Geliat Pagi di Desa Kubu Gadang, Elok Basa dan Elok Budi

Di samping atraksi budaya dan kondisi alam yang memang menarik jadi objek foto, warga di Kubu Gadang menambah daya tarik sebagai destinasi digital dengan membangun sejumlah spot foto dan menyediakan kuliner yang sudah jarang ditemui, seperti kacimuih, talam, tumang, lompong sagu, gabin, karupuak kuah, bakwan lanyah, kalamai oyak, godok dan lainnya.

Suasana pasar digital dibuat seklasik mungkin, yaitu para penjual mengenakan baju kurung, penutup kepala dipasang dikreasikan (tikuluak) dan alat tukar mewakili rupiah menggunakan uang koin terbuat dari kayu.

Interaksi penjual dan pembeli didukung sejumlah spot foto dan pemandangan alam diharapkan menjadi daya tarik sebagai objek foto yang kemudian diviralkan oleh pengunjung melalui media sosial.

Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran mengapresiasi dipilihnya lokasi itu sebagai destinasi digital, apalagi sebelumnya Kubu Gadang sebagai desa wisata hadir berkat kemauan dari warga mengelola potensi alam dan budaya agar bisa memberi nilai tambah bagi daerah.

Dalam pengelolaan ia mengingatkan agar para pemuda Kubu Gadang selalu memperhatikan sapta pesona agar wisata yang disuguhkan dapat memberi kesan baik bagi wisatawan sehingga datang berulang kali.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Pamkot Padang Panjang Medi Rosdian menambahkan Pasar Digital Kubu Gadang akan hadir setiap Minggu sebagai suguhan tambahan bagi tamu yang berwisata ke sana dan menjawab kerinduan masyarakat pada kuliner yang sudah jarang ditemui.

Bagi pengunjung, terutama anak muda, ia mengajak ikut mempromosikan desa itu dengan cara mengunggah foto-foto menarik melalui media sosial.

Tiga tahun berjalan sejak 2015, menurut Yuliza, waktu tersebut belum cukup membuat desa wisata itu hadir dengan pengelolaan maksimal.

Ditunjuk sebagai pasar digital, menurutnya, merupakan cara belajar baginya dan warga setempat mengelola Kubu Gadang secara lebih profesional karena pasar hadir setiap Minggu, artinya diperlukan kesungguhan agar objek itu terus ramai oleh wisatawan.

Untuk menyukseskan pasar digital, Yuliza menyebutkan Kubu Gadang juga didukung oleh komunitas-komunitas yang aktif berkegiatan di Padang Panjang, seperti Generasi Pesona Indonesia (Genpi), Forum Pegiat Literasi (FPL), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Ruang Baca Rimba Bulan dan lainnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Warga sungai Pua, di kaki Gunung Marapi, sekitar 90 kilometer dari kota Padang, membuat rendang sebanyak satu ton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *