Hengkang dari Chelsea, Fabregas Salahkan Sarri dan Jorginho

Liputan6.com, London – Cesc Fabregas akhirnya buka suara soal alasannya meninggalkan Chelsea Januari lalu. Ternyata ia kesal dengan dua rekrutan terbaru The Blues, manajer Maurizio Sarri dan gelandang Jorginho.

Fabregas bergabung ke Chelsea dari Barcelona sejak 2014. Pemain asal Spanyol itu tak tergantikan di lini tengah The Blues.

Namun sejak Sarri menjadi manajer peruntungannya berubah. Ia hanya menjadi pemain pelapis dan membuat Fabregas akhirnya pindah AS Monaco.

“Saya bisa saja memperpanjang kontrak di Chelsea saat itu. Namun Sarri datang dan membawa pemain yang dianggap seperti anaknya sendiri,” kata Fabregas seperti dilansir Mirror.

“Untuk beberapa alasan sangat sulit sekali bermain rutin saat itu. Meskipun saya atau beberapa pemain lain lebih baik darinya,” katanya menambahkan.

Fabregas Kagum Lihat Taktik MU Saat Atasi PSG

Sabtu, 9 Maret

19:30 WIB, Crystal Palace vs Brighton Albion

22:00 WIB, Cardiff Ctiy vs West Ham United

22:00 WIB, Huddersfield Town vs AFC Bournemouth

22:00 WIB, Leicester City vs Fulham

22:00 WIB, Newcastle United vs Everton

22:00 WIB, Southampton vs Tottenham Hotspur

Minggu, 10 Maret

00:30 WIB, Manchester City vs Watford

19:00 WIB, Liverpool vs Burnley

21:05 WIB, Chelsea vs Wolverhampton

23:00 WIB, Arsenal vs Manchester United

Saksikan video pilihan di bawah ini

Berita video highlights 16 besar Liga Champions 2018-2019 leg kedua. Manchester United lolos ke perempat final usai kalahkan PSG 3-1.

Giroud: Kekalahan Telak Chelsea Lawan City Takkan Terulang

Liputan6.com, London – Olivier Giroud menilai Chelsea sangat siap menghadapi Manchester City dalam final Piala Liga Inggris nanti malam di Wembley. Ia percaya The Blues sudah melupakan kekalahan telak melawan tim yang sama dua pekan lalu.

Ya, dua pekan lalu Chelsea dibantai City dengan skor 0-6. Saat itu enam gol City dicetak Sergio Aguero (tiga gol), Raheem Sterling (dua gol) dan Ilkay Gundogan.

Kekalahan itu membuat posisi manajer Chelsea, Maurizio Sarri tak aman. Ia diancam akan dipecat jika kembali kalah di final Piala Liga Inggris.

Beruntung dalam laga terakhir Chelsea mampu bangkit. Mereka mengalahkan Malmo 3-0 di Liga Europa sekaligus lolos ke babak 16 besar.

Hal inilah yang membuat Giroud percaya diri kekalahan takkan terjadi lagi dalam laga nanti malam.


2 dari 3 halaman

Komentar Giroud

“Saya pikir ini akan menjadi laga yang sama sekali berbeda. Kami takkan membuat kesalahan yang sama,” ujar Giroud seperti dilansir Evening Standard.

“Hasil melawan Malmo akan meningkatkan kepercayaan diri kami. Ini adalah final jadi semuanya bisa terjadi,” usai striker asal Prancis itu menambahkan.

Berikut jadwal final Piala Liga Inggris:

3 dari 3 halaman

Jadwal

Minggu (24/2/2019)

23.30 WIB Chelsea Vs Manchester City (TVRI)

Saksikan video pilihan di bawah ini

Tiga Rekor yang Tercipta di Laga Ajax vs Real Madrid

Liputan6.com, Jakarta Leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Ajax vs Real Madrid digelar Kamis (14/2/2019) dinihari WIB. Real Madrid berhasil membawa pulang kemenangan 2-1 di kandang Ajax, Johan Cruyff Arena.

Laga Ajax vs Real Madrid berlangsung seru. Tak ada gol yang tercipta di babak pertama. El Real memecah kebuntuan di menit 60 lewat Karim Benzema. 

Ajax membalas pada menit 75 melalui Hakim Ziyech. Sial bagi Ajax, Real Madrid mencetak gol lagi pada menit 87 berkat aksi dari Marcos Alonso.

Hasil ini membuat Real Madrid berpeluang besar lolos ke perempatfinal. Pasukan Santiago Solari cuma butuh hasil imbang atau kalah 0-1 saja di leg kedua.

Kemenangan ini juga membuat Real Madrid mengukir sejarah. Klub pimpinan Florentino Perez itu menjadi tim pertama yang bisa menang di kandang Ajax sejak berganti nama dari Amsterdam Arena menjadi Johan Cruyff Arena.

Laga Ajax vs Real Madrid juga merupakan pertandingan bersejarah untuk kapten Los Blancos, Sergio Ramos. Dia tampil untuk ke-600 bersama Real Madrid.

2 dari 2 halaman

De Ligt

Penggawa Ajax juga ada yang membuat rekor di laga kontra Real Madrid. Bek Matthijs de Ligt menjadi kapten starter termuda dalam sejarah babak knock-out Liga Champions.

De Ligt baru berusia 19 tahun. Pemain yang sedang diincar Juventus dan Barcelona itu mengalahkan rekor Cesc Fabregas yang menjadi kapten di usia 21 pada tahun 2009.

Manajer City Ungkap Alasan Parkir David Silva

Liputan6.com, Manchester – Pep Guardiola membeberkan alasan tak memainkan David Silva saat melawan Chelsea, Minggu (10/2/2019). Manajer Manchester City itu mengaku butuh tenaga Silva di laga selanjutnya.

Dalam laga ini, Pep lebih memilih memainkan Bernardo Silva, Ilkay Gundogan, Fernandinho dan Kevin De Bruyne di lini tengah. Silva baru tampil sejak menit ke-75 menggantikan Fernandinho.

City sendiri sukses mengakhiri laga ini dengan kemenangan telak 6-0. Sergio Aguero lagi-lagi menjadi bintang kemenangan City dengan mencetak hattrick. Raheem Sterling juga tampil brilian dengan menciptakan dua gol, sedangkan satu gol lainnya disumbang Gundogan.

“Saya membutuhkannya [Silva], saya merindukannya ketika ia tidak bermain tapi saya mengambil keputusan dan mencoba untuk jujur,” ujar Guardiola seperti dikutip Four Four Two.

“Terkadang belakangan saya tak memainkan Kevin, Sergio, itu adalah yang saya percayai, saya melihat lawan, sulit. Mencadangkan Gundogan adalah hal sulit, dengan ritme yang mereka miliki, Gundogan dan Kevin [lebih cocok] di situasi tersebut,” ujarnya menambahkan.

2 dari 2 halaman

Rotasi

Silva sendiri tampil sebagai pemain kunci dalam dua laga sebelumnya, masing-masing melawan Arsenal dan Everton. Guardiola menyebut keputusannya murni karena rotasi pemain.

“Saya membutuhkan Silva karena dia pemain terbaik di dunia untuk mencari celah di ruang yang sempit, mustahil untuk menemukannya. Namun hari ini saya merasa laga akan menuntuk fisik. Keputusan yang bagus,” kata Guardiola.

“Dia bermain dalam dua laga terakhir dan dia menjadi pemain kunci. Terutama di babak kedua di Goodison Park [versus Everton], kami masih akan menjalani banyak pertandingan dan kami akan mencoba untuk melibatkan semua pemain.”

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Guardiola Puji Pemain Manchester City Usai Libas Chelsea

Manchester – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengaku bangga dengan performa anak asuhnya setelah mengalahkan Chelsea 6-0 pada pekan ke-26 Liga Inggris 2018-2019 di Stadion Etihad, Minggu (10/2/2019) atau Senin (11/2/2019) dini hari WIB.

Guardiola menilai anak asuhnya pantas mendapatkan pujian. Apalagi, Sergio Aguero dan kawan-kawan berhasil menang dengan skor telak atas Chelsea yang notabene sesama tim penghuni papan atas Premier League.

“Bisa mencetak enam melawan Chelsea dan cara kami bermain, kami memiliki begitu banyak perhatian. Kami berhasil melakukannya, ini adalah pujian yang luar biasa bagi para pemain, mereka luar biasa,” ucap Guardiola.

“Kami berdiskusi pagi ini, kami berlatih bola mati, berlatih beberapa pergerakan, dan saya tidak berpikir kami bisa mencetak gol sebanyak ini,” ia melanjutkan.

Manchester City sudah unggul 4-0 di paruh pertama pertandingan berkat dua gol Sergio Aguero dan masing-masing satu gol dari Raheem Sterling serta Ilkay Gundogan. Di babak kedua, The Citizens menambah dua gol lagi melalui penalti yang dieksekusi Aguero dan gol kedua Sterling.

Kemenangan ini membuat Manchester City kembali ke puncak klasemen menggeser Liverpool yang sehari sebelumnya berada di posisi tersebut. Kedua tim sama-sama mengoleksi 65 poin, namun Manchester City unggul agresivitas gol atas The Reds.

Sumber: BBC

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

Pelatih City Yakin Fernandinho Bisa Tempati Posisi Bek Tengah

Liputan6.com, Jakarta Manajer Manchester City Josep Guardiola merasa yakin Fernandinho bisa dimainkan sebagai bek tengah. Guardiola yakin pemain itu, takkan menemui masalah.

Fernandinho dimainkan sebagai bek tengah saat Manchester City mengalahkan Arsenal dengan skor 3-1. Fernandinho yang posisi aslinya sebagai gelandang bertahan diminta menemani Nicolas Otamendi di jantung pertahanan.

Fernandinho ternyata mampu melakukan peran barunya itu dengan sangat baik. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Fernandinho mampu menandingi kecepatan Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette.

Guardiola kemudian kembali memainkan Fernandinho sebagai gelandang bertahan dalam pertandingan berikutnya. Hasilnya, Manchester City bisa meraih kemenangan 2-0 atas Everton.

2 dari 3 halaman

Bek Tengah

Guardiola adalah manajer yang menggeser posisi Javier Mascherano dari lini tengah ke lini belakang di Barcelona. Ia yakin kalau Fernandinho bisa melakukan hal yang sama.

“Saya cukup yakin dia bisa bermain di posisi itu,” kata Guardiola seperti dilansir Fox Sports Asia.

“Dia cepat, dia kuat di udara dan ketika dia memiliki sepak bola di depannya dia melihat operan di dalam, pergantian permainannya sangat bagus.

“Dia cerdas untuk [tahu kapan] maju dan mundur, dia mengerti segalanya. Dia harus melatih lebih banyak tentang itu, tetapi saya pikir dia bisa melakukannya. Tapi tentu saja, posisinya adalah pemain lini tengah.”

3 dari 3 halaman

Tak Punya Pelapis

City tidak punya pemain yang bisa menjadi pelapis Fernandinho setelah gagal membujuk Jorginho untuk datang ke City tahun lalu. Meskipun begitu, Guardiola akan mencoba mencari solusinya.

“Kami memiliki beberapa opsi tetapi hari ini tidak mudah menemukan dan membeli pemain,” lanjut Guardiola.

“Kami sudah berbicara berkali-kali tentang itu. Kami berusaha membantu Fernandinho di posisi itu.

“Itu tidak mendekati. Tapi bursa transfer sudah berakhir, sampai musim panas kami punya waktu. Tidak masalah. Saya selalu optimis.”

Sumber: bola.net

Beralih Profesi, Ini 5 Pelatih yang Merekrut Mantan Rekan Setimnya

Liputan6.com, Jakarta – Faktor usia seringkali menjadi pemutus karier pemain sepak bola. Namun, alih-alih berganti profesi, pemain sepakbola ini memtuskan untuk melanjutkan karir di lapangan hijau.

Ya, menjadi pelatih adalah cara mereka untuk berbagi pengalaman kepada pemain sepak bola lainnya. Tak jarang, mereka justru melatih tim yang pernah dibelanya saat aktif bermain sepak bola.

Kerinduan akan olahraga yang digeluti sejak usia muda menjadi salah satu alasan, selain juga diminta oleh klub terdahulunya. Tidak sedikit pula mereka memutuskan untuk merekrut mantan rekan setimnya.

Alasan yang masuk akal adalah karena sang pelatih telah mengenal karakter serta permainan pemain tersebut. Berikut adalah lima pelatih sepak bola yang merekrut mantan rekan setimnya:

2 dari 6 halaman

1. Steven Gerard

Legenda hidup Liverpool Steven Gerard memutuskan untuk pensiun pada 2016 lalu. Setelah pensiun, mantan kapten The Reds ini memutuskan hijrah ke Skotladia. Disana, ia mengambil alih kursi kepelatihan dengan menukangi salah satu klub besar di Liga Primer Skotlandia, Rangers.

Gerrard melakukan pekerjaan profesi barunya ini dengan mengesankan. Dia melakukan pembelian cerdas dengan menggunakan koneksinya di Liverpool. Maklum, klub mempunyai anggaran yang terbatas.

Pria 36 tahun ini mendapatkan jasa Ryan Kent dan Ovie Ejaria dari Liverpool dengan status pinjaman. Selain itu, ia juga merekrut mantan rekan setimnya saat bekostum Liverpool, Jan Flanagan, dengan status bebas transfer pada musim panas lalu.

Gerrard juga memboyong rekan sejawatnya di timnas Inggris, Jerome Defoe. Pemain veteran itu tiba di Rangers dengan status pinjaman dari Bournemouth selama 18 bulan. Defoe juga memulai debutnya dengan apik, ia berhasil memcetak gol perdananya di Rangers. Ia juga mencatatkan rekor mencetak gol di lima laga debutnya dengan tujuh klub berbeda.

3 dari 6 halaman

2. Roberto Mancini

Roberto Mancini yang pernah membela Sampdoria dan Lazio sebagai pemain. Ia juga pernah bermain bersama Sinisa Mihajlovic dan Juan Sebastian Veron saat berkostum Elang Ibukota.

Pertemuan mereka terhenti seiring dengan kepindahan Mancini ke Leicester City pada medio 2000/01. Sekaligus menjadikan klub terakhir yang dibelanya sebelum memutuskan untuk pensiun.

Setelah pensiun, pada tahun 2004 pria asli Italia ini ditunjuk Inter Milan sebagai pelatih. Dengan pengetahuannya sebagai mantan pemain sepakbola, dalam kurun waktu dua tahun ia merekrut Mihajlovic dan Veron.

Mihajlovic bergabung dengan Inter dengan status pembelian permanen. Sementara Veron didatangkan sebagai pemain pinjaman. Dalam jangka dua tahun berseragam Biru-Hitam, ketiganya telah membawa I Nerazzuri memenangkan gelar Serie A 2005/06, dua Coppa Italia serta satu piala Supercoppa Italiana.

4 dari 6 halaman

3. Frank Lampard

Frank Lampard yang gantung sepatu juga mengikuti jejak rekan di timnas Inggris Steven Gerrard. Setelah memutuskan untuk pensiun, mantan pemain West Ham ini memutuskan untuk menjadi pengatur permainan dipinggir lapangan.

Lampard yang pensiun pada 2017 mengambil kursi kepelatihan setahun setelahnya. Ia membesut tim yang bermain di Divisi Championship satu tingkat dibawah Liga Premier Inggris, Derby County. Pemilik nomor punggung 8 ini juga menggunakan koneksinya di Chelsea untuk merekrut pemain.

Lamprad membawa pemain muda Chelsea untuk membantu Derby County naik kasta. Pria 40 tahun ini memboyong Fikayo Tomori dan Mason Mount dengan status pinjaman.

Bukan hanya pemain muda, Lampard sukses membujuk rekan setimnya saat di Chelsea, Ashley Cole. Cole yang juga pernah bermai bersama Lampard di level tim nasinal didatangkan dengan durasi kontrak hingga akhir musim.

5 dari 6 halaman

4. Diego Simeone

Saat masih aktif sebagai pemain, Diego Simeone pernah membela beberapa klub. Sebut saja; Lazio, Inter Milan dan Atletico Madrid. Setelah memutuskan untuk pensiun, ayah dari Giovanni Simione ini memilih untuk menjadi pelatih.

Saat masih berseragam Los Rojiblancos, ia bermain bersama Fernando Torres yang saat itu menjadi kapten tim. Simione membela tim Ibukota itu selama dua musim pada tahun 2003 dan 2005.

Setelah Simeone memutuskan untuk pensiun. Ia kemudian melatih Atletico Madrid terhitung sejak 2011. Pertemuan Pertamanya dengan Torres terjadi saat Piala Super UEFA 2012. Dimana saat itu Simeone yang berstatus sebagai pelatih bertemu dengan Torres yang bermain untuk Chelsea.

Pada bulan Januari 2015, Torres yang dipinjamkan ke AC Milan mepercepat masa baktinya di kota Milan dan bergabung secara permanen bersama Atletico Madrid. Pertemuan antara Simione dan Torres terjadi kembali, namun dengan status yang berbeda. Simione sebagai pelatih dan Torres yang berstatus pemain Los Rojiblancos.

6 dari 6 halaman

5. Thierry Henry

Thiery Henry menjadi salah satu pemain yang paling diingat oleh Arsenal. Bagaimana tidak, saat berseragam London Utara, Henry berhasil membawa Arsenal menjadi juara Liga Inggris dengan status tidak terkalahkan. Sekaligus mengantarkan The Gooners ke final Liga Champions.

Saat itu ia juga bermain bersama Cesc Fabregas selama empat musim dari tahun 2003 sampai 2007. Henry yang memutuskan pindah ke Barcelona telah memberi kenangan manis kepada fans Arsenal.

Seperti mengikuti jejak pria Prancis, Cesc juga memutuskan untuk hengkang ke Barcelona dan Chelsea. Setelah pensiun Henry mendapat panggilan untuk melatih tim Prancis, AS Monaco.

Henry didatangkan dengan maksud untuk memperbaiki performa klub yang sedang menurun drastis usai menjuarai Liga Prancis semusim sebelumnya. Oleh karena itu, iya memanggil fabregas untuk ikut bergabung bersama AS Monaco namun, sebagai pemain. Fabregas pun menyetujuinya.

Fabregas menjalani laga debutnya dengan kekalahan 1-5 dikandang dari Starsbourg. Dengan kekalahn itu, Henry pun dipecat. kebersamaan keduanya di AS Monaco hanya berjalan satu pertandingan.

(Fatur Rahman/Mg)

Saksikan video pilihan di bawah ini

Fabregas Berharap Hazard Tetap di Chelsea

Monaco – Cesc Fabregas menyatakan kalau Eden Hazard menikmati kariernya bersama Chelsea dan berpeluang bertahan di klub tersebut. Namun, Fabregas akan tetap mendukung mantan rekannya tersebut jika akhirnya memutuskan hengkang.

“Saya juga menantikan kepastian masa depan Eden Hazard. Ia masih memiliki satu setengah tahun dalam kontraknya bersama Chelsea,” ujar Fabregas.

“Keputusan untuk pindah adalah sebuah keputusan yang personal. Saya tahu, Hazard sangat menyukai Real Madrid, ia selalu mengatakan hal tersebut.”

“Saya berharap kalau Fabregas akan memperbarui kontraknya bersama Chelsea. Keluarganya sudah nyaman tinggal London.”

“Jika tidak, saya yakin kalau satu-satunya destinasi untuk Hazard adalah Real Madrid,” ungkap Fabregas.

Cesc Fabreagas membela Chelsea selama empat setengah musim. Pada Januari 2019, ia memutuskan hengkang ke AS Monaco setelah tak lagi menjadi pilihan utama di The Blues.

Fabregas dikenal sebagai pemain yang dekat dengan seluruh pemain Chelsea, termasuk Hazard. Fabregas kerap menggambarkan kondisi La Liga kepada Hazard yang terus dikaitkan dengan Real Madrid.

2 dari 2 halaman

Eden Hazard Sudah Membuat Keputusan

Sebelumnya, Eden Hazard telah membuat pernyataan menarik terkait masa depannya. Namun, ia belum akan mengumumkan hal tersebut.

“Saya tahu apa yang akan saya lakukan. Saya telah membuat keputusan terkait masa depan saya,” ungkap Hazard.

Eden Hazard menimbulkan spekulasi setelah mengindikasikan akan meninggalkan Chelsea setelah Piala Dunia 2018. Saat itu, Hazard disebut sebagai calon utama pengganti Cristiano Ronaldo di Real Madrid.

Sumber: talkSPORT

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

Alasan Nicolo Barella Tolak Tawaran Chelsea

Liputan6.com, Jakarta – Manuver transfer Chelsea di bursa transfer Januari kemarin ternyata sempat menemui jalan buntu. The Blues kabarnya mendapatkan penolakan dari salah satu target transfer mereka, Nicolo Barella.

Chelsea sendiri memang dirumorkan ingin membeli gelandang baru di musim dingin kemarin. Hal ini dikarenakan The Blues baru saja melepaskan sosok Cesc Fabregas ke AS Monaco di pertengahan Januari kemarin.

Salah satu nama yang kabarnya menjadi incaran Chelsea adalah Nicolo Barella. Gelandang Cagliari 21 tahun itu, dinilai memiliki kemampuan yang memadai untuk menggantikan peran Fabregas.

Namun, dilansir Tuttomercatoweb, Chelsea benar-benar berusaha untuk mendatangkan Barella. Namun sayang tawaran mereka ditolak sang pemain.

2 dari 3 halaman

Tawaran Besar

Menurut laporan tersebut, Chelsea sudah berbicara dengan Cagliari untuk transfer Barella. Pihak Serie A itu dikabarkan tidak menghalangi niatan Chelsea untuk memiliki sang gelandang.

Chelsea sendiri kabarnya sudah menyepakati mahar transfer dengan Cagliari. Mereka akan membayar sebesar 44 juta pounds untuk merekrut sang pemain ke Inggris.

Namun sayang ketika mereka mencoba membujuk sang pemain untuk pindah ke Stamford Bridge, mereka mendapatkan penolakan meski mereka kabarnya siap menawarkan gaji besar untuk sang gelandang.

3 dari 3 halaman

Belum Siap Pergi

Menurut laporan yang sama, alasan Barella menolak tawaran Chelsea itu karena ia merasa belum siap bermain di Premier League.

Sang pemain kabarnya masih ingin bermain di Italia. Ia kabarnya masih belum siap berpisah dengan sanak keluarganya jika ia harus pindah ke London.

Selain itu, ia kabarnya sudah mendapatkan tawaran dari Inter Milan dan Napoli, di mana kedua tim itu menjanjikannya posisi starter reguler, sehingga ia lebih tertarik bertahan di sana.

Musim ini Barella tercatat sudah bermain sebanyak 23 kali bagi Cagliari, di mana ia sudah membuat satu gol dan satu assist bagi I Rossoblu.

Sumber: bola.net