BPS: Upah Buruh Naik 0,33 Persen di Februari 2019

Banyaknya perusahaan yang merekrut pekerja melalui perusahaan penyedia jasa alih daya (outsourcing) menjadi momok bagi buruh maupun calon pekerja di Indonesia. Apalagi sejak pemberlakuan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 tentang sistem kerja ini.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Harijanto menyatakan masih banyak di antara calon pekerja belum paham yang dimaksud pekerja outsourcing sehingga prespektif masyarakat mengenai pekerja alih daya menjadi negatif.

“Sebetulnya masalah ini dibutuhkan dan harus diperbaiki dan dibenarkan, diluruskan pengertiannya. Jadi masalah outsourcing ini karena sejak dari awal kita sudah kalah kaprah,” kata dia Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Dia mengatakan selama ini outsourcing dianggap seolah-olah hanya sebagai tenaga kerja murah. “Memang asal muasal outsourcing ini adalah sebetulnya inisiatif yang salah. Jadi upah yang terlalu mahal disiasati dengan menyuplai tenaga kerja murah,” imbuh dia.

Kemudian, sebagian juga memandang apabila kontrak kerja yang ditawarkan sebuah perusahaan itu habis, maka dikembalikan lagi kepada perusahaan outsourcing itu tanpa diberikan fasilitas jaminan sosial atau uang pesangon.

“Maka konotasinya outsourcing itu adalah suatu yang dimanfaatkan oleh pengusaha. Jadi ini sangat negatif sekali sebetulnya itu yang harus kita benarkan sekarang,” kata dia.

Padahal, menurut dia, apabila pengertian outsourcing secara benar maka ini membuka akan memberi kesempatan dan ruang yang besar untuk ketenagakerjaan. Hal ini juga akan membuat dunia usaha agar bisa menjadi lebih kompetitif lagi.

“Kita ini mempersulit diri kita sendiri. Outsourcing itu sebetulnya kalau dibenarkan pengertiannya membuka ruang yang besar untuk ketenagakerjaan,” pungkasnya.

Reporter; Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Apa yang Bikin Ekspor RI Loyo di Februari?

Jakarta – Kinerja ekspor Indonesia pada Februari 2019 mengalami penurunan. Ekspor Indonesia tercatat turun 11,33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) dan 10,03% dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan tren penurunan ekspor selalu terjadi pada Februari. Hal ini dikarenakan jumlah hari yang lebih sedikit dibandingkan Januari.

“Dari bulan ke bulan, kalau dilihat 2017, 2018, maupun 2019 bulan Februari selalu alami penurunan. Bisa terjadi karena jumlah hari lebih pendek dibandingkan Januari,” kata Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019).


Suhariyanto merinci, struktur ekspor Indonesia masih didominasi sektor non migas dengan persentase 91%. Kemudian produk pertanian dengan nilai US$ 230 juta atau turun 17,40% secara bulanan (month to month/mtm) dan 0,76% yoy.

“Kalau dibandingkan Januari 2019 berarti turun 17,40% dibandingkan Februari 2018 turun 0,76%,” tutur Suhariyanto.

Produk ekspor yang mengalami penurunan di antaranya kopi, cengkeh, buah-buahan tahunan, tembakau hingga biji kakao.

“Itu yang menyebabkan ekspor pertanian turun,” kata Suhariyanto.

Kemudian untuk industri pengolahan turun 7,71% disebabkan oleh minyak kelapa sawit, kimia dasar organik, pakaian jadi hingga sepatu.

Selanjutnya, kinerja ekspor dari sektor pertambangan juga turun 18,76% mtm dan 20,80% yoy yang terjadi pada komoditas batu bara, biji tembaga hingga bijih besi.

Penurunan ekspor paling dalam terjadi pada bahan bakar mineral sebesar 14,5% dengan tujuan utamanya ke India, China dan Jepang.

“Kemudian lemak dan hewan nabati, hampir di berbagai negara alami penurunan, tujuan utamanya India, Malaysia, China. Lalu, bijih, kerak dan abu logam,” tutur Suhariyanto. (ara/zlf)

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD 0,33 Miliar di Februari

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Februari 2019 surplus sebesar USD 0,33 miliar. Hal ini berbanding terbalik dari Januari 2019 yang defisit sebesar USD 1,16 miliar dan Februari 2018 yang defisit USD 120 juta.

“Sesudah 4 bulan kita mengalami defisit, Alhamdulillah bulan ini kita mengalami surplus. Kita berharap bulan-bulan berikutnya kita mengalami surplus,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (15/3/2019).‎

Dia menjelaskan, pada Februari 2019, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 12,53 miliar. Sedangkan impor sebesar USD 12,2 miliar.‎

“Pada Februari 2019, total ekspor sebesar USD 12,53 miliar. Dibandingkan Januari 2019, berarti ada penurunan 10,03 persen,” ungkap dia.

Sedangkan impor pada Februari 2019 juga menurun drastis yaitu 18,61 persen dibandingkan impor di Januari 2019.

Dia menjelaskan, neraca perdagangan ini dipengaruhi harga komoditas baik migas maupun nonmigas pada Februari 2019. ‎Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti‎ nikel, tembaga, seng, karet dan sawit. Sedangkan yang mengalami penurunan yaitu minyak kernel dan batu bara.

“Komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan ada, tapi ada juga komoditas yang mengalami penurunan. Minyak mentah dan nonmigas ini berpengaruh pada nilai ekspor dan impor Indonesia,” tandas dia.

Harga Pertamax Cs hingga Daging Ayam Picu Deflasi di Februari

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data indeks harga konsumen (IHK) Februari mengalami deflasi sebesar 0,08%. Deflasi ini disebabkan oleh penurunan sejumlah harga komoditas mulai dari harga BBM non subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo, hingga bahan makanan seperti daging ayam hingga cabai merah.

Bank Indonesia (BI) menyebut deflasi yang terjadi sesuai dengan perkiraan yang dilakukan oleh BI. Angka ini dapat membuat inflasi berada di kisaran yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yakni 3,5% +- 1%.

Berikut berita selengkapknya dirangkum detikFinance, Sabtu (2/3/2019). (kil/ara)

Gara-gara Nomor KTP Direktur Chen Tertukar

Chen pun akhirnya dipaksa sore hari itu juga harus datang ke Kantor Disnakertrans. Dia akhirnya datang membawa dokumen-dokumen ketenagakerjaan ditemani seorang warga negara China bernama A Wei. A Wei sudah lama di Indonesia dan menetap di Surabaya, Jawa Timur. Ia juga memiliki peternakan ayam petelur di Cianjur dengan bendera perusahaan PT Saudara Makmur.

Rupanya, setelah dicek, IMTA yang dimiliki Chen berlaku di perusahaan A Wei. Di PT Saudara Makmur itu pula, Chen punya jabatan sebagai direktur keuangan. “Iya benar, Pak, dia direktur keuangan saya,” kata A Wei seperti ditirukan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur, Ricky Ardi Hikmat, saat pertemuan di kantor Disnakertrans, itu.

Yang mengejutkan juga, saat Chen menyerahkan akta perusahaan peternakan di Cibokor, Chen bukanlah tenaga kerja, melainkan pemilik peternakan. Jabatannya direktur utama  PT Indah Tunggal Alami, yang membuka peternakan itu sejak 2017. Di bawah Chen, ada beberapa direktur yang semuanya warga negara China. Chen pemilik saham mayoritas di perusahaan tersebut.

“Ternyata dia itu direktur utama sekaligus pemegang saham. Dia sih pegang IMTA, tapi bukan di posisi perusahaan yang sedang kita lakukan pembinaan. Jadi dia itu menunjukkan IMTA, tapi IMTA di perusahaan lain (PT Saudara Makmur). Sama, peternakan juga, tapi beda perusahaan,” ujar Ricky.

Dari hasil pemeriksaan, kata Ricky, dokumen berupa IMTA itu tidak ada masalah karena semua dokumen sesuai dengan yang dipersyaratkan. IMTA milik Chen juga masih berlaku. Hanya sempat terjadi miskomunikasi saja lantaran Chen tidak lancar Bahasa Indonesia sehingga dilakukan klarifikasi. “Makanya kita bingung kok yang ramai malah urusan e-KTP. Dan banyak yang mempertanyakan soal e-KTP Chen ke kami,” jelas Ricky.

Warganet memang ramai mengecek NIK e-KTP milik Chen di sistem Komisi Pemilihan Umum. Nah, ternyata NIK tersebut muncul atas nama Bahar, warga Kelurahan Sayang, Cianjur. Bahar, 47 tahun, yang kesehariannya berdagang bakso keliling, pun bingung namanya muncul di aplikasi KPU dengan NIK milik WNA. “Saya tinggal di sini sejak 1996, tidak ada masalah soal NIK. Baru kali ini saja ada perbedaan. Baru tahu setelah dikabari ketua RT pagi tadi,” begitu kata Bahar, Selasa, 26 Februari 2019.

Bahar bilang selama ini tak ada kendala dalam partisipasi pencoblosan pemilu. Namun, untuk tahun ini, dia sedikit heran karena mendadak NIK-nya berubah di DPT. “Katanya jadi nama China, ya, saya nggak tahu apa-apa. Sebelumnya, nyoblos Pilgub (Jawa Barat) juga nggak ada masalah. Baru kali ini saja tiba-tiba ramai, katanya NIK-nya dipakai orang asing,” ujar Bahar.

Jejak Tudingan Mobil Camry yang Bikin Mahfud Polisikan Kakek Kampret

Jakarta – Mahfud Md mempolisikan akun twitter Kakak Kampret @KakekKampret_ soal tuduhan mobil Camry. Mantan Ketua MK menilai cuitan Kakek Kampret sudah bentuk fitnah, bukan kritik lagi.

Kasus bermula saat @KakekKampret_ membuat cuitan dengan dimention ke @Mohmahfudmd, pada 27 Februari 2019, yaitu:

Saudara mahfud @mohmahfudmd apa bener Mobil Camry punya anda Plat B 1 MMD adalah setoran dari pengusaha besi kerawang ex cabub PDIP. Jika bener atas dasar apa pemberian itu kakek sekedar bertanya (ditambah dua emoticon tertawa-red)

Cuitan itu tidak digubris. Lalu @KakekKampret_ kembali mencuit:

Saudara mahfud @mohmahfudmd kenapa anda ga jawab pertanyaan kakek ini. Apa bener Toyota Camry B 1 MMD dari pengusan besi karawang, mantan ex cabub karawang dari PDIP..? saudar mahpud jawab lah (ditambah dua emotical tertawa-red)

Mahfud Md tidak terima dituduh hal demikian dan melaporkan ke Polres Klaten.

“Laporan terkait hoaks yang menyangkut saya. Dan ini bagi saya yang begini-begini ini tidak bisa dibiarin. Kalau diskusi publik tidak masalah tapi kalau menyangkut harkat pribadi harus diselesaikan lewat polisi,” kata Mahfud Md di Polres Klaten, Jumat (1/3/2019).

Usai melapor, Mahfud Md menjelaskan asal-usul mobilnya.

“Saya beli mobil itu tahun 2013, tiga hari sebelum saya pensiun dari MK, karena mobil saya akan ditarik oleh negara. Saya tarik uang saya untuk membeli mobil cash. Kenapa dikaitkan dengan pilbup yang terjadi tahun 2015, tidak ada hubungannya,” ujar dia.

Lalu Mahfud kembali bercuit di Twitter menjawab banyak pertanyaan warganet.

Sudah lapor, giliran Kakek untuk menyelesaikan sendiri. Saya akan ikuti terus

Tidak berapa lama, akun @raffie aqmal mengomentari sikap Mahfud Md, yaitu:

Zaman SBY paling aman bagi rakyat Indonesia. Zaman sekarang cuma bertanya saja d laporin dan yang laporinnya pendukung petahana langsung diproses. Jikalah yang laporin kubu oposisi walaupun itu penghinaan dan penyebar hoax, pastilah MANGKRAK..! Di sini saya belajar bahwa rezim ini… (ejaan sudah disesuaikan-red).

Mendapati komentar di atas, Mahfud Md mencoba menjelaskan yaitu pelaporannya tidak terkait pemilu.

Bung Raffie, ini tak ada kaitannya dengan Pemilu. Ini soal tudingan secara insinuatif bahwa saya pernah menerima setoran mobil dari seseorang. Saya tak tahu dan tak ingin tahu, dia itu pendukung siapa. Cuitannya sampai dua kali dengan sangat insinuatif (ejaan sudah disesuaikan-red).

Wakil Ketua MPR Zaenal Maarif pernah digelandang ke pengadilan karena pengaduan Pak SBY. Eggy Sujana juga dihukum setelah diadukan. Masak, dibilang tak ada (Zaman SBY tidak ada pelaporan-red). Hukum tetaplah hukum. Setiap hari saya dikritik oleh banyak akun tapi tak pernah saya laporkan karena hanya beda pendapat. Kalau memfitnah, beda.

Akun Ahmad Rohiman @kangimanow memention dengan simpati:

Saya turut sedih pak atas fitnah itu…

Mahfud lalu menjawab:

Mas Rohimin, tiap hr sy dpt banyak kritik terbuka ka ka. Tp sy tak pernah mengadu. Yg Kakek Kampret ini beda, dia memfitnah dan nyebar hoax. Tak bisalah dia mengelak dgn alasan hanya “bertanya”. Bertanya, kok lewat fitnah terbuka? Kalau betul bertanya, kan bisa lewat DM Twitter.

(asp/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menko Darmin Minta PLN Segera Terapkan B20 di Seluruh Pembangkit

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berencana memanggil PT Freeport Indonesia, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan TNI terkait penggunaan Biodiesel 20 persen (B20). Hal ini untuk mendorong penggunaan B20 tercapai 100 persen.

“Untuk menaikkan ke 100 persen, ya 1 persen itu tidak mudah tapi barangkali kami akan fokus untuk membicarakan satu penggunaan B20 di PLN, di TNI/Polri dan di Freeport. Karena dari dulu yang minta dispensasi beberapa di antaranya adalah mereka,” ujar Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Untuk PLN memang sebagian sudah menggunakan B20. Namun masih ada beberapa pembangkit yang belum memakai B20. Ke depan, Kementerian ESDM akan melakukan komunikasi dengan PLN mencari solusi penggunaan B20.

“Kalau PLN tidak semuanya beberapa pembangkitnya. Tapi kami akan bicarakan itu ke depan ini secara keseluruhan kami akan persilakan ESDM saja yang ngurusinya. Karena kerja ribetnya sudah selesai,” jelasnya.

Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, hingga kini realisasi penyaluran dan penggunaan B20 sudah mencapai 99 persen. Capaian tersebut menandakan kebijakan B20 berjalan dengan baik.

“Tapi ukuran dari kinerjanya 99 persen itu adalah realisasi dibandingkan dengan seharusnya berapa. Ya, 99 sudahlah itu saja indikatornya, lebih sederhana urusannya. Jadi itu berarti kami sudah boleh mengatakan, B20 sudah berjalan dengan baik,” tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Dalam 2 Bulan, Penyaluran B20 Capai 700 Ribu KL

Sebelumnya, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan penyaluran Biodiesel 20 persen (B20) pada Januari hingga Februari 2019 mencapai sekitar 700 ribu Kiloliter (Kl).

“700 ribu Kiloliter Januari hingga Februari,” ujar Paulus usai rapat koordinasi B20 di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Secara keseluruh angka penyaluran B20 ke seluruh wilayah Indonesia pada Januari-Februari telah mencapai 99 persen. Namun, masih ada daerah yang belum terjangkau seperti di Kalimantan. 


“Hanya daerah perbatasan yang memang susah dicapai, Kalimantan ada beberapa yang Pertamina beli dari Malaysia, dari kita sulit tapi kecil sekali. Persentasenya kurang lebih 99 persen ,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) FX Sutijastoto mengatakan, pihaknya telah melapor kepada Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution terkait penyaluran B20.

“Ya pokoknya B20 sukses. Intinya 99 persen dari target B20 penyalurannya. Makanya Pak Menko apresiasi,” jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

India Bangun 14 Ribu Bunker Untuk Warga di Perbatasan Pakistan

New DelhiKetegangan India dan Pakistan kian meningkat. India tengah membangun lebih dari 14 ribu bunker untuk keluarga-keluarga yang tinggal di sepanjang perbatasannya dengan Pakistan di wilayah negara bagian Jammu dan Kashmir. Tujuannya, agar mereka tetap aman di rumah mereka dan tak harus dievakuasi jika terjadi serangan artileri.

Para insinyur pemerintah mengatakan, pengerjaan pembangunan baja bawah tanah dan struktur beton, yang dapat menelan biaya total US$ 60 juta, telah dimulai sejak Juni 2018 lalu, ketika hubungan antara kedua rival bersenjata nuklir itu memburuk.

Menurut pejabat pemerintah negara bagian dan para kontraktor ratusan bunker bawah tanah, dengan dinding dan atap yang tiga kali lebih tebal dari rumah biasa dan mengonsumsi baja 10 kali lebih banyak, telah selesai dibangun.
“Ini bisa menahan penembakan ringan,” kata seorang insinyur di departemen pekerjaan umum Jammu dan Kashmir yang ditugasi membangun bunker tersebut, seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (1/3/2019).

Selama ini, baku tembak memang sudah kerap terjadi di sepanjang perbatasan Kashmir. Namun baku tembak yang terjadi pada Selasa (26/2) dianggap sebagai penanda peningkatan ketegangan antara India dan Pakistan.

Ketegangan meningkat setelah aksi bom bunuh diri mengenai konvoi militer India di wilayah Kashmir pada 14 Februari lalu. Setidaknya 40 personel militer India tewas dalam serangan bom itu.

Pemerintah India menuding pemerintah Pakistan terlibat dalam bom bunuh diri itu. Namun Pakistan membantahnya. Sejak itu, bentrokan militer antara kedua negara terus terjadi. India dan Pakistan saling menembak jatuh pesawat militer kedua negara, hingga sejumlah bandara di sekitar Kashmir terpaksa ditutup sementara.

Pakistan juga menutup akses penerbangan sipil untuk sementara waktu akibat bentrokan di wilayah Kashmir.
(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tragis! Anak 12 Tahun di China Tewas Usai Lindungi Adik dari Kebakaran

Beijing

Seorang anak perempuan berumur 12 tahun di China tewas akibat luka-luka bakar parah karena melindungi adiknya dari kebakaran. Dengan tubuhnya dan sebuah selimut, dia melindungi adik laki-lakinya dari kobaran api di rumah mereka.

Pada 22 Februari dini hari waktu setempat, Chen Zimo dan adik laki-lakinya sedang tidur di kamar mereka, ketika tiba-tiba api berkobar di rumah mereka di Changde, provinsi Hunan, China selatan. Demikian dilaporkan media lokal, Xiaoxiang Morning Post seperti dilansir Straits Times, Jumat (1/3/2019).

Dilaporkan Xiaoxiang Morning Post, ketika ayah anak-anak tersebut, yang tidur di kamar lain, menyadari rumah mereka terbakar, dia bergegas masuk ke kamar anak-anak tersebut. Di kamar itu, sang ayah menemukan bahwa kedua anaknya sudah tak sadarkan diri. Tubuh anak laki-lakinya, Mozi yang berumur 5 tahun, ditutupi selimut, begitu pula dengan tubuh anak perempuannya yang terbungkus selimut.

Gadis kecil itu menderita luka bakar 55 persen di sekujur tubuhnya, sedangkan adiknya mengalami luka-luka bakar 28 persen. Saat ini, kondisi Mozi stabil di rumah sakit, namun sang kakak meninggal setelah lima hari dirawat di rumah sakit.

Setelah kebakaran itu, Chen melakukan upaya penggalangan dana secara online untuk membayar biaya perawatan rumah sakit anak-anaknya itu. Dalam waktu tujuh jam, dana sebesar 1 juta yuan berhasil terkumpul.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pesan Homestay Lewat Aplikasi Ini, BRI Beri Diskon 50 Persen

Liputan6.com, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menggandeng aplikasi layanan pemesanan tempat menginap Indohomestay dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar)‎ dalam rangka rangka optimalisasi jasa layanan homestay dan pengembangan sektor pariwisata di Tanah Air.

EVP Retail Payment BRI, Arif Wicaksono mengatakan, ‎melalui kerja sama ini, BRI memberikan berbagai program promosi yang menarik bagi seluruh wisatawan yang ingin merasakan layanan homestay di Indonesia melalui aplikasi lndohomestay. 

Dia menuturkan, promo yang diberikan BRI yaitu bagi nasabah BRI atau pemegang kartu kredit, debit atau alat pembayaran BRI lainnya bisa mendapatkan diskon hingga 50 persen saat memesan homestay melalui Indohomestay.

“Di Indohomestay ini transaksinya kan secara online. Satu-satunya bank yang terima pembayaran di situ BRI, bisa debit, kredit, e-pay, BRI Virtual Account. Promo diskonnya 50 persen selama sebulan dengan bayar pakai apapun (alat pembayaran BRI) juga, tetapi berlaku untuk tunai,” ‎ujar dia di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Setelah sebulan, lanjut Arif, nasabah BRI tetap bisa mendapatkan diskon sebesar 15 persen untuk transaksi pemesanan homestay melalui aplikasi ini.

“Setelah sebulan, nanti secara reguler masih ada diskon untuk tiap transaksi diskon 15 persen sampai dengan 1 tahun. Tetapi kita sedang pikirkan diskon apa lagi yang menarik,” kata dia.

Sementara itu, CEO lndohomestay Grandy Prajayakti menyatakan, saat ini lndohomestay telah terkoneksi dengan lebih dari 1.000 homestay dan 3.000 kamar di seluruh pelosok lndonesia.

Melalui kerja sama ini, lanjut Grandy, dapat menarik minat wisatawan untuk menginap di homestay yang ada di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Sehingga juga akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut.

“Indonesia punya tempat-tempat yang eksotik di desa-desa ini ingin kami angkat. Ini untuk menarik wisatawan menjelajah seluruh wilayah Indonesia.‎ Homestay yang kami tawarkan harganya beragam, mulai dari Rp 70 ribu per malam hingga Rp 800 ribu. Makanya kami ingin wisatawan dapat merasakan itu,” tandas dia.

2 dari 2 halaman

Sasar Milenial, BRI Luncurkan Aplikasi BRImo

Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali berinovasi. Untuk menyasar kaum milenial yang ingin serba praktis dan cepat, BRI luncurkan BRImo, aplikasi berbasis data dengan UI/UX untuk memudahkan nasabah dan non-nasabah melakukan transaksi.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, aplikasi ini merupakan pengembangan terbaru dari layanan transaksi yang telah ada. Tercatat ada lebih dari 13 juta pengguna BRI Mobile dengan jumlah transaksi mencapai 575 juta sepanjang 2018. Fiturnya juga modern dan praktis.

“BRImo menggabungkan fungsi mobile banking, internet banking dan uang elektronik dalam satu aplikasi. Fiturnya modern. Terutama untuk login, kadang kita suka lupa kode, nah BRImo sediakan fingerprint, supaya lebih mudah dan praktis,” ujar Handayani di Gedung BRI I, Rabu 27 Februari 2019.

Penggunaan aplikasi ini cukup mudah. Nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang BRI, cukup unduh dan log in di aplikasi BRImo menggunakan user id dan password yang sudah diatur sebelumnya.

Tak hanya mempermudah, aplikasi BRImo memiliki beberapa keunggulan dibanding aplikasi mobile banking sebelumnya, diantaranya kemudahan pembukaan rekening Tabungan BRI Britama Muda, kemudahan login menggunakan finger print atau face id Recognition , penggunaan alias rekening higga akses info promo BRI.


Saksikan video pilihan di bawah ini: