Jokowi: Ada Daerah yang Elektabilitasnya di Atas Target

Liputan6.com, Jakarta – Calon presiden (capres) Joko Widodo atau Jokowi menegaskan, soal elektabilitas pasangan capres-cawapres 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, sampai saat ini kondisinya bervasiasi, ada daerah yang sudah di atas target tapi ada juga daerah yang masih di bawah target.

“Ya, saya tahu angka-angka itu. Untuk daerah yang masih di bawah target harus ada perlakukan khusus, yakni dilakukan kampanye door to door lebih intensif, selama 30 hari ke depan. Kalaupun tidak mencapai target, paling tidak selisihnya tipis saja. Kalau pun ada daerah yang kita kalah, tapi kecil saja, jangan gede-gede,” kata Jokowi usai di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu malam (17/3/2019).

Menurut Jokowi, saat memberikan arahan di hadapan peserta Konsolidasi H-30 Pemilu Presiden 2019, dirinya menyampaikan tiga hal, salah satunya adalah soal posisi pasangan capres-cawapres 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, berdasarkan angka-angka statistik hasil survei dari beberapa lembaga survei kredibel.

“Angka-angka hasil survei itu, jangan sampai membuat kita lengah, tapi harus tetap digunakan untuk evaluasi dan koreksi, sehingga hasilnya menjadi lebih baik. Angka-angka yang saya sampaikan,” kata dia seperti dikutip dari Antara.

Acara Konsolidasi H-30 Pemilu Presiden 2019 dihadiri sekitar 1.300 peserta yakni kepala daerah dan wakil kepala daerah serta ketua dan wakil ketua DPRD provinsi maupun bupati dan walikota dari seluruh Indonesia. Mereka semua dari partai politik pengusung dan pendukung capres-cawapres Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Hadir juga pada kegiatan tersebut, para ketua umum partai politik anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang menjadi pengusung dan pendukung capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, yakni Megawati Soekarnoputri, Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, Surya Paloh, Oesman Sapta, Diaz Hendro Priyono, Harry Tanoesoedibyo.

Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa tidak tampak hadir. Dari PSI tampak hadir adalah Ketua PSI Tsamara Amany serta dari PPP tampak hadir Wakil Sekjen Ade Irfan Pulungan.

Hadir juga Ketua Dewan Pengarah Jusuf Kalla dan anggota Dewan Pengarah Pramono Anung. Kemudian hadir juga para Sekretaris Jenderal partai politik pengusung dan pendukung yakni, Hasto Kristiyanto (PDIP), Lodewijk Paulus (Partai Golkar), Hanif Dhakiri (PKB), Ahmad Rofiq (Perindo), dan Raja Juli Antoni (PSI).

Romahurmuziy Tersangka, Jokowi Yakin Tak Pengaruhi Elektabilitasnya

Liputan6.com, Jakarta – Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, penetapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka oleh KPK tidak akan mempengaruhi elektabilitasnya dan Ma’ruf Amin.

Hal ini disampaikan Jokowi saat berada di Hotel Cambridge Medan, Sumatera Utara pada Sabtu (16/3/2019).

“Saya kira konsolidasi kita dengan partai-partai enggak ada masalah, juga tidak memengaruhi elektabilitas,” kata Jokowi seperti dilansir dari Antara.

Jokowi memastikan, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf tetap solid menatap Pilpres 2019. 

“Pekerjaan-pekerjaan politik tetap dilakukan,” kata dia didampingi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Pasangan Jokowi-Ma’ruf, Moeldoko.

Jokowi mengaku, Romi adalah temannya dan sudah lama ikut dalam Koalisi Indonesia Kerja.

“Kita sangat sedih dan prihatin,” kata dia.

Tetapi, Jokowi mengaku tetap menghormati seluruh proses hukum yang dilakukan oleh KPK terhadap Romahurmuziy. 

Menanggapi pernyataan Romahmuziy, bahwa yang bersangkutan dijebak, dia menyatakan tidak tahu. “Saya enggak ngerti,” kata Jokowi.

Diserang Hoaks, Jokowi Mengaku Elektabilitasnya Turun 8 Persen di Jawa Barat

Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin menutup safari 5 hari nonstop dengan menghadiri Mujahadah Kubro, Al Asmaul Al-husna dan Tausiyah Kebangsaan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap, Jawa Tengah.
Ratusan warga yang mengatasnamakan keluarga Sandiaga Uno di Provinsi Gorontalo menyatakan dukungan untuk calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. (dok.Merdeka.com)
Capres nomor urut 01 Joko Widodo memberi sambutan pada acara Konvensi Rakyat di Sentul Internasional Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2). Konvensi Rakyat mengangkat optimis Indonesia maju. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi memberi paparannya dalam debat kedua Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2). Debat dipimpin oleh Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dalam debat kedua Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2). KPU memenuhi permintaan publik dengan tidak membocorkan pertanyaan sebelum debat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Politikus Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dalam Foreign Media Briefing 'Pemuda dan Ketenagakerjaan' di Media Center Prabowo-Sandi di Jakarta. (Merdeka.com)
Tersangka Ratna Sarumpaet keluar dari mobil untuk memeriksa kesehatannya di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10). Ratna Sarumpaet ditahan terkait kasus hoaks penganiayaan. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Plt Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng. (Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

Hary Tanoe Effect, Perindo Jadi Partai Teratas di Kluster Parpol Pendatang Baru

Liputan6.com, Jakarta – Perindo merajai hampir seluruh segmen pemilih dalam kluster partai pendatang baru di Pemilu 2019 merujuk survei yang dirilis Denny JA pada 20 Februari 2019. Figur Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dinilai menjadi faktor utama partai ini berlari kencang dibandingkan lainnya.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru mengenai pergeseran dukungan partai politik pada enam kantong suara.

LSI Denny JA mengungkapkan Perindo unggul sebagai partai baru teratas pada enam kantong suara, yaitu kantong pemilih muslim, minoritas, milenial, wong cilik, emak-emak, dan kalangan terpelajar untuk kluster partai baru.

Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai unggulnya popularitas Perindo dibandingkan sejumlah partai pendatang baru lainnya disebabkan beberapa hal. Namun, figur Hary Tanoesoedibjo yang merupakan ketua umum sangat mempengaruhi elektabilitas partai berlambang burung rajawali tersebut, sehingga nangkring di puncak teratas.

Hendri menilai Hary Tanoe memiliki kepribadian yang ramah di masyarakat. Selain itu, ia juga sangat kental dikenal masyarakat melalui media, termasuk media sosial.

Faktor-faktor tersebut diyakini kian meningkatkan elektabilitas partai politik yang menginjak usia 4 tahun tersebut. “Hal itu yang mendorong popularitas Perindo berada di atas parpol baru lainnya,” ujar dia, dalam keterangannya, Rabu (27/2/2019).

Selain itu, Hendri menuturkan guna meningkatkan elektabilitas partai-partai yang berkontestasi pada Pemilu 2019, tentunya Partai harus lebih bekerja keras dalam kampanye di masyarakat demi meraih suara tinggi.

Hal ini mengingat Pemilu tidak lama lagi digelar dalam penyelenggaraan pesta demokrasi 5 tahunan tersebut. “Kerja di grassroot,” kata Hendri.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis Denny JA, Partai Perindo meraih elektabilitas tertinggi dibandingkan partai baru lainnya.

Hal itu terbukti dari angka elektabilitas Perindo berdasarkan survei LSI Denny JA 3,6%, unggul jauh dari Partai Berkarya 0,1%, Partai Garuda 0,3%, dan PSI 0,4%.

Tidak hanya itu, bahkan Perindo juga unggul dari tiga partai yang lebih dulu terjun di kancah politik, yakni PPP yang elektabilitasnya 3,5%, PAN 1,5% dan Partai Hanura 0,5%.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

PDIP: Kami Didukung Mayoritas Umat Muslim

Liputan6.com, Bandung – Hasil lembaga survei Indonesia Elections and Strategic (IndEX) Research mengatakan, elektabilitas PDI Perjuangan menurun sampai pada angka 22,9 persen, di mana survei sebelumnya pada November 2018 sempat berada pada angka 25,7 persen. Salah satu faktor penurunan PDIP dikatakan terjadi karena bergabungnya mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku tidak khawatir dengan fenomena ini. Menurut dia, umat muslim yang mendukung PDIP masih banyak.

“Itu framing karena PDIP elektabilitasnya tertinggi dan kami mendapatkan dukungan mayoritas dari umat muslim,” tukas Hasto di Kelurahan Pelindung Hewan, Cimahi, Bandung, Sabtu (23/2/2019).

Hasto mengatakan, PDIP hingga kini masih terus mendapatkan dukungan dari wong cilik dan para habib. Selain itu, PDIP juga merupakan rumah kebangsaan dari Indonesia Raya.

Bahkan, dalam waktu dekat nanti juga akan ada deklarasi dari beberapa kiai yang mendukung PDIP dan Paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Karena dalam waktu dekat nanti juga akan deklarasi beberapa kiai yang akan masuk ke PDIP. Jadi ada TNI/Polri, ada akademisi, tokoh agama, semua mencerminkan PDIP sebagai rumah Indonesia Raya,” tandas Hasto.

2 dari 3 halaman

Suara Pemilih Muslim

Sebelumnya, survei terbaru LSI Denny JA menyatakan, PDIP unggul sebesar 18,4 persen di kantung suara pemilih muslim pada Pemilu Legislatif 2019 dibandingkan dengan partai politik lainnya. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan hal ini juga karena adanya faktor kerja mengkampanyekan Paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menurut dia, selama ini PDIP banyak diserang hoaks dan stigma telah menjaga jarak dengan muslim. Namun, hasil survei membuktikan pemilih muslim justru banyak memilih PDIP.

“Rakyat memahami dan dari survei LSI terbukti bahwa dukungan mayoritas umat Islam kepada partai politik diberikan kepada PDIP,” ucap Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Hasto mengakui, dukungan terhadap PDIP juga menjadi semakin kuat, sebab calon presiden nomor urut 01, Jokowi telah menggandeng seorang ulama sebagai cawapresnya, yaitu Ma’ruf Amin. Menurut dia, Ma’ruf hadir sebagai sosok pengayom dari seluruh komponen bangsa.

“Ini mencerminkan keindonesiaan kita. Apalagi ulama yang bersama Pak Jokowi, yakni Pak Kiai Haji Ma’ruf Amin adalah ulama yang menempati posisi tertinggi sebagai Ketua MUI (Majelis Ulam Indonesia),” tuturnya.


3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kritik LRT-Trans Sulawesi, JK Yakin Justru Naikkan Elektabilitas Jokowi

JakartaWakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengakui kerap mengkritik pemerintah, termasuk soal proyek LRT dan Trans Sulawesi. Meski begitu, JK yakin justru kritikannya akan menaikkan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi).

“Bapak yakin tak akan mengurangi elektabilitas Pak Jokowi?” tanya wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).

“Ah tidak. Justru mungkin akan naik, berarti pemerintah memperhatikan harus efisien. Justru kalau pemerintah boros bisa turun elektabilitasnya pemerintah. Dalam hal ini Pak Jokowi. Tapi karena kita akan merubah menjadi efisien akan bisa naik. Jangan lupa itu,” jelas Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf itu.

JK pernah mengkritik pembangunan LRT yang tidak efisien karena dibangun secara melayang atau elevated karena harganya akan jauh lebih murah. Menurut JK, kritik terkait pembangunan LRT disampaikannya di depan para konsultan.

“Bahwa ya memang kasus LRT itu ya di luar kota kenapa harus elevated? Karena menurut Menteri Perhubungan, resmi di Sidang Kabinet, kalau di bawah itu ongkosnya 10 persen aja dibanding di atas,” jelasnya.

Kritikan lainnya yang dilayangkan JK adalah terkait pembangunan Trans Sulawesi. JK menilai sebaiknya jalur Trans Sulawesi diperuntukkan untuk mengangkut batu bara dan semen.

“Sayak kritik kemudian saya kasih solusi. Sama dengan LRT, Apa solusi? Saya kasih ke bawah. Kalau tidak, Rp 20 triliun hilang percuma. Iya kan. Jadi bukan soal asal kritik. Saya ingin menghemat uang negara,” tegasnya.
(rna/rvk)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandi Tak Percaya Indomatrik: Saya Hanya Berpegang Survei Internal

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno tak percaya dengan hasil survei yang dirilis Lembaga survei Indomatrik. Hasil survei Indomatrik menunjukkan elektabilitas capres Prabowo Subianto mendekati capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Sandiaga mengaku hanya percaya dengan survei internal.

“Saya nggak pernah percaya sama survei-survei itu ya,” kata Sandiaga di Jalan Jenggala II nomor 9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (17/2/2019).

Menurutnya, survei yang saat ini terpublikasi bertujuan menggiring opini masyarakat. Sandi menegaskan hanya berpegang pada survei internal yang menunjukkan elektabilitasnya di atas 40 persen.
“Jadi saya nggak terlalu percaya sama survei Indomatrik, saya belum pernah berhubungan sama survei tersebut dan saya hargai semua survei dari yang pihak yang menggiring opini sudah menang jauh. Tapi kalau sudah menang jauh kenapa mesti panik gitu, saya nggak melihat, justru ada kepanikan, kalau yang ketat kenapa harus dibuat ketat, padahalkan masih ada 60 hari,” jelas Sandiaga.
Mantan Wagub DKI ini mengatakan, survei internal yang sudah semakin dekat itu jadi pemantik untuk kerja keras menyampaikan program pasangan nomor urut 02. Sandiaga mengatakan, penyampaian program ke masyarakat juga sebagai langkah merebut suara pemilih golput.

“Dan kami optimis bahwa di atas 40 persen ini merupakan angka yang sangat kritikal, angka yang sangat strategis karena begitu kita bisa masuk ke momentum dan melalui debat kedua, tiga, empat, terakhir, saya berharap yang belum menentukan pilihan secara mantap itu bisa mengambil keputusannya dan beberapa kelompok golput itu bisa kita raup untuk masuk jadi basis pendukung Prabowo Sandi karena kita bicara tentang ekonomi,” ujarnya.

Sandiaga mengatakan, meski elektabilitasnya sudah di angka 40 persen, timsesnya masih harus kerja keras. Sebab menurutnya angka tersebut masih bisa berubah-ubah.

“Saya sampaikan pada seluruh jaringan relawan semua, bahwa kerja keras diperlukan 60 hari trakhir, daerah yang dibilang aman bisa tidak aman, daerah yanh dibilang nggak mugkin, bisa mungkin, semua itu kuasa Allah SWT,” katanya.

Sementara itu, Sandiaga menjelaskan, survei internal akan keluar minggu depan. Dia menuturkan, survei internalnya masih tertinggal.

“Tertinggalnya sudah sedikit dan kita udah melewati angka 40 persen jadi bisa tebak sendiri berapa kira-kira perbedaan tapi ini bisa berubah cepat baik menuju positif maupun negatif, kalau kita tidak kerja keras, saya sampaikan kepada seluruh jajaran harus kerja keras, kerja cerdas, sampaikan bahwa isu ekonomi yang diangkat Prabowo-Sandi,” jelasnya.

(idn/dnu)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Inas: Indomatrik Digunakan untuk Dongkrak Opini Elektabilitas Prabowo

Jakarta – Anggota Penugasan Khusus Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir, menduga Indomatrik digunakan untuk kepentingan mendongkrak opini survei Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Indomatrik sebelumnya merilis hasil survei yang menunjukkan selisih elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga sebesar 3,93%.

“Jika orang yang sama, yaitu Husin Yazid memegang posisi penting di dua lembaga survei yang berbeda, tentunya dia dapat memainkan kartu yang sama juga. Artinya bahwa pada saat Pilpres 2014, Husin Yazid bermain kartu remi untuk kepentingan Prabowo, maka tidak salah juga jika kita duga bahwa dia akan bermain mati-matian untuk Prabowo di pilpres 2019,” ujar Inas kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).

Direktur Riset Indomatrik, Husin Yazid,sebelumnya mengatakan Indomatrik dan Puskaptis ialah dua lembaga survei yang berbeda. Namun Husin Yazid pernah menjabat Direktur Eksekutif Puskaptis.

“Jadi, jika pada tahun 2014 yang lalu, Puskaptis ditengarai digunakan oleh Prabowo Subianto untuk membangun opini agar survei Prabowo menjadi di atas Jokowi, maka tidak salah juga kalau kita duga bahwa Indomatrik digunakan oleh Prabowo-Sandi untuk mendongkrak opini survei Prabowo-Sandi yang memang stagnan dan mentok disekitaran 30-an persen saja,” sambungnya.

Inas, yang juga politikus Hanura mengutip keterangan anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), Hamdi Muluk, yang menyatakan lembaga survei Indomatrik tak berada di bawah naungannya.

“Maka berarti bahwa Indomatrik bukanlah lembaga survei yang kapabel dan bisa dipercaya, sehingga kesimpulan bahwa Indomatrik adalah alat Prabowo Subianto untuk mendongkrak opini elektabilitasnya, bukanlah isapan jempol belaka,” kata Inas.

(elz/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sudirman Said: Prabowo akan Tampil Rileks, Tidak Menyerang

JakartaBadan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memastikan capres nomor urut 02 akan tampil rileks dalam debat kedua. Sudirman menegaskan, Prabowo akan tampil memberikan gagasan-gagasan baru di panggung debat capres.

“Insyaallah Beliau akan tampil rileks, tidak akan nyerang-nyerang gitu. Saya yakin juga ini bukan kuat-kuatan untuk menjatuhkan tapi adu gagasan dan gagasan disampaikan dengan baik bukan untuk menjatuhkan lawan, tapi meyakinkan masyarakat yang lain,” ujar Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said kepada wartawan di Media Center BPN, Jl Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Dengan gaya rileks dan bicara data, Prabowo disebut Sudirman ingin meyakinkan pemilih soal pengelolaan energi, pangan, infrastruktur, dan sumber daya alam (SDA). Dengan begitu, Prabowo-Sandiaga bisa mengambil suara dari swing voters.

“Untuk apa lawan dijatuhkan, dipermalukan, tapi kemudian elektabilitasnya tidak naik. Jadi kita ingin meyakinkan pemilih yang di tengah, yang disebut swing voters, bahwa ini pemimpin baru yang menawarkan perbaikan-perbaikan,” sambung Sudirman.

Sebagai persiapan, Prabowo menurut Sudirman sudah berkomunikasi dengan para ahli di bidangnya terkait tema debat capres. Prabowo akan menekankan mengenai strategi pengelolaan negara yang ideal pada debat capres.

“Debat ini kan debat level pimpinan negara ya, tentu saja data-data sangat diperlukan, tapi sebetulnya yang lebih penting adalah soal strategi soal visi, soal program, kisaran-kisaran program. Kalau data detail, ya seorang presiden punya begitu banyak instrumen. Saya kira tidak fair juga kalau dibebankan kepada pemimpin negara,” tuturnya.
(fdn/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Optimis Menang, Ma’ruf Amin Targetkan 70 Persen Suara di Jawa Barat

Jakarta – Barisan Nusantara (Barnus) melantik pengurusnya untuk menggerakkan pemenangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Jawa Barat. Mendapat dukungan Barnus, Ma’ruf optimistis bisa meraup suara 70 persen di Jawa Barat.

“Saya ingin sampaikan terima kasih karena Barnus Jabar dengan seluruh pengurus DPC Jawa Barat telah menyatakan dukungannya kepada paslon nomor 01. Karena itu saya yakin dengan dukungan Barnus, calon capres no 01 akan memenangkan pilpres di Jawa Barat,” ujar Ma’ruf dalam sambutannya di gedung Cimahi Convention Hall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/2/2019).

“Karena itu minimal menangnya di Jawa Barat harus 70 persen. Sanggup atau tidak? Yakin atau tidak? Pasti atau tidak? Ini harus dipegang, minimal 70 persen,” sambungnya.


Ma’ruf yakin Barnus dapat menaikkan elektabilitasnya lantaran gerakan itu sudah didukung oleh 11 komunitas di Jawa Barat. Sehingga, lanjutnya, dapat menaikkan suara Jokowi yang diketahui kalah pada tahun 2014.

“Tahun 2014 Jokowi kalah di Jawa Barat, betul? Apa tahun 2019 mau kalah lagi? Mau kalah apa tidak? Pasti menang, karena itu 2019 harus menang. Dengan Barnus yang terkonsolidasi di Jabar dan didukung oleh 11 komunitas, maka elektabilitas 01 akan naik lagi. Sekarang sudah di 53 persen, kita harapkan akan naik terus, kalau bisa sampai 70 persen,” ucapnya.

Terlebih lagi jelas Ma’ruf, pihaknya didukung oleh 10 partai besar, lalu ia juga menyinggung seluruh capaian pada pemerintahan Jokowi. Ia pun menegaskan agar seluruh relawan dapat memanfaatkan potensi itu untuk menarik suara.

“Pak Jokowi bukan hanya janji tapi sudah bukti nyata, makanya pantas menang. Nah ini saya bilang banyak hal ya, tapi semua itu kalau kita tidak mampu mengonversi potensi yang kita miliki tidak ada artinya kalau kita tidak bisa konversi jadi elektabilitas,” tuturnya.
(eva/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>