Tim Prabowo-Sandi: Gagasan Libur Sebulan Saat Ramadan untuk Toleransi

Liputan6.com, Jakarta – Kordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, rencana pelajar diliburkan selama sebulan penuh saat Ramadan bukan berarti tidak melakukan hal apa pun. Pelajar tetap mendapat kajian tambahan soal ilmu agama.

“Kita ingin dorong fokus pada momentum pendidikan di luar sekolah yaitu saat ramadan, fokusnya ada di agama,” kata Dahnil di Media Center BPN Prabowo-Sandiaga, Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (18/3/2019).

Dahnil menjelaskan, pendidikan agama dimaksud tidak sebatas untuk umat Muslim yang tengah menjalankan puasa saja. Melainkan juga agama lain seperti Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu, didorong memperdalam kajiannya masing-masing selama diliburkan dari giat pendidikan formal belajar-mengajar.

“Semuanya akan fokus pada pengajaran agama dan makna toleransi. Jadi (Ramadan) menjadi simbol bulan toleransi,” jelas Dahnli.

Sebelumnya, cawapres Sandiaga menyatakan gagasan libur selama sebulan penuh tercetus dari pengalaman belajarnya di Al Azhar semasa kecil. Dia merasakan dampak lain dari pendalaman ilmu agama selama sebulan penuh, melalui pesantren kilat.

“Nah, tentunya ini merupakan satu terobosan agar satu bulan ini bisa digunakan para siswa untuk mungkin mengikuti pesantren kilat, menggunakan kesempatan ini juga menghabiskan waktu bersama keluarga,” ucap Sandiaga pada debat Cawapres di Hotel Sultan Jakarta.

Tiba di Hotel Sultan, Ma’ruf Siap Bicara Gagasan di Debat Cawapres

Jakarta – Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin menyatakan seluruh tema debat jadi fokus untuk menyampaikan gagasan membangun kehidupan masyarakat.

“Ini kan bagaimana kita menyampaikan gagasan, pikiran-pikiran di dalam rangka membangun kehidupan berbabngsa dan bernegara,” kata Ma’ruf Amin di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

“Semua jadi fokus, ya pendidikan, ya kesehatan, tenaga kerja, maupun sosial budaya semua jadi masalah penting. Itu kesejahateraan rakyat,” sambungnya.

Soal 3 kartu yang jadi rancangan program, Ma’ruf menegaskan asas manfaaatnya. “Kita memberikan argumen keunggulannya di mana, titik manfaat dimana kan begitu,” ujar dia.

Sementara cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno memohon doa dukungan terhadap dirinya. Debat menurutnya harus bisa menjadi petunjuk bagi pemilih.

“Semoga dilancarkan, semoga masyarakat bisa mendapatkan pencerahan dari sesi forum malam ini untuk menetapkan pilihan secara mantap,” katanya di kediaman saat hendak menuju Hotel Sultan.

Debat cawapres akan digelar pukul 20.00 WIB. Temanya, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan kebudayaan.

(fdn/fdn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

HEADLINE: Negosiasi Kim Jong-un dan Donald Trump Gagal Total, Sinyal Bahaya?

Liputan6.com, Hanoi – Pada Kamis pagi, 28 Februari 2019, untuk kali pertamanya, Kim Jong-un menjawab langsung pertanyaan yang dilontarkan wartawan asing.

“Ketua Kim, apakah Anda yakin (akan ada kesepakatan)?,” itu pertanyaan yang dilontarkan seorang jurnalis. 

Pemimpin muda Utara Korea itu sempat terdiam. Namun tak lama kemudian bibirnya bergerak.

“Terlalu dini untuk mengatakannya. Namun, saya tidak bilang bahwa saya pesimistis,” kata Kim Jong-un yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. “Berdasarkan apa yang saya rasakan saat ini, saya yakin akan ada hasil yang baik.” 

Delapan bulan setelah bersua di Singapura, Kim Jong-un dan Donald Trump menggelar pertemuan kedua di Hanoi, Vietnam. Usai basa-basi, pamer kemesraan, dan makan malam bersama, kedua pemimpin membahas pokok permasalahan: perwujudan denuklirisasi Korut dengan ganjaran pencabutan sanksi atas Pyongyang.

Tapi, sejarah damai gagal tercipta hari itu.

Awalnya, pertemuan diharapkan bisa berujung pada pernyataan berakhirnya Perang Korea yang secara de facto masih berlangsung hingga saat ini. AS dan Korut juga digadang-gadang akan bersepakat untuk mendirikan kantor penghubung di ibu kota masing-masing. Kalaupun sanksi tak dicabut sepenuhnya, setidaknya bakal ada pelonggaran. 

Namun, pertemuan keduanya diakhiri secara tiba-tiba. Lebih cepat dari jadwal. Tanpa hasil. Gagal total. 

Seorang pria berdiri di dekat layar TV yang memperlihatkan siaran pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam, di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan (28/2). (AP Photo/Lee Jin-man)

Kedua pemimpin hengkang dari lokasi pertemuan di Sofitel Legend Metropole Hanoi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hanya 4,5 jam setelah pembicaraan dimulai.

Kim dan Trump juga batal makan siang bersama, meski meja-meja telah ditata, hidangan sudah disiapkan. Agenda penandatanganan kesepakatan tak jadi dilakukan. 

“Tak ada kesepakatan yang dihasilkan kali ini,” demikian isi pernyataan tertulis Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dikutip dari CNN News. “Namun, tim masing-masing berharap untuk menggelar pertemuan kembali pada masa yang akan datang.”

Tak lama kemudian, Donald Trump menggelar konferensi pers. Miliarder nyentrik itu bersikukuh, pertemuannya dengan Kim berlangsung produktif.

“Kami memiliki waktu yang sangat, sangat produktif,” kata Trump. Namun, ia menambahkan, dirinya dan Menlu AS Mike Pompeo merasa, itu bukan saat yang tepat untuk menandatangani kesepakatan apapun.

Presiden AS itu menambahkan, pembicaraannya dengan Kim Jong-un berakhir karena diktator Korut itu meminta penghapusan semua sanksi AS dan internasional atas negaranya sebagai imbalan atas penutupan sebagian — bukan keseluruhan — fasilitas nuklir milik rezim Pyongyang.

“Pada dasarnya mereka ingin sanksi dicabut seluruhnya dan kami tak bisa melakukannya,” kata Trump dalam konferensi pers di Hanoi. “Mereka mengaku rela melakukan denuklirisasi atas sejumlah besar area yang kita inginkan, namun tak mungkin menghapus semua sanksi untuk itu,” kata suami Melania Trump tersebut seperti dikutip dari The New York Times.

Penghapusan sanksi internasional, yang membatasi kemampuan Korea Utara mengimpor minyak dan mengekspor barang-barang menguntungkan termasuk batubara dan hasil laut, adalah tujuan utama Pyongyang dalam semua negosiasi. Di sisi lain, bagi AS, sanksi-sanksi tersebut adalah alat tawar menawar yang signifikan.

Trump mengatakan, ia dan Kim mendiskusikan soal penutupan kompleks nuklir utama Korut di Yongbyon, di mana proses pengayaan plutonium, tritium, dan uranium untuk bahan bakar bom nuklir dilakukan. 

Meskipun Yongbyon adalah fasilitas nuklir terbesar Korut, tapi itu bukan satu-satunya. Dalam konferensi pers, Trump mengakui bahwa negara itu punya fasilitas pengayaan nuklir lain, yang kemampuannya mungkin lebih besar.

Belum lagi rudal balistik, hulu ledak nuklir, dan sistem senjata pemusnah massal yang belum terungkap sepenuhnya. Diduga disembunyikan rapat-rapat rezim Pyongyang.

Yongbyon Nuclear Research Centre, Korea Utara (GeoEye Satellite Image/AFP PHOTO via ABC Australia)

Trump juga mengaku bahwa ia dan Kim Jong-un mendiskusikan soal kasus Otto Warmbier, mahasiswa AS yang tewas setelah jadi tahanan di Korut.

Warmbier, mahasiswa University of Virginia, ditangkap saat bepergian di Korea Utara karena mencuri poster propaganda. Pada 2016 dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa.

Lebih dari setahun kemudian dia dibebaskan dan kembali ke Amerika Serikat dalam keadaan sakit parah. Dokter menyebut, dia menderita cedera otak serius. Warmbier meninggal pada Juni 2017.

Donald Trump mendapat pujian atas kembalinya Warmbier dan segelintir orang Amerika lainnya yang ditahan di Korea Utara.

Jika presiden pendahulu menyebut kasus Warmbier sebagai contoh kebrutalan rezim Kim Jong-un, Trump menolak untuk menyalahkan sang pemimpin Korut.

Otto Warmbier, mahasiswa Amerika yang menghabiskan 17 bulan di tahanan Korea Utara (AP Photo/Jon Chol Jin)

“Saya tidak percaya bahwa dia akan membiarkan itu terjadi, itu tidak menguntungkannya,” kata Trump.

“Penjara itu kasar, tempat yang brutal, di mana hal-hal buruk terjadi. Tapi saya tak yakin, ia (Kim Jong-un) tahu soal itu.” Belakangan, pembelaannya itu dikecam ramai publik AS.

Kegagalan negosiasi membuat normalisasi hubungan antar-dua negara beringsut dari hasil yang diinginkan. Kim Jong-un gagal menghasilkan pencabutan sanksi terhadap Korut, di sisi lain Trump gagal memaksa Pyongyang ambil langkah konkret untuk mengakhiri program nuklirnya — sebuah keberhasilan yang sangat ia butuhkan untuk mengimbangi sejumlah gejolak domestik di AS.

Ketika Trump berniat berbincang santai di pinggir kolam renang bersama Kim Jong-un, mantan pengacaranya, Michael Cohen bersaksi menyudutkannya di depan Kongres. Agenda kedua pemimpin tersebut kemudian dibatalkan. 

Michael Cohen pada Rabu 27 Februari 2019 mengatakan kepada panel penyidik Kongres bahwa eks kliennya itu adalah sosok yang “rasis, penipu dan tukang bohong”. Dan jika Trump kalah pada Pilpres 2020, ia menyebut, transisi kekuasaan tak akan berjalan damai.

Eks pengacara Donald Trump, Michael Cohen (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Dalam konferensi pers, Trump sempat bereaksi atas kesaksian Cohen. Menyebutnya berisi 95 persen kebohongan, nyaris 100 persen — kecuali soal bahwa ia tak berkolusi dengan Rusia dalam Pilpres 2016. 

Seperti biasanya, ia juga menyerang mantan pengacaranya dalam cuitan di Twitter. 

Tak seperti tanggapannya atas kesaksian Cohen, Trump berupaya keras menahan diri soal Kim Jong-un. Bicaranya tak berapi-api dan tanpa retorika. Tak ketinggalan, ia juga membela diri.

“Aku bisa saja menandatangani kesepakatan hari ini, lalu kalian akan mengatakan, ‘Ah, itu transaksi yang buruk’…Aku lebih baik melakukan dengan benar daripada buru-buru.” 

Donald Trump juga menyebut, meski negosiasi berlangsung tanpa hasil, hubungannya dengan Kim Jong-un tetap hangat. Pertemuan, kata dia, diakhiri dengan jabat tangan.

Di sisi lain, Trum tak berhasil mengurangi efek kejut kesaksian Michael Cohen dengan kegagalan negosiasinya dengan Kim Jong-un. Nobel Perdamaian yang ia harapkan pun kian jauh dari jangkauan.


Saksikan video menarik berikut ini: 

2 dari 3 halaman

Konsekuensi Mengkhawatirkan

“Welcome to Hanoi, city of peace” — kalimat itu terpampang di videotron yang berbaris di sisi jalan, dari bandara menuju pusat kota Hanoi. Bendera Amerika Serikat dan Korea Utara tersebar di sejumlah wilayah ibu kota Vietnam itu.

Sementara, gambar Kim Jong-un dan Donald Trump terpampang di kaos-kaos yang dijajakan untuk menyambut sebuah momentum penting: KTT AS-Korut yang memberi harapan damai di Semenanjung Korea.

Warga mencoba kaus bergambar wajah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di sebuah toko di Hanoi, Jumat (22/2). Pembuatan kaus itu menyambut KTT kedua AS-Korea Utara di Vietnam pada 27 Februari mendatang. (Nhac NGUYEN/AFP)

Namun, harapan itu tak terwujud. Kim Jong-un dan Donald Trump balik kanan ke negara masing-masing dengan tangan hampa, tanpa kesepakatan. Negosiasi gagal.

Donald Trump bersikukuh bahwa hubungannya dengan Kim Jong-un tetap baik. Ia juga yakin pihak Korut tak akan lagi melakukan uji coba senjata nuklir atau mengancam akan mengirimkan rudal ke negara lain. 

Belakangan, ia juga mengucapkan terima kasih pada tuan rumah atas sambutan hangat dan kemurahan hati Pemerintah Vietnam. Ucapan itu ia sampaikan lewat Twitter.

Lantas, bagaimana dengan Kim Jong-un? Rezim Korut belum mengeluarkan pernyataan apapun. 

“Kontribusi utama KTT AS-Korut kali ini adalah memperkuat fakta Kim tak punya niat untuk melepaskan kemampuan nuklirnya,” kata Cheon Seong Whun, seorang pejabat keamanan nasional dalam pemerintahan mantan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye, seperti dikutip dari www.theatlantic.com. Diplomasi denuklirisasi, dia menambahkan, sudah mati. 

“Saya khawatir tentang konsekuensinya,” kata Jean H. Lee, seorang ahli Korea di Wilson Center, sebuah lembaga penelitian di Washington.

Ia menambahkan, situasi kian pelik pasca kegagalan tersebut. “Apakah kedua pemimpin dan tim mereka membuat langkah yang cukup baik untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, atau apakah kita akan menuju periode negosiasi yang macet — atau lebih buruk lagi, ketegangan — yang akan memberi Korea Utara lebih banyak waktu dan insentif untuk terus membangun program senjata mereka?,” tambah Lee. 

Kebuntuan negosiasi disayangkan oleh pihak Korea Selatan. “Sangat disesalkan mereka tidak dapat mencapai kesepakatan yang utuh”, kata Kim Eui-kyeom, juru bicara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. 

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (dua kanan) dan sang istri Kim Jung-sook (kanan) foto bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (dua kiri) dan sang istri Ri Sol Ju (kiri) di Gunung Paektu, Korea Utara, Kamis (20/9). (Pyongyang Press Corps Pool via AP)

“Namun, tampak jelas bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang lebih signifikan dari sebelumnya.”

Yang lebih jelas lagi, kegagalan diplomasi Kim dan Trump berdampak langsung pada Korsel. Mata uang won melemah, bursa saham pun anjlok. 

Hubungan kian tak pasti

Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai bahwa KTT yang berakhir tanpa hasil, membuat hubungan antara AS dan Korea Utara kembali tidak pasti.

Dia berpendapat bahwa meski masih ada optimisme tentang masa depan penyelesaian isu denuklirisasi, namun hasil KTT Vietnam tetap akan berdampak buruk bagi kedua belah pihak.

“Memang kedua pemimpin negara mengatakan hubungan mereka berjalan hangat, tapi kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh para birokratnya. Apakah mereka akan tetap bersemangat untuk mengurusi hal ini?,” ujar Hikmahanto, menyayangkan gagal terwujudnya hitam di atas putih antara Donald Trump dan Kim Jong-un.

Hikmahanto juga berpendapat bahwa gagalnya pembicaraan di Hanoi akan turut memengaruhi kondisi ekonomi Korea Utara, yang telah berusaha untuk bangkit, melalui upaya meminta penghapusan sanksi internasional yang tegas dan keras.

“Salah satu yang masih menjadi tanda tanya besar adalah apakah benar pernyataan Donald Trump tentang potensi ekonomi Korea Utara, yang berkali-kali dia sebut di Hanoi. Jika memang begitu, apakah pemerintahannya mau berkompromi untuk mencabut sanksi, di mana Kim Jong-un menyatakan mau untuk mengusahakan denuklirisasi,” ujar Hikmahanto  saat dihubungi Liputan6.com pada Kamis (28/2/2019).

Sementara, Suzie Sudarman, pengamat kebijakan AS dari Universitas Indonesia menilai, KTT Vitenam dinilai tidak substantif, kaena cenderung bersifat lokal, antara Washington dan Pyongyang.

“Isu yang diangkat dalam pertemuan ini berdampak pada dunia internasional, yakni tentang denuklirisasi, sehingga pembahasan antara dua negara saja tidak cukup. Kalaupun misalnya (KTT Vietnam) berhasil, tentu dibutuhkan dukungan dari pihak ketiga yang berkompeten untuk mengawasinya, tidak bisa hanya oleh AS dan Korea Utara,” tambah dia. 

Suzie menambahkan bahwa tidak substantifnya pertemuan Trump-Kim, salah satunya, disebabkan oleh ketidakhadiran lembaga internasional yang berkompeten di tengah-tengahnya.

“Setidaknya diperlukan kehadiran IAEA (lembaga atom dunia) untuk mengawasi pembicaraan denuklirisasi, (sehingga) syukur-syukur bisa mencapai kesepakatan hitam di atas putih,” ujar Suzie.

Selain itu, masih menurut Suzie, apabila terjadi kesepakatan terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea, diperlukan pula pembicaraan lanjutan dengan Rusia dan China, dua negara yang dikenal dengan Korea Utara.

Hal ini dimaksudkan agar tercipta keseimbangan dalam tindakan lanjut denuklirisasi. “Sehingga tidak semata-mata karena tuntutan AS, yang nyatanya sulit dipenuhi Korea Utara karena beberapa keterbatasan,” ujar Suzie.

3 dari 3 halaman

Kim Jong-un Wujudkan Ancaman?

Dua bulan sebelum KTT AS-Korut di Vietnam digelar, Kim Jong-un sejatinya sudah menyampaikan peringatan.

Dalam pidato Tahun Baru 2019, Kim Jong-un mengatakan tekadnya untuk denuklirisasi lengkap tetap tidak berubah, tetapi, dia mungkin harus mencari “cara baru” jika Amerika Serikat terus menuntut tindakan sepihak dari Korea Utara.

Duduk di kursi berlapis kulit, mengenakan jas hitam yang dipadu dasi abu-abu, Kim Jong-un mengatakan, bakal ada kemajuan yang lebih cepat dalam denuklirisasi jika Amerika Serikat mengambil tindakan yang sesuai –yakni dengan meringankan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Korut.

Kim Jong-un menegaskan, Korea Utara mungkin tak akan punya pilihan lain selain mengeksplorasi ‘cara baru’ untuk melindungi kedaulatan, kepentingan, serta untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Tak jelas apa yang ia sebut sebagai ‘cara baru’ itu.

Kim Jong-un menambahkan, hal tersebut akan dilakukan, “jika Amerika Serikat salah membuat perhitungan atas kesabaran rakyat (Korut), memaksakan sesuatu kepada kita dan mengejar sanksi dan tekanan tanpa menepati janji yang dibuat di hadapan dunia,” kata dia seperti dikutip media pemerintah, Rodong Sinmun.

Seperti dikutip dari situs www.businessinsider.sg, ‘cara baru’ yang disebut Kim dalam pidato tahun barunya dikhawatirkan sebagai dimulainya kembali uji coba rudal nuklir — yang menurut Pyongyang telah berakhir April 2018 lalu. 

Pidato Kim bulan lalu juga bisa jadi mengisyaratkan perluasan 12 fasilitas senjata nuklir yang sudah ada di negara itu.

Sebelum KTT Vietnam, intelijen AS dan para ahli Korea Utara berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang tidak mungkin menyerahkan senjata nuklirnya secara utuh.

Sebuah laporan intelijen yang diterbitkan bulan lalu menegaskan kembali gagasan bahwa para pemimpin negara Korut memandang senjata nuklir sebagai hal penting bagi kelangsungan rezim.

Berbeda dengan Donald Trump yang langsung pulang ke Amerika Serikat naik Air Force One, Kim Jong-un dilaporkan tetap tinggal di Hanoi hingga Sabtu 2 Maret 2019. 

Ia akan menyempatkan diri berjalan-jalan dan bertemu dengan sejumlah pejabat Vietnam dalam apa yang ia sebut sebagai ‘kunjungan persahabatan’.

Dengan itu, Kim Jong-un mungkin berkesempatan untuk menunjukkan pada rakyatnya, juga pada dunia bahwa pertemuannya dengan Donald Trump adalah salah satu bagian dari kunjungannya. Bukan agenda tunggal.

Dan, dunia hanya bisa menanti apa yang akan dilakukan pemimpin muda Korut itu. Apakah ia akan bersabar atau mewujudkan ancamannya?

Menjajal JPO Instagramable di Sudirman yang Baru Diresmikan Anies

JakartaJembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan desain artistik di GBK dan Bunderan Senayan siang tadi resmi dibuka Gubernur DKI Anies Baswedan. Seperti apa ‘sensasinya’ saat menjajal JPO yang instagramable ini?

Sekitar pukul 18.00 WIB, Kamis (28/2/2019), lampu warna-warni di JPO GBK sudah menyala. Warna hijau, ungu, merah, hingga kuning menyala bergantian membuat JPO itu jadi menarik perhatian.

Menjajal JPO Instagramable di Sudirman yang Baru Diresmikan AniesFoto: JPO di Jalan Sudirman (Farih Maulana/detikcom)

Beberapa pejalan kaki yang melintas di trotoar di sisi GBK asyik berfoto dengan latar belakang JPO yang dibangun menggunakan koefisien luas bangunan (KLB) tersebut. Sementara itu, pelican crossing yang tadinya ada saat JPO direvitalisasi, kini sudah ditutup.

Penyeberang jalan dan pengguna TransJakarta sekarang sudah bisa melintasi JPO yang tetap mempertahankan jalur landai. Kini ada papan petunjuk di jalan masuk JPO yang berisi hal-hal yang boleh dan dilarang dilakukan. Beberapa di antaranya adalah pengguna dilarang merokok, wajib melipat sepeda, hingga pemberitahuan bahwa JPO dilengkapi dengan CCTV. Ada juga larangan bersandar dan memanjat di JPO.

Menjajal JPO Instagramable di Sudirman yang Baru Diresmikan AniesFoto: JPO di Jalan Sudirman (Farih Maulana/detikcom)

Menjajal JPO Instagramable di Sudirman yang Baru Diresmikan AniesFoto: JPO di Jalan Sudirman (Farih Maulana/detikcom)

Naik ke JPO, jalur landainya kini bukan lagi besi. Di antara pengguna yang lalu lalang, ada beberapa orang yang asyik menikmati JPO baru ini dengan cara berfoto. Ada yang selfie dengan ponsel, ada pula yang membawa kamera dan berpose di tengah JPO.

Lima orang petugas Satpol PP tampak lalu lalang di JPO. Sejauh mata memandang, tidak ada pedagang kaki lima di JPO ini. Tempat sampah tersedia di beberapa pojok.

Menjajal JPO Instagramable di Sudirman yang Baru Diresmikan AniesFoto: JPO di Jalan Sudirman (Farih Maulana/detikcom)

Ada papan di salah satu sisi JPO yang berisi pesan dari Anies dan makna dari desain JPO tersebut. Begini isinya:

Atas berkat rahmat Allah SWT, Jembatan Penyeberangan Orang ini diresmikan.

“Berjalan kaki, termasuk di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) bukanlah sekadar menuju pekerjaan, mencari penghidupan, atau menuju pulang dan menunggu hari kerja berikutnya.

Berjalan kaki bukanlah sekadar perjalanan, nanun juga harus menjadi pengalaman. Itulah gagasan yang menjadi dasar mengapa jembatan penyeberangan orang dan trotoar perlu dirancang dengan desain yang unik.”

Anies Rasyid Baswedan, Ph.D
(Gubernur DKI Jakarta)

Menjajal JPO Instagramable di Sudirman yang Baru Diresmikan AniesFoto: JPO di Jalan Sudirman (Farih Maulana/detikcom)

Gelora

Simbolisasi dari gejolak dan semangat bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang.

Representasi dari semangat olahraga yang menjadi ciri khas kawasan area Senayan.

Cincin gelora berupa bidang-bidang pipih berwarna putih dipilih selain untuk optimalisasi cahaya matahari yang dipantulkan ke atas jembatan, juga untuk menangkap transformasi cahaya yang dinamis dari pagi sampai sore hari, hingga munculnya pencahayaan buatan di koridor Sudirman

Menjajal JPO Instagramable di Sudirman yang Baru Diresmikan AniesFoto: JPO di Jalan Sudirman (Farih Maulana/detikcom)

(imk/imk)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Apa Masukan Rahasia Anies untuk Sandiaga?

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meminta masukan debat ketiga. Sayangnya, keduanya merahasiakan apa masukan soal sistem pendidikan yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan itu digelar Rabu (27/2) kemarin. Adalah Sandiaga yang membocorkan pertemuannya dengan Anies itu. Sandiaga mengaku meminta banyak masukan dari pakar pendidikan, yakni Anies, Sri Edi Swasono dan Meutia Hatta.

Seperti diketahui, tema debat ketiga adalah pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial, dan budaya. Sandiaga merasa, Anies berkompeten untuk memberi gagasan soal pendidikan sebelum unjuk gigi di panggung debat.

“Pak Anies menyampaikan pokok-pokok pikirannya karena waktu kita di DKI sama-sama berjuang, beliau juga (mantan) menteri pendidikan, hal yang paling utama yang ingin kita perbaiki adalah sistem pendidikan dan sektor pendidikan yang ada di DKI. Ini yang sudah mulai pelan-pelan diperbaiki di DKI, alhamdulillah mulai dari pendidikan anak usia dini sampai ke mahasiswa, kita punya terobosan di DKI,” kata Sandiaga di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).

Sandiaga mengakui sistem pendidikan yang pernah digagas di Ibu Kota tak bisa disamakan dengan pola pendidikan dalam skala nasional. Untuk itu, dia perlu masukan kebijakan program pendidikan yang bisa mencakupi seluruh wilayah Indonesia.

“Tapi di DKI tidak bisa disamakan dengan daerah yang lain karena DKI relatif kecil tempatnya masyarakat lebih terdidik dan terekspose, ya namanya juga ibu kota. Tapi bagaimana program-program di DKI ini bisa digunakan sebagai batu pijakan kita untuk mendesain secara nasional yang lebih baik lagi,” lanjut Sandiaga.

Saat dikonfirmasi mengenai pertemuan itu, Anies enggan memberi bocoran secara garis besar masukan apa saja yang sudah diberikan ke Sandiaga. Anies hanya mengatakan, sarannya untuk Sandiaga terkait kebijakan pendidikan.

“Mengobrol saja, ya pendidikanlah, dia mau debat, dia tanya soal kebijakan-kebijakan pendidikan, apa yang perlu menjadi perhatian,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).

Anies tak merinci saran apa yang disampaikan untuk mematangkan penampilan Sandiaga di panggung debat berhadapan dengan rivanya Ma’ruf Amin. Menurutnya, isi perbincangan dengan Sandiaga yang minta saran soal debat tak perlu dibocorkan.

“Masa diomongin di sini, bagaimana itu,” kata Anies.

Lantas, apa sih masukan rahasia Anies untuk Sandiaga?
(idn/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Usai Kunjungi Muslim Xinjiang, Ini Langkah Delegasi Indonesia

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mengunjungi Provinsi Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China, pekan lalu. Kunjungan itu memberikan sebuah perspektif dan harapan terkait kebebasan beribadah bagi muslim Uighur.

“Setelah kami lakukan kunjungan, mendengar, melihat dan berinteraksi dengan masyarakat lokal itu terutama dengan yang mengikuti kegiatan vokasi menyimpulkan antara lain konstitusi Republik Tiongkok sangat sekuler, artinya memberi kebebasan kepada warga negara untuk beragama atau tidak,” kata Ketua Bidang Luar Negeri MUI Muhyiddin Junaidi saat dihubungi, Selasa (26/2/2019).

“Kedua, dia memisahkan antara agama daripada masalah pemerintahan. Jadi agama itu masalah pribadi, urusan publik ini tak punya urusan dengan agama,” sambungnya.

Selama di China, delegasi Indonesia diberi kesempatan untuk melakukan serangkaian pertemuan dengan para tokoh ulama, tokoh masyarakat, serta kunjungan ke Xinjiang Islamic Institute beserta beberapa masjid. Delegasi juga sempat mengunjungi balai latihan vokasi yang ada di Xinjiang.

“Balai latihan ini yang disinyalir sebagai kamp konsentrasi atau re-education center,” tuturnya.

Junaidi melihat sikap pemerintah China ini tak terlepas dari trauma dengan peristiwa teror yang terjadi di Negeri Tirai Bambu tersebut. Balai latihan latihan tersebut berisi pria dan wanita yang disinyalir terpapar radikalisme.

“Secara garis besar dipahami bahwa konstitusi China itu sangat mudah disalahtafsirkan. Jadi umat Islam itu tidak boleh menerapkan agamanya dengan baik di ruang publik. Maka tidak diperkenankan pakai jilbab atau salat di ruang publik. Kalau ketahuan, dimasukkan ke kelompok radikal. lalu dimasukkan ke dalam kamp vokasi itu, dianggap tidak nasionalis,” ucap Junaidi.

Balai latihan ini banyak diisi warga muslim Uighur. Mereka diberikan pelatihan keterampilan di sana. Fakta yang didapat di sana, para peserta latihan memang tidak bisa beribadah secara bebas di ruang publik termasuk di balai latihan tersebut.

“Kalau orang puasa, salat, dianggap radikal. Di kamp itu tidak boleh. Mereka baru bisa salat, baca Alquran itu jika sudah pulang ke rumahnya. Masalah agama masalah pribadi, tidak boleh ditunjukkan di publik,” ujarnya.

Jika melanggar aturan tersebut, berpotensi dimasukkan ke dalam kategori radikal hingga berujung dimasukkan ke dalam balai latihan. Junaidi mendapati kebebasan beribadah bagi muslim bisa dilakukan di dalam lembaga pendidikan khusus muslim atau masjid.

Kondisi ini tentu saja membuat seorang muslim serba terbatas dalam beribadah. Dia mengatakan jika hal ini diteruskan berjalan, pendangkalan akidah agama jadi sebuah keniscayaan.

“Tapi apa yang terjadi kalau ini terus berjalan? Pendangkalan akidah. Karena agama akan tercabut dari akarnya. Apalagi di China itu ditetapkan orang tua tidak boleh memaksakan anak beragama kecuali sudah 18 tahun. Padahal dalam Islam dianjurkan mengajarkan agama kepada anak sejak dini,” ungkapnya.

Junaidi berpendapat, dibutuhkan kearifan untuk memahami kondisi ini. Pasalnya, jika dibandingkan dengan konstitusi di Indonesia, situasi kebebasan beragama memang betul-betul kontras.

Menurutnya, dibutuhkan pendekatan persuasif agar pemerintah China bisa memberikan ruang beribadah yang lebih baik bagi muslim yang ada di sana. Selain itu, dia berharap lembaga keagamaan juga dilibatkan dalam memberikan tafsir ‘radikal’.

“Kami berharap pemerintah China memberi kesempatan kepada umat Islam untuk melakukan ibadah ritual di sela mereka mengikuti pelatihan. Peserta juga berhak mendapatkan makanan muslim. Kedua agar CIA (China Islamic Association) itu diikutsertakan dalam proses pengeluaran fatwa soal radikalisme, sudut pandang agama. Ketiga kita minta dan berharap agar Pemerintah Tiongkok tidak menggeneralisir umat Islam yang menjalankan ibadah terkait radikalisme,” papar Junaidi.

Hal senada diutarakan Ketua PBNU Robikin Emhas. Robikin berharap organisasi keagamaan dan pihak terkait lainnya dilibatkan dalam menetapkan indikator ‘ektremis’ dan ‘radikal’. Sehingga tidak ada orang yang menjalankan agama dengan baik namun masuk kategori radikal.

Robikin yang juga ikut dalam delegasi menyatakan turut senang karena pemerintah China berkomitmen untuk antiradikalisme dan antiterorisme. Dia juga mendukung program deradikalisasi yang dijalankan. Meski begitu, dia berharap pemerintah China memberi jaminan kebebasan beribadah.

“Kami amat sangat berharap jaminan konstitusional warga negara untuk memeluk agama, bisa menjalankan peribadatannya sesuai agama masing-masing. Kami paham pemerintah Tiongkok memisahkan agama dan negara. Tetapi karena kebebasan beragama dijamin konstitusi diharapkan warga negara juga diberi kebebasan menjalankan ibadah,” tutur Robikin.

Sebagai tindak lanjut atas kunjungan ini, Robikin mengatakan delegasi akan menyampaikan hasil kunjungan ke pemerintah. Hingga kemudian catatan dan harapan bisa disampaikan ke otoritas China.

“Insyaallah baik PBNU, Muhammadiyah, MUI punya pandangan sama dan gagasan sama sebagai follow up. Akan menyampaikan kepada pemerintah RI, dan pemerintah RI menyampaikan ke Tiongkok baik langsung maupun lewat kedubes. Tentu penyampaiuan dengan tetap menghormati konstitusi yang berlaku di sana,” tutur Robikin.

Selain mengunjungi balai latihan dan Xinjiang Islamic Institute, delegasi Indonesia juga sempat salat Jumat di salah satu Masjid Jiamai di Hotan, bertemu Gubernur Daerah Otonom Uighur Xinjiang Shohrat Zakir, mengunjungi museum barang antik, hingga menyaksikan kesenian tradisional Uighur. Sebelumnya di Beijing, delegasi juga sempat berbincang dengan Ketua China Islamic Association dan Dubes RI untuk China merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun.

(jbr/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menyelidiki Motif Kampanye Hitam 3 Emak-Emak di Karawang

Liputan6.com, Jakarta – Kampanye hitam yang melibatkan tiga orang ibu-ibu di Karawang, Jawa Barat menghebohkan media sosial.

Tiga emak-emak, yang diketahui berinisial ES (49), IP (45), CW (44) ini diduga melakukan kampanye hitam door to door terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Mereka melakukan kampanye hitam dengan membuat isu Jokowi akan melarang azan dan melegalkan pernikahan sejenis jika kembali terpilih di Pilpres 2019. Polisi pun bergerak cepat usai video yang menampilkan tiga emak-emak itu viral di media sosial.

Polda Jabar menetapkan ES (49), IP (45), CW (44) sebagai tersangka setelah diduga melakukan kampanye hitam door to door terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Tepatnya sejak tanggal 25 Februari 2019 kemarin kita menetapkan ketiganya sebagai tersangka dan statusnya naik dari penyelidikan menjadi penyidikan,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko ditemui di Mapolda Jabar, Selasa (26/2/2019).

Trunoyudo mengatakan Dalam video yang beredar, ketiganya memiliki peran masing-masing. “Ya dua orang (ES dan IP) yang dimaksud dalam konten video. Satu lagi (CW) yang memvideokan dan menambah caption (di twitter),” dia. 

Dalam video juga nampak dua ibu-ibu yang sedang berbicang dengan seorang pria paruh baya. Pria tersebut berdiri di depan pintu rumahnya. Dua ibu-ibu mengajak untuk tidak memilih Jokowi dengan menggunakan bahasa sunda.

Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin)” kata salah satu ibu yang tidak diketahui namanya.

Setelah ditetapkan tersangka, ketiganya kini dijerat dengan UU ITE Pasal 28 ayat 2 dengan ancaman 6 tahun penjara dan juga Pasal 14 ayat 2 UU KUHP terkait penyebaran berita bohong dengan ancaman 3 tahun bui.

Untuk mempertanggungjawabkan perbutannya kini ketiga tersangka berada di Polres Karawang.

“Kita lakukan penahanan dari penyidik. Karena ancaman hukuman 6 tahun. Karena memang di sana fokus terjadinya dan dasar adanya laporan dari pihak korban. Dalam hal ini adalah tim sukses pasangan calon yang disudutkan,” ungkap dia. 

Sementara itu, motif ketiga ibu melakukan kampanye hitam terhadap pasangan calon presiden nomor urut 1, Jokowi-Ma’ruf kini terus didalami oleh Bawaslu Jawa Barat.

Rencananya Bawaslu Jabar bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) akan memeriksa motif terduga pelaku.

Nantinya setelah dilakukan pendalaman, pihaknya bersama Gakkumdu akan menilai apakah ketiga perempuan tersebut melakukan pelanggaran terkait pemilu atau tidak.

“Dari Bawaslu kami lagi mengumpulkan informasi dan keterangan dulu. Nanti bersama Gakkumdu untuk pendalamannya,” ujar Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat, Abdullah.

Menurut Abdullah, Bawaslu akan mendalami hal-hal terkait soal pemilu saja. Pasal 280 ayat 1 huruf C Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pemilu memuat larangan dalam kampanye. Pasal itu berbunyi: Pelaksana, peserta, dan tim kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau peserta pemilu yang lain.

Soal dugaan kampanye hitam itu, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin meminta kepolisian mengusut tuntas kampanye hitam yang dilakukan ibu-ibu di Karawang, Jawa Barat.

Dia berharap aktor intelektual kampanye hitam ‘Jokowi terpilih tidak ada azan dan LGBT diizinkan’ juga ditangkap.

“Saya kira itu harus terus diproses karena harus dicari aktor intelektualnya di mana,” kata Ma’ruf di Kuningan, Jawa Barat, Selasa (26/2/2019).

Supaya, kata Ma’ruf, sumber hoaks tersebut dihentikan. Menurut Ma’ruf, kampanye hitam yang demikian sangat berbahaya.

“Sebab kalau tidak ini (ditangkap) bakal ada lagi keluar lagi jadi sumber hoaks. Itu harus diketahui dan harus diproses. ini sangat berbahaya bagi demokrasi penegakan demokrasi dan keutuhan bangsa ini isu seperti itu menimbulkan konflik,” jelas dia.

2 dari 3 halaman

Ada Peran Tokoh Intelektual ?

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Moeldoko menduga tiga orang emak-emak yang melakukan kampanye hitam terhadap capres petahana Joko Widodo atau Jokowi atas perintah pihak tertentu.

“Terstrukturlah pasti. Enggak mungkin menjalankan kalau enggak ada perintah,” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Moeldoko menyebut publik tak kesulitan untuk mengidentifikasi siapa saja di balik kampanye hitam tersebut. Dilihat dari bahasa yang digunakan tiga emak-emak tersebut, terlihat jelas aktor utama kampanye yang menjatuhkan Jokowi-Amin.

Mengenai pernyataan tim BPN Prabowo-Sandiaga Uno yang membantah memberikan perintah apa pun pada tiga emak-emak itu, Moeldoko menanggapi santai.

“Bisa saja menyangkal. Kan bisa dilihat, diikuti. Pelakunya siapa? Aktornya siapa? Emak-emak. Ikuti saja. Pendidikan dia apa? Substansi isunya apa? Bisa enggak ya dia membuat struktur isu seperti itu? Kan gitu. Kan gampang. Mana bisa emak-emak bikin isu begitu kalau enggak ada seniornya,” ujar dia.

Belajar dari kampanye hitam itu, Moeldoko mengimbau kepada pihak-pihak yang tengah berkontestasi di Pemilu 2019 untuk tak membodohi rakyat. Dia berharap ajang pesta demokrasi kali ini diisi dengan adu gagasan dan program.

“Enggak usahlah pakai membodoh-bodohi rakyat. Yang saya sedih itu, berpakaian Muslim, tapi memfitnah orang kayak begitu. Itu kan keterlaluan. Jadi Muslim-nya mana? Saya yang enggak sukanya begitu. Kita sama-sama Muslim jadi enggak enak. Masak ajaran kita begitu sih? Jadi jangan cara-cara pembodohan yang berlebihan,” ucap dia.

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan meminta Polda Jabar tidak berhenti melakukan penyelidikan setelah mengamankan tiga perempuan tersebut. Terlebih, ia menduga ketiga ibu rumah tangga itu tidak memahami pesan yang disampaikan.

“Kami menduga kemungkinan ada aktor intelektual di balik itu apakah ibu itu disuruh melakukan kampanye hitam, sebar fitnah, ujaran kebencian kepada masyarakat di sekitarnya untuk tidak memilih Pak Jokowi,” ucapnya di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin, 25 Februari 2019.

Selebihnya, pihak kepolisian pun diminta untuk menelusuri lebih jauh peran ketiga perempuan yang saat ini berada di Polda Jabar. Apakah ketiganya simpatisan atau relawan resmi dari paslon 02 Prabowo- Sandiaga Uno yang saat ini bersaing dengan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi membantah telah melakukan kampanye hitam pada Pilpres 2019. Hal ini sekaligus menanggapi tiga ibu-ibu di Karawang yang ditangkap oleh polisi karena telah melakukan kampanye hitam.

“Kami sejak awal mengatakan bahwa Prabowo-Sandi ingin menang berkah dan bermartabat. Tidak menghalalkan segala cara hukum yang menyebar hoaks,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Pipin Sopian di Media Center Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin, 25 Februari 2019.

“Kami harus verifikasi ulang, enggak tahu sampai saat ini tentu tim kami sedang mengkajinya tetapi ingin melakukan landasan dari BPN bahwa kami meminta siapapun relawan dari BPN Prabowo-Sandi untuk tetap tidak menyebarkan hoaks kalau melanggar itu memang konsekuensi harus siap diproses hukum,” tegas dia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) ini mengungkapkan, BPN tetap meminta keadilan harus ditegakkan secara adil terhadap penyebar hoaks baik dari pendukung Prabowo-Sandi maupun pendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Tetapi di sisi lain kami ingin penegak hukum berlaku adil. Para pendukung 01 yang melakukan menyampaikan hoaks dan black campaign pada 02 diproses secara hukum,” pungkas dia.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

3 dari 3 halaman

Hindari Hoaks

Menjelang Pilpres 2019, fenomena haters dan hoax dipastikan bakal bermunculan. Begitu pun saling menyerang antarpendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertarung di pesta demokrasi lima tahunan itu.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengimbau masyarakat tidak menanggapi dengan serius berbagai postingan di media sosial (medsos).

“Jangan gampang baperan. Dari pada buang-buang pulsa mending delete saja” ujar Rudiantara, usai kuliah umum di IPB Dramaga, Bogor.

Rudiantara menegaskan tidak akan segan-segan untuk menghapus akun media sosial atau website yang melakukan black campaign maupun menyebar informasi bohong (hoax) selama masa kampanye.

“Seperti Pilkada kemarin, Bawaslu meminta kami meng-take down beberapa akun, pasti kami lakukan,” kata dia.

Selama Pemilu 2019, Menkominfo bersama Bawaslu akan selalu mengawasi proses kampanye baik di medsos maupun area yang menjadi tanggungjawabnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan media sosial sebagai tempat saling menyerang. Alangkah baiknya diisi dengan adu program maupun gagasan untuk kebaikan Indonesia.

“Ini kan pesta demokrasi, namanya pesta harus happy, jangan jelek-jelekan, gontok-gontokan, gebuk-gebukan. Harusnya sampaikan yang baik-baik seperti program atau visi-misi saja,” tutupnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Emruscorner, Emrus Sihombing, mengatakan tidak menutup kemungkinan ada penumpang gelap yang memanfaatkan momentum Pilpres dan bergerak di media sosial. Dia mencontohkan isu-isu bangkitnya PKI atau yang lainnya.

“Saya mau katakan bahwa tidak hanya Pilpres, dalam dinamika politik penumpang gelap itu adalah sesuatu yang tak tertolak dan tak ternafikkan,” ucap Emrus di Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Dia menuturkan, seharusnya, jika terjadi serangan dalam bentuk hoax, ujaran kebencian, dan sebagainya melalui berbagai saluran komunikasi, terutama sosial media, kepada salah satu peserta atau paslon, kompetitor lain yang merasa diuntungkan harus membantu.

“Sejatinya kompetitornya yang boleh jadi diuntungkan dengan isu tersebut maju ke depan menjelaskan. Bila perlu membelanya dengan narasi yang menyejukkan,” tutur Emrus.

Dia mencontohkan, jika paslon Z diserang isu yang merugikannya, sejatinya paslon X yang membelanya sembari mejelaskan bahwa mereka tidak mau menang di tengah hiruk-pikuk penyebaran hoax, ujaran kebencian, ekploitasi SARA dengan berbagai bentuk.

“Jadi, tidak boleh ada pembiaran sekalipun paslon yang bersangkutan diuntungkan,” ungkap Emrus.

Sementara itu, Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin yang juga Politisi PDI Perjuangan, Zuhairi Misrawi, menegaskan, pihaknya mewaspadapi potensi munculnya penumpang gelap yang bakal menggerus suara mereka di Pilpres 2019 mendatang.

“Penumpang gelap biasannya muncul dengan memproduksi isu negatif dan berita bohong. Dengan fokus pada isu ekonomi dan pembangunan, maka isu negatif yang dimainkan penumpang gelap bisa diredam,” jelas Zuhairy.

Donald Trump Mengaku Bahagia Selama Korea Utara Hentikan Tes Senjata

Liputan6.com, Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada para gubernur di Gedung Putih pada Minggu 24 Februari, bahwa dia senang selama Korea Utara melanjutkan penghentian sementara uji coba senjata.

Sebelumnya, pemerintahan Trump telah mendesak Kim Jong-un untuk menghentikan program senjata nuklir, sebelum negara sosialis di Semenanjung Korea itu mengharapkan konsesi apa pun.

Namun dalam beberapa hari terakhir, sebagaimana dikutip dari The Straits Times pada Senin (25/2/2019), Trump telah mengisyaratkan kemungkinan pelunakan, dengan mengatakan ia akan senang untuk dapat menghapus sanksi jika ada kemajuan berarti dalam denuklirisasi.

Menurut beberapa pengamat, Donald Trump tampaknya terbuka untuk mencari kesepakatan terbatas pada pertemuan puncak dengan Kim Jong-un, pekan ini.

Hal itu disebut sebagai sebuah pendekatan yang mungkin menghasilkan hasil kecil, namun berpotensi signifikan.

Tidak jelas seberapa jauh persiapan kedua belah pihak, tetapi para pejabat di Washington dan Seoul mengatakan KTT di Hanoi memungkinkan para pengawas mengamati pembongkaran reaktor nuklir Yongbyon –salah satu fasilitas utama Korea Utara– dan membuka kantor penghubung AS-Korea Utara.

Beberapa kemungkinan lain, di antaranya adalah berakhirnya permusuhan teknis antar dua negara Korea sejak 1950-an, dan menjalin beberapa proyek kerja sama, seperti menjalin zona pariwisata di Semenanjung Korea.

“Selama beberapa bulan terakhir, posisi AS telah banyak berubah, memainkan berbagai insentif yang telah dianggap di luar batas, bahkan oleh pemerintahan sebelumnya,” kata Adam Mount, analis pertahanan di Federasi Ilmuwan Amerika.

Di lain pihak, para senator dan pejabat keamanan dari kubu Demokrat AS memperingatkan Donald Trump, agar tidak membuat kesepakatan yang tidak akan banyak berpengaruh untuk mengekang ambisi nuklir Korea Utara.

“Saya tidak terburu-buru. Saya tidak ingin memburu siapa pun,” kata Trump. “Saya hanya tidak ingin pengujian (senjataP). Selama tidak ada pengujian, kami senang. “


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Tidak Terburu-Buru

Kedua pemimpin akan bertemu di Hanoi pada Rabu dan Kamis esok, delapan bulan setelah pertemuan puncak bersejarah mereka di Singapura, yang pertama antara presiden berkuasa AS dan seorang pemimpin Korea Utara.

Di Singapura, pada 12 Juni 2018, keduanya berjanji untuk bekerja menuju denuklirisasi penuh semenanjung Korea.

Saat itu, Kim Jong-un berjanji untuk bekerja menuju denuklirisasi semenanjung Korea, dan kedua belah pihak sepakat bahwa langkah-langkah membangun rasa saling percaya dapat mempromosikan harapan tersebut.

Tetapi segera menjadi jelas bahwa kedua belah pihak memiliki gagasan yang berbeda tentang apa yang dimaksud dengan denuklirisasi.

Pembicaraan lanjutan terkendala tuntutan AS untuk denuklirisasi Korea Utara yang lengkap, dapat diverifikasi, dan tidak dapat diubah, di mana oleh Pyongyang dianggap sebagai unilateral dan “tindakan serupa gangster”.

Kini, Donald Trump mengatakan denuklirisasi penuh tetap menjadi tujuan “utama”, tetapi tidak terburu-buru untuk untuk mewujudkannya.

Dia juga meminta Korea Utara uuntuk melanjutkan penghentian uji senjata yang telah berlangsung di Korea Utara sejak 2017 lalu.

Trump juga disebut akan mengendurkan jerat sanksi pada Korea Utara, jika negara itu melakukan “sesuatu yang bermakna” pada denuklirisasi.

Mimpi Kiki Gumelar Mencokelatkan Indonesia

Liputan6.com, Garut – Kiprah panganan cokelat dodol (Chocodot) asal Garut, Jawa Barat ini memang terus berkibar. Berasal dari rintisan usaha kecil menengah (UKM) skala rumahan, produk cokelat ini terus berkembang mengepakan sayap hingga luar pulau Jawa, bahkan luar negeri.

Mimpinya mencokelatkan makanan khas Garut dan Indonesia, tengah dirintis dalam rencana Kiki Gumelar (38) saat ini. Bahkan pengusaha muda asal kota intan ini, berhasrat  mampu menghasilkan produk cokelat, sebagai bahan makanan khas kota-kabupaten di Indonesia, oleh-oleh khas setempat.

“Modal uang itu bukan segalanya, tapi yang mahal itu ide dan inovasi, intinya coba dulu berusaha jangan banyak mikir,” ujar dia sambil tersenyum, membuka obrolan hangatnya dengan Liputan6.com di kantor pusat PT Tama Cokelat Indonesia, Garut, beberapa waktu lalu.

Menggunakan stelan jas hitam, plus kaos oblong di dalamnya. Dandanan necis Kiki memang seolah menunjukan semangat usaha, generasi muda milenial saat ini.

Saat pertama kali memasuki ruangan kerjanya, sebuah tulisan besar ‘Chocolate, Travel, Dreams, Chocodot World the Office’, langsung menjadi tagline utama, di ruangan yang dibalut dengan mayoritas serba cokelat tersebut.

Tak ketinggalan deretan prestasi dan penghargaan berlabel nasional yang berhasil ia sabet, nampak tertata rapi seolah menjadi pendamping setia, di ruang kreasinya yang mungil dan bersih tersebut.

Menurutnya, kesuksesannya selama ini merupakan karunia terbesar Tuhan, sebagai ganjaran dari setiap ide gila dan perjuangannya selama ini, dalam membesarkan Chocodot, sebagai makanan khas baru warga Garut.

Meskipun usahanya mulai banyak dijiplak, namun dalam obrolan ringan dan hangat tiga hari yang lalu, ia tak pelit berbagi pengalaman mengenai awal mula rintisan Chocodot dimulai.

Sedih, pedih hingga sukses seperti saat ini, ia sampaikan tanpa beban sambil disisipi guyon dan banyolan khas sunda, hingga banyak pesan dan motivasi bagi generasi muda untuk dicontoh.

2 dari 5 halaman

Merangkak dari Dasar

Menurut Kiki, rintisan Chocodot berawal dari hobi masa kecil yang doyan cokelat. Beruntung dari hobi itu, ternyata dia memiliki bakat alami mengolah cokelat secara otodidak, menjadi produk makanan enak nan lezat.

“Saya ada teknik terbaru juga mengolah cokelat, saya juga pernah menjadi konsultan cokelat di salah satu perusahaan di Bekasi,” ungkap Kiki.

Saat itu, niatan membuka usaha secara mandiri muncul saat menjadi kepala cabang perusahaan di Yogyakarta pada 2009 silam. Di provinsi istimewa itu, minat masyarakat terhadap panganan cokelat cukup tinggi.

“Kebetulan mamah membawakan oleh-oleh dodol, pas lagi ngolah cokelat, eh salah satu dodolnya masuk ke dalam adonan cokelat, kok enak ya,” ujar dia sambil tersenyum lebar, mengenang awal mula kolaburasi cokelat dan dodol dipadukan.

Gayung bersambut, rencana itu mendapat sokongan keluarga terutama Yusuf, paman sekaligus orang pertama yang selalu mengompori Kiki untuk membuat produk cokelat dodol.

“Namanya saat itu ada dua pilihan Chocodot dan chocodol, tapi dua duanya sudah kita kita daftarkan ke HAKI,” ujar dia.

Akhirnya, dengan modal pas-pasaran sokongan keuangan keluarga sebesar Rp 17 juta, Kiki memberanikan diri untuk membuka sebuah gerai Chocodot di jalan babakan Selawi, saat itu. “Itu sebenarnya modal buat kuliah adik saya, saya pinjam dulu ke mamah,” ujarnya sambil tersenyum.

Agar produknya cepat menyebar, berbagai even pameran tanpa malu dan ragu, ia ikuti dari satu tempat ke tempat lainya dengan penuh semangat, hingga akhirnya produk mereka mulai mendapat perhatian masyarakat.

“Saya bersyukur pas pertama ikut pameran dagang, produk kita habis semua, ini mungkin petunjuk produk kita disukai,” ujarnya.

Dasar milik tidak jauh ke mana, di sela-sela salah satu pameran yang tengah diikuti, Kiki mengaku kedatangan seorang pengunjung emak-emak dari Jakarta.

Ia nampak tertarik mencicipi produk chocodot dan merekomendasikannya, sekaligus mengajak ikut pameran di JCC Jakarta secara gratis.

“Ternyata di sana (JCC Jakarta) juga responnya bagus sekali, kita kaget sekaligus bersyukur,” kata dia.

Dari situlah, awal mula produk chocodot akhirnya berkembang. Jika awal mula produksi cokelat hanya 20 kilogram per hari, saat ini di pabriknya yang terletak di jalan otista, Taogong Kaler, Garut, produksi mencapai 1 ton lebih per hari. “Ada sekitar ratusan produk cokelat yang kami produksi,” ujarnya.

3 dari 5 halaman

Kaya Ide dan Inovatif

Sejak pertama kali dirintis 2009 lalu, kehadiran produk Chocodot seolah memberikan alternatif belanja oleh-oleh Garut. Selain kemasan yang nyeleneh dan unik, juga rasa yang ditawarkan selalu up to date alias kekinian mengikuti selera pasar, terutama segmen utama kaula muda.

“Dulu pertama kali launching ada sekitar 25 rasa yang kita jual, mulai cokelat rasa pedas, cokelat rasa galau dan lainnya,” ujar Kiki mengenang awal rintisan pertama saat menjajakan barang dagangannya di kota Garut.

Namun bukan Kiki namanya jika hanya puas dengan satu produk, ia terus berinovasi dengan tampilan kemasan chocodot yang semakin ciamik, termasuk peningkatan kualitas rasa cokelat yang terus berevolusi.

“Pokonya ada ide dan gagasan, saya langsung terapkan, jangan pernah takut mencoba,” ujar dia mengingatkan generasi muda.

Ia tak sungkan mencontohkan beberapa produk chocodot yang kurang sukses di pasaran, meskipun memiliki rasa unik dan khas. “Dulu ada cokelat rasa peuyeum, ada cokelat rasa bandek, bajigur, bahkan cokelat rasa abon, kurang diminati pasar, ya bagaimana lagi, tapi kita sudah mencoba,” ujar Kiki menerangkan.

Waktu pun berputar, produk chocodot yang awalnya hanya puluhan, kini sudah mencapai 350 varian rasa dengan kemasan semakin kece dan menarik. Tak ayal penghargaan IKM Ovop Bintang 5, berhasil disabet tahun lalu.

Capaian ini terasa istimewa, sebab penghargaan tertinggi dari pemerintah untuk produk khas dalam negeri itu, diperoleh tepat beberapa bulan menyambut pesta ’10 magical years’, menandai 10 tahun kiprah mereka di belantika industri panganan khas cokelat dalam negeri.

“Alhamdulillah itu berkat kerjasama semua pihak, atas capain kami selama ini membangun negeri,” kata dia.

Menurut Kiki, diraihnya predikat IKM OVOP (one village one product) bintang lima yang langsung diserahkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat itu, merupakan kerja keras semua bagian di PT Tama Coklet Indonesia.

Bahkan sebagai bentuk eksistensi perusahaan, festival Choconation yang merupakan pesta terbesar se tanah air, sudah menjadi agenda wajib perusahaan sejak tiga tahun terakhir.

Rencananya kegiatan itu bakal dijadikan agenda tahunan kalender wisata Indonesia dibawah koordinasi Kementerian Pariwisata, mulai tahun depan.

Kini seiring berjalannya waktu, bagi anda yang belum sempat ke Garut, jaringan galery Chocodot telah menyebar di Bali, Jogjakarta, Jakarta, dan Bandung. “Kita sudah melakukan eksport juga ke India,” kata dia.

Kiki bersyukur, meskipun produk chocodot terbilang lokal, namun soal kualitas boleh diadu. Tak ayal dengan penghargaa itu, perusahaannya mendapatkan kemudahan dari pemerintah dalam mendistribusikan produk hingga mancanegara.

“Kita dua kali ikut pameran coklat dunia di Paris, Perancis, kemudian pameran agricultura di Maroko, Korea Selatan, hingga Hongkong,” papar Kiki bangga menjelaskan kemudahan produknya menjelajah dunia.

4 dari 5 halaman

Wisata Edukasi Cokelat

Selain puluhan gerai yang tersebar di Garut dan luar kota, Kiki pun membuat terobosan membangun museum cokelat kelas dunia di Garut. Meskipun sejak lama Garut dikenal sebagai kota dodol, namun kehadiran museum ini bak oase bagi pengunjung yang datang.

Mereka bisa menyaksikan ragam produk cokelat dengan kemasan uniknya di sana. Termasuk menyaksikan cara mengolah cokelat, sambil mengetahui pengetahuan sejarah cokelat dunia hingga sampai di Garut. “Tentu mereka bisa belanja sepuasanya di sana,” ujar Kiki.

Chocodot World, demikian nama museum itu merupakan salah satu museum cokelat terbesar tanah air, dan satu-satunya di Jawa Barat saat ini. Kiki menyatakan, kehadiran museum itu diharapakan menjadi alternatif menarik hiburan keluarga.

Di sana, pengunjung bakal mendapatkan informasi seputar cokelat dunia, termasuk perjalannya sampai hingga kota Garut. “Garut itu adalah kota pertama di Indonesia dibangunnya pabrik cokelat terbesar di tanah air,” ujar dia.

Tidak hanya itu, untuk memanjakan mata pengunjung, pengelola museum sengaja membuat satu bangunan replika Candi Cangkuang berukuran raksasa setinggi tiga meter, berbahan dasar Cokelat. 

Replika ini memang cukup unik, selain pengerjaannya yang harus telaten, juga replika candi berbahan 1,7 ton cokelat itu bisa dijadikan spot selfi keluarga sambil berlanja di sana.

Tidak hanya itu, di atas bangunan seluas 1.000 meter persegi itu, ada beberapa replika lain, seperti domba Garut, patung, dan lain-lain, yang seluruhnya terbuat dari cokelat.

5 dari 5 halaman

Semangat Kolaborasi

Selain hobi cokelat, kegemarannya traveling ke berbagai kota dan daerah di Indonesia, termasuk luar negeri, membawa berkah tersendiri bagi dia. “Saya dari setahun paling hanya tiga bulan di Garut, sisanya jalan-jalan cari ide dengan traveling,” ujar Kiki bangga.

Dari jalan-jalan itu, ia kerap menemukan ide makanan baru, untuk segera diaplikasikan saat kembali ke tanah kelahirannya di Garut.

“Kebetulan sekarang ada tim kretif khusus, jadi kita tinggal sampaikan,” ujarnya. 

Menurutnya, keunikan dan kekhasan makanan Indonesia di tiap daerah, kerap menjadi inspirasi dalam setiap produk chocodot yang ia ciptakan. “Dulu ada chocodot rasa jogja, dan rasa daerah lainnya, ternyata responnya bagus,” kata dia.

Menurutnya, pola kemasan produk dengan menjiplak nama daerah atau kota lain, mampu menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus mengingatkan mereka agar tertarik menikmati produk olahannya. “Pengunjung kan bertanya ada produk chocodot nama daerahnya gak, dan lainnya,” ujar dia.

Namun bukan hanya itu, kecerdikan Kiki melihat potensi makanan khas Indonesia yang cukup beragam, menjadi inspirasi didirinya dalam menghasilkan produk baru yang enak dinikmati.

“Memang konsepanku berbeda, misal cokelat rasa kopi, atau rangginang rasa cokelat, banyak lah, lihat saja nanti,” kata dia.

Bahkan saat melakukan umroh bersama orang tua, Kiki sempat terlintas untuk mengkolaburasikan kurma, makanan khas arab, dengan cokelat. “Bagaimana kita buat cokelat kurma atau Cokor,” ujar dia sambil tersenyum riang.

Untuk itu, ia berharap ragam kekayaan makanan lokal Indonesia, bisa dikolaborasikan dengan cokelat menjadi oleh-oleh khas daerah setempat.

“Nanti kita buat cokelat rasa Makassar, cokelat rasa lainnya sesuai makanan khas daerahnya,” kata dia.


Simak juga video pilihan berikut ini: