Riko Masih Yakin Persija Lolos dari Fase Grup Piala AFC

Liputan6.com, Jakarta – Persija Jakarta gagal meraih hasil positif saat jadi tamu klub Filipina, Ceres Negros. Di Stadion Panaad, Rabu (3/4) Tim Macan Kemayoran kalah tipis 0-1 di Grup G.

Namun begitu, pemain Persija, Riko Simanjuntak, mengaku masih yakin timnya lolos dari fase grup. Mantan pemain Semen Padang itu menyebut, Macan Kemayoran masih punya peluang tampil di semifinal zona ASEAN.

“Kita berharap masih ada peluang karena kami main di kandang semua situasi bisa terjadi maka dari itu kita harus tetap optimistis,”ujar Riko, di situs resmi Persija.

Kekalahan ini memang membuat selisih poin Persija dengan Ceres melebar menjadi lima poin. Di klasemen Grup G Piala AFC, Persija berada di posisi kedua di klasemen Grup G Piala AFC 2019. Sedangkan Ceres berada di puncak klasemen.

Namun, Persija masih memiliki tiga laga lagi, dua di antaranya, mereka bermain di kandang sendiri. Inilah yang membuat Riko masih optimistis.

“Yang penting di pertandingan berikutnya kita bisa sapu bersih untuk bisa lolos ke babak berikutnya,” ujarnya.

Telan Investasi Rp 22,5 Triliun, MRT Fase II Mulai Dibangun Akhir 2019

Sebelumnya, operasi komersial moda raya terpadu (MRT) tinggal menunggu waktu. Kereta perkotaan otomatis bawah tanah pertama di Indonesia ini dipastikan akan beroperasi komersial pada 1 April 2019.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, MRT siap beroperasi komersial pada tanggal tersebut. Sejumlah persiapan pun telah dilakukan perusahaan.

“Kita akan keluarkan prosedur terkait dengan ticketing ini bagaimananya. Nanti juga akan ditempelkan di depan-depan tiket. Ada staf-staf kita bakal bantu,” ujar dia di Jakarta, Jumat 29 Maret 2019.

Dia menambahkan, pihaknya kini menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) yang akan memayungi keputusan tarif yang telah ditentukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Keputusan pemerintah tentang ticketing, seperti diketahui harga tiket ini sudah diputusman harganya. Jadi mudah-mudahan  di hari-hari ini ada Peraturan Gubernur. Setelah itu terbit, kita siap operasi komersial 1 April nantinya,” ujar dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

MRT Jakarta mulai diujicoba oleh publik. Bagi kamu yang belum tahu, catat 8 larangan ini saat naik MRT Jakarta.

MU Baru di Fase 1: Mengembalikan Kegembiraan di Old Trafford

JakartaManchester United secara resmi mempermanenkan Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer. Ini adalah sebuah langkah tepat untuk mengembalikan kegembiraan di MU.

MU secara resmi mengumumkan telah mengangkat Solskjaer sebagai manajer permanen, Kamis (28/3/2019). Sebelumnya ia hanya berstatus caretaker sebagai pengganti Jose Mourinho.

Kontrak permanen ini buah dari kerja bagus Solskjaer sejauh ini. Dari 19 pertandingan yang dilaluinya, Solskjaer hanya kalah tiga kali dan memetik 14 kemenangan.

Bersama Solskjaer, MU membuka kembali peluang finis empat besar Premier League. Saat ini ‘Setan Merah’ ada di posisi lima dengan 58 poin dari 30 laga, hanya dua poin dari Arsenal di urutan empat.

Selain itu, MU juga lolos ke perempatfinal Liga Champions. Di babak itu, Paul Pogba dkk akan menghadapi Barcelona untuk satu posisi di empat besar.

Eks kapten MU Gary Neville menilai kinerja Solskjaer sudah amat positif, di mana mantan rekannya itu mengembalikan gairah di Old Trafford. Di saat yang sama dia mengingatkan bahwa masih banyak tugas untuk ke depannya, karena MU masih di titik permulaan.

“Mari kita perjelas, Man Utd masih punya jalan panjang sebelum kembali ke titik terdekat dari posisi seharusnya. Saya tak merasa sekarang adalah waktunya untuk mulai berpikir bahwa Manchester United akan memenangi liga,” ungkap Neville dikutip Sky Sports.

“Ini sudah jadi tempat yang tidak menyenangkan selama empat atau lima musim, jadi saya rasa hal pertamanya adalah membuat para fans antusias lagi datang ke pertandingan. Di dua atau tiga bulan terakhir, saya sudah merasa antusias dengan yang saya saksikan setelah beberapa waktu.”

“Atmosfer di stadion telah kembali, kesenangan di wajah para fans, para pengikut di laga tandang telah terhubung dengan tim lagi. Para pemain sudah menaikkan level permainan mereka, jadi saya rasa ini fase pertama, yakni untuk membuat klub penuh rasa senang lagi dan di sanalah ia berada.”

“Masih ada banyak pekerjaan untuk dilakukan dalam beberapa bulan dan tahun-tahun ke depan, untuk membawa Man Utd kembali ke tempatnya sebelumnya,” imbuhnya. (raw/yna)


DPRD DKI Putuskan Tarif MRT Rp 8.500, Anies: Masih Fase Pembahasan

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut tarif moda raya terpadu (MRT) masih bisa berubah dari Rp 8.500. Keputusan Akhir tarif akan ditentukan oleh Ketetapan Gubernur (Kepgub).

“Kemarin memang dewan sudah bersidang dan kita terus membahasnya sampai nanti ditetapkan lewat Kepgub karena penetapannya melalui Kepgub, sekarang masih fase pembahasan,” ucap Anies Baswedan kepada wartawan di Kantor Wali Kota Jakarta, Jalan Kembangan Raya, Jakarta Barat, Selasa ( 26/3/2019).

Sidang Rapimgab DPRD kemarin hanya membahas tarif Rp 8.500 dari Stasiun Lebak Bulus ke Bundaran HI. Tidak merijit biaya antar stasiun.

“Jadi menurut saya jangan sampai masyarakat keliru mengira angka yang disebut adalah tarif MRT karena itu kemarin saya menghindari istilah satu harga itu karena memang harganya beda tergantung dari mana ke stasiun mana dan banyak, tadi pagi saya baca di koran-koran menggunakan angka yang memberikan kesan seakan-akan itu flat, padahal MRT itu tidak flat, ada tabelnya,” kata Anies.

Rencananya, MRT akan dilakukan dioperasikan secara komersial enam hari lagi atau 1 April. Anies menjamin sebelum 1 April masalah tarif sudah selesai.

“Kita masih ada waktu, toh ini masih belum beroperasi secara komersial jadi saya masih akan bicara dengan dewan, mudah-mudahan sesegera mungkin,” kata Anies.

Anies menjamin harga MRT akan terjangkau oleh masyarakat bawah. Harganya dipastikan lebih murah dari ojek online.

“Kemarin biaya ojek sudah ditetapkan ya? Rp 2000? Jadi kalau dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI berapa naik ojek? Bayangkan naik ojek dari Bunderan HI sampai Lebak Bulus itu Rp 30 ribu lebih sekarang. Nah kita ingin lebih murah supaya orang mau naik kendaraan umum, tapi harga yang murahnya harus lebih murah daripada ojek, tetapi dengan perhitungan yang lebih matang untuk jangka panjang,” ucap Anies.
(aik/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Sebut MRT Fase Kedua dan Ketiga Akan Dikerjakan Paralel

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut pembangunan transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) fase kedua Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Kota Tua dikerjakan secara paralel dengan fase ketiga East-West. Rute MRT fase ketiga yaitu Kalideres-Ujung Menteng.

Hal tersebut dikatakan Jokowi usai meresmikan MRT fase pertama rute Bundaran HI-Lebak Bulus. Peresmian dilakukan di Kawasan Bunderan HI Jakarta Pusat.

“Segera ini akan kita lanjutkan fase ke utara. Fase yang kedua dan paralel nanti dengan east west-nya, barat timurnya akan kita juga kerjakan dengan beriringan,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu ingin dalam 10 tahun kedepan proyek MRT telah tebangun hingga 231 kilometer. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan anggaran Rp 571 triliun untuk pembangunan transportasi berbasis rel ini.

“Anggarannya hampir Rp 571 (triliun) termasuk penataan ruang, termasuk penataan permukiman, termasuk juga masalah yang berkaitan dengan irigasi, dengan drainase di dalam kota,” jelas Jokowi.

Jokowi berharap dengan dioperasikannya proyek MRT ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Sebab, transportasi di Jakarta dan sekitarnya telah terintegrasi.

“Harapan kita itu, ke bandara gak usah bawa mobil, menyebabkan macet bisa naik MRT turun di dukuh atas pindah ke kereta bandara, moda yang terintegrasi inilah yang teruuuus kita otak atik agar segera bisa tersambung terintegrasi betul,” tutur dia.

Fase I Resmi Beroperasi, MRT Jakarta Fase II Mulai Dibangun

Jakarta – Proyek moda raya terpadu (MRT) fase II resmi dibangun mulai hari ini. Hal itu ditandai dengan pencanangan pembangunan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Minggu, 24 Maret 2019. Jokowi meresmikan pembangunan MRT fase II sekaligus meresmikan beroperasinya MRT fase I.

“Ini baru fase pertama (yang resmi beroperasi). Tadi sudah kita canangkan juga MRT Jakarta fase kedua yang (rute) utara,” kata Jokowi dalam sambutan peresmian MRT Jakarta fase I di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

MRT fase II akan dilanjutkan ke Kota, Jakarta Utara. Penlok atau penentuan lokasi proyek MRT fase II sendiri telah diterbitkan melalui Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 1728 Tahun 2018 tentang Penetapan Lokasi untuk Pembangunan Jalur MRT Koridor Bundaran HI – Kota pada 21 November 2018.

Persetujuan dari Mensesneg selaku Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka juga disebut telah didapat untuk pembangunan gardu receiving station di kawasan Monas.

“Oleh sebab itu dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, MRT fase pertama saya nyatakan dioperasikan sekaligus MRT fase kedua hari ini juga kita mulai lagi,” tambah Jokowi.

Pembangunan MRT fase II dimulai dari stasiun Sarinah. Stasiun Sarinah adalah stasiun bawah tanah lanjutan dari Bundaran HI (stasiun terakhir fase I).

Totalnya ada 7 stasiun baru yang akan dibangun pada fase II. Setelah stasiun Sarinah, kemudian berturut-turut ada stasiun Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan kawasan Kota.

Rencananya pada fase II juga akan dibangun depo baru, namun saat ini penentuan lokasi depo masih belum ditetapkan. Sebelumnya pilihan lokasi ada di kawasan Ancol atau Kampung Bandan. (zlf/zlf)


Groundbreaking MRT Fase II Berlangsung pada 24 Maret

Nantinya, stasiun yang dilewati MRT fase 2 yakni, Sarinah, Monas, Sawah Besar, Mangga Besar dan Glodok.

“Sudah ditetapkan bahwa di Monas akan ada stasiun, stasiun bawah tanah, keluarnya ada dua. Satu di sisi selatan, Museum Nasional, di situ ada jalan, kemudian yang kedua di ujung barat daya monas yang bdekat dengan patung kuda,” Anies menjelaskan.

Sebelumnya, Direktur Keuangan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Tuhiyat menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi berencana meresmikan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta pada, Minggu, 24 Maret 2019.

“Dan kalau tidak ada halangan, hari Minggu, tanggal 24 Maret besok, akan diresmikan oleh beliau (Jokowi). Bertempat tersentral di Stasiun Bundaran HI,” kata Tuhiyat di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (18/3/2019).

Bungkam PSM, PSIS Terhenti di Fase Grup Piala Presiden 2019

Jakarta – PSIS Semarang menaklukkan PSM Makassar 1-0 pada laga terakhir Grup C Piala Presiden 2019 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (16/3/2019). Namun, kemenangan pada partai yang ditayangkan Indosiar ini tidak cukup untuk membawa Laskar Mahesa Jenar ke babak gugur.

Kemenangan 3-1 yang diraih Kalteng Putra atas Persipura Jayapura dalam laga Grup C Piala Presiden 2019 yang digelar Sabtu sore membuat PSIS Semarang memiliki asa untuk lolos ke perempat final. Namun, PSIS harus menang dengan selisih tiga gol atas PSM Makassar yang sudah dipastikan tersingkir.

PSIS bermain menyerang meski juga berhati-hati. Namun, PSM Makassar tetap bermain keras meski mereka sudah dipastikan terelimininasi dari Piala Presiden 2019 akibat menelan kekalahan dalam dua laga sebelumnya.

PSIS mencoba menerapkan permainan dengan memanfaatkan serangan balik cepat setelah menghalau serangan PSM. Namun, keras dan ketatnya permainan yang diperlihatkan tim berjulukan Juku Eja, membuat tim tuan rumah Grup C Piala Presiden 2019 itu juga kesulitan membuat peluang.

Permainan kedua tim yang sangat disiplin membuat tak banyak peluang tercipta di babak pertama. Hingga 45 menit pertama berakhir, kedudukan imbang tanpa gol belum berubah.

PSIS berusaha tampil lebih agresif di babak kedua. Sebuah peluang emas didapatkan Claudio Marini Junior pada menit ke-50. Namun, tembakan jarak jauh yang dilepaskan pemain asing PSIS itu masih tipis di atas mistar gawang PSM.

PSIS akhirnya mendapatkan peluang terbaiknya pada menit ke-82 setelah Tegar Infantrie dilanggar di kotak penalti oleh Rasyid Bakri. Claudio Marini Junior yang mengambil eksekusi penalti berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Kedudukan 1-0 untuk keunggulan PSIS Semarang bertahan hingga laga usai. Namun, kemenangan tersebut tidak berpengaruh apa pun PSIS Semarang yang tetap tak lolos ke perempat final Piala Presiden 2019.

Melodi Kiser dan Empat Fase Tarling Cirebon

Sementara itu, dalam perjalanannya, musik tarling telah melewati empat fase. Budayawan Indramayu, Supali Kasim, menjelaskan fase pertama masuk dalam tahapan Tarling Klasik (1940-1970) di mana notasi musik Tarling Klasik berasal dari gamelan.

Irama lagunya masih lambat dan tidak ada syair atau lirik lagu yang baku.

“Hanya kerangka lagunya saja tempo bisa sampai 4/8 tergantung suara gongnya. Musik tarling klasik ini mirip dengan musik-musik yang biasa dinyanyikan sinden,” ucap Supali.

Di fase pertama ini, beberapa pelopor tarling klasik di antaranya Sugra (1940) dari Kelurahan Kepandean, Indramayu serta Jayana dari Karangampel, Indramayu.

Di fase kedua, memasuki fase tarling Kiser Gancang (1960-1980). Di era ini, irama, lagu dalam musik tarling bernada nge-pop. Di fase kedua ini, musik tarling kiser gancang masih memakai notasi daerah yang berasal dari gamelan.

Hanya saja, di fase kedua ini tempo dan iramanya lebih cepat. Beberapa contoh musik tarling klasik Kiser Gancang seperti Warung Pojok ciptaan Abdul Azib dari daerah Mayung Kabupaten Cirebon.

“Para pemusik tarling memberi nama lain tembang anyar. Tarling klasik kiser gancang notasinya masih pakai gamelan, ada kedaerahan dan irama cepat” sebut Supali.

Di fase ketiga, musik tarling mulai bervolusi dengan berbagai musik lain. Pada fase ketiga ini, para seniman menyebutnya Tarling Dangdut (1980).

Di fase ini, musik tarling sudah berkolaborasi dengan irama musik dangdut nasional. Di sini tarling dangdut mulai terpengaruh musik dangdut Roma Irama.

“Tarling kita juga mulai menggunakan gendang dan orkes dangdut, drum, terompet termasuk busananya seperti seniman dangdut,” sebut Supali.

Dari sisi lagu, tarling dangdut ini tidak lagi menggunakan notasi tradisional atau gamelan. Irama lagunya pun lebih cepat dari tarling Kiser Gancang.

Memasuki fase keempat, musik Cirebon-Indramayu berevolusi menjadi Tembang Pantura (tahun 2000 sampai sekarang). Ciri musik pantura tentu sudah meninggalkan irama atau notasi tradisional.

“Mereka lebih mengadopsi dangdut modern yang banyak menggunakan bebunyian dari alat musik elektronik,” tutur Supali Kasim.

Namun,di fase keempat ini, musik pantura tetap tidak meninggalkan ciri khas bahasa yang masih mempertahankan Cirebon-Indramayu. Dia mengakui, di fase ini terjadi perubahan yang signifikan.

Sebagian besar pencipta dan penyanyi tembang pantura tidak dapat menguasai alat musik ataupun memiliki kelompok musik.

“Jadi penyanyi ya cuma nyanyi saja dan pencipta lagu ya menciptakan lirik atau syair saja. Kalau era sebelumnya seniman tarling itu bisa memainkan alat musik, bahkan main drama, bisa tembang klasik bahkan kiser gancang,” tutur Supali.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Maestro Tarling Klasik Cirebon dengan lihai memetik gitar