WNA Nyelonong ke Anak Krakatau, Badan Geologi: Kami Tak Pernah Beri Izin

Jakarta – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tak pernah memberi izin pendakian ke Gunung Anak Krakatau. Apalagi saat ini sudah ada imbauan larangan mendekat ke gunung tersebut di luar radius 5 kilometer.

“Kami tidak pernah memberikan izin untuk pendakian, jangankan yang di Krakatau, Gunung Agung, Gunug Merapi yang sedang aktif, kita selalu, setiap pagi memberikan info untuk tidak boleh lakukan pendakian di radius sekian,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar di Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Pernyataan Rudy itu menjawab terkait adanya WNA yang nyelonong ke Gunung Anak Krakatau. Dia mengatakan seharusnya ada hukuman bagi siapa pun yang masuk ke daerah terlarang gunung tersebut.

Badan Geologi, kata Rudy, sedang mencari siapa pengantar dan pemberi izin WNA mendekat ke Gunung Anak Krakatau.

“Ya harusnya, kita lagi kajian dari sisi kami. Kalau ada apa-apa kan yang ikut tanggung jawab semuanya. Pemerintah kan apalagi ini orang asing, pemerintah ikut tanggung jawab kalau ada apa-apa. Ini kami lagi telusuri dengan teman-teman biro hukum kami. Belum ketemu ini,” jelasnya.

Soal WNA yang nyelonong ke daerah terlarang Gunung Anak Krakatau ini viral di media sosial. WNA tersebut sempat memposting foto-foto kondisi terbaru Gunung Anak Krakatau dari jarak dekat. Tapi setelah unggahannya tersebar, postingan dan akun twitternya hilang.
(idn/imk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kesal Pejabat ESDM Tak Cek Lapangan, Anggota DPR Sebut Brengsek

Jakarta – Komisi VII DPR RI hari ini menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitranya, yaitu Kementerian ESDM. Kali ini rapat tersebut membahas terkait limbah dari perusahaan-perusahaan migas dan tambang.

Rapat diawali dengan penjelasan yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono. Dia menjabarkan terkait dasar-dasar hukum yang mengikat tentang keharusan perusahaan tambang melakukan pelestarian lingkungan.

“Untuk khusus tambang kami punya aturan khusus memberikan jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/1/2019).

Sebelum mendapatkan izin untuk beroperasi, kata Bambang, perusahaan tambang harus menyerahkan uang jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang. Uang itu akan dikembalikan setelah perusahaan selesai beroperasi dan tergantung dari hasil pengelolaan limbahnya.
Bambang menjelaskan pada 2018 uang jaminan reklamasi yang terkumpul di pemerintah sebanyak Rp 1,2 triliun sementara uang jaminan pasca tambang Rp 3,5 triliun. Uang itu disimpan oleh pemerintah di salah satu bank BUMN.

Rapat mulai memanas ketika, Pimpinan Rapat Komisi VII DPR RI M Nasir menanyakan apakah ada perusahaan tambang yang belum membayar uang jaminan pasca tambang dan jaminan reklamasi itu.

Bambang menjawab, pengelola tambang yang tidak membayar hanya penambang ilegal dan tambang rakyat. Namun ada pula yang juga belum membayar uang jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang yang sudah memiliki izin usaha pertambangan (IUP) yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Bambang menegaskan bahwa pemerintah pusat hanya bisa memberikan rekomendasi agar Gubernur di daerah menekan perusahaan tambang di daerah membayar jaminan-jaminan itu.

“Kami hanya bisa merekomendasikan mereka agar menahan izinnya atau apa. Karena itu IUP di mereka,” terangnya.

Nasir pun meminta dia menjelaskan, mengapa perusahaan tambang itu bisa beroperasi namun belum menyetor uang jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang. Namun Nasir memandang Bambang tak bisa menjawab pertanyaan itu.

“Bukan seperti itu Pak, apa dalihnya kok bisa keluar izinnya? Kan dari pemerintah pusat bisa lihat checklist-nya. Saya tidak ngerti ini kok bisa jalan? Saya sudah cek di semua tambang inspekturnya di tambang seperti orang enggak pernah makan saja, kelaparan dia,” tegasnya.

Penjelasan dilanjutkan oleh Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM Iwan Prasetya. Namun baru sebentar menjelaskan, Nasir kembali menyela.

“Bapak ngerti nggak soal lokasinya? bapak pernah ke lapangan?,” tanya Nasir.

“Jujur saya tidak pernah ke lapangan,” jawab Iwan.

“Oh jadi cuma duduk-duduk di belakang meja ya. Tunggu laporan, dibacakan enak dong, semua juga bisa,” sindirnya.

Iwan pun menyerahkan penjelasan itu kepada Direktur Teknik dan Lingkungan Migas. Namun lagi-lagi dia juga mengaku belum pernah meninjau langsung ke lapangan karena baru tiga bulan menjabat.

Nasir pun geram dengan jawaban itu. Lantaran menurutnya untuk urusan limbah memang harus turun langsung ke lapangan. Akhirnya keluarlah kata ‘brengsek’ dari mulutnya.

“Jadi berarti belum ke lapangan? Tolong turun ke lapangan-lapangan biar tahu. Brengsek ini tidak jelas,” ujarnya. (das/ara)

Menteri Jonan Ungkap Dua Hal Kunci Keberhasilan Negosiasi dengan Freeport

Liputan6.com, Jakarta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan membocorkan dua hal yang menjadi kunci keberhasilan pemerintah dalam negosiasi dengan Freeport beberapa waktu lalu.

“Yang paling penting itu bagaimana kita melakukan negosiasi dengan Freeport McMoran itu secara fair, itu yang pertama,” kata Jonan seperti dikutip dari keterangan resminya, Minggu (20/1/2019).

Dia mengaku ketika melakukan proses negosiasi dengan Freeport tidak ada trik khusus. Hal yang terpenting adalah tidak mempunyai agenda lain di belakang ketika proses negosiasi panjang berlangsung. Bahkan, Presiden Joko Widodo menyerahkan proses negosiasi sepenuhnya kepada para Menteri terkait.

“Pak Presiden, ini kalau CEO-nya Freeport McMoran mau menghadap Bapak bagaimana? Beliau (Presiden) bilang, sudah menteri saja yang tangani, nanti kalau sudah selesai baru ke saya,” imbuh Jonan.

Kemudian, kunci keberhasilan kedua adalah bagaimana menempatkan hak dan kewajiban dari kedua belah pihak dengan baik dan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.

“Tim yang ditunjuk bukan hanya saya, jadi ada Menteri Keuangan, BUMN, dan KLHK. Kita mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Jadi tidak ada pikiran punya agenda lain,” jelasnya.

2 dari 2 halaman

Negosiasi

Selain itu, Menteri Jonan juga menceritakan bahwa kesungguhan bernegosiasi juga ditunjukkan Freeport. Di mana CEO Freeport Richard Adkerson, selama proses negosiasi terhitung terbang dari Amerika Serikat ke Indonesia hingga 12 kali.

“Padahal usianya lebih dari 70 tahun, jadi negosiasinya tiap 1,5 bulan dia ke sini. Berarti sampai 12 atau mungkin 14 kali, berarti serius. Kalau kita kenalan sama teman, kalau tidak serius tidak didatengin lagi. Sebenarnya itu negosiasi itu kalau tidak mau ketemu, agak susah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Indonesia resmi memiliki saham mayoritas dari PT Freeport Indonesia setelah proses panjang yang telah dilalui. Hal ini usai PT Inalum telah melunasi pembayaran 51,2 persen saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut.

“Saya telah menerima laporan bahwa saham PT Freeport 51,2 persen sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar hari ini. Ini juga merupakan momen bersejarah setelah freeport beroperasi di Indonesia sejak 1973,” kata Presiden Joko Widodo ( Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (21/12)

Soal Debat Perdana Capres, KPU Dinilai Gagal Penuhi Janji ke Masyarakat

Liputan6.com, Jakarta – Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sigit Pamungkas mengkritik pelaksanaan debat capres-cawapres tahap pertama 17 Januari lalu. Sigit menilai KPU periode kali ini gagal memenuhi janji untuk membuat suasana debat yang memuaskan hasrat keingin tahuan publik.

“Pertama itu tadi bahwa janji untuk membuat suatu debat yang membuat publik terpuaskan tidak terpenuhi,” kata Sigit di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1).

Sigit menilai hal itu terjadi karena KPU memberikan kisi-kisi pertanyaan pada peserta debat capres. Sehingga peserta debat tidak bisa mejawab pertanyaan panelis secara spontan.

“KPU menyampaikan kisi-kisi ke kanidat ternyata bukan kisi-kisi, yang disampaikan adalah pernyataan 20 pertanyaan yang ternyata berbeda sepeti yang disampaikan,” ungkapnya.

Selain itu, Sigit juga menilai waktu untuk menjawab pertanyaan bagi pasangan calon terlalu singkat. Moderator debat capres juga dianggap selalu memaksa pasangan calon menjawab sesuai dengan waktu yang ditentukan.

“Moderator sering memaksa kandidat berbicara padahal waktu itu kandidat tidak harus menghabiskan waktu,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Kritik Durasi

Di tempat yang sama, Direktur Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Sudirman Said juga mengkritik jumlah waktu yang diberikan moderator untuk menjawab pertanyaan. Kata dia, seharusnya, pasangan calon diberi waktu yang cukup untuk menjawab pertanyaan.

“Respons spontan yang ditunggu publik masyarakat ingin melihat seberapa bagus,” ungkapnya.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini juga mengimbau KPU tidak memberikan kisi-kisi. Sebab, kisi-kisi bisa menghilangkan orisinal jawaban dari pasangan calon.


Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Timses: Masyarakat Apresiasi Saat Prabowo Joged di Debat Capres

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, Sudirman Said mengklaim sikap Prabowo-Sandi di debat perdana capres-cawapres 17 Januari 2019 lalu mendapat apresiasi masyarakat.

Sebab, kata dia, Prabowo-Sandi berhasil membawa warna dalam debat dengan gerakan berjoget dan memijat ketika ingin meminta izin pada moderator debat untuk merespon pertanyaan dari capres petahana Joko Widodo.

“Prabowo-Sandi diapresiasi masyarakat karena berhasil memberikan warna,” kata Sudirman di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1/2019).

Menurut Sudirman, pemilu ini adalah ajang adu kebaikan. Sehingga tidak perlu telalu tegang namun tetap mengedepankan subtansi debat.

“Pemilu ini adu kebaikan bukan ketegangan bukan permusuhan. Jadi adegan joget dan pijat itu hal sederhana,” ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Kritisi KPU

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) era Presiden Joko Widodo ini juga mengkritisi penyelenggaraan debat kemarin. Sudirman menilai sebelum dimulainya debat Komisi Pemilihan Umum (KPU) terlalu over protektif pada peserta debat.

“Yang menojol sejak awal memproteksi yang berlebihan. Semangat memproteksi itu berlebih,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, seharusnya ajang debat kemarin bisa menjadi alat untuk membuat masyarakat mengerti kualitas dari pasangan calon. Keberadaan kisi-kisi dan keterbatasan waktu, tambah Sudirman justru sangat membatasi pasangan calon untuk memberikan gagasan tentang masalah bangsa dengan lebih lugas.

“Respon spontan yang ditunggu publik masyarakat ingin melihat seberapa bagus,” ucapnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Timses Klaim Prabowo-Sandiaga Munculkan Fenomena Dwi Tunggal di Debat

Jakarta – Direktur Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, menyebut pasangan nomor urut 02 itu sebagai calon Dwi Tunggal. Dia menyatakan ada chemistry dan keserasian antara Prabowo dan Sandiaga saat debat Pilpres 2019 kemarin.

Dwi Tunggal adalah sebutan untuk pasangan Presiden Sukarno dengan Wakil Presiden M Hatta. Sebutan ini menggambarkan kepaduan di antara keduanya.

“Kami tunjukkan seorang Prabowo-Sandiaga Uno, berbagi peran dengan baik. Kekompakan diperlukan. Kita melihat fenomena Dwi Tunggal yang saling melengkapi,” ucap Sudirman Said, dalam diskusi Perspektif Indonesia, di mal Sarinah, Jakarta, Sabtu (19/1/2019).

Kekompakan di antara keduanya disebut merupakan bekal untuk memimpin bangsa. Karena saat terpilih, Prabowo-Sandiaga harus menjalankan pemerintahan selama lima tahun.

“Kekompakan dua pasang calon kami itu sinyal baik. Bukan hanya saat debat tapi saat running the government,” ucap Sudirman Said.

Menurut Sudirman Said, beberapa aksi Prabowo dan Sandiaga memecah kekakuan debat capres pada Kamis (17/1) lalu. Kedua pasangan calon, termasuk pasangan calon nomor 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin seharusnya bisa lebih santai dan menghibur saat debat.

“Pasangan Prabowo-Sandiaga saya apresiasi karena membaringkan warna. Pemilu ini adu kebaikan bukan permusuhan. Adegan joget jadi kekuatan, itu kan hal sederhana,” kata mantan Menteri ESDM itu.
(aik/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tim Prabowo Minta Aturan Waktu Lebih Longgar: Agar Debat Dinamis

Jakarta – Direktur Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, menyebut ruh debat capres menghilang. Ia berharap aturan debat mendatang bisa lebih longgar.

“Sejak awal, seperti ada semangat proteksi berlebih. Seperti tidak ingin mempermalukan. Semangat proteksi berlebih, kita rasa ruhnya hilang,” ucap Sudirman Said dalam diskusi Perspektif Indonesia, di mal Sarinah, Jakarta, Sabtu (19/1/2019).

Sudirman Said melihat pembatasan waktu terlalu kaku. Moderetor terlalu memaksakan waktu untuk pasangan calon harus dihabiskan.


“Aturan harus lebih longgar, lebih dinamis. Waktu, kalau dipakai setengah menit, bukan satu menit ya biarkan,” ucapnya.

Pemberian bocoran yang terlalu rigid dinilainya membuat calon kehilangan spontanitas. Hal ini menghilangkan inti dari debat tersebut.

“Apa yang dilihat dalam debat kan spontanitas menjawab persoalan. Jadi presiden kan begitu. Misal tiba-tiba ada tsunami, kan tidak ada kisi-kisi dulu,” kata Sudirman Said.

Namun, Eks Menteri ESDM itu menilai pasangan Prabowo-Sandiaga bisa memecah suasana kekakuan. Hal ini, kata Sudirman, dilakukan oleh Prabowo dalam beberapa tindakannya.

“Pasangan Prabowo-Sandiaga saya apresiasi karena membaringkan warna. Pemilu ini adu kebaikan bukan permusikan. Adegan joget jadi kekuatan, itu kan hal sederhana,” tutup dia.
(aik/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Perpres Mobil Listrik Terbit Tahun Ini

Sleman – Peraturan kendaraan listrik ditunggu berbagai kalangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut Peraturan Presiden (Perpres) tentang mobil listrik segera difinalkan. Menurutnya, Perpres itu terbit tahun ini.

“Dari ratas (Rapat terbatas) terakhir dengan Bapak Presiden dan Wakil Presiden, akan difinalkan Perpres mengenai insentif-insentif kalau kita membangun industri mobil listrik di Indonesia,” ujarnya usai menjajal becak listrik di depan Gedung Pusat UGM, Bulaksumur, Sleman, Jumat (18/1/2019).

“Dengan harapan, bahwa harga mobil listrik akan bisa terjangkau, atau paling kurang bisa bersaing dengan kendaraan mesin yang konvensional,” sambung Jonan.

Menurut Jonan, hal itu berkaca dari banyaknya produsen mobil listrik saat ini, bahkan pemasarannya sudah mencakup seluruh dunia. Mengenai kapan Perpres tentang mobil listrik itu terbit, Jonan menyebut tidak akan lama lagi.

“Tidak ada kendala (dalam penyusunan Perpres mobil listrik), dan saya kira ini (Perpres mobil listrik) difinalkan, terus diparaf semua, dinaikkan ke Bapak Presiden. Saya kira cepat kok, mestinya nggak sampai lah kalau sampai akhir tahun, sebentar lagi lah, ditunggu,” ucap Jonan.

Disinggung mengenai isi Perpres tersebut, Jonan mengatakan bahwa Perpres yang akan difinalkan tahun ini mengatur banyak hal, mulai dari administrasi hingga regulasi produksi mobil listrik.

“Perpres (Tentang mobil listrik) mengatur soal industialisasinya, pajak-pajak bea masuk, kapasitasnya berapa dan target juga,” pungkasnya.

(bgs/ddn)

Timses Sebut Prabowo – Sandiaga Cocok Pimpin Indonesia karena Kompak

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengatakan Prabowo-Sandi tampak kompak dalam menyampaikan materi debat dalam debat capres perdana semalam. Menurutnya, Prabowo-Sandi sudah cocok memimpin Indonesia lima tahun lantaran kerja sama yang ideal.

“Bagi paslon nomor urut 02 debat capres yang digelar semalam adalah sebuah pertunjukan kekompakan tim. Prabowo dan Sandi telah berbagi materi dengan baik,” kata Sudirman Said saat menjawab pertanyaan wartawan di Prabowo-Sandi Media Center di Jalan Sriwijaya I nomor 35, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Sudirman juga memuji penampilan Prabowo-Sandi yang mampu berbagi peran jika dibandingkan dengan penampilan lawan debatnya.

“Baik Pak Prabowo maupun Bang Sandi tidak ingin ada tim yang disfungsi. Pak Prabowo memberi peran yang sangat baik kepada Bang Sandi untuk menyampaikan gagasan-gagasannya,” jelas Sudirman.

Sudirman pun memberikan catatan bagi penyelenggara pemilu supaya menyediakan waktu debat yang lebih panjang. Hal itu diperlukan agar paslon bisa menunjukkan spontanitasnya dalam menanggapi pertanyaan.

“Ke depan KPU harus bersikap lebih longgar sehingga perdebatan bisa lebih lepas, lebih orisinil, dan tidak kehilangan nyawanya,” tandas Mantan Menteri ESDM itu.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Menteri ESDM Tanggapi Pernyataan Prabowo soal Stok BBM Cuma 21 Hari

Liputan6.com, Palembang – Pernyataan calon presiden (capres) 2019 Prabowo Subianto terkait stok Bahan Bakar Minyak (BBM) yang bertahan hanya 20 hari ditanggapi Menteri ESDM (Energi Sumber Daya Mineral), Ignasius Jonan.

Mantan Direktur Umum (Dirut) PT KAI (Persero) ini mengakui stok BBM di penampungan memang berkisar untuk 21 hari hingga 27 hari, kecuali jenis minyak tanah yang lebih panjang.

“Ini adalah minyak jadi yang ditampung di tempat penampungan untuk cadangan 21 hari. Kenapa 21 hari, maunya berapa?” ujarnya saat mengunjungi Refinery Unit (RU) III Pertamina Plaju Palembang, Kamis, 17 Januari 2019.

“Di tempat penampungan, kalau cadangan lebih banyak, biaya cadangan akan naik, yang bisa mengakibatkan harga BBM naik,” ujar Menteri ESDM.

Menurutnya, kapasitas penampungan bisa saja ditingkatkan lebih banyak. Namun, akan berdampak pada ongkos dan biaya produksi yang lebih besar. Hal ini dinilai Menteri Jonan tidak dibutuhkan.

Pasokan BBM selama 21 hari, dinilainya sudah sangat cukup. Karena selama ini kapal PT Pertamina yang memasok selalu datang tiap hari. Pasokan cadangan BBM secara nasional juga tidak mengalami kendala apa pun.

“Secara nasional apa ada kekurangan nasional untuk pasokan BBM. Kan tidak ada, bisa saja, harus membangun tempat penampungan baru, tapi biayanya juga naik,” ujar dia.

Menteri ESDM menjelaskan, ada beberapa jenis BBM yang disediakan di antaranya jenis kerosin atau minyak tanah, avtur, perta series, premium, BBM yang dikelola PT SPBU Total Oil, BP Migas, dan Shell.


Simak video pilihan berikut ini: