PDIP: Kami Didukung Mayoritas Umat Muslim

Liputan6.com, Bandung – Hasil lembaga survei Indonesia Elections and Strategic (IndEX) Research mengatakan, elektabilitas PDI Perjuangan menurun sampai pada angka 22,9 persen, di mana survei sebelumnya pada November 2018 sempat berada pada angka 25,7 persen. Salah satu faktor penurunan PDIP dikatakan terjadi karena bergabungnya mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku tidak khawatir dengan fenomena ini. Menurut dia, umat muslim yang mendukung PDIP masih banyak.

“Itu framing karena PDIP elektabilitasnya tertinggi dan kami mendapatkan dukungan mayoritas dari umat muslim,” tukas Hasto di Kelurahan Pelindung Hewan, Cimahi, Bandung, Sabtu (23/2/2019).

Hasto mengatakan, PDIP hingga kini masih terus mendapatkan dukungan dari wong cilik dan para habib. Selain itu, PDIP juga merupakan rumah kebangsaan dari Indonesia Raya.

Bahkan, dalam waktu dekat nanti juga akan ada deklarasi dari beberapa kiai yang mendukung PDIP dan Paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Karena dalam waktu dekat nanti juga akan deklarasi beberapa kiai yang akan masuk ke PDIP. Jadi ada TNI/Polri, ada akademisi, tokoh agama, semua mencerminkan PDIP sebagai rumah Indonesia Raya,” tandas Hasto.

2 dari 3 halaman

Suara Pemilih Muslim

Sebelumnya, survei terbaru LSI Denny JA menyatakan, PDIP unggul sebesar 18,4 persen di kantung suara pemilih muslim pada Pemilu Legislatif 2019 dibandingkan dengan partai politik lainnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan hal ini juga karena adanya faktor kerja mengkampanyekan Paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menurut dia, selama ini PDIP banyak diserang hoaks dan stigma telah menjaga jarak dengan muslim. Namun, hasil survei membuktikan pemilih muslim justru banyak memilih PDIP.

“Rakyat memahami dan dari survei LSI terbukti bahwa dukungan mayoritas umat Islam kepada partai politik diberikan kepada PDIP,” ucap Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Hasto mengakui, dukungan terhadap PDIP juga menjadi semakin kuat, sebab calon presiden nomor urut 01, Jokowi telah menggandeng seorang ulama sebagai cawapresnya, yaitu Ma’ruf Amin. Menurut dia, Ma’ruf hadir sebagai sosok pengayom dari seluruh komponen bangsa.

“Ini mencerminkan keindonesiaan kita. Apalagi ulama yang bersama Pak Jokowi, yakni Pak Kiai Haji Ma’ruf Amin adalah ulama yang menempati posisi tertinggi sebagai Ketua MUI (Majelis Ulam Indonesia),” tuturnya.


3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Fenomena Langka Super Snow Moon

Liputan6.com, Jakarta – Super Snow Moon menjadi fenomena langka yang bisa dilihat di Indonesia. Saat Bulan purnama ini muncul, Amerika dan Eropa mengalami musim salju lebat.

Ada mitos menyebutkan Bulan purnama pada Februari ini sebagai Bone Moon atau Hunger Moon. Pemicunya, kelangkaan makanan di musim dingin.

Fenomena Super Snow Moon bisa dilihat dari Bumi. Asalkan cuaca dalam keadaan cerah dan Bulan terlihat di langit.

Meski tidak ada salju, Indonesia juga bisa melihat Super Snow Moon. Seperti apa fenomena ini dan dampaknya bagi Indonesia? Simak dalam Infografis berikut ini:

2 dari 3 halaman

Infografis

3 dari 3 halaman

Video

Harus Unggah Konten Tiap Hari, Atta Halilintar Mengaku Jenuh

Jakarta – Mendapatkan 10 juta subscriber seperti Atta Halilintar mungkin merupakan pencapaian yang fenomenal. Tapi, untuk mencapai angka tersebut ia harus bekerja keras untuk bisa mengunggah konten baru setiap hari.

Ia pun mengaku jenuh karena setiap hari harus memikirkan ide dan konsep untuk kontennya. Sampai-sampai ia pernah sakit karena waktunya dihabiskan untuk memikirkan konten.

Tidak hanya jenuh, ia pun sampai merasa tertekan hingga setiap harinya susah tidur.
“Jadi aku tidur misalnya jam 10, jam 9 aku di kasur itu kepala aku benar-benar mikir mulu konten apa,” kata Atta di kantor Google Indonesia, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

“Aku jadinya nulis di kamar, ada ide ini. Sampai jam 1, jam 2 itu aku nggak tidur,” sambungnya.

Harus Unggah Konten Tiap Hari, Atta Halilintar Mengaku JenuhFoto: Virgina Maulita Putri/detikinet

Ia juga merasa bahwa ada segelintir orang yang menganggap membuat konten itu mudah. Padahal selain membuat konten, ia selalu mencari inspirasi dari YouTuber luar negeri yang lebih sukses dan terus mengamati konten seperti apa yang sedang trending saat ini.

Tapi, Atta mengaku bahwa walaupun saat ini ia merasa jenuh, ia tetap merasa senang dengan proses membuat konten setiap hari.

“Karena aku melakukan apa yang aku suka, menghasilkan dan itu juga hobi aku dan itu juga jadi alat aku untuk dagang kenapa nggak, mumpung aku masih muda,” jelas Atta.

Kewajiban bagi YouTuber untuk selalu mengunggah konten terbaru setiap hari memang merupakan senjata makan tuan. Mereka perlu eksis setiap hari agar tidak kehilangan subscriber, tapi ini juga memiliki dampak negatif terhadap kesehatan mental dan fisik mereka.

Belakangan ini juga muncul fenomena YouTuber yang mengumumkan istirahat dari membuat konten untuk subscriber-nya. Alasannya beragam, mulai dari depresi, kelelahan, gangguan kecemasan, hingga sakit. (vim/vim)

HEADLINE: Tak Ada Salju, Mengapa Super Snow Moon Bisa Terlihat di Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta – Sinar rembulan di daerah Watukosek, Pasuruan, Jawa Timur terlihat tak seperti biasa. Selasa malam, 19 Februari 2019, Bulan terlihat lebih besar sehingga menyemburkan cahaya yang sangat benderang.

Ini lantaran fenomena alam, Super Snow Moon, menyapa dunia termasuk Indonesia. Kejadian tersebut merupakan peristiwa alam ketika Bulan berada pada jarak terdekatnya dari Bumi (perigee), di mana posisi rembulan berada dalam jarak kurang lebih 356,761 kilometer dari planet manusia. 

“Itu gerhana bulan biasa, cuma ini jaraknya paling dekat sekitar 14 persen. Cahayanya lebih terang 40 persen. Yang cuacanya bagus, pasti kelihatan. Di daerah Watukosek itu kelihatan,” ujar Kepala Bagian Humas Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Jasyanto kepada Liputan6.com, Rabu (20/2/2019).

Orang Amerika dan Eropa menyebutnya sebagai fenomena Super Snow Moon karena pada saat peristiwa ini terjadi, wilayahnya tengah mengalami musim salju yang lebat. Namun hal itu tidak berlaku di Indonesia.

“Secara ilmiah, (anggapan) itu belum bisa dibuktikan,” ucap Jasyanto.

Infografis Fenomena Super Snow Moon (Liputan6.com/Abdillah)

Dia menjelaskan, negara Barat menafsirkan Super Snow Moon sebagai penanda musim salju yang lebat. Namun itu berbeda dengan Indonesia. “Tempat kita enggak ada salju. Di sini hanya musim hujan dan kemarau,” ujar dia.

Pendapat serupa diutarakan Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin. Dia memastikan tak ada kaitan antara Super Snow Moon dengan iklim tertentu di sebuah negara. Peristiwa ini murni fenomena alam semata.

“Tidak ada hubungannya. Purnama yang terjadi saat puncak musim dingin (Februari) ada yang menyebutnya Snow Moon. Itu sekadar sebutan oleh orang-orang yang mengalami musim dingin saja,” jelas Thomas saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (20/2/2019).

Pria kelahiran 57 tahun lalu itu menjelaskan, peristiwa Super Snow Moon adalah kejadian purnama biasa. Saat itu posisi Bulan lebih dekat sehingga ukurannya terlihat agak besar. Namun masyarakat awam sulit melihat perbedaannya jika tidak memotret dan membandingkan dengan kondisi pada umumnya.

Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer LAPAN Pasuruan menangkap fenomena Super Snow Moon. (Dokumentasi Lapan)

“Supermoon sama dengan purnama biasa, terlihat mulai maghrib sampai menjelang matahari terbit. Seluruh dunia bisa melihatnya,” ucap Thomas.

Fenomena Super Snow Moon merupakan kejadian kedua pada tahun ini dan menjadi yang terbesar. Peristiwa serupa juga pernah ada pada 21 Januari 2019 namun disebut Super Blood Wolf Moon.

Supermoon berikutnya dipastikan akan kembali menghiasi langit pada 21 Maret mendatang. Bedanya, jarak bulan dengan perigee mencapai 360.000 kilometer.

2 dari 3 halaman

Dampak Super Snow Moon

Di balik pancarannya yang menawan, Super Snow Moon memiliki dampak tak baik bagi pergerakan air laut, terlebih mereka yang tinggal di pesisir.

Menurut Kepala Bidang Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofosika (BMKG) Akhmad Taufan Maulana, Super Snow Moon berpengaruh terhadap air pasang. Namun itu tidak berdampak pada tinggi gelombang.

“Ini dua hal berbeda. Gelombang karena faktornya angin sedangkan air pasang karena gaya grativasi. Salah satunya terjadi bulan purnama yang disebut Super Snow Moon,” kata Taufan saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (20/2/2019).

Untuk itu, BMKG sempat meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi adanya rob. Kondisi ini akan berlangsung sehari saja. “Hanya hari ini dampaknya. Pada hari berikutnya, tidak ada kaitan,” ujar Taufan.

Dalam catatan BMKG, sejumlah daerah yang terkena imbas adanya fenomena Super Snow Moon adalah daerah pesisir utara Jakarta, pesisir utara Jawa Barat, pesisir utara Jawa Tengah, pesisir utara Jawa Timur, dan pesisir Kalimantan Barat.

Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer LAPAN Pasuruan menangkap fenomena Super Snow Moon. (Dokumentasi Lapan)

Kondisi ini berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

Sementara itu, BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya juga telah mengeluarkan peringatan kepada warga Jawa Timur (Jatim) terkait Supermoon 19 Februari 2019.

Bahkan sejak Senin hingga Rabu, 18-20 Februari 2019, warga Jawa Timur diminta mewaspadai rob lantaran adanya Supermoon.

“Supermoon tibaa !!! Fenomena Supermoon terjadi akibat bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan bumi,” tulis BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya di instragram-nya, Minggu 17 Februari 2019.

Dalam unggahan instagram, BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya menyebut puncak hujan masih akan terjadi pada Februari 2019.

3 dari 3 halaman

Penampakan di Belahan Dunia

Bulan penuh paling terang sepanjang tahun, Super Snow Moon, telah menampakkan diri di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia pada Selasa malam, 19 Februari 2019. Kehadirannya, seperti dilansir dari CNN, Rabu (20/2/2019), membuat langit memiliki paras paling terang sepanjang tahun.

Seperti dikutip dari People, Rabu (20/2/2019), fenomena ini terjadi karena orbit bulan berada di posisi paling dekat dengan Bumi, sehingga penampakannya terlihat lebih terang, juga lebih besar.

Penggunaan kata snow yang biasa dipakai untuk mendeskripsikan bulan penuh di bulan Februari dilatarbelakangi kondisi di belahan bumi utara, di mana biasanya salju paling deras akan turun di bulan kedua dalam hitungan kalender Masehi tersebut.

Sementara, suku asli Amerika biasa menyebut fenomena Super Snow Moon sebagai Full Snow Moon, Hunger Moon, Bony Moon, dan Little Famine Moon karena temperatur merosot dan cuaca buruk yang membuat mereka susah berburu.

Terlepas dari ragam sebutan yang disematkan, penampakan Super Snow Moon nyatanya mencuri hati para fotografer di seluruh dunia. 

Berikut penampakan Super Snow Moon yang berhasil diabadikan:

1. Yunani

Fenomena super snow moon terlihat di antara patung Alexander Agung (kanan) dan Diogenes of Sinope (kiri) di Corinth, Yunani, Selasa (19/2). Super snow moon menampakkan diri di berbagai belahan dunia. (Valerie GACHE/AFP)

Penampakan Super Snow Moon tertangkap kamera berada di antara patung Alexander the Great (Alexander Agung) dan Diogenes of Sinope di kota Corinth, yang berjarak 83 kilometer dari Athena.

Super Snow Moon juga terlihat di Republik Makedonia, tepatnya di kota Skopje. Cahayanya seolah terbias, lantaran diambil bersamaan dengan deretan lampu jalan.

Meninggalkan bagian utara Bumi, Super Snow Moon terlihat di wilayah Mediterania, tepatnya di Ajaccio yang merupakan wilayah kekuasaan Prancis. 

Super Snow Moon pun terlihat jelas di lepas pantai Marina Beach, Chennai, India. Di wilayah bagian timur negara di selatan Asia ini, bulan penuh terebut tampak sedikit kemerahan, namun tidak sekentara Super Blood Moon.

Super Snow Moon di Skopje, Republik Makedonia, 19 Februari 2019. (ROBERT ATANASOVSKI / AFP)

Fakta bahwa Supermoon pada Februari tahun ini disebut sebagai Snow Moon, tidak ada hubungannya dengan salju. 

Menurut Farmers’ Almanac, anggapan itu datang karena bulan purnama jatuh setiap Februari. Di Negeri Paman Sam, berbagai suku asli Amerika menyebutnya dengan banyak julukan. 

Februari adalah bulan yang penuh salju di AS bagian utara dan timur, karena inilah disebut sebagai Super Snow Moon. Selain itu, ada juga yang menamainya dengan Hunger Moon — julukan yang tidak begitu menawan.

Astronom NASA, Gordon Johnston, menulis bahwa secara historis, penamaan Bulan tidak terikat dengan penanggalan kalender sebagai karakteristik musim.

Bulan purnama kali ini juga merupakan penanda musim dingin terakhir di Belahan Bumi Utara. Dengan kategorisasi tersebut, Supermoon juga akan dinamai “crows” (gagak), “worm” (cacing), “crust” (kerak), “sap” (getah), atau “sugar” (gula). Semua julukan itu tergantung pada kondisi lokal.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Top 3 Berita Hari Ini: Deretan Kedekatan Susi Pudjiastuti dan Putra Gantengnya yang Baru Berulang Tahun

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini tentang keluarga Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sepertinya belum banyak yang tahu kalau ia sangat dekat dengan putranya, Alvy Xavier.

Baru-baru ini kedekatan Susi dengan sang putra terungkap saat ia memberi ucapan selamat ulang tahun pada Alvy. Susi mengunggah foto dirinya dengan Alvy di media sosial. Dari foto tersebut diketahui saat itu Susi dan keluarga mengunjungi destinasi wisata Aspen Mountain. 

Alvy Xavier merupakan putra dari pernikahan Susi dan seorang pilot asal Jerman bernama Christian von Strombeck. Berita lainnya yang banyak diminati adalah tentang penampakan super snow moon.

Fenomena bulan penuh paling terang sepanjang tahun ini sudah menampakkan diri di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia pada 19 Februari 2019. Penggunaan kata snow yang biasa dipakai untuk mendeskripsikan bulan penuh di bulan Februari dilatar belakangi kondisi di bagian utara Bumi.

Di mana biasanya salju paling deras akan turun di bulan kedua dalam hitungan kalender masehi tersebut. Berita ketiga yang menarik perhatian adalah tentang desainer legendaris Karl Lagerfeld yang baru saja meninggal dunia pada 19 Februari 2019.

Pria yang meninggal dunia di usia 85 tahun ini membesarka rumah mode Chanel sejak 1983. Sepeninggal Karl, banyak pertanyaan yang mencuat terkait siapa yang akan menggantikan posisinya di Chanel.

Rumah mode asal Prancis itu ternyata mengumumkan Virginie Viard, tangan kanan Karl didaulat menduduki posisi creative operations untuk Chanel. Dengan begitu warisan dari Gabrielle Chanel dan Karl Lagerfeld akan tetap hidup.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Yuk, kita simak rangkuman selengkapnya di bawah ini.

Deretan Kedekatan Susi Pudjiastuti dan Putra Gantengnya yang Baru Berulang Tahun

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberi ucapan manis di hari ulang tahun putranya, Alvy Xavier. Momen ini tampak dari sebuah potret yang diunggahnya melalui akun Instagram pribadi pada Selasa, 18 Februari 2019.

“Happy birthday dearest Alvy from a very proud mother, even distance doesn’t stop family being there for one another (Selamat ulang tahun Alvy tersayang dari ibu yang sangat bangga, bahkan jarak tak menghentikan keluarga yang selalu ada untuk satu sama lain),” tulis Susi Pudjiastuti.

Selanjutnya…

Deretan Penampakan Super Snow Moon di Berbagai Belahan Bumi

Bulan penuh paling terang sepanjang tahun, Super Snow Moon, telah menampakkan diri di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia pada Selasa malam, 19 Februari 2019. Kehadirannya, seperti dilansir dari CNN, Rabu (20/2/2019), membuat langit berada di paras paling terang sepanjang tahun.

Almanac menjelaskan, seperti dikutip dari People, Rabu (20/2/2019), fenomena ini terjadi karena orbit bulan berada d posisi paling dekat dengan Bumi, sehingga penampakannya terlihat lebih terang, juga lebih besar.

Selanjutya…

5 Fakta tentang Virginie Viard, Pengganti Posisi Karl Lagerfeld di Chanel

Industri fashion dunia tengah diselimuti awan duka. Ikon fashion legendaris merek fesyen Chanel, Karl Lagerfeld mengembuskan napas terakhir dalam usia 85 tahun di Paris Hospital, Prancis, pada Selasa, 19 Februari 2019.

Karl Lagerfeld telah membesarkan Chanel sejak 1983 hingga menutup usia. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam baik bagi keluarga, teman-teman, para pelaku dunia fesyen hingga selebritas dunia. Karya-karya pria asal Jerman tersebut akan menjadi bagian dari sejarah mode dunia.

Selanjutnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Aplikasi Ini Permudah Cari Tempat Parkir

Liputan6.com, Jakarta – Lahan parkir yang terbatas menjadi salah satu permasalahan yang terjadi saat ini. Pasalnya, populasi kendaraan yang terus bertambah tidak dibarengi dengan perluasan ataupun pembangunan lahan parkir yang memadai.

Keterbatasan lahan parkir ini tidak hanya ditemui di gedung-gedung perkantoran maupun di pemukiman, susah cari parkir juga kerap dialami saat berkunjung ke pusat perbelanjaan.

Fenomena ini mendorong PT Astra Digital Internasional untuk memberikan solusi melalui aplikasi CariParkir. Aplikasi ini hadir untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan tempat parkir dengan cepat.

“CariParkir hadir untuk memudahkan masyarakat mendapatkan lokasi parkir. Kami berinovasi karena memahami kebutuhan pengendara yang mendasar ini,” terang Direktur PT Astra Digital Internasional, Wiwie Yudiantyo dalam keterangan resminya, Rabu (20/1/2019).

Sebagai permulaan, layanan ini bisa ditemui di sejumlah pusat perbelanjaan beken yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“CariParkir hadir di mall sebagai bukti kedekatan aplikasi ini terhadap kebutuhan masyarakat pada saat ke mall, untuk memudahkan masyarakat untuk mereservasi dan menemukan tempat parkir,” ujar Wiwie.

Menariknya, kehadiran CariParkir di mall juga diikuti oleh layanan valet yang mempermudah konsumen mendapatkan parkir.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

CariParkir juga memberikan diskon promo valet sebesar 90 persen dengan maksimal potongan harga Rp 50 ribu bagi 10 pengguna pertama di mall-mall rekanan CariParkir.

Sedangkan buat pengguna selanjutnya, berlaku diskon sebesar 50 persen dengan maksimal potongan sebesar Rp 20 ribu.

Sekadar informasi, pengguna (1 user ID) akan diberikan kesempatan maksimal 5 kali dalam 3 bulan periode untuk mengikuti promo valet 90 persen ini. Promo ini berlaku untuk transaksi on the spot, dengan maksimal waktu parkir selama 3 jam.

Adapun mall-mall yang melayani valet CariParkir, di antaranya Mall Kelapa Gading 1 – 3 (Lobby 3 Utara), AEON Mall BSD (Lobby GF), The Breeze BSD, Living World Alam Sutera, ITC BSD, Tangerang City Mall (Lobby Business Park), Mall Ambassador, Metropolitan Mall Bekasi (Lobby Utara 1), Grand Metropolitan Mall Bekasi, dan Transmart Cilandak.

Tanah Retak Bisa Jadi Longsor Dahsyat di Lebak

Liputan6.com, Lebak – Masyarakat yang terdampak bencana retakan tanah di Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak yang berlangsung sejak sebulan lalu diharapkan tetap waspada guna mengurangi risiko kebencanaan.

“Kita berharap warga tetap waspada bencana, terutama saat musim hujan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Selasa, 19 Februari 2019, dilansir Antara.

Pergerakan tanah di Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga bisa menimbulkan longsoran dahsyat jika curah hujan lebih dari tiga hari.

Kekhawatiran ancaman longsoran itu sangat mengancam keselamatan jiwa masyarakat. Apalagi, pergerakan tanah hampir terjadi setiap hari, sehingga bila turun hujan sebaiknya warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Kami mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah akan merelokasikan warga yang terdampak bencana retakan tanah di Desa Sudamanik sebanyak 115 rumah dan beberapa rumah terjadi kerusakan.

Bahkan, dua unit rumah warga roboh akibat pergerakan tanah tersebut. Warga yang tinggal di lokasi bencana itu sebanyak 165 kepala keluarga.

“Kami berharap tahun ini semua warga bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman dari ancaman bencana alam,” katanya.


Simak video pilihan berikut ini:

Bagaimana Inggris Mempengaruhi Perkembangan Turban?

Liputan6.com, Jakarta – Selain di India, kaum Syekh banyak pula ditemukan di Inggris. Kaum yang identik dengan turban tersebut biasa ditemui di daerah Southall, London Barat.

Mulanya, turban menjadi identitas kaum Syekh merupakan hasil perjuangan panjang kelompok Khalsa terhadap Sultan Aurangzeb di India pada 1658. Dilansir dari CNN, mereka memperjuangkan agar turban juga dipakai oleh Syekh di Kesultanan Mughal yang dipimpinnya. Saat itu, hanya orang Muslim yang boleh memakai turban.

Pada 1845, Inggris datang ke daerah Punjab. Mereka tidak menyerang kelompok Khalsa, justru mereka terkesan dengan keahlian militer mereka sehingga merekrut kaum Syekh ke dalam kelompok militernya. Kedatangan para tentara Inggris membawa pengaruh besar pada turban yang telah dipakai secara turun temurun oleh bangsa Syekh.

Kesultanan Mughal pun memiliki sistem kasta, dan bangsa Inggris memiliki cara untuk menghilangkan kekhawatiran akan sistem tersebut. Seluruh tentara militer Inggris di India yang beranggotakan bangsa Syekh dan Muslim dianjurkan memakai turban. Hasilnya, ada kesetaraan yang tercipta dalam kemiliteran tersebut.

Masyarakat biasa saat itu memakai turban dalam variasi gaya, bentuk dan ukuran. Di mata penguasa Inggris, variasi tersebut menciptakan kesan berantakan sehingga mereka memutuskan untuk menyeragamkannya. Turban yang biasanya memiliki lapisan gulungan alami diganti dengan lipatan simetris yang rapi.

Lencana pun diperkenalkan dalam pemakaian turban. Tujuannya adalah perbedaan resimen yang berdasarkan pada kelas atau ras bisa diidentifikasikan. Saat itu tentara Syekh dikenali dengan penggunaan lencana di depan turban mereka.

Turban yang dipakai seluruh tentara militer Inggris di India saat Perang Dunia I sangatlah besar, dengan panjang sekitar delapan meter. Di Perang Dunia II, kebijakan ketentaraan sudah berubah, di mana tentara Muslim dan Hindu tidak perlu lagi memakai turban. Fenomena tersebut merupakan yang pertama kalinya di mana turban tidak lagi dianggap sebagai identitas kaum non-Syekh di India.

2 dari 2 halaman

Berakhirnya Kemitraan Syekh dan Inggris

Setelah Inggris memberikan kemerdekaan kepada India, beberapa kelompok agama pun memikirkan kembali mengenai identitasnya. Kelompok Muslim yang telah membentuk negara Pakistan melepaskan turban sebagai identitasnya. Apalagi saat itu terjadi kekerasan antarkelompok dengan penganut Hindu dan Syekh, membuat kedua kelompok tersebut mengikhlaskan turban karena takut disangka orang Syekh.

Akibatnya, hanya orang Syekh yang memakai turban, sebab turban sering dianggap sebagai simbol dari suatu status sosial. Orang Muslim pun hanya memakai turban di beberapa acara tertentu, seperti pernikahan.

Kekerasan tersebut mengakibatkan orang Syekh pindah ke Inggris. Kedatangan mereka disambut ramah sebab mereka membantu tentara Inggris berperang kala itu.

Perlahan, peran orang Syekh yang membawa kemenangan dilupakan, turban pun dianggap sebagai penghalang mereka untuk berintegrasi sebagai warga negara Inggris. Kaum Syekh pun dihadapkan dengan dua pilihan agar mereka bisa diterima. Memotong janggut dan melepaskan turban agar bisa bergabung atau memakai turban berwarna gelap agar tidak menarik perhatian.

Berbagai perlawanan pun dilakukan oleh beberapa kaum Syekh di Inggris. Adapula yang membawa aksi diskriminasi tersebut ke meja hijau. Salah satunya terjadi di tahun 1980-an.

Saat itu, keluarga dari siswa yang bernama Gurinder Singh Mandia menuntut sekolah anaknya atas diskriminasi rasial yang mereka terima. Kasus tersebut mengubah cara orang Syekh diperlakukan di Inggris. Tak hanya itu, turban juga dilindungi oleh hukum yang berlaku di Inggris.

Saat ini, kaum Syekh di Inggris tidak perlu lagi menyembunyikan turban untuk menyesuaikan diri dengan orang di sekitarnya. Mereka, termasuk anak muda Syekh, berani tampil dengan turban yang terbuat dari kain dan aksesori yang mewah.Kaum Syekh memakainya sebagai simbol keimanan dan bentuk cerminan kepribadian mereka. (Esther Novita Inochi)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Warga Lhokseumawe Aceh Ramai-ramai Tonton Fenomena Super Snow Moon

Lhokseumawe – Warga di Lhokseumawe, Aceh, ramai-ramai menonton fenomena Super Snow Moon di Bukit Alue Awe. Masyarakat juga terlihat mengunjungi IAIN Lhokseumawe yang menyediakan teleskop di lokasi.

Sekretaris Jurusan Astronomi Islam IAIN Lhokseumawe, Tengku Ismail, menjelaskan Bulan kali ini terlihat besar karena sangat dekat dengan Bumi. Dia menyebut fenomena ini istimewa.

“Purnama hari ini sangatlah istimewa daripada purnama-purnama biasanya. Hal tersebut dikarenakan posisi bulan saat malam purnama berada pada titik yang sangat dekat dengan Bumi,” kata Tengku Ismail, Selasa (19/2/2019).
Dia menyebutkan posisi Bulan berada pada 363.300 km dan menjadi posisi terdekat Bulan dengan Bumi pada 2019. Bulan berada pada posisi terdekat pada pukul 16.02 WIB hari ini, dengan puncak purnama terjadi pada pukul 22.53 WIB.

“Malam ini di langit Kota Lhokseumawe kita melihatnya sangat lancar. Cuaca juga sangat mendukung walaupun sebagian kecil ditutupi awan, namun tidak menjadi penghalang karena bisa dilihat dengan sempurna,” sebut Ismail.

Super Snow Moon diperkirakan menghiasi penjuru dunia pada Selasa (19/2) malam. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan Super Snow Moon merupakan bagian dari Super Moon.

Bedanya, posisi Bulan ke Bumi akan berada di posisi yang lebih dekat dari biasanya. Itu membuat cahayanya bisa jadi lebih terang 30 persen, dalam jarak yang lebih dekat 14 persen dari keadaan normal.
(haf/haf)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

HEADLINE: Gempa Magnitudo 5,6 Malang Disusul Erupsi Gunung Bromo, Terkait?

Liputan6.com, Jakarta – Dua peristiwa alam dengan waktu berdekatan terjadi di Jawa Timur. Gempa dengan magnitudo 5,9 yang kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,6 menggoyang Malang, Selasa (19/2/201) pukul 02.30 WIB. Lindu dengan kedalaman 10 kilometer tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Tak lama berselang, Gunung Bromo, yang letak geografisnya tak jauh dari Malang, erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik putih kecoklatan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut, erupsi terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 600 meter di atas puncak (± 2.929 m di atas permukaan laut). Status Bromo pun naik menjadi Level II atau Waspada.

Dua peristiwa alam ini pun mengundang tanya, adakah keterkaitan antara gempa Malang dengan erupsi Bromo?

Ahli Geologi dari Pusat Studi Kebumian, Bencana, dan Perubahan Iklim (PSKBPI) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Amien Widodo berpendapat, gempa Malang dan erupsi Bromo adalah dua peristiwa alam yang berbeda.

“Jalannya beda-beda. Sistemnya sendiri-sendiri dan letaknya beda jauh,” ujar Amien saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (19/2/2019).

Dia menyebut, gempa Malang terjadi karena tumbukan lempeng Samudra Hindia dan Eurasia. 

“Beberapa bulan terakhir Malang Selatan memang sering gempa. Terakhir ya pagi tadi itu hingga magnitudo 5, terasa dampaknya,” ujarnya.

Sedangkan untuk Bromo, Amien menyatakan erupsi merupakan fenomena yang biasa terjadi karena memang saat ini sudah waktunya gunung itu aktif.

“Kalau memang aktif, ya aktif, memang begitu. Seperti orang hamil, ketika tiba masanya ya mbrojol, mengeluarkan abu panas,” tuturnya.

Amien menjelaskan, erupsi Bromo yang terakhir terjadi pada 2010 dan pada 2019 ini kembali terjadi.

“Jadi kisaran waktu erupsi Gunung  Bromo itu terjadi sembilan tahun sekali, kayak Gunung Merapi, mirip-mirip,” katanya.

Infografis Letusan Gunung Bromo (Liputan6.com/Abdillah)

Penegasan serupa disampaikan Adi Susilo. Kepala Pusat Studi Kebumian dan Kebencanaan Universitas Brawijaya Malang ini berpendapat, gempa Malang dan erupsi Bromo tak terkait. Fenomena itu adalah keseimbangan alam yang normal terjadi.

“Justru jika tidak terjadi gempa dan aktivitas vulkanik di Gunung Bromo, masyarakat Malang dan sekitarnya patut waspada,” jelasnya kepada Liputan6.com Selasa, (19/2/2019). 

Dia menyatakan, waktu gempa dan letusan Bromo yang berdekatan itu, hanya kebetulan. Menurut Adi, titik kedalaman gempa Malang sangat dangkal, jika dipotong ke utara tidak akan menyentuh kelompok magma Bromo.

Dekan Fakultas Matematika dan IPA (Mipa) Universitas Brawijaya ini menyebut, dua fenomena alam itu memang harus rutin terjadi. Pelepasan energi yang bisa mengurangi potensi terjadi gempa maupun letusan gunung berapi yang jauh lebih besar.

Gempa yang terjadi di selatan Malang disebabkan kerak atau lempeng patahan bumi di kawasan ini termasuk tua. Sehingga sangat sering terjadi gempa bumi berkekuatan besar yang bisa terekam maupun gempa kecil yang tak bisa terekam oleh seismograf.

“Kalau sering terjadi gempa itu lebih baik karena terus melepas energi. Berbahaya jika tak ada, patahan berpotensi terjadi gempa berkekuatan besar,” ucap Adi Susilo.

Sedangkan Bromo yang termasuk gunung berapi aktif, sangat wajar jika terjadi gempa tremor yang terus-menerus. Kolom di dalam kawah gunung berapi purba ini juga terbuka, melepas energi dengan bentuk aktivitas vulkanik yang rutin.

“Pelepasan energi di Bromo seperti yang terjadi hari ini masih wajar. Berbahaya kalau aktivitasnya berhenti, itu bisa terjadi erupsi dalam skala lebih besar,” ulas Adi.

Karena itulah, gempa yang mengguncang Malang dini hari tadi tak ada korelasinya dengan aktivitas vulkanik di Gunung Bromo. Ini sekaligus memberi sinyal pada pemerintah daerah agar selalu siap siaga jika terjadi bencana alam.

“Mudah–mudahan kekuatan gempa dan letusan Bromo tetap kecil seperti hari ini. Sehingga tak ada potensi terjadi bencana lebih besar,” kata Adi Susilo.

Terpisah, Peneliti utama kegempaan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Danny Hilman Natawidjaja menyatakan, gempa tektonik bisa saja mempengaruhi erupsi gunung.

Dia mencontohkan kejadian di Sumatera pada 2007. Saat itu gempa di Singkarak diikuti letusan Gunung Talang Sumatera Barat tidak lama setelah gempa.

“Intinya gelombang gempa itu bisa membuat tekanan magma naik, karena timbul gelembung udara di magma. Kalau kebetulan ada gunung api yang magmanya penuh terus ada gempa, ya dia berpengaruh,” jelasnya, Selasa (19/2/2019). 

Hanya, Hilman tidak bisa memastikan apakah kasus gempa Malang juga berkorelasi dengan erupsi Bromo.

“Saya belum lihat persis datanya. Jadi belum bisa bilang banyak. Kemungkinan besar sih enggak,” ujarnya Danny.

Penegasan gempa Malang tak terkait letusan Bromo juga disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 

Kabid Humas BMKG Taufan Maulana menyatakan, gempa magnitudo 5,6 di Malang adalah aktivitas tektonik di Samudra Hindia, 170 km selatan Malang. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (thrust fault).

“Sementara ini kita simpulkan tidak ada kaitan (dengan letusan Bromo),”ungkapnya kepada Liputan6.com, Selasa (19/2/2019) 

Pihaknya masih berkoordinasi detailnya soal apakah aktivitas tektonik ini menimbulkan dampak kepada aktivitas vulkanik di Gunung Bromo.

Terlepas itu, pihaknya mengimbau warga Malang dan sekitarnya selalu waspada, tetapi tidak perlu terlalu khawatir dan takut.

“Harapan kita gempa ini memang sebuah proses alamiah yang wajar yaitu proses pelepasan energi gempa dan tidak menimbulkan kerusakan,” ujarnya.

2 dari 4 halaman

Kode Vona Oranye

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan kode Volcano Observatory Notice for Aviation (Vona) warna oranye menyusul hujan abu di Bromo.

Kode tersebut menjadi petunjuk penerbangan bagi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan 3 Bandara di Jawa Timur, yakni Bandara Juanda Surabaya, Bandara Abdurrahman Saleh Malang dan Bandara Blimbingsari Banyuwangi.

Kode Vona oranye artinya ketinggian abu di bawah 5.000 meter di atas permukaan laut. Kode itu dikeluarkan menyusul meningkatnya aktivitas kegempaan di Bromo. Asap tebal membubung setinggi hampir 700 meter dari puncak kawah Bromo, sejak Senin 18 Februari 2019.

Kolom asap itu, juga membawa material abu vulkanik. Sehingga mengakibatkan hujan abu tipis di sekitar Bromo.

Kode Vona oranye juga menunjukkan bahwa abu yang dikeluarkan gunung api intensitasnya rendah. Laporan Vona berisikan informasi waktu letusan, tinggi letusan serta warna abu.

Pada Selasa pukul 06.00 WIB, dilaporkan tinggi kolom abu sekitar 600 meter dari atas puncak (2.929 meter di atas permukaan laut).

Informasi dari Darwin VAAC (Volcanic Ash Advisory Center) menyebut sebaran abu vulkanik masih belum terdeteksi.

“Kami akan memantau perkembangannya untuk update ke depan. Akan tetapi tetap waspada bagi penerbangan,” ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Wilayah III Juanda Teguh Tri Susanto, Selasa (19/2/2019).

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Abdulrahman Saleh Malang Suhirno mengatakan, aktivitas penerbangan di bandara tak terganggu dengan kondisi Bromo.

“Situasi tetap aman. Tak terdampak apapun dan tetap beroperasi seperti biasa,” kata Suharno, Selasa (19/2/2019).

Dia menyatakan, sejauh ini otoritas bandara tak menerima informasi atau pemberitahuan yang bersifat mendesak. Baik dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) maupun dari Kementerian Perhubungan yang bisa menyebabkan pembatalan jadwal penerbangan.

“Tidak ada pembatalan karena memang normal-normal saja kondisinya,” ujar Suharno.

Secara keseluruhan Bandara Abdulrahman Saleh Malang melayani 14 jadwal penerbangan setiap harinya. Dengan sebagian besar melayani rute Malang-Jakarta. Tak ada satu pun jadwal yang ditunda atau dibatalkan terkait aktivitas Bromo.

3 dari 4 halaman

Bromo Tetap Aman Dikunjungi

Meski ‘batuk’ dan mengeluarkan abu vulkanik, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNTBS) menyebut kawasan wisata Bromo tetap aman dikunjungi. 

“Berdasarkan pengamatan di lapangan, kondisi Bromo kondusif, seperti hari-hari biasanya,” ujar Kepala Balai Besar John Kenedie, Selasa (19/2/2019). 

Berdasarkan informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) Bromo yang berada di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, disebutkan aktivitas Bromo Level II atau Waspada.

Sementara cuaca dilaporkan dalam kondisi cerah, berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut, timur, tenggara, selatan, dan barat daya, dan barat. Suhu udara 12-20 °C, kelembaban udara 0-0 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Secara visual, Bromo terlihat meski berkabut. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan coklat. Asap ini dengan intensitas tipis hingga tebal dengan tinggi mencapai 700 meter atas puncak kawah. Dengan Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-1 mm, dominan 1 mm.

“Secara umum kondisi Bromo masih kondusif. Dengan potensi kesiap-siagaan yang harus ditingkatkan, yakni kewaspadaan dan mematuhi arahan dan instruksi pengelola TNBTS dan PVMBG,” lanjut John Kenedie.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Bromo Wahyu Andiran Kusuma menambahkan, meski kondusif warga dan juga wisatawan diminta mematuhi radius aman sejauh 1 kilometer dari kawah Bromo.

PGA Gunung Bromo tak bisa memastikan apakah gunung suci Suku Tengger ini akan kembali turun atau malah naik aktivitas vulkaniknya. Namun apapun perubahannya bakal segera diinformasikan secepatnya ke masyarakat.

“Warga maupun wisatawan tetap bisa ke Bromo, tapi tak boleh mendekat kawah. Jika ada perubahan dalam waktu dekat, segera kami informasikan,” katanya.

Wahyu menyatakan, sampai saat ini status Bromo masih waspada. Bromo status siaga terakhir kali pada medio Desember 2015 – Juli 2016. Erupsi saat itu ditandai dengan letusan sampai material abu vulkanik tinggi. Tapi statusnya kembali diturunkan ke level waspada sejak 20 Juli 2016 setelah erupsi surut.

“Jadi kalau ada informasi statusnya siaga bisa dipastikan itu hoaks,” tegasnya.

Sejak erupsi terakhir itu pula, aktivitas vulkanik Bromo fluktuatif. Namun, gejala perubahan aktivitas mulai tampak pada Desember 2018 sampai Januari 2019 lalu. Saat itu sempat terjadi beberapa kali gempa vulkanik di dalam kawah.

“Tapi cirinya tetap sama, dari dalam kawah hanya mengeluarkan asap putih. Itu masih tanda normal,” ujar Wahyu.

Perubahan mulai terjadi dalam dua hari terakhir ini. Kawah mengeluarkan asap kecokelatan disertai material abu vulkanik setinggi 600 meter. Disertai intensitas tipis tremor 0,5 – 1 milimeter. Namun, puncak gunung masih tampak jelas dengan sesekali tertutup kabut.

“Jadi sejak dua hari terakhir ini bisa disebut ada erupsi, tapi levelnya masih kecil,” pungkasnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: