Fictor Roring dan Pemain Timnas Basket Berbagi Ilmu dengan Anak SD

Tak bisa dipungkiri, usia dini merupakan peluang emas dalam membentuk sebuah karakter sesorang. Dalam dunia olahraga, pembinaan atlet sejak usia dini juga terus dilakukan. Selain untuk mematangkan skill, dalam hal ini mental juga perlu diasah saat merintis sebuah karier.

Meski hanya setingkat SD, event bertajuk ‘3×3 Ar-Rahman Motik Basket Ball Competition 2018’ ini juga mendapat pengakuan langsung dari Perbasi (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia). Wasit dan panitia lainnya dihadirkan langsung dari Perbasi.

“Event ini berawal dari keprihatinan. Keprihatinan anak-anak sekarang itu fisik elektivitynya kurang. Lebih lama main gadget ketimbang yang lainnya. Makanya kita berfikir untuk bikin event ini, tapi bagaimana mereka datang bukan hanya main basket dan berkompetisi? Tapi juga ada edukasinya,” ungkap Catur Prastyo, Ketua Pelaksana.

“Jadi kita menghadirkan pebasket idola mereka untuk hadir. Mereka berbicara, apa korelasi antara pentingnya sekolah dan main basket? Kenapa sekolahnya musti pinter agar main basketnya bisa bagus. Sejauh ini sih tidak ada kendala,” katanya.

Seluruh peserta baik menang atau kalah akan dapat medali sebagai kenang-kenangan.Sistem pertandingannya kita mengadopsi regulasi dari Perbasi, dengan sedikit modifikasi.

“Jika normalnya untuk usia dewasa main 10menit bersih, di sini hanya 7menit kotor. Aturan pertandingannya pada dasarnya sama, hanya kita modifikasi dari waktunya,” ujar Catur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *