Fenomena Pink Moon Terjadi di Langit Malam Sejumlah Negara pada Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta – Fenomena langit berupa Pink Moon atau Bulan Merah Jambu terjadi pada malam ini di sejumlah negara, yang mana muncul setiap setahun sekali.

Julukan untuk Bulan Merah Jambu lantaran warna yang dipancarkannya ketika nongol di angkasa dan bertepatan dengan mekarnya bunga liar berwarna merah muda.

Nama tersebut kemungkinan juga diambil dari rona tanaman Phlox yang berkembang di awal musim semi di Amerika Serikat dan Kanada.

Seperti layaknya Bulan purnama, pecinta astonomi dapat melihat Bulan Merah Muda yang sepenuhnya diterangi oleh cahaya matahari pada malam ini.

Menurut keterangan dari Royal Museums Greenwich, yang dilansir dari Daily Mail pada Jumat (19/4/2019), Bulan purnama akan mencapai puncaknya setelah tengah hari, pada pukul 12.12 siang British Summer Time atau BST (18.12 WIB), meskipun tidak akan mudah dilihat sampai senja.

Kehadiran Bulan Merah Muda di langit dianggap sangat penting, karena digunakan untuk menetapkan tanggal Paskah, yang merupakan hari Minggu setelah Bulan purnama pertama usai ekuinoks musim semi.

Dalam beberapa budaya di negara lain, Bulan Merah Muda dikenal sebagai Sprouting Grass Moon, Egg Moon, dan Fish Moon. Sedangkan untuk Bulan purnama berikutnya disebut sebagai Flower Moon, yang berlangsung pada 18 Mei 2019.

Menurut Almanac petani kuno, Bulan purnama mencapai puncaknya pada pukul 12.12 BST (18.12 WIB).

Waktu kemunculan Bulan purnama tergantung pada posisi Bulan berada di orbitnya di sekitar Bumi. Inilah sebabnya, Bulan purnama bisa terjadi di siang hari untuk lokasi tertentu.

Ketika Warga Muara Teweh Menyaksikan Fenomena Awan Vega

Liputan6.com, Barito Utara – Sejumlah warga Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melihat fenomena alam berupa awan Vega yang terlihat jelas pada Minggu (31/3) pukul 16.55 WIB.

“Awan berwarna itu terlihat jelas pada sore hari menjelang senja,” kata Elpi Elpanop warga yang tinggal di Muara Teweh, Minggu (31/3/2019).

Pada sore ini sejumlah warga tampak mengamati awan yang warnanya bercampur antara merah, kuning, biru dan hitam yang terlihat di wilayah Kota Muara Teweh dan sekitarnya di sebelah barat.

Bahkan banyak orang mengirimkan gambar fenomena awan ini ke media sosial. Selain warga Muara Teweh awan Vega ini juga terlihat oleh warga di antaranya di Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan dan Malawaken Kecamatan Teweh Baru. 

“Sayangnya saya hanya mengambil gambar dengan kamera telepon seluler dari depan dan belakang rumah sehingga hasilnya kurang bagus,” kata warga Jalan Simpang Stadion Muara Teweh ini dilansir Antara.

Warga lainnya Dayat Salikin mengatakan di kawasan tempat tinggalnya fenomena awan ini juga terlihat jelas.

“Fenomena awan ini juga sempat menjadi perhatian warga, karena termasuk kejadian langka dan hanya terlihat sekitar 25 menit,” kata Dayat warga Jalan Langsat ini.

Pelaksana harian Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Barito Utara Sunardi menjelaskan, fenomena awan vega ini merupakan hal biasa yang terjadi akibat pembiasan cahaya matahari karena ada partikel air yang menyinari langsung awan tertentu yakni awan cumulunimbus (Cb).

“Sinar matahari tertutup awan Cb, sehingga menimbulkan bias cahaya awan berwarna dan kejadiannya ini memang sering terjadi terutama saat sore hari menjelang matahari terbenam dan biasanya akan turun hujan,” kata Sunardi yang juga menjabat Kepala Kelompok Teknisi BMKG Barito Utara ini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Beberapa orang pun mengkaitkan kemunculan awan ini dengan teori konspirasi tertentu.

4 Fakta di Balik Fenomena Air Terjun Gunung Galunggung yang Muncul dan Hebohkan Warga

Berdasarkan penjelasan dari Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, luncuran air terjun tersebut terletak di tebing barat kawah Gunung Galunggung. Jalur air terjun itu, kata dia, memang sudah ada sebelumnya.

“Kemarin terjadi hujan menerus sehingga volume air terjun membesar. Jalur air terjun berada pada daerah bekas longsoran, adanya debit air yang besar memungkinkan ada sebagian kecil material batuan yg tergerus,” katanya di Bandung, Kamis (28/3).

Luncuran air terjun tersebut hanya mengarah ke dalam kawah dan tidak menyebabkan penambahan volume air kawah yang keluar dari terowongan. Pengamat Gunung Galunggung juga telah ke lokasi untuk memastikan kejadian tersebut.

Kasbanu menyebutkan kejadian serupa juga pernah terjadi pada 2017 di tempat yang sama. Hanya saja, kejadian kemarin lebih heboh karena viral di media sosial. “Saat ini volume air terjun sudah menurun. Sejauh ini Gunung Galunggung masih dalam status normal atau level 1. Tidak ada peningkatan vulkanik,” jelasnya.

Ketika Fenomena Halo Matahari di Aceh Jadi Pertanda Pemenang Pilpres 2019

Terlepas dari komentar warganet yang beragam, Stasiun Klimatologi Aceh Besar punya penjelasan spesifik mengenai halo matahari. Fenomena ini tidak terjadi hanya pada matahari, tetapi juga bulan.

“Disebut juga nimbus, icebow, atau gloriole. Ada berbagai macam halo, tetapi umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus, biasanya cirrostratus, yang dingin yang berada 5–10 kilometer atau 3–6 mil di lapisan atas troposfer,” terang Kepala Stasiun Klimatologi Aceh Besar, Wahyudin, kepada Liputan6.com, Selasa sore, 12 Maret 2019.

Halo matahari bergantung pada bentuk dan arah kristal es yang direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es berbentuk batang atau prisma. Ini kemudian, menyebabkan sinar matahari terpecah dalam beberapa warna karena efek dispersi udara yang dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada pelangi.

Halo matahari kadang muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang disebut debu berlian. Kejadian ini dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya.

“Sebelum ilmu meteorologi dikembangkan. Fenomena ini digunakan sebagai sarana prakiraan cuaca,” kata Wahyudin menanggapi ada sejumlah komentar warganet yang menyebut fenomena halo matahari pertanda muncul musim panas.

Simak video pilihan berikut ini:

Angkut Puluhan Orang, Fenomena Truk Oleng Kembali Terjadi

Liputan6.com, Jakarta – Setelah fenomena ‘Om Telolet Om’ ala sopir truk dan bus yang sukses menyedot perhatian, pengendara kendaraan besar kembali menjadi sorotan media sosial setelah mengemudikan kendaraannya dengan cara zig-zag atau yang dikenal dengan truk oleng.

Truk oleng atau truk goyang bagi segelintir sopir truk menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Meski risiko yang harus diterima jika atraksinya gagal ialah nyawa.

Aksi tersebut ternyata tak hanya terjadi di Indonesia, seperti dilansir akun instagram @roda2blog, Selasa (12/3/2019), terlihat sebuah video memperlihatkan aksi berbahaya tersebut.

Aksi truk oleng yang dilakukan sang sopir semakin berbahaya karena terdapat puluhan orang yang menjadi penumpang pada kendaraan tersebut.

Meski penumpang di atas truk terlihat santai, beberapa orang di sekitar jalan justru bersikap sebaliknya. Terdapat beberapa anak dan remaja lari ketakutan karena aksi berbahaya yang dilakukan sang sopir.

Waspada Fenomena MJO Bergerak dari Pulau Jawa ke Arah Timur

Liputan6.com, Ambon – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di belahan Indonesia bagian timur untuk mewaspadai fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berdampak berupa peningkatan curah hujan.

“Saat ini, MJO diprakirakan mulai bergerak merambat memasuki wilayah Indonesia bagian timur,” kata Kepala BMKG stasiun Ambon, Sunardi, Minggu (10/3/2019).

Hujan deras dengan intensitas tinggi masih akan terjadi sejak 8 Maret hingga18 Maret di wilayah Indonesia akibat fenomena MJO itu.

Ia mengatakan, pada periode 8-14 Maret 2019 diprakirakan potensi hujan lebat terkonsentrasi di sebagian wilayah pulau Jawa dan wilayah Indonesia Tengah dan lalu ke Timur.

Wilayah-wilayah tersebut antara lain, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat serta Papua.

Pada periode yang sama, diprediksikan akan terdapat beberapa sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi yang juga dapat meningkatkan potensi curah hujan meski cenderung memiliki waktu kejadian yang relatif lebih singkat.

Selain itu juga potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter diperkirakan terjadi di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Lombok, Selat Bali hingga Selat Lombok bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB, dan Laut Jawa bagian timur.

Selain itu selat Makassar bagian selatan, Laut Sumbawa, Perairan Kepulauan Sangihe – Talaud, Laut Flores, Laut Banda, Perairan Barat Kepulauan Kei, Perairan Utara Kepulauan Tanimbar, Perairan Manokwari hingga Biak.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis terusan, akibat curah hujan tinggi.

“Bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, petir dan jalan licin,” katanya dilansir Antara.

MJO merupakan variabilitas antar-musim di wilayah tropis yang bergerak dari Barat ke Timur. Hal ini terjadi karena interaksi antar-atmosfer dan lautan.

MJO terdiri dari dua fase, yakni basah (konvektif) dan kering. Kedua fase itu menghasilkan perubahan yang bertolak belakang terhadap kondisi cuaca di daerah yang terdampak.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Selain pulau Jawa, BMKG juga memberi peringatan dini di berbagai wilayah Indonesia. Seperti angin kencang, hujan deras, dan gelombang laut.

Waspada Fenomena Hidrometeorologi Ancam Jawa Tengah

Liputan6.com, Semarang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah menyebut bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Klaten merupakan fenomena hidrometeorologi.

“Fenomene hidrometeorologi menyebabkan perubahan iklim yang berakibat perubahan curah hujan lebih dari 300 mm atau sangat tinggi,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jateng Sudaryanto di Semarang, Jumat (8/3/2019).

Berdasarkan data BPBD Jateng, bencana banjir melanda 17 desa di enam kecamatan di Kabupaten Klaten, sedangkan daerah terparah di tiga desa di Kecamatan Cawas.

Selain Kecamatan Cawas, kecamatan lain yang juga dilanda banjir adalah delapan desa di Kecamatan Bayat, dua desa di Kecamatan Wedi, dan masing-masing satu desa di Gantiwarno, Klaten Selatan dan TrucukMenurut dia, curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir di beberapa daerah saat ini sangat dipengaruhi oleh arah angin.

“Pada saat bencana itu, arah angin menuju ke selatan dan timur, maka yang kena wilayah Jateng bagian selatan dan timur, termasuk juga di wilayah Jawa Timur seperti Ngawi dan Madiun,” ujarnya dilansir Antara.

Saat ini informasi dari BMKG diketahui arah angin masih menuju timur dan salah satu wilayah yang akan dilewati adalah Nusa Tenggara Timur.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan fenomena hidrometeorologi akan kembali ke Jateng sehingga Sudaryanto meminta masyarakat terus berkoordinasi dengan sukarelawan bencana di wilayah setempat.

Di sisi lain, lanjut dia, penerapan ilmu titen perlu terus digiatkan, antara lain jika hujan dengan intensitas tinggi selama dua jam maka masyarakat siap-siap untuk mengungsi.

Sebagai langkah penanganan banjir Klaten, BPBD kabupaten/kota dan provinsi telah mendirikan posko banjir di wlayah yang terdapat banyak pengungsi.

Salah satunya di Kecamatan Cawas yang tercatat ada 14 kepala keluarga yang terdiri dari 40 jiwa yang mengungsi.

Bantuan dari Pemerintah Provinsi Jateng juga telah didistribusikan seperti mi instan, beras, minyak dan bahan pangan pokok lainnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

simak video pilihan berikut:

La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham Kekecewaannya

Jakarta – La Nyalla Mattalitti memandang perilaku Prabowo Subianto di salah satu Ponpes di Sumenep, Madura, membuatnya tak layak dipilih pada Pilpres 2019. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menanggapi santai serangan La Nyalla itu.

Juru debat BPN, Ahmad Riza Patria menyebut Prabowo bukan tipikal pemarah, tak seperti deskripsi dalam video yang beredar yang menyebut Prabowo marah-marah di depan ulama. Narasi Prabowo marah di depan kiai sudah dibantah BPN maupun Kiai Yazid yang berasal dari Ponpes Assadad, Ambunten Timur, Pamekasan, Madura yang hadir dalam acara itu. Bagi Riza, serangan La Nyalla lebih ke faktor sakit hati.

“Terkait La Nyalla, kita memahamilah, memahami kekecewaan La Nyalla sampai saat ini kan belum selesai, kekecewaan tidak mendapat rekomendasi sebagai cagub. Padahal semua orang tahu, La Nyalla tahu, Gerindra sudah memberikan rekomendasi kepada La Nyalla untuk mencari teman koalisi cagub, bahkan, tapi kan praktiknya La Nyalla yang menjanjikan bisa dapat rekom dari Demokrat, menghadirkan Pakde Karwo, menjanjikan bisa menghadirkan Kiai sendiri, bisa menjanjikan dapat rekom dari PAN, kan nggak dapet,” kata Riza, Jumat (1/3/2019).

La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham KekecewaannyaFoto: Ahmad Riza Patria (Lamhot Aritonang)

Riza mengatakan Gerindra dan Prabowo sudah siap memberi rekomendasi cagub Jawa Timur ke La Nyalla dengan memintanya mencari dukungan dari Partai Demokrat dan PAN. Namun, Riza menyebut La Nyalla gagal mendapatkannya.

Karena itu, dia mengaku heran mengapa La Nyalla masih terus menyerang Prabowo.

“Kalau tidak bisa mendapatkan partai lain, kenapa harus Partai Gerindra atau Pak Prabowo yang jadi sasaran terus?” sebut Riza.

Sementara itu, juru bicara BPN Jansen Sitindaon mengatakan Prabowo sama sekali tidak marah-marah ke ulama seperti yang dituduhkan. Bagi Jansen, tuduhan tersebut tak sesuai fakta.

“Pertama, tidak benar itu tuduhan La Nyalla kalau Pak Prabowo marah ke kiai. La Nyalla harus mencabut ucapannya itu karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” kata Jansen.

Jansen menyebut banyak warga di Madura yang mengagumi Prabowo. Jansen mengatakan mungkin La Nyalla sedang tertekan melihat fenomena itu.

“Walau kami menyadari, melihat ramai dan padatnya orang yang menyambut dan mengelu-elukan Pak Prabowo kemarin di Madura, mungkin La Nyalla sekarang sedang stres berat. Karena tanda-tanda La Nyalla akan potong leher sesuai janjinya jika Prabowo menang di Madura semakin dekat. Jadi baiknya La Nyalla baiknya fokus aja memenuhi janjinya itu jika nanti terbukti Prabowo menang di Madura,” imbuh dia.

La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham KekecewaannyaFoto: Jansen Sitindaon (Dok Pribadi)

Soal kejadian di Sumenep, Madura yang disinggung La Nyalla, Jansen menyebut Prabowo sama sekali tidak marah. Prabowo hanya memperingatkan dan itu menurutnya masih dalam batas normal.

“Jelas di video itu Pak Prabowo bukan marah tapi menegur. Itu pun tegurannya masih dalam batas normal. Karena ada relawan yang jadi audiens bicara dengan keras ketika Pak Prabowo pidato. Itu hal yang wajarlah,” katanya.

Sebelumnya, La Nyalla melihat perilaku Prabowo di Madura cukup mencederai para ulama dan juga santri. Tetapi, lanjut La Nyalla, Prabowo memang memiliki watak yang terkadang melukai orang lain.

“Memang begitulah Pak Prabowo kalau marah-marah, nggak usah kaget biasa saja. Dan tidak perlu dipilih kalau gitu,” kata La Nyalla usai bertatap muka dengan buruh rokok di PR Gandum Jalan Raya Bandulan, Sukun, Kota Malang, Kamis (28/2).
(gbr/tsa)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bambu Pethuk, Fenomena Alam yang Kental dengan Kekuatan Gaib

Liputan6.com, Cilacap – Presiden Jokowi mendapat buah tangan nan unik dari seorang warga Cilacap, bambu pethuk alias pring pethuk. Pembicaraan soal bambu pethuk pun meruap.

Memang, sejak dulu ada sebagian masyarakat yang percaya tuahnya. Namun, sebagaimana jimat bertuah lainnya, keberadaan bambu pethuk pun misterius. Ada, tapi sulit dibuktikan keberadaannya.

Kadang, ada yang benar-benar butuh dan telah menyiapkan segepok uang, tetapi barang sukar didapat. Dalam kasus lain, pembeli ada, dana tersedia, bambu pethuk pun ada. Belakangan ketahuan bambu pethuk itu palsu. Transaksi pun gagal.

Pendek kata, bambu pethuk, layaknya barang-barang mistis lainnya, hanya ada dalam pembicaraan-pembicaraan antar teman. Jarang sekali ada yang pernah semata-mata melihat langsung wujudnya.

Liputan6.com barangkali salah satu yang beruntung. Di sebuah grup pertemanan, seorang kawan, Suharyono, yang diketahui concern terhadap isu lingkungan tiba-tiba mengunggah sebuah foto bambu pethuk.

Dia menyebutnya istimewa lantaran bambu pethuk itu masih hidup. Foto itu diunggahnya di grup WhatsApp itu jauh hari sebelum Jokowi diberi bambu pethuk oleh seorang warga Cilacap.

Keistimewaan lainnya, bambu pethuk ini tumbuh tunas ganda, sisi kanan dan kiri ruas bambu sama-sama keluar tunas yang saling bertemu (pethuk). Bambu pethuk ini ditemukannya di rumah seorang karib yang enggan disebut namanya.

Biasanya, secara alamiah, tunas bambu memang selalu tumbuh ke atas. Adalah sebuah keajaiban saat ada bambu yang tunasnya tumbuh ke arah sebaliknya atau saling berhadapan dengan tunas normal lainnya.

2 dari 2 halaman

Awas, Bambu Pethuk Palsu

Lantaran keunikannya ini, bambu pethuk dianggap bertuah. Ada yang meyakini bambu pethuk untuk keselamatan, penglaris usaha, hingga keberuntungan.

Terlepas dari kesaktian bambu pethuk, ada pula yang sekadar menyimpannya sebagai koleksi. Bambu pethuk dianggap sama uniknya dengan keris langka, perkakas peninggalan kerajaan, hingga keramik kuno Tiongkok.

Ia mengakui memang ada sebagian masyarakat yang meyakini keampuhan bambu pethuk. Hanya saja, ia bukan salah satu orang yang mempercayai itu.

“Itu milik teman saya, bukan punya saya,” ucapnya, 28 Februari 2019, menjelaskan foto yang diunggahnya sebulan lalu.

Tetapi, setelah diteliti lebih jauh, bambu pethuk itu diduga palsu. Hanya, ia tak menjelaskan bagaimana untuk membuktikan keaslian bambu pethuk tersebut.

Jika keberadaan bambu pethuk nyata, maka ia menganggapnya sebagai fenomena alam yang luar biasa. Sebab, dari semua hutan hingga cagar alam yang pernah dijelajahinya, tak pernah sekali pun ia mendapatinya di alam liar.

Namun, ia pun menyadari, tak semua fenomena alam bisa terjelaskan. Apalagi, dengan keilmuan masing-masing orang yang terbatas. Dan dia mengaku bukan orang yang berpretensi untuk menjelaskan apakah mungkin bambu pethuk tercipta secara alamiah.

“Ya mungkin saja bisa,” ucap dia.

Mitos bercampur pengetahuan masyarakat yang serba terbatas itu pun akhirnya membuat bambu pethuk dihargai sangat mahal. Dan itu, kerap dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.

“Yang perlu diwaspadai adalah penipuan bambu pethuk palsu,” dia menambahkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Langkah Cermat Mengelola Sampah Plastik Fleksibel

Liputan6.com, Jakarta – Sampah yang terus menggunung setiap harinya tak dapat dipungkiri menimbulkan beragam dampak seperti mengancam kehidupan makhluk hidup dan lingkungan. Melihat fenomena ini, pengelolaan sampah pun jadi satu cara cermat yang sudah sepatutnya dilaksanakan.

Berbicara mengelola sampah, dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap 21 Februari serta program Unilever Sustainable Living Plan (USLP), Unilever hadir dengan wujud nyata dari komitmen mereka.

Adalah dengan meluncurkan penambahan delapan titik kumpul flexible plastics (FP) atau kemasan multilayer seperti kemasan sachet. Tujuan dari program di atas adalah bagaimana agar kemasan dapat digunakan ulang, daur ulang, atau kompos.

Ada pun ke delapan titik kumpul (dropping points) sampah berjenis FP atau kemasan multilayer di 8 kota di Indonesia meliputi Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Denpasar, Sidoarjo, Balikpapan, Medan, dan Makassar.

Selama ini sampah FP dianggap bermasalah karena tak ada solusi pengolahannya hingga menjadi residu dan berakhir di TPA. Pendekatan ekonomi sirkuler dilakukan oleh Unilever untuk memanfaatkan materi tersebut sebagai bahan baku yang mempunyai nilai dan digunakan kembali.

“Ini upaya kami untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang pesat tetapi bersama-sama mengurangi dampak terhadap lingkungan,” ungkap Sinta Kaniawati, Head of Sustainable Business dan Yayasan Unilever Indonesia di Bank Sampah Induk Gesit, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Titik Kumpul Sampah Flexible Plastic

Sinta menambahkan aksi nyata itu tampak dari terbentuknya Bank Sampah sekitar 2.800 yang tersebar di 19 kota di Indonesia, termasuk Bank Sampah Induk Gesit. Bank sampah ini dipilih karena jadi pusat pengelolaan sampah di Jakarta Selatan.

“Bank sampah menyediakan fasilitas pengumpulan bagi vendor sampah terkumpul dan bisa didaur ulang. Komitmen lanjutan Bank Sampah Induk Gesit bisa menjadi sarana mengumpulkan titik kumpul dari kemasan plastik fleksibel seperti produk sachet atau pouch isi ulang,” tambahnya.

Terkait soal pengelolaan sampah, Sinta menekankan dapat dimulai dari langkah kecil. Lalu, langkah selanjutnya adalah dengan memilah sampah dan memberikannya pada Bank Sampah.

“Mulai dengan langkah kecil, bagaimana setiap rumah tangga dilingkup RT dan RW memilah sampahnya dan dapat diberikan ke Bank Sampah Induk Gesit. Apa yang kita lakukan bisa ditingkatkan meski partisipasi masih belum sesuai yang diinginkan,” ungkap Sinta.

Memanfaatkan kembali sampah dapat diolah untuk menjadi kemasan baru. Perusahaan ini juga telah menunjukkan keseriusannya dalam pengelolaan sampah dengan membangun pabrik di Jawa Timur.

“Membangun pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur khusus untuk mengolah kemasan plastik menjadi pallet plastik lagi yang dapat digunakan kembali Unilever dan industri lain,” jelas Sinta.