Ustaz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Minta Maaf

Banyuwangi – Supriyanto, ustaz yang videonya viral lantaran menyebut pemerintah sedang menggodok undang-undang pelegalan perzinaan akhirnya minta maaf. Permintaan maaf dilakukan setelah pemeriksaan dirinya usai.

“Kepada rekan-rekan pers secara pribadi saya minta maaf apa yang sudah saya sampaikan jadi statemen sampai viral di media dan medsos,” ujar ustaz Supriyanto di depan Mapolres Banyuwangi, Selasa (12/3/2019).

Ustaz Supriyanto mengaku menyesal dengan statemennya yang ternyata membuat gaduh Banyuwangi yang sebelumnya kondusif.

“Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang berikutnya,” pungkas ustaz Supriyanto sambil ngeloyor pergi meninggalkan lokasi.
Dalam pemeriksaan tersebut, ustaz Supriyanto didampingi kuasa hukumnya, Agus Dwi Hariyanto. Beberapa pertanyaan disampaikan dalam pemeriksaan tersebut.

“Ada beberapa pertanyaan yang sudah disampaikan. Namun kita apresiasi permintaan maaf beliau,” ujarnya kepada detikcom.

Menurutnya, permintaan maaf tersebut berangkat dari sebuah kejujuran dan kesadaran karena statemennya menjadi viral. Apalagi menurutnya, statemen ustaz yang viral tersebut sebenarnya tidak ada yang krusial.

“Sebenarnya ini berangkat dari keresahan masyarakat terkait dengan RUU PKS. Sehingga hal tersebut terlontar begitu saja,” ujarnya.

Agus Dwi Hariyanto menambahkan, ustaz Supriyanto hanyalah masyarakat biasa. Bukan tim sukses Pemenangan pasangan Capres dan Cawapres nomer urut 02.

“Beliau adalah sekelompok masyarakat yang memiliki kepedulian. Beliau menyatakan seperti itu untuk memihak pasangan 02,” pungkas Agus.
(fat/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Marak Berita Hoax dan kabar Fitnah, Jokowi: Lawan!

Bandung – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) meminta para Alumni Jabar Ngahiji untuk berani melawan kabar hoax, fitnah yang bisa merusak persatuan bangsa.

“Jangan sampai berita-berita hoax, kabar fitnah, cara tidak beretika, cara tidak bertata krama kita jadi kelihatan tidak bersaudara,” kata Jokowi di Monumen Perjuangan, Bandung, Minggu (10/3/2019).

Alumni Jabar Ngahiji merupakan kumpulan para alumni perguruan tinggi, SMA/SMK se-Jawa Barat yang mendeklarasikan dukungannya terhadap capres dan cawapres nomor 01.
Para alumni Jabar Ngahiji, kata Jokowi, merupakan kumpulan para intelektual yang berani menyuarakan kebenaran jika itu benar dan berkata salah jika itu salah. Bahkan, dirinya mengaku siap dikoreksi jika memang ada kesalahan.

Menurut dia, dari sikap yang berani menyuarakan fakta bisa menjadi pelajaran yang baik ke depannya. Apalagi, kata dia, kabar bohong tidak hanya bertebaran di media sosial, tetapi sudah sampai rumah ke rumah (door to door).

“Ini bahaya sekali bagi persatuan dan kesatuan kita sebagai negara besar, harus kita perangi, harus kita lawan, jangan diam,” ujar Jokowi.

Jokowi menceritakan, sudah banyak isu yang bertebaran di masyarakat lapisan bawah bahwa akan ada penghapusan azan hingga pendidikan agama jika dirinya melanjutkan tongkat kepemimpinan di periode selanjutnya.

Berdasarkan survei, kata Jokowi, ada sekitar 9 juta masyarakat yang mempercayai kabar tersebut. Jika didiamkan begitu saja maka jumlah masyarakat yang percaya akan bertambah.

“Harus kita lawan ini, jawabannya seperti bapak ibu teriakkan, lawan. Jangan diam, sebagai intelektual jangan diam atas proses demokrasi yang tidak betul seperti itu harus dilawan,” ungkap dia.
(hek/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ada Fitnah Kondom Bergambar Jokowi-Ma’ruf, Poyuono: Jangan Diartikan Negatif

Jakarta – Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono turut berkomentar terkait adanya fitnah foto kondom bergambar capres-cawapres nomor urut 01 yang beredar via WhatsApp dan media sosial. Arief mengatakan fitnah tersebut jangan diartikan negatif.

Menurut Poyuono, kondom adalah alat kontrasepsi yang bisa dipergunakan untuk menekan jumlah penduduk Indonesia.

“Kalau menurut saya sih justru kondom itu jangan diartikan sebuah yang negatif, tapi itu merupakan simbol bahwa negara Indonesia itu harus mengatur jumlah penduduknya. karena selama 5 tahun ini hampir 4 tahun pemerintahan Jokowi terjadi ledakan penduduk. Kalau terjadi ledakan penduduk kan artinya akan berimbas kepada ekonomi. Artinya itu harusnya disyukuri bahwa itu melambangkan pemerintahannya, Jokowi ingin mengurangi jumlah penduduk dengan menggunakan program KB yang menggunakan kondom alat kontrasepsi kan,” kata Poyuono, saat dihubungi, Sabtu (9/3/2019).

“Kalau menurut mereka fitnah ya sah-sah saja, tapi kalau kita yang dibuatkan kondom bergambar Prabowo-Sandi saya rasa nggak apa-apa. Justru akan saya katakan bahwa kondom yang diproduksi yang bergambar Prabowo-Sandi itu merupakan simbol program bahwa kita punya program untuk bagaimana mengatur jumlah penduduk Indonesia. Jangan sampai penduduk Indonesia ini tidak diatur dalam jumlah penduduknya dengan kelahiran-kelahiran terus,” imbuh Poyuono.
Menurut Poyuono, jika ada kondom bergambar Prabowo-Sandi tidak serta merta merusak citra Prabowo sebagai capres yang didukung Ijtimak Ulama. Justru ia mengaku akan berterima kasih bila ada kondom bergambar Prabowo-Sandi karena dinilai turut mendukung program menekan jumlah penduduk dengan KB. Menurutnya kelebihan penduduk akan memberatkan perekonomian negara.

“Ya nggak merusak Islami dong. Kita kan harus melihat. Makanya kita harus menjelaskan. Apakah orang Islam juga mengharamkan penggunaan kondom kan enggak, ya kan. Apakah orang Islam, keluarga Islam tidak ikut program KB, kan ikut. Kan kondom itu sebagai alat kontrasepsi. Sebuah alat untuk ber-KB kan,” ujarnya.

“Bagi kami sih nggak masalah kami akan katakan kalau kami yang dibikin gambar begitu justru kami terima kasih. Artinya ada rakyat yang sadar memberikan pesan ke kami bahwa laju pertumbuhan penduduk di Indonesia harus ditekan agar ekonomi Indonesia menjadi baik. Karena kalau kelebihan penduduk otomatis keperluan energi pangan itu harus kita kurangi, kalau enggak nanti memberatkan ekonomi,” ujarnya.

Meski demikian, Poyuono mempersilakan TKN Jokowi-Ma’ruf Amin melaporkan fitnah kondom tersebut ke polisi. Ia meminta polisi mengusut perusahaan pembuat kondom tersebut jika benar ada.

“Begini kalau memang itu merasa tidak bagus ya kan ya TKN melaporkan kepada polisi. Apakah kalau kondom itu memang diproduksi secara massal. Lalu misalnya berlambang Jokowi Ma’ruf ya sekarang kan yang punya pabrik kondom kan kebanyakan ada perusahaan BUMN, ya kan. Yang juga mungkin ada perusahaan swasta. Diusut saja kalau memang itu dianggap tidak pantas,” sambungnya.
(yld/bar)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN: Fitnah Kondom Bergambar Jokowi-Ma’ruf Kelewatan, Polisi Harus Usut

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendukung polisi untuk mengusut tuntas penyebaran fitnah foto kondom bergambar Jokowi-Ma’ruf. BPN tak bisa membayangkan jika kasus itu menimpa paslon 02.

“Setuju agar polisi mengusut tuntas, supaya perbuatan-perbuatan tidak etis ini tidak terjadi. Saya juga tidak bisa bayangkan kalau itu terjadi di paslon 02,” kata Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan, Sabtu (9/3/2019).

Dasco mengaku setuju jika fitnah terkait foto kondom tersebut sudah melewati batas wajar. Dasco menyebut orang yang menyebarkan foto itu tak mempunyai etika.

“Iya saya setuju kalau fitnah ini kelewatan, kelewatan ini, Tidak ada etikanya, Ya sialakan saja penegaka hukum untuk menindaklanjuti, jangan-jangan ada pihak ketiga yang menyebar,” ujar dia.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin sudah memberikan tanggapan mengenai foto kondom bergambar capres-cawapres nomor urut 01 yang disebut beredar via WhatsApp dan media sosial. TKN menilai ini fitnah yang penuh kesengajaan.

“Ini fitnah dan ini dengan penuh kesengajaan untuk merusak citra pasangan 01,” kata Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Rofiq, kepada wartawan.

“Ini sudah sangat keterlaluan. Mesti diusut tuntas,” sambungnya.

Ahmad Rofiq menilai ada pihak-pihak yang sengaja melakukan kampanye dengan cara-cara kotor demi menjatuhkan lawan. Dia berharap Polri mengusut tuntas.

Dilihat detikcom, foto fitnah kotak kondom bergambar Jokowi-Ma’ruf ini sudah tersebar di media sosial, salah satunya Twitter. TKN berharap Polri segera mengusut siapa yang menyebarkan finah ini.

(knv/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN: Ada yang Sebar Fitnah Kondom Bergambar Jokowi-Ma’ruf, Ini Keterlaluan!

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin berang atas adanya foto kondom bergambar capres-cawapres nomor urut 01 yang disebut beredar via WhatsApp dan media sosial. TKN menilai ini fitnah yang penuh kesengajaan.

“Ini fitnah dan ini dengan penuh kesengajaan untuk merusak citra pasangan 01,” kata Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Rofiq, kepada wartawan, Sabtu (9/3/2019).

“Ini sudah sangat keterlaluan. Mesti diusut tuntas,” sambungnya.


Ahmad Rofiq menilai ada pihak-pihak yang sengaja melakukan kampanye dengan cara-cara kotor demi menjatuhkan lawan. Dia berharap Polri mengusut tuntas.

“Saya berharap semua memegang prinsip-prinsip berdemokrasi secara sehat dan tidak black campaign,” ucapnya.

Dilihat detikcom, foto fitnah kotak kondom bergambar Jokowi-Ma’ruf ini sudah tersebar di media sosial, salah satunya Twitter. TKN berharap Polri segera mengusut siapa yang menyebarkan finah ini.

Saksikan juga video ‘TKN Beri Keterangan Terkait 3 Laporan Hoax ke Polri’:

[Gambas:Video 20detik]

(hri/idh)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Beri Klarifikasi ke Polisi, TKN Sebut Fitnah ke Jokowi Sistematis

JakartaTim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin memberikan klarifikasi kepada polisi terkait tiga laporan fitnah yang ditujukan kepada capres nomor urut 01. Mereka menilai fitnah yang dialamatkan kepada Jokowi sistematis.

“Kami melihat ini mereka dengan sengaja. Artinya mens rea, niatnya sudah ada. Kenapa? Kita ketahui bersama penyampaian yang mereka lakukan ini sangat sistematis gitu,” kata Direktur Advokasi dan Hukum TKN Jokowi-Ma’ruf, Ade Irfan Pulungan di Cyber Bareskrim Polri, Jalan Tronojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

TKN Jokowi-Ma’ruf memberikan klarifikasi soal laporan mengenai emak-emak di Sulawesi Selatan yang menyebut Jokowi akan menghapus pelajaran agama jika menang di Pilpres 2019. Kedua terkait laporan yang menuding Jokowi bukan WNI. Ketiga soal laporan tentang Jokowi yang disebut memakai fasilitas dan uang negara untuk kampanye.

“Ketiga laporan ini sudah kami jelaskan. Ketiga ini merupakan fitnah yang ditujukan kepada Pak Jokowi dan hoax sama sekali. Kami sudah menjelaskan sesuai dengan bukti-bukti yang sudah kami sampaikan,” terang Irfan.

Penyampaian klarifikasi berlangsung sekitar 8 jam. Irfan mengatakan ada 15-20 pertanyaan yang dilontarkan penyidik untuk masing-masing laporan.

“Ini lagi diproses tentang penyelesaian BAP-nya. Jadi memang agak sedikit memakan waktu karena 3 laporan sekaligus dimintai keterangan dari penyidik kepada kami. Jadi memakan waktu yang sangat panjang mulai pukul 14.00 tadi siang sampai menjelang pukul 22.00 malam belum kelar,” jelasnya.

TKN Jokowi-Ma’ruf juga menduga ada pihak yang mengatur sejumlah orang untuk menyebarkan fitnah kepada Jokowi. Irfan meminta polisi juga mengusut dugaan pihaknya.

“Inilah yang kami minta kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjutinya apakah orang-orang tersebut ini benar-benar spontanitas. Juga apakah kemungkinan dia dimobilisir untuk melakukan perbuatan ini, untuk menyampaikan kepada publik seolah-olah memang Pak Jokowi itu tidak baik dan masyarakat yang tidak memahami masalah ini bisa jadi terpengaruh,” papar Irfan.
(zak/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Diserang Fitnah Larang Azan dan LGBT, Jokowi: Itu Isu Sampah

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mempromosikan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Kartu Prakerja. Dia menjelaskan KIP Kuliah tersebut dapat membantu para lulusan SMA/SMK untuk berkuliah.

“Sebelumnya KIP (cuma untuk) SD (hingga) SMA. Kuliah ini diberikan kepada anak-anak muda kita yang ingin kuliah, yang berperestasi ataupun yang tidak. Tapi memiliki keinginan kuat untuk sekolah yang lebih tinggi. Dimulai tahun depan,” ucapnya.

Sementara Kartu Prakerja, kata dia, dikhusukan untuk para pengangguran. Pemegang kartu ini nantinya akan mendapat pelatihan baik di dalam atau luar negeri serta menerima honor, sambil mereka mencari pekerjaan.

“Ini akan di upgrade skill-nya. Dan juga diberikan insentif honor disini. Jumlahnya nanti saya jelaskan. Setelah dihitung selesai. Tapi ada insentif, honor untuk pemegang kartu ini. Saudara akan di training di dalam ataupun di luar negeri,” jelas Jokowi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Presiden Joko Widodo bagikan 3.300 Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Jakarta Selatan.

Penuhi Panggilan Polisi, TKN Klarifikasi soal 3 Fitnah ke Jokowi

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin memenuhi panggilan polisi terkait laporan-laporan yang merugikan capres nomor urut 01 itu. TKN datang untuk memberi klarifikasi kepada polisi.

“Kami datang ke Mabes Polri terkait laporan beberapa hari lalu tentang ujaran kebencian kepada capres Pak Jokowi. Untuk itu kita dateng ke sini menyampaikan berita acara untuk dimasukkan dalam BAP tentang kasus-kasus yang menimpa Bapak Jokowi sebagai capres 01,” kata Wakil Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf, Pasang Haro Rajagukguk, kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

Dia mengatakan menyerahkan proses hukum kepada Polri. Pasang berharap penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian ini diungkap hingga aktor intelektual di belakangnya.
“Nanti biar penyidik yang menelusuri dan mengidentifikasi dan menelusuri siapa pelaku-pelaku penyebar berita bohong ini. Termasuk aktor-aktor di belakangnya harus diusut,” ungkap Pasang.

“Semoga polisi dapat mengusut tuntas siapa pelaku hoax dan ujaran kebencian ini. Karena ini sangat merugikan paslon nomor 01 dalam pemilu saat ini,” sambungnya.

Di lokasi yang sama, juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf bidang hukum, Erlinda, mengatakan pihaknya telah membuat tiga laporan. Dirinya berharap tiga kasus ini bisa diselesaikan polisi sebelum masa tenang kampanye.

“Iya, ini pelapor maupun saksi nanti secara bersamaan secara paralel. Kita akui profesional Polri untuk cepat karena tidak mau nanti sebelum masa tenang ya, tidak mau seperti itu sehingga ini nanti Paralel sehingga pelapor maupun saksi, kami berikan keterangan yang diminta penyidik,” ucap Erlinda.

Ketiga kasus yang dilaporkan di antaranya yakni ibu-ibu di Makassar yang mengatakan pelajaran agama akan dihapus jika Jokowi terpilih sebagai presiden lagi. Laporan kedua terkait pria yang menyebut Jokowi memakai uang dan fasilitas negara setiap kampanye dan laporan ketiga yakni pria yang mengatakan Jokowi mendatangkan warga negara asing (WNA) untuk ikut memilih di Pemilu dan menyatakan Jokowi bukan warga negara Indonesia (WNI).

“Saat ini kami dari TKN akan selalu melaporkan hal-hal berbau seperti itu, mengapa? Tidak hanya itu adalah pelanggaran tindak pidana pemilu, tapi juga pelanggaran pidana umum dan kami menduga bahwa ini sudah dilakukan oleh oknum-oknum yg sangat sistematis, massif dan terstruktur karena ternyata berada di seluruh Indonesia,” tutur Erlinda.
(jbr/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ulama Muda Pendukung Jokowi Gelar Istigosah Tangkal Hoaks dan Fitnah

Liputan6.com, Jombang – Relawan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Sawawi) Jawa Timur, menggelar acara konsolidasi dan istigosah guna menangkal isu hoaks dan fitnah yang ditujukan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, tepatnya di sekitar makam pendiri NU, KH Wahab Chas bulla. Hadir dalam acara tersebut, relawan samawi zona metropolis, Nganjuk, dan Jombang. Selain itu, sejumlah pengurus Kornas Samawi pusat juga hadir.

Koordinator juru bicara Kornas Samawi Rizavan Shufi Thoriqi menjelaskan, Samawi merupakan wadah bagi ulama muda dan santri yang mendukung Jokowi – Ma’ruf. Relawan tersebut sudah dideklarasikan di 10 provinsi, termasuk Jawa Timur.

“Beberapa provinsi yang sudah ada meliputi Jatim, Jateng, DKI Jakarta, Banten, NTB, NTT dan beberapa provisi lainnya,” tutur Rizavan, Rabu (6/3/2019).

Dia menjelaskan, istigosah yang dilakukan Samawi untuk menyejukkan suasana Pilpres 2019 yang mulai memanas, bahkan ada yang menyebut gelaran pilpres layaknya perang badar.

“Padahal pilpres adalah pesta demokrasi yang seharusnya sejuk dan kesenangan bagi kita semua, untuk itu istigosah sangat diperlukan,” ucap Rizavan.

2 dari 3 halaman

Terjunkan Tim ke Lapangan

Rizavan mengatakan, pihaknya menerjukan tim ke lapangan guna menyampaikan fakta dan keberhasilan Jokowi secara langsung dari pintu ke pintu.

“Kita punya relawan yang sudah door to door kemasyarakat, untuk menyampaikan fakta yang sesungguhnya bukan pepesan kosong,” ujar dia.

Rizavan juga menargetkan 70 persen kemenangan untuk pasangan Jokowi – Ma’ruf di Jawa Timur.

Selain para santri dan pengurus Samawi Mojokerto, Jombang, Nganjuk, istigosah dan doa bersama tersebut juga dihadiri ulama muda yang juga salah satu pengasuh di PPBU, Hanan Majdi atau Gus Hanan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini

Moeldoko: Hoaks dan Fitnah Tak Turunkan Elektabilitas Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko mengklaim serangan hoaks dan fitnah tak membuat elektabilitas Jokowi turun.

Namun, dia mengaku hoaks dan fitnah yang beredar di masyarakat cukup mengganggu kerja timnya.

“Enggak, turun si enggak, cuma kan terganggu,” kata Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Moeldoko meminta agar masyarakat dapat melawan penyebaran hoaks. Pasalnya, menurut dia, pola kampanye hitam saat ini seperti dilaksanakan secara masif di daerah-daerah.

“Makanya presiden dalam setiap kesempatan mengatakan sekian persen orang percaya, hembusan hembusan fitnah itu. Makanya kita juga harus bereaksi,” ujar Moeldoko.

Sebelumnya, menjelang Pilpres pada April 2019 mendatang, hoaks dan fitnah terus menyerang kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, salah satunya capres petahana Joko Widodo atau Jokowi. Selain dituduh sebagai anggota PKI, Jokowi juga sering dituding mengkriminalisasi ulama dan antek asing.

2 dari 2 halaman

Viral Video Kampanye Hitam

Belum hilang isu tersebut, Jokowi kemudian diserang dengan isu azan tak akan berkumandang apabila dirinya terpilih menjadi Presiden. Baru-baru ini, muncul video viral emak-emak yang menuding Jokowi akan menghapus mata pelajaran agama di sekolah.

Berikut isi pembicaraan video itu:

Kita pikirkan nasib agama kita, anak-anak kita. Walau kita yang tidak menikmati, tapi 10, 5 tahun ke depan ini apa kita mau pelajaran agama di sekolah dihapus oleh Jokowi bersama menteri-menterinya. Itu kan salah satu programnya mereka. Yang pertama pendidikan agama dihapus dari sekolah-sekolah. Terus rencana mereka, menggantikan pesantren menjadi sekolah umum“.


Saksikan video pilihan berikut ini: