efektif dengan lima tembakan mengarah ke gawang dari 12 percobaan. Sementara MU punya 10 tembakan, dengan hanya satu yang on target.

Kemenangan 2-0 di Old Trafford ini jadi sebuah keuntungan besar untuk PSG, karena leg kedua digelar di kandang mereka.

Jalannya Pertandingan

Selepas kick-off, kedua tim langsung menerapkan pendekatan agresif. Baik MU maupun PSG sama-sama menekan jauh ke pertahanan lawan.

PSG jadi yang pertama mendapatkan peluang. Angel Di Maria mendapatkan bola di depan kotak penalti dan tak ditempel dengan baik oleh pemain MU. Dia melepaskan sepakan, namun masih tipis ke kanan gawang.

MU tak tinggal diam dan mulai menempatkan PSG dalam tekanan. Tapi ancaman baru tercipta di menit ke-16, ketika Paul Pogba merangsek di sisi kanan dan melewati Presnel Kimpembe untuk melepaskan umpan silang.

Hanya saja umpannya terlalu dekat dengan Gianluigi Buffon ketimbang ke Jesse Lingard.

Dua menit berselang, umpan silang menggoda dari Ashley Young mengarah ke Lingard di tengah. Tapi Kimpembe melakukan sundulan krusial untuk mengubah arah bola.

PSG membuang peluang bagus untuk membuka keunggulan di menit ke-28. Kylian Mbappe menerima umpan terobosan dari Julian Draxler dan tinggal menghadapi kiper, tapi sepakannya melebar tipis.

Kesempatan lain untuk PSG di menit ke-37, kali ini Di Maria yang mendapatkan umpan terobosan. Winger Argentina itu mencoba melewati David de Gea, tapi pada akhirnya tendangan kaki kanannya terlalu lemah sehingga mudah diamankan.

Belakangan wasit meniup peluit tanda offside.

PSG mendapatkan kesempatan dari bola mati tak jauh dari kotak penalti MU pada menit ke-44. Dani Alves mencoba mengarahkan tembakan langsung, tapi masih tipis di atas gawang MU. Babak pertama berakhir tak lama berselang.

PSG menebar ancaman di menit ke-53, saat umpan silang Dani Alves ditanduk Mbappe. Bola ditepis De Gea dan berujung sepak pojok.

Dari sepak pojok ini PSG memetik keunggulan. Umpan lambung Di Maria dari kanan mengarah ke tiang jauh dan Kimpembe lolos dari penjagaan. Dia mencocor bola dan menaklukkan De Gea.

PSG melanjutkan tekanannya di menit ke-56. Kali ini Alves menyambar bola sapuan De Gea dengan sepakan keras dari depan kotak penalti. Pogba di posisi tepat untuk memblok bola.

MU kembali kebobolan di menit ke-60. Dari serangan balik, Di Maria melesati di sisi kiri lalu melepaskan umpan yang melewati Young dan Eric Bailly, lalu berakhir di kaki Mbappe. Sontekan Mbappe membawa PSG memimpin 2-0.

Nyaris gol ketiga untuk PSG di menit ke-63! Mbappe dalam posisi bebas dan hanya menghadapi De Gea dari serangan balik. Penyerang muda Prancis itu mencoba mencungkil bola, tapi bisa dihentikan De Gea.

Semenit kemudian, MU terancam lagi. Kali ini Juan Bernat mendapatkan ruang di kiri dan melepaskan tembakan keras. De Gea menghalaunya.

Sebuah upaya balasan dari MU di menit ke-70 gagal. Tembakan Ander Herrera diblok oleh Marco Verratti. PSG mulai mengurangi pressing.

MU lebih banyak menguasai bola, tapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Percobaan Rashford di menit ke-86 lagi-lagi terhalang.

Saat berupaya mengejar gol, MU malah kehilangan pemain. Pogba mendapatkan kartu kuning kedua usai melanggar Alves pada menit ke-89. Sampai laga selesai tak ada lagi gol tercipta.

Susunan pemain:

MU: David de Gea; Ashley Young, Eric Bailly, Victor Lindelof, Luke Shaw; Ander Herrera, Nemanja Matic, Paul Pogba; Marcus Rashford (Romelu Lukaku 86′), Jesse Lingard (Alexis Sanchez 45′), Anthony Martial (Juan Mata 46′)

PSG: Gianluigi Buffon; Thilo Kehrer, Thiago Silva, Presnel Kimpembe, Juan Bernat; Marco Verratti (Leandro Paredes 75′), Marquinhos, Julian Draxler; Dani Alves, Kylian Mbappe, Angel di Maria (Dagba 81′)
(raw/yna)


Babak 1: PSG Masih Tahan MU di Old Trafford

Jakarta Manchester United belum bisa membobol gawang Paris Saint-Germain pada 45 menit awal laga leg pertama 16 besar Liga Champions 2018-2019, di Stadion Old Trafford, Manchester, Selasa (12/2/2019) waktu setempat. Skor masih imbang 0-0.

Pada laga ini, kedua berusaha tampil dengan kekuatan terbaik. Dibandingkan Manchester United, Paris Saint-Germain memang tidak memainkan beberapa pemain utama.

Meski begitu, Paris Saint-Germain tetap bermain penuh kepercayaan diri tinggi. Marco Verratti yang baru pulih dari cedera menjadi pengatur serangan Paris Saint-Germain.

Peluang pertama diciptakan Paris Saint-Germain melalui mantan pemain Manchester United, Angel di Maria. Akan tetapi, tembakan Di Maria masih melenceng dari sasaran.

Kesempatan emas berikutnya hadir untuk kubu tuan rumah. Marcus Rashford melepaskan tembakan spekulasi dari sudut sempit yang masih bisa diamankan Gianluigi Buffon.

Selanjutnya, Paris Saint-Germain kembali menciptakan peluang emas mencetak gol. Akan tetapi, Kylian Mbappe yang tinggal berhadapan dengan David de Gea gagal menceploskan bola.

Laga babak pertama ini berlangsung dengan tensi panas. Dua pemain Manchester United menerima kartu kuning, yakni Ashley Young dan Paul Pogba, sementara tiga pemain Paris Saint-Germain mendapatkan hukuman serupa, yakni Julian Draxler, Presnel Kimpembe, dan Juan Bernat.

Susunan pemain

Manchester United (4-3-3): 1-David De Gea; 18-Ashley Young, 2-Victor Lindelof, 4-Phil Jones, 23-Luke Shaw; 21-Ander Herrera, 31-Nemanja Matic, 6-Paul Pogba; 14-Jesse Lingard (7-Alexis Sanchez 45+4), 10-Marcus Rashford, 11-Anthony Martial

Manajer: Ole Gunnar Solskjaer

Paris Saint-Germain (4-4-2): 4-Thilo Kehrer, 2-Thiago Silva, 3-Presnel Kimpembe, 14-Juan Bernat; 13-Dani Alves, 5-Marquinhos, 6-Marco Verratti, 11-Angel Di Maria; 23-Julian Draxler, 7-Kylian Mbappe

Manajer: Thomas Tuchel

Wasit: Daniele Orsato (Italia)

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Manchester United Vs Paris Saint-Germain Imbang 0-0 di Babak I

Jakarta – Tak ada gol tercipta pada babak I laga Manchester United vs Paris Saint-Germain di Old Trafford, Rabu (13/2/2018) dinihari WIB. Kedua tim tampil agresif dalam duel leg pertama babak 16 besar Liga Champions ini.

Jalannya Pertandingan

Selepas kick-off, kedua tim langsung menerapkan pendekatan agresif. Baik MU maupun PSG sama-sama menekan jauh ke pertahanan lawan.

PSG jadi yang pertama mendapatkan peluang. Angel Di Maria mendapatkan bola di depan kotak penalti dan tak ditempel dengan baik oleh pemain MU. Dia melepaskan sepakan, namun masih tipis ke kanan gawang.

MU tak tinggal diam dan mulai menempatkan PSG dalam tekanan. Tapi ancaman baru tercipta di menit ke-16, ketika Paul Pogba merangsek di sisi kanan dan melewati Presnel Kimpembe untuk melepaskan umpan silang.

Hanya saja umpannya terlalu dekat dengan Gianluigi Buffon ketimbang ke Jesse Lingard.

Dua menit berselang, umpan silang menggoda dari Ashley Young mengarah ke Lingard di tengah. Tapi Kimpembe melakukan sundulan krusial untuk mengubah arah bola.

PSG membuang peluang bagus untuk membuka keunggulan di menit ke-28. Kylian Mbappe menerima umpan terobosan dari Julian Draxler dan tinggal menghadapi kiper, tapi sepakannya melebar tipis.

Kesempatan lain untuk PSG di menit ke-37, kali ini Di Maria yang mendapatkan umpan terobosan. Winger Argentina itu mencoba melewati David de Gea, tapi pada akhirnya tendangan kaki kanannya terlalu lemah sehingga mudah diamankan.

Belakangan wasit meniup peluit tanda offside.

PSG mendapatkan kesempatan dari bola mati tak jauh dari kotak penalti MU pada menit ke-44. Dani Alves mencoba mengarahkan tembakan langsung, tapi masih tipis di atas gawang MU. Babak pertama berakhir tak lama berselang.

Susunan pemain:

MU: David de Gea; Ashley Young, Eric Bailly, Victor Lindelof, Luke Shaw; Ander Herrera, Nemanja Matic, Paul Pogba; Marcus Rashford, Jesse Lingard (Alexis Sanchez 45′), Anthony Martial

PSG: Gianluigi Buffon; Thilo Kehrer, Thiago Silva, Presnel Kimpembe, Juan Bernat; Marco Verratti, Marquinhos, Julian Draxler; Dani Alves, Kylian Mbappe, Angel di Maria
(raw/yna)


Sebelum Ronaldo, Icardi Adalah Pilihan Juventus

JakartaJuventus sempat bersepakat untuk merekrut Mauro Icardi jelang musim 2018/2019, sebelum kemudian datang kesempatan untuk memboyong Cristiano Ronaldo.

Juventus menyambut musim 2018/2019 dengan sejumlah tantangan mental. Di Serie A, Bianconeri sudah juara tujuh kali beruntun dan ada risiko mengalami kejenuhan.

Selain itu, ikon klub Gianluigi Buffon pergi dan ada luka dari Liga Champions. Mereka disingkirkan Real Madrid secara dramatis dengan agregat 4-3, usai kebobolan gol penalti di masa injury time.

Manajemen merasa butuh memberikan suntikan motivasi yang besar untuk tim dan disepakati untuk mendatangkan Icardi. Bersama Inter Milan, Icardi sudah selalu tajam dan mencatatkan 122 gol di 210 penampilan semua kompetisi.

Tapi kemudian kesempatan merekrut Ronaldo tiba untuk Juventus dan mereka mengambil pilihan tersebut.

“Kami sempat mengadakan rapat pada awal Juni. Saya memikirkan tentang Gianluigi Buffon yang pergi. Tim telah memenangi tujuh gelar (Serie A) dan tersingkir dari Liga Champions secara menyakitkan. Jadi sesuatu harus dilakukan untuk memotivasi tim,” ujar Direktur Olahraga Juventus Fabio Paratici kepada Gazzetta dello Sport.

“Saya bertemu dengan (chairman) Andrea (Agnelli), (wakil Chairman) Pavel (Nedved), dan kami semua setuju. Kami harus memberi kejutan ke semua orang di lingkungan (Juventus). Sebuah guncangan positif yang bisa melontarkan Juventus melewati batas tertentu.”

“Ada dua jalan untuk memotivasi tim. Jalur pertama? Membeli Icardi dan melepaskan sebuah kegagalan besar. Atau kami merekrut Cristiano Ronaldo,” jelas Paratici dilansir Sportskeeda.

(raw/yna)

Formasi: Menanti Drama Fase Gugur Liga Champions 2018/19

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 16 tim terbaik Eropa akan tampil pada fase gugur Liga Champions 2018/19. Hasil di leg pertama bakal menentukan langkah masing-masing tim menuju babak berikutnya. 

Babak 16 besar Liga Champions musim ini bakal dimulai, Rabu, 13 Februari 2019 dinihari WIB. Di hari pertama, Manchester United bakal menjamu Paris Saint Germain (PSG) di Old Trafford. Sementara AS Roma bakal bertemu wakil Portugal, FC Porto di Stadio Olimpico.  

Ini jadi ujian perdana MU bersama Solskjaer di ajang Liga Champions. Kecerdikan pelatih asal Norwegia itu kembali diuji setelah sukses menorehkan 10 kemenangan dari 11 laga. 

Seperti diketahui, performa MU mencuri perhatian sejak ditinggal Jose Mourinho akhir tahun lalu. Kehadiran Solskjaer yang ditunjuk sebagai manajer sementara mengubah Setan Merah menjadi tim yang belum terkalahkan. Bahkan kemenangan demi kemenangan yang ditorehkan membawa MU ke posisi empat klasemen sementara Liga Inggris musim ini. 

MU mulai melewati rival-rival terkuat seperti Chelsea yang kini terpaut 1 poin. The Blues harus rela tergusur setelah tim besutan Maurizzio Sarri itu dihancurkan Manchester City 0-6. MU melambung setelah sehari sebelumnya berhasil mengalahkan Fulham dengan skor 3-0. 

Performa gemilang MU bersama Solskjaer kini mendapat ujian di level yang lebih tinggi. Mental bertanding para pemain bakal kembali diuji saat menjamu PSG di Old Trafford. Hanya saja, Solskjaer harus memutar otak mengingat laga berat lain juga menanti Setan Merah. 

Rotasi pemain pun jadi pilihan terbaik Solskjaer. Sejumlah pemain disimpan saat MU bertemu Fulham. Marcus Rashford yang kembali bersinar disimpan dalam duel ini. Begitu juga dengan bek tangguh, Victor Lindelof. Mereka diharapkan bisa pulih saat bertemu PSG. 

“Ada beberapa ketidaknyaman, Marcus Rashford mengalami keram saat melawan Leicester City. Kami tidak ingin mengambil risiko,” kata Solskjaer. 

“Di belakang, Victor Lindelof memang cedera. Tapi tidak terlalu mengkhawatirkan. Keduanya seharusnya baik-baik saja untuk hari Selasa,” ujar mantan pemain MU tersebut. 






2 dari 4 halaman

Tanpa Neymar

Meski demikian, tuan rumah setidaknya bisa bernafas lega. Pasalnya, tim lawan datang dalam kondisi compang-camping. Les Parisien harus kehilangan striker andalannya Neymar. Pemain asal Brasil itu dipastikan absen melawan MU karena mengalami cedera cukup parah. 

Neymar menderita cedera metatarsal saat PSG bertanding melawan Strasbourg pada ajang Coupe de France beberapa waktu lalu. Kondisi mantan pemain Santos itu bertambah buruk karena cedera tersebut berada di tempat yang membuatnya absen 4 bulan musim lalu. 

Kehilangan Neymar tentu saja jadi pukulan telak bagi PSG. Sebab, pemain yang diboyong dari Barcelona itu merupakan salah satu mesin gol Les Parisien. Musim ini saja, Neymar sudah mengemas 20 gol dalam 23 penampilan bersama PSG di semua kompetisi. 

“Sekarang, ini waktu yang sulit bagi kami karena Ney (Neymar) cedera. Bagi kami, Ney adalah pemain yang sangat penting, karena dia telah melakukan hal-hal luar biasa untuk tim selama tiga bulan terakhir,” kata kiper PSG, Gianluigi Buffon seperti dilansir Four Four Two.

Beban pelatih PSG, Thomas Tuche, semakin bertambah setelah penyerang lain, Edinson Cavani juga dipastikan absen saat bertemu MU. Pemain asal Uruguay itu mengalami cedera panggul saat PSG mengalahkan Girondins de Bordeaux, Sabtu lalu. Diagnosa dokter usai pertandingan juga menunjukkan hasil yang kurang baik. Mantan pemain Napoli tersebut ternyata  mengalami otot paha kanan yang memaksanya absen hingga bulan depan.

Selain Neymar dan Cavani, PSG juga terancam tanpa bek andalannya, Thomas Meunier. Posisi pemain asal Belgia tersebut mengalami gegar otak ringan usai bertabrakan dengan rekannya, François Kamano saat latihan kemarin. Posisinya lalu digantikan Colin Dagba. 

Menurut Solskjaer, absennya pemain-pemain hebat bakal mengurangi bobot duel MU vs PSG. “Saat Anda bertemu tim hebat, Anda ingin bertarung melawan para pemain. Publik ingin melihat pemain-pemain terbaik. Sangat mengecewakan bagi Old Trafford,” katanya.

Tanpa pemain bintang, pertandingan menurut Solskjaer bakal terasa hambar. Sebab kehadiran pemain-pemain hebat juga memberikan semangat tambahan bagi pemain. 

 “Saya sudah beberapa kali bermain saat kami bertemu Real Madrid dan Ronaldo dan Figo dan semua yang pernah ke Old Trafford.  Ini memberikan semangat tambahan,” katanya. 



3 dari 4 halaman

Kiprah Pemain Debutan

Sementara itu, babak 16 besar Liga Champions 2018/19 bakal jadi panggung bagi sejumlah pemain baru. Sebab seluruh kontestan tidak melewatkan kesempatan untuk memasukkan 3 nama baru sesuai aturan UEFA untuk memperbesar peluang meraih gelar juara.  

Satu nama yang mencuri perhatian adalah Arlvaro Morata yang akan memperkuat Atletico Madrid. Pemain asal Spanyol tersebut baru saja diboyong dari Chelsea dan langsung didaftarkan untuk tampil pada babak 16 besar. (Ikuti berita lengkapnya di sini). 

Liverpool juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memasukkan nama Alex Oxlade Chamberlain setelah sempat absen selama setengah musim akibat cedera. Sedangkan Barcelona memasukkan nama Kevin Prince Boateng yang baru dipinjam dari Sassuolo.



4 dari 4 halaman

Jadwal Leg 1

13 Februari 2019

Manchester United vs PSG

AS Roma vs FC Porto


14 Februari 2019

Tottenham Hotspur vs Borussia Dortmund

Ajax Amsterdam vs Real Madrid


20 Februari 2019

Olympique Lyonnais vs Barcelona

Liverpool vs Bayern Munchen


21 Ferbruari 2019

Schalke 04 vs Manchester City

Atletico Madrid vs Juventus


Saksikan juga video menarik di bawah ini: