Fahri Teriak Sinting (Lagi)

Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kerap mengeluarkan kritik keras terhadap KPK. Kali ini Fahri menyebut lembaga antirasuah itu sinting, kenapa?

Awalnya Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut operasi tangkap tangan (OTT) bisa saja dilakukan setiap hari apabila personel KPK memadai. Bukan mencari-cari kesalahan, tetapi menurut Agus, pernyataannya itu lantaran masih banyak pejabat di negeri ini yang tidak kapok berbuat korup.

Namun ucapan Agus itu disindir Fahri. Menurut Fahri, KPK frustasi karena gagal memberantas korupsi di negeri ini. Lho kok?

“Harusnya kan kalau Ketua KPK-nya benar (dia bilang) ‘Coba kalian lihat, gara-gara KPK susah kita cari orang korupsi’,” sebut Fahri.

“Loh Ketua KPK malah bilang ‘Kalau kita mau setiap hari ada OTT’. Loh, artinya lu gagal dong Bos? Ini orang gagal minta tepuk tangan terus,” imbuh Fahri.

Fahri menuding cara berpikir KPK salah. Seharusnya menurut Fahri keberhasilan KPK yaitu dengan berkurangnya korupsi di Indonesia.

“Gila ini, otak kita ini diputernya ke arah yang salah. Iya kan? Suruh memberantas korupsi tapi bilang ‘Kalau KPK mau bisa setiap hari ditangkap’. Yang bener lu ngomong ‘Coba lihat, korupsi udah nggak ada kan? Aman kan? Gara-gara KPK kan?’ Loh kok dibalik sama dia? Ini sinting ini,” kata Fahri.

Menanggapi itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebut maksud yang disampaikan Fahri sebenarnya baik. KPK pun saat ini tengah menyiapkan konsep Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Sebenarnya maksud Fahri itu baik dan bahkan paham apa keinginan KPK, lihat saja pada poin akhir yang bersangkutan kan meminta perlu adanya segera perppu (karena keadaan mendesak). Negara memerlukan perppu yang mengatur kembali bagaimana kita memerangi korupsi,” kata Saut

“KPK sedang intens sekali sejak beberapa minggu ini menyiapkan konsep untuk perppu itu, nggak perlu nunggu hasil pilpres. Ini agar presiden hasil pilpres punya komitmen,” imbuhnya.

Terlepas dari itu, ini merupakan kesekian kalinya Fahri menyindir dengan ucapan ‘sinting’. Sekitar empat tahun sebelumnya atau tepatnya pada Juni 2014, Fahri pernah pula melontarkan kata sakti ‘sinting’ itu, tetapi di dunia maya.

Saat itu, Fahri mencuitkan kata ‘sinting’ terkait janji Joko Widodo (Jokowi) soal Hari Santri. Kicauan itu dilontarkan Fahri melalui akun twitternya @fahrihamzah pada 27 Juni 2014 sekitar pukul 10.40.

“Jokowi janji 1 Muharram hari Santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!” kicau Fahri.

Kicauan Fahri itu menanggapi janji Jokowi atas tuntutan santri di Pondok Pesantren Babussalam, Banjarejo, Malang, Jawa Timur, agar menjadikan 1 Muharram sebagai hari santri nasional. Gara-gara itu, Fahri sempat dilaporkan ke Bawaslu karena dianggap menghina Jokowi sebagai calon presiden (capres) saat itu.

Namun Fahri menepis bila apa yang disampaikannya itu merupakan penghinaan. Fahri menyebut hal itu adalah kritik.

“Itu kritik, sinting itu kritik untuk janji dia kepada orang. Jokowi itu terlalu banyak janji tidak dipenuhi,” kata Fahri.

(dhn/rna) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *