Bikin Sendiri Indomie Es Jeruk yang Lagi Viral, Intip Resepnya di Sini

Liputan6.com, Jakarta – Telah lama sejak mi instan jadi makanan andalan tak sedikit orang. Dengan ragam bumbu sajian, makanan satu ini acap kali jadi teman setia ketika lapar melanda. Seiring waktu, penyajiannya semakin inovatif. indomie es jeruk, jadi salah satunya.

Sebagaimana diketahui, kreasi sajian mi instan memang sudah sangat beragam, mulai dari penambahan sederet topping, hingga beberapa waktu lalu, disajikan dalam bentuk donat. Tapi, Anda tentu belakangan mulai tergelitik mendengar Indomie es jeruk.

Diunggah salah satu akun review makanan di Instagram dan tengah jadi buah bibir warganet, sajian ini ternyata merupakan kreasi seorang ibu asal Australia dengan akun Instagram @chickeemum. Lewat keterangan foto, ia pun berbagai resep sajian yang disebut sebagai noodle pop tersebut.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat es jeruk Indomie:

Secukupnya jeruk peras

Secukupnya Indomie rasa apapun (dalam kreasinya si ibu memakai Indomie goreng)

4 Hal Mengejutkan Ini Ditemukan Saat Gunung Es Mencair, Ada 60 Ton Feses Manusia

The National Park Service (NPS) sedang bersiap untuk menghadapi longsoran kotoran manusia saat permukaan es Gunung Denali yang mencair dan membuka 66 ton feses yang ditinggalkan para pendaki. Gunung Denali merupakan gunung tertinggi di Amerika.

Diperkirakan ada 1.200 pendaki yang berusaha menaklukkannya setiap tahun. Bersamaan dengan itu, sekitar 2,2 ton kotoran manusia tertinggal di Gunung Denali, hampir setara berat seekor badak. Secara historis, feses manusia ini akan terbuang ke lubang salju di sepanjang rute akan menuju ke gletser Kahiltna.

Diharapkan itu akan tertutup tanah penuh es, tapi kenyataannya berbeda karena gletser justru semakin mencair akibat perubahan iklim. Meski para pendaki kini mulai bertanggung jawab dengan membawa turun kembali kotorannya, tapi 60 ton feses yang terlanjur ditinggalkan pendaki sebelumnya tetap menjadi masalah.

Antusias Ikut Pemilu, 53 WNI Mencoblos di TPS Dar es Salaam

Dar es Salaam – Sebanyak 53 dari 94 WNI di Dar es Salaam, Tanzania, mencoblos di Pemilu 2019. Meski terhitung tidak banyak, disebutkan mereka antusias menggunakan hak pilihnya.

“Meskipun jumlah WNI yang berada di wilayah cakupan PPLN Dar es Salaam tidak terlalu banyak, namun hal ini tidak menyurutkan antusiasme masyarakat yang ada untuk menggunakan hak pilihnya, seraya berkumpul bersama dengan rekan-rekan WNI lain dan menikmati berbagai hidangan khas Indonesia seperti nasi uduk, lontong, risoles, dan lain-lain,” ujar Duta Besar RI untuk Dar es Salaam, Ratlan Pardede dalam keterangan tertulis, Minggu (14/4/2019).

Pencoblosan digelar di Gedung KBRI Dar es Salaam, Sabtu (13/4) pukul 08.00-18.00 waktu setempat. Ratlan serta istri dan keluarganya ikut mencoblos di TPS di Dar es Salaam.
Selain 53 WNI mencoblos di TPS Dar es Salaam, KPPSLN Dar es Salaam telah mengirimkan surat suara kepada WNI lain yang terdaftar dalam DPT. Mereka tersebar di berbagai wilayah lain di Tanzania, yaitu Zanzibar, Arusha, Moshi, dan Mwanza, serta Rwanda (Kigali).

Penghitungan suara akan dilakukan pada Rabu, 17 April. Hal ini berbarengan dengan penyelenggaraan Pemilu 2019 di Indonesia.

Ketua PPLN KBRI Dar es Salaam, Raksa Permana Ibrahim mengatakan penyelenggaraan pemungutan suara telah diatur berdasarkan garis-garis yang telah ditetapkan KPU, termasuk standar pengamanan untuk logistik pemilu.

“Kita sudah memastikan bahwa hal-hal yang kita lakukan terpantau secara saksama melalui ketersediaan CCTV dalam pengawasan logistik serta surat suara yang berada di Dar es Salaam,” kata Raksa.

Salah satu WNI Indah Paramita menyampaikan kebahagiaannya karena dapat menggunakan hak konsitusinya di Pemilu 2019. Meski jauh dari Tanah Air, Indah mengataka euforia Pemilu 2109 terasa hingga Tanzania.

“Meskipun jauh dari tanah air, tapi Pemilu 2019 tetap bergema, karena di KBRI Dar es Salaam suasananya sangat Indonesia, kekeluargaan, dan meriah,” ucap Indah.
(eva/tsa)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketika Mongolia Merayakan -40 Celcius di Atas Es Danau Khvsgl

Jakarta

Setahun sekali, warga Mongolia dari beraneka provinsi, suku dan kepercayaan berkumpul di atas es Danau Khvsgl untuk merayakan alam mereka

Bentangan langit biru

Meninggalkan lalu lintas yang macet di Ulaanbaatar, tempat tinggal sekitar setengah dari tiga juta warga Mongolia, rasanya seperti perjalanan ke planet lain. Di pinggiran ibu kota Mongolia, perumahan dan pabrik segera berganti dengan bentang alam seperti di bulan, yang sepi membentang hingga ke cakrawala.

Tanah Langit Biru Abadi, julukan Mongolia, hampir tak berawan sepanjang tahun. Tapi sinar matahari yang berlimpah ini bisa menipu. Sebagian besar lanskap Mongolia yang kasar terdiri atas dataran luas tertutup rumput yang disebut stepa.

Tanpa pohon atau struktur buatan manusia, stepa memberi jalan pada angin kencang yang menyapu seluruh negeri. Cuaca bisa sangat berbahaya, khususnya pada musim dingin ketika angin Siberia dari utara membawa udara yang sangat dingin dan suhu seringkali turun di bawah -40C.

Diselimuti es

Terletak di Mongolia Utara dekat perbatasan Rusia, Danau Khvsgl adalah danau air tawar terbesar di negara itu, membentang sepanjang 2.620 km persegi dan titik terdalamnya 244 meter.

Perairannya yang bagai kristal membuatnya dijuluki “mutiara biru Mongolia”, meskipun setidaknya selama enam bulan dalam setahun danau itu terbungkus beberapa meter es yang cukup kuat untuk menampung manusia, ternak, dan bahkan kendaraan.

Sebelum memulai hari mereka di atas es, penduduk Khvsgl memanjat ke atas batu suci untuk menghormati roh danau. Setelah roh Danau Khvsgl ditenangkan, es pun dianggap aman untuk diinjak.

Benda yang hidup dan bernafas

Dalam keheningan pagi hari, udara di sini dipenuhi dengan suara letupan dan retakan. Permukaan Danau Khvsgl memang nampak membeku secara permanen, tetapi esnya adalah makhluk hidup yang bernafas.

Saat meleleh pada suhu hari yang lebih hangat, selimut es mengembang, menyebabkan tekanan retak di permukaan yang membeku begitu matahari terbenam, membentuk pola seperti jaring yang rumit. (Kredit: Yulia Denisyuk)

Cara hidup kuno

Mongolia kira-kira seukuran Eropa Barat, dengan penduduk hampir 130 kali lebih sedikit. Itu menjadikannya negara dengan populasi paling sedikit di dunia. Kehidupan di luar daerah perkotaan tetap nyaris seperti berabad-abad yang lalu ketika kuda-kuda liar berkeliaran di padang rumput yang tak ada habisnya.

Industri pertambangan tembaga, batu bara, dan logam mulia yang terus tumbuh telah mengubah ekonomi selama beberapa dekade terakhir, tetapi pertanian dan penggembalaan tetap menjadi landasan kehidupan Mongolia.

Keluarga stepa mengandalkan ternak untuk pendapatan, transportasi, makanan, dan kelangsungan hidup mereka.

Kecerdasan yang luar biasa

Banyak keluarga penggembala menjalani gaya hidup semi nomaden, mengarahkan kawanan kuda atau rusa mereka ke padang rumput yang subur sambil tetap dekat dengan desa untuk perawatan kesehatan dan kebutuhan masyarakat lainnya.

Dengan angin yang bertiup sepanjang musim dingin, penggembala menempatkan diri di area yang tenang di lembah atau dekat bukit sepanjang musim.

Cara hidup yang berpindah tidak akan mungkin tanpa ger, rumah portabel nomaden Mongolia.

Bentuknya yang melingkar membantu melindungi ger dari angin terus menerus dan menghangatkannya secara merata dengan panas dari tungku pembakaran kayu, pusat fisik dan spiritual rumah.

Ger ini dirancang sedemikian rupa sehingga lima orang dapat mendirikannya dalam waktu sekitar satu jam. Ini memungkinkan keluarga untuk berpindah secepat dan sesering yang diperlukan ternak mereka.

Perjuangan bersama

Kuda, khususnya, adalah bagian yang tak terhapuskan dari identitas Mongolia. Tanpa pagar dan kandang untuk menahan mereka, kuda domestik hidup dalam kawanan, bergerak bebas dari padang rumput ke padang rumput.

Pada bulan-bulan musim dingin yang sulit, kelangsungan hidup binatang menyita banyak pikiran.

Perjuangan itu kiat sulit ketika dzud. Dzud adalah kondisi saat musim panas sangat kering, diikuti musim dingin yang membeku, sehingga mengurangi lahan lahan yang dapat diolah.

Dulu dzud adalah kejadian sekali dalam satu dekade, tapi dalam beberapa tahun terakhir frekuensi dan keparahannya meningkat.

Datang bersama

Terlepas dari kesulitan yang mereka hadapi, orang-orang menemukan cara untuk menghormati bulan-bulan musim dingin dan merayakan kelangsungan hidup mereka. Setiap bulan Maret ketika musim semi mendekat, orang Mongolia dari seluruh penjuru negeri pergi ke Danau Khvsgl untuk menghadiri Festival Es Khvsgl.

Pergi ke danau itu bukanlah hal yang mudah. Hanya ada sedikit jalan beraspal. Sebagian besar jarak dilalui melalui jalur bergelombang tanpa rambu-rambu untuk memandu jalan.

Dibekali dengan termos tsai – campuran air, susu, teh hitam atau hijau dan sedikit garam – dan sekantong khuushuur segar (sejenis pastry daging), keluarga berkumpul di atas es setebal bermeter-meter untuk merayakan akhir dari bagian paling menantang tahun ini.

Hiburan tradisional

Festival ini menjadi populer di kalangan turis dalam beberapa tahun terakhir. Selama dua hari, para peserta dapat mengamati dan berpartisipasi dalam hiburan tradisional Mongolia.

Pada hari pertama festival, kereta luncur yang ditarik kuda berlarian melintasi danau yang beku dan para tamu berlomba dalam permainan tradisional seperti tarik tambang dan memanah. Hari kedua adalah kompetisi besar seperti balapan kereta kuda dan ukiran pahatan es.

Saat untuk merayakan

Berasal dari berbagai provinsi, suku, kelompok etnis, dan kepercayaan agama, pengunjung tinggal tenda di dalam dan di sekitar danau. Mereka berkumpul bersama untuk merayakan rasa hormat yang mendalam pada alam yang menyatukan mereka.

Meskipun menghadapi kesulitan selama bulan-bulan musim dingin, suasana perayaan ini menyenangkan.

Pada malam hari, sebelum shaman memanggil hadirin ke api upacara, peserta berkumpul di sekitar meja yang penuh dengan makanan ringan seperti aaruul (dadih keju kering) dan boortsogs (roti goreng).

Banyak tsai diminum dan mangkuk susu kuda betina yang difermentasi, airag, diedarkan dalam lingkaran. Saat malam di luar semakin dingin, di dalam ger, suasana terasa hangat.

Versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris bisa Anda baca di Mongolia’s epic celebration at 40 C di laman BBC Travel


(haf/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Akal Bulus Tukang Es Krim Cabul di Sidoarjo

Liputan6.com, Sidoarjo – Seorang penjual es krim keliling, Dwi Eko Prasetyo (29) harus berurusan dengan pihak kepolisian. Dirinya terbukti telah mencabuli anak di bawah umur bermodal iming-iming es krim gratis.

Tersangka Dwi Eko Prasetyo berasal dari Kecamatan Kondang, Mojokerto. Sehari-hari, ia bekerja sebagai penjual es krim keliling di kawasan Sidoarjo.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol. Muhammad Harris mengatakan kejadian itu bermula dari laporan orang tua korban yang mengetahui atas tindak pidana pencabulan yang dilakukan tersangka kepada anaknya, Minggu 24 Februari lalu.

“Si anak sempat bercerita kepada orang tuanya kalau sudah dicabuli pelaku,” kata Muhammad Harris, Jumat (29/3/2019).

Mulanya, korban sedang bermain dengan rekan-rekannya di halaman rumahnya. Di waktu yang bersamaan datanglah seorang penjual es krim dengan maksud menawarkan es kepada anak-anak. Sebagian besar anak alias korban tidak memiliki uang untuk membeli es krim.

“Akhirnya ditawari sama pelaku, diiming-imingi es krim gratis kepada korban, lalu korban dibujuk dan dibawa ke tempat sepi dan gang gang kecil di kawasan Bungurasih,” terangnya.

Perlakuan bejat itu tidak hanya sekali dilakukan tersangka. Terhitung, korban sudah dicabuli sebanyak tiga kali. Kini ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 82 UURI Nomor 23 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Guru SD di Kota Malang Jadi Tersangka Penipuan Online

Penganut Bumi Datar: Es Antarktika Menahan Air Laut Agar Tak Tumpah ke Angkasa

Warna merah darah pada Bulan selama Gerhana Bulan Total mungkin sulit untuk dijelaskan tanpa pemahaman dasar tentang mekanika orbital. Tetapi, kelompok teori konspirasi Bumi Datar (FE) punya penjelasan sendiri, terlepas dari fakta-fakta ilmiah.

Selama terjadinya Super Blood Wolf Moon pada 20-21 Januari tahun ini, para pengamat langit (skywatchers) di sebagian besar belahan barat Bumi, melihat Bulan melewati bayangan Bumi. Satelit alami planet ini tampak memerah selama proses gerhana berlangsung.

Menurut teori konspirasi Bumi Datar, fenomena astronomi ini –yang dikenal sebagai Gerhana Bulan Total– sebenarnya merupakan kesempatan langka untuk melihat sekilas “bayangan” dari objek misterius yang mengorbit matahari, dan kadang-kadang lewat di depan Bulan dari sudut pandang mereka –yang menganggap Bumi berbentuk bak piza.

Meskipun ‘penganut’ Bumi Datar yakin bahwa Bumi berbentuk datar seperti panekuk, namun tampaknya mereka sepakat bahwa matahari dan Bulan adalah benda langit berbentuk seperti bola. Para ahli teori ini berpendapat bahwa matahari dan Bulan mengorbit kutub utara Bumi, melayang-layang langsung di atas “panekuk” dan tidak pernah melintas ke sisi lain.

Jika anggapan ini benar, gerhana Bulan seperti yang kita tahu tidak akan pernah terjadi, sebab Bulan harus berada di sisi Bumi yang berlawanan dari matahari agar Gerhana Bulan Total dapat berlangsung.

Kelompok Bumi Datar juga membuat penjelasan baru untuk bayangan yang terlihat di Bulan selama gerhana.

Melalui unggahan yang dimuat di The Flat Earth Wiki, sebuah situs web yang dikelola oleh The Flat Earth Society, mereka tidak percaya adanya “objek bayangan”. Karena itulah, mereka tidak merinci tentang ukuran, bentuk, komposisi atau asal bayangan tersebut.

Tetapi para penulis mengklaim bahwa sosok misterius dan bayangan ini adalah penyebab utama Gerhana Bulan Total. Dan yang lebih mengejutkan, bayangan itu sama sekali tidak terlihat ketika tidak ada di depan Bulan.

“Objek bayangan tidak pernah terlihat di langit, karena mengorbit dekat dengan matahari,” kata The Flat Earth Wiki, seperti dikutip dari Live Science, Jumat 25 Januari 2019.

Meskipun terlihat mungil dari langit Bumi, namun sebagaimana diketahui bahwa Merkurius adalah planet yang  paling dekat dengan matahari. Dengan entengnya, The Flat Earth Wiki menyatakan, “Kami tidak pernah diberi pandangan sekilas tentang benda-benda angkasa yang muncul di dekat matahari pada siang hari.”

6 Jeritan Hati Netizen Soal Rafathar Dibelikan Es Krim Satu Kulkas Ini Kocak Abis

Liputan6.com, Jakarta Baru-baru ini ada hal menghebohkan terkait anak selebritis. Anak dari Raffi Ahmad dan Nagita Slavina bernama Rafathar ini ternyata membuat netizen iri.

Hal ini berawal dari Rafathar yang ingin es krim. Namun rupanya respons Nagita Slavina yang merupakan ibunya sungguh di luar dugaan. Bukannya dibelikan es krim, melainkan es krim sekalian kulkasnya.

Rupanya hal ini membuat netizen iri melihat apa yang didapatkan Rafathar. Seperti biasa, netizen Indonesia selalu membuat hal seperti ini menjadi lucu dan kocak. 

Melihat hal demikian, banyak netizen curhat colongan tentang jeritan hati melihat apa yang didapatkan Rafathar. Berikut jeritan hati netizen yang dirangkum Liputan6.com dari Twitter, Kamis (21/03/19).

Es Krim Topping Gurih dan 4 Camilan di Jakarta Lainnya yang Wajib Dicoba

Liputan6.com, Jakarta – Ngemil camilan, aktivitas yang jarang dilewatkan kebanyakan orang. Ada yang untuk mengisi perut di antara jam makan, atau hanya selingan saat habiskan waktu sendirian maupun bersama teman-teman.

Dari sekian banyak pilihan camilan yang ada di Jakarta, Cashbac memilih lima rekomendasi makanan di Jakarta yang wajib dicoba.

1. Martabak Factory

Martabak memang jadi teman yang setia, apalagi kalau dinikmati sambil nongkrong sama sahabat sambil nonton bareng acara olahraga. Langsung satang ke Martabak Factory aja untuk mencoba berbagai varian martabak.

Untuk ramai-ramai, Anda bisa memesan ukuran besar, tapi kalau ingin mencoba berbagai rasa tanpa kekenyangan, martabak mini paling pas.

2. DEMI Gelato

Cuaca dingin tidak akan menghalangi Anda untuk santap gelato creamy nan menyegarkan. Di DEMI Gelato, ada berbagai macam rasa yang bisa Anda coba.

Jika Anda adalah penggemar berat Thai tea, Anda wajib mencoba varian rasa tersebut karena manis dan segarnya pas. Beda lagi kalau Anda menyukai kue, yang harus dicoba adalah Yoghurt Strawberry Cheesecake.

3. Dough Darlings Dough

Darlings hadir dengan konsep rasa yang unik dari setiap donatnya. Di mana lagi Anda bisa mencoba donat dengan rasa salted egg yang menggoda sebagai camilan?

Belum lagi di sini juga ada rasa nastar yang umumnya adalah kue kering yang ditunggu-tunggu saat Hari Besar tiba. Ada pula rasa durian untuk kamu yang suka dengan buah ini.

4. Hokkaido Ice Cream Puff

Roti yang crunchy dipadukan dengan es krim lembut adalah surge tersendiri bagi pencinta makanan. Temukan paduan sempurna ini hanya di Hokkaido Ice Cream Puff, yuk!

Varian rasanya cukup banyak, seperti matcha, durian, dan kopi. Kalau sudah mencoba sekali, nggak cukup hanya makan satu. Pasti mau lagi dan lagi.

5. Ezo Cheese Cake

Kalau ke sini, sudah pasti Anda harus mencoba cheese cake yang sangat terkenal. Tidak hanya menghadirkan varian yang biasa, Anda akan menemukan rasa marshmallow, espresso, atau red velvet.

Selain mencoba cheese cake yang terkenal ini, Anda juga wajib mencoba es krim bertabur Cheetos sebagai topping-nya. Paduan manis dan asin berbaur jadi satu sebagai camilan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Intip salah satu jajanan khas Cirebon yang terbuat dari kerak nasi

Makan Es Krim Sambil Berkendara, Pria Ini Dapat Teguran Kocak dari Petugas ATCS

Video ini diunggah di akun resmi @atcsmedan dan mendapat beragam reaksi dari warganet. Dalam keterangan video tersebut tertulis bahwa untuk memberikan himbauan tak harus kasar tapi juga bisa dengan cara yang lembut dan guyon seperti yang dilakukan ATCS wanita tersebut.

“Terkadang ngasih himbauan tidak harus kasar tapi dengan lembut juga mau kok tertib biar Baper sikit,” tulis keterangan pada video tersebut.

Banyak warganet yang mengaku tertawa melihat reaksi pria tersebut dan memuji teguran petugas ATCS. 

“Aduh aduh abangnya salting eee,” tulis akun @fidelaidsr.

“Hahahhaa…lucu,” tambah akun @lienda_m_jamil.

“Apresiasini .. keren bnget cara menegurnya,” kata @boymanik7.

“Mantap menghibur bgt semoga atcs seluruh indonesia bisa seperti ini semua,” komentar akun @deryst.

Hujan Es Guyur Serambi Makkah

Liputan6.com, Aceh – Fenomena unik muncul beriringan dengan bencana angin kencang di Aceh. Hujan es disertai angin kencang merusak sejumlah rumah warga di Desa Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Selasa, 5 Maret 2019.

Peristiwa yang mengejutkan warga terjadi terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Enam rumah rusak dengan rincian, 2 rusak berat, 2 rusak sedang, serta 2 rusak ringan, akibat terjangan angin disertai hujan es, namun situasi sudah normal saat ini.

Hujan es dan disertai angin kencang merusak beberapa rumah warga yang terjadi di Dusun Geunie,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ahmad Dadek kepada Liputan6.com, Selasa (5/3/2019) malam.

Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. Puing-puing yang berserakan di lokasi sebagian telah dibersihkan, dengan bantuan dari pihak terkait.

“Korban terdampak 6 Kepala Keluarga atau KK, 15 Jiwa. Korban jiwa nihil,” sebut Dadek.

Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBD) Pidie bersama pihak Musyawarah Pimpinan Pimpinan Kecamatan (Muspika) masih melakukan pendataan yang diperlukan akibat bencana ini. Perwakilan para pihak sebagian masih berada di lokasi turunnya hujan es dan angin kencang.

Saksikan video pilihan berikut ini: