Apa Saja Upaya Facebook Amankan Platform Jelang Pilpres 2019?

Liputan6.com, Jakarta – Facebook melakukan berbagai upaya untuk mengamankan platform-nya dari konten-konten hoaks dan ujaran kebencian yang memecah belah, terutama menjelang pemilu legislatif dan presiden 2019.

Director Global, Politic and Government Outreach Facebook Katie Harbath menyadari, sejumlah orang menggunakan platform Facebook secara tidak bertanggung jawab dan mengganggu jalannya demokrasi.

Fokus utama Facebook adalah memberantas kabar hoaks dan ujaran kebencian yang begitu meresahkan belakangan ini.

“Langkah pertama yang kami adalah dengan menghapus akun palsu,” kata Harbath dalam acara Pemuda Memilih di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Dia lebih lanjut mengatakan, orang-orang tidak bertanggung jawab biasanya menggunakan nama palsu.

Dalam mengenali hal ini, Facebook memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Kalau ada perilaku menyimpang, misalnya saat ada akun yang baru daftar melakukan perilaku menyimpang seperti meng-add semua orang ke daftar pertemanan atau membuat dan mengunggah banyak posting-an di banyak grup, itu perilaku abnormal dari akun tersebut,” kata Harbath.

Oleh karenanya AI berupaya mengidentifikasi perilaku abnormal tersebut sebagai sinyal, untuk menentukan keaslian sebuah akun.

Total, hingga kuartal 1 2019, Facebook telah menghapus 753,7 juta akun palsu di dunia, di mana 98 persennya dihapus setelah melalui identifikasi tim Facebook yang kini berjumlah 30 ribu orang, bukan dari hasil pelaporan pengguna lainnya.

2 dari 3 halaman

Kurangi Penyebaran Konten Hoaks dan Misinformasi

Untuk mengamankan suasana pilpres 2019, Facebook juga menangani peredaran hoaks.

Raksasa media sosial besutan Mark Zuckerberg ini menggunakan machine learning untuk mendeteksi keaslian informasi yang dibagikan.

Selain itu, Facebook juga bekerja sama dengan pemeriksa fakta pihak ketiga.

Di Indonesia Facebook bekerja sama dengan Tirto, AFP, Liputan6.com, Kompas, Tempo, dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Ketika ada konten yang dikategorikan sebagai hoaks atau misinformasi, Facebook akan mengurangi distribusi atau penyebaran berita tersebut di feed sehingga menurunkan potensinya untuk terbaca pengguna lain.

“Motivasi orang untuk menyebarkan hoaks adalah untuk mendapatkan keuntungan materi. Dengan mengurangi distribusi, kami juga menghapus kemungkinan orang untuk mendapatkan keuntungan materi dari penyebaran hoaks,” tutur Harbath.

Selanjutnya, pihak Facebook akan mengirimkan notifikasi jika ada pengguna yang mencoba membagikan atau telah membagikan konten yang dikategorikan sebagai hoaks atau misinformasi. 

3 dari 3 halaman

Tekan Peredaran Ujaran Kebencian

Facebook melakukan upaya lainnya, yakni menekan peredaran hate speech atau ujaran kebencian di platform-nya.

Salah satunya, jejaring sosial yang punya 115 juta akun di Indonesia ini bekerja sama dengan sejumlah stakeholder, salah satunya Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Harbath mencontohkan, dalam kasus di Brasil, yakni saat dua putaran pilpres, pihaknya mengidentifikasi ada kenaikan jumlah konten ujaran kebencian.

“Langsung Facebook bekerja sama sistem otomasi dan Bawaslu setempat untuk mengidentifikasi ujaran-ujaran kebencian. Pendekatan ke negara, ini juga yang akan dilakukan di Indonesia untuk menekan hate speech,” tuturnya.

Facebook juga mulai transparansi terhadap iklan dan halaman di Facebook, memperkuat penegakan hukum terhadap iklan yang tidak pantas, hingga mendukung keterlibatan sipil di Facebook.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Akun WhatsApp Penyebar Hoaks yang Dihapus Tak Bisa Dipulihkan Lagi

Liputan6.com, Jakarta – Viralnya konten hoaks di WhatsApp menjelang Pilpres 2019 membuat aplikasi pesan ini mulai berbenah.

Salah satu upaya yang dilakukan, antara lain adalah membatasi berapa kali konten diteruskan hingga mengidentifikasi perilaku penggunanya.

Nomor akun yang kedapatan melakukan perilaku abnormal, dalam hal ini berkali-kali meneruskan pesan ke berbagai nomor berpotensi untuk dihapus oleh WhatsApp.

Ketika akun dihapus oleh pihak WhatsApp, pengguna tak akan bisa memulihkan nomor tersebut.

Communication Lead Facebook Indonesia Putri Dewanti, ketika ditemui di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Jakarta mengatakan, saat nomor dihapus oleh pihak WhatsApp, pengguna tidak lagi bisa menggunakan WhatsApp dengan nomor yang sama.

“Sudah dihapus, hilang nomornya tidak bisa dipakai untuk WhatsApp lagi,” tutur Putri pada Senin (21/1/2019).

Kendati demikian, pihaknya tak bisa menyebutkan berapa banyak jumlah akun WhatsApp milik pengguna di Indonesia yang sudah dihapus.

“Belum ada, tapi kalau di-take down akun-akun yang dilaporkan ya memang sudah ada, tetapi spesifik angkanya belum tahu,” katanya.

2 dari 3 halaman

Bakal Bikin Kontak Hotline di Indonesia

Sebelumnya, VP Public Policy and Communication WhatsApp Victoria Grand menyebutkan, WhatsApp akan menyediakan layanan hotline di Indonesia untuk mengendalikan peredaran hoaks dan ujaran kebencian jelang pemilu legislatif dan presiden 2019.

Victoria menyebut, layanan hotline ini sebelumnya sudah diterapkan WhatsApp di India, Meksiko, dan Brasil.

Indonesia dianggap sebagai salah satu pasar penting untuk WhatsApp, oleh karenanya, Indonesia termasuk yang cukup diperhatikan oleh aplikasi pesan milik Facebook ini.

Ke depan, Victoria menyebut, WhatsApp akan bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan ICT Watch untuk membangun hotline di Indonesia.

“WhatsApp bekerja sama dengan local fact checker contoh ICT watch dan Mafindo untuk membangun hotline terkait pengecekan fakta. Ada juga pendanaan riset sebesar US$ 1 juta untuk bisa meneliti iklim pengguna di Indonesia dan berbagai aspek tantangannya,” kata Victoria.

3 dari 3 halaman

Tujuan Hotline

Putri menambahkan, tujuan adanya hotline adalah untuk mengatasi hoaks dan konten misinformasi.

“Bentuknya sama seperti fact check di Facebook. Jadi kalau misalnya ada informasi hoaks di WhatsApp, bisa dikirim ke hotline dan pihak ketiga yaitu fact checking akan memeriksa apakah informasi itu benar atau tidak,” tutur Putri.

Selanjutnya, setelah tim pengecek fakta telah mendapatkan fakta, akan dibagikan kembali apakah itu hoaks semata atau memang berita yang valid.

“Sistemnya sama persis (dengan Facebook), bedanya platform aja,” katanya.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Fokus di PSSI, Iwan Budianto Tinggalkan Posisi CEO Arema FC

Liputan6.com, Jakarta Iwan Budianto dikembalikan lagi ke posisi awal sebagai wakil ketua umum PSSI pada Kongres Tahunan di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019). Keputusan ini diambil menyusul mundurnya Edy Rahmayadi dari jabatan ketua umum PSSI.

Iwan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Ketua Umum PSSI kini kembali menjadi waketum PSSI. Selain kembali ke posisi semula, sesuai dengan hasil Kongres Luas Biasa PSSI pada 10 November 2016 lalu, pria yang akrab disapa IB ini juga melepas jabatan CEO di Arema FC.

“Untuk menjaga integritas, saya menyatakan sekaligus menegaskan bahwa saya tidak lagi menjabat sebagai CEO Arema FC,” ujar IB dalam rilis yang diterima media.

Sejak terpilih sebagai Waketum PSSI, IB telah mengikhlaskan untuk tidak aktif dalam mengelola Arema FC. Dia sangat memahami pandangan publik yang khawatir posisinya di PSSI dan Arema FC bakal penuh dengan konflik kepentingan.

Meski meninggalkan posisi CEO Arema, IB hingga saat ini masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham di klub berjulukan Singo Edan itu.

“Keputusan tidak lagi aktif sebagai CEO Arema FC, supaya tidak ada lagi hiruk pikuk orang yang secara tidak sengaja terseret berbuat dosa dengan melakukan fitnah kepada saya,” ujarnya, menambahkan.

2 dari 3 halaman

Pertegas Komitmen

Pernyataan ini sekaligus menjadi bukti komitmen PSSI pasca mundurnya Edy Rahmayadi sebagai ketua umum. PSSI ingin membawa institusi ini agar bisa lebih baik.

“Ini jadi motivasi tersendiri bagi saya untuk bisa memaksimalkan waktu, tenaga dan pikiran di PSSI,” ujar IB.

Sikap ini juga dianggap perlu demi menjaga integritas PSSI dan sebagai tanggung jawab moral kepada para anggota yang memilihnya.

IB juga ingin menjaga agar tidak ada lagi hiruk pikuk soal Arema FC. Dia juga ingin menjaga agar orang lain tidak sengaja membuat fitnah soal dirinya.

3 dari 3 halaman

Tetap Optimistis

Meski meninggalkan posisi di Arema FC, IB yakin Arema bisa tetap profesional. Dia optimistis klub kebanggaan Arema ini mampu menjalankan program dan target yang sudah dicanangkan.

“Arema FC telah dikelola oleh tenaga profesional di bidangnya utamanya, dalam pengelolaan sepakbola modern,” ujarnya.

IB berharap bisa mendapatkan masukan dari seluruh pecinta sepak bola Indonesia dalam menjabat Waketum PSSI. “Ini agar kami bisa membawa PSSI lebih berprestasi,” katanya.

TKN Jokowi-Ma’ruf Amin Siap Bertemu 21 Dubes Uni Eropa Bahas Pemilu

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin siap menerima para duta besar negara Uni Eropa. Rencana pertemuan akan dibicarakan dalam rapat internal TKN besok.

“Insyaallah Ketua TKN (Erick Thohir) hadir memimpin rapat dan bersama-sama dalam forum Command and Control Room 9 Sekjen untuk memutuskan tanggal pertemuan penting dengan 21 Dubes UE ini,” ujar Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Verry Surya Hendrawan dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Minggu (20/1/2019).

Para dubes disebut sudah bersurat kepada TKN Jokowi-Ma’ruf terkait rencana pertemuan. TKN siap menerima masukan apabila pertemuan menyinggung pelaksanaan Pemilu 2019.

Pertemuan dubes negara UE dengan BPN Prabowo-Sandi.Pertemuan dubes negara UE dengan BPN Prabowo-Sandi. (Foto: Gerindra)

“Bila kemudian pembahasan menyinggung pelaksanaan proses Pemilu, maka tentu saja TKN Koalisi Indonesia Kerja akan menegaskan tekad di depan 21 Dubes untuk memenangkan kontestasi Pilpres dan Pileg dengan cara-cara yang amanah, jujur dan berkampanye dengan narasi positif, tanpa narasi negatif, apalagi hoax atau fitnah,” ucap Verry.
Para dubes dari negara Uni Eropa sebelumnya menggelar pertemuan dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan diterima langsung oleh Ketua BPN Djoko Santoso di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Isu yang dibahas di antaranya terkait kebijakan ekonomi Prabowo-Sandi, khususnya terkait isu reformasi pajak hingga keterbukaan bagi dunia bisnis dan investasi.

Soal rencana pertemuan dengan TKN Jokowi-Ma’ruf, para dubes akan bertukar pikiran membahas kemitraan. Sebab, kemitraan antra negara-negara Uni Eropa dengan Indonesia dinilai sangat penting.

“Kemitraan Uni Eropa-Indonesia berkembang dengan pesat dan Indonesia penting bagi Uni Eropa. Sangat penting untuk tukar pikiran dengan kedua belah pihak,” ujar Duta Besar Uni Eropa HE Vincent Guerend dalam akun Twitter resminya, hari ini.
(dkp/imk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ulama Betawi Ini Tepis Jokowi Disebut Anti-Islam

Jakarta – KH Abdul Hayyie Naim memberikan dukungan ke pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. KH Abdul Hayyie mengaku terus mendoakan paslon nomor urut 01 itu.

“Maka kita berdoa saja, kalau Allah SWT yang menghendaki, apalagi ini gerakan yang diridai oleh Allah. Insyaallah, Tuhan bakal ridain, bakal selamat,” ujar KH Abdul Hayyie kepada wartawan usai bertemu Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Cipete, Jaksel, Sabtu (19/1/2019).

KH Abdul Hayyie juga menepis fitnah yang menyebut Jokowi anti-Islam. Menurutnya fitnah itu diduga juga sengaja dibuat untuk menjatuhkan Nahdlatul Ulama (NU).

“Makanya itu tadinya mau menjatuhkan NU, tapi lewat Jokowi dulu dirubuhin, nanti akhirnya ke NU. NU sudah kenyang sama ini,” sambungnya.

Fitnah soal Jokowi anti-Islam menurutnya terbantahkan dengan tindakan-tindakan Jokowi.

“Nyatanya apakah Jokowi anti-Islam? Nggak, Ba’asyir dibebasin. Yang salah ya ditindak, siapa saja. Bukannya anti-Islam, bukan. Nggak ada sebenarnya itu,” imbuh KH Abdul Hayyie.
(fdn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Islam, Serta Kisah 5 Ulul ‘Azmi

Liputan6.com, Jakarta Sebagai umat muslim, wajib hukumnya untuk meyakini bahwa Nabi dan Rasul adalah benar adanya meskipun belum pernah melihat sosoknya sekalipun. Namun, sebagian orang masih salah memahami perbedaan Nabi dan Rasul. 

Tidak sedikit orang yang menganggap Nabi dan Rasul adalah sama. Padahal, semua nabi tidak berarti rasul, namun rasul sudah pasti nabi.

Nabi dan Rasul adalah suri tauladan umat Islam yang semua perilakunya patut dicontoh oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Agar lebih paham terkait perbedaan Nabi dan Rasul, berikut adalah penjelasan mengenai Nabi dan Rasul yang perlu diketahui agar tidak salah dalam mengimaninya.

2 dari 5 halaman

Pengertian Nabi dan Rasul

Secara etimologi, kata “nabi” berasal dari kata naba yang berarti “dari tempat yang tinggi”. Sementara itu, pengertian Nabi secara umum adalah seorang manusia Hamba Allah SWT yang diberikan kepercayaan berupa wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri.

Dengan kata lain, wahyu yang diturunkan kepada Nabi kemudian tidak disampaikan kepada umatnya. Wahyu yang didapatnya tersebut kemudian hanya diamalkan oleh dirinya sendiri dan tidak ada kewajiban menyampaikan kepada umat atau kaumnya.

Sementara itu, kata “rasul” berasal dari kata risala yang berarti penyampaian. Rasul adalah seseorang yang diberikan wahyu dan kepercayaan oleh Allah SWT yang kemudian diamalkan dan berkewajiban menyampaikan wahyu tersebut kepada umatnya.

Mengenai jumlah Nabi dan Rasul, ada yang berpendapat bahwa jumlah Nabi adalah 124.000, sedangkan jumlah Rasul ada 312. Namun, dalam Al-Quran hanya terdapat beberapa nama Nabi dan Rasul yang disebutkan seperti dalam surat Al-Ghafir ayat 787 berikut:

“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mu’jizat melainkan dengan seizin Allah.” (Qs. Al-Ghafir: 787)

Terdapat 25 Nabi dan Rasul dalam Al-Qur’an dan Hadits yang wajib diimani oleh setiap Muslim, yaitu:

Adam AS, Idris AS, Nuh AS, Hud AS, Saleh AS, Ibrahim AS, Luth AS, Ismail AS, Ishak (Ishaq) AS, Yaqub AS, Yusuf AS, Syu’aib AS, Ayyub AS, Dzulkifli AS, Musa AS, Harun AS, Daud AS, Sulaiman AS, Ilyas AS, Ilyasa’ AS, Yunus AS, Zakaria AS, Yahya AS, Isa AS, Muhammad SAW

3 dari 5 halaman

Perbedaan Nabi dan Rasul

Lebih jauh, berikut beberapa perbedaan Nabi dan Rasul:

1. Nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu dari Allah SWT untuk disampaikan kepada umatnya;

2. Nabi diutus kepada kaum yang sudah beriman, sedangkan Rasul diutus kepada kaum yang belum beriman (kafir);

3. Perbedaan Nabi dan Rasul ada pada jumlahnya. Jumlah Nabi sangat banyak yaitu kurang lebih 124.000 sedangkan jumlah Rasul adalah 312;

4. Semua Nabi tidak berarti Rasul, namun Rasul sudah pasti Nabi;

5. Perbedaan Nabi dan Rasul berdasarkan cara turunnya wahyu. Nabi hanya mendapatkan wahyu melalui mimpi, sedangkan Rasul dapat menerima wahyu melalui mimpi maupun melalui malaikat serta dapat melihat dan berkomunikasi secara langsung dengan malaikat;

6. Ada nabi yang dibunuh oleh kaumnya, namun seluruh rasul yang diutus Allah SWT selamatkan dari percobaan pembunuhan yang dilancarkan oleh kaumnya.

4 dari 5 halaman

Nabi Ulul ‘Azmi

Perbedaan Nabi dan Rasul juga dapat dilihat dari keteguhan hati yang sangat mengagumkan. Dari 25 nama-nama Nabi, terdapat 5 nabi yang mempunyai sifat Ulul ’Azmi yaitu para nabi yang mempunyai keteguhan hati sangat mengagumkan, tabah luar biasa, kesabarannya tidak terbatas, meskipun mereka mendapatkan berbagai macam ujian dari Allah SWT namun mereka tetap teguh, sabar, dan senantiasa bertawakal dalam menyampaikan ajarannya kepada umatnya.

5 dari 5 halaman

5 Nabi Ulul ‘Azmi

Kisah Nabi Nuh AS

Nuh adalah putra Lamik bin Matta Syalih bin Idris. Menurut Al-Quran, usia Nabi Nuh ialah 950 tahun (QS. Al-‘Ankabuut:14). Setelah Nabi Idris meninggal dunia, perilaku masyarakat semakin menyimpang. Begitu juga kaum Nuh, yang ketika itu menyembah berhala. Selain itu, kaum Nuh terkenal zalim dan sewenang-wenang.

Kisah Nabi Nuh AS terkenal dengan pembuatan Kapal yang besar yang digunakan untuk menyelamatkan kaumnya yang beriman serta hewan-hewan dari banjir air bah yang dahsyat. Bencana tersebut kemudian membinasakan orang-orang kafir, termasuk puteranya yang durhaka.

Kisah Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim AS adalah nabi ke-6 dalam sejarah rasul Allah yang wajib diketahui umat Islam. Ayah dari Nabi Ibrahim AS adalah pembuat patung berhala. Ditambah lagi, ada seorang raja kafir bernama Raja Namrud yang dengan sombongnya mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan Semesta Alam.

Paham bahwa berhala bukanlah Tuhan, Nabi Ibrahim menghancurkan semua berhala yang ada di wilayah Namrud. Karena geram dan kesal, Raja Namrud akhirnya memerintahkan para tentaranya untuk menghukum Nabi Ibrahim dengan cara dibakar hidup-hidup. Mereka mengira, Nabi Ibrahim telah hancur menjadi abu bersama api itu. Namun, begitu terkejutnya mereka setelah api yang menyala dahsyat itu padam. Nabi Ibrahim tiba-tiba berjalan keluar dari puing-puing pembakaran dengan selamat tanpa luka sedikit pun.

Kisah Musa AS

Nabi Musa dilahirkan di Negeri Mesir pada masa pemerintahan Raja Firaun. Ibunya bernama Yukabad dan ayahnya bernama Imran bin Yashar. Raja Firaun adalah seorang Raja yang kejam. Waktu itu dikeluarkan undang-undang apabila ada bayi lahir laki-laki, harus dibunuh.

Ketika Musa lahir, ibunya khawatir Musa akan dibunuh tetapi Allah SWT memberikan ilham agar bayi itu ditaruh di dalam peti kemudian dihanyutkan ke sungai Nil. Akhirnya, peti yang berisi bayi itu ditemukan oleh Asyiyah istri Firaun.

Asyiyah memohon kepada suaminya agar bayi itu tidak dibunuh, tetapi dijadikan anak angkat saja.

Setelah Musa dewasa, ia tidak senang melihat kekuasaan Firaun yang sewenang-wenang. Untuk memberantas kekejaman Firaun, Allah SWT mengangkat Musa menjadi Nabi dan Rasul. Nabi Musa menerima wahyu dan kitab suci Taurat.

Sebagai seorang utusan Allah, beliau diberi Mukjizat. Pengikut Nabi Musa semakin banyak sehingga Raja Firaun tambah khawatir. Nabi Musa dan pengikutnya dikejar-kejar sampai ke tepi laut merah.

Setelah Nabi Musa sampai di tepi Laut Merah, dipukulkan tongkatnya ke laut, seketika laut menjadi kering sehingga dapat dilewati. Para pengikut Raja Firaun telah berada di belakangnya. Musa lalu memukulkan kembali tongkatnya ke laut, maka tanah tersebut menjadi lautan lagi. Pasukan Firaun tergulung air laut dan mati semuanya.

Kisah Isa AS

Nabi Isa adalah anak Maryam, yang merupakan keponakan dari Nabi Zakaria. Saat mengandung Nabi Isa, Maryam di fitnah oleh penduduk sekitar karena dia mengandung tanpa di sentuh lelaki manapun. Tanda-tanda kenabian Isa sudah nampak sejak kecil.

Allah SWT memberikan wahyu kepada Nabi Isa melalui malaikat Jibril, dan diangkat menjadi nabi serta menerima kitab Injil. Isi dari kitab tersebut untuk membenarkan dan melengkapi kitab sebelumnya, yaitu kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa.

Nabi Isa AS terkenal dengan kisahnya yang bisa menghidupkan burung yang ia bentuk dari tanah liat. Tak hanya itu, Nabi Isa AS juga bisa menyembuhkan penyakit parah sekalipun. Atas izin Allah SWT, Nabi Isa AS dapat mengembalikan indera penglihatan orang buta yang sudah menderita sejak lahir.

Kisah Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 20 April 571 Masehi/12 Rabiul Awwal tahun Gajah atau Amul Fiil. Sejak kecil hingga dewasa Nabi Muhammad SAW telah dikenal sebagai orang yang jujur, tidak pernah berkata kotor, tidak pernah berbohong, dan tidak pernah melakukan maksiat.

Karena kejujurannya dalam berkata dan bersikap itulah kemudian beliau diberi gelar al-Amin oleh kaumnya yang berarti “orang yang terpercaya”.

Mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki Nabi Muhammad untuk membuktikan kenabiannya. Dalam Islam, mukjizat terbesar Nabi Muhammad adalah Al-Quran. Selain itu, Muhammad juga diyakini pernah membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah.

Nabi Muhammad juga mengerti bahasa binatang seperti Nabi Sulaiman, memerintah bumi dan pohon seperti Nabi Musa, serta banyak mukjizat lainnya.

Reporter: Yunisda Dwi Saputri

Soal Kekhawatiran Amien Rais, Tjahjo Kumolo Minta Semua Pihak Percaya KPU

Liputan6.com, Jakarta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo enggan mengomentari ucapan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang mengancam akan menggempur Komisi Pemilihan Umum (KPU) jika melakukan kecurangan di Pemilu 2019. Namun, Tjahjo meminta semua pihak untuk lebih percaya KPU.

“Setiap orang kan punya logat bahasa yang berbeda, saya tidak berhak komentari pendapat para politisi, yang penting percayalah pada KPU,” kata Tjahjo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 16 Januari 2019.

Menurutnya KPU sudah memiliki tugas dan wajib sesuai perundang-undangan. Karena itu, Tjahjo meminta semua pihak mendukung kinerja KPU dalam menyelenggarakan pemilu.

“Dari sisi semuanya ya keabsahan konsolidasi demokrasi ini ya kuncinya ada pada penyelengara, pemerintah percaya sebagaimana UU, parpol percaya setiap diundang KPU hadir terus, berarti juga percaya,” ujarnya.

“Ya mari kita dukung tugas-tugas KPU baik sosialisasinya baik pelaksanaannya dalam konteks konsolidasi demokrasi itu sukses dengan baik, data kependudukan kami serahkan, yang nyusul DPT adalah pihak KPU sendiri,” sambungnya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga menjelaskan cara membantu penyelenggara pemilu untuk mewujudkan pemilu yang baik dan bermartabat. Salah satunya dengan menghentikan politik uang, dan kampanye provokasi fitnah.

“Ya mari kita lawan sama-sama racun demokrasi itu, politik uang, kampanye beraroma fitnah, nuansa kebencian mari kita lawan dan mari kita wujudkan kampanye yang punya integritas. Bermatartabat, adu konsep, ada gagasan yang besok kita liat debat capres pertama,” ucapnya.

2 dari 3 halaman

Kekhawatiran Amien Rais

Sebelumnya, Amien Rais mengajak para pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bekerja militan. Dia ingin para simpatisan mengawasi Komisi Pemilihan Umum supaya proses Pemilu tidak dicurangi.

Hal itu disampaikan saat diskusi bertajuk ‘Refleksi Malari Ganti Nakhoda Negeri?’ di Sekretaris Nasional Prabowo-Sandi.

“Jadi (Jokowi) ini tidak boleh menang. Ini harus militan. Awas kalau sampai KPU curang kita gempur bersama. Kita lebih pandai dari pemerintah. Bayangkan 31 juta daftar bodong, KTP dibuang di tong, di sawah ini kan kurang ajar,” ujar Amien.

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Mengenang Syeh Kramat Jati Sang Singo Barong

Liputan6.com, Semarang – Ribuan orang menghadiri kegiatan Haul Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 15 Januari 2019, malam. Habib Hasan juga dikenal dengan nama Syekh Kramat Jati atau Singo Barong.

Kegiatan puncak haul ulama besar itu sampai menutup ujung Jalan Tentara Pelajar Semarang atau daerah Pasar Kambing besok harinya. Sejumlah ulama karismatik hadir, seperti Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dan beberapa ulama dari Timur Tengah, di antaranya dari Damaskus (Suriah) dan Beirut (Libanon).

Para ulama dari Timur Tengah itu pun bergantian diminta memberikan tausiah yang diterjemahkan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Habib Luthfi bin Yahya. Deretan pejabat yang terlihat hadir antara lain Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan terlihat pula mantan Panglima TNI Jenderal (Pur) Gatot Nurmantyo.

Habib Hasan bin Thoha yang juga menantu Hamengku Buwono II itu lahir dari pasangan Habib Thoha bin Muhammad al-Qadhi bin Yahya dengan Syarifah Fatimah binti Husain bin Abu Bakar bin Abdullah Al-Aydrus.

Ulama besar itu wafat di Semarang dan dimakamkan di depan pengimaman Masjid Al Hidayah di Jalan Duku, Lamper Kidul, Semarang, yang juga menjadi tempat penyelenggaraan haul.

Dalam tausiahnya, Habib Luthfi bin Yahya mengingatkan Indonesia bukan hanya negara yang kaya sumber daya alam dengan kesuburannya, melainkan juga kaya ulama.

“Di Pulau Jawa saja, paling ujung ada makam Syekh Maulana Al Bantani. Ditarik terus ke Cirebon, tokoh-tokoh dan ulama Indonesia memagari sampai wilayah Banyuwangi,” katanya, dilansir Antara.

‘Pagar’ ulama tersebut, kata dia, bukan sembarangan, tetapi sesuatu yang sangat bernilai, apalagi sebagian besar ulama al Maghribi dimakamkan di Pulau Jawa. Buktinya, kata Habib Luthfi, para ulama yang sudah wafat itu pun masih bisa mempersatukan umat, memajukan ekonomi, dan sebagainya di tempatnya dimakamkan.

“Mereka ini meski sudah meninggal, masih bisa mempersatukan umat untuk datang berziarah, memunculkan sumber ekonomi, dan sebagainya. Kita ini yang masih hidup apa tidak malu?” katanya.

Habib Luthfi mengajak umat untuk meneladani nilai-nilai yang telah diwariskan ulama terdahulu, serta tidak mudah terpecah belah, apalagi terprovokasi “hoaks”.

Sementara itu, Ketua Panitia Haul Habib Hasan bin Thoha, Iswar Aminuddin, menambahkan banyak kegiatan sebagai rangkaian acara, mulai kirab Merah Putih, khataman, pembacaan Dalailul Khoirot, dan barzanji. Harapannya masyarakat, khususnya di Kota Semarang, menjadi paham sejarah perjuangan Habib Hasan bin Thoha dan meneladani nilai-nilai yang diwariskan.

2 dari 3 halaman

Kisah Syekh Kramat Jati Singo Barong

Seperti dilansir Al-Mihrab, Habib Hasan bin Thoha bin Yahya lahir di kota Inat (Hadramaut), dari pasangan Habib Thoha bin Yahya dengan Syarifah Aisyah binti Abdullah Al-Idrus. Beliau mendapat pendidikan langsung dari kedua orangtuanya sampai hafal Alquran sebelum usia tujuh tahun. Sebelum menginjak dewasa, dia telah banyak hafal kitab-kitab.

Di samping belajar ilmu syariat, Habib Hasan juga belajar tasawuf kepada para ulama. Di antara guru beliau adalah Habib Umar bin Smith dan Quthbil Ghouts Al Habib Alwi bin Abdullah Bafaqih. Denga ilmu yang tinggi, dakwah Habib Hasan diterima khalayak umum maupun khusus. Fatwa-fatwanya banyak didengar oleh pembesar kerajaan waktu itu.

Pada waktu muda, setelah mendapat izin dari gurunya untuk berdakwah dan mengajar, Habib Hasan ke Afrika di Tonja, Maroko dan sekitarnya, kemudian ke daerah Habsyah, Somalia terus ke India dan Penang Malaysia untuk menemui ayahnya.

Setelah tinggal beberapa waktu di Penang, dia mendapat izin dari ayahnya untuk ke Indonesia meneruskan dakwahnya. Habib Hasan pertama kali masuk ke Palembang kemudian ke Banten. Pada saat tinggal di Banten, dia diangkat oleh Sultan Rofiudin, atau Sultan Banten yang terakhir waktu itu menjadi Mufti Besar.

Di Banten tidak hanya mengajar dan berdakwah, dia juga bersama-sama dengan pejuang Banten dan Cirebon mengusir penjajah Belanda. Walaupun Sultan Rofi’udin telah ditangkap dan dibuang ke Surabaya oleh Belanda, tetapi Habib Hasan yang telah menyatukan kekuatan pasukan Banten dan Cirebon tetap gigih mengadakan perlawanan.

Setelah itu, Habib Hasan meneruskan dakwahnya lagi ke Pekalongan, Jawa Tengah. Di Pekalongan dia mendirikan pesantren dan masjid di desa Keputran dan tinggal di Desa Ngledok. Pondok Pesantren itu terletak di pinggir sungai.

Sebelumnya, arah sungai mengalir dari arah selatan Kuripan mengalir ke tengah kota menikung sebelum tutupan kereta api. Namun, dengan keistimewan yang dimiliki Habib Hasan, aliran sungai itu dipindah ke barat yang keberadaannya seperti sampai sekarang.

Pengaruh Habib Hasan mulai dari Banten sampai Semarang sangat besar. Tidak mengherankan bila Belanda selalu mengincar dan mengawasinya. Pada tahun 1206 H/1785 M, terjadilah sebuah pertempuran sengit di Pekalongan. Dengan kegigihan dan semangat yang dimiliki Habib Hasan dengan santri dan pasukannya, Belanda kewalahan.

Akhirnya Habib Hasan bersama pasukan dan santrinya mengungsi ke Kaliwungu, Kendal, tinggal di suatu daerah yang sekarang dikenal dengan Desa Kramat. Atas perjuangan, kearifan, serta keluasan ilmu Habib Hasan, Sultan Hamengkubuwono ke II kagum dan menjadikannya menantu. Daerah yang ditempati juga mendapat perlindungan sultan.

Habib Hasan tinggal bersama sahabatnya bernama Kyai Asy’ari seorang ulama besar yang menjadi cikal bakal pendiri pesantren di wilayah Kaliwungu (Kendal ), guna bahu-membahu mensyiarkan Islam. Masa tua hingga wafatnya, Habib Hasan tinggal di Semarang tepatnya di daerah Perdikan atau Jomblang yang merupakan pemberian dari Sultan HB II.

3 dari 3 halaman

Cegah Adu Domba

Rumah Habib Hasan terbuka 24 jam dan dijadikan tumpuan umat untuk memecahkan segala permasalahan yang mereka hadapi. Dua pesan utama dakwahnya, pertama cinta kepada Nabi Muhammmad beserta keluarganya yang dijadikan pintu kecintaan kepada Allah. Kedua, kecintaan kepada kedua orangtua dan guru.

Habib Hasan adalah seorang yang lemah lembut dan berakhlak mulia tetapi sangat keras dalam berpegang teguh kepada agama. Dia tidak pernah mendahulukan kepentingan pribadinya.

Banyak amal rahasia yang dilakukan oleh Habib Hasan setiap malamnya. Sehabis salat malam, Habib Hasan berkeliling membagikan beras, jagung dan juga uang ke rumah-rumah fakir miskin, anak-anak yatim, dan janda-janda tua. Dia sangat menghargai generasi muda dan menghormati orang yang lebih dituakan.

Habib Hasan dikenal sebagai seorang yang ahli menghentikan segala perpecahan dan fitnah antar golongan dan suku. Sehingga aksi adu domba yang dilakukan pihak penjajah gagal. Dia juga menguasai beberapa bahasa dengan fasih dan benar.

Habib Hasan wafat di Semarang dan dimakamkan di depan pengimaman Masjid Al Hidayah Taman Duku Lamper Kidul Semarang. Hingga saat ini, banyak orang yang yang datang berziarah di makamnya.


Simak video pilihan berikut ini:

Menanti Polesan SBY untuk Prabowo-Sandiaga di Debat Perdana

Liputan6.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tak sabar menanti bagaimana Prabowo-Sandiaga beraksi di debat nanti. Terlebih salah satu mentornya adalah Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kita lihat nanti hasilnya. Apakah Pak Prabowo-Sandiaga akan menampilkan jati diri kepemimpinan, atau menampilkan karakter seperti Pak SBY,” ucap Hasto di Posko Cemara, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Dia pun menyindir saat Prabowo menyampaikan pidato kebangsaan Senin 14 Januari kemarin. Yang dimana menggunakan teleprompter atau alat baca teks visual elektronik khusus yang dibuat untuk seseorang yang berbicara di depan umum.

“Kemarin kita lihat yang disampaikan adalah retorika teleprompter, yang menghentak tajam, tapi itu dibuatkan,” jelas Hasto.

Sedangkan untuk Jokowi-Ma’ruf, Hasto menegaskan pihaknya tak menggunakan konsultan asing, ataupun ditempatkan skala prioritas.

“Yang jelas tidak ada konsultan asing. Tidak ada yang ditempatkan sebagai skala prioritas, sampai Pak SBY ditinggal. Itu tidak ada,” celetuk Hasto.

2 dari 2 halaman

Pilih Anak Muda

Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf menyebut, yang digunakan pihaknya adalah orang-orang muda.

“Semua adalah orang-orang muda yang punya komitmen yang baik,” tutur Hasto.

Dia mengatakan, Jokowi dengan sendirinya sudah digembleng dengan berbagai serangan. Ini yang tak diduga oleh pihak sebelah.

“Berbeda kan. Yang di sana kan persiapan lebih eksklusif. Kalau Pak Jokowi kan memang nature, itu dilakukan dengan baik, dengan tantangan-tantangan yang tidak ringan. Sehingga gemblengan sikap oposan, dengan politik fitnah itu justru membuat Pak Jokowi siap lahir batin,” jelas Hasto.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Fatih Seferagic Bantah Mendekati Lucinta Luna

Liputan6.com, Jakarta – Lucinta Luna kembali menghebohkan jagat maya. Selebritas kontroversial itu mengaku sering berkomunikasi dengan hafiz Alquran asal Amerika, Fatih Seferagic. Pernyataan Lucinta Luna itu pun menjadi perbincangan publik. 

Nampaknya kabar tersebut sangat mengganggu Fatih Seferagic. Melalui Instagram Stories-nya, penghafal Alquran tampan itu mengklarifikasi hubungannya dengan Lucinta Luna.

Fatih Seferagic membantah kedekatannya dengan Lucinta Luna. Namun ia tak menampik pernah berkomunikasi dengan selebritas yang diduga berjenis kelamin laki-laki sebelum menjalani operasi.

Tetapi itu hanya sehari saja. Setelah itu, Fatih Seferagic tak pernah lagi berbicara dengan Lucinta Luna.

Saya berbicara dengan Luna selama satu hari sampai saya tahu dia seorang pria. Ini berbulan-bulan yang lalu. Kita tidak bicara sekarang. Tolong jangan menghibur ini dan menyebarkan kebohongan,” tulis Fatih Seferagic, Selasa (15/1/2019).

2 dari 4 halaman

Fitnah

Setelah menjelaskan keadaan sebenarnya, Fatih Seferagic meminta agar tidak ada lagi yang menyebarkan kebohongan tersebut. Merasa telah difitnah, pria 23 tahun itu berdoa. “Semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah,” tulis Fatih Seferagic.

Tak kuat diserang dnegan permasalahan ini, Fatih Seferagic meminta saran dari sang guru. Ia diminta untuk mengabaikan kabar tersebut.

Guru saya telah mengatakan kepada saya untuk tidak lagi memperhatikan ini. Sangat menyedihkan bahwa orang-orang menyibukkan diri dengan gosip ketika kita memiliki masalah yang lebih besar di dunia. Apakah kalian tahu apa yang terjadi di Yaman, Palestina, Suriah, Rohingya…Allah Help Our Ummah,” imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Telah Menikah

Fatih Seferagic telah menikah di usia 19 tahun dengan mempersunting Shafiya Kara. Namun, pada 2014 mereka memutuskan untuk bercerai. Selang tiga tahun kemudian, Fatih menikah kembali pada 2017.

Fatih cukup tertutup dengan kehidupan pribadinya. Ia tak pernah mengunggah potret kebersamaannya dengan istri tercinta. Sehingga sosok istri Fatih Seferagic tak pernah diketahui publik.

4 dari 4 halaman

Aktivis Kemanusiaan

Selain penghafal Alquran, Fatih Seferagic juga mengkaji hadis Rasulullah. Ia juga seorang aktivis kemanusiaan.

Sejumlah potret kegiatan peduli sesama diabadikan di Instagramnya. Mulai dari membantu korban bencana alam hingga menghimpun donasi untuk anak-anak di Yaman yang tengah mengalami krisis kelaparan. (Lavenia/Mgg)