Misteri Titah Jarum Maut yang Tewaskan Bocah Alfa di Aceh

Liputan6.com, Aceh – Dugaan malapraktik berujung kematian pasien di RSU Cut Nyak Dien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Oktober, tahun lalu masih menyimpan misteri. Terlebih soal siapa sebenarnya yang bertanggungjawab dalam kasus tersebut.

Kasus ini mencuat ketika keluarga pasien atas nama Alfa Reza (11) protes lantaran pasien meninggal dunia setelah disuntik petugas medis. Sebelumnya, korban sempat menjalani perawatan usai dioperasi di Ruang Anak.

Menurut paman korban, Syahril, keponakannya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan setelah mengalami luka akibat tertancap dahan kayu di punggung. Korban dilarikan ke IGD pada Jumat, 19 Oktober 2018.

Korban dibawa pukul 14.00 WIB, dan ditangani dokter bedah pada pukul 17.00 WIB. Setelah dioperasi kondisi pasien membaik, namun, tak lama setelah disuntik saat berada di ruang anak pasien langsung meninggal.

“Saat itu anak kami disuntik sebanyak tiga kali. Nggak ada dicoba obat dulu, tapi langsung disuntik sebanyak 4 kali dalam rentang waktu sangat singkat,” ujar Syahril kepada media, saat itu.

Usai kejadian, Kasi Pelayanan Medis, Muhammad Asmirudin, berjanji, pihak rumah akan investigasi mengenai kasus ini. Di saat yang sama, kasus dugaan malapraktik tersebut mulai ditangani pihak kepolisian.

Pada Kamis, 17 Januari 2019, polisi resmi menahan dua tenaga honorer rumah sakit. Keduanya, EW (29) dan DA (24), perawat piket yang bertugas di malam kejadian.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, melalui Kasat Reskrim, Iptu M. Isral mengatakan, keduanya ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Mereka ditahan selama 20 hari di sel Mapolres Aceh Barat.

Kedua perawat memiliki peran yang berbeda. Yang berperan menyuruh adalah EW. Sedangkan yang menyuntik adalah DA.

Namun, menurut Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh, Fela Anggraeni, fakta bahwa EW dan DA berperan sebagai yang menyuruh dan menyuntik, agak ganjil. mengingat posisi keduanya berstatus honorer.

“Siapa sebenarnya yang menyuruh menyuntik dan yang bertanggungjawab terhadap pasien pada malam kejadian. Petugas medis honorer tidak mungkin punya tanggungjawab penuh penanganan pasien,” kata Fela kepada Liputan6.com, Selasa 22 Januari 2019, sore.

Menurut Fela, yang bertanggungjawab penuh menangani pasien pada malam kejadian harusnya setingkat dokter, kepala ruang anak atau pihak manajemen rumah sakit. Bukan pegawai honorer yang sifatnya perbantuan, dan kini telah ditahan setelah menjadi tersangka kasus dugaan malapraktik.

2 dari 2 halaman

Usut Tuntas

Manajemen rumah sakit diminta bertanggung jawab secara hukum atas semua kerugian yang ditimbulkan karena kelalaian tenaga kesehatan di rumah sakit. Ini ditegaskan dalam Pasal 46 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

“Kejadian ini terjadi merupakan bentuk kelalaian dari pihak rumah sakit yang bertanggungjawab dalam hal melakukan pengawasan terhadap pelayanan medis yang diberikan kepada pasien,” ketus Fela.

Selain itu, pihaknya mendesak polisi melakukan pengembangan penyidikan untuk mengusut tuntas kemungkinan adanya pihak lain yang bertanggungjawab. Karena kasus Alfa Reza merupakan pidana murni atau delik biasa, bukan delik aduan.

“Sehingga, walaupun adanya perdamaian diantara kedua belah pihak, tidak dapat menghentikan proses hukum, penegakan hukum tetap harus dilanjutkan. Selain itu, kami juga meminta Pemerintah Aceh Barat mengevaluasi dan mengawasi rumah sakit agar ke depan tidak terjadi lagi peristiwa ini,” dia memungkasi.

Kedua perawat yang ditahan dalam kasus ini mendapat dukungan moril dari sejawat mereka. Puluhan tenaga medis menggelar unjuk rasa di halaman rumah sakit dan meminta EW dan DA dibebaskan, Senin, 21 Januari 2019, siang.

Mereka mengancam akan melakukan aksi mogok kerja, apabila dua rekan mereka masih ditahan polisi. Di hadapan peserta aksi, Kuasa hukum rumah sakit, Agus Herliza berjanji akan mendampingi kedua perawat dalam kasus ini.

“Teman-teman harus bersabar,” kata Agus.

Saksikan video pilihan berikut ini:

PWI Gelar Seminar Peranan Pers Era Digital Dalam Pembangunan Daerah

Liputan6.com, Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar seminar bertemakan Peranan Pers Pada Era Digital Dalam Mendukung Pembangunan Daerah. Acara yang digelar di Wisma Antara, Jakarta Pusat itu menghadirkan sejumlah narasumber yang juga kepala daerah.

Mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.

Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari menyampaikan, acara tersebut digelar dalam rangka menghadapi era digital yang semakin berkembang. Media mainstream hadir agar dapat bersama dengan pemerintah mengatasi maraknya informasi di media sosial yang bebas.

“Sekarang masalahnya seperti apa media digital kita. Media digital yang benar, bisa objektif, atau apa yang diangkat di situ,” tutur Atal di lokasi, Selasa (22/1/2019).

Menurut Atal, media sosial dengan sumber informasi yang tanpa batas tentu memiliki dampak baik dan buruk. Bagi kepala daerah, memantau situasi kota atau desa yang dipimpinnya menjadi hal yang diperlukan dalam upaya perbaikan dan percepatan pertumbuhan daerah tersebut.

“Media itu kadang-kadang sudah jadi nomor dua. Bagaimana pemerintah daerah membangun daerahnya dari informasi medsos. Di situ dia tahu bahwa di situ juga ada kebenaran,” jelas dia.

Termasuk juga berita bohong atau hoaks yang ada di medsos, media mainstream bersama dengan pemerintah harus dapat bekerjasama menekan itu. Untuk media mainstream, mesti dapat menyajikan informasi yang dapat menangkal hal tersebut.

“Orang semua sudah lari ke medsos. Nah ini saya kira produk-produk pers harus lebih bermutu ke depan. Bisa objektif, faktual, bisa dipertanggungjawabkan. Dan secara kode etik penulisannya harus dipenuhi,” kata Ketum PWI.

2 dari 3 halaman

Kata Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menambahkan, percakapan di sosial media seringkali menjadi jauh lebih dominan dibandingkan yang lain. Di sisi lain, informasinya tidak selalu membawa data fakta yang sesuai dengan lapangan.

“Karena itulah media-media ini menjadi preferensi kita, bagi Pemprov DKI. Berkepentingan sekali untuk bisa memberikan informasi yang akurat, yang objektif, lengkap, dan jalur-jalur media konvensional baik online maupun printing maupun televisi, radio, itu yang membantu masyarakat untuk bisa mendapat rujukan,” beber Anies.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

PDIP Bantah Anggota Bawaslu Tegal yang Diperiksa DKPP Kadernya

Jakarta – DKPP memeriksa anggota Bawaslu Tegal Harpendi Dwi Pratiwi atas berstatus kader partai dari PDIP. Dikonfirmasi, PDIP menegaskan Harpendi bukanlah kadernya.

“Secara peraturan perundangan, anggota Bawaslu bukan anggota partai,” kata Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (22/1/2019).

“Jadi hampir pasti bahwa anggota Bawaslu Kota Tegal bukan anggota partai mana pun. Itu saja statement saya,” imbuhnya.


Harpendi diperiksa Bawaslu atas aduan dari Dewi Ulfiyah. Dewi menyertakan bukti berupa foto dari beberapa akun facebook yang menunjukkan Harpendi menggunakan seragam partai PDI Perjuangan (PDIP).

Sidang terhadap Harpendi dilakukan sejak 29 Desember 2018 di Kantor KPU Jawa Tengah. Anggota majelis sidang dalam perkara nomor 303/DKPP-PKE-VII/2018 tersebut adalah Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Jawa Tengah yaitu Nur Hidayat Sardini (dari unsur masyarakat), Diana Ariyanti (unsur KPU) dan Sri Wahyu Ananingsih (unsur Bawaslu).

Sri Wahyu Ananingsih atau yang akrab disapa Ana mengatakan sidang sudah dilakukan dan kini masih menunggu hasil dari DKPP Pusat. Masing-masing unsur yang mengikuti sidang juga sudah menyerahkan resume.

“Masing-masing kami sudah menyerahkan resume, dari hasil itu akan adakan rapat pleno untuk memutuskan. KIta tunggu info DKPP untuk putusan,” kata Ana saat ditemui di kantor Bawaslu Jateng, Papandayan Semarang, Selasa (21/1/2019).

Sementara itu dari fakta persidangan diketahui foto yang beredar itu diambil sebelum yang bersangkutan terdaftar sebagai anggota Bawaslu. Selain itu juga tidak ditemukan adanya surat keputusan yang menyebutkan sebelumnya teradu merupakan anggota, pengurus, ataupun tim pemenangan partai.

“Dalam persayaratan (menjadi anggota Bawaslu), dikatakan tidak boleh menjadi anggota partai dan itu dibuktikan dengan SK. Secara normal atau normatif tidak tercantum dalam SK baik sebagai pengurus atau tim pemenangan partai tertentu,” jelas Ana.
(rna/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

RI Sampaikan Kontribusi Kelapa Sawit kepada ASEAN – Uni Eropa

Liputan6.com, Brussels – Dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dan Uni Eropa (UE) ke-22 di Brussels, 21 Januari 2019, Indonesia kembali memperjuangkan isu kelapa sawit dan menolak kebijakan diskriminatif terhadap sawit di Benua Biru.

Wakil Menteri A.M. Fachir yang memimpin Delegasi RI menyampaikan fakta-fakta mengenai kontribusi sawit bagi perekonomian serta sumbangannya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Sawit adalah komoditas strategis bagi Indonesia khususnya bagi petani kecil. Sekitar 20 juta masyarakat ASEAN bergantung kehidupannya pada industri sawit dan lebih dari 5 juta petani kecil di Indonesia, Thailand, dan Filipina menyandarkan kehidupannya dari kelapa sawit,” kata Wamenlu Fachir, sebagaimana dikutip dari rilis resmi Kementerian Luar Negeri RI yang dimuat Liputan6.com pada Selasa (22/1/2019).

Dalam konteks global, kelapa sawit memiliki peran kunci dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sawit telah berkontribusi dalam pencapaian 12 dari 17 tujuan yang tecakup dalam SDGs dari pengentasan kemiskinan hingga pengurangan kemiskinan, dari penghapusan kelaparan hingga pencapaian energi bersih dan terjangkau.

“Menolak sawit sama artinya menolak SDGs yang merupakan suatu kesepakatan global,” tegas Wamenlu Fachir.

Lebih lanjut Wamenlu juga menekankan pentingnya Kemitraan ASEAN-UE yang harus didasarkan pada sikap saling percaya dan saling menghormati nilai dan kepentingan masing-masing.

Sikap saling percaya dan menghargai tersebut dapat diterjemahkan dalam kebijakan-kebijakan yang memajukan kepentingan bersama ASEAN dan UE termasuk menghentikan kebijakan diskriminatif terhadap kelapa sawit yang menjadi kepentingan masyarakat ASEAN khususnya Indonesia.


Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

ASEAN – UE Bersama Hadapi Tantangan Global

Dalam kesempatan tersebut, Wamenlu Fachir juga mengajak ASEAN dan Uni Eropa untuk memperkuat kemitraan dalam berkontribusi untuk menyelesaikan berbagai tantangan global.

Dalam isu perdamaian, sebagai dua kawasan yang berhasil menjaga perdamaian dan stabilitas, ASEAN dan UE diharapkan dapat menginspirasi kawasan-kawasan lain untuk terus kedepankan budaya dialog dan penyelesaian konflik secara damai.

Selain itu, ASEAN dan UE juga perlu memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan bersama lintas negara seperti terorisme, radikalisme, dan migrasi ireguler. Dalam bidang ekonomi, Indonesia mengajak ASEAN dan UE untuk memperkuat kerja sama ekonomi serta melawan kecenderungan proteksionisme.

Pertemuan Tingkat Menteri tersebut dihadiri oleh para menteri luar negeri atau yang mewakili dari 10 negara anggota ASEAN, 28 negara angggota EU serta Sekjen ASEAN.

Pertemuan dipimpin bersama oleh Menlu Singapura Vivian Balakrishnan serta Komisioner UE untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Federica Mogherini. Pertemuan membahas berbagai isu kawasan dan global serta melakuan evaluasi terhadap kemitraan ASEAN dan Uni Eropa yang tahun ini berusia 42 tahun.

Fakta-Fakta Terbaru Kasus Prostitusi Online Artis dan Model

Liputan6.com, Jakarta – Polda Jawa Timur (Jatim) terus mengusut kasus prostitusi online. Hingga saat ini, aparat kepolisian telah menetapkan lima orang tersangka. Mereka adalah empat muncikari ES, T, F, dan W, serta satu artis FTV VA.

Polisi pun terus bergerak karena masih ada dua orang muncikari lagi yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buron kasus prostitusi online puluhan artis dan ratusan model tersebut.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menegaskan, dua muncikari mempunyai peran penting. Masing-masing punya data artis dan model yang diduga terlibat prostitusi online.

“Dua muncikari ini mempunyai peran yang sangat penting untuk mendistribusikan oknum artis dan model,” ujar Luki.

Berikut fakta-fakta terkini kasus prostitusi online artis dan model yang dihimpun Liputan6.com:

2 dari 6 halaman

1. Kejar Muncikari yang Buron

Polda Jatim akan mengejar dua muncikari yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus prostitusi online artis dan model. Tindakan ini sebagai kelanjutan dari ditangkapnya empat muncikari.

“Muncikari W sudah tertangkap kemarin. Dari empat muncikari, semua sudah ditetapkan tersangka. Saat ini, penyidik tengah fokus mencari keberadaan dua DPO mucikari lagi,” tutur Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Selain memburu dua muncikari DPO, Kapolda menegaskan akan memeriksa semua artis maupun model yang diduga terlibat dalam jaringan muncikari prostitusi online artis dan model.

“Saya langsung instruksikan kepada penyidik kalau bisa lima artis maupun model tiap minggu diperiksa, supaya kasus ini cepat selesai,” ujar Luki.

3 dari 6 halaman

2. Satu Muncikari Tak Ditahan

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menuturkan, salah satu muncikari prostitusi online artis dan model, berinisial F. Menurutnya, muncikari F masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim sejak dua hari setelah ditangkap karena sedang hamil.

“Saat ini dirawat di RS Bhayangkara karena hamil besar dan punya anak satu setengah tahun,” tutur Luki di Mapolda Jatim, Senin 21 Januari 2019.

Menurut dia, pengacara F juga telah mengajukan ke penyidik agar pemeriksaan terhadap kliennya terkait prostitusi online artis dan model ditunda sementara waktu.

“Pengacaranya sudah mengajukan itu, tapi tetap kami akan proses sesuai aturan penyidikan masih berjalan dan akan kami tangguhkan,” kata Luki.

Diduga, F mengalami syok usai ditangkap Senin 14 Januari 2019 malam di Jakarta oleh Tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.

Dari pemeriksaan sementara, F merupakan jaringan muncikari prostitusi online artis dan model yang berkaitan dengan dua tersangka muncikari sebelumnya yaitu ES dan TN.

4 dari 6 halaman

3. Panggil Artis dan Model

Selain itu, Luki juga mengatakan, dari hasil penyidikan data digital forensik Berita Acara Pemeriksaan (BAP), sejumlah nama artis dan model yang diduga kuat terlibat kasus prostitusi online sudah mulai mengerucut.

“Kami akan memanggil oknum artis dan model dan akan diperiksa untuk membantu penyidikan terhadap tersangka empat mucikari prostitusi artis,” tutur Luki.

Menurut Luki, setiap satu pekan akan memeriksa artis dan model secara bergantian sebagai saksi kasus prostitusi online.

“Kemarin sudah enam yang panggil,” kata Luki.

Luki menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengantongi nama sederet selebritas yang akan diperiksa mengenai kasus prostitusi online ini.

“Oknum artis dan model yang diduga terlibat kasus prostitusi online yaitu artis inisial BJ, M, AM, UY, PP, TA, SN, WA, RP, N, EFD, AF, G, N, O, V, NZ, T, AKS, B dan seterusnya banyak sekali,” ucap Luki.

Luki menegaskan, pihaknya juga sudah menangkap empat muncikari artis sekaligus menetapkannya sebagai tersangka. “Empat muncikari itu kini sudah ditahan,” ujar dia.

5 dari 6 halaman

4. Panggil Selebgram

Selebgram berinisial AC alias SI memenuhi panggilan Polda Jatim untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus prostitusi online kemarin. 

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan mengatakan, pemeriksaan AC diperlukan untuk membantu penyidikan peran muncikari di jaringan prostitusi online.

“Pemeriksaan saksi ini untuk memperkuat kontruksi hukum yang digunakan guna kepentingan mengungkap jaringan prostitusi online yang melibatkan publik figur,” tutur Yusep di Mapolda Jatim, Senin 21 Januari 2019.

Yusep memastikan akan ada lagi sederet artis yang diperiksa sabagai saksi kasus prostitusi online yang melibatkan VA sebagai tersangka. “Nanti perkembangan update prostitusi artis pasti kami sampaikan lebih lanjut,” ujar Yusep.

Selebgram AC datang sendiri tanpa ditemani kerabat maupu kuasa hukumnya ke Mapolda Jatim, sekitar pukul 14.00 WIB. Dia enggan menjelaskan terkait pemeriksaan sebagai saksi mengenai kasus prostitusi online yang melibatkan artis. “Terima kasih ya permisi saya mau lewat,” ucap AC.

Saat disinggung mengenai perkenalannya dengan 4 mucikari yang sudah ditahan Polda Jatim, AC membantahnya. “Saya tidak kenal kok,” ujar AC.

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Fakta Lain soal Najib, Nelayan Karawang yang Disebut Sandiaga Uno dalam Debat

Liputan6.com, Karawang – Polemik kasus Najib bergulir di media massa setelah Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, menyebut ada seorang nelayan asal Karawang yang dipersekusi dan tidak mendapatkan pertolongan dari pemerintah.

Hal itu disampaikan Sandiaga di dalam debat Capres dan Cawapres putaran pertama di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Kepala Desa Sukajaya, Abdul Gafur Astra, membenarkan adanya insiden antara Najib dan Pokmaswas bernama Sahari, tetapi peristiwa tersebut sudah ditangani pihak kepolisian setempat dan kasusnya sudah dilimpahkan ke Mapolres Karawang.

Gofur menjelaskan, sebelumnya Najib mengaku menjadi korban persekusi. Kasus itu pada 28 September 2018, telah dilakukan upaya mediasi keduanya di kantor desa setempat, tetapi tidak ada titik temu yang akhirnya Najib melaporkan ke kepolisian.

“Sempat dilakukan mediasi oleh pemerintah desa, namun karena tidak ada titik temu akhir naik ke ranah hukum, “kata Gofur, Senin (21/1/2019).

Sahari, Sekretaris Pokmaswas Pesisir Pantai Pasir Putih yang dilaporkan Najib menjelaskan insiden tersebut. Dia mengaku kasus itu bermula dari adanya pengambilan pasir secara berulang kali oleh Najib. Pada saat insiden terjadi, Najib menyuruh orang mengambil pasir untuk menguruk halaman rumah, ditegur tidak terima, akhirnya Najib melakukan pemukulan.

“Jadi bukan sebaliknya, sesuai pengakuan Najib dipukul. Pada peristiwa tersebut justru Najib yang pertama memukul namun selalu ditangkis, mungkin ia tidak terima ditegur karena mengambil pasir pantai,” kata Sahari.

Sahari mengatakan, tidak ada pengeroyokan dalam kasus tersebut, yang ada sebaliknya, kalaupun Najib melaporkan insiden tersebut, itu hak dia dan dirinya mengaku kooperatif saat mengikuti proses hukum.

“Dia yang memukul, saya dilaporkan ke polisi. Saya ikuti prosesnya,” dia menegaskan.


Simak juga video pilihan berikut ini:



Apa Saja Upaya Facebook Amankan Platform Jelang Pilpres 2019?

Liputan6.com, Jakarta – Facebook melakukan berbagai upaya untuk mengamankan platform-nya dari konten-konten hoaks dan ujaran kebencian yang memecah belah, terutama menjelang pemilu legislatif dan presiden 2019.

Director Global, Politic and Government Outreach Facebook Katie Harbath menyadari, sejumlah orang menggunakan platform Facebook secara tidak bertanggung jawab dan mengganggu jalannya demokrasi.

Fokus utama Facebook adalah memberantas kabar hoaks dan ujaran kebencian yang begitu meresahkan belakangan ini.

“Langkah pertama yang kami adalah dengan menghapus akun palsu,” kata Harbath dalam acara Pemuda Memilih di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Dia lebih lanjut mengatakan, orang-orang tidak bertanggung jawab biasanya menggunakan nama palsu.

Dalam mengenali hal ini, Facebook memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Kalau ada perilaku menyimpang, misalnya saat ada akun yang baru daftar melakukan perilaku menyimpang seperti meng-add semua orang ke daftar pertemanan atau membuat dan mengunggah banyak posting-an di banyak grup, itu perilaku abnormal dari akun tersebut,” kata Harbath.

Oleh karenanya AI berupaya mengidentifikasi perilaku abnormal tersebut sebagai sinyal, untuk menentukan keaslian sebuah akun.

Total, hingga kuartal 1 2019, Facebook telah menghapus 753,7 juta akun palsu di dunia, di mana 98 persennya dihapus setelah melalui identifikasi tim Facebook yang kini berjumlah 30 ribu orang, bukan dari hasil pelaporan pengguna lainnya.

2 dari 3 halaman

Kurangi Penyebaran Konten Hoaks dan Misinformasi

Untuk mengamankan suasana pilpres 2019, Facebook juga menangani peredaran hoaks.

Raksasa media sosial besutan Mark Zuckerberg ini menggunakan machine learning untuk mendeteksi keaslian informasi yang dibagikan.

Selain itu, Facebook juga bekerja sama dengan pemeriksa fakta pihak ketiga.

Di Indonesia Facebook bekerja sama dengan Tirto, AFP, Liputan6.com, Kompas, Tempo, dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Ketika ada konten yang dikategorikan sebagai hoaks atau misinformasi, Facebook akan mengurangi distribusi atau penyebaran berita tersebut di feed sehingga menurunkan potensinya untuk terbaca pengguna lain.

“Motivasi orang untuk menyebarkan hoaks adalah untuk mendapatkan keuntungan materi. Dengan mengurangi distribusi, kami juga menghapus kemungkinan orang untuk mendapatkan keuntungan materi dari penyebaran hoaks,” tutur Harbath.

Selanjutnya, pihak Facebook akan mengirimkan notifikasi jika ada pengguna yang mencoba membagikan atau telah membagikan konten yang dikategorikan sebagai hoaks atau misinformasi. 

3 dari 3 halaman

Tekan Peredaran Ujaran Kebencian

Facebook melakukan upaya lainnya, yakni menekan peredaran hate speech atau ujaran kebencian di platform-nya.

Salah satunya, jejaring sosial yang punya 115 juta akun di Indonesia ini bekerja sama dengan sejumlah stakeholder, salah satunya Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Harbath mencontohkan, dalam kasus di Brasil, yakni saat dua putaran pilpres, pihaknya mengidentifikasi ada kenaikan jumlah konten ujaran kebencian.

“Langsung Facebook bekerja sama sistem otomasi dan Bawaslu setempat untuk mengidentifikasi ujaran-ujaran kebencian. Pendekatan ke negara, ini juga yang akan dilakukan di Indonesia untuk menekan hate speech,” tuturnya.

Facebook juga mulai transparansi terhadap iklan dan halaman di Facebook, memperkuat penegakan hukum terhadap iklan yang tidak pantas, hingga mendukung keterlibatan sipil di Facebook.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Akun WhatsApp Penyebar Hoaks yang Dihapus Tak Bisa Dipulihkan Lagi

Liputan6.com, Jakarta – Viralnya konten hoaks di WhatsApp menjelang Pilpres 2019 membuat aplikasi pesan ini mulai berbenah.

Salah satu upaya yang dilakukan, antara lain adalah membatasi berapa kali konten diteruskan hingga mengidentifikasi perilaku penggunanya.

Nomor akun yang kedapatan melakukan perilaku abnormal, dalam hal ini berkali-kali meneruskan pesan ke berbagai nomor berpotensi untuk dihapus oleh WhatsApp.

Ketika akun dihapus oleh pihak WhatsApp, pengguna tak akan bisa memulihkan nomor tersebut.

Communication Lead Facebook Indonesia Putri Dewanti, ketika ditemui di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Jakarta mengatakan, saat nomor dihapus oleh pihak WhatsApp, pengguna tidak lagi bisa menggunakan WhatsApp dengan nomor yang sama.

“Sudah dihapus, hilang nomornya tidak bisa dipakai untuk WhatsApp lagi,” tutur Putri pada Senin (21/1/2019).

Kendati demikian, pihaknya tak bisa menyebutkan berapa banyak jumlah akun WhatsApp milik pengguna di Indonesia yang sudah dihapus.

“Belum ada, tapi kalau di-take down akun-akun yang dilaporkan ya memang sudah ada, tetapi spesifik angkanya belum tahu,” katanya.

2 dari 3 halaman

Bakal Bikin Kontak Hotline di Indonesia

Sebelumnya, VP Public Policy and Communication WhatsApp Victoria Grand menyebutkan, WhatsApp akan menyediakan layanan hotline di Indonesia untuk mengendalikan peredaran hoaks dan ujaran kebencian jelang pemilu legislatif dan presiden 2019.

Victoria menyebut, layanan hotline ini sebelumnya sudah diterapkan WhatsApp di India, Meksiko, dan Brasil.

Indonesia dianggap sebagai salah satu pasar penting untuk WhatsApp, oleh karenanya, Indonesia termasuk yang cukup diperhatikan oleh aplikasi pesan milik Facebook ini.

Ke depan, Victoria menyebut, WhatsApp akan bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan ICT Watch untuk membangun hotline di Indonesia.

“WhatsApp bekerja sama dengan local fact checker contoh ICT watch dan Mafindo untuk membangun hotline terkait pengecekan fakta. Ada juga pendanaan riset sebesar US$ 1 juta untuk bisa meneliti iklim pengguna di Indonesia dan berbagai aspek tantangannya,” kata Victoria.

3 dari 3 halaman

Tujuan Hotline

Putri menambahkan, tujuan adanya hotline adalah untuk mengatasi hoaks dan konten misinformasi.

“Bentuknya sama seperti fact check di Facebook. Jadi kalau misalnya ada informasi hoaks di WhatsApp, bisa dikirim ke hotline dan pihak ketiga yaitu fact checking akan memeriksa apakah informasi itu benar atau tidak,” tutur Putri.

Selanjutnya, setelah tim pengecek fakta telah mendapatkan fakta, akan dibagikan kembali apakah itu hoaks semata atau memang berita yang valid.

“Sistemnya sama persis (dengan Facebook), bedanya platform aja,” katanya.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Van Dijk Dinilai Akan Jadi Bek Terbaik Liga Inggris

Liputan6.com, Jakarta Palang pintu andalan Liverpool, Virgil van Dijk dijagokan akan mampu menjadi bek terbaik sepanjang masa di Liga Inggris,Eks pemain The Reds, Gary Gillespie menilai Van Dijk punya segalanya untuk menjadi bek terbaik.

Van Dijk digaet Liverpool dari Southampton pada awal 2018 lalu. Bek internasional Belanda itu pun langsung menjadi pilihan utama di lini belakang tim asuhan Jurgen Klopp. 

Setelah musim lalu berandil membawa Liverpool melaju hingga partai final Liga Champions, musim ini Van Dijk menjadi salah satu alasan klub Merseyside tersebut kokoh di puncak klasemen Premier League.

Gillespie menganggap Van Dijk layak disejajarkan dengan para bek terbaik dalam sejarah Liga Inggris seperti Rio Ferdinand dan John Terry.

“Saya mendapat banyak pertanyaan dalam beberapa pekan terakhir: Di mana posisi Van Dijk, jika dihubungkan dengan pemain seperti John Terry, Rio Ferdinand, bahkan Jaap Stam yang merupakan para bek tengah terbaik dalam sejarah Liga Inggris,” ujar Gillespie kepada The Mirror.

“Jujur, jika dilihat dari sisi kemampuan dan teknik, saya akan menempatkan dia [Van Dijk] di posisi teratas. Dia benar-benar memiliki segalanya,” sambungnya.

2 dari 2 halaman

Punya Segalanya

Meski demikian, ada satu syarat yang harus dipenuhi Van Dijk agar bisa dianggap pantas menjadi bek legendaris dalam sejarah Premier League.

“Untuk menjadi legenda hidup Anda harus sukses dan memenangi trofi serta medali secara terus-menerus, bukan hanya sekali saja,” tutur Gillespie.

“Terry dan Ferdinand, mereka memiliki kualitas yang luar biasa, tapi mereka juga punya usia panjang. Virgil, mungkin dia lebih unggul secara teknik, tapi dia harus menunjukkannya dengan trofi,” tukasnya.

Sumber Bola.net

Eden Hazard Tidak Akan Tinggalkan Chelsea Bulan Ini

Liputan6.com, London – Nama Eden Hazard tersebut disebut-sebut akan segera meninggalkan Chelsea. Namun, pemain internasional Belgia itu tidak berencana hengkang bulan ini.

Bursa transfer musim dingin bulan ini tidak akan dimanfaatkan Hazard untuk hijrah. Mantan pemain Lille itu memilih menghabiskan musim ini bersama Chelsea.

Bukan rahasia lagi, Hazard kerap berbicara tentang mimpinya membela Real Madrid. Rumor sempat beredar bahwa pemain berusia 28 tahun itu ingin pergi saat bursa transfer musim dingin dibuka.

Seperti dilansir Marca, Real Madrid juga tidak berencana mendatangkan Hazard lebih cepat. Klub ibu kota Spanyol itu akan bersabar menanti hingga musim ini berakhir.

Hazard sendiri konon menjamin jika meninggalkan Chelsea, dia hanya akan bergabung ke Los Blancos. Hal ini yang membuat manajemen Real Madrid merasa lega.

2 dari 3 halaman

Tak Ingin Ganggu Chelsea

Keputusan Hazard tak pindah bulan ini, karena dia tidak ingin mengganggu musim Chelsea. Hazard sadar, The Blues akan sulit mendapatkan pengganti bila dia hengkang di Januari 2019.

Kontrak Hazard bersama The Blues sendiri sesungguhnya baru akan habis pada Juni 2020. Hazard bersikeras tidak memperpanjang kontraknya yang tersisa satu musim lagi.

3 dari 3 halaman

Siapkan Pengganti

Chelsea sendiri sudah menyiapkan pengganti Hazard untuk musim depan. Klub London Barat itu telah merekrut Christian Pulisic dari Borussia Dortmund seharga 58 juta pound sterling.

Namun, Pulisic baru akan mendarat di Stamford Bridge awal musim depan. Fakta itu pula yang membuat Hazard mempertimbangkan hengkang setelah musim ini berakhir.

Saksikan video pilihan di bawah ini