Sudirman Said: Prabowo akan Tampil Rileks, Tidak Menyerang

JakartaBadan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memastikan capres nomor urut 02 akan tampil rileks dalam debat kedua. Sudirman menegaskan, Prabowo akan tampil memberikan gagasan-gagasan baru di panggung debat capres.

“Insyaallah Beliau akan tampil rileks, tidak akan nyerang-nyerang gitu. Saya yakin juga ini bukan kuat-kuatan untuk menjatuhkan tapi adu gagasan dan gagasan disampaikan dengan baik bukan untuk menjatuhkan lawan, tapi meyakinkan masyarakat yang lain,” ujar Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said kepada wartawan di Media Center BPN, Jl Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Dengan gaya rileks dan bicara data, Prabowo disebut Sudirman ingin meyakinkan pemilih soal pengelolaan energi, pangan, infrastruktur, dan sumber daya alam (SDA). Dengan begitu, Prabowo-Sandiaga bisa mengambil suara dari swing voters.

“Untuk apa lawan dijatuhkan, dipermalukan, tapi kemudian elektabilitasnya tidak naik. Jadi kita ingin meyakinkan pemilih yang di tengah, yang disebut swing voters, bahwa ini pemimpin baru yang menawarkan perbaikan-perbaikan,” sambung Sudirman.

Sebagai persiapan, Prabowo menurut Sudirman sudah berkomunikasi dengan para ahli di bidangnya terkait tema debat capres. Prabowo akan menekankan mengenai strategi pengelolaan negara yang ideal pada debat capres.

“Debat ini kan debat level pimpinan negara ya, tentu saja data-data sangat diperlukan, tapi sebetulnya yang lebih penting adalah soal strategi soal visi, soal program, kisaran-kisaran program. Kalau data detail, ya seorang presiden punya begitu banyak instrumen. Saya kira tidak fair juga kalau dibebankan kepada pemimpin negara,” tuturnya.
(fdn/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Sebut Pidato Kebangsaan Prabowo Cari Panggung, BPN: Tidak Fair!

JakartaBadan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memaklumi sikap Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang menyebut pidato kebangsaan Prabowo di Semarang adalah cari panggung. Menurut BPN, tak ada yang salah dari pidato kebangsaan Prabowo karena hanya mengungkapkan gagasan dan idenya.

“Pidato itu hanya mengungkapkan gagasan dan ide terkait bangsa ini. Tidak ada yang salah. Justru dengan begitu, masyarakat bisa membaca alam pikiran dan gerakan yang akan dibangun oleh Prabowo jika nanti diberi amanah,” kata juru debat BPN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

Menurut Saleh, apa yang dilakukan Prabowo bagi TKN selalu salah. Saleh menilai TKN kewalahan menaikkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf yang disebutnya masih stagnan.

“Bagi TKN, segala yang terkait dengan Prabowo-Sandi pastilah salah. Kita memaklumi saja sikap mereka. Mungkin saja saat ini mereka lagi kewalahan untuk menaikkan elektabilitas Jokowi yang konon dikabarkan masih stagnan,” ujar Saleh.

Politikus PAN ini mengatakan TKN tak pernah menyebut Jokowi cari panggung. Padahal, menurut Saleh, panggung Jokowi jauh lebih banyak.

“Hanya saja, TKN tidak pernah menyebut pidato-pidato Jokowi sebagai mencari panggung. Padahal, jika dihitung, panggung Jokowi jauh lebih banyak. Dari satu kegiatan ke kegiatan lain, dan dari satu daerah ke daerah lain,” tuturnya.

Saleh lalu menyebut TKN tidak fair. Menurutnya, di banyak panggung, Jokowi juga bicara soal politik.

“Apakah kegiatan-kegiatan itu tidak cari panggung? Bukankah di atas panggung-panggung itu Jokowi juga bicara soal politik? Di sini letak tidak fair-nya TKN. Silakan masyarakat yang menilai,” pungkas Saleh.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menilai pidato kebangsaan yang akan dilakukan capres Prabowo Subianto di Semarang bagian dari mencari panggung. Meski demikian, TKN menyatakan usaha tersebut merupakan hak Prabowo.

“Saya kira itu hak Pak Prabowo ya untuk menyampaikan pidato kebangsaan. Dan saya kira memang itu adalah bagian dari mencari panggungnya Pak Prabowo,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/2).
(azr/zak)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Okupansi Hotel Merosot Akibat Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Liputan6.com, Jakarta – Kenaikan harga tiket pesawat dikeluhkan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Lantaran, akibat kenaikan ini, tingkat keterisian kamar (okupansi) hotel menuturn.

Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani mengatakan, kenaikan harga tiket pesawat sangat berdampak pada okupansi hotel.

Sebab, dengan harga yang naik, masyarakat menahan diri untuk melakukan perjalanan atau berwisata ke suatu daerah. Pemesanan pun atas kamar hotel pun berkurang.

‎”Terimbas sekali, kita turun (okupansi) antara 20-40 persen,” ujar dia di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Selain terhadap okupansi hotel, kenaikan harga tiket ini juga berdampak pada restoran serta penjualan makanan dan minuman di daerah, khususnya yang menjadi tujuan wisata.

“Itu pengaruhnya ke F&B (food and beverage) juga otomatis. Hotel kan berhubungan dengan F&B. Dengan room yang drop, pasti F&B juga akan kena,” kata dia.

Hariyadi menuturkan, penurunan okupansi tersebut telah terjadi sejak awal tahun i‎ni dan berpotensi menjadi lebih parah khususnya pada saat low season seperti sekarang.

“Mulai dari awal pertengahan Januari sampai dengan saat ini, karena sudah mulai berlaku. Efektifnya minggu pertama Januari. Jadi bulan ini juga low season, kita sudah low season ketimpa seperti ini juga jadi repot,” ujar dia.

Oleh sebab itu, PHRI mengimbau kepada maskapai untuk kembali menurunkan harga tiket pesawat. Jika tidak, akan semakin banyak sektor yang juga akan terkena dampak.

‎”Pesan kami kepada airlines, apapun alasannya, tidak efisiennya mereka lalu dibebankan kepada konsumen. Ini tidak fair. Dan yang saya rasa yang mengeluh bukan hanya PHRI. Saya rasa Angkasa Pura juga mengeluh karena penumpangnya turun. Mereka juga mengambil dari traffic,” ujar dia.

2 dari 2 halaman

Penyesuaian Harga Avtur Diserahkan kepada Pertamina

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyera‎hkan mengenai masalah penyesuaian harga avtur ke PT Pertamina (Persero). Namun penyesuaian tersebut harus berdasarkan formula yang telah diterbitkan.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (Biro KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, Kementerian telah mengeluarkan acuan pebentukan harga avtur, melalui formula yang tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor17 Tahun 2019 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran, jenis bahan bakar minyak umum, jenis avtur yang disalurkan melalui Depot pengisian pesawat udara.

“ESDM sudah selesai mengeluarkan Kepmen 17 Tahun 2019,” kata Agung, saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu 13 Februari 2019.

Menurut Agung, Pertamina dimungkinkan menyesuaikan harga avtur sesuai dengan formula yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri ESDM tersebut.

“Tinggal langkah badan usaha saja menyesuaikan harga dengan formula yang sesuai,” tuturnya.

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra mengungkapkan, dalam formula harga avtur ada patokan harga tertinggi, sehingga Pertamina tidak bisa melebihi harga tersebut dalam menetapkan besaran harga avtur.

“Ya di kasihnya harga patokan, ya kita ikut aja sama harga patokan,” tuturnya.

Basuki pun mengklaim, harga avtur Pertamina belum melebihi patokan harga yang ditetapkan dalam formula. Sehingga harga avtur Pertamina tidak bermasalah jika mengacu formula.

‎”Sepanjang tidak melebihi harga patokannya ya nggak apa-apa lah. Selama ini harga avturnya masih di bawah,” kata dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

AC Milan Bakal Boyong Pemain Bintang Lagi

Liputan6.com, Jakarta Presiden AC Milan, Paulo Scaroni, menyebut Rossoneri bisa saja mendatangkan nama besar, jika aturan Financial Fair Play (FFP) memperbolehkannya. Selama ini, aturan FFP telah membuat pergerakan AC Milan di bursa transfer semakin terbatas.

AC Milan telah berurusan dengan FFP sejak masa peralihan musim 2017-2018 ke 2018-2019. Akibat belanja besar-besaran di musim kemarin yang tidak diimbangi oleh pemasukan yang sepadan, mereka pun langsung masuk dalam pantauan regulasi UEFA tersebut.

Setelah perjuangan yang cukup panjang, AC Milan berhasil terhindar dari hukuman larangan bermain di ajang Eropa pada musim ini. Hanya saja, ada sanksi lain yang sedang menanti mereka pada tahun 2021 mendatang.

Beberapa bulan yang lalu, UEFA menyatakan bahwa AC Milan dibolehkan berpartisipasi di ajang Eropa setidaknya hingga tahun 2021 nanti. Tapi, untuk tahun selanjutnya, partisipasinya akan bergantung pada kondisi keuangannya.

2 dari 3 halaman

Asal FFP Mengizinkan

Jika neraca keuangannya di tahun 2021 nanti tidak seimbang, maka Milan dipastikan tak boleh mengikuti kompetisi Eropa pada dua musim setelahnya. Selain itu, sebelum 2021, jumlah pemain yang diikutkan dalam ajang Liga Champions ataupun Liga Europa juga dibatasi.

FFP benar-benar menjadi momok untuk klub raksasa Italia tersebut. Maka dari itu, Scaroni menyatakan bahwa Milan bisa saja memboyong pemain dengan nama besarnya, selama FFP memperbolehkannya.

“Saat saya bertemu seorang fans klub, yang bertanya ‘Presiden, kenapa anda tak membeli nama besar lainnya?’, saya menjawab, ‘tentu saja, bila FFP memperbolehkannya’,” tutur Scaroni kepada Il Sole 24.

3 dari 3 halaman

Paham Jika Fans Tak Mengerti

Proses perekrutan pemain sendiri, dijelaskan Scaroni kepada sang penggemar, tidak serta merta mencatut nama dan membayarnya dengan sejumlah uang saja. Namun ia mafhum, sebab ada banyak fans yang tidak paham dengan aturannya.

“Saya juga menjelaskan ke mereka soal mekanisme yang membuat anda bisa membeli pemain, hanya dengan sumber daya yang berasal dari keuntungan klub,” tambahnya.

“Mereka terkadang bingung saat saya memberitahunya, karena mereka tak tahu peraturan itu. Sepak bola telah berubah drastis dan semua orang di dalamnya harus beradaptasi dengan itu,” tandasnya.

Meskipun sedang dikekang FFP, namun Milan masih bisa belanja pemain di bulan Januari kemarin dengan nominal uang yang tak sedikit. Mereka mendatangkan Lucas Paqueta dan Krzysztof Piatek dengan total biaya sebesar 72 juta euro.

Sumber: bola.net

Scaroni Jelaskan Alasan AC Milan Tak Rekrut Pemain Hebat

Liputan6.com, Jakarta Presiden AC Milan, Paolo Scaroni, mengungkapkan soal kondisi di tubuh Rossoneri. Ia juga menjelaskan tentang dinamikan yang akan terjadi di AC Milan.

“Kami memiliki dua gunung untuk didaki di AC Milan: gunung hasil olahraga dan gunung hasil ekonomi,” kata Scaroni dalam sebuah wawancara panjang dengan Il Sole 24 Ore, Senin (11/2/2019).

“Ketika saya bertemu penggemar yang penuh antusiasme yang bertanya kepada saya: ‘presiden, mengapa Anda tidak membeli pemain hebat lain?’ Saya menjawab kepadanya bahwa kami akan melakukannya jika Financial Fair Play mengizinkannya.

“Saya menjelaskan mekanisme yang memungkinkan Anda membeli pemain hanya dengan sumber daya yang berasal dari keuntungan klub. Dia sering terkejut karena dia tidak tahu aturan ini. Sepak bola berubah dan semua dunia kita harus matang,” pungkasnya.

2 dari 3 halaman

Sosok Sentral

Beberapa waktu lalu, AC Milan mengumumkan bahwa mereka secara resmi telah melantik Ivan Gazidis sebagai CEO Rossoneri yang baru. Penunjukkan Gazidis dilakukan petinggi AC Milan saat rapat pemegang saham.

Scaroni menyatakan rasa bangganya bisa merekrut pria 53 tahun itu dari Arsenal. Gazidis adalah sosok sentral yang mengubah wajah Arsenal pada musim panas kemarin.

3 dari 3 halaman

Bagi Tugas

“Gazidis? Kami memiliki direktur pelaksana kaliber internasional hebat seperti dia yang di Inggris memimpin Arsenal dan merupakan wakil komisaris MLS,” katanya.

“Kami membagi tugas. Ia mengelola manajemen dan tim, saya mengikuti kegiatan Italia. Sepakbola adalah salah satu industri utama negara kita dan merupakan salah satu jantung masyarakat kita yang berdenyut, “katanya.

TKN soal Slamet Ma’arif Tersangka: Jangan Selalu Merasa Benar

TKN soal Slamet Maarif Tersangka: Jangan Selalu Merasa Benar Foto: Abdul Kadir Karding. (Ari Saputra/detikcom).

Jakarta – Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif merasa diperlakukan tidak adil menyusul penetapan tersangkanya dalam kasus pidana pemilu. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin meminta Slamet dan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang membelanya untuk fair.

“Di era politik ini, apapun yang terjadi, yang merugikan BPN Prabowo-Sandiaga pasti tuduhannya ke pemerintah, itu tidak fair,” ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Senin (11/2/2019).

Karding menegaskan, penetapan Slamet Ma’arif sebagai tersangka bukan asal-asalan. Masalah pidana dalam pemilu pun juga sudah diatur dalam UU Pemilu dan ditagani oleh Sentra Gakkumdu (penegakan hukum terpadu).


“Itu kewenangan di Gakkumdu, ada Jaksa, Polisi dan Bawaslu. Kalau kemudian dia tersangka itu artinya ada bukti hukum yang nyata yang dapat dipertanggungjawabkan oleh penyidik , apalagi sekarang ini seluruh proses-proses itu terbuka, apalagi kalau dia tokoh publik,” kata Karding.

Menurutnya, Gakkumdu pun tak akan aneh-aneh dalam penanganan kasus pemilu. Sebab hal tersebut bisa menjadi masalah dan menyerang balik penegak hukum.

“Kita fair aja, pengadilan terbuka kok, boleh didampingi pengacara, boleh di-medsoskan. Akan dapat dibuktikan di pengadilan. Pasti mereka punya bukti yang cukup. Tidak semua apa-apa ujungnya ke pemerintah, nggak bisa. Kita menganut sistem persamaan di mata hukum dan hukum yang tidak bisa diintervensi. Pengadilan memiliki independensi yang tinggi terhadap satu kasus,” tutur anggota Komisi III DPR itu.

Karding pun menyebut tim sukses dan pendukung Prabowo-Sandiaga selalu menuduh pemerintahan Presiden Joko Widodo bila ada pihaknya yang terkena masalah. Itu menurutnya justru sikap yang tidak adil.

“Masalahnya segala sesuatu yang terjadi terhadap gengnya BPN Prabowo ini, kelompok BPN, apa-apa kalau yang salah itu tuduhannya, framingnya adalah kriminalisasi, framingnya adalah pekerjaan pemerintah, dalangnya pemerintah, saya kira itu juga tidak fair,” sebut Karding.

Politikus PKB ini mengimbau Badan Pemenagan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga dan para simpatisan pasangan nomor urut 02 itu, termasuk Slamet Ma’arif untuk bijaksana dalam bersikap. Bila tidak ingin terkena kasus, kata Karding, mereka diminta untuk menjaga sikap dan tutur katanya.

“Kalau tidak ingin kena masalah, jangan berbuat salah. Kita harus proporsional. Jangan mau selalu merasa benar bisa omong apa saja tidak tersentuh hukum, setelah dihukum nyalahkan Jokowi,” katanya.

Seperti diketahui, Slamet Ma’arif menjadi tersangka terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019. Kubu Prabowo-Sandiaga membela Slamet habis-habisan.

Slamet Ma’aruf sendiri menyatakan tidak adil terhadap penetapan status tersangkanya. Polisi memastikan sudah melakukan prosedur yang semestinya. Slamet ditetapkan sebagai tersangka karena polisi sudah punya bukti kuat terkait kasus tersebut.

“Memilukan dan memalukan hukum di Indonesia, ketidakadilan hukum terpampang jelas dan gamblang di negeri ini,” kata Slamet kepada wartawan, Senin (11/2).

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Daftar Lengkap Pemenang Grammy Awards 2019

JakartaGrammy Awards 2019 akhirnya digelar. Berikut adalah daftar update pemenang dari ajang penghargaan musik paling bergengsi sejagat itu.

Tahun ini, Grammy Awards 2019 di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat. Ada 44 piala yang diperebutkan.

Camila Cabello membuka Grammy Awards 2019 dengan ‘Havana’ yang begitu epic. Ia berkolaborasi dengan Young Thug dan Ricky Martin. Nuansa Latin begitu terasa di awal ajang tersebut.

Daftar Lengkap Pemenang Grammy Awards 2019 (Update)Ricky Martin, Camila Cabello dan J Balvin. Foto: Kevin Winter/Getty Images for The Recording Academy

Jada Pinkett SmithSelanjutnya, ada juga speech dari Lady Gaga, Michelle Obama dan Jennifer Lopez. Mereka berbicara bagaimana peran musik di hidupnya.
Di tengah acara, Cardi B hadir yang membuat suasana semakin panas. Penonton Grammy Awards 2019 pun bersorak menikmati penampilannya.

Cardi B di Grammy Awards 2019.Cardi B di Grammy Awards 2019. Foto: Kevin Winter/Getty Images for The Recording Academy

Grammy Awards 2019 juga belum lengkap tanpa penampilan dari Lady Gaga. Membawakan ‘Shallow’, ia manggung bukan bersama Bradley Cooper, tapi ditemani Mark Ronson.

Grammy Awards 2019 juga tidak luput dari kritikan. Ajang tersebut dinilai Drake terlalu berat sebelah dalam memberikan penilaian.

Sang rapper mengungkapkan hal itu dalam pidato kemenangannya. Ia berhasil meraih piala Grammy untuk Best Rap Song.

Sedangkan Childish Gambino, yang juga sama-sama mengkritik Grammy Awards 2019, berhasil meraih empat piala, yaitu Best Rap/Sung Performance, Best Music Video, Song of the Year dan Record of the Year.

Dua Lipa meraih dua piala tahun ini, satu untuk Best Dance Recording dan Best New Artist.

Menyamai raihan Childish Gambino, Kacey Musgraves juga mendapatkan empat piala Grammy Awards 2019. Ia berhak atas Album of the Year, Best Country Solo Performance, Best Country Song dan Best Country Album.

Berikut adalah daftar lengkap pemenang Grammy Awards 2019.

Record of the Year
‘I Like It’ – Cardi B, Bad Bunny & J Balvin
‘The Joke’ – Brandi Carlile
‘This is America’ – Childish Gambino (Pemenang)
‘God’s Plan’ – Drake
‘Shallow’ – Lady Gaga & Bradley Cooper
‘All The Stars’ – Kendrick Lamar & SZA
‘Rockstar’ – Post Malone Featuring 21 Savage
‘The Middle’ – Zedd, Maren Morris & Grey

Album of the Year
‘Invasion Of Privacy’ – Cardi B
‘By The Way, I Forgive You’ – Brandi Carlile
‘Scorpion’ – Drake
‘H.E.R.’ – H.E.R.
‘Beerbongs & Bentleys’ – Post Malone
‘Dirty Computer’ – Janelle Monáe
‘Golden Hour’ – Kacey Musgraves (Pemenang)
‘Black Panther: The Album, Music From And Inspired By’ – Various Artists

Song of the Year
‘All The Stars’ – Kendrick Lamar & SZA
‘Boo’d Up’ – Ella Mai
‘God’s Plan’ – Drake
‘In My Blood’ – Shawn Mendes
‘The Joke’ – Brandi Carlile
‘The Middle’ – Zedd, Maren Morris & Grey
‘Shallow’ – Lady Gaga & Bradley Cooper
‘This Is America’ – Childish Gambino (Pemenang)

Best New Artist
Chloe x Halle
Luke Combs
Greta Van Fleet
H.E.R.
Dua Lipa (Pemenang)
Margo Price
Bebe Rexha
Jorja Smith

Best Pop Solo Performance
‘Colors’ – Beck
‘Havana (Live)’ – Camila Cabello
‘God Is A Woman’ – Ariana Grande
‘Joanne (Where Do You Think You’re Goin’?)’ – Lady Gaga (Pemenang)
‘Better Now’ – Post Malone

Pop Duo/Group Performance
‘Fall in Line’ – Christina Aguilera (feat. Demi Lovato)
‘Don’t Go Breaking My Heart’ – Backstreet Boys
”S Wonderful’ – Tony Bennett & Diana Krall
‘Shallow’ – Lady Gaga & Bradley Cooper (Pemenang)
‘Girls Like You’ – Maroon 5 feat. Cardi B
‘Say Something’ – Justin Timberlake feat. Chris Stapleton
‘The Middle’ – Zedd, Maren Morris, Grey

Best Traditional Pop Vocal Album
‘Love Is Here To Stay’ – Tony Bennett & Diana Krall
‘My Way’ – Willie Nelson (Pemenang)
‘Nat ‘King’ Cole & Me’ – Gregory Porter
‘Standards (Deluxe)’ – Seal
‘The Music…The Mem’ries…The Magic!’ – Barbra Streisand

Best Pop Vocal Album
‘Camila’ – Camila Cabello
‘Meaning Of Life’ – Kelly Clarkson
‘Sweetener’ – Ariana Grande (Pemenang)
‘Shawn Mendes’ – Shawn Mendes
‘Beautiful Trauma’ – P!nk
‘Reputation’ – Taylor Swift

Best Dance Recording
‘Northern Soul’ – Above & Beyond Featuring Richard Bedford
‘Ultimatum’ – Disclosure (Featuring Fatoumata Diawara)
‘Losing It’ – Fisher
‘Electricity’ – Silk City & Dua Lipa Featuring Diplo & Mark Ronson (Pemenang)
‘Ghost Voices’ – Virtual Self

Best Dance/Electronic Album
‘Singularity’ – Jon Hopkins
‘Woman Worldwide’ – Justice (Pemenang)
‘Treehouse’ – Sofi Tukker
‘Oil of Every Pearl’s Un-Insides’ -Sophie
‘Lune Rouge’ – Tokimonsta

Best Rock Performance
‘Four Out of Five’ – Arctic Monkeys
‘When Bad Does Good’ – Chris Cornell (Pemenang)
‘Made An America’ – The Fever 333
‘Highway Tune’ – Greta Van Fleet
‘Uncomfortable’ – Halestorm

Best Metal Performance
‘Condemned to the Gallows’ – Between the Buried and Me
‘Honeycomb’ – Deafheaven
‘Electric Messiah’ – High on Fire (Pemenang)
‘Betrayer’ – Trivium
‘On My Teeth’ – Underoath

Best Rock Song
‘Black Smoke Rising’ – Greta Van Fleet
‘Jumpsuit’ – Twenty One Pilots
‘MANTRA’ – Bring Me The Horizon
‘Masseduction’ – St. Vincent (Pemenang)
‘Rats’ – Ghost

Best Rock Album
‘Rainier Fog’ – Alice in Chains
‘Mania’ – Fall Out Boy
‘Prequelle’ – Ghost
‘From the Fires’ – Greta Van Fleet (Pemenang)
‘Pacific Daydream’ – Weezer

Best Alternative Music Album
‘Tranquility Base Hotel + Casino’ – Arctic Monkeys
‘Colors’ – Beck (Pemenang)
‘Utopia’ – Björk
‘American Utopia’ – David Byrne
‘Masseduction’ – St. Vincent

Best R&B Performance
‘Long as I Live’ – Toni Braxton
‘Summer’ – The Carters
‘YOY’ – Lalah Hathaway
‘Best Part’ – H.E.R. feat. Daniel Caesar (Pemenang)
‘First Began’ – PJ Morton

Best Traditional R&B Performance
‘Bet Ain’t Worth the Hand – Leon Bridges (Pemenang)
‘Don’t Fall Apart on Me Tonight’ – Bettye LaVette
‘Honest’ – Major.
‘How Deep is Your Love’ – PJ Morton feat Yebba
‘Made for Love’ – Charlie Wilson feat. Lalah Hathaway

Best R&B Song
‘Boo’d Up’ – Ella Mai (Pemenang)
‘Come Through and Chill’ – Migeul feat. J. Cole & Salaam Remi
‘Feels Like Summer’ – Childish Gambino
‘Focus’ – H.E.R.
‘Long as I Live’ – Toni Braxton

Best Urban Contemporary Album
‘Everything Is Love’ – The Carters (Pemenang)
‘The Kids Are Alright’ – Chloe x Halle
‘Chris Dave And The Drumhedz’ – Chris Dave And The Drumhedz
‘War & Leisure’ – Miguel
‘Ventriloquism’ – Meshell Ndegeocello

Best R&B Album
‘Sex & Cigarettes’ – Toni Braxton
‘Good Thing’ – Leon Bridges
‘Honestly’ – Lalah Hathaway
‘H.E.R.’ – H.E.R. (Pemenang)
‘Gumbo Unplugged’ – PJ Morton

Best Rap Performance
‘Be Careful’ – Cardi B
‘Nice for What’ – Drake
‘King’s Dead’ – Kendrick Lamar, Jay Rock, Future, James Blake (Pemenang)
‘Bubblin’ – Anderson .Paak
‘Sicko Mode’ – Travis Scott

Best Rap/Sung Performance
‘Like I Do’ – Christina Aguilera feat. Goldlink
‘Pretty Little Fears’ – 6lack feat. J. Cole
‘This Is America’ – Childish Gambino (Pemenang)
‘All the Stars’ – Kendrick Lamar & SZA
‘Rockstar’ – Post Malone feat. 21 Savage

Best Rap Song
‘God’s Plan’ – Drake (Pemenang)
‘King’s Dead’ – Kendrick Lamar, Jay Rock, Future, James Blake
‘Lucky You’ – Eminem
‘Sicko Mode’ – Travis Scott
‘Win’ – Jay Rock

Best Rap Album
‘Invasion Of Privacy’ – Cardi B (Pemenang)
‘Swimming’ – Mac Miller
‘Victory Lap’ – Nipsey Hussle
‘Daytona’ – Pusha T
‘Astroworld’ – Travis Scott

Best Country Solo Performance
‘Wouldn’t It Be Great?’ – Loretta Lynn
‘Mona Lisas and Mad Hatters’ – Maren Morris
‘Butterflies’ – Kacey Musgraves (Pemenang)
‘Millionaire’ – Chris Stapleton
‘Parallel Line’ – Keith Urban

Best Country Duo/Group Performance
‘Shoot Me Straight’ – Brothers Osborne
‘Tequila’ – Dan + Shay (Pemenang)
‘When Someone Stops Loving You’ – Little Big Town
‘Dear Hate’ – Maren Morris feat. Vince Gill
‘Meant to Be’ – Bebe Rexha & Florida Georgia Line

Best Country Song
‘Break Up in the End’ – Cole Swindell
‘Dear Hate’ – Maren Morris feat. Vince Gill
‘Space Cowboy’ – Kacey Musgraves (Pemenang)
‘Tequila’ – Dan + Shay
‘When Someone Stops Loving You’ – Little Big Town

Best Country Album
‘Unapologetically’ – Kelsea Ballerini Port Saint Joe – Brothers Osborne
‘Girl Going Nowhere’ – Ashley McBryde
‘Golden Hour’ – Kacey Musgraves (Pemenang)
‘From A Room: Volume 2’ – Chris Stapleton

Best Jazz Vocal Album
‘My Mood Is You’ – Freddy Cole
‘The Questions’ – Kurt Elling
‘The Subject Tonight Is Love’ – Kate McGarry With Keith Ganz & Gary Versace
‘If You Really Want’ – Raul Midón With The Metropole Orkest Conducted By Vince Mendoza
‘The Window’ – Cécile McLorin Salvant (Pemenang)

Best Improvised Jazz Solo
‘Some of That Sunshine’ – Regina Carter, soloist
‘Don’t Fence Me In’ – John Daversa, soloist (Pemenang)
‘We See’ – Fred Hersch, soloists
‘De-Dah’ – Brad Mehldau, soloist
‘Cadenas’ – Miguel Zenón, soloist

Best Large Jazz Ensemble Album
‘All About That Basie’ – The Count Basie Orchestra Directed By Scotty Barnhart
‘American Dreamers: Voices of Hope, Music of Freedom’ – John Daversa Big Band Featuring DACA Artists (Pemenang)
‘Presence ‘- Orrin Evans and the Captain Black Big Band
‘All Can Work’ – John Hollenbeck Large Ensemble
‘Barefoot Dances and Other Visions’ – Jim McNeely and The Frankfurt Radio Big Band

Best Jazz Instrumental Album
‘Diamond Cut’ – Tia Fuller
‘Live in Europe’ – Fred Hersch Trio
‘Seymour Reads the Constitution!’ – Brad Mehldau Trio
‘Still Dreaming’ – Joshua Redman, Ron Miles, Scott Colley and Brian Blade
‘Emanon’ – The Wayne Shorter Quartet (Pemenang)

Best Gospel Album
‘One Nation Under God’ – Jekalyn Carr
‘Hiding Place’ – Tori Kelly (Pemenang)
‘Make Room’ – Jonathan McReynolds
‘The Other Side’ – The Walls Group
‘A Great Work’ – Brian Courtney Wilson

Best Contemporary Christian Music Album
‘Look Up Child’ – Lauren Daigle (Pemenang)
‘Hallelujah Here Below’ – Elevation Worship
‘Living With a Fire’ – Jesus Culture
‘Surrounded’ – Michael W. Smith
‘Survivor: Live From Harding Prison’ – Zach Williams

Best Latin Pop Album
‘Prometo’ – Pablo Alboran
‘Sincera’ – Claudia Brant (Pemenang)
‘Musas (Un Homenaje Al Folclore Latinoamericano En Manos De Los Macorinos), Vol. 2’ – Natalia Lafourcade
‘2:00 AM’ – Raquel Sofía
‘Vives’ – Carlos Vives

Best Latin Jazz Album
‘Heart of Brazil’ – Eddie Daniels
‘Back to the Sunset’ – Dafnis Prieto Big Band (Pemenang)
‘West Side Story Reimagined’ – Bobby Sanabria Multiverse Big Band
‘Cinque’ – Elio Villafranca
‘Yo Soy La Tradición’ – Miguel Zenón Featuring Spektral Quartet

Best Americana Album
‘By The Way, I Forgive You’ – Brandi Carlile (Pemenang)
‘Things Have Changed’ – Bettye LaVette
‘The Tree Of Forgiveness’ – John Prine
‘The Lonely, The Lonesome & The Gone’ – Lee Ann Womack
‘One Drop Of Truth’ – The Wood Brothers

Best Folk Album
‘Whistle Down the Wind’ – Joan Baez
‘Black Cowboys’ – Don Flemons
‘Rifles & Rosary Beads’ – Mary Gauthier
‘Weed Garden’ – Iron & Wine
‘All Ashore’ – Punch Brothers (Pemenang)

Best Reggae Album
‘As the World Turns’ – Black Uhuru
‘Reggae Forever’ – Etana
‘Rebellion Rises’ – Ziggy Marley
‘A Matter of Time’ – Protoje
’44/876′ – Sting & Shaggy (Pemenang)

Spoken Word
Accessory to War – Courtney B. Vance
Calypso – David Sedaris
Creative Quest – Questlove
Faith – A Journey For All – Jimmy Carter (Pemenang)
The Last Black Unicorn – Tiffany Haddish

Best Musical Theater Album
The Band’s Visit (Pemenang)
Carousel
Jseus Christ Superstar Live in Concert
My Fair Lady
Once on this Island

Best Comedy Album
‘Annihilation’ – Patton Oswalt
‘Equanimity & The Bird Revelation’ – Dave Chappelle (Pemenang)
‘Noble Ape’ – Jim Gaffigan
‘Standup For Drummers’ – Fred Armisen
‘Tamborine’ – Chris Rock

Best Compilation Soundtrack For Visual Media
‘Call Me By Your Name’
‘Deadpool 2’
‘The Greatest Showman’ (Pemenang)
‘Lady Bird’
‘Stranger Things’

Best Score Soundtrack For Visual Media
‘Black Panther’ – Ludwig Göransson (Pemenang)
‘Blade Runner 2049’ – Benjamin Wallfisch & Hans Zimmer
‘Coco’ – Michael Giacchino
‘The Shape of Water’ – Alexandre Desplat
‘Star Wars: The Last Jedi’ – John Williams

Best Song Written For Visual Media
‘All The Stars’ – Kendrick Lamar & SZA – Black Panther
‘Mystery Of Love’ -Sufjan Stevens, – Call Me By Your Name
‘Remember Me’ – Miguel feat. Natalia Lafourcade, – Coco
‘Shallow’ – Lady Gaga & Bradley Cooper, – A Star Is Born (Pemenang)
‘This Is Me’ – Keala Settle & The Greatest Showman Ensemble, – The Greatest Showman

Producer of the Year, Classical
Blanton Alspaugh (Pemenang)
David Frost
Elizabeth Ostrow
Judith Sherman
Dirk Sobotka

Producer Of The Year, Non-Classical
Boi-1da
Larry Klein
Linda Perry
Kanye West
Pharrell Williams (Pemenang)

Best Music Video
‘Apes-‘ – The Carters
‘This Is America’ – Childish Gambino (Pemenang)
‘I’m Not Racist’ – Joyner Lucas
‘Pynk’ – Janelle Monáe
‘Mumbo Jumbo’ – Tierra Whack

Best Music Film
Life in 12 Bars
Whitney
Quincy (Pemenang)
Itzhak
The King

Best Contemporary Instrumental Album
‘The Emancipation Procrastination’, Christian Scott aTunde Adjuah
‘Steve Gadd Band’, Steve Gadd Band (Pemenang)
‘Modern Lore’, Julian Lage
‘Laid Black’, Marcus Miller
‘Protocol 4’, Simon Phillips

Best Contemporary Classical Composition
‘Bates: The (R)evolution of Steve Jobs’ – Mason Bates, composer; Mark Campbell, librettist (Michael Christie, Garrett Sorenson, Wei Wu, Sasha Cooke, Edwards Parks, Jessica E. Jones and Santa Fe Opera Orchestra)
‘Du Yun: Air Glow’ – Du Yun, composer (International Contemporary Ensemble)
‘Heggie: Great Scott’ -Jake Heggie, composer; Terrence McNally, librettist (Patrick Summers, Manuel Palazzo, Mark Hancock, Michael Mayes, Rodell Rosel, Kevin Burdette, Anthony Roth Costanzo, Nathan Gunn, Frederica von Stade, Ailyn Pérez, Joyce DiDonato, Dallas Opera Chorus and Orchestra)
‘Kernis: Violin Concerto’ – Aaron Jay Kernis, composer (James Ehnes, Ludovic Morlot and Seattle Symphony) (Pemenang)
‘Mazzoli: Vespers for Violin’ – Missy Mazzoli, composer (Olivia De Prato)

Best Classical Compendium:
Fuchs: Piano Concerto ‘Spiritualist’; Poems of Life; Glacier; Rush – JoAnn Falletta, conductor; Tim Handley, producer (Pemenang)
Gold – The King’s Singers; Nigel Short, producer
The John Adams Edition – Simon Rattle, conductor; Christoph Franke, producer
John Williams at the Movies – Jerry Junkin, conductor; Donald J. McKinney, producer
Vaughan Williams: Piano Concerto; Oboe Concerto; Serenade to Music; Flos Campi – Peter Oundjian, conductor; Blanton Alspaugh, producer

Best Classical Solo Vocal Album
‘ARC’ – Anthony Roth Costanzo; Jonathan Cohen, conductor (Les Violons Du Roy)
‘The Handel Album’ – Philippe Jaroussky; Artaserse, ensemble
‘Mirages’ – Sabine Devieilhe; François-Xavier Roth, conductor (Alexandre Tharaud; Marianne ‘Crebassa and Jodie Devos; Les Siècles)
‘Schubert: Winterreise’ – Randall Scarlata; Gilbert Kalish, accompanist
‘Songs of Orpheus’ – Monteverdi, Caccini, D’India and Landi – Karim Sulayman; Jeannette Sorrell, conductor; Apollo’s Fire, ensembles (Pemenang)

Best New Age Album
‘Hiraeth’ – Lisa Gerrard and David Kuckhemann
‘Beloved’ – Snatam Kaur
‘Opium Moon’ – Opium Moon (Pemenang)
‘Molecules of Motion’ – Steve Roach
‘Moku Maluhia’ – Peaceful Island – Jim Kimo West

Best Chamber Music/Small Ensemble Performance
‘Anderson, Laurie: Landfall’ – Laurie Anderson and Kronos Quartet (Pemenang)
‘Beethoven, Shostakovich and Bach’ – The Danish String Quartet
‘Blueprinting’ – Aizuri Quartet
‘Stravinsky: The Rite of Spring Concerto for Two Pianos’ – Leif Ove Andsnes and Marc-André Hamelin
‘Visions and Variations’ – A Far Cry

Best Choral Performance
‘Chesnokov: Teach Me Thy Statutes’ – Vladimir Gorbik, conductor (Mikhail Davydov and Vladimir Krasov; PaTRAM Institute Male Choir)
‘Kastalsky: Memory Eternal’ – Steven Fox, conductor (The Clarion Choir)
‘McLoskey: Zealot Canticles’ – Donald Nally, conductor (Doris Hall-Gulati, Rebecca Harris, Arlen Hlusko, Lorenzo Raval and Mandy Wolman; The Crossing) (Pemenang)
‘Rachmaninov: The Bells’ – Mariss Jansons, conductor; Peter Dijkstra, chorus master (Oleg Dolgov, Alexey Markov and Tatiana Pavlovskaya; Symphonieorchester Des Bayerischen Rundfunks; Chor Des Bayerischen Rundfunks)
‘Seven Words From the Cross’ – Matthew Guard, conductor (Skylark)

Best Opera Recording
Adams: Doctor Atomic – John Adams, conductor; Aubrey Allicock, Julia Bullock, Gerald Finley and Brindley Sherratt; Friedemann Engelbrecht, producer (BBC Symphony Orchestra; BBC Singers)
Bates: The (R)evolution of Steve Jobs – Michael Christie, conductor; Sasha Cooke, Jessica E. Jones, Edwards Parks, Garrett Sorenson and Wei Wu; Elizabeth Ostrow, producer (The Santa Fe Opera Orchestra) (Pemenang)
Lully: Alceste – Christophe Rousset, conductor; Edwin Crossley-Mercer, Emiliano Gonzalez Toro and Judith Van Wanroij; Maximilien Ciup, producer (Les Talens Lyriques; Choeur De Chambre De Namur)
Strauss, R.: Der Rosenkavalier – Sebastian Weigle, conductor; Renée Fleming, Elīna Garanča, Günther Groissböck and Erin Morley; David Frost, producer (Metropolitan Opera Orchestra; Metropolitan Opera Chorus)
Verdi: Rigoletto – Constantine Orbelian, conductor; Francesco Demuro, Dmitri Hvorostovsky and Nadine Sierra; Vilius Keras and Aleksandra Keriene, producers (Kaunas City Symphony Orchestra; Men Of the Kaunas State Choir)

Best Orchestral Performance
‘Beethoven: Symphony No. 3; Strauss: Horn Concerto No. 1’ – Manfred Honeck, conductor (Pittsburgh Symphony Orchestra)
‘Nielsen: Symphony No. 3 and Symphony No. 4’ – Thomas Dausgaard, conductor (Seattle Symphony)
‘Ruggles, Stucky and Harbison: Orchestral Works’ – David Alan Miller, conductor (National Orchestral Institute Philharmonic)
‘Schumann: Symphonies Nos. 1-4’ – Michael Tilson Thomas, conductor (San Francisco Symphony)
‘Shostakovich: Symphonies Nos. 4 and 11’ – Andris Nelsons, conductor (Boston Symphony Orchestra) (Pemenang) Best Engineered Album, Classical
Bates: The (R)evolution of Steve Jobs – Mark Donahue and Dirk Sobotka, engineers; Mark Donahue, mastering engineer (Michael Christie, Garrett Sorenson, Wei Wu, Sasha Cooke, Edwards Parks, Jessica E. Jones and Santa Fe Opera Orchestra)
Beethoven: Symphony No. 3; Strauss: Horn Concerto No. 1 – Mark Donahue, engineer; Mark Donahue, mastering engineer (Manfred Honeck and Pittsburgh Symphony Orchestra)
John Williams at the Movies – Keith O. Johnson and Sean Royce Martin, engineers; Keith O. Johnson, mastering engineer (Jerry Junkin and Dallas Winds)
Liquid Melancholy – Clarinet Music of James M. Stephenson – Bill Maylone and Mary Mazurek, engineers; Bill Maylone, mastering engineer (John Bruce Yeh)
Shostakovich: Symphonies Nos. 4 and 11 – Shawn Murphy and Nick Squire, engineers; Tim Martyn, mastering engineer (Andris Nelsons and Boston Symphony Orchestra) (Pemenang)
Visions and Variations – Tom Caulfield, engineer; Jesse Lewis, mastering engineer (A Far Cry)

Best Engineered Album, Non-Classical
All the Things That I Did and All The Things That I Didn’t Do – Ryan Freeland and Kenneth Pattengale, engineers; Kim Rosen, mastering engineer (The Milk Carton Kids)
Colors – Julian Burg, Serban Ghenea, David “Elevator” Greenbaum, John Hanes, Beck Hansen, Greg Kurstin, Florian Lagatta, Cole M.G.N., Alex Pasco, Jesse Shatkin, Darrell Thorp and Cassidy Turbin, engineers; Chris Bellman, Tom Coyne, Emily Lazar and Randy Merrill, mastering engineers (Beck) (Pemenang)
Earthtones – Robbie Lackritz, engineer; Philip Shaw Bova, mastering engineer (Bahamas)
Head Over Heels – Nathaniel Alford, Jason Evigan, Chris Galland, Tom Gardner, Patrick “P-Thugg” Gemayel, Serban Ghenea, John Hanes, Tony Hoffer, Derek Keota, Ian Kirkpatrick, David Macklovitch, Amber Mark, Manny Marroquin, Vaughn Oliver, Chris “TEK” O’Ryan, Morgan Taylor Reid and Gian Stone, engineers; Chris Gehringer and Michelle Mancini, mastering engineers (Chromeo)
Voicenotes – Manny Marroquin and Charlie Puth, engineers; Dave Kutch, mastering engineer (Charlie Puth)

(dar/nu2) <!–

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program “Reportase Sore” TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45

–>

Bantah Hengkang, Bintang AC Milan Ingin Perpanjang Kontrak

Liputan6.com, Milan – Winger asal Spanyol Suso menepis skenario meninggalkan AC Milan. Dia mengaku kerasan bermain di San Siro.

Masa depan Suso bersama AC Milan dalam tanda tanya setelah terkuak rencana manajemen. Mereka siap melepasnya jika ada klub yang menyetor 40 juta euro sesuai klausul dalam kontrak.

Namun, Suso menepis rumor tersebut. “Saya bahagia di sini, termasuk keluarga. Saya menolak berbagai pinangan musim panas lalu agar bisa bertahan,” ungkapnya.

“Saya mau menetap dan sedang menegosiasikan perpanjangan masa kerja,” sambung pemain berusia 25 tahun itu, dilansir Calciomercato.

AC Milan mendatangkan Suso dari Liverpool pada 2015. Mereka mengontraknya sejak 2022.

2 dari 3 halaman

Pemain Kunci

Sempat dipinjamkan ke Genoa, kontribusi Suso bagi AC Milan terus meningkat seiring waktu. Dia jadi andalan I Rossoneri kembali ke kompetisi Eropa pada beberapa musim terakhir.

Musim ini Suso tampil pada 25 pertandingan di seluruh kompetisi dengan mencetak enam gol dan delapan assist.

3 dari 3 halaman

Butuh Dana

Namun, isu terhadap statusnya tetap beredar. Pasalnya, AC Milan membutuhkan dana untuk membeli pemain anyar sekaligus tidak melanggar financial fair play.

Beragam Tawaran Menarik ke Jepang di BNI-Japan Airlines Travel Fair 2019

Liputan6.com, Jakarta – Ada tawaran dan kesempatan menarik buat Anda yang ingin liburan atau berpergian ke Jepang. Beragam penawaran terbaik untuk Pemegang Kartu BNI terdapat di Event BNI – Japan Airlines Travel Fair 2019 pada 8 – 10 Februari 2019.

Acara yang berlangsung di Grand Atrium Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan itu bekerjasama dengan Japan Airlines (JAL) sebagai Exclusive Airlines Partner. Jepang memang masih menjadi destinasi favorit bagi pemegang Kartu BNI.

“Kali ini, kami mengajak Japan Airlines (JAL) yang merupakan flag carrier airline Jepang untuk memberikan harga yang terjangkau dan 8 Top Travel Agent untuk memberikan paket perjalanan yang menarik yang bisa membangkitkan jiwa petualang wisatawan untuk meng-eksplore sisi lain dari Negara Jepang yang menawarkan keunikan kota dan keindahan alamnya,” ucap Okki Rushartomo, General Manager Card Business Division BNI dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Jumat, 8 Februari 2019.

“Pada event ini, BNI berkomitmen untuk memberikan benefit terbaik bagi Pemegang Kartu BNI yang bertransaksi selama acara berlangsung. Bersama JAL, pengunjung akan mendapatkan harga tiket penerbangan ke Jepang dengan harga terjangkau,” lanjutnya.

Selain harga tiket yang terjangkau, ada beberapa paket perjalanan dengan harga khusus. Pengunjung juga bisa menemukan segala kebutuhan perjalanan ke Jepang seperti JR Pass, sewa Wi-Fi, tur opsional dan produk lainnya. Beragam promo dari BNI diberikan untuk transaksi menggunakan Kartu Kredit dan Kartu Debit BNI serta iB Hasanah Card.

Mereka juga menawarkan Tiket Return ke Jepang dengan harga hanya Rp 5,8 juta sebelum Cashback. Lalu, ada tambahan Cashback sampai Rp 2 juta, ekstra Cashback hingga Rp 1,5 juta dengan BNI Reward Points, Lucky Dip, dan Free Voucher.

“Sebagai ilustrasi, tiket pulang pergi tujuan Jepang untuk dua orang bisa diperoleh mulai dari Rp 4,8 juta per orang,” jelas Okki. Buat Anda yang belum memiliki Kartu Kredit ataupun Kartu Debit BNI, bisa membuat pengajuan di event ini.

2 dari 2 halaman

Beragam Hiburan dan Hadiah

Mereka menawarkan One Day Process sehingga apabila kartunya disetujui, kartu dapat diterima dan digunakan di hari yang sama atau paling lambat esok harinya.

“Kami juga akan memberikan tambahan Cashback hingga Rp 500 ribu jika langsung digunakan untuk transaksi. Jangan lupa untuk siapkan KTP, NPWP, serta dokumen penghasilan,” tambah Okki.

Dengan mengadakan Event Travel Fair seperti ini, mereka ingin menjadikan Kartu BNI sebagai preference card bagi para Nasabah. Hal-hal menarik lainnya dari event ini adalah penampilan beragam kebudayaan Jepang yang atraktif.

Ada beragam penampilan hiburan dari penyanyi Endah & Rhesa dan pengisi acara lainnya, talkshow dengan key opinion leader serta Lucky Draw berhadiah utama tiket penerbangan ke Jepang dengan JAL.

“Kami berharap kolaborasi antara BNI dan Japan Airlines sebagai bentuk apresiasi kepada para customer kedua pihak kali ini dapat memberikan pengalaman baru pada event ini,” kata Okki.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Elza Syarief Protes KPU soal Pencoretan Mandala Shoji di DCT

Jakarta – KPU mencoret nama Mandala Shoji sebagai caleg DPR RI dari PAN dari daftar calon tetap (DCT). Menanggapi hal tersebut, Pengacara Mandala, Elza Syarief menyebut kasus yang menjerat kliennya adalah pelanggaran kampanye, bukan pidana.

“Kan tadi saya katakan upaya hukum kita, kita melakukan kampanye. Ini kan kejahatan, mau dituntut ya. Saya pasti keras. Hak politiknya nggak ilang kok,” kata Pengacara Mandala, Elza Syarief, di LP Salemba, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat,

“Di putusannya nggak ada (pencabutan hak politik). Ini bukan tindakan kriminal, hukumannya di bawah 5 tahun. Tetapi pelanggaran dalam aturan main kamapnye. Bukan kriminal, pidana, seperti kprupsi, pembunuhan,” jelasnya.

Elza menyinggung para calon legislatif (caleg) yang masih bisa mencalonkan diri meskipun sudah pernah terjerat pidana korupsi.

“Yang melakukan tindak pidana korupsi saja masih boleh mencalonkan. Ada apa ini pakai coret-coret ini, saya bsa coret. Kok ganas sih. Kalau mau kalahkan mandala, kalahkan secara fair, bukan coret-coret,” tutur Elza.

Elza juga membahas mengenai adanya dugaan saksi palsu di persidangan yang membuat Mandala jadi bersalah. Ke depan, pihaknya akan melaporkan ke Bawaslu hingga kepolisian terkait saksi palsu ini.

“Daftarkan pelaporan terhadap Bawaslu, ke DKPP, dan Polres soal saksi palsu di persidangan. Ada 3 orang tapi nggak perlu sebut namanya,” ungkap Elza.

Mandala Shoji divonis bersalah di PN Jakpus karena terbukti melanggar aturan pemilu karena membagi-bagikan kupon umrah. Mandala Shoji divonis hukuman 3 bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan penjara.

Pengajuan banding Mandala ditolak di Pengadilan Tinggi Jakarta. Tak ada upaya hukum lain karena UU Pemilu Nomor 7/2017 mengatur soal putusan pengadilan tinggi sebagai putusan terakhir dan mengikat sebagaimana Pasal 482 ayat 5.
(rna/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>