Geliat Nabi Palsu Sensen Sebarkan Ajaran Sesat di Garut

Liputan6.com, Garut – Setelah munculnya surat pernyataan Hamdani, seorang pegikut nabi dan rasul palsu Sensen Komara┬ábeberapa waktu lalu, masyarakat Garut, Jawa Barat mulai bereaksi menolak ajaran menyesatkan itu. Warga mendesak pemerintah segera mengambil tindakan tegas, untuk menghindari adanya konflik sosial di masyarakat.

Malam tadi, puluhan masyarakat perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) mendatangi kantor polisi sektor Karangpawitan untuk melaporkan aktivitas nabi palsu Sensen. Mereka mendesak agar pemerintah Garut segera bergerak cepat menghentikan aktivitas keagamaan Sensen.

Dian Sahidin, salah satu tokoh agama masyarakat Karangpawitan Garut mengatakan, lambannya tindakan rehabilitasi gangguan jiwa Sensen yang diamanatkan kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemda Garut, membuat ajaran sesat Sensen terus menyebar luas di masyarakat Garut.

“Informasinya sekarang sudah mencapai 12 ribu di seluruh Kecamatan Garut,” ujar dia, Jumat (7/12/2018).

Saat ini, Sensen tetap beraktivitas di rumahnya dengan banyak pengikutnya yang berasal dari luar Kecamatan Karangpawitan.

“Saya meminta Sensen mencabut pernyataannya yang mengatakan masyarakat Sindangpalay dan Karangpawitan banyak yang menjadi pengikutnya, itu tidak ada sama sekali,” ungkap dia.

Menurutnya, vonis gangguan jiwa yang mewajibkan nabi palsu Sensen melakukan rehabilitasi gangguan jiwa di RSHS Bandung, tidak sesuai dengan fakta sebenarnya di masyarakat. Hingga kini Sensen terlihat sehat dan masih menjalankan aktivitas agama.

“Masa sakit masih bisa merekrut orang, membuat konsep, bisa memahami Alquran, bisa menjelaskan Alquran, itu (sakit jiwa) sangat tidak sesuai,” kata dia.

Bahkan, saat beberapa perwakilan ormas Islam mengunjungi kediamannya di desa Sindangpalay, Kecamatan Karangpawitan kemarin, nabi palsu Sensen ternyata telah melakukan aktivitas keagamaan di wilayah Kecamatan Pangatikan.

“Tapi kita kita tidak mengikuti ke sana, menghindari sesuatu yang tidak diharapkan, apalagi berkaitan dengan situasi politik kita tetap ingin aman, nyaman tidak terganggu apa-apa,” kata dia.

Dengan kondisi itu, ia berharap pemerintah baik provinsi maupun Pemda Garut, segera melakukan tindakan untuk menghentikan seluruh aktivitas keagamaan yang disebarkan nabi palsu Sensen. “Ini jelas ada pelanggaran, pertama mengaku nabi dan rasul palsu, kedua dari sisi agamanya melakukan penistaan agama,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *