Rutin Bercinta Bikin Awet Muda, Mitos atau Fakta?

Liputan6.com, Jakarta Bagi pasangan suami istri, bercinta bisa membuat hubungan makin dekat, menghilangkan stres, memperbaiki tidur, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, satu lagi yang mungkin Anda tidak tahu, bercinta bisa memperlambat penuaan.

Sebuah studi yang dilakukan peneliti University of California, Amerika Serikat, meneliti 129 orang yang telah berstatus sebagai ibu. Para partisipan diminta mencatat kepuasan hubungan seksnya. Selain itu, peneliti juga mengambil sampel darah untuk mengetahui indikator penuaan di sel-sel tubuh.

Seperti dikutip laman Reader’s Digest, Selasa (19/3/2019) peneliti menemukan bahwa istri yang bercinta sekali dalam seminggu memiliki telomer yang jauh lebih panjang. Telomer, merupakan tutup pelindung pada DNA yang menentukan umur sel.

Sebenarnya, telomer akan rusak akibat pola makan yang buruk, konsumsi alkohol, dan proses alami yakni penuaan. Namun, hubungan seks yang teratur dapat memperbaiki kerusakan itu, sehingga tetap awet muda.

Telomer yang pendek, menurut peneliti, identik dengan masalah kesehatan serius seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes. Sementara, telomer yang lebih panjang tampaknya bisa mencegah penyakit.

92 Orang Tewas, Ini Deretan Fakta Dampak Banjir Sentani Papua

Sebelumnya, jumlah pengungsi terdampak banjir bandang yang menerjang Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua mencapai 6.831 orang. Namun, hingga Selasa sore, jumlah tersebut bertambah sekitar 3.000 jiwa menjadi 9.580 orang.

“Data terkini jumlah pengungsi mencapai 9.580 orang yang ditempatkan di beberapa titik atau lokasi,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal.

Kamal merincikan jumlah pengungsi sebanyak itu di antaranya berada di Posko Induk Gunung Merah sebanyak 1.453 orang, kompleks Gajah Mada sebanyak 1.450 orang, di Panti Jompo sebanyak 23 orang dan di kompleks HIS sebanyak 600 orang.

Lalu, di Doyo Baru bertempat di Gereja Advent sebanyak 153 orang, kompleks Bintang Timur sebanyak 600 orang, kompleks Permata Hijau sebanyak 120 orang dan SIL 1000 orang.

Kemudian di Doyo Lama sebanyak 203, lalu di Gereja Doyo Lama sebanyak 1.000 orang, di GOR Toare sebanyak 170 orang, di Asrama Himles sebanyak 50 orang, Rindam 220 orang, di Kampung Netar 43 orang dan di Kompi D sebanyak 108 orang.

[Cek Fakta] Hoaks Menteri Agama Revisi Surat Al Kafirun

Liputan6.com, Jakarta – Kabar tentang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang mengganti terjemanan Surat Al Kafirun dalam Alquran menjadi non muslim,viral di media sosial.

Kabar ini bermula dari adanya artikel berjudul ‘Menag: Revisi Terjemahan Al Quran Siap Dicetak, Surah Al Kafirun Sudah Kami Ganti Dengan Kata Non Muslim‘ yang dimuat dalam situs operain.blogspot.com.

Gambar tangkapan layar artikel itu kemudian beredar luas di facebook. Satu di antaranya yang dibagikan oleh akun Mj Abdul pada Jumat 15 Maret 2019 lalu. Selain itu, akun ini juga menambahkan sebuah narasi dalam konten yang diunggahnya.

TERJEMAHAN ALQUR’AN SAJA BISA DIREVISI APALAGI UU. sadarlah saudaraku Se muslim . Ditangan mu saat pemilu nanti agama kita bisa dihargai

Harapan saya, pada tahun 2019, revisi terjemah Al Quran sudah selesai, hingga Al Quran ini bisa dicetak dan dipakai masyarakat,” kata Lukman kepada Tim Revisi Terjemahan Al Quran yakni Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran, Badan Litbang Kementerian Agama di kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta

Menurutnya, terjemahan Al Quran agar sesuai dengan bahasa dan situasi terkini. “Ini bukan pekerjaan mudah, butuh ketekunan dalam melihat dan mencermati kata perkata, ayat per ayat bahkan hubungan antara satu ayat dengan ayat lain, baik dalam satu surat maupun dengan surat lainnya,” ujarnya.

Lukman menambahkan, banyak ayat dalam Al Quran yang mempunyai makna dinamis dan mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi. “Saat ini, setiap tahunnya, rata-rata 4,5 juta Al Quran terjemahan Kemenag dicetak.

Baca Juga: Menhan: Jika masih ada Ulama Atau Ustadz Bilang Kafir Saat Ceramah, Silahkan Laporkan

Al Quran mulai diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sejak KH Saifuddin Zuhri menjadi Menteri Agama, tepatnya pada tahun 1965 dan hingga kini, terus mengalami revisi untuk menyesuaikan dengan perkembangan bahasa, materi dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Sementara KH Malik Madany yang mewakili Tim Revisi menyatakan akan berupaya menghadirkan terjemahan Al Quran yang efektif dan efisien.

Al Quran terjemahan dari Indonesia dipergunakan pula di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei dan lain sebagainya. “Dari Juz 1 hingga 2, ada 27 kata atau arti yang hendak dibakukan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia,” kata Malik Madany.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Kabalitbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud, Anggota Tim Revisi antara lain KH A Malik Madany, Rosihan Anwar, Ahsin S, Muchlis Hanafi, Avdul Ghofur Maimun, Umi Husnul Khotimah, Zarkasi, Deny Hudaeny, Abdul Aziz Sidqi, Arum Ridiningsih, Imam Arif, Joni Syatri, Musaddad, serta Staf Khusus Menag Hadi Rahman dan Aly Zawawi.

Mengganti Surah Al KafirunIndonesia sebagai negara yang heterogen harus mengedepan sikap saling menghormati. Penyebutan kepada orang lain yang berbeda agama harus diperhatikan, agar jangan menggunakan kata yang bisa membuat orang lain tersinggung.

Menteri Agama (Menteri Agama) Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang merekomendasikan kepada umat Islam untuk menghindari menyebut orang orang non-muslim dengan kata kafir.

“Saya ingin garis bawahi ajakan itu rekomendasi dalam konteks kehidupan kita sebagai sebuah bangsa yang heterogen. Sehingga sebutan-sebutan kepada yang beda keimanan, keyakinan, agama itu tidak menggunakan sebutan yang berpotensi bisa diduga sesuatu sebutan yang tidak dikehendaki oleh yang disebut itu,” ujar Lukman di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Dia menuturkan, penyebutan kafir kepada non-muslim tergolong menyakiti. Keberagamaan merupakan suatu keniscayaan sehingga menghindari penyebutan istilah kafir untuk saling menghargai satu sama lain dan sangat penting bagi kerukunan antarumat beragama.

Menurutnya, setiap warga negara mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menjaga agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam keseharian. Ajakan PBNU itu untuk menghilangkan istilah kafir,” tulis Mj Abdul.

Konten yang diunggah Mj Abdul telah 127 kali dibagikan dan mendapat 48 komentar warganet.

[Cek Fakta] Ma’ruf Amin Sebut Jumlah Pengangguran Terendah Dalam 20 Tahun

Dari hasil penelusuran, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia memang cenderung turun. Hal ini sebagaimana yang diberitakan Liputan6.com dengan judul ‘Tren Tingkat Pengangguran di RI Menurun‘.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka cenderung turun. Data terakhir menunjukkan, hingga Agustus 2018, tingkat pengangguran terbuka mencapai 5,34 persen. Angka ini memang naik kalau dibandingkan Februari 2018 di posisi 5,13 persen.

Sedangkan dilihat dari Agustus 2012 cenderung merosot. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat 6 persen, kemudian pada Februari 2013 di posisi 5,88 persen. Kembali naik pada Agustus 2013 menjadi 6,17 persen. TPT kembali merosot menjadi 5,7 persen pada Februari 2014 dan Agustus 2014, TPT mencapai 5,04 persen.

TPT kembali turun mencapai 5,81 persen pada Februari 2015 dan Agustus 2015 kembali naik menjadi 6,18 persen.

Lalu pada Februari 2016, TPT turun menjadi 5,5 persen dan Agustus 2016 mencapai sebesar 5,6 persen. Angka TPT pun kembali turun menjadi 5,33 persen pada Februari 2017 dan Agustus 2017 sebesar 5,5 persen. Lalu TPT kembali merosot menjadi 5,13 persen pada Februari 2018 dan hingga Agustus 2018 naik menjadi 5,34 persen.

Adapun TPT ini merupakan persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. Berdasarkan data BPS menunjukkan tingkat pengangguran mencapai 7 juta pengangguran hingga Agusttus 2018. Angka ini naik tipis dari periode Februari 2018 sebesar 6,87 juta. Kemudian pada Agustus 2017 sebesar 7,04 juta dan Februari 2017 sebesar 7,01 juta.

Pada Agustus 2016, tingkat pengguran mencapai 7,02 juta. Angka ini sama dengan Februari 2016 sebesar 7,02 juta. Angka tersebut turun dari posisi Agustus 2015, pengangguran mencapai 7,56 juta orang dan Februari 2015 sebesar 7,45 juta.

Pada Agustus 2014, tingkat pengangguran 7,24 juta dan Februari 2014 sebesar 7,15 juta. Sementara itu, Agustus 2013, tingkat pengangguran 7,41 juta dan Februari 2013 sebesar 7,24 juta. Agustus 2012, tingkat pengangguran sebesar 7,35 juta.

Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede menuturkan, turunnya tingkat pengangguran didukung sektor riil yang bergerak dapat menyerap tenaga kerja. Sektor riil tersebut bergerak didukung kebijakan stimus dan insentif fiskal pemerintah.

Akan tetapi, Josua mengingatkan kalau tingkat pengangguran terbuka trennya menurun, tetapi pengangguran juga tinggi di pedesaan ketimbang perkotaan.

Melihat data BPS menunjukkan, penduduk bekerja yang berdasarkan lapangan kerjanya yang alami penurunan dari sektor pertanian 0,89 persen, jasa lainnya 0,11 persen dan jasa pendidikan 0,05 persen, hingga Agustus 2018.

“Tingkat pengangguran di pedesaan cukup tinggi dari perkotaan. Indikasi juga ada migrasi dan dampak dari urbanisasi karena berkembangnya industri di pedesaan,” ujar Josua saat dihubungi Liputan6.com.

Berdasarkan data BPS, jumlah angkatan kerja terus meningkat. Penduduk yang termasuk angkatan kerja ini merupakan penduduk usia kerja (15 tahun lebih) yang bekerja atau punya pekerjaan tapi sementara tidak bekerja dan pengangguran.

Sedangkan bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan paling sedikit satu jam atau tidak terputus dalam seminggu lalu.

Kegiatan itu termasuk pola kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam usaha dan kegiatan ekonomi. 

Jumlah angkatan kerja Agustus 2012: mencapai 119,85 juta

Jumlah penduduk bekerja Agustus 2012: 112,50 juta

Jumlah angkatan kerja Februari 2013: 123,17 juta

Jumlah penduduk bekerja Februari 2013: mencapai 115,93 juta

Jumlah angkatan kerja Agustus 2013: 120,17 juta

Jumlah penduduk bekerja Agustus 2013 mencapai 112,76 juta

Jumlah angkatan kerja Februari 2014: mencapai 125,32 juta

Jumlah penduduk bekerja Februari 2014: mencapai 118,17 juta

Jumlah angkatan kerja Agustus 2014: mencapai 121,87 juta

Jumlah penduduk bekerja Agustus 2014:mencapai 114,63 juta

Jumlah angkatan kerja Februari 2015 :mencapai 128,30 juta

Jumlah penduduk bekerja Februari 2015: mencapai 120,85 juta

Jumlah angkatan kerja Agustus 2015: mencapai 122,38 juta

Jumlah penduduk bekerja Agustus 2015: mencapai 120,65 juta

[Cek Fakta] Ma’ruf Amin Klaim Jumlah TKA di Indonesia Terkendali, Benarkah?

Dari hasil penelusuran, Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri menegaskan bahwa jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Indonesia saat ini berada di kisaran 100.000-an. Menurutnya, angka ini masih terbilang kecil. 

Hal ini sebagaimana diberitakan situs merdeka.com dengan judul ‘Menaker: Jumlah Pekerja Asing di RI Sangat Kecil, Masyarakat Tak Perlu Khawatir‘. 

Menteri Hanif menyampaikan, jumlah TKA yang masuk ke Indonesia juga terhitung hanya sekitar nol koma sekian persen saja. Bila dibandingkan dengan negara-negara lain, jumlah TKA di Indonesia masih sangat kecil dan aman.

“Jadi sangat kecil sekali kalau dibandingkan negara lain jadi nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Asumsi Anda kan kelihatannya kayak gede, enggak istilahnya kalau grafiknya itu ya biasanya saja kok,” kata Hanif di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa 8 Januari 2019 lalu.

Hanif menambahkan, TKA yang bekerja di Indonesia pun mulai dari berbagai macem sektor. Misalnya saja ada yang disektor pertanian, industri manufaktur, dan jasa. Namun demikian, Menteri Hanif tidak menjelaskan secara detail berapa presentasi jumlah TKA untuk di masing-masing bidang tersebut.

Ma’ruf Amin Sebutkan Fakta, BPJS Kesehatan adalah Asuransi Terbesar di Dunia

Liputan6.com, Jakarta Di segmen awal Debat Cawapres 2019, Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa kepesertaan JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan adalah asuransi terbesar di dunia.

“Melalui JKN-KIS ini kita telah melakukan upaya asuransi sosial yang besar bahkan mencapai 215 juta peserta asuransi BPJS. Dan ini merupakan asuransi terbesar di dunia,” kata Ma’aruf dalam Debat Cawapres 2019 di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Menilik data terbaru milik BPJS Kesehatan dengan ucapan Ma’ruf memang angkanya tidak sama persis. Namun, pernyataan Ma’ruf Amin yang mengatakan bahwa BPJS Kesehatan sebagai asuransi terbesar di dunia adalah fakta seperti disampaikan pihak BPJS Kesehatan.

“Betul. Dengan kepesertaan 218 juta, BPJS Kesehatan sebagai asuransi sosial terbesar ke dunia,” kata Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Maruf lewat sambungan telepon pada Minggu (17/3/2019) malam.

Menilik laman BPJS Kesehatan, ada 218.132.478 peserta program JKN-KIS per 1 Maret 2019. Yang dibiayai oleh APBN ada sekitar 96 juta peserta. Sisanya adalah peserta yang kepesertaannya dibiayai APBD, mandiri, badan usaha.

9 Fakta Menarik Penyisihan Grup Piala Presiden 2019

1. Bhayangkara FC menjadi satu-satunya klub peserta Piala Presiden 2019 yang mampu meraih sembilan poin alias menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan.

2. Bhayangkara FC juga menjadi klub paling banyak mencetak gol di babak penyisihan Piala Presiden 2019 dengan torehan 10 gol dari tiga laga.

3. Persela Lamongan menjadi klub peserta Piala Presiden 2019 yang paling sedikit kebobolan yakni sekali. Itu terjadi ketika bermain 1-1 melawan Barito Putera, pada 13 Maret 2019.

4. PSM Makassar melanjutkan kutukan tak mampu lolos ke babak perempat final Piala Presiden 2019. Ini menjadi edisi keempat klub tersebut hanya mampu bertahan sampai babak penyisihan grup.

5. Tira Persikabo dan Persela Lamongan mencetak sejarah untuk kali pertama mampu lolos ke perempat final Piala Presiden 2019. Sebelumnya, pencapaian terbaik Tira Persikabo (atau saat masih bernama PS TNI/PS Tira) adalah babak penyisihan pada 2017 dan 2018. Adapun Persela hanya sampai penyisihan grup pada 2015, 2017, 2018.

6. Persib Bandung kembali gagal lolos ke perempat final Piala Presiden 2019. Sama seperti tahun lalu, Persib juga finis di peringkat ketiga dengan torehan dua kekalahan dan sekali menang.

9 Fakta Setelah MU Disingkirkan Wolves dari Piala FA

WolverhamptonManchester United tersingkir dari Piala FA usai dikalakan Wolverhampton Wanderers 1-2. Sejumlah fakta dicatatkan dari hasil negatif Setan Merah itu.

MU dikalahkan Wolves 1-2 di Molineux Stadium, Minggu (17/3/2019) dini hari WIB pada perempatfinal Piala FA. Tim besutan Ole Gunnar Solskjaer itu kebobolan dua gol lebih dulu melalui Raul Jimenez dan Diogo Jota. MU cuma bisa membalas satu gol lewat Marcus Rashford di masa injury time.

Kekalahan tersebut menjadi kekalahan beruntun MU dalam dua laga terakhir. Itu menjadi catatan pertama untuk Solskjaer.


Selain itu, Opta mencatat fakta lain. berikut rangkumannya:

1. Woves meraih semifinal Piala FA untuk kali ke-15 sejak 1997-1998. Mereka selalu tereliminasi di empat semifinal terakhir.

2. MU kalah dua kali beruntun untuk kali pertama sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer, mengulang catatan Jose pada Desember 2018.

3. Untuk kali pertama, Wolves mencetak tiga kemenangan beruntun di Piala FA sejak Februari 2003.

4. Wolves meraih enam kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di kandang dalam semua kompetisi (seri 1 kali), total dari 16 laga sebelumnya (menang 6, seri 5, dan 5 kali kalah).

5. Mu baru sekali dikalahkan Wolvers di Piala FA sejak Januari 1973 sekaligus sebagai kekalahan pertama dalam empat kali duel di perempatfinal.

6. Ole Gunnar Solskjaer mencatatkan dua kekalahan dari Wolves. Kekalahan sebelumnya dibuat saat dia menangani Cardiff pada Agustus 2014 (0-1).

7. Raul Jimenez menccetak 15 gol dalam semua kompetisi musim ini, setidaknya delapan gol lebih bayak ketimbang pemain wolves lainnya.

8. Enam gol Wolves terakhir dicetak oleh Raul Jimenez (4) atau Diogo Jota (2).

9. Delapan dari 12 gol Marcus Rashford dari semua kompetisi dibuat sejak MU ditangani oleh Ole Gunnar Solskjaer.

(fem/yna)

6 Fakta Usai Wolves Kalahkan MU di Piala FA: Kekalahan Beruntun Solskjaer

Liputan6.com, Jakarta Manchester United (MU) menuai kekalahan beruntun pertama di era Ole Gunnar Solskjaer. Setelah kalah dari Arsenal di Liga Inggris, MU juga tersingkir di perempat final Piala FA usai kalah 1-2 dari Wolverhampton Wanderers (Wolves), Minggu (17/3/2019).

Pertandingan berlangsung berimbang pada babak pertama, namun Wolves berhasil unggul dua gol di 45 menit kedua. Gol Wolverhampton diciptakan oleh Raul Jimenez pada menit ke-76 dan Diogo Jota enam menit setelahnya.

MU mencoba menyamakan kedudukan. Namun di sisa-sisa menit pertandingan, mereka hanya mampu mencetak gol beberapa saat sebelum wasit meniupkan peluit panjang melalui aksi Marcus Rasford. Dengan demikian, The Red Devils kalah 1-2.

Pertandingan kali ini juga menyisakan beberapa catatan penting yang patut untuk diketahui oleh Bolaneters sekalian. Penasaran? Yuk simak beberapa catatan laga dari Wolverhampton vs MU yang dilansir dari BBC Sport berikut ini.

Kalahkan MU, Arsenal Rebut Posisi Empat