Anggaran TNI Disoal, Menhan: Sudahlah Gatot Nurmantyo, Sudah, Sudah

Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjawab pernyataan Mantan Panglima TNI, Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo terkait anggaran TNI. Memaparkan peningkatan anggaran TNI, Ryamizard meminta Gatot untuk berhenti berbicara mengenai anggaran militer.

“Ya sudah lah, Gatot Nurmantyo sudah, sudah. Dulu anggaran kita sebelumnya Rp 50-60 T, sekarang Rp 100 T lebih. Rp 108 T, apalagi? mau ngambil uang rakyat? Nggak mungkin. Kita tentara rakyat, rakyat dulu lah diutamakan,” kata Ryamizard di restoran D’cost VIP, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2018).

Ryamizard juga membandingkan kondisi militer dan rakyat di India. Menurutnya, India punya tentara yang kuat namun masyarakatnya banyak yang miskin dan tidak punya tempat tinggal.


“Kalau di India sana hebat tapi rakyatnya banyak yang miskin, kalau kepanasan mati, kalau kedinginan mati. Itu tidak boleh terjadi di sini dong, masa menomor-10-kan rakyat, pokoknya alutsista bagus (tapi) rakyat terserah, (itu) nggak benar, bukan tentara rakyat itu,” ujar Ryamizard.

Dia melanjutkan, saat ini Indonesia masih jauh dari ancaman perang bersekala besar. Ancaman yang banyak terjadi saat ini, kata Ryamizard, berupa bencana dan terorisme sehingga harus lebih diprioritaskan.

“Situasi pertahanan ini kan saya bilang, ancaman yang nyata dan belum nyata, yang nyata ini kan banyak gempa, teroris. Yang belum nyata yang perang besar, itu kan jauh. Kita tentara rakyat berasal dari rakyat masa rakyat dinomorduakan, nggak nomor 1 rakyat,” ujar eks KSAD tersebut.

Gatot sebelumnya berbicara soal kondisi nasional. Ada suatu hal yang menurutnya kritis, yakni soal kekuatan TNI yang tidak didukung oleh pemerintah dari segi anggaran.

“Saat ini yang kritis adalah anggaran. Saya tidak menyalahkan siapa pun juga, tapi saya harus sampaikan karena saya mantan Panglima TNI, agar rakyat bersatu jangan terpecah-pecah,” kata Gatot di Surabaya, Jumat (12/4).

Gatot kemudian berbicara mengenai APBN-Perubahan tahun 2017 saat ia masih menjadi Panglima TNI. Tambahan untuk TNI disebutnya tak sebanding dengan institusi pertahanan-keamanan lainnya.

“Saat saya menjabat Panglima TNI, saya sudah berusaha sekuat mungkin tapi saya tidak berdaya. APBN-P, TNI yaitu Dephan, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU jumlah personelnya lebih dari 455 ribu mempunyai ratusan pesawat tempur, punya ratusan kapal perang, ribuan tank, dan senjata berat. Anggarannya hanya Rp 6 T lebih. Sehingga Dephan dapat Rp 1 T, AD dapat Rp 1 T lebih, AU Rp 1 T lebih, AL dapat Rp 1 T lebih Mabes TNI dapat Rp 900 miliar,” tambah Gatot.
(elz/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN: Gatot Nurmantyo Menyatakan Insyaallah Dukung Prabowo

SurabayaGatot Nurmantyo hadir di pidato kebangsaan Prabowo Subianto di Surabaya, Jawa Timur. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menyebut eks Panglima TNI Jenderal (Purn) itu juga telah menyampaikan dukungannya kepada sang capres.

“Tadi menyatakan bahwa insyaallah mendukung Pak Prabowo,” ujar Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019).

Tak hanya Gatot, menurut Sudirman, kehadiran tokoh-tokoh pada pidato kebangsaan ini adalah wujud dukungan kepada Prabowo.
“Kita tentu saja yang hadir di sini adalah satu wujud dukungan bahwa seberapa langsung, seberapa apresiasi itu bisa kita lihat perkembangannya,” katanya.
Mantan Menteri ESDM itu pun menyampaikan terima kasihnya kepada Gatot yang telah meluangkan waktu untuk ikut terlibat dalam pidato kebangsaan Prabowo. Gatot disebut merupakan tokoh yang memahami kondisi bangsa Indonesia.

“Kita berterima kasih pada tokoh yang sangat senior mencapai karier puncaknya di militer, tahu betul bagaimana keadaan negara,” ujar Sudirman.

Seperti diketahui, Gatot hari ini menghadiri pidato kebangsaan Prabowo di Surabaya, Jawa Timur. Pada pidato kebangsaan kali ini, Prabowo memperkenalkan putra-putri terbaik bangsa yang telah dan akan membantunya di pemerintahan kelak jika terpilih di Pilpres 2019.
(mae/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gatot Nurmantyo: Saya Datang ke Pidato Prabowo Tidak untuk Jabatan

Jakarta – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengaku hadir di pidato kebangsaan Capres Prabowo Subianto untuk perjuangan. Gatot memastikan dirinya hadir bukan untuk jabatan.

“Jadi saya hadir ke sini (pidato kebangsaan Prabowo), saya sampaikan bahwa demi merah putih, demi negara dan bangsa. Saya diundang oleh Pak Prabowo untuk bicara soal kebangsaan maka saya hadir,” ujar Gatot di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019).

Diketahui, nama Gatot sempat disebut saat Prabowo mengenalkan orang-orang yang akan membantunya di pemerintahan jika dia memenangi Pilpres 2019.

“Saya datang tidak untuk jabatan, saya datang hanya berjuang. Nanti saja apapun yang ditawarkan saya nanti saja. Itu prinsip saya,” katanya.
Kendati demikian, Gatot tidak dengan tegas menyatakan dukungannya kepada capres nomor urut 02. Gatot mempersilakan semua pihak untuk menafsirkan sendiri kedatangannya.

“Silakan cerminkan sendiri,” ujar Gatot saat ditanya apakah kedatangannya mencerminkan pilihan politiknya di Pilpres 2019 ini.
(mae/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dulu Protes Soal Baliho, Gatot Nurmantyo Kini Pro-Prabowo

Jakarta – Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo sempat protes karena fotonya masuk di baliho Posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Solo, Jawa Tengah. Kini, Gatot sudah menunjukkan sikap mendukung Prabowo.

Gatot menyampaikan protesnya pada Januari lalu. Fotonya terpasang di baliho Posko Pemenangan Prabowo-Sandi di Solo yang baru saja diresmikan.

Gatot mengaku tak tahu bagaimana bisa foto dirinya terpasang di baliho capres-cawapres nomor urut 02 itu. Gatot merasa tidak pernah diberi tahu bahwa fotonya dipasang di baliho untuk kampanye Pilpres 2019 tersebut. Ia pun meminta agar fotonya diturunkan.


“Mengenai berita seperti tersebut di atas dan ada foto saya pada baliho Posko BPN Prabowo-Sandi di Solo, saya nyatakan bahwa saya tidak tahu-menahu, tidak pernah dimintai persetujuan atau diberi pemberitahuan, baik secara lisan maupun verbal. Untuk itu, Saya mohon agar foto saya diturunkan dari baliho tersebut secepatnya,” kata Gatot lewat akun Instagram-nya, @nurmantyo_gatot, Minggu (13/1/2018).

Baliho tersebut mencantumkan foto Gatot bertopi loreng di pojok kiri atas. Foto Prabowo-Sandi ada di tengahnya. Di samping foto Gatot yang tersenyum itu, ada tulisan, ‘Selamat dan sukses, Peresmian Kantor Pusat BPN Prabowo-Sandi’.

Saat itu, Gatot menyatakan dirinya masih netral di Pilpres 2019. Ia sengaja menyampaikan permintaan lewat IG agar publik tahu bahwa dia masih netral. Gatot mengatakan ingin berpikir jernih sebelum membuat keputusan. Ada peluang dia memilih satu sisi, namun hal itu akan dilakukan di menit akhir jelang hari pemilihan.

Dulu Protes Soal Baliho, Gatot Nurmantyo Kini Pro-PrabowoFoto: Baliho di Posko Prabowo-Sandi yang ada gambar Gatot Nurmantyo. (dok. Istimewa).

“Yang penting publik tahu saya netral, tidak ke mana-mana (belum memutuskan untuk ke mana). Untuk pribadi biar di dalam bilik suara saja (untuk sikap ke publik, follower saya banyak dan tanggung jawab moral jika saya salah bersikap), maka harus teliti, berpikir jernih, dan mungkin di pengujung baru saya tentukan apakah bersikap atau tetap seperti saat ini,” sebut eks Panglima TNI itu.

Akhirnya diketahui, pemasangan foto Gatot dilakukan oleh relawan Jaringan Nasional Garda Depan (Jagad). Jagad merupakan relawan pendukung Gatot Nurmantyo yang dulu pernah menjagokannya maju Pilpres 2019. Dalam kaitan dengan spanduk di Posko BPN, relawan Jagad mengaku sebagai pemasangnya.

Foto Gatot lantas dicopot dari baliho di posko Prabowo-Sandi di Solo. Gatot pun tak mau memperpanjang masalah tersebut. Menurutnya, diturunkannya spanduk tersebut dari Posko BPN Prabowo-Sandi sudah cukup.

“Saya pikir permasalahan tersebut sudah selesai. Saya tidak perlu permintaan maaf. Karena yang saya minta sudah dipenuhi dan sudah diturunkan balihonya,” tutur Gatot saat dihubungi detikcom, Kamis (17/1).

Gatot memenuhi janjinya. Ia akhirnya memutuskan bergabung di jajaran Prabowo-Sandiaga di menit-menit terakhir jelang pelaksanaan Pilpres 2019 berlangsung. Dukungan Gatot ditunjukkan dengan kehadirannya di Pidato Kebangsaan Prabowo, hari ini.

Di Acara Prabowo, Gatot Buka-bukaan Soal Anggaran TNI dan Pencopotan Anak Buah

Jakarta – Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hadir di acara pidato kebangsaan Prabowo Subianto. Mendapat kesempatan berbicara, mantan Panglima TNI ini menyampaikan keluh kesah.

“Saya datang ke sini tidak ada lain karena merah putih, karena negara dan bangsa memanggil untuk negara, bangsa, rakyat Indonesia. Angkat telepon dari beliau, Pak Prabowo meminta saya bicara masalah kebangsaan di sini,” ujar Gatot di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019).

Ada beberapa hal yang disampaikan Gatot dalam pidatonya. Ia berbicara soal masalah kebangsaan hingga masalah internasional. Menurut Gatot yang harus diwaspadai adalah soal global citizen.

“Siapapun bisa masuk ke negara lain, penduduk lain penduduk negara lain yang penting punya uang dan punya ide contoh singkat di Jatim, Kepanjen lah, dibuat superblock, mal, perum elite, setelah itu bupati naikin NJOP sehingga pajak naik. Kira-kira petani sanggup nggak? pergi dia ke pinggir. Penduduk negara lain datang ke situ,” kata Gatot.
“Contoh sekarang orang Betawi di mana ada di Menteng hanya beberapa gelintir saja, minggir. Contoh gampang saja Anda ke Singapura penduduk asli Singapura di mana tempatnya?” imbuhnya bertanya ke pendukung Prabowo.

Menurut Gatot, permasalahan tersebut harus diwaspadai, jika tidak maka masyarakat Indonesia selamanya akan menjadi pembantu asing. Bangsa Indonesia pun disebutnya juga bisa hilang.

“Kalau tidak waspada maka zaman penjajahan kita pembantu, kemerdekaan kita pembantu, sekarang pun pembantu, dan keturunannya pembantu. Ini yang harus diwaspadai. Negara Indonesia nggak akan hilang, tapi bangsa Indonesia yang bisa hilang,” tuturnya.

Gatot lalu berbicara soal kondisi nasional. Ada suatu hal yang menurutnya kritis yakni soal kekuatan TNI yang tidak didukung oleh pemerintah dari segi anggaran.

“Saat ini yang kritis adalah anggaran, saya tidak menyalahkan siapapun juga tapi saya harus sampaikan karena saya mantan Panglima TNI, agar rakyat bersatu jangan terpecah-pecah,” katanya.

“Saat saya menjabat Panglima TNI, saya sudah berusaha sekuat mungkin tapi saya tidak berdaya. APBN-P, TNI yaitu Dephan, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU jumlah personilnya lebih dari 455 ribu mempunyai ratusan pesawat tempur, punya ratusan kapal perang, ribuan tank dan senjata berat. Anggarannya hanya Rp 6 T lebih. Sehingga Dephan dapat Rp 1 T, AD dapat 1 T lebih, AU 1 T lebih, AL dapat 1 T lebih Mabes TNI dapat Rp 900 miliar,” tambah Gatot.

Dia pun membandingkan anggaran TNI dengan salah satu institusi terkait pertahanan dan keamanan. Gatot juga membandingkan anggaran TNI dengan anggaran Polri.

“Tetapi ada institusi yang tidak punya pesawat tempur, senjatanya pendek, dan ada senjata panjang sedikit saja, dan jumlah personilnya tidak sampai 3 ribu tetapi anggarannya Rp 4 T dan kepolisan RI 17 T. Tidak ada yang salah, semua benar-benar saja tetapi ini dari segi anggaran mengecilkan TNI,” tuturnya.

Kemudian Gatot tampak memprotes mutasi personil TNI yang menurutnya dipangkas setelah ia tak lagi menjadi Panglima TNI. Ia menyebut sejumlah anak buahnya yang berprestasi dicopot dari jabatan strategi, termasuk yang berhasil membongkar kasus penyelundupan ribuan senjata dari luar negeri.

“Yang paling penting bagi tentara adalah semangat juang dan moralitasnya, ini pun dipaprasin. Begitu saya turun, maka semua yang terbaik dicabut. KaBAIS Mayjen TNI Ilyas, dia yang menyelesaikan Poso, silakan diskusi dengan siapapun siapa yang selesaikan Poso, tetapi dicopot sampai sekarang tanpa jabatan. Termasuk Direktur A komandan satuan tugas intelijen yang membongkar (penyelundupan) senjata sekarang pun dicopot tanpa jabatan,” beber Gatot.

“Investasi SDM di TNI itu adalah jabatan-jabatan tersebut. Panglima Divisi Infanteri I dan II dicopot sampai dengan sekarang tanpa jabatan. Komandan Jenderal Kopassus masuk Pangdam III langsung dicopot sampai sekarang tak ada jabatan dan orang-orang bermasalah menempati jabatan-jabatan strategis,” imbuhnya.

Di akhir pidatonya, Gatot lalu berbicara soal pentingnya persatuan di Pilpres ini. Ia menceritakan soal ada suami istri yang cerai karena beda pilihan capres.

“Jangan sampai rakyat Indonesia terpecah, harus bersatu. Jangan sampai hanya karena pilpres pecah. Jangan mempertajam, suami sitri ada yang sampai cerai. Dalam kondisi saat ini rakyat harus satu, dingin, jangan mau dipecah-pecah,” sebut Gatot.
(elz/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Kenalkan Calon Menteri: Gatot Nurmantyo, Rocky Gerung hingga Fahri

Surabaya – Calon presiden Prabowo Subianto mengenalkan orang-orang yang akan membantunya di pemerintahan jika dia memenangi Pilpres 2019. Nama-nama seperti mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hingga Rocky Gerung masuk daftar.

Pengumuman itu disampaikan Prabowo dalam pidato kebangsaannya di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019). Beberapa nama sebelumnya sudah berada di belakang podium pidato Prabowo. Rocky Gerung dan Gatot menyusul kemudian.

“Saya tidak pernah cek mereka partai mana, ada yang profesional, ada yang bisa pakai dasi ada yang nggak bisa, ada anak-anak muda juga. Tapi kita bergabung secara alamiah. Saya tidak bikin iklan dicari putra-putri terbaik, mereka datang sendiri,” sebut Prabowo.


Selain Gatot Nurmantyo dan Rocky Gerung, ada pula nama Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan sejumlah politikus dari partai koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga Uno. Mereka yang disebut di antaranya Waketum Partai Gerindra Fadli Zon, Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Sekjen PAN Eddy Soeparno, politikus senior Partai Demokrat (PD) Amir Syamsuddin dan lain sebagainya.

“Ya, maaf tadi kelewatan, Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI dan juga ada lagi Sang Alang, seniman pejuang. Jadi seniman ada seniman yang diminta dibayar dan ada seniman pejuang,” kata Prabowo.

“Jangan kita beli kucing dalam karung. Jadi Insyaallah kami menerima mandat, kira-kira inilah orang-orang yang akan membantu saya,” imbuh Prabowo.

Berikut ini sejumlah nama calon pembantu Prabowo di pemerintahan jika menang pilpres:

Ahmad Riza Patria
Alex Yahya Datuk
Amir Syamsuddin
Arifin Seman
Bambang Haryo Sukartono
Bambang Susanto Priohadi
Bambang Widjojanto
Bembi Uripto
Budi Djatmiko
Chusnul Mariyah
Dahlan Iskan
Dahnil Anzar S
Damayanti Hakim Tohir
Dede Yusuf
Dian Islamiati Fatwa
Didik J Rachbini
Dirgayuza Setiawan
Dradjad Wibowo
Eddy Soeparno
Fadli Zon
Erwin Aksa
Fary Djemy Francis
Ferry Mursyidan Baldan
Firmansyah
Fuad Bawazier
Gamal Albinsaid
Glenny Kahuripan
Hanafi Rais
Haryadin Mahardika
Ichsanudin Noorsy
Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat
Irawan Ronodipuro
Laode Kamaluddin
Lili Sri Wahyu Sulistiowati
Muchtar Niode
Mulfachri Harahap
Nanik S Deyang
Natalius Pigai
Otto Hasibuan
Priyo Budi Santoso
Putra Jaya Husin
Rachmat Pambudy
Rahayu Saraswati
Rauf Purnama
Rizal Ramli
Rocky Gerung
Rustika Thamrin
Rustriningsih
Said Didu
Said Iqbal
Gatot Nurmantyo
Salim Said
Ir Supriyatno
Sudirman Said
Sufmi Dasco Ahmad
Suhendra Ratu Prawiranegara
Sujana Royat
Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno
Teguh Santosa
Thomas Djiwandono
Tri Hanurita
Yusuf Martak
Wisnu Wardhana
Fahri Hamzah
Sang Alang
(gbr/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gatot Nurmantyo Hadiri Pidato Kebangsaan Prabowo di Surabaya

Jakarta – Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menghadiri pidato kebangsaan Prabowo Subianto. Kehadiran mantan Panglima TNI itu disambut meriah pendukung Prabowo.

Gatot hadir saat Prabowo sedang memperkenalkan pakar-pakar yang selama ini membantunya. Di tengah Prabowo mengumumkan nama-nama pakar itu, Gatot hadir.

Mengenakan kemeja putih dan peci hitam, Gatot naik ke atas panggung acara pidato Prabowo di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, sekitar pukul 15.45 WIB, Jumat (12/4/2019). Ia pun menghampiri Prabowo yang sedang berbicara di podium.
“Jenderal TNI Gatot Nurmantyo,” ujar Prabowo sambil menyalami Gatot.
Setelah itu Gatot langsung duduk di kursi-kursi tempat para pakar Prabowo-Sandi duduk. Prabowo pun melanjutkan membacakan nama-nama pakar pendukungnya.

Seperti diketahui, nama Gatot sempat muncul di bursa Pilpres 2019. Gatot pun belum menunjukkan dukungan kepada capres-cawapres hingga sore hari ini hadir di acara Prabowo.
(elz/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bandara Gatot Subroto Tunjang Aktivitas Industri di Way Kanan

Liputan6.com, Jakarta – Peresmian landasan udara (lanud) milik TNI Angkatan Darat Gatot Subroto di Way Kanan Lampung menjadi bandara yang melayani penerbangan komersial tidak hanya mempengaruhi aksesibilitas masyarakat. Aktivitas industri digadang bakal optimal berkat dibukanya bandara ini untuk penerbangan sipil.

Gubernur Lampung Ridho Ficardo menyatakan, saat ini ada 7 kabupaten di Lampung dengan potensi industri agrikultural terbesar se-Sumatera, termasuk Way Kanan. Namun, jalur transportasi udara hanya tersedia di Raden Inten.

“Dari Way Kanan ke Raden Inten itu sekitar 5 jam, sangat tidak efektif untuk pengembangan industri. Sudah lama ada bandara di Way Kanan, yaitu Gatot Subroto, tapi sebatas untuk kepentingan militer saja. Jadi lebih baik dibuka untuk umum,” tandas Ridho di Way Kanan, Sabtu (6/4/2019).

Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya menambahkan 7 kabupaten di Lampung yang memiliki potensi agrikultur besar ialah Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Barat dan Pesisir Barat, OKU Timur, OKU Selatan dan OKU Induk. Komiditas yang diperdagangkan antara lain sawit, karet, tebu dan singkong.

Gubernur Lampung dan Bupati Way Kanan mengaku siap mendukung pembangunan lanjutan Bandara Gatot Subroto baik dari segi infrastruktur, pengadaan lahan, segi finansial dan sebagainya.

Menhub Kembangkan Bandara Gatot Subroto Jadi Bertaraf Internasional

Landasan udara (lanud) milik TNI Angkatan Darat, Gatot Subroto, Wai Kanan, Lampung, resmi layani penerbangan komersial mulai Sabtu ini. Peresmian dilakukan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat Andika Perkasa.

Budi menyatakan, peresmian ini dilakukan untuk memaksimalkan konektivitas di daerah selain pulau Jawa.

“Kami melihat Lampung ini sebagai provinsi luar biasa. Jadi konektivitas yang canggih jangan hanya di kota besar saja, hanya di Jakarta saja,” ujarnya saat peresmian lanud Gatot Subroto di Way Kanan, Sabtu (6/4/2019). 

Pesawat yang dapat mendarat di lanud ini khusus jenis ATR saja. Sementara untuk rute, Gatot Subroto melayani Way Kanan menuju ke Palembang dan Jakarta, begitu pula sebaliknya.

Keputusan pemberian ruang bagi penerbangan sipil di lanud ini berkaitan dengan konektivitas masyarakat di sekitar lanud Gatot Subroto terletak di lokasi yang strategis bagi beberapa kabupaten di Lampung dan Sumatera Selatan yang membutuhkan keberadaan penerbangan komersial.

Budi yakin, dibukanya lanud ini untuk umum akan membuka aksesibilitas masyarakat dan meningkatkan arus barang di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan sekitarnya.

Kini Lanud Gatot Subroto Layani Penerbangan Sipil

Sebelumnya, PT Angkasa Pura II (Persero) akan mengelola Bandara Internasional Hanandjoeddin Tanjung Pandan yang berlokasi di Kepulauan Belitung.  Usai dikelola AP II, perseroan berencana melakukan pengembangan bandara melalui peningkatan kapasitas, pembangunan infrastruktur dan penambahan frekuensi penerbangan di Bandara Hanandjoeddin.

“Kemudian kami berkomitmen dalam mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Pariwisata) serta membantu pemerintah daerah dalam mempromosikan Kawasan Geopark Belitung,” ujar Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangannya, Rabu 27 Maret 2019.

Sebagai tahap awal, manajemen AP II telah melakukan pertemuan dengan Bupati Belitung, Sahani Saleh, dalam rangka pembahasan Kerjasama Pemanfaatannya.

Kunjungan Direktur Utama PT Angkasa Pura II kali ini merupakan kelanjutan dari Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara PT Angkasa Pura II (Persero) dengan Pemerintah Kabupaten Belitung yang dilaksanakan pada 21 September 2018.

Adapun progress sementara hingga saat ini, sedang dilakukan proses inventarisasi aset Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara dan Kementerian Perhubungan, dan akan dilanjutkan dengan Inventarisasi Aset dan Penilaian Proposal Bisnis oleh DJKN, Penetapan Nilai KSP oleh DJKN, hingga pada akhirnya Penandatangan Perjanjian KSP.

Bupati Belitung Sahani Saleh berharap pengelolaan Bandara Hanandjoeddin oleh AP II bisa mendorong perekonomian di kawasan Belitung.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kedatangan PT Angkasa Pura II, kami mendukung komitmen PT Angkasa Pura II terutama dalam tujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian di kawasan Belitung,” tambahnya.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan 2018, dapat dicatat Jumlah Pergerakan pesawat di Bandara Hanandjoeddin pada tahun 2018 sebanyak 9.534 pergerakan per tahun, Pergerakan Kargo sebanyak 3.299 ton per tahun.

Selain itu, Jumlah Pergerakan Penumpang Pesawat Udara sebanyak 1.044.210 pax per tahun cukup jelas menggambarkan bahwa Kabupaten Belitung memiliki potensi peningkatan jumlah pergerakan yang cukup besar.

Pada tahun 2015, Bandara H.A.S Hanandjoedin dibangun dengan tujuan untuk membenahi infrastruktur di Kabupaten Belitung. Bandara ini memiliki Terminal seluas 3.500 m2 dengan panjang Runway 2.500 m x 45 m serta luas Apron hingga 20.600 m2, dapat diisi hingga 5 parking stand.

Adapun sejumlah rencana pengembangan akan dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) di Bandara Internasional Hanandjoedding antara lain pengembangan terminal, pengembangan apron, serta taxiway yang diprediksi memakan biaya investasi hingga tahun 2048 sekitar Rp 560 Miliar.

Selain Bandara H.A.S. Hanandjoeddin yang berlokasi di Tanjung Pandan – Kepulauan Belitung, PT Angkasa Pura II (Persero) juga akan mengelola 2 Bandara lainnya melalui Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara yaitu Bandar Udara Radin Inten Lampung serta Bandar Udara Fatmawati Soekarno yang berlokasi di Bengkulu. (Yas) 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kementerian Perhubungan tengah menggodok aturan baru terkait tarif pesawat. Sebelumnya, Pemerinta‎h menyoroti masih mahalnya harga tiket pesawat. Padahal saat ini Pertamina sudah menurunkan harga avtur yang diharapkan akan diikuti maskapai untuk me…