Fenomena Mabuk Remaja, dari Rebusan Pembalut Hingga ‘Ngelem’

JakartaRebusan pembalut yang digunakan untuk mabuk oleh sejumlah remaja di Jawa Tengah ternyata hanyalah salah satu ‘bahan’ yang kerap disalahgunakan. Tak cuma rebusan pembalut, diketahui kegiatan ‘ngelem’ juga masih jadi keresahan.

Bulan lalu, dikutip dari detikNews, polisi mengamankan 25 bocah yang kedapatan ‘ngelem’ di Lagoa, Koja, Jakarta Utara. Bocah-bocah itu kemudian dibawa ke Dinas Sosial.

Kepada detikHealth, dr Hari Nugroho, Institute of Mental Health Addiction And Neurosience (IMAN) menjelaskan fenomena ‘ngelem‘ yang dimaksud adalah dengan menghirup uap atau bau dari lem. Ternyata, bukan cuma lem, inhalan lain seperti thinner cat atau dari spidol. Efeknya pun ke susunan saraf pusat dan membuat aktivitas otak berjalan lebih lambat. Akibatnya, jadi mirip-mirip orang yang mabuk alkohol.

“Misalnya ngomongnya jadi nggak jelas, koordinasi badan kurang sehingga seperti sempoyongan, dan bikin euforia atau high, kepala jadi terasa ringan bahkan ada yang halusinasi,” jelas dr Hari.

Namanya penggunaan yang disalahgunakan, ‘ngelem’ bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan. Bukan cuma bikin tidak konsentrasi, jangka panjangnya juga dapat membahayakan organ tubuh.

“Dalam jangka panjang bisa bikin gangguan di organ-organ tubuh seperti liver, ginjal, gangguan pendengaran, dan gangguan perkembangan karena gangguan otak,” tandasnya.

(ask/wdw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *