Cerita Millane Fernandez tentang Berburu Preloved Branded Vintage

Prelove branded adalah barang-barang merek kondang dunia yang bukan baru, alias pernah dipakai, namun dalam kondisi baik dan berkualitas. Yaitu berupa outfit, busana, tas, sepatu dan aksesoris lainnya. Berbelanja barang preloved branded mennjadi tren gaya hidup di dunia, termasuk Indonesia.

“Saya sudah sering diajak ikut datang ke pameran seperti Irresistible Bazaar, tapi baru kali ini bisa. Jadwalnya bari ketemu. Dan, saya senang sekalai ada bazaar seperti ini. Karena itu berarti saya nggak perlu keluar negeri untuk berburu barang preloved branded yang vintage,” tambah Millane Fernandez.

Penjualan Preloved Branded dengan tajuk Irresistible Bazaar sudah digelar 4 tahun terakhir, dan digagas oleh Marisa Tumbuan. Biasanya acara ini berlangsung beberapa hari dan digelar di beberapa mal di Jakarta.

Melempem di Liga Champions, Cristiano Ronaldo Dipercaya Akan Bikin Hal Hebat

Liputan6.com, Turin – Cristiano Ronaldo menjadi inspirasi bagi pemain-pemain Juventus sejak didatangkan pada musim panas 2018. Ia memotivasi skuat racikan Massimiliano Allegri ini untuk memberikan kemampuan terbaik, juga terus meningkatkan level di sesi latihan.

Sayangnya, Cristiano Ronaldo tak begitu bersinar di Liga Champions. Saat membela Real Madrid, ia biasanya sudah mencatat dua digit gol begitu memasuki fase grup Liga Champions.

Tapi, torehan tersebut menurun drastis bersama Juventus. Bintang asal Portugal itu mungkin kesulitan dengan tim barunya.

Pelatih timnas Italia Roberto Mancini menyebut Cristiano Ronaldo mungkin tidak begitu moncer di Liga Champions musim ini. Meski demikian, ia percaya CR7 masih akan meraih hal-hal hebat seperti biasanya.

2 dari 3 halaman

Baru Satu Gol

Sejauh ini, setelah mencapai leg pertama 16 besar Liga Champions, Ronaldo baru mencetak 1 gol dari 6 pertandingan. Jumlah tersebut tentu menurun drastis dari koleksi gol Ronaldo biasanya.

Sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions, musim lalu Ronaldo mencetak 15 gol dalam 11 laga. Ia juga 12 gol pada musim 2016/17.

“Mungkin Ronaldo tidak tampil begitu baik di Liga Champions seperti yang dia lakukan dahulu, tapi dia selalu meraih banyak hal penting,” kata Mancini di Sportskeeda.

“Dia tampil baik di Serie A. Saya pikir, dengan levelnya saat ini, semua liga sulit. Liga di Italia sama sulitnya di Inggris, dan sedikit lebih mudah dari Spanyol, tapi bagi saya, dia menjalani musim yang bagus.”

3 dari 3 halaman

Juventus Kembali

Bagaimanapun, Juve akan mengharapkan kemampuan terbaik Ronaldo ketike menjamu Atletico Madrid pada leg kedua 16 besar Liga Champions mendatang. Juve takluk 0-2 di leg pertama lalu, yang artinya mereka wajib menang dengan skor besar dan tidak kebobolan.

“Juve-Atletico? Mereka tahu laga ini akan berjalan sulit, tidak ada ramuan ajaib apa pun untuk membuat comeback, tapi Juve merupakan tim berpengalaman dan mereka pernah come back dari ketinggalan 3-0 di kandang dari Real Madrid musim lalu,” tandas dia.

Sumber: Bola.net

Gara-Gara Pemain, Ancelotti Bertengkar dengan Presiden Real Madrid

Liputan6.com, Jakarta – Carlo Ancelotti sangat dicintai penggemar Real Madrid, karena pernah sukses membawa tim meraih gelar La Decima, trofi Liga Champions kesepuluh. Taktik, kualitas permainan secara keseluruhan, dan manajemen bintang-bintang top, semuanya beresonansi dengan basis penggemar.

Ancelotti, yang kini melatih Napoli, mengungkapkan pengalamannya saat menangani Real Madrid. Ia menyebut pernah bertengkar dengan presiden klub, Florentino Perez, gara-gara seorang pemain.

Pemain yang dimaksud Ancelotti adalah Gareth Bale. Ia mengaku pernah mendapat peringatan keras ketika menarik keluar Bale. Hal tersebut menjadi pemicu pertengkarannya dengan Florentino Perez.

“Dalam pertandingan melawan Valencia (pertandingan yang akhirnya dimenangkan Real Madrid). Saat itu, Bale seharusnya bisa mengoper bola ke Karim Benzema yang lebih berpeluang mencetak gol. Namun, Bale memutuskan untuk melakukan tendangan. Saya sangat marah dan menariknya keluar lapangan.”

“Tidak semua pemain memilikinya, tentu saja, tetapi mementingkan diri sendiri adalah kualitas penting dalam sebuah skuad. Jika ada satu hal yang membuatku gila, itu adalah keegoisan di lapangan,” kata Ancelotti.

2 dari 3 halaman

Egois

Sejauh ini tidak terlalu jelas apakah perselisihan antara Perez dan Ancelotti menghasilkan pemecatannya. Tapi, dengan perkataan Ancelotti bahwa dirinya juga telah membayar untuk itu, berarti ia harus membayar untuk keegoisan para pemainnya.

Fakta ini menunjukkan bahwa perselisihannya dengan Bale mungkin menjadi faktor pemecatannya.

3 dari 3 halaman

Agen Bale

Ini bukan pertama kalinya Ancelotti menyinggung nama Bale sejak kepergiannya dari Real Madrid. Dia juga berbicara dengan Jonathon Barnett, agen Bale, yang pernah mengadakan pertemuan dengan Florentino Perez untuk mengeluhkan posisi kliennya di lapangan.

4 Pemain yang Bisa Merapat ke Chelsea jika Zinedine Zidane Jadi Pelatih

Jakarta – Posisi manajer Chelsea, Maurizio Sarri masih belum aman. Isu pemecatan pria asal Italia ini kembali mengemuka, sejak The Blues ditekuk Manchester United 0-2 di Piala FA.

Salah satu nama yang muncul sebagai kandidat pengganti Sarri adalah Zinedine Zidane. Zidane saat ini masih menganggur setelah mundur dari jabatan pelatih Real Madrid pada akhir musim 2017/2018 lalu.

Zidane dikabarkan sudah memberikan sejumlah syarat jika menangani skuat Chelsea. Salah satunya adalah dana transfer sekitar 200 juta pounds.

Pelatih asal Prancis itu ingin mendapat sumber daya cukup untuk membenahi skuat Chelsea. Zidane ingin mendatangkan sejumlah pemain untuk mendongkrak performa The Blues.

Berikut ini lima pemain yang bisa didatangkan Zinedine Zidane apabila menjadi manajer Chelsea seperti dilansir Ronaldo.com.

2 dari 5 halaman

James Rodriguez

Bisa dibilang salah satu kesalahan terbesar Zinedine Zidane selama waktunya di Real Madrid, manajer Prancis itu tidak pernah menginginkan pemain Kolombia itu meninggalkan Real Madrid. Namun, persaingan di tim utama Los Blancos sangat ketat sehingga sang pemain harus pergi.

Memiliki pemain seperti Gareth Bale atau Cristiano Ronaldo membatasi selera Zidane dalam memilih pemain. Manajer Prancis selalu menyukai pemain ofensif yang lebih elegan daripada yang tercepat atau lebih atletis.

Namun, Bale dan Ronaldo adalah pemain yang selalu memberinya hasil yang lebih baik dan trofi dalam pertandingan penting.

Mengingat kedua pemain ini tidak ada di Chelsea, Zidane akhirnya bisa membawa pemain seperti James Rodriguez dan akhirnya membuatnya bermain.

3 dari 5 halaman

Marcelo

Bek kiri asal Brasil itu punya hubungan yang sangat istimewa dengan Zinedine Zidane selama mereka berada di Real Madrid. Manajer asal Prancis itu punya kemampuan untuk mengembalikan versi terbaik Marcelo dan memotivasinya untuk membantunya meraih lebih banyak trofi di London.

Marcelo sudah tidak lagi menjadi pilihan utama di bawah Santiago Solari. Posisinya saat ini ditempati oleh Sergio Reguilon.

Pemain berusia 30 tahun itu mungkin harus melanjutkan kariernya di tempat lain. Chelsea di bawah asuhan Zinedine Zidane jelas merupakan salah satu opsi yang paling menarik untuknya.

4 dari 5 halaman

Isco

Gelandang Spanyol ini juga merupakan salah satu pemain yang sudah tidak mendapat tempat di Real Madrid. Ia tak punya hubungan yang bagus dengan Santiago Solari dan ada banyak klub yang berminat menampungnya.

Isco harus membuat keputusan tetapi Zidane bisa merayunya untuk datang ke Chelsea. Pemain Spanyol itu selalu menjadi pemain favorit Zidane karena ia adalah pemain yang paling mirip dengan legenda Prancis itu ketika dia masih bermain sepak bola.

Jika Zizou menggantikan Maurizio Sarri, Isco kemungkinan akan datang ke Chelsea. Namun, untuk mendatangkan pemain berusia 26 tahun itu tentu tidak akan murah.

5 dari 5 halaman

Gareth Bale

Bale mengalami kesulitan di Real Madrid karena serangkaian cedera yang dialaminya di klub. Pemain Wales itu ingin menyelesaikan kontraknya dengan Los Blancos tetapi klub mungkin tidak ingin terus membayar pemain yang menghabiskan sebagian besar kariernya di ruang perawatan.

Jika ada klub besar datang dengan tawaran menarik untuk Gareth Bale, manajemen Los Blancos tidak akan ragu untuk menerima tawaran tersebut. Dengan demikian, Madrid bisa menyingkirkan pemain yang sudah mempersembahkan banyak piala tetapi kontribusinya tak maksimal karena cedera.

Zidane tentu akan mengambil risiko dengan Bale mengingat pemain Wales itu cukup sering menyelamatkan manajer Prancis itu. Mereka hanya perlu menyelesaikan segala perbedaan yang terjadi pada musim terakhir mereka bersama-sama.

Sumber: Bola.net

3 Alasan Real Madrid Sulit Juara Liga Spanyol Musim Ini

Madrid – Real Madrid ternyat tidak memiliki catatan yang bagus di Liga Spanyol dalam satu dekade terakhir. Los Blancos hanya meraih juara dua kali dalam rentang 10 tahun itu.

Hampir setiap tahun, Los Blancos terlihat kacau dalam tahap penting dan tidak mampu mengejar rival berat mereka Barcelona. Mereka sepertinya juga mengalami hal yang sama pada musim ini.

Real Madrid sempat tampil bagus dalam beberapa pertandingan terakhir dan membuka peluang dalam perburuan gelar La Liga. Setelah mengalahkan sang tetangga Atletico Madrid 3-1 di Wanda Metropolitano, sepertinya Madrid akan bisa mengejar Barcelona.

Namun, mereka justru terpeleset ketika menjamu Girona di Santiago Bernabeu. Tim asuhan Santiago Solari itu secara mengejutkan kalah 2-1 di depan pendukungnya sendiri.

Setelah kekalahan itu, Real Madrid turun ke posisi ketiga di klasemen dan saat ini berjarak 9 poin dari posisi puncak. Sepertinya impian mereka untuk meraih gelar liga pada musim ini sudah berakhir.

Berikut adalah alasan utama kegagalan mereka tersebut seperti dilansir Sportskeeda.

2 dari 4 halaman

Pertahanan yang Bermasalah

Real Madrid membeli kiper peraih Golden Glove Piala Dunia Thibaut Courtois dan mencoret kiper utama mereka Keylor Navas. Tetapi transfer ini masih belum berjalan sesuai rencana.

Courtois adalah kiper yang bagus tetapi ia melakukan banyak kesalahan dan belum mampu mengemas banyak clean sheet. Mantan kiper Chelsea itu sudah kebobolan 29 gol di liga dan sangat buruk di belakang. Penampilannya di El Clasico juga sangat memalukan dan Madrid kalah 5-1.

Pertahanan Madrid musim ini sangat rapuh karena pemain bintang seperti Marcelo dan Raphael Varane tampil sangat buruk. Sergio Ramos merupakan pemimpin di lini belakang, tetapi bek Spanyol itu sangt tidak mungkin untuk mengendalikan pertahanan sendirian.

Cedera juga menjadi momok bagi tim asuhan Santiago Solari itu karena Dani Carvajal, Varane dan Marcelo sudah absen dalam banyak pertandingan.

3 dari 4 halaman

Faktor Piala Dunia

Pemenang Ballon D’or Luka Modric selalu menjadi salah satu pemain paling penting bagi Real Madrid. Dia selalu konsisten dan tim yang bermarkas di Bernabeu itu sudah memenangkan banyak pertandingan karena kecemerlangannya.

Lini tengah Madrid sudah menjadi salah satu yang terbaik di dunia selama beberapa tahun terakhir dan Modric menjadi pemain penting di sana bersama dengan bintang Jerman Toni Kroos. Tapi musim ini, karena Piala Dunia, penampilannya sangat berbeda jauh dan tidak terlihat istimewa. Ini sangat merugikan Madrid karena mereka tidak bisa mengontrol permainan. Baik Kroos dan Modric tidak tampil bagus dan mengecewakan sepanjang musim.

Hal yang sama terjadi dengan peraih Golden Glove Thibaut Courtois dan juara Piala Dunia Raphael Varane. Mereka berdua kembali ke Madrid setelah Piala Dunia yang panjang dan tidak mendapat waktu istirahat yang panjang. Mereka terlihat kelelahan dalam banyak pertandingan dan itu sangat memperngaruhi performa mereka.

4 dari 4 halaman

Lini Depan Mandul

Setelah Cristiano Ronaldo hengkang ke Juventus, Real Madrid tidak membeli pengganti yang sepadan pada musim panas. Satu-satunya striker yang mereka beli adalah Mariano Diaz yang belum bisa menggantikan posisi Ronaldo. Kepergian Ronaldo adalah salah satu alasan utama mengapa Madrid belum bisa memenangkan pertandingan.

Jumlah gol yang dicetak Madrid menurun secara signifikan dan tidak ada yang mampu mencetak banyak gol seperti yang dilakukan oleh Ronaldo. Setelah Gareth Bale dan Marco Asensio bermain di bawah standar dan Isco terus menerus dicampakkan oleh oleh Solari, penyerang yang sering diturunkan Madrid adalah Karim Benzema, Vinicius Junior, dan Lucas Vazquez. Mereka pun belum cukup konsisten untuk selalu mencetak gol di setiap pertandingan.

Sumber: Bola.net

Real Madrid Siap Kirim Bale Kembali ke Tottenham

Liputan6.com, Madrid – Real Madrid sudah tidak tertarik memakai jsa Gareth Bale musim depan. Winger Timnas Wales itu berpotensi dilepas kembali ke klub lamanya, Tottenham Hotspur.

Seperti dilansir Marca, rencana menjual Bale tak lain demi memberikan ruang kepada Eden Hazard. Bukan rahasia lagi, Hazard ingin meninggalkan Chelsea untuk berkostum Real Madrid musim depan.

Keputusan untuk menjual Bale sudah dipikirkan Los Blancos dengan matang. Manajemen klub ibu kota Spanyol ini frustrasi terhadap kinerja pemain berusia 29 tahun itu.

Bale dinilai gagal menutupi kekosongan yang ditinggalkan Cristiano Ronaldo di skuat Real Madrid. Padahal, setelah Ronaldo hijrah ke Juventus musim panas lalu, Bale seharusnya jadi tumpuan El Real.

Selain itu, Vinicius Junior, juga mulai membuktikan talentanya di tim utama Real Madrid. Pemain berusia 18 tahun itu beberapa kali mendapat kepercayaan dan tidak mengecewakan.

2 dari 3 halaman

Masalah Bahasa

Ini merupakan musim keenam Bale bersama Real Madrid. Namun, mantan pemain Southampton ini masih belum mempelajari bahasa Spanyol.

Hal itu dianggap jadi penyebab Bale tidak pernah benar-benar dominan di La Liga. Sementara masalah cederanya adalah alasan lain yang perlu dikhawatirkan Real Madrid.

3 dari 3 halaman

Ubah Pikiran

Namun, masih ada waktu bagi Bale untuk mengubah pikiran Real Madrid mengenai situasinya. Kabarnya, Bale ingin sekali bertahan di El Real.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Hasil Liga Spanyol: Madrid Kalah 1-2 dari Girona, Ramos Kartu Merah

MadridReal Madrid menjamu Girona dalam lanjutan La Liga. Los Blancos kalah 1-2 dan Sergio Ramos diganjar kartu merah.

Bermain di Santiago Bernabeu, Minggu (17/2/2019) malam WIB, Girona tampil ngotot di markas Madrid. Girona berani keluar menyerang, sementara Madrid belum menemukan celah yang dapat dimanfaatkan.

Permainan Madrid mulai membaik di setelah laga berjalan 15. Los Blancos mengurung pertahanan Girona, namun tetap saja tak ada peluang berbahaya dari tim tuan rumah.

Girona mengancam di menit ke-19. Melalui skema serangan balik, Stuani berhasil menguasai bola dan mendekat ke kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang ditepis oleh Thibaut Courtois sambil meregangkan badan.

Madrid mengancam di menit ke-21. Marco Asensio melepas tembakan yang masih lemah dan dengan mudah ditangkap kiper lawan.

Serangan Madrid membuahkan hasil di menit ke-25. Casemiro membawa Madrid memimpin 1-0 lewat gol sundulan usai memanfaatkan umpan silang Toni Kroos.

Karim Benzema mendapat peluang di menit ke-41. Dia berhasil mendapat ruang untuk melepaskan tembakan keras, namun bola yang diarahkan ke tiang jauh masih bisa ditepis Bono.

Tak ada gol tambahan hingga turun minum. Madrid memimpin 1-0 di babak pertama.

Girona berusaha melancarkan serangan secepat mungkin. Lini pertahanan Madrid dibuat ketar-ketir oleh serangan lawan.

Kesempatan Girona untuk menyamakan skor baru tercipta di menit ke-65. Guillermo Cuadra Fernandez memberikan Girona hadiah penalti setelah Ramos melanggar pemain lawan.

Cristhian Stuani maju sebagai eksekutor. Dia berhasil menjalankan tugasnya dengan baik untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Situasi berbalik di menit ke-75. Portu berhasil membawa Girona unggul 2-1 lewat gol sundulan usai memanfaatkan bola rebound dari tembakan Douglas Luiz.

Madrid melancarkan serangan bertubi-tubi, namun penyelesaian akhir mereka masih terbilang buruk.

Alih-alih mendapat gol penyeimbang, Los Blancos malah harus main dengan 10 orang di penghujung laga. Ramos diganjar kartu kuning kedua setelah melanggar pemain lawan.

Tak ada gol tambahan hingga laga tuntas. Madrid harus menelan kekalahan 1-2 di depan publik sendiri.

Kekalahan ini membuat Madrid duduk di posisi ketiga dengan 45 poin. Sementara itu, Girona naik ke posisi 15 dengan 27 poin.

Susunan Pemain:

Real Madrid: Courtois; Odriozola, Varane, Ramos, Marcelo; Ceballos, Casemiro, Kroos; Asensio, Benzema, Lucas Vazquez.

Girona: Bono, Ramalho, Alcala, Granell, Stuani, Pere Pons, Portu, Douglas Luiz, Raul Carnero, Juanpe, Pedro Porro.



(ran/raw)


Vinicius Bikin Pelatih Real Madrid Terkesan

Liputan6.com, Madrid – Pelatih Real Madrid Santiago Solari memuji Vinicius Junior. Ia menilai winger asal Brasil itu berkembang dengan sangat pesat dan kini sudah layak menjadi salah satu pemain kunci Real Madrid.

Vinicius merupakan pembelian Real Madrid di musim panas tahun lalu. Ia didatangkan dari Flamengo dengan mahar transfer sebesar 45 juta euro, di mana angka ini tergolong sangat mahal untuk pemain muda.

Sempat ditaruh di tim Castilla oleh Julen Lopetegui, Solari berani berjudi dengan banyak memainkan Vinicius bersama skuat senior Real Madrid. Ia tercatat sudah memmbuat 3 gol dan 12 assist dari 21 penampilannya di tim utama Madrid musim ini.

Solari mengakui sangat terkesan dengan performa sang winger muda itu. “Dia [Vinicius] masih sangat muda,” buka Solari seperti yang dikutip Goal International.

2 dari 3 halaman

Berkembang Pesat

Solari mengaku bahwa ia tidak menyangka bahwa Vinicius bisa menjadi bagian yang integral dari skuat Real Madrid musim ini.

Solari menyebut bahwa Vinicius sudah melampaui ekspektasinya, di mana sang winger sudah membuktikan ia layak bermain di tim senior Madrid meski usianya masih sangat muda.

“Anda bisa lihat di beberapa bulan terakhir bahwa ada perkembangan yang sangat pesat pada dirinya. Kami sangat senang dengan perkembangannya itu.”

3 dari 3 halaman

Beri Kredit

Solari juga menegaskan bahwa performa apik Vinicius ini bukan hanya karena perannya sebagai pelatih. Ia menilai rekan-rekan setim Vinicius juga banyak membantu sang winger sehingga ia mampu tampil dengan maksimal.

“Dia mendapatkan banyak bantuan tidak hanya saat pertandingan tetapi juga pada saat sesi latihan kami. Dia memang pantas mendapatkan banyak kredit akan perkembangannya, namun kredit itu juga harus diberikan kepada para rekan-rekannya, karena mereka memberikan saran-saran dan juga umpan-umpan yang membuatnya berkembang.” tandasnya.

Vinicius bermain selama 81 menit saat Real Madrid mengalahkan Ajax Amsterdam di babak 16 besar Liga Champions di tengah pekan kemarin.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan berikut ini:

Terus Main Buruk, Pique Khawatir Barcelona Dibungkam Lyon

Liputan6.com, Barcelona – Barcelona hanya menang tipis 1-0 atas Real Valladolid dalam lanjutan Liga Spanyol. Gol kemenangan Barcelona dicetak Lionel Messi dari eksekusi penalti.

Sepanjang pertandingan, Barcelona tampil di bawah standar mereka. Beruntung, Valladolid tidak dapat mencetak gol balasan.

Bek Barcelona Gerard Pique menyadari kekurangan timnya dan tidak segan mengkritik rekan-rekan setimnya. Menurut Pique, jika Barca tampil sama buruknya saat melawat ke markas Lyon pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Rabu (20/2/2019) dini hari WIB, mereka bisa saja dikalahkan Lyon.

Karena itu, Pique meminta rekan-rekannya untuk menganalisis kekurangan mereka dan berusaha tidak mengulanginya lagi.

2 dari 3 halaman

Tidak Bermain Bagus

Menurut Pique, permainan Barca pada pertandingan tersebut tak bisa dikatakan bagus. Meski berhasil menang, dia yakin tidak ada pemain Barca yang puas dengan performa mereka. Pique khawatir Barca akan kesulitan melawan Lyon jika performa mereka masih sama.

“Kami tidak bermain bagus dan kami bukanlah tim yang kami inginkan. Namun, yang paling penting adalah kami memenangkan pertandingannya,” tutur Pique kepada Marca.

“Akan tetapi sensasi yang kami rasakan tidak bagus, dan kami harus berkembang serta menjadi lebih baik lagi, jika tidak kami akan mengalami masa-masa sulit Selasa nanti [Rabu dini hari WIB, melawan Lyon].”

3 dari 3 halaman

Tak Seperti Barca

Lebih lanjut, Pique merasa ada sesuatu yang salah pada permainan Barca. Mereka bermain di hadapan pendukung sendiri, yang berarti tidak ada tekanan, tapi permainan skuat Barca justru begitu buruk, jauh di bawah standar Barcelona.

“Permainan kami kurang mengalir dan kami tidak mengalirkan bola cukup cepat, tidak menguasai bola atau mendominasi pertandingan untuk menciptakan peluang,” tandasnya.

Penalti Barca sebenarnya cukup kontroversial, sebab pelanggaran terhadap Pique dinilai kurang meyakinkan. Meski demikian, dia menegaskan wasit telah membuat keputusan tepat.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan berikut ini: