22-2-2011: Jerit Histeris Warga Saat Gempa Porak Poranda Satu Kota di Selandia Baru

Liputan6.com, Christchurch – Gempa magnitudo 6,3 mengguncang Christchurch, Selandia Baru pada 22 Januari 2011 pukul 12.51 waktu setempat. Tepat pada jam makan siang, di mana kebanyakan warga sedang berada di jalanan kota saat itu.

Meski tak sekuat lindu berkekuatan 7,1 yang mengguncang pada 4 September 2010, gempa kali itu terjadi pada garis patahan dangkal di daratan yang berada dekat dengan kota. Kedalamannya hanya 5 kilometer, sehingga guncangannya pun sangat merusak.

Lebih dari 130 orang tewas akibat runtuhnya gedung Canterbury Television dan Pyne Gould Corporation. Puing dan bata yang berjatuhan menewaskan 11 orang yang berada di dekatnya.

Teriakan histeris juga terdengar dari reruntuhan bangunan. Pejabat mengatakan teriakan itu milik sekitar 30 orang yang terperangkap di Gedung Pyne Gould Guinness yang telah hancur.

Sementara delapan manusia lain meninggal dunia ketika tembok yang runtuh menimpa dua bus yang sedang melaju.

Kendaraan itu hancur oleh bangunan yang ambruk secara tiba-tiba. Semburat api juga terlihat keluar dari puing kendaraan.

Helikopter pembawa air segera diterjunkan. Mereka mengguyur api dengan air dari dekat atap sebuah rumah, sebagaimana dikutip dari BBC News pada Kamis (21/2/2019).

Tebing batu juga ambrol di area Sumner dan Redcliffs, batu-batu besar berjatuhan di Port Hills, lima orang terbunuh karenanya. Total korban gempa dilaporkan mencapai 185 orang.

Gempa juga merubuhkan sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa pada September 2010, terutama gedung-gedung tua. Sejumlah bangunan warisan bersejarah mengalami kerusakan parah, termasuk Provincial Council Chambers, Lyttelton’s Timeball Station, Anglican Christchurch Cathedral dan Catholic Cathedral of the Blessed Sacrament.

Seperti dikutip dari nzhistory.govt.nz, lebih dari setengah bangunan di kawasan pusat bisnis di Christchurch Selandia Baru rusak, termasuk bangunan tertinggi di kota tersebut, Hotel Grand Chancellor.

Situasi kacau pasca-gempa, para penyintas yang syok terlihat lalu-lalang di jalan penuh puing. Mereka mondar-mandir melintasi jalanan retak yang terbuka saat tanah di bawahnya longsor akibat gempa.

Di waktu yang sama, gempa juga menyebabkan pecahnya pipa air di jalanan bagian timur laut Bexley, daerah suburban tepi barat Sungai Avon, Selandia Baru. Bertepatan dengan hujan, sontak terjadilah banjir di lokasi tersebut.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Kesaksian Korban Selamat

Seorang warga bernama Rhys Taylor selamat dari kejadian nahas dan berhasil mengambil video di Oxford Terrace. Lokasi itu berada dekat dengan tempat kejadian, tepatnya 50 meter dari rumah sakit utama kota.

“Mobil digunakan untuk ambulans, mengangkut yang terluka,” kata Taylor memberi kesaksian.

Tidak seberuntung Rhys Taylor, Anne Voss tak bisa bergerak. Ia terperangkap di bawah meja di dalam sebuah gedung. Tanpa berpikir panjang, ia menghubungi Saluran Tujuh Australia melalui telepon genggamnya. Beruntung, panggilan itu diangkat.

Voss menuturkan keadaannya kepada penerima panggilan.

Ia sebut dirinya sudah tidak lagi tahan, ingin segera keluar. Selain gelap, ia merasa tanah di bawahnya telah basah oleh darah. Cairan itu keluar dari tubuhnya. Ia benar-benar merasakan penderitaan.

“Dan ini mengerikan!,” kata Voss sambil mengerang kesakitan, mengiba untuk sebuah pertolongan.

Pelajar Jepang Turut Jadi Korban

Tidak hanya warga lokal, belasan pelajar asal Jepang turut dilaporkan hilang. Ternyata, mereka terjabak di dalam puing-puing bangunan.

Saksi mata lari berdatangan, membantu dengan tangan kosong mencoba membebaskan. Tampak beberapa orang menyusul, membawa tandu. Dengan sigap, tandu digunakan untuk mengangkat korban. Miris, alat pengangkut itu tampak seperti terendam darah.

Sebagian pelajar Negeri Sakura berhasil keluar dengan merangkak. Beberapa yang lain diselamatkan dengan tali yang diturunkan dari menara sebuah bangunan.

Sementara itu, tak jauh dari lokasi tempat evakuasi pelajar Jepang, gempa menyebabkan 30 juta ton massa es bergeser dari gletser terbesar di Selandia Baru. Sebuah gunung es raksasa terbentuk saat Gletser Tasman di Taman Nasional Aorak pecah, melemparkan es dari danau yang beku.

Wali Kota Bob Parker segera memberikan tanggapan atas bencana luar biasa yang terjadi.

“Ini adalah korban yang sangat mengerikan di kota kami,” katanya.

Tak ketinggalan, Perdana Menteri John Key turut berbicara. Ia sebut tragedi itu sebagai “kehancuran total,” sambil mengajak orang-orangnya bekerja cepat, demi menemukan lebih banyak korban selamat.

Sementara itu, pada tanggal yang sama pada tahun 1825, Rusia dan Inggris menetapkan batas Alaska dan Kanada. Masih di tanggal yang sama, pada tahun 1967, sejumlah 25.000 tentara AS dan Vietnam Selatan meluncurkan operasi melawan Viet Cong. Operasi militer itu disebut sebagai serangan terbesar sejak Perang Dunia II.

Aktivitas Vulkanik Gunung Karangetang Belum Stabil

Liputan6.com, Jakarta Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara belum stabil atau masih proses erupsi walaupun intensitasnya fluktuatif. Demikian disampaikan Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Devy Kamil Syahbana.

“Aktivitasnya masih tetap tinggi, masih merekam adanya aktivitas embusan dan guguran, begitu pun dengan gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal,” jelas Devy melalui sambungan telepon di Manado, Kamis (21/2/2019).

Terjadinya guguran mengindikasikan masih terjadi lelehan lava, sedangkan embusan menandakan masih ada gas yang dilepaskan. Dia mengatakan, gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal menunjukkan masih terjadi pergerakan magma dari kedalaman ke permukaan.

Saat ini, PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas di zona bahaya, yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan).

Demikian pula di area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah barat-barat laut sejauh tiga kilometer, dan ke arah barat laut-utara sejauh empat kilometer.

Masyarakat sekitar Gunung Karangetang di area barat laut-utara dari kawah dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba, dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran salah satu gunung api aktif di Sulawesi Utara itu, yaitu di luar zona bahaya.

“Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu,” katanya seperti dikutip Antara.

Dia berharap, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga pantai.

2 dari 3 halaman

Sudah 3 Pekan

Gunung api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, menunjukkan peningkatan aktivitasnya sejak Sabtu 2 Februari 2019 siang. Bahkan puluhan penduduk sekitar harus dievakuasi akibat guguran lava.

“Proses evakuasi dilakukan aparat gabungan TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Sitaro. Ada 22 warga Kampung Batubulan, Kecamatan Siau Barat Utara yang diungsikan,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Sitaro, Bob Wuaten.

Berdasarkan data yang diperoleh, 22 warga yang dievakuasi itu terbagi atas 6 KK dengan rincian 8 orang laki-laki, 10 orang perempuan, serta 4 anak-anak.

Mereka pun ditempatkan oleh petugas di rumah-rumah warga Kampung Batubulan lainnya yang dianggap aman dari ancaman guguran lava.

“Kami terus memantau perkembangan disana sambil mendata ulang identitas warga. Kebetulan petugas kami dibantu aparat TNI maupun Polri tetap standby dilokasi,” ujar Bob.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tim Ilmuwan Inggris Ungkap Penyebab Letusan Gunung Agung Bali 2017

Denpasar – Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications dianggap bisa meramalkan letusan di masa depan dari Gunung Agung di Bali.

Salah satu yang terpenting adalah ditemukannya bukti geofisika, yang kemungkinan merupakan sistem pipa vulkanik yang saling terhubung antara Gunung Agung dengan Gunung Batur. 

Letusan Gunung Agung sebelumnya pada tahun 1963 menewaskan hampir 2.000 orang dan diikuti oleh letusan-letusan kecil di gunung berapi tetangganya, Gunung Batur.

Karena peristiwa masa lalu ini adalah salah satu letusan gunung berapi paling mematikan di Abad ke-20, maka upaya besar dikerahkan oleh komunitas ilmuwan untuk memantau dan memahami bangunnya kembali aktivitas Gunung Agung.

Dalam erupsi terbaru pada November 2017, dua bulan sebelum letusan, tiba-tiba terjadi peningkatan sejumlah gempa kecil di sekitar gunung berapi yang tidur selama 54 tahun itu. Peristiwa ini memicu evakuasi sekitar 100.000 orang.

Menggunakan citra satelit Sentinel-1

Tim ilmuwan dari Fakultas Ilmu Kebumian University of Bristol, yang dipimpin oleh Dr. Juliet Biggs, menggunakan citra satelit Sentinel-1 yang disediakan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) untuk memantau deformasi tanah di Gunung Agung.

“Dari pemantauan jarak jauh, kami dapat memetakan setiap gerakan tanah, yang mungkin merupakan indikator bahwa magma segar bergerak di bawah gunung berapi,” ujar Biggs yang dikutip dari DW Indonesia, Rabu (20/2/2019).

Dalam studi terbaru, yang dilakukan dengan menggandeng Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Indonesia (CVGHM), tim ini mendeteksi kenaikan sekitar 8-10 cm di sisi utara gunung berapi selama periode aktivitas gempa bumi yang hebat.


Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Sistem Pipa yang Terhubung

Dr. Fabien Albino, dari Bristol School of Earth Sciences menambahkan: “Yang mengejutkan adalah kami memperhatikan bahwa baik aktivitas gempa dan sinyal deformasi tanah terletak lima kilometer dari puncak, yang berarti bahwa magma bergerak ke samping serta vertikal ke atas.”

“Studi kami memberikan bukti geofisika pertama bahwa Gunung Agung dan Gunung Batur mungkin memiliki sistem pipa vulkanik yang terhubung,” lanjutnya.

Tim peneliti menyebutkan: “Temuan ini memiliki implikasi penting bagi peramalan letusan dan bisa menjelaskan terjadinya letusan simultan seperti pada tahun 1963.”

Studi tersebut didanai oleh Pusat Pengamatan dan Pemodelan Gempa Bumi, Gunung Berapi, dan Tektonik (COMET), sebuah pusat penelitian terkemuka dunia yang berfokus pada proses tektonik dan vulkanik dengan menggunakan teknik observasi Bumi.

Gedung Penyimpan Bahan Kimia Terbakar di Bangladesh, 45 Orang Tewas

Liputan6.com, Dhaka – Setidaknya 45 orang tewas dalam kebakaran hebat gudang kimia di Ibu Kota Dhaka, Bangladesh India, pada Rabu 20 Februari 2019 pukul 22.40 waktu setempat.

Saat ini proses evakuasi masih berlangsung di lokasi, tepatnya di Chawkbazar, salah satu distrik di Dhaka. Jumlah korban tewas diperkirakan akan bertambah, demikian dikutip dari Al Jazeera pada Kamis (21/2/2019).

“Sejauh ini kami telah menemukan 45 jenazah. Jumlah jasad mungkin akan meningkat. Pencarian masih berlangsung,” kata Ali Ahmed, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran setempat.

Jumlah korban telah dikonfirmasi oleh inspektur polisi di Rumah Sakit Medical College Dhaka. Selain korban tewas, empat orang lain dinyatakan dalam kondisi sangat kritis.

Api berkobar pada empat bangunan apartemen penyimpan bahan kimia, termasuk senyawa plastik dan unit body spray.

Akibat bahan kimia yang sangat mudah terbakar, kobaran api menjadi susah untuk dipadamkan meskipun telah mengerahkan 200 personel pemadam kebakaran.

“Ini akan memakan waktu, tidak seperti kebakaran pada umumnya,” kata Ahmed.

Ahmed menyampaikan bahwa jalan yang sempit serta sesaknya arus lalu lintas menjadi penyebab korban tidak bisa melarikan diri dari kobaran api.

“Ada kemacetan lalu lintas ketika kebakaran terjadi. Jadi orang tidak bisa melarikan diri,” lanjutnya.


Simak pula video pilihan berikut

2 dari 2 halaman

Kebakaran di Bangladesh Pekan Lalu

Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di kota pesisir Bangladesh, Chittagong pekan lalu. Setidaknya sembilan orang tewas akibat insiden yang melanda lebih dari 200 tempat tinggal kumuh tersebut.

Polisi dan petugas pemadam kebakaran mengatakan lebih dari 50 orang lainnya terluka.

“Empat anggota dari satu keluarga termasuk di antara korban,” Tribune Dhaka melaporkan seperti dikutip dari BBC News.

Petugas pemadam kini tengah menyelidiki kemungkinan bahwa korsleting adalah penyebab kebakaran tersebut. Meski Bangladesh dikenal memiliki catatan keselamatan kebakaran yang buruk.

Para pejabat mengatakan kebakaran di permukiman kumuh Pasar Bhera terjadi sekitar pukul 03.30 waktu setempat (21.30 GMT).

Butuh sekitar lima jam untuk mengendalikan kobaran api di kawasan kumuh Bangladesh tersebut.

Gaya Superhero Ramaikan Jalanan Kota Yogyakarta

Liputan6.com, Yogyakarta – Patung Spiderman sedang makan di Jalan Suroto Yogyakarta menjadi salah satu penarik program Jogja Heboh 2019. Ketua Panitia Jogja Heboh Gonang Djuliastono mengatakan setidaknya ada 10 patung yang dipamerkan di sepanjang Jalan Suroto Yogyakarta bagian dari Jogja Heboh.

“Pertama atraksi mulai dari seni patung di Suroto di depan Gramedia. Itu kerja sama dengan Asosiasi Pematung, karya mereka bisa dipamerkan. Sebenarnya banyak patungnya tapi tempatnya menyesuaikan,” katanya, akhir pekan lalu.

Jogja Heboh yang dilaksanakan mulai dari tanggal 1-28 Februari 2019 ini memiliki dua hal penting yaitu atraksi dan transaksi. Atraksi, menurutnya, yakni berbagai event olahraga seperti Fun Bike dan lari di pinggir pantai.

Color run di Glagah dan alun-alun utara, lalu perdagangan khusus eksport seni kriya asli DIY di JEC. Hall A untuk food halal dalam rangka menyosialisasikan makanan halal kan di negara nonmuslim aja punya standar halal food,” katanya.

Selain itu, ada juga fashion on the street di Prawirotaman, Batik Fashion Show di Malioboro hingga Sarkem Festival. Sarkem Festival ini menggelar potensi kerajinan di wilayah tersebut.

“Pameran industri di Malioboro Mall, ada kesenian di tiga titik Mangkubumi ada UMKM ada 20 tenda supaya bisa menikmati Mangkubumi,” katanya.

Tidak hanya itu, agar menarik wisatawan, hotel-hotel juga memberikan diskon khusus selama bulan Februari 2019. Memang baru sebatas hotel yang menjadi anggota PHRI karena belum semua menjadi anggota PHRI DIY.

“Berapa persen tergantung mereka selama penyelenggaraan Jogja Heboh. Misal ada pengurangan pajak ya 10 persen kita bayar 15 persen,” katanya.

2 dari 2 halaman

Menyambut Bandara Baru Kulon Progo

Adanya atraksi yang dilakukan itu harapannya meningkatkan transaksi di Yogyakarta, tidak hanya di pusat belanja modern tapi juga sampai di pasar tradisonal.

“Harapannya menginap di hotel, belanja di tradisional, dan pusat wisata. Event ini jadi event tahunan kita tujukan untuk nasional dan international dalam menyambut NYIA,” katanya.

Jogja Heboh ini digelar dengan berbagai atraksi dan transaksi harapannya di tengah low season ada peningkatan secara ekonomi. Selain itu, lama tinggal di Jogja juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Target kita tidak gampang, persiapan satu setengah bulan ya minimal ada payment yang mengikuti program diskon ini bisa banyak. Jika ikut ini mereka tertarik maka tahun 2020 bisa berpartisipasi menyiapkan agenda untuk khusus Jogja heboh,” katanya.

Panitia Jogja Heboh menyiapkan Kutut sebagai ikon acara. Harapannya dengan adanya ikon acara ini maka ada sesuatu yang beda pada tahun ini.

“Mas kutut ikon kalo orang Jogja kan banyak memelihara kutut jadi bisa njawani kan Jogja heboh more than great sale. Ada yang beda pokoknya,” katanya.

Gonang berharap adanya Jogja Heboh ini dapat merangkul semua elemen pariwisata, tidak hanya di Kota Yogyakarta, tetapi juga di kota lainnya.

“Jadi kabupaten-kabupaten bisa berpartisipasi lebih banyak kunjungan dilakukan para wisatawan. Kulon Progo, Bantul, dan Jogja, Sleman nanti di taman kuliner ada demo masak,” dia menandaskan.


Simak video pilihan berikut ini:

AP I Sudah Serap Anggaran Rp 2 Triliun untuk Bandara NYIA

Liputan6.com, Yogyakarta – Kemajuan pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) atau bandara NYIA mencapai 36 persen hingga pertengahan Februari 2019.

Project Manager Pembangunan Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Taochid Purnomo Hadi mengatakan, sejak Oktober 2018, pihaknya mempercepat pembangunan fisik untuk mengejar April 2019 dapat beroperasi. 

“Kita produksi beton 6 ribu kubik per hari. Bisa sampai lima kilo artinya kita buat bandara NYIA hanya beberapa hari sudah jadi. Pengaspalan juga kita kejar progresnya sehari sekitar hampir dua ton perhari,” kata dia saat media visit di Hotel Ambarukmo, seperti ditulis Senin (18/2/2019).

Taochid mengatakan, anggaran pembangunan Bandara NYIA sudah terserap Rp 2 triliun hingga Februari 2019 dari total Rp 6,1 triliun. Jumlah ini di luar pengadaan tanah yang dikeluarkan sebelum pembangunan bandara. 

“Kalau Rp 152 miliar satu minggu kita kasih PP untuk dihabiskan kalau tidak habis maka progresnya melambat. Makanya, yang kita siapkan mengejar target April harus memindahkan Internationalnya ke NYIA,” kata dia.

Saat ini, menurut Taochid, pembangunan bandara NYIA terus membaik. Persiapan kebutuhan  saat bandara dioperasionalkan sudah dilakukan mulai dari pembangunan kantor dan tower bandara seluas 1 ha.

“Tower target April selesai tapi belum beroperasi karena materialnya import semua. Kita modular tower disiapkan di bandung awal maret akan dimobilisasi kesini tinggi 9 meter dengan peralatan yang diperlukan Airnav sudah siap di Maret,” kata dia.

Kebutuhan air, listrik dan telepon sudah disiapkan sesuai dengan MOU dengan Pemkab Kulon Progo. Termasuk wifi di lokasi bandara untuk memenuhi semua kebutuhan. 

“Wifi Maret harus sudah siap. Maret akan diuji apakah bisa atau tidak,” kata dia. 

Lokasi yang dekat dengan pantai selatan pihaknya juga memikirkan potensi bencana alam seperti gempa dan tsunami. Bangunan yang tahan gempa dan tsunami setinggi 15 meter sudah disiapkan dengan fasilitas air dan genset. 

“Barrier di luar dari pemda Kulon Progo buat vegetasi tertentu yaitu cemara udang tadi. Sisi airport sudah kami siapkan insyaalla tahan akan gempa,” kata dia.

Sementara itu, Agus Pandu Purnama, Juru Bicara Proyek Pembangunan Bandara NYIA mengatakan, pihaknya sudah  melakukan focus group discussion (FGD) dari berbagai elemen termasuk para ahli dari Jepang soal mitigasi bencana. Sehingga bangunan dan penanganan bencana sudah dibuat secara matang.  

“Kami ada juga lantai untuk evakuasi elevasi sekitar 15  meter. Masyarakat juga bisa akses ke bandara. Apakah kuat, terminal kita upayakan 8,8 SR itu menurut ahli bangunan sudah dicontohkan sekuat itu,” kata dia.

Ia mengatakan, kebutuhan air di bandara akan menggunakan air lokal. Harapannya pendapatan asli daerah (PAD) Kulon Progo naik.

“Tanggal 14-15 akan diverifikasi apakah layak atau tidak bandara ini,” ujar dia.


2 dari 2 halaman

Yogyakarta Jadi Tujuan Utama Wisata

Bandara NYIA menurut Pandu akan  mengurangi beban dari Bandara Adi Sutjipto pada  April 2019 ini. Sebab saat ini bandara Adi Sutjipto Yogyakarta sudah full kapasitas yaitu 8,4 juta penumpang dengan 188 penerbangan.

“Kami selalu berkeinginan international harus share dengan bandara baru,” katanya.

Selain itu ada keinginan penerbangan internasional pada April 2019. Sementara existing ada 6 maskapai yaitu Air Asia, Silk Air tujuan Singapura dan Kuala Lumpur akan dipindahkan ke Bandara NYIA April 2019.

“Ke depan akan membuka rute karena slot kami banyak di NYIA. Kalo optimum bisa sampai 300  flight per hari,” ujar dia.

Menurut Pandu, semua penerbangan Internasional dapat dipindahkan dari Adi Sutjipto pada Oktober nanti berkaitan dengan musim winter ke summer. Secara prinsip NYIA sudah siap direct flight bahkan dari Eropa. 

“Ada middle east dari Qatar, Turkish, Emitares juga Jepang Korea dan  Australia,” katanya.

Pandu mengatakan, pada tiga minggu lalu perwakilan dari Australia bertemu dengan pihak AP I. Hasilnya penerbangan ke Yogyakarta akan jadi penerbangan utama atau destinasi utama nantinya. 

“Karena bali overload. Dari survey Australia, Jogja jadi destinasi utama mereka. Bahkan ada penerbangan antar kota Brisbane  Jogja nantinya,” ujarnya. 

Saat operasional pada April 2019, operasional bandara sementara dimulai dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore. Harapannya ada UMKM yang dikoordinir Dinas Koperasi memunculkan potensi lokal Yogyakarta khususnya.Kulon Progo.  “Baru ada 5 UMKM yang siap ini,” ujar dia.


Saksikan video di bawah ini:


Damkar Evakuasi Singa Gunung Tersangkut di Pohon Setinggi 15 Meter

Liputan6.com, California – Seekor kucing yang sangat besar telah diselamatkan dari pohon di dekat properti di California, setelah pemilik rumah melihatnya saat tengah beraktivitas di taman.

Petugas pemadam kebakaran (damkar) AS tiba di properti di San Bernardino setelah singa gunung – atau cougar – terlihat bertengger di cabang setinggi sekitar 50 kaki (15 meter).

Daerah itu kemudian diamankan dan singa itu dibius lalu dievakuasi, diturunkan ke tanah menggunakan tali pengikat.

Binatang itu dilepaskan kembali ke alam liar setelah diperiksa oleh ahli biologi.

“Adalah umum bagi singa gunung muda berkeliaran di luar apa yang beberapa orang anggap sebagai habitat normal, dalam upaya untuk membangun wilayah mereka,” kata Kevin Brennan, ahli biologi dari California Department of Fish and Wildlife seperti dikutip dari BBC, Senin (18/2/2019).

Sipir departemen itu, Rick Fischer, mengatakan bahwa mengevakuasi singa gunung itu akan sulit seandainya petugas pemadam kebakaran tidak muncul dalam beberapa menit pada hari Sabtu sore dengan sebuah tangga.

“Meninggalkan singa di pohon itu tidak akan aman bagi masyarakat,” ujar Fischer menambahkan dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Facebook Fire San Bernardino County.



Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 2 halaman

Binatang yang Tinggal di Seluruh Penjuru Amerika

Cougar, juga dikenal sebagai singa gunung, macan kumbang adalah anggota keluarga kucing liar. Mereka tinggal di seluruh penjuru Amerika, dari British Columbia ke Argentina.

Serangan singa gunung jarang terjadi, kurang dari selusin orang tewas dalam lebih dari seabad, menurut pejabat Taman dan Margasatwa Colorado (CPW).

Contoh serangan sering terlihat di antara singa yang sakit atau kelaparan, yang biasanya sulit dipahami dan cenderung menghindari manusia.

Awal bulan ini, seorang pria yang tengah jogging di jalur taman yang populer di pegunungan Colorado utara membunuh seekor singa gunung yang menerkamnya dari belakang. 

Hujan Deras, Banjir dan Longsor Timbun Rumah Warga di Mamuju Tengah

Liputan6.com, Mamuju – Dengan peralatan seadanya berupa parang panjang dan kapak, tim gabungan mulai membersihkan material longsor yang menutup akses jalan di Desa Sejati, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, secara manual.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Minggu (17/2/2019), evakuasi dilakukan agar aktivitas perekonomian warga kembali normal. Selain itu, tim gabungan bersama warga membongkar satu persatu rumah warga yang tertimbun material longsor.

Warga pun berupaya mengumpulkan barang-barang mereka yang tidak bisa diselamatkan saat longsor terjadi. Longsor menerjang begitu cepat dan memporak porandakan rumah warga.

Longsor dan banjir yang terjadi di Desa Sejati, Kecamatan Tobadak, terjadi akibat hujan deras yang mnengguyur wilayah Mamuju Tengah. Meski tidak ada korban jiwa, namun akses jalan terputus dan aktivitas warga lumpuh. (Rio Audhitama Sihombing) 

Lion Air Tergelincir di Bandara Supadio, 2 Penumpang Sempat Dibawa ke RS

Jakarta

Ada dua orang penumpang Lion Air nomor penerbangan JT 714 yang sempat dibawa ke rumah sakit pasca pesawat tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Setelah mendapat penanganan medis, kedua penumpang diperbolehkan pulang.

Lion Air melakukan penanganan kepada dua penumpang wanita yang sudah dibawa ke rumah sakit terdekat dan sekarang sedang menjalani monitor dan pemeriksaan dari tim medis (observasi). Tim Lion Air melakukan pendampingan kepada penumpang tersebut,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/2/2019).

Danang menjelaskan, dari hasil observasi, salah satu penumpang sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Satu penumpang lainnya juga telah mendapatkan penanganan dan sudah meninggalkan bandar udara.

“Saat ini proses evakuasi pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LPS sedang berlangsung. Lion Air terus berkoordinasi dan kerjasama dengan pengelola bandar udara setempat, Lanud dan instansi lainnya yang terkait/ berwenang,” papar Danang.

Akibat pesawat Lion Air tergelincir, Bandara Supadio ditutup sementara hingga pukul 06.00 WIB Minggu (17/2). Penutupan disebut sesuai dengan pengumuman resmi dari otoritas bandar udara.


(fdn/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bandara Supadio Ditutup Usai Pesawat Lion Air Tergelincir

Liputan6.com, Pontianak – Aktivitas penerbangan di bandara Supadio Pontianak sementara ditutup setelah tergelincirnya pesawat Lion Air B737-800NG di bandara tersebut, Sabtu sore.

Dari pantauan di lapangan, terlihat penumpukan penumpang di terminal keberangkatan penumpang. Sementara itu, untuk terminal kedatangan, masih terlihat sepi.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak bandara untuk berapa lama penutuan tersebut. Pasalnya, petugas di konter kedatangan yang ada juga tidak berani memberikan komentar pasca penutupan sementara bandara ini.

“Sampai saat ini petugas masih mencoba mengevakuasi pesawat, karena badan pesawat tersebut masuk dalam runway. Makanya, saat ini bandara masih ditutup dan untuk lebih jelasnya mungkin bisa tanyakan langsung kepada pimpinan kami,” kata salah satu petugas bandara Supadio Pontianak yang enggan menyebutan namanya.

Salah satu penumpang Pesawat Garuda tujuan Jakarta, Andi menyatakan dirinya seharusnya terbang sekitar pukul 17.30 WIB.

Namun sampai pukul 19.00 WIB, dirinya masih menunggu kepastian keberangkatan pesawat tersebut, akibat ditutupnya bandara Supadio.

“Mau tidak mau masih harus menunggu, apa terbang malam ini atau tidak. Yang jelas kita juga masih menunggu informasi lanjut dari maskapai,” kata Andi dilansir Antara.

Diketahui, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-714 yang melayani rute dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) tujuan Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat (PNK), bahwa mengalami keluar landas pacu (over run) sesaat setelah mendarat di Pontianak.

Saat situasi ini terjadi, jarak pandang dilaporkan memenuhi persyaratan pendaratan dan kondisi hujan.

Penerbangan Lion Air JT-714 hari ini dipersiapkan secara baik. Pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LPS sebelum dioperasikan sudah dilaksanakan pengecekan lebih awal (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (safe to flight).

Penerbangan JT-714 membawa tujuh kru dengan 180 penumpang dewasa vcdan dua bayi. Pesawat lepas landas dari Soekarno-Hatta pukul 13.50 WIB. Seluruh penumpang dan kru sudah dievakuasi dengan keadaan selamat.

Saat ini sudah berada di ruang terminal bandar udara untuk mendapatkan layanan terbaik. Saat ini Lion Air bekerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan proses evakuasi pesawat dan langkah berikutnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: