Sandi Tak Percaya Indomatrik: Saya Hanya Berpegang Survei Internal

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno tak percaya dengan hasil survei yang dirilis Lembaga survei Indomatrik. Hasil survei Indomatrik menunjukkan elektabilitas capres Prabowo Subianto mendekati capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Sandiaga mengaku hanya percaya dengan survei internal.

“Saya nggak pernah percaya sama survei-survei itu ya,” kata Sandiaga di Jalan Jenggala II nomor 9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (17/2/2019).

Menurutnya, survei yang saat ini terpublikasi bertujuan menggiring opini masyarakat. Sandi menegaskan hanya berpegang pada survei internal yang menunjukkan elektabilitasnya di atas 40 persen.
“Jadi saya nggak terlalu percaya sama survei Indomatrik, saya belum pernah berhubungan sama survei tersebut dan saya hargai semua survei dari yang pihak yang menggiring opini sudah menang jauh. Tapi kalau sudah menang jauh kenapa mesti panik gitu, saya nggak melihat, justru ada kepanikan, kalau yang ketat kenapa harus dibuat ketat, padahalkan masih ada 60 hari,” jelas Sandiaga.
Mantan Wagub DKI ini mengatakan, survei internal yang sudah semakin dekat itu jadi pemantik untuk kerja keras menyampaikan program pasangan nomor urut 02. Sandiaga mengatakan, penyampaian program ke masyarakat juga sebagai langkah merebut suara pemilih golput.

“Dan kami optimis bahwa di atas 40 persen ini merupakan angka yang sangat kritikal, angka yang sangat strategis karena begitu kita bisa masuk ke momentum dan melalui debat kedua, tiga, empat, terakhir, saya berharap yang belum menentukan pilihan secara mantap itu bisa mengambil keputusannya dan beberapa kelompok golput itu bisa kita raup untuk masuk jadi basis pendukung Prabowo Sandi karena kita bicara tentang ekonomi,” ujarnya.

Sandiaga mengatakan, meski elektabilitasnya sudah di angka 40 persen, timsesnya masih harus kerja keras. Sebab menurutnya angka tersebut masih bisa berubah-ubah.

“Saya sampaikan pada seluruh jaringan relawan semua, bahwa kerja keras diperlukan 60 hari trakhir, daerah yang dibilang aman bisa tidak aman, daerah yanh dibilang nggak mugkin, bisa mungkin, semua itu kuasa Allah SWT,” katanya.

Sementara itu, Sandiaga menjelaskan, survei internal akan keluar minggu depan. Dia menuturkan, survei internalnya masih tertinggal.

“Tertinggalnya sudah sedikit dan kita udah melewati angka 40 persen jadi bisa tebak sendiri berapa kira-kira perbedaan tapi ini bisa berubah cepat baik menuju positif maupun negatif, kalau kita tidak kerja keras, saya sampaikan kepada seluruh jajaran harus kerja keras, kerja cerdas, sampaikan bahwa isu ekonomi yang diangkat Prabowo-Sandi,” jelasnya.

(idn/dnu)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Inas: Indomatrik Digunakan untuk Dongkrak Opini Elektabilitas Prabowo

Jakarta – Anggota Penugasan Khusus Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir, menduga Indomatrik digunakan untuk kepentingan mendongkrak opini survei Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Indomatrik sebelumnya merilis hasil survei yang menunjukkan selisih elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga sebesar 3,93%.

“Jika orang yang sama, yaitu Husin Yazid memegang posisi penting di dua lembaga survei yang berbeda, tentunya dia dapat memainkan kartu yang sama juga. Artinya bahwa pada saat Pilpres 2014, Husin Yazid bermain kartu remi untuk kepentingan Prabowo, maka tidak salah juga jika kita duga bahwa dia akan bermain mati-matian untuk Prabowo di pilpres 2019,” ujar Inas kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).

Direktur Riset Indomatrik, Husin Yazid,sebelumnya mengatakan Indomatrik dan Puskaptis ialah dua lembaga survei yang berbeda. Namun Husin Yazid pernah menjabat Direktur Eksekutif Puskaptis.

“Jadi, jika pada tahun 2014 yang lalu, Puskaptis ditengarai digunakan oleh Prabowo Subianto untuk membangun opini agar survei Prabowo menjadi di atas Jokowi, maka tidak salah juga kalau kita duga bahwa Indomatrik digunakan oleh Prabowo-Sandi untuk mendongkrak opini survei Prabowo-Sandi yang memang stagnan dan mentok disekitaran 30-an persen saja,” sambungnya.

Inas, yang juga politikus Hanura mengutip keterangan anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), Hamdi Muluk, yang menyatakan lembaga survei Indomatrik tak berada di bawah naungannya.

“Maka berarti bahwa Indomatrik bukanlah lembaga survei yang kapabel dan bisa dipercaya, sehingga kesimpulan bahwa Indomatrik adalah alat Prabowo Subianto untuk mendongkrak opini elektabilitasnya, bukanlah isapan jempol belaka,” kata Inas.

(elz/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sudirman Said: Prabowo akan Tampil Rileks, Tidak Menyerang

JakartaBadan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memastikan capres nomor urut 02 akan tampil rileks dalam debat kedua. Sudirman menegaskan, Prabowo akan tampil memberikan gagasan-gagasan baru di panggung debat capres.

“Insyaallah Beliau akan tampil rileks, tidak akan nyerang-nyerang gitu. Saya yakin juga ini bukan kuat-kuatan untuk menjatuhkan tapi adu gagasan dan gagasan disampaikan dengan baik bukan untuk menjatuhkan lawan, tapi meyakinkan masyarakat yang lain,” ujar Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said kepada wartawan di Media Center BPN, Jl Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Dengan gaya rileks dan bicara data, Prabowo disebut Sudirman ingin meyakinkan pemilih soal pengelolaan energi, pangan, infrastruktur, dan sumber daya alam (SDA). Dengan begitu, Prabowo-Sandiaga bisa mengambil suara dari swing voters.

“Untuk apa lawan dijatuhkan, dipermalukan, tapi kemudian elektabilitasnya tidak naik. Jadi kita ingin meyakinkan pemilih yang di tengah, yang disebut swing voters, bahwa ini pemimpin baru yang menawarkan perbaikan-perbaikan,” sambung Sudirman.

Sebagai persiapan, Prabowo menurut Sudirman sudah berkomunikasi dengan para ahli di bidangnya terkait tema debat capres. Prabowo akan menekankan mengenai strategi pengelolaan negara yang ideal pada debat capres.

“Debat ini kan debat level pimpinan negara ya, tentu saja data-data sangat diperlukan, tapi sebetulnya yang lebih penting adalah soal strategi soal visi, soal program, kisaran-kisaran program. Kalau data detail, ya seorang presiden punya begitu banyak instrumen. Saya kira tidak fair juga kalau dibebankan kepada pemimpin negara,” tuturnya.
(fdn/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Optimis Menang, Ma’ruf Amin Targetkan 70 Persen Suara di Jawa Barat

Jakarta – Barisan Nusantara (Barnus) melantik pengurusnya untuk menggerakkan pemenangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Jawa Barat. Mendapat dukungan Barnus, Ma’ruf optimistis bisa meraup suara 70 persen di Jawa Barat.

“Saya ingin sampaikan terima kasih karena Barnus Jabar dengan seluruh pengurus DPC Jawa Barat telah menyatakan dukungannya kepada paslon nomor 01. Karena itu saya yakin dengan dukungan Barnus, calon capres no 01 akan memenangkan pilpres di Jawa Barat,” ujar Ma’ruf dalam sambutannya di gedung Cimahi Convention Hall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/2/2019).

“Karena itu minimal menangnya di Jawa Barat harus 70 persen. Sanggup atau tidak? Yakin atau tidak? Pasti atau tidak? Ini harus dipegang, minimal 70 persen,” sambungnya.


Ma’ruf yakin Barnus dapat menaikkan elektabilitasnya lantaran gerakan itu sudah didukung oleh 11 komunitas di Jawa Barat. Sehingga, lanjutnya, dapat menaikkan suara Jokowi yang diketahui kalah pada tahun 2014.

“Tahun 2014 Jokowi kalah di Jawa Barat, betul? Apa tahun 2019 mau kalah lagi? Mau kalah apa tidak? Pasti menang, karena itu 2019 harus menang. Dengan Barnus yang terkonsolidasi di Jabar dan didukung oleh 11 komunitas, maka elektabilitas 01 akan naik lagi. Sekarang sudah di 53 persen, kita harapkan akan naik terus, kalau bisa sampai 70 persen,” ucapnya.

Terlebih lagi jelas Ma’ruf, pihaknya didukung oleh 10 partai besar, lalu ia juga menyinggung seluruh capaian pada pemerintahan Jokowi. Ia pun menegaskan agar seluruh relawan dapat memanfaatkan potensi itu untuk menarik suara.

“Pak Jokowi bukan hanya janji tapi sudah bukti nyata, makanya pantas menang. Nah ini saya bilang banyak hal ya, tapi semua itu kalau kita tidak mampu mengonversi potensi yang kita miliki tidak ada artinya kalau kita tidak bisa konversi jadi elektabilitas,” tuturnya.
(eva/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Survei Caleg DKI-1: Imam Nahrawi-Eko Patrio-Habiburokhman Masuk DPR

Jakarta – Lembaga survei Charta Politika merilis hasil surveinya tentang tingkat pengenalan calon anggota DPR di daerah pemilihan DKI Jakarta 1. Hasilnya, Imam Nahrawi menjadi caleg yang paling banyak dikenal.

“Jadi di DKI 1 yang paling dikenal, yang paling tinggi tingkat pengenalannya, itu ada Imam Nahrawi 51,8 persen. Kemudian nomor 2 ada Habiburokhman (31,7 persen),” kata Direktur Riset Charta Politika, Muslimin, di Resto Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019).

Imam Nahrawi.Imam Nahrawi (Ari Saputra/detikcom)

Survei dilaksanakan pada 18-25 Januari 2019. Survei dilaksanakan dengan wawancara tatap muka kepada total 2.400 responden atau 800 responden di tiap dapil. Margin of error di tiap dapil kurang-lebih 3,4 persen. Survei dilakukan di DKI Jakarta karena dianggap sebagai barometer nasional.
Selain tingkat pengenalan caleg, Charta Politika melakukan survei elektabilitas calon anggota DPR RI dari dapil DKI 1. Responden diberi pertanyaan ‘di antara nama-nama tokoh di bawah ini, siapakah yang Bapak/Ibu/Saudara pilih jika pemilihan umum legislatif dari dapil DKI Jakarta 1 dilaksanakan hari ini?’. Hasilnya, Imam Nahrawi masih menduduki posisi puncak.

“Jadi, begitu kita sebutkan beberapa nama, terutama urutan 1-2, kita sebutkan nama-nama caleg di dapil DKI 1, 15,1 persen yang akan memilih Imam Nahrawi. Kemudian Mas Eko (Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio) 3,8 persen. Mas Eko memang tingkat pengenalan hanya 20,2 persen. Begitu diuji, elektabilitasnya sangat signifikan, yaitu langsung naik 3,8 persen,” ungkap Muslimin.

Eko Patrio.Eko Patrio (Noel/detikFoto)

Responden juga diberi simulasi kertas suara. Di dapil DKI 1, pengaruh partai politik disebut lebih kuat karena banyak responden yang mencoblos gambar partai dibanding nama caleg.

“Kalau kita lihat dari beberapa nama memang nama-nama yang populer itu pada akhirnya cukup banyak yang kemudian orang mencoblos. Kemudian yang kedua, untuk khususnya di Gerindra dan PDIP, kalau kita lihat jauh lebih banyak yang mencoblos gambar partainya dibanding calegnya. Artinya adalah dapil 1 ini partai politiknya jauh lebih kuat dibanding caleg-calegnya, terutama di Gerindra dan PDIP,” jelasnya.

Untuk perolehan kursi, hasil survei Charta Politika menunjukkan akan ada beberapa partai yang kehilangan kursi dari DKI 1. Namun, ada juga partai yang justru menambah jumlah kursinya.

“Kursi itu akan hilang di dapil 1, kemudian PPP dan Demokrat kalau menggunakan simulasi yang sekarang. Walaupun kemudian Gerindra yang cukup signifikan karena dari 1 kursi di 2014, sekarang dari simulasi kita, Gerindra akan mendapatkan 2 kursi untuk di dapil 1,” tuturnya.

“Sisanya ada PKB, karena tadi didongkrak oleh suara Imam Nahrawi, kemudian Golkar masih bertahan dengan 1 kursi dan PDIP 1 kursi. Kemudian PKS juga hilang ya, walaupun sebenarnya masih ada sekitar 30 persenan yang tidak mencoblos kertas suara,” imbuh Muslimin.

Fenomena PKB, yang mendapatkan dongkrak suara dari Imam Nahrawi, disebut Muslimin juga terjadi di beberapa dapil. Selain itu, PKB diuntungkan karena memiliki nomor urut 1.

“Jadi peningkatan PKB cukup signifikan di survei kita karena tadi di beberapa survei kita coattail effect ya dapat karena ada Ma’ruf Amin yang tetap diasosiasikan PKB. Ada juga keberuntungan di PKB itu karena mereka nomor 1. Angka 1 cukup berpengaruh di beberapa level. Karena kita uji terbuka beberapa pemilih, tapi pas tertutup pada memilih PKB. Jadi ketika nomor 1 PKB dan calegnya nomor 1, itu punya potensi ternyata walaupun tidak populer,” papar Muslimin.

“Terutama bagi pemilih yang sampai bilik suara hanya memilih paslon 01 atau 02 saja, ketika dia membuka kertas besar, sudah pilih nomor 1 saja. Ketika tingkat pengetahuan masyarakat rendah terhadap caleg-caleg, maka bisa diuntungkan di situ,” ucapnya.

Berikut ini 10 besar tingkat pengenalan calon anggota DPR RI dapil DKI Jakarta 1:
Imam Nahrawi 51,8 persen
Habiburokhman 31,7 persen
Putra Nababan 26,7 persen
Wanda Hamidah 26,3 persen
Asril Hamzah Tanjung 24,4 persen
Chica Koeswoyo 23,7 persen
Bambang Atmanto Wiyogo 23,5 persen
M Yusuf Mujenih 22,9 persen
Mardani Ali Sera 22,7 persen
Sb. Wiryanti Sukamdanu 21,3 persen

Berikut ini 10 besar elektabilitas calon anggota DPR RI dapil DKI Jakarta 1:
Imam Nahrawi 15,1 persen
Habiburokhman 6,8 persen
Eko Hendro Purnomo 3,8 persen
Putra Nababan 3,6 persen
Bambang Atmanto Wiyogo 3,5 persen
M Yusuf Mujenih 3,5 persen
Chica Koeswoyo 3,3 persen
Wanda Hamidah 2,3 persen
Mardani Ali Sera 2,1 persen
Asril Hamzah Tanjung 2,0 persen

Berikut ini perolehan kursi partai politik dapil DKI Jakarta 1:
PKB 1 kursi
Gerindra 2 kursi
PDIP 1 kursi
Golkar 1 kursi
NasDem 0 kursi
Garuda 0 kursi
Berkarya 0 kursi
PKS 0 kursi
Perindo 0 kursi
PPP 0 kursi
PSI 0 kursi
PAN 1 kursi
Hanura 0 kursi
Demokrat 0 kursi
PBB 0 kursi
PKPI 0 kursi
(azr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN Prabowo ke Ma’ruf Amin: Jangan Merasa Menang Didukung Alumni Mesir

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin sempat berkelakar menyebut Pilpres 2019 telah usai lantaran mendapat dukungan dari Jaringan Alumni Mesir Indonesia (JAMI). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi meminta Ma’ruf tidak jemawa.

“Jangan baru dapat dukungan dari alumni Mesir sudah merasa hebat, merasa menang. Itu kan berarti meremehkan kelompok lain, nggak bijak dong. Harusnya kita menghormati kelompok mana pun, jaringan mana pun, alumni mana pun. Dari semua kelompok harus kita hargai karena Pemilu ini, presiden dapat suara dari rakyat,” ujar Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Sabtu (9/2/2019) malam.

Menurut Riza, tidak bijak Ma’ruf menyebut Pilpres telah usai setelah dapat dukungan dari JAMI. Sebab kata Riza, masih banyak elemen masih banyak elemen masyarakat lainnya yang memberikan dukungan untuk masing-masing kandidat.
“Kalau cuma dukungan dari alumni Mesir sudah merasa menang, semua capres lari ke situ supaya menang. Ya kan baru dukungan satu kelompok sudah memastikan menang, Indonesia ini kan luas,” ujar Riza.

Sedangkan, Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak tidak mempermasalahkan ucapan Ma’ruf. Dahnil pun mengatakan elektabilitas Prabowo-Sandi sudah mendekati Jokowi-Ma’ruf.

“Jadi sudah mulai cross, survei kita menunjukkan sudah mulai cross dan kami yakin beberapa bulan ini dapat meninggalkan elektabilitasnya petahana,” jelas Dahnil.

Dukungan JAMI sebelumnya dideklarasikan di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2). Ma’ruf berharap keikutsertaan menjadi pintu masuk cendikiawan muslim atau ulama untuk menjadi pemimpin Indonesia.

“Sebenarnya kalau alumni Mesir sudah deklarasi, sebenarnya Pilpres itu sudah selesai. Sebab ini semua punya pengaruh di mana-mana. Alhamdulillah. Mudah-mudahan ini pertanda,” kata Ma’ruf sambil tersenyum.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(dkp/dwia)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN Prabowo ke TKN Jokowi: Sandiaga Olahragawan, Bukan Pemain Sandiwara

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyebut Sandiaga Uno banyak melakukan sandiwara. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga menjawab sinis kubu pasangan nomor urut 01 itu.

“Sandiaga itu olahragawan, bukan pemain teater, sandiwara,” kata Direktur Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan, Jumat (8/2/2019).

Waketum Gerindra ini menegaskan Sandiaga bukan orang yang suka bersandiwara seperti yang dituduhkan. Dasco menyebut Sandi memang punya hobi di luar pekerjaannya, tapi bukan sebagai pemain sandiwara.


“Dia selain politisi, pengusaha, dia juga terkenal karena suka lari dan basket, bukan teater,” ucap Anggota Komisi III DPR itu.

Adalah Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding yang menyebut Sandiaga banyak melakukan sandiwara. Karding juga menyatakan cawapres nomor urut 02 itu berbohong soal hasil survei elektabilitas.

“Bohongnya di mana ya?” sebut Dasco.

Sebelumnya diberitakan, Karding meragukan hasil survei internal Prabowo-Sandiaga. Dalam survei itu, Sandiaga mengklaim elektabilitasnya dan Prabowo hanya terpaut tipis dari Jokowi-Ma’ruf.

“Kalau saya sih anggap itu pasti bohong karena selama ini Sandi banyak bohongnya, terlalu banyak sandiwaranya,” kata Karding, Jumat (8/2).

Karding meminta Sandiaga mempublikasikan survei internalnya yang selama ini digembar-gemborkan sudah di atas angin. Ia juga meminta survei dipublikasikan dengan transparan, termasuk metodologi dan respondennya.

“Agar kelihatan survei itu benar ada atau nggak, jangan-jangan cuma hoax alias bohong. Kedua supaya publik tahu metodologinya benar, ambil sampelnya benar, kaidah-kaidah ilmiah juga benar, jadi terbuka gitu,” ucap Karding.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandiaga-TKN Jokowi Buka Survei Internal, Siapa Desperado?

Jakarta – Dua kubu capres cawapres saling ungkap survei internal terkait elektabilitas. Kubu Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut masih unggul jauh. Sementara Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim sudah mulai menyusul.

Cawapres Sandiaga Uno yang lebih dulu memberi bocoran elektabilitasnya di survei internal. Dia menyebut elektabilitasnya sudah di atas 40 persen dan hanya selisih single digit.

“Kalau di kami sudah sangat ketat. Sudah single digit dan kami cross 40 persen,” kata Sandiaga di sebuah kafe di Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (4/2).


Kubu Prabowo yakin dalam bulan ini elektabilitas Jokowi-Ma’Amin bakal tersalip. Bahkan, makin rapatnya elektabilitas Jokowi-Amin dinilai membuat kubu pasangan nomor urut 01 resah. Apalagi elektabilitas Jokowi sempat diakui menurun.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon, mengatakan elektabilitas Jokowi yang turun dan terus dikejar membuat capres petahana itu frustrasi. Fadli menyebut Jokowi sudah putus asa menghadapi Pilpres 2019 sehingga membuat diksi-diksi yang menyerang lawan.

“Ada pepatah mengatakan begini, ‘desperate people can do desperate thing‘. Jadi ini sudah desperado, sudah desperate mungkin, karena elektabilitasnya nggak naik-naik, jadi dengan segala cara untuk menaikkan elektabilitas,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/2).

Selang sehari, giliran Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf yang membeberkan data survei internal. Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf disebut berada di kisaran 56 persen.

“Di kisaran angka 56, itu terbaru,” ujar Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding, Selasa (5/2/2019).

Karding menyebut survei internalnya dengan Prabowo memiliki selisih di kisaran dua digit. Angka itu didapat setelah merujuk dari hasil penelitian beberapa lembaga survei.

“Dari situ kita lihat, hampir seluruh lembaga survei kecuali yang kita duga partisan, posisi Pak Jokowi di angka 54-56%. Kemudian Pak Prabowo di angka 30-33%, itu artinya ada selisih 19-20%-an, itulah yang terjadi hari ini,” terang politikus PKB ini.

Bahkan, menurut Karding, elektabilitas Jokowi mulai merangkak naik di Banten juga Jawa Barat. Posisi elektabilitas Jokowi di Jakarta sebut Karding juga membaik.

“Jabar sama, Banten kalah 4%, Jakarta kami unggul tipis,” sebutnya.

Dari hasil buka-bukaan survei internal ini, keduanya belum menyebut angka pasti elektabilitas capres-cawapresnya. Sandiaga mengatakan akan mempublikasikan survei internalnya dua minggu ke depan. Sementara TKN Jokowi juga belum membeberkan angka bulat berapa selisih ketat jagoannya dengan Prabowo. Lantas siapa yang desperado seperti yang disinggung Fadli?
(idn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Ngegas, Tim Prabowo Bicara Elektabilitas

Jakarta – Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) melemparkan serangan bertubi-tubi ke Prabowo Subianto. Jokowi ngegas untuk mengklarifikasi sejumlah isu yang menyerang pemerintahannya.

Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menanggapi santai serangan Jokowi. Timses pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu merespons dengan menyinggung elektabilitas Jokowi yang mereka klaim terus merosot.

Klaim elektabilitas Jokowi yang mulai merosot itu pertama kali disinggung oleh Jubir BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. Bahkan dia mengklaim elektabilitas Prabowo sudah menyalip Jokowi.

“(Elektabilitas) Sudah mulai crossing. Dan kami yakin 2 bulan ini Jokowi tertinggal jauh,” kata Dahnil, Minggu (3/2/2019) kemarin.

Menurut Dahnil, elektabilitas Jokowi yang terus merosot menjadi dasar Jokowi menunjukkan agresivitasnya dalam berpolitik.

“Makanya beliau kelihatan totally offensive,” terangnya.

Timses Prabowo-Sandiaga lainnya justru mengaku senang dengan agresivitas Jokowi menyerang lawan. Serangan itu dianggap mengonfirmasi penurunan elektabilitas Jokowi.

“Saya malah senang dengan serangan dan tuduhan yang bertubi-tubi seperti itu karena hal ini menjadi pembenaran terhadap hasil survei internal yang dilakukan oleh salah satu parpol koalisi pendukung Prabowo-Sandi,” kata Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Dradjad Wibowo, kepada wartawan, Senin (4/2/2019).

Hasil survei internal kubu Prabowo, kata Dradjad, menunjukkan penurunan elektabilitas Jokowi pada bulan Desember-Januari. Angkanya berada di bawah 50 %.

“Saya sempat ragu, apa benar elektabilitas Pak Jokowi di bulan Desember/Januari sudah di bawah 50 %. Karena jika benar, kok tidak ada perubahan strategi dan taktik kampanye dari pasangan 01. Biasanya calon yang elektabilitasnya menurun akan lebih agresif menyerang pesaingnya,” ulasnya.

“Ternyata sekarang serangan itu sangat gencar. Berarti, telah terjadi perubahan strategi dan taktik. Hal ini mengonfirmasi hasil survei di atas. Jadi saya malah menyambut baik serangan tersebut, he-he…,” imbuh politikus PAN ini.

Waketum Gerindra Fadli Zon juga ikut bicara soal elektabilitas capres petahana yang merosot. Dia menilai Jokowi sudah putus asa menghadapi Pilpres 2019.

“Ada pepatah mengatakan begini, ‘desperate people can do desperate thing’. Jadi ini sudah desperado, sudah desperate mungkin, karena elektabilitasnya nggak naik-naik, jadi dengan segala cara untuk menaikan elektabilitas,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/2/2019).

Fadli mengaku bersyukur dengan serangan Jokowi. Fadli menganggap Jokowi sudah siap kalah.

“Saya kira baguslah, alhamdulillah. Artinya petahana udah menunjukkan tanda-tanda dia akan kalah,” kata Fadli.

Jokowi sendiri mengakui soal elektabilitasnya yang sempat turun. Capres nomor urut 01 itu mengungkap sempat ada penurunan elektabilitas di Jawa Tengah 2 %, tapi sudah naik lagi.

Kubu Prabowo menyambut elektabilitas Jokowi yang turun di Jawa Tengah. BPN siap mengatur strategi untuk merebut suara di kandang banteng itu.

“Yang jelas hasil survei kita menunjukkan memang kita ada progresivitas yang cepat sekali ya kenaikan hasil survei, justru kita melihat ada stagnansi dalam hasil survei Pak Jokowi, tapi progresivitas yang cepat justru ada di kita nih,” kata Dahnil dihubungi terpisah. (4/2/2019).

Dahnil mengaku timsesnya telah mengatur strategi pemenangan Prabowo-Sandiaga di wilayah Jawa Tengah. Salah satunya dengan mendirikan posko-posko pemenangan.

“Terutama di Jateng ya, sekarang kan kita masif kampanye di Jateng, mendekati banyak kelompok di Jateng. Bahkan posko-posko di sana kita perbanyak. Bahkan di daerah lingkungan deket rumah Pak Jokowi kita dorong posko-posko supaya lebih masif kampanyenya, dan itu kita lakukan,” ujarnya.
(idn/zak)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Jokowi: BPN Prabowo ‘Besar Kepala’ soal Jateng

JakartaTim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menilai Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ‘besar kepala’ mendengar pernyataan soal elektabilitas Jokowi yang sempat turun di Jawa Tengah. Menurut TKN, BPN tak memahami maksud pernyataan Jokowi itu.

“BPN jadi besar kepala mendengar pernyataan Pak Jokowi, tapi salah baca pernyataan. Padahal, maksud Pak Jokowi Jawa Tengah harus menang lebih tebal,” ujar Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (4/2/2019).

Jokowi sebelumnya sempat mengungkapkan elektabilitasnya turun di Jawa Tengah. Ace lantas menjelaskan maksud pernyataan Jokowi. Menurut dia, pernyataan itu bukan menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi di Jateng terus menurun.
“Pak Jokowi tidak puas hanya menang seperti tahun 2014. Harus lebih tebal lagi. Makanya kalau empat minggu lalu, Jateng turun 2% elektabilitas. Tapi sekarang naik lagi setelah semua GasPol mulai bergerak di lapangan,” tuturnya.

Politikus Golkar itu mengatakan, progresivitas elektabilitas Prabowo yang disampaikan BPN juga tak sesuai realita yang ada. Sebab, faktanya, strategi-strategi yang dilakukan sang rival tak berpengaruh.

“Militansi pendukung loyal Pak Jokowi tidak bisa diragukan lagi. Semua strategi BPN Prabowo-Sandi untuk ganggu Jawa Tengah gagal total. Dirikan posko di Solo hanya gertak sambal. Rakyat Jawa Tengah sudah tahu mana loyang mana besi. Kalau ada yang mendadak datang ke Jawa Tengah tanpa rekam jejak pasti ditolak ke mana-mana,” ujar Ace.

“Lihat saja kejadian Sandi ditolak dimana-mana mulai dari Wonogiri sampai teriakan petani garam di pasar. Ini membuktikan Jawa Tengah tidak bisa digoyahkan,” imbuhnya.

Selain itu, strategi BPN Prabowo-Sandiaga untuk menggempur suara Jokowi di Jateng juga tak membuahkan hasil. Ace juga meyakini suara Jokowi akan tetap unggul meski segala upaya dilakukan oleh sang penantang.

“Strategi BPN Prabowo yang meninggalkan Jawa Barat masuk ke Jawa Tengah justru blunder. Karena mereka akan kehabisan energi. Jokowi justru akan menang tebal di Jawa Tengah,” kata Ace.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandiaga menyebut elektablitas sang paslon di Jateng terus menanjak dibandingkan Jokowi yang cenderung stagnan. Hal itu diungkapkan BPN untuk menanggapi pernyataan Jokowi yang menyebut elektabilitasnya sempat menurun.

BPN mengatakan, berdasarkan hasil survei internalnya, suara Prabowo di Jateng memang mengalami progresivitas yang cepat sekali. Bahkan, BPN Prabowo telah mengatur strategi pemenangan Prabowo-Sandiaga untuk terus menggempur suara Jokowi-Ma’ruf Amin di Jateng.
(mae/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>