Gelar Konser Sumpah Pemuda, Hendropiyono: Lewat Seni Warga Bersatu

Jakarta – Ketua Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) AM Hendropriyono menggelar konser Sumpah Pemuda. Dia mengatakan masyarakat bisa bersatu lewat kesenian dan kebudayaan.

“Kebudayaan tak punya sekat politik, kita tak mempersoalkan perbedaan atas aspirasi yang berkembang sehingga kita jadi gontok-gontokan sendiri, itu kita arahkan ketertarikan pada seni,” katanya pada Konser Sumpah Pemuda yang digelar PAPPRI di Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

“Saya kira kita bisa bawa masyarakat, bisa mengoreksi diri jangan terpecah belah hanya karena perbedaan kepentingan, keinginan, keinginan berkuasa,” lanjut dia.

Sumpah Pemuda menurutnya harus diperingati sebagai sejarah bangsa. PAPPRI dalam hal ini mengapresiasi pada seluruh penyanyi dan pencipta lagu legendaris Tanah Air.

Konser Sumpah pemuda, lanjutnya untuk menjadi pengingat agar masyarakat tidak terpecah belah.

Dalam acara ini PAPPRI memberi penghargaan kepada pengarang lagu Indonesia Raya, WR SupratmanDalam acara ini PAPPRI memberi penghargaan kepada pengarang lagu Indonesia Raya, WR Supratman Foto: Indra Komara/detikcom

“Sumpah Pemuda kita peringati karena memang itu satu peristiwa yang fenomenal dalam sejarah kebangsaan kita, di tengah hingar bingar perpolitikan tanah air para artis yang tergabung dalam PAPPRI ini mengingatkan pada dirinya sendiri dan seluruh bangsa Indonesia, supaya ingat bahwa kita ini ditakdirkan berbeda-beda, baik beda dalam suku, agama, ras tapi kita itu satu. Kita harus satu sebagai satu bangsa,” jelasnya.

Dalam acara ini, PAPPRI memberi penghargaan kepada pengarang lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’, WR Supratman. Supratman diberikan penghargaan karena menjadi pencipta lagu Indonesia Raya yang dikenang sampai saat ini.

“PAPPRI juga secara resmi memutuskan untuk mengangkat WR Supratman pengarang lagu Indonesia sebagai anggota kehormatan PAPPRI, dia yang sudah mengumandangkan lagu terus menerus mulai Sumpah Pemuda sampai hari ini, ini penghargaan tertinggi pada beliau,” kata Hendripriyono.

Dia juga menambahkan bahwa PAPPRI akan menyiapkan langkah strategis seperti menerjemahkan seluruh lagu-lagu Indonesia ke bahasa-bahasa asing seperti Inggris, Belanda, Francis, Mandarin, dan sejumlah bahasa lain.

“Agar tidak ada lagi pembajakan karya anak bangsa kita. Kita tidak tahu, lagu Bengawan Solo diterjemahkan ke bahasa Mandarin. Nah, kalo kita sudah terjemahkan ke bahasa asing, tidak ada lagi yang bisa membajak karya anak bangsa,” urainya.

Dalam acara ini, tampak artis yang hadir seperti Obbie Messakh, Jelly Tobing, Ermy Kulit, dan The Rolis.
(idn/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *