Ditemani Istri, Anies Terbang ke Singapura Jenguk Ani Yudhoyono

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama istrinya Fery Farhati bertolak ke Singapura. Anies akan menjenguk istri Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono.

“Benar, beliau ke Singapura menjenguk Bu Ani,” kata Anggota Tim Gubernur DKI Jakarta, Naufal Firman Yursak, melalui pesan singkat, Jumat (1/3/2019).

Naufal tidak mengungkapkan kapan Anies terbang ke Singapura. Namun dia mengatakan, Anies akan kembali Jakarta hari ini.
“Dengan Bu Fery, pulang hari ini,” sebutnya.
Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon juga membenarkan kabar Anies ke Singapura. Sebelumnya, sejumlah tokoh juga sudah menjenguk Ani Yudhoyono.

Di antaranya Presiden Joko Widodo (Jokowi), PM Singapura Lee Hsien Loong, capres Prabowo Subianto, Mensesneg Pratikno, Chairul Tanjung, mantan wapres Boediono, mantan Menperin MS Hidayat, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan wakilnya Emil Dardak, dan sederet tokoh lainnya.

Elite-elite Partai Demokrat juga ada di Singapura. Sementara itu, keluarga Yudhoyono bergantian menjaga Ani Yudhoyono yang dirawat karena kanker darah.
(fdu/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alumni SMA se-Surabaya Bakal Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf Amin

Surabaya – Dukungan alumni kepada paslon nomor 01 Jokowi-Maruf Amin bakal kembali digelar di Kota Surabaya. Kali ini alumni SMA Negeri dan swasta se-Surabaya direncanakan akan memberikan dukungan kepada capres petahana itu.

Ketua panitia alumni SMA Surabaya Oktavijanto Putro mengatakan saat ini pihaknya telah menampung sekitar 48 SMA yang ada di Kota Pahlawan. Mereka akan mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf.

“Cuma alumni ini kan macam-macam, ada yang sepuh angkatan 82 sampai dari angkatan yang baru kemarin lulus juga ada. Visinya sama kita dukung 01,” kata Oktavijanto kepada detikcom saat jumpa pers di salah satu rumah makan Jalan Musi, Surabaya, Minggu (24/2/2019).


Menurut Oktavijanto, dalam acara deklarasi alumni SMA nanti, pihaknya tidak membawa agenda politik apapun. Namun hanya berupa deklarasi dukungan kepada capres Jokowi yang dinilai berhasil membangun Indonesia.

“Menurut kami (Jokowi) yang pantas dan bersih. Jadi sudah sepemahaman dan sepemikiran kita mau sukseskan aja. Tidak ada agenda politik tapi kita punya pemahaman yang sama. terus kita akan ngundang Bapak Jokowi datang langsung,” beber pria alumnus SMA 5 itu.

Selain itu, target utama dari deklarasi itu nantinya bukan alumni, melainkan para pemilih milenial. Hal itu, kata Oktavijanto, disebabkan para pemilih milenial merupakan pemilih pemula.

“Sebenarnya target kita adalah pemilih milenial. Jadi, pemilih pertama milenial ini artinya mereka punya euphoria memilih itu seperti apa. Sebenarnya yang tua-tua itu cuman sepemahaman dan datang saja. Tapi target kita yang mileneal ini,” terangnya.

“Kalau pemilih baru itu bingung. Nah, ini ada 2 paslon kayak apa sih. Kita kasih tahu yang 01 itu seperti apa. Itu aja sebetulnya,” lanjutnya.

Oktavijanto mengatakan, lantaran targetnya pemilih milenial, maka nantinya acara yang digelar pada tanggal 10 Maret itu juga akan dikemas ala milenial. Rencananya, acara akan dihadiri Jokowi, hingga sejumlah tokoh milenial di Surabaya.

“Acaranya banyak. Ada unjuk kebolehan seperti DJ mini, terus ada atraksi, ada juga kaum difabel yang punya prestasi. Itu nanti pembicaranya bukan Pak Jokowi. Tapi ada Bu Risma, terus ada Emil Dardak, ada Khofifah terus ada menteri juga,” ujarnya.

“Dari NU ada juga. Jadi, mereka (pembicara) itu akan menyampaikan dari sudut pandang mereka yang akan disampaikan kepada para mileneal,” tandas Oktavijanto.
(mae/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ridwan Kamil dan TGB Berpidato di Konvensi Rakyat Jokowi-Ma’ruf

Jakarta – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Ketua Korbid Golkar TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) jadi dua tokoh yang berpidato membuka Konvensi Rakyat Optimis Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf Amin. Kang Emil bicara soal aksi di media sosial untuk mendukung Jokowi, sementara TGB bersaksi soal keislaman Jokowi.

Acara Konvensi Rakyat Optimis Indonesia Maju yang digelar di Sentul International Convention Center diramaikan sejumlah artis dan tokoh. Lagu-lagu hiburan sambil menunggu pidato Jokowi bergantian menghias panggung. Acara resmi belum dimulai, namun sudah ada sesi pidato, Ridwan Kamil jadi pembuka.

“Di Indonesia ini ada dua kelompok yang sudah menentukan pilihan, ada yang masih bimbang dan masih ragu, jumlah yang masih bimbang dan masih ragu masih sangat banyak, karena itu mulai dari sekarang tolong aktif memberi keyakinan di WA grup, beri keyakinan di IG, di sosmed, di arisan, di pengajian, di mana-mana. Karena Allah hanya memberikan kekuasaan pada yang dikehendaki,” kata Ridwan Kamil yang kemudian mengutip ayat Alquran di SICC, Minggu (24/2/2019).


Ridwan Kamil mengajak pendukung Jokowi bergerak mengetuk pintu warga. Dia juga menyemangati pendukung agar tak takut di-bully.

“Jadi jangan khawatir, jangan resah terhadap intimidasi, jangan resah terhadap teriakan yang mem-bully, karena kekuasaan sebenarnya sudah Allah tentukan pada yang Allah kehendaki itu keyakinan saya, tinggal kita berdoa, Insyaallah Pak Jokowi-Ma’ruf Amin pada 17 April Insyallah Allah tentukan sebagai pemimpin RI 5 tahun ke depan,” ujarnya.

TGB naik panggung setelah Ridwan Kamil. Dia bicara soal keislaman Jokowi.

“Saya sebagai muslim, bersama saudara sebangsa, saya sebagai muslim dengar lihat bagaimana Pak Jokowi sebagai pribadi muslim yang baik, Pak Jokowi sebagai pribadi lahir dari keluarga muslim yang baik. Pengamalan agama Insyaallah rahmatan lil alamin,” ujar TGB di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019).

TGB juga menyampaikan bahwa Jokowi sudah berulang kali diserang fitnah. TGB mengajak pendukung membalasnya dengan membuktikan kinerja Jokowi.

“Sekarang di depan kita ada 52 hari bersama Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf untuk bersuara dengan lantang tapi bukan balas cercaan dengan cercaan, kita akan balas dengan kinerja Pak Jokowi,” kata eks Gubernur NTB ini.

Acara dibuka resmi sekitar pukul 19.28 WIB.
(dkp/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alasan Ridwan Kamil Ubah Taman Jadi Sudut Dilan di Bandung

Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akhirnya membuat Sudut Film Dilan atau Dilan Corner di Bandung. Padahal, awalnya direncanakan akan dibangun Taman Dilan. Kenapa?

Peletakan batu pertama pembangunan Dilan Corner ini berlangsung di Taman Saparua, Jalan Maluku, Kota Bandung, Minggu (24/2/2019). Momen itu dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya dan tokoh Dilan Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Priscillia sebagai Milea.

Rencana pembangunan Taman Dilan sempat menuai pro kontra di tengah masyarakat. Mereka mempertanyakan tokoh fiksi dalam novel sekaligus film Dilan karya Pidi Baiq menjadi sebuah taman di Bandung.

Pada akhirnya rencana pembuatan taman berubah menjadi sudut Dilan. Emil sapaan Ridwan Kamil mengakui adanya kekeliruan penyebutan.

Alasan Ridwan Kamil Ubah Taman Jadi Sudut Dilan di BandungAlasan Ridwan Kamil Ubah Taman Jadi Sudut Dilan di Bandung Foto: Mukhlis Dinillah/ detikHOT

“Salah istilah saja, karena nama tamannya sudah ada Taman Saparua. Jadi Taman Saparua itu ada gedungnya, sarana olahraga, panjat tebing, nah ini ada sudut literasi,” kata Emil usai peletakan batu pertama.

“Nggak (karena pro kontra) itu masalah definisi saja,” tegas dia.

Menurutnya Dilan Corner nantinya akan menjadi ruang bagi milenial meningkatkan budaya literasi di Bandung. Seperti halnya kesuksesan novel Dilan yang diadaptasi menjadi sebuah film.

“Jadi nanti tempat ini dipakai secara positif untuk membahas sastra, novel, mendiskusikannya seperti inspirasi film Dilan dikonversi menjadi film. Mudah-mudahan ingat Dilan, ingat kesuksesan literasi dan film,” tutur dia.

Ia berharap kehadiran Dilan Corner bisa merangsang peningkatan budaya literasi di Bandung dan Indonesia secara luas. Mengingat, buruknya literasi masyarakat Indonesia dibandingkan negara lain.

Alasan Ridwan Kamil Ubah Taman Jadi Sudut Dilan di BandungAlasan Ridwan Kamil Ubah Taman Jadi Sudut Dilan di Bandung Foto: Veynindia Pardede/ detikHOT

“Literasi kita kan rankingnya buruk, Indonesia ranking 60 dari 65 negara. Supaya kita jadi bangsa yang mendalami tulisan mengapresiasi sastra, ruangannya kan selama ini tak termanfaatkan, nah kita ubah yang tadi kurang manfaat jadi positif,” kata Emil.

Akhir tahun ini, Sudut Film Dilan sudah bisa dinikmati oleh warga dan luar warga Bandung.

(mud/tia)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Ridwan Kamil: 4 Juta Warga yang Tidak Pilih Jokowi, Sekarang Balik Kanan

Liputan6.com, Jakarta – Dewan Pengarah Teritorial Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin di Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengatakan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu terus mengalami kenaikan.

Menurut pria yang biasa disapa Kang Emil ini, walau Jokowi kalah di Pilpres 2014 lalu, namun dia yakin, di Pilpres tahun ini, Jokowi mampu meraih suara besar di Jabar. 

Dia mengatakan, sejauh ini hasil survei mengindikasikan peraihan suara sudah hampir seimbang antara kedua paslon di Jawa Barat. Ridwan menyatakan, bahkan untuk beberapa survei sudah melebihi.

“Ini mengindikasikan berarti ada 4 jutaan warga yang dulu tidak memilih (Jokowi) sudah balik kanan. Meyakini kepada 01. Tentu keyakinannya harus kita buktikan secara faktual nanti di hari pencoblosan,” ujar Ridwan Kamis usai bertemu Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto di Bandung, Jumat, 22 Februari 2019.

Emil menilai, Jokowi-Ma’ruf Amin adalah kombinasi sosok yang pekerja keras dan bisa mengayomi, serta menjaga nilai-nilai keumatan.

“Inilah kondisi paling pas. Yang satu ngegas, yang satu ngerem. Ini pas, sudah jodohnya. Kami doakan nanti di hari pencobolosan bisa sangat maksimal dan bisa saya monitor,” ucap Gubernur Jawa Barat itu. 

 

2 dari 2 halaman

Didukung Tokoh Jabar

Sementara itu, Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto menambahkan, seluruh partai politik yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) bersama relawan juga akan terus bekerja keras.

Apalagi, di Jawa Barat, ada dukungan dari tokoh seperti Ridwan Kamil, Agum Gumelar, Solichin GP, Deddy Mizwar, Tb Hasanuddin, dan Dedi Mulyadi.

“Seluruh tokoh itu sudah bergabung menyatukan diri dalam kepemimpinan Pak Jokowi dan Kyai Haji Ma’ruf Amin. Ini merupakan hal yang sangat positif dan sebagaimana disampaikan oleh Pak Ridwan Kamil tadi,” tandas Hasto.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Kemenhub Ambil Alih Proyek MRT di Surabaya

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi berencana mengambil alih proyek transportasi massal cepat atau Mass Rapid Transportation (MRT) dan LRT (Light Rapid Transit) di Surabaya yang gagal diwujudkan Wali Kota Tri Rismaharini.

Untuk mewujudkan rencana pembangunan trem tersebut, Budi menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Surabaya, Kamis, 21 Februari 2019, terkait pengembangan perkeretaapian di Provinsi Jawa Timur.

Maksud dari FGD ini digelar, kata Budi, untuk meminta masukan dari beberapa pemegang kebijakan dan warga.

“Kita, perencanaan ini, kita tidak melupakan aspirasi masyarakat lokal. Kami perlu masukan perumusan,” kata Budi usai FGD.

Proyek MRT dan LRT ini sendiri, lanjutnya, sejalan dengan program pemerintah pusat untuk mendukung aglomerasi Kota Surabaya dan sekitarnya.

“Surabaya sebagai kota kedua terbesar, yang menurut hemat saya masih belum terlambat untuk membuat perencanaan kembali yang sangat baik,” kata Budi Karya.

Lebih lanjut, Budi berharap, konsep yang keluar nantinya, bisa jadi contoh untuk kota-kota lain di luar Kota Pahlawan.

“Kami tidak akan ngomong langsung apa, namun silahkan diskusi,” ucap dia.

Yang pasti, masih kata Budi, pihaknya tidak akan mengindahkan konsep atau perencanaan yang dibuat Wali Kota Risma sebelumnya terkait trem untuk Surabaya.

“Biarkan masyarakat bicara, sebab transportasi masal merupakan suatu pilihan dan bukan suatu keniscayaan,” ucap dia.

Selebihnya, Budi meminta agar dalam perencanaan proyek transportasi massal di Surabaya ini, juga mengajak swasta. Sebab, katanya, peran swasta harus dipikirkan.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak yang turut hadir di acara FGD Menhub ini, mengatakan bahwa perencanaaan untuk jangka panjang, perlu adanya perluasan. Tidak hanya berkutat di Surabaya saja.

“Yang menjadi pertanyaan, Surabaya, Megapolitan mau dibawa ke mana? Kalau kita melihat Surabaya ini kan crowdednya luar biasa,” kata Emil.

Kalau Surabaya sudah mentok, lanjutnya, ekonomi gak bisa tumbuh. Perekonomian harusnya tidak terhenti hanya di satu kota saja.

“Ekonomi Jatim siapa yang mau dorong kalau Surabaya sudah padat dan terhenti?” tanya suami pesohor Arumi Bachsin ini. 

 

 

2 dari 2 halaman

Demi Pertumbahan Ekonomi

Maka, tandas Emil, perekonomian di Jawa Timur harus tumbuh merata di setiap daerah. “Di sini kami melihat konsep Gerbangkertasusila atau Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan, jadi perlu segera direalisasikan,” ucap dia.

Seperti diketahui, proyek trem di Kota Surabaya ini merupakan mimpi Risma sejak 10 tahun silam, ketika masih menjabat kepala Bappeko (Badan Perencanaan Pembangunan Kota).

Namun, di sisa dua tahun jabatannya sebagai wali kota, rencana proyek yang diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 3,8 triliun dan dibahas mulai 2016, itu berakhir kandas.

“Ada (proyek trem), karena aku sudah ndak bisa kan! Aku tinggal dua tahun (sisa masa jabatan sebagai wali kota),” katanya kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, 10 Desember 2018 lalu.

“Karena kalau transportasi, kalau massal, itu konstruksinya di atas dua tahun. Dua tahunlah paling cepat, jadi nggak mungkin aku,” sambung dia.

Sebagai gantinya, Risma mengalihkan angkutan massal tersebut ke armada bus. “Yang paling mudah itu pakai bus. Iya, kita pakai bus. Tapi kalau untuk yang trem, itu nggak bisa,” tegas dia. 

 

Reporter: Moch. Andriansyah

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

  

Ini Faktor Indonesia Bisa Bubar dan Berjaya Menurut Mahfud Md

Liputan6.com, Jakarta – Gerakan Suluh Kebangsaan mengadakan kegiatan Jelajah Kebangsaan 2019. Menurut Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD, tujuan utama kegiatan ini adalah mengingatkan rakyat soal sejarah Indonesia sebagai bangsa yang bersatu.

Gerakan tersebut diakuinya sudah dimulai sejak Januari 2019 dan bekerjasama dengan PT KAI. Acara yang digelar dalam rangka merawat Kebhinekaan itu diselenggarakan di setiap stasiun kereta mulai dari Merak hingga Banyuwangi.

Sejumlah narasumber berbeda akan mengisi dialog kebangsaan di setiap stasiun yang disnggahi. Seperti Mahfud MD, putri pertama Gus Dur yakni Alissa Wahid, Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Romo Benny Susetyo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, hingga Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus.

Salah satu dialog yang diselenggarakan adalah upaya menyongsong Indonesia emas pada 2045.

Mahfud sempat menyampaikan, bangsa Indonesia selama ini mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan demokrasi. Untuk itu, tidak mustahil pada 2045 nanti akan menjadi tahun kejayaan Indonesia.

Meski begitu, Mahfud juga menyebut jika bisa saja Indonesia bubar. Terlebih menurutnya, ada empat faktor yang menjadi penyebab suatu negara runtuh.

Berikut pernyataan-pernyataan Mahfud MD tentang Indonesia saat Gerakan Suluh Kebangsaan yang dihimpun Liputan6.com:

2 dari 4 halaman

1. Indonesia Berjaya 2045

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud Md menyampaikan, bangsa Indonesia selama ini mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan demokrasi. Untuk itu, tidak mustahil pada 2045 nanti akan menjadi tahun kejayaan Indonesia.

“Saat ini pemerintah mencanangkan 2045 adalah kejayaan Indonesia. 100 tahun merdeka, Indonesia akan jaya,” tutur Mahfud di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 18 Februari 2019.

Menurut Mahfud, semua akan berjalan lancar jika seluruh instrumen potensi di negeri ini terintegrasi dengan baik. Indonesia akan menjadi salah satu dari tiga negara besar dunia 26 tahun lagi dari sekarang.

“Kita punya semua modal dasar untuk itu. Kebhinekaan, sumber daya alam, demografi, semua bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya,” jelas dia.

3 dari 4 halaman

2. Indonesia Bisa Bubar

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud Md mengaku gerah dengan adanya gejala perpecahan masyarakat khususnya dalam momen Pilpres 2019. Terlebih, muncul juga pernyataan kontroversial yang menyebut bahwa tidak lama Indonesia akan runtuh.

“Kami berkeliling, keberagaman dijadikan alat pemecah. Kita diskusikan. Ada yang mengatakan Indonesia akan bubar padahal pemerintah punya program terencana, 2045 Indonesia akan jadi negara maju terbesar ketiga atau keempat di dunia. Itu Indonesia emas,” tutur Mahfud dalam dialog kebangsaan di Stasiun Purwokerto, Selasa, 19 Februari 2019.

Menurut Mahfud Md, bisa saja Indonesia bubar. Terlebih, ada empat faktor yang menjadi penyebab suatu negara runtuh.

“Prosesnya ada empat, pertama manakala pemerintah terjebak dalam keadilan penegakan hukum. Disorientasi,” kata dia.

Dari penyebab pertama itu, akan merembet ke faktor selanjutnya yakni kedua, ketidakpercayaan masyarakt akan penegakan hukum tersebut. Rakyat akan menganggap itu hal yang menjadi mainan pemerintah.

“Ketiga, pembangkangan. Gerakan radikal itu mengajak orang-orang yang merasa jenggel dengan tiga faktor ini. Makanya gerakan radikal ini banyak pengikutnya,” kata mantan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) itu.

Faktor keempat maka terjadinya perpecahan atau disintegrasi. Keseluruhannya menjadi rangkaian bom waktu penghancur suatu negara.

“Mumpung masih pemilu, mari kita gunakan momentum pembaharuan. Siapapun yang terpilih, jadikan untuk memperbaiki baik hukum, ekonomi. Agar tidak terjadi disintegrasi. Indonesia emas akan terjadi kalau itu dilakukan,” Mahfud menandaskan.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

BPN Prabowo: Bobotoh Hormati Kang Emil, Tapi Solid Pilih Prabowo-Sandi

Jakarta – Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Pipin Sopian mengatakan Bobotoh Persib Bandung solid memilih pasangan capres nomor urut 02 itu. Bobotoh, kata Pipin, menghormati Gubernur Jabar Ridwan Kamil sebagai pendukung Jokowi, tapi pilihannya mantap ke Prabowo.

“Mereka hormati kang Emil sebagai Gubernur Jabar yang mendukung petahana. Tapi pilihan mereka InsyaAllah solid untuk Prabowo-Sandi. Itu dibuktikan kemarin di Stadion Jalak Harupat,” kata Pipin kepada wartawan, Rabu (20/2/2019).

Dalam hal ini, BPN dan TKN Jokowi saling klaim didukung oleh Bobotoh. Namun, caleg anggota DPR RI Jabar 7 ini mengatakan Bobotoh pemilih logis dan tak mudah disogok.

“Bobotoh Persib adalah Pemilih Jabar mayoritas pendukung Prabowo-Sandi dan basis suara PKS. Mereka pada umumnya Pemilih Ideologis. Tidak mudah pindah pilihan. Masyarakat Jabar juga masyarakat yang loyal. Tidak mudah disogok dengan uang atau program pemerintah jadi-jadian menjelang Pemilu,” jelas politikus PKS itu.

“Karakter masyarakat Jabar adalah pemilih aktif dan kreatif. Mereka bisa mengekspresikan pilihan mereka di mana saja untuk memilih Prabowo-Sandi dan mengajak tetangga dan keluarga memilih Prabowo-Sandi,” imbuh Pipin.

Pipin mengatakan Jawa Barat merupakan salah satu basis pemilih PKS. Sehingga dia yakin, kader dan loyalis PKS bisa menggerakkan kemenangan Prabowo-Sandi di Jawa Barat.

“Semua potensi di Jabar sudah bergerak sampai ke pelosok desa. Mereka bergerak secara otonom karena ingin wujudukan 2019GantiPresiden. Mereka bergerak sendiri tanpa dimobilisir. Tanpa dibayar. Pakai dana sendiri-sendiri. Mari kita bertarung sehat untuk menarik simpati masyarakat Jabar tanpa hoax, fitnah, dan fasilitas negara. Berikan mereka kebebasan memilih sesuai hati nurani,’ kata Pipin.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin turut yakin Bobotoh yang melabuhkan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf Amin. Apalagi, pada 2 Januari sempat ada pendukung Persib Bandung yang mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Ma’ruf. Mereka tampak mengenakan syal Bobotoh Jokowi.

“Bobotoh Persib akan memilih dan saya yakin banyak yang mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin,” ungkap Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma’ruf, Maman Imanulhaq, kepada wartawan.

Tak lama berselang, ada sekelompok Bobotoh yang menunjukkan dukungan untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dukungan itu ditandai dengan adanya teriakan nama Prabowo dari sejumlah Bobotoh saat laga Persib Bandung melawan Arema FC. Teriakan itu menggema di Stadion Si Jalak Harupat.

Sementara itu, Ketua Viking Frontline Tobias Ginanjar menyatakan dukungan untuk Jokowi dan Prabowo tidak mewakili sikap Bobotoh seutuhnya.

“Tentunya setiap warga negara mempunyai hak untuk memilih dan dipilih sebagai individu, tapi kalau sudah mengatasnamakan Bobotoh secara keseluruhan menurut saya tindakan tersebut tidak tepat,” ucap Ketua Viking Frontline Tobias Ginanjar, Kamis (3/1).
(idn/elz)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Top 3 Berita Hari Ini: Membongkar Isi Lemari Dewi Sandra yang Disusun Sesuai Warna

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini menampilkan tentang rumah Dewi Sandra. Isi lemari penyanyi dan aktris itu banyak menarik perhatian saat videonya diunggah oleh Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar. Mereka melihat langsung rumah Dewi termasuk isi lemarinya.

Istri Agus Rahman ini memilih lemari besar berwarna putih dengan cermin besar berbingkai kayu. Dewi memberitahu Zaskian dan Shireen mana bagian-bagian lemarinya dan suami.

Deretan pakaian milik Dewi berjejer mulai dari berwarna hitam, bermotif, putih polos, dan beberapa yang tampak dilipat di bagian bawah. Berita kedua yang banyak diminati adalah tentang trik memasak nasi yang baik.

Nasi dipercaya bakal jadi lebih pulen dan tahan lama bila ditaruh di penghangat. Namun nasi yang ditaruk di rice cooker, biasanya akan lebih cepat kering, bahkan berubah warna jadi kuning, kemudian basi.

Supaya tetap bisa mendapatkan nasi pulen, tapi tidak cepat basi, Anda bisa menambahkan air perasan jeruk nipis pada beras yang akan di masak dalam alat pemasak nasi. Berita ketiga yang menarik perhatian adalah tentang gaya pakaian Arumi Bachsin.

Dengan gaya berbusana yang khas, pesona istri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak ini berhasil menarik perhatian sekelilingnya.Selepas tak lagi aktif di layar kaca, Arumi tampil lebih sederhana. Yang paling kentara adalah penggunaan kerudung langsung nyaris di setiap momen.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Mari kita simak rangkuman selengkapnya di bawah ini.

Membongkar Isi Lemari Dewi Sandra yang Disusun Sesuai Warna

Kehadiran walk-in wardrobe dalam sebuah hunian berfungsi sebagai ruang untuk meletakkan pakaian, sepatu, tas, aksesori dan lainnya. Ruang ini pula yang turut dihadirkan Dewi Sandra di kediamannya yang telah ditempati selama setahun itu.

Dewi Sandra memperlihatkan isi dari lemarinya dalam sebuah video yang diunggah oleh kakak beradik Shireen Sungkar dan Zaskia Sungkar lewat akun YouTube The Sungkars Family pada 14 Februari 2019 lalu.

Selanjutnya…

Trik Memasak Nasi supaya Tidak Cepat Basi

Nasi tentu bukanlah kuliner asing bagi orang Indonesia. Belum makan malah katanya kalau belum menyantap sajian dengan dominan kandungan karbohidrat ini. Walau sudah sebegitu familier, masak nasi ternyata punya trik tertentu.

Ya, nasi pulen dan enak nyatanya ditunjang dengan cara memasak yang benar dan tepat. Bukan hanya dengan mencuci beras, lalu memberi air dan memasaknya hingga matang. Tapi, bagaimana cara memasak nasi agar tanak dengan hasil yang baik.

Selanjutnya…

Ragam Gaya Berkerudung Arumi Bachsin yang Berulang Tahun Hari Ini

Arumi Bachsin, mantan aktris yang kini disibukkan oleh tugas sebagai istri Wakil Gubernur Jawa Timur, dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan, pada Senin, 18 Februari 2019. Berdasarkan keterangan sang suami, Emil Dardak, Arumi sedang mengandung calon anak ketiganya.

Dilansir Antara, kondisi kesehatan Arumi menurun saat wajahnya terlihat pucat dalam proses serah terima jabatan Gubernur Jatim di DPRD Jatim. Emil pun langsung meminta sang istri kembali ke rumah untuk beristirahat.

Selanjutnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini: